9 August 2017
Guru asal Brazil, Jucelino Nobrega, diyakini punya pemikiran spritual luar biasa. Sejumlah prediksi yang diramalkan sebelumnya sudah terbukti. Salahsatunya, Banjir Jakarta yang terjadi kemarin.
Belakangan Jucelino Nobregapun memprediksi gempa berkekuatan 9,0 SR bakal mengguncang kota Medan pada November 2017. Ironisnya, katanya, bencana alam ini bisa lebih cepat datangnya.
Soal prediksi ini, Jucelino pun, sebagaimana dilansir indoberita, sudah menyampaikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikirimkan sekitar 7 bulan lalu.
Berikut, inilah suratnya yang ditujukan kepada orang nomor satu di negeri ini:
Saya memiliki mimpi yang setiap lembah akan ditinggikan, dan setiap dataran tinggi dan pegunungan akan direndahkan, tempat yang kasar akan diratakan, tempat yang bengkok akan diluruskan. Dan kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan semua orang akan melihat itu bersama-sama. Begini adalah pertanda mimpi saya:
1. Kementerian perhubungan Indonesia akan menutup bandara internasional Ngurah Rai-Bali karena erupsi gunung Raung di Jawa Timur, yang akan terjadi sejak 22 Juli 2015. Kementerian pun akan menutup bandara internasional di pusat pariwisata Bali, yang berjarak sekitar 150 km dari gunung berapi, pada pukul 12:30 siang WIB, dimana akan ada angin kencang membuat debu vulkanik meninggi dan menyebar ke arah tenggara dan selatan. Gunung Raung dekat Banyuwangi, akan menghamburkan debu vulkanik setinggi 2.000 meter pada bulan Juli 2015.
2. Satu gempa bumi berkekuatan 9.0 skala Richter akan menghantam kota Medan dan sepanjang Sumatera pada 30 November 2017 (mungkin sedikit lebih cepat atau lebih lambat)
http://www.dimedan.co/medan/pria-asal-brazil-ini-ramal-medan-bakal-diguncang-gempa-9-0-dalam-waktu-dekat/amp/
**********************************
ROMBONGAN YANG PERCAYA DANAU TOBA MELEDAK 2017
Ini Kata Kapolsek Soal Rombongan Percaya Danau Toba Meledak Akhir 2017
Di posting 8 Agustus 2017
SIMALUNGUN - Kapolsek Parapat AKP H Sihombing mengaku jika rombongan yang mendiami Hutan Sitahoan dan percaya Danau Toba akan meletus diakhir 2017 ini, tidak ada melakukan ritual apapun.
“Jadi saat kita datang ke lokasi, tidak ada kita lihat mereka melakukan ritual,” ujar Kapolsek yang dihubungi via seluler.
Kata Kapolsek, saat menyambangi lokasi , rombongan tersebut sedang membuat obat-obatan dari tumbuhan.
“Mereka hanya buat obat dari tumbuhan. Kalau ritual enggak ada kita lihat,” ungkap Kapolsek sembari mengatakan bahwa sampai saat ini rombongan tersebut masih mendiami hutan Sitahoan.
Cuma, lanjut dia, sudah ada kesepakatan jika rombongan itu akan meninggalkan lokasi 6 hari setelah diberikan himbauan.
Kembali disampaikan, Selasa (8/8) sekira jam 12.30 wib, personil Polsek Parapat menemukan belasan warga ilegal yang mendiami Hutan Sitahoan Dolok Sibolangit, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
Kepada petugas, kepala rombongan Lambok H Sinurat yang berasal dari Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Tanah Putih, Provinsi Riau, mengaku mendiami hutan berdasarkan bisikan leluhur bahwa Danau Toba akan meletus November atau Desember 2017.
Masih Sinurat, mengaku mereka baru seminggu di lokasi tersebut dan diutus oleh Leluhur Suku Batak untuk memberikan penangkal akan terjadinya letusan yang ledakannya bisa sampai ke Provinsi Riau.
Kemudian ia juga mengaku diutus untuk mengobati para korban yang kena dampak letusan Danau Toba.
Maka dari itu, Lambok turut membawa keluarganya dan 2 bagian keluarga lainnya di dalam kawasan Hutan Sitahoan Dolok Sibolangit. (GRN-1)
Catatan: Princess Mandy
TANDA2 AKHIR JAMAN
sekarang ini kita hidup dalam akhir jaman materai yang ke 6 banyak sekali tanda2 yg Tuhan berikan berkenaan bencana2, perang, dll mengenai akhir jaman semakin bertambah meningkat menjelang sebelum kedatangan Yesus yg ke 2 kalinya. Bukan menakut nakuti tapi lewat bencana ini semua Tuhan mau menegur agar kita bertobat dan di persiapkan untuk pengangkatan menyambut kedatangan Tuhan Yesus di awan awan. Kita memang tidak akan pernah tahu kapan Tuhan Yesus datang karena hanya bapak yg di surga yg tahu tapi sebaiknya kita Bertobatlah dan berjaga2lah, hiduplah kudus supaya kamu tidak tertinggal di pengangkatan.
Matius 24:3-14 (TB) Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
Sumber:
http://gorganews.com/2017/08/08/ini-kata-kapolsek-soal-rombongan-percaya-danau-toba-meledak-akhir-2017/
facebook: Princess Mandy
facebook: Princess Mandy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.