animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Rabu, 17 Februari 2016

7 ORANG MUDA KOLUMBIA - KESAKSIAN PEWAHYUAN SURGA DAN NERAKA / TESTIMONY OF 7 COLUMBIAN YOUTHS WERE TOGETHER TAKEN BY JESUS CHRIST TO SEE BOTH HEAVEN AND HELL




Available in: indonesian and english langguages



Bersama, ke tujuh orang muda dari Kolumbia ini dibawa oleh Yesus Kristus dan diperlihatkan keadaan Surga dan Neraka. Melihat cerita mereka kemuliaan dari Surga dan kengerian dari Neraka.





--- Kesaksian Pertama : Esau ---








2 Kor 12:2, Aku tahu tentang seorang Kristen ; empat belas tahun yang lampau - entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya - orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.






Kami sedang berada di kamar ketika kami mengalami pengalaman pertama. Ruangan dipenuhi cahaya dari kemuliaan dari Tuhan. Sinar itu sangat terang untuk menerangi seluruh ruangan. Ruangan penuh dengan kemuliaanNya, suasananya begitu indah sebelum Dia muncul.


Yesus berkata kepada kami, “Anak-anakKu, sekarang Aku akan menunjukkan KerajaanKu, kita akan pergi ke Surga.” Kami saling berpegangan tangan kemudian kami diangkat. Aku melihat ke bawah dan memperhatikan bahwa kami sedang keluar dari tubuh kami. Ketika kami pergi, kami sedang memakai jubah putih dan kami terus terbang ke atas dengan kecepatan yang tinggi.

Kami sampai di depan sepasang pintu gerbang untuk masuk ke Kerajaan Surga. Kami semua terheran-heran dengan apa yang terjadi dengan kami semua. Syukur, Yesus, Putra Allah ada di sana berada dengan kami, di depan ada dua malaikat yang masing-masing memiliki empat sayap.

Kedua malaikat ini kemudian berbicara kepada kami, tapi kami tidak mengerti apa yang mereka katakan. Bahasanya sangat jauh berbeda dengan bahasa manusia. Kedua malaikat ini mempersilahkan kami dan mereka membuka kedua pintu yang sangat besar itu. Kami melihat suatu tempat yang sangat indah, dengan banyak hal yang belum pernah kami lihat. Ketika kami masuk, ada suatu damai yang mengisi hati kami. Alkitab katakan bahwa Tuhan akan memberi kita damai yang melampaui akal manusia. (Filipi 4:7).

Hal yang pertama aku lihat adalah seekor rusa, dan aku bertanya kepada salah seorang temanku, “Sandra, apakah kau lihat apa yang aku lihat?”, dia tidak lagi menangis atau berteriak lagi, sama seperti ketika kami sedang di perlihatkan Neraka. Dia tersenyum dan berkata : “Ya Esau, aku sedang melihat seekor rusa!”. Kemudian aku tahu bahwa semuanya adalah nyata, kami benar-benar sedang berada di Kerajaan Surga. Semua hal-hal yang mengerikan yang kami lihat ketika kami berada di Neraka semua terlupakan. Dan kami menikmati kemuliaan Tuhan. Kami mendekat kepada rusa tersebut, di balik rusa itu ada sebuah pohon yang besar dan tinggi. Itu adalah tengah-tengah dari firdaus.

Alkitab mengatakan dalam Wahyu 2:7, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

Pohon adalah symbol dari Yesus, karena Kristus adalah Hidup Selamanya. Di balik pohon tersebut, ada sebuah sungai yang airnya bagaikan kristal. Begitu jernih dan indah, sepertinya kami tidak pernah melihatnya di bumi. Kami sangat ingin untuk tinggal di sana. Beberapa kali kami meminta, “Tuhan kami mohon! Jangan bawa kami keluar dari tempat ini! Kami ingin berada di sini untuk selamanya! Kami tidak ingin kembali ke bumi!”. Kemudian Tuhan menjawab kami, “Adalah perlu untuk bersaksi dari semua hal yang Aku siapkan bagi semua yang mengasihiKu karena Aku akan datang sebentar lagi, dan imbalannya adalah tinggal bersama denganKu”.

Ketika kami melihat sungai itu, kami terburu-buru pergi ke sana dan ingin melihat air tersebut. Kami ingat bahwa ada tertulis dalamYoh 7:38, barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Air dari sungai ini seperti mempunyai kehidupan di dalamnya, jadi, kami membenamkan diri kami kedalamnya. Di dalam air dan di luar air kami dapat bernafas dengan normal. Sungai itu sangat dalam dan di sana terdapat banyak macam-macam ikan yang berwarna-warni. Cahaya di dalam dan luar air sama-sama normal, dalam Surga cahaya tidak datang dari sumber cahaya tertentu, semua tersinari dengan cerah. Alkitab menuliskan dalam Wahyu 21:23-24 bahwa, dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja- raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya.

Kami meninggalkan sungai itu dan berlari ke semua tempat kami bisa temukan, kami ingin untuk menyentuh dan mengalami semuanya. Kami ingin untuk membawa semuanya pulang bersama kami, karena kami benar-benar terpukau dengan semua hal-hal yang ada di Surga. Karena begitu indahnya, semua hal itu itu tidak dapat terucapkan dengan kata-kata. Ketika Rasul Paulus di bawa ke Surga, dia melihat banyak hal yang dia tidak bisa jelaskan dengan kata-kata, karena keindahan yang sangat dari hal-hal yang ada di Kerajaan Surga. Seperti dalam 2 Korintus 12:4.

Ketika kami datang ke suatu tempat yang luas sekali, suatu tempat yang indah dan menakjubkan. Tempat itu penuh dengan batuan berharga, seperti, emas, intan, jamrud, dan berlian. Lantainya terbuat dari emas murni. Kami kemudian pergi ke tempat yang terdapat tiga buku yang sangat besar. Yang pertama adalah Alkitab yang terbuat dari emas. Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. Dalam Mazmur 119:89 dikatakan Firman Tuhan adalah kekal dan Firman Tuhan berada di Surga selamaya. Kami memperhatikan pada Alkitab emas yang besar, halamannya, sampulnya, semuanya terbuat dari emas murni.

Buku yang kedua adalah lebih besar dari ukuran Alkitab. Ketika dibuka dan ada seorang malaikat yang sedang menulis didalam buku tersebut. Bersama Tuhan kami dapat melihat apa yang malaikat tersebut sedang tulis. Malaikat itu sedang menulis semua hal yang terjadi di bumi. Semua yang telah terjadi, termasuk tanggal, jam, semuanya tercatat disitu. Ini dilakukan adalah untuk penggenapan kata-kata Tuhan yang ditulis ketika bukunya dibuka, dan orang-orang di bumi akan diadili sesuai dengan apa yang mereka kerjakan yang tertulis di buku itu. Wahyu 20:12, dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Dan buku yang ketiga adalah buku yang lebih besar lagi dari buku yang kedua! Bukunya tertutup, tapi kami mendekati buku itu. Kami bertujuh menurunkan dari tempat berdirinya, sesuai perintah Tuhan, dan kami menaruhnya pada sebuah tiang.

Tiang dan penyangga di Surga benar-benar indah! Itu tidak terbuat seperti yang ada di bumi. Penyangganya seperti mengembang, itu terbuat dari batuan berharga. Ada yang terbuat dari berlian, ada yang terbuat dari jamrud murni, yang lain terbuat dari emas murni, dan yang lain-lainnya terbuat dari campuran dari batuan berharga tadi. Aku kemudian mengerti bahwa Tuhan adalah pemilik dari semua hal yang ada, seperti tertulis di Hagai 2:9, Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Aku mengerti bahwa Tuhan kita adalah yang benar-benar kaya dan Dia memiliki semua kekayaan yang ada di dunia. Saya juga mengerti bahwa semua hal pun adalah kepunyaan Tuhan, dan Dia ingin memberikan itu semua kepada yang memintanya di dalam iman.

Tuhan berkata, “Mintalah kepadaKu dan Aku akan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan”. Mazmur 2:8. Buku yang kami taruh pada penyangga tersebut adalah sangat besar, bahkan untuk membuka halaman selanjutnya, kami harus berjalan dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Kami berusaha membaca apa yang tertulis di dalam buku itu, karena Tuhan yang meminta kami membacanya. Pada awalnya, sangat sulit membacanya karena ditulis dengan karakter-karakter asing yang kami tidak dapat mengerti. Sangat jauh berbeda dari bahasa yang ada di dunia, itu merupakan sesuatu yang benar-benar Surgawi. Tapi, dengan bantuan dari Roh Kudus, kami diberikan berkat untuk mengerti buku tersebut. Seperti perban yang di lepas dari mata, kami dapat kemudian mengerti tulisan-tulisan tersebut, seperti halnya dengan bahasa kita.

Kami kemudian melihat bahwa kami tertulis di dalam buku itu. Tuhan kemudian memberitahu kami bahwa buku itu adalah Buku Kehidupan. (Wahyu 3:5). Kami mencatat bahwa nama-nama yang tertulis di buku adalah tidak sama dengan nama kami disebut di bumi, nama-nama ini adalah nama-nama baru, agar Firman Tuhan bisa digenapi ketika dikatakan bahwa, siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang diatasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.

Di Surga, kami bisa mengucapkan nama-nama kami, tapi ketika Tuhan membawa kami kembali lagi ke bumi, nama-nama tersebut di hapus dari ingatan dan dari hati kami. Firman Tuhan adalah kekal, dan harus tergenapi. Teman-temanku, Alkitab berkata dalam Wahyu 3:11, Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Di Surga, terdapat milyaran hal-hal yang menakjubkan, kita tidak dapat mengekspresikannya dengan kata-kata dari mulut kita. Tapi saya mau katakan sesuatu, “Tuhan sedang menunggumu!” Bagaimanapun hanya orang-orang yang setia sampai akhirnya yang akan di selamatkan.(Markus 13:13).


--- Kesaksian Kedua, Ariel ---

Kami terbang ke atas dan menuju ke Kerajaan Surga, kami akhirnya sampai di suatu tempat yang sangat indah dengan sepasang pintu yang indah. Di depan pintu tersebut ada dua malaikat yang menyambut kami. Kemudian mereka berkata-kata, tapi sepertinya apa yang mereka katakan adalah bahasa malaikat dan kami tidak dapat mengerti apa yang mereka katakan. Tapi Roh Kudus memberikan kami pengertian. Mereka mengucapkan ucapan selamat datang kepada kami. Tuhan Yesus menaruh tangan di depan pintu dan pintu tersebut terbuka. Jika Yesus tidak bersama kami, kami tidak dapat masuk kedalam Surga.

Kami kemudian takjub dengan apa yang ada didalam Surga. Kami melihat sebuah pohon yang sangat besar, Alkitab menyebutkan pohon ini sebagai “Pohon Kehidupan”, Wahyu 2:7. Kami kemudian menuju ke sebuah sungai, yang didalamnya terdapat berbagai banyak macam ikan. Semuanya begitu menakjubkan, akhirnya kami memutuskan untuk masuk kedalam air. Kami kemudian berenang kedalam air. Kami melihat ikan yang berenang di sekitar dan mengelilingi kami dan menyentuh kulit kami. Kami berenang tidak seperti layaknya di bumi, kehadiran Tuhan menenangkan ikan tersebut. Ikan-ikan tersebut mendekati kami kami karena mereka tahu bahwa kami tidak akan menyakiti mereka. Saya begitu terberkati dan terheran-heran ketika saya menangkap seekor ikan tersebut dan mengambilnya keluar dari air. Yang mengherankan adalah ikan tersebut sangat tenang dan menikmati kehadiran Tuhan walaupun ikan tersebut saya pegang. Saya kemudian menaruh ikan tersebut kembali ke air.


Saya bisa melihat dari kejauhan bahwa disana ada kuda putih di Surga, sebagaimana tertulis dalam Firman Tuhan dalam Wahyu 19:11, Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.Kuda-kuda tersebut akan dipakai salah satunya oleh Tuhan ketika Dia kembali ke dunia untuk menjemput anak-anakNya, gerejaNya. Saya mendekati kuda-kuda tersebut dan menepuk mereka. Tuhan ijinkan saya untuk mengendarai salah satu dari mereka. Ketika saya mengendarainya, saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di bumi. Saya merasakan kedamaian, kebebasan, cinta, bahwa seorang bisa merasakan tempat yang indah tersebut. Saya benar-benar menikmati apa yang saya bisa lihat oleh mata saya. Saya ingin menikmati semua hal yang indah di Firdaus yang Tuhan telah sediakan untuk kami.

Kami bisa melihat meja jamuan pernikahan, semuanya telah disediakan. Itu tidak mempunyai awal dan akhir. Kami melihat kursi-kursi yang telah disediakan. Disana juga tersedia mahkota kehidupan yang siap kami ambil. Kami melihat makanan yang lezat-lezat yang telah ditata, untuk semua yang telah di undang ke Perjamuan Kawin Anak Domba.


Malaikat-malaikat ada disitu dengan pakaian jubah putih yang Tuhan telah menyambut kami. Saya terpukau dengan semua hal yang ada di sana. Firman Tuhan mengatakan kepada kita bahwa yang akan masuk ke Kerajaan Surga adalah seperti anak-anak, Matius 18:3. Ketika kami ada di Surga kami seperti anak-anak. Kami kemudian menikmati apa yang ada disana, bunga-bunga, tempat tinggal, bahkan Tuhan memperbolehkan kami untuk masuk ke dalam rumah-rumah tersebut.

Kemudian Tuhan membawa kami tempat yang terdapat anak-anak. Tuhan berada di tengah mereka dan Ia kemudian bermain dengan mereka. Dia mencukupkan waktu untuk bermain dengan mereka dan Ia menikmati ketika bersama mereka. Kami mendekat kepada Tuhan dan bertanya kapadaNya, “Tuhan, apakah anak-anak ini yang akan di lahirkan ke dunia?”. Dan Tuhan manjawab, “Bukan, anak-anak ini adalah yang di aborsi di bumi”. Ketika mendengar ini saya merasakan di dalam saya berguncang yang membuat saya merinding.

Saya ingat ketika dengan hal saya pernah lakukan di masa lalu, ketika saya belum kenal Tuhan. Ketika waktu itu, saya menjalin hubungan dengan seorang wanita dan akhirnya dia hamil. Ketika dia katakan bahwa dia hamil, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, jadi saya meminta waktu untuk mengambil sebuah keputusan. Waktu berlalu dan kemudian saya menemuinya, semuanya sudah terlambat karena dia sudah melakukan aborsi. Bahkan ketika saya menerima Tuhan dalam hati saya, kalau aborsi adalah sesuatu saya yang tidak bisa maafkan. Kemudian Tuhan lakukan sesuatu hari itu, Dia membolehkan saya untuk memasuki tempat tersebut dan berkata kepadaku, “Ariel, apakah kau lihat anak perempuan yang ada disana? Anak tersebut adalah anakmu.” Ketika Dia berkata demikian, saya merasakan luka, didalam jiwa saya untuk waktu yang lama, kemudian jadi sembuh. Tuhan mengijinkan saya mendekatinya dan bersama dengan saya. Saya memegang tangannya dan menatap ke matanya. Satu kata yang saya dengar dari bibirnya, “Ayah”. Saya mengerti bahwa saya pengampunan Tuhan yang telah mengampuni saya, tapi saya kemudian belajar untuk memaafkan diri saya sendiri.

Teman-teman yang terkasih, siapapun yang membaca ini, saya ingin memberitahumu sesuatu hal. Tuhan telah mengampuni dosamu, sekarang belajarlah mengampuni dirimu sendiri. Saya berterimakasih kepada Tuhan yang mengijinkan kesaksian ini kepadamu. Tuhan Yesus Kristus saya berikan hormat dan pujian! Kesaksian ini adalah tentang Tuhan, Dia ijinkan kita untuk menerima pewahyuan ini. Saya harap bahwa saudara-saudara yang menerima kesaksian ini akan menerima juga berkat dan dapat memberkati yang lain. Tuhan memberkati.


--- Kesaksian Ketiga ---

Wahyu 21:4, dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

Ketiga kami tiba, pintu yang besar itu terbuka bagi kami. Dan kami melihat ada lembah yang penuh dengan bunga. Bunga-bunga itu sangat menakjubkan dan baunya sangat harum. Kami mulai berjalan dan merasakan kebebasan penuh seperti kami tidak pernah mandapatkannya di bumi. Kami merasakan sukacita yang memenuhi hati kami dan selama kami memperhatikan pada bunga-bunga tersebut kalau bunga tersebut unik, setiap daun bunga mempunyai perbedaan, ketulusan, dan mempunyai warna yang berwarna-warni.

Dalam hatiku, saya berkata kepada Tuhanku kalau saya ingin mempunyai salah satu dari bunga tersebut. Tuhan memberikanku tanda setuju. Saya mendekat kesebuah bunga dan mencabutnya. Tapi tidak terjadi apa-apa. Saya tidak bisa mencabutnya dari tanah. Bahkan saya tidak bisa mencabut daun bunga tersebut. Kemudian Tuhan memecah kesunyian dan berkata, “Semuanya harus dilakukan atas dasar kasih”. Dia menyentuh salah satu bunga itu dan jatuh ke tangan Tuhan dengan sendirinya. Kemudian Ia memberikannya kepada kami. Kami melanjutkan perjalanan dan mencium kalau aroma bunga tersebut masih bersama dengan kami.

Kami sampai di suatu tempat dengan satu pasang pintu yang sangat indah. Pintu itu rumit, banyak hiasannya dalam keindahannya dan mempunyai batuan berharga yang terpahat mengelilingi mereka. Pintu tersebut terbuka dan kami memasuki kedalam suatu ruangan dengan didalamnya terdapat banyak orang. Semuanya berlari dan membuat persiapan-persiapan. Beberapa dari mereka membawa rol dari pakaian putih bersih di bahu mereka, ada yang membawa gulungan dari benang emas, dan ada juga yang membawa pelat dengan semacam pelindung di dalamnya. Semuanya berlari dengan penuh semangat.

Kami bertanya pada Tuhan kenapa disini ada banyak sekali usaha dan terburu-buru. Tuhan meminta seorang yang muda untuk mendekat. Orang ini mempunyai sebuah gulungan di bahunya. Dia kemudian mendekat dan menatap Tuhan, dengan hormat. Ketika Tuhan bertanya padanya kenapa dia membawa-bawa gulungan baju, dia menatap Tuhan dan berkata, “Tuhan, Engkau tahu untuk apa pakaian ini! Pakaian ini adalah untuk membuat jubah dari yang telah diselamatkan, jubah-jubah itu adalah untuk perkawinan agung”Mendengar ini, kami merasakan sukacita yang besar dan damai yang melimpah. Wahyu 19:8 berkata, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.


Ketika kami keluar dari tempat itu kami merasakan damai yang lebih lagi, karena menakjubkan untuk dilihat dan Tuhan dengan SendiriNya telah membuat sesuatu yang indah bagi kita. Dia Empunya tempat itu dan waktu untukmu karena kamu penting bagiNya. Ketika kami keluar dari tempat itu, kami kehilangan pandangan setiap detail dari Surga. Itu seperti setiap hal mempunyai pemikiran tersendiri, dan setiap obyek yang ada di sana adalah kemuliaan untuk Tuhan.

Ketika kami datang ke suatu tempat di mana terdapat jutaan dan jutaan anak-anak, dari semua umur. Ketika mereka melihat Tuhan, semuanya ingin memeluk Dia, untuk merasakan cintaNya, karena Dia-lah kerinduannya. Yesus adalah kerinduan dari setiap anak-anak disini. Kami seperti ingin menangis melihat bagaimana Tuhan menjadi rebutan dari setiap anak-anak, bagaimana Dia mencium dan memegang tangan mereka.

Kami melihat bagaimana malaikat-malaikat mendekat kepada Tuhan, membawa Dia bayi-bayi yang di bungkus kain lenan. Tuhan menjamah, menyentuh, dan memberikan mereka ciuman pada pergelangan tangan mereka dan kami melihat malaikat-malaikat tersebut membawa mereka kembali. Kami bertanya kepada Tuhan kenapa di sana ada banyak sekali anak-anak, apakah itu adalah anak-anak yang akan di kirim ke dunia. Tuhan menghela nafas untuk menjawab, dan dia menjawab, “Bukan, anak-anak ini tidak akan di kirim ke dunia! Semua anak ini adalah yang telah di aborsi di dunia, yang mana orang tuanya tidak menginginkan mereka. Anak-anak ini adalah anak-anakKu dan Aku mengasihi mereka.” Saya menundukkan kepala dan suaraku gemetaran untuk menanyakan pertanyaan seperti itu kepadaNya.

Ketika saya tidak mengenal Tuhan, Jalan Hidup yang benar, saya membuat kesalahan dan berbuat dosa dengan seseorang. Diantara dosa-dosa itu adalah aborsi yang telah saya lakukan. Ada jeda waktu dimana saya menatap muka dengan muka dengan Tuhan dan kemudian bertanya kepadaNya, “Tuhan, apakah bayi yang saya aborsi, dulu, disini?” Tuhan menjawab, “Ya”. Saya kemudian berjalan ke salah satu tempat dan saya melihat anak kecil yang imut. Mendekati seorang malaikat yang sedang berdiri. Malaikat itu memandang kea rah Tuhan, dan anak itu membelakangi kami.

Tuhan berkata kepadaku, “Lihat, itu adalah anakmu”. Saya ingin melihatnya jadi saya berlari ke arahnya, tapi malaikat itu menghentikan aku dengan tangannya. Dia berkata saya harus mendengar anak itu dahulu. Saya kemudian mendengar apa yang anak itu katakan. Dia berkata dan melihat ke arah anak-anak lain. Dia bertanya kepada malaikat, “Apakah ayahku dan ibuku akan datang kemari segera?” Malaikat itu menatapku, kemudian menjawab dia ,”Ya, ayahmu dan ibumu akan datang segera.”

Saya tidak mengerti kenapa saya di khususkan untuk mendengar kata-kata itu, tapi di hatiku saya tahu kalau kata-kata itu adalah yang terbaik yang Tuhan bisa berikan kepada saya. Anak kecil itu tidak bicara masalah kemarahan, atau sakit, mungkin tahu kami tidak biarkan dia untuk lahir. Dia hanya menunggu dengan kasih kalau Tuhan ada di hatinya.

Kami melanjutkan perjalanan, tapi saya terus terpikir anak itu. Saya tahu kalau suatu hari saya akan bersama dia nanti. Saya mempunyai suatu alas an untuk pergi kesana, karena seseorang telah menungguku dalam Kerajaan Surga. Firman Tuhan berkata dalamYesaya 65:19, Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.

Kami datang ke suatu tempat dengan pegunungan yang kecil, dan Tuhan Yesus menari. Di depanNya, ada sekumpulan orang dengan pakaian jubah putih dan mereka mengangkat tangan dengan carang minyak jaitun hijau. Ketika mereka melambaikannya di udara, mereka melepaskan minyak. Tuhan mempunyai banyak hal yang telah dipersiapkan untukmu! Sekarang adalaah waktu yang harus kamu serahkan untukNya.



Tuhan memberkatimu.


--- Kesaksian Keempat ---

Di dalam Kerajaan Surga, kami melihat banyak sekali hal-hal yang menakjubkan sebagaimana tertulis di dalam Firman Tuhan, di 1 Korintus 2:9, tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Kami tiba di Kerajaan Surga, tempat itu sangat banyak hal yang spektakuler dan menakjubkan, banyak hal-hal yang besar dan merasakan kemuliaan Tuhan. Tempat itu begitu special, tepat yang penuh dengan anak-anak. Kami bisa katakan kalau disana ada jutaan anak-anak di tempat itu.

Kami melihat anak-anak dari berbagai usia, Surga dibagi kedalam beberapa bagian. Kami melihat semacam bayi-bayi yang di tampung antara umur 2-4. Kami juga memperhatikan anak-anak di Kerajaan Surga bertumbuh dan di sana ada sekolah di mana anak-anak tersebut diajari Firman Tuhan. Guru-gurunya adalah malaikat-malaikat dan mereka mengajarkan anak-anak untuk menyanyikan lagu pujian dan untuk memuliakan Tuhan Yesus.

Katika Tuhan tiba, kami melihat kebahagiaan Raja kami yang besar sekali. Walaupun kami tidak bisa melihat wajahNya, kami bisa melihat Dia tersenyum, yang memenuhi seluruh tempat. Ketika Dia tiba, semua anak-anak berlari ke arahNya! Diantara semua anak-anak itu, kami melihat Maria, ibu Tuhan Yesus sewaktu di Dunia. Dia wanita yang sangat cantik. Kami tidak melihat dia dalam tahta dan tidak juga orang-orang yang memuji dia. Dia ada disana ada sebagaimana wanita yang lainnya yang ada di Surga, seperti semua orang-orang di Dunia dia diselamatkan. Dia memakai jubah putih dan memakai ikat pinggang emas, dan rambutnya panjang sampai ke pinggang.

Di Dunia, kami telah mendengar kalau banyak orang yang memuji Bunda Maria sebagai ibu Yesus, tapi saya ingin memberitahu Firman Tuhan yang berkata dalam dalam Yohanes 14:6, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Jalan masuk ke dalam Kerajaan Surga hanyalah Yesus dari Nazareth.

Kami juga memperhatikan kalau disana tidak ada matahari atau bulan. Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 22:5, dan malam tidak akan ada lagi di sana dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Kami bisa melihat kemuliaan Tuhan. Kami kesulitan untuk menjelaskan betapa mengerikannya sewaktu kami di Neraka, tapi adalah lebih sulit untuk menjelaskan yang berhubungan dengan Surga dan kesempurnaan dari sang Pencipta. Ketika kami ada disana, kami ingin berlari dan melihat segalanya. Kami bisa tiduran pada rumput, dan kami bisa merasakan kemuliaan Tuhan. Siulan yang lembut, angin yang sepoi-sepoi yang berhembus di wajah kami, semuanya adalah sesuatu yang amat indah.

Tapi di tengah-tengah langit, kami bisa melihat sebuah salib yang besar yang terbuat dari emas murni. Kami percaya kalau ini bukan penyembahan terhadap berhala tapi sebagai symbol yang menunjukkan kalau kematian Yesus di kayu salib, kita bisa masuk kedalam Kerajaan Surga.

Kami melanjutkan perjalanan di Surga. Sangat mengasikkan berjalan-jalan bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami tahu dengan yakin, kalau Tuhan yang kami layani adalah Yesus dari Nazareth. Banyak dari kita berpikir kalau ada Tuhan di atas sana, hanya menunggu kita melakukan dosa, jadi Dia bisa menghukum kita dan mengirim kita ke Neraka.

Tapi itu bukan begitu. Kami bisa melihat gambaran yang lain dari Yesus, kalau Yesus adalah seorang teman, kalau Yesus pun menangis kalau kamu menangis. Yesus adalah Tuhan yang penuh cinta, kasih dan pengampunan, Dia membawa kita dalam tanganNya untuk membantu kita meneruskan jalan kepada keselamatan.

Tuhan Yesus juga mempertemukan kami dengan seseorang yang ada di Alkitab. Kami bertemu dengan Raja Daud, Raja Daud yang ada di Alkitab. Dia adalah lelaki yang tampan, tinggi dan wajahnya menggambarkan kemuliaan Tuhan. Ketika kami ada di dalam Kerajaan Surga, satu hal yang Raja Daud lakukan adalah menari, menari, menari dan memberikan semua kemuliaan dan hormat kepada Tuhan.

Bagi semua yang membaca kesaksian ini, saya ingin memberitahumu di dalam Firman Tuhan dalam Wahyu 21:27, tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. Dan saya juga ingin memberitahumu kalau hanya yang berani yang masuk ke Kerajaan Surga.


Tuhan memberkatimu.


--- Kesaksian Kelima ---

2 Korintus 5:10, sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut di terimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.





Dalam Kerajaan Surga, kami bisa melihat Yerusalem Baru yang Alkitab ceritakan dalam Yohanes 14:2, di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Kami bisa melihat kota itu dan masuk kedalamnya, kota itu benar-benar nyata dan kota yang menakjubkan! Yesus pergi kesana untuk mempersiapkan tempat kediaman itu untuk kita.

Di dalam kota kami bisa melihat tempat tinggal atau rumah dengan nama pemilik ada di depan rumah-rumah iu. Kota itu belum juga didiami, tapi itu telah siap untuk kita. Kami kemudian pergi kedalam rumah dan melihat semua hal yang ada didalam. Tapi kemudian kami meninggalkan kota itu, kami lupa dengan hal-hal yang kami lihat, memori itu di hapus dari kepala kami. Bagaimanapun, kami bisa mengingat kalau penyangga rumah-rumah itu terbuat dari besi berharga dan banyak jenis batuan berharga yang menghiasi mereka. Mereka juga mempyunyai emas murni.

Emas yang ada di kota ini adalah seperti yang Alkitab katakan, hampir semuanya transparan dan begitu berkilau. Emas yang ada di bumi tidak bisa di bandingkan dengan kilauan dan keindahan emas yang ada di Surga.

Setelah ini, kami dibawa kesuatu tempat yang banyak terdapat botol. Didalamnya terdapat air mata yang di kristalisasikan. Air mata yang anak-anak Tuhan cucurkan di bumi. Bukan tangisan dari komplen, tapi tangis orang-orang yang mereka cucurkan di dalam hadirat Tuhan, tangisan penyesalan, tangisan ucap syukur. Tuhan menyimpan tangisan-tangisan sebagai sesuatu yang berharga sebagai harta karun di Surga, seperti yang disebutkan dalam Mazmur 56:9, sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?

Kami juga pergi ke tempat di mana terdapat banyak sekali malaikat. Walaupun di Surga kami melihat banyak malaikat-malaikat, tempat ini adalah tempat khusus malaikat-malaikat. Kami mendengar Tuhan, kalau tiap malaikat mempunyai karakter yang berbeda-beda. Dia juga menunjukkan kalau malaikat akan dekat dengan kami selama kami hidup di dunia. Dia memperkenalkan malaikat yang di tugasi untuk mengawal kami. Kami bisa melihat karakter mereka, tapi Tuhan melarang kami untuk memberitahukan kepada yang lai tentang hal ini. Kita baca dalam Mazmur 91:11, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Kami tiba di suatu tempat dengan banyak lemari, di dalamnya terdapat banyak sekali bungan yang berbeda-beda. Ada bunga yang terbuka, indah dan berseri-seri. Tapi ada juga yang terkulai, dan ada juga bahkan yang layu. Kami bertanya kepada Yesus apa arti bunga-bunga ini? Dia menjawab, “Karena hidup kalian adalah seperti bunga-bunga ini.” Dia mengambil salah satu bunga yang layu. Dia berkata, “Lihat, orang ini sedih karena mereka sedang menghadapai pencobaan, atau kesulitan. Ada sesuatu dalam hidup ini yang menghalangi persekutuan denganKu. Apakah kamu tahu apa yang Aku lakukan agar bunga-bunga ini sehat dan terkembang kembali?” Dia mengambil bunga di tanganNya dan berkata, “Aku cucurkan tangisKu kepada mereka dan Aku menyegarkan mereka kembali.” Kami melihat bagaimana dengan cara yang kuat bunga ini mulai bangkit dan terkembang dalam warna-warninya dan mulai berseri-seri kembali.

Kemudian Dia mengambil bunga yang layu dan Ia melemparkannya ke dalam api dan berkata, “Lihat, orang ini telah mengenalKu dan berbalik dari padaKu. Sekarang dia mati tidak dalamKu dan kemudian dilemparkan ke dalam api.” Yohanes 15:5-6.

Kemudian kami meninggalkan tempat itu, kami melihat istana yang menakjubkan dari kejauhan. Tidak ada seorang pun yang berani mendekat ke istana itu, dan kami percaya itu tentang apa yang Alkitab katakan dalam Wahyu 22:1, lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Kami percaya kalau istana tersebut dilokasikan dekat dengan hadirat dan tahta Tuhan.

Ketika mengalami semua hal ini dalam Kerajaan Surga, kami memiliki damai di hati kami,kami mengalami kedamaian yang melampui segala akal. Filipi 4:7. Kami mengerti sebagaimana tertulis dalam 1 Petrus 1:4, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.


--- Kesaksian Keenam ---

Lukas 22:30, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dalam tempat yang mengagumkan itu, Tuhan memperbolehkan kami untuk melihat tempat penerimaan yang kami kira bisa ada dimana saja di alam semesta. Kami melihat tahta besar dengan dua kursi dari emas murni dan batuan berharga yang tidak ada di manapun di dunia. Di depan tahta itu ada sebuah meja yang tidak berujung, dan ada tutup meja putih di atasnya.

Segala keindahan dan keistimewaan makanan telah disediakan di atas meja. Kami melihat anggur dengan seukuran jeruk, dan Tuhan Yesus Kristus mengijinkan kami untuk mencoba sedikit dari makanan itu. Kami masih bisa mengingat betapa lezatnya makanan itu Itu sesuatu yang menakjubkan! Saudaraku dan teman-temanku, anda tidak bisa membayangkan semua hal yang telah disediakan di Kerajaan Surga dan semua hal yang Tuhan telah sediakan untukmu. 1 Korintus 2:9. Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Juga pada meja, Tuhan memperlihatkan sebuah roti, “Manna”. Roti ini adalah roti dari Tuhan yang Alkitab ceritakan. Kami juga boleh mencicipi makanan yang lain yang kenikmatannya tidak bisa dibandingkan dengan yang ada di dunia.

Semua hal ini telah menunggu kami sebagai warisan di dalam Kerajaan Surga. Kami menikmati beberapa makanan nikmat dan lezat ketika kami berada di Kerajaan Surga. Kami terkesima kalau kursi yang di tata ada di kedua sisi dari meja. Kursi-kursi itu begitu indah dan mempunyai nama-nama yang tertulis pada kursi itu. Kami tidak bisa membaca nama kami dengan jelas, karena nama kami ditulis tidak sama dengan penulisan di Surga. Itu semua adalah nama-nama yang tidak seorang pun tahu kecuali diri mereka sendiri. Wahyu 21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Apa yang tertulis dalam Firman Tuhan mengagetkan kami. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.Lukas 10:20. Disana ada banyak sekali kursi. Cukup untuk semua yang masuk ke dalam Kerajaan Surga. Ada juga kursi yang diambil dari meja. Ini berarti anak Tuhan yang berhenti melayani Tuhan, dan nama mereka dihapus dari Buku Kehidupan dan mereka dijauhkan dari Perjamuan Kawin Anak Domba.

Tuhan juga mempertemukan kami dengan seseorang yang ada di Alkitab, orang suci yang kita baca dalam Kitab Suci. Kami terkejut melihat Abraham. Abraham adalah seorang senior, tapi tidak dalam penampilannya. Dia adalah senior karena kebajikan yang dia miliki. Rambutnya putih semua, tapi tiap rambut seperti benang kaca atau benang berlian. Kami terkejut ketika dia lebih muda dari kami. Dalam Surga, kita semua akan muda kembali dan muda. Kami juga terkejut oleh perkataannya. Abraham memberitahu kami sesuatu yang tidak pernah terlupakan. Dia mengucapkan selamat datang kepada kami ke Kerajaan Surga dan segera kami akan ada di tempat itu, karena kedatangan Tuhan Yesus Kristus akan datang segera.


*********************************


Pewahyuan di Neraka Oleh 7 Orang Muda Kolumbia


Bersama, ke tujuh orang muda dari Kolumbia ini dibawa oleh Yesus Kristus dan diperlihatkan keadaan Surga dan Neraka. Melihat cerita mereka kemuliaan dari Surga dan kengerian dari Neraka






--- Kesaksian Pertama : Esau ---






Lukas 16:19-26, Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat- malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.



Di dalam Alkitab, Firman Tuhan, sangat jelas di jelaskan subjek dari surga dan Neraka. Dalam bagian ini yang telah kita baca, Tuhan memberitahukan kita tentang dua tempat: Surga dan Neraka, penghukuman atau penebusan. Tidak ada tempat yang di tengah-tengah. Tempat penyucian dosa adalah tidak ada. Tempat bagi orang-orang terlantar tidak ada, di mana terdapat orang diam sementara yang di ungsikan dari bumi dan menuju ke Surga; Alktab memberitahukan dengan jelas tentang itu.



Tuhan memberikan kita pewahyuan yang akan mengubah lintasan hidup kita. Kita harus mengetahui tentang Tuhan dan Firman Tuhan. Kami bertujuh diberikan hak istimewa dan pertanggungjawaban yang besar untuk membagikan wahyu ini kepada dunia.



Semua berawal sekitar pukul 10:00 pagi. Kami sedang berdoa dan dipersiapkan untuk pergi piknik kemudian pada hari itu. Sekitar pukul 10 pagi, suatu cahaya yang sangat terang menyinari seluruh ruangan sinar jendela. Ketika cahaya itu muncul, kami semua kemudian berkata-kata dan dikuduskan oleh Roh Kudus.


Pada waktu itu, kami terheran-heran dan terkagum-kagum dengan apa yang kami lihat. Cahaya itu sangat terang dan lebih terang dari matahari. Di tengah-tengah cahaya, kami melihat kumpulan malaikat dan berjubah putih. Malaikat-malaikat ini sangat indah, tinggi dan sangat tampan.

Di tengah-tengah dari kumpulan malaikat itu, kami melihat sesuatu yang mengagumkan – gambaran dari seorang Lelaki. Pemandangan ini begitu menakjubkan, seorang Lelaki yang bermantel dan berjubah putih. RambutNya seperti benang emas. Kami tidak dapat melihat wajahNya karena terlalu silau. Kami melihat sabuk emas di sekitar badanNya, dengan tulisan emas yang mengatakan: “Raja dari segala raja dan Tuhan dari segala tuhan”. Ia mengenakan sandal yang dari emas murni pada kakiNya. Dan penampilanNya tidak terbandingkan. Ketika kami melihat hadirat dari seorang Manusia, kami semua berlutut.

Kemudian kami mendengar suaraNya. Benar-benar mengagumkan dan indah, semua kata-kataNya begitu menusuk ke dalam hati kami seperti pedang bermata dua, seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan dalam Ibrani 4:12. Ia berbicara kepada kami dengan sederhana namun kata-katanya bermakna. Kami mendengarNya berkata kepada kami, “Anak-anakKu, jangan takut, Aku Yesus dari Nazaret, dan Aku mengunjungimu untuk menunjukkan kalian misteri yang kalian saksikan dan beritahukan kepada orang kota-kota, bangsa-bangsa, warga kota, gereja-gereja dan semua tempat. Kemana Aku akan perintahkan, kamu akan pergi, dan kemana Aku pertintahkan untuk tidak pergi, kamu tidak akan pergi.”

Dalam Alkitab, Firman Tuhan berkata dalam Yoel 2:28, Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan pendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Inilah waktunya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan orang-orangNya.

Kemudian sesuatu yang aneh terjadi, sebuah batu tiba-tiba mucul di tengah-tengah kamar, dan Tuhan, yang sedang bersama kami, membuat kami menaiki batu tersebut. Batu tersebut sekitar delapan inci diatas lantai, dan sebuah lubang muncul di lantai. Besar, hitam, lembah atau gua besar. Segera, kami turun memasuki lembah yang ada di lantai. Sangat gelap dan membawa kami menuju ke tengah-tengah bumi.

Kami kemudian berada dalam kegelapan yang kelam, kami sangat takut! Kami benar-benar takut maka kami berkata kepada Tuhan,“Tuhan kami tidak ingin pergi ke tempat itu! Jangan bawa kami ke tempat itu Tuhan! Bawa kami keluar dari sini Tuhan!” Kemudian Tuhan menjawab kami dengan sangat menenangkan dan dengan suara yang lembut, “Pengalaman ini penting dengan demikian kalian bisa menceritakannya kepada yang lain”.

Kami berada dalam sebuah terowongan yang berbentuk seperti terompet, dan kami mulai melihat bayangan-bayangan, setan-setan dan gambaran-gambaran yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam waktu beberapa detik saja, kami merasakan kehampaan dan perasaan takut yang luar biasa.

Kami kemudian sampai di suatu gua besar; dengan pintu yang mengerikan, seperti sebuah labirin. Kami tidak ingin masuk ke dalam. Kami memperhatikan ada bau yang sangat menyengat dan panas menyengat. Ketika kami masuk, kami melihat hal-hal yang mengerikan, gambaran-gambaran yang mengerikan. Seluruh tempat itu diliputi api; dan di tengah-tengah api itu, banyak jiwa-jiwa dari ribuan orang. Mereka sangat menderita dengat siksaan semacam itu. Pemandangan itu begitu menakutkan, kami tidak ingin untuk melihat apa yang di perlihatkan kepada kami.

Tempatnya dibagi dalam beberapa bagian dari penyiksa dan penderita. Satu bagian dari yang Tuhan perlihatkan kepada kami adalah“Lembah Kawah” (Valley of the cauldrons), kami menyebutnya. Terdapat milyaran kawah-kawah. Kawah-kawah ini bertatahkan dengan tinggi dari tanah; setiap kawah terbakar dengan lava di dalamnya. Didalamnya terdapat jiwa seseorang yang mati dan di bawa ke Neraka.

Sebagaimana jiwa tersebut melihat Tuhan, mereka berteriak dan menjerit, “Tuhan, ampuni kami! Tuhan berikan aku kesempatan untuk keluar dari tempat ini! Tuhan, bawa aku keluar dan aku akan katakan pada dunia kalau tempat ini nyata!” Tapi Tuhan tidak ingin untuk melihat mereka. Terdapat milyaran dari lelaki, wanita dan orang-orang muda di tempat itu. Kami juga melihat para homoseksual dan pemabuk dalam suatu penyiksaan. Kami melihat jiwa-jiwa ini berteriak-teriak dengan siksaan hebat semacam itu.

Sungguh mengejutkan untuk melihat tubuh-tubuh mereka dihancurkan. Cacing-cacing berdatangan masuk dan keluar dari kelopak mata, mulut dan telinga dan menembus keseluruh bagian kulit mereka. Ini menggenapi Firman Tuhan dalam Yesaya 66:24, Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup. Juga dalam Markus 9:44, di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. Kami benar-benar ketakutan melihat mereka seperti itu. Kami melihat api sekitar 9 sampai 12 kaki tingginya. Setiap semburan api, terdapat jiwa-jiwa yang mati.


Tuhan ijinkan kami untuk melihat seseorang yang ada didalam kawah. Dia tergantung terbalik dan daging-dagingnya berjatuhan. Dia manatap Tuhan dengan seksama, dan kemudian mulai memanggil dan menyebut nama Yesus. Katanya, “Tuhan mohon ampun! Tuhan beri aku kesempatan! Tuhan bawa aku keluar dari tempat ini!” Tapi Tuhan Yesus tidak ingin menatapnya. Yesus kemudian membalik badanNya darinya. Begitu Yesus membalik badanNya, orang itu malah mengutuk dan memaki Tuhan. Orang ini adalah John Lennon, anggota dari aliran musik setan, The Beatles. John Lennon adalah seorang yang mengolok-olok dan mempermainkan Tuhan dalam hidupnya. Dia katakan bahwa ke Kristenan akan hilang dan Tuhan Yesus akan dilupakan oleh semua orang. Bagaimanapun, hari ini orang ini ada di Neraka dan Tuhan Yesus kekal! keKristenan tidak hilang.

Ketika kami berjalan ke ujung dari tempat itu, jiwa-jiwa ingin menjangkau kami dan ingin meminta ampun. Mereka meminta Yesus agar membawa mereka keluar dari tempat itu, tapi Tuhan tidak pernah ingin melihat mereka.

Kemudian kami memasuki ke bagian yang berbeda. Kami masuk ke bagian dalam yang paling mengerikan dari Neraka, dimana siksaan terjadi, yaitu tengah-tengah Neraka. Bentuk siksaan yang paling hebat, seperti siksaan kalau seorang manusia yang ditempa oleh mereka. Hanya orang-orang yang mengenal Yesus dan Firman Tuhan. Mereka adalah para pastor, penginjil, misionaris dan banyak tipe-tipe orang yang telah menerima Yesus dan tahu kebenaran, tapi mempunyai kehidupan ganda.

Ada juga yang kembali kepada kebiasaan lama mereka yang tercela, mereka menderita dan ribuan kali lebih berat siksaannya dari yang lain. Mereka berteriak histeris dan meminta pengampunan dari Tuhan, tapi Firman Tuhan berkata dalam Alkitab di Ibrani 10:26-27, sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Jiwa-jiwa itu berada disana karena mereka telah mengajar, puasa, menyanyi dan mengangkat tangan mereka dalam gereja tapi di jalan dan di rumah mereka adalah pezinah, percabulan, berbohong, merampok. Kita tidak bisa berbohong kepada Tuhan. Alkitab berkata dalam Lukas 12:48 bahwa, tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak dituntut.

Tuhan kemudian memperlihatkan kepada kami dua wanita yang dulunya menjadi saudara Kristen sewaktu di dunia, tapi mereka tidak hidup dalam kebenaran Tuhan. Yang satu berkata kepada yang satunya, “kamu orang pembawa sial! Ini salahmu aku berada di tempat ini! kamu tidak mengajarkan aku kitab suci! dan karena kamu tidak memberitahukan aku kebenaran, dan sekarang aku berada di Neraka!” Mereka akan katakan hal ini satu sama lain di tengah-tengah lautan api, dan mereka saling membenci karena disana tidak ada cinta atau pengampunan yaitu di Neraka.

Disana ada ribuan jiwa-jiwa yang tahu Firman Tuhan, tapi mereka tidak cukup bersih untuk mengenal kehadiran Tuhan. “Kamu tidak dapat bermain-main dengan Tuhan atau dengan api Neraka!” Tuhan berkata. Dia juga mengatakan, “Anak-anakKu, semua yang menyiksakan yang ada di dunia yang ada di suatu tempat adalah tidak seberapa, TIDAK ADA APA-APANYA bila di bandingkan dengan siksaan yang akan diterima seseorang dalam bagian yang paling hebat dari Neraka”. Adalah mengerikan bagi yang menderita di Neraka, lebih mengerikan lagi bagi yang berada di tengah-tengah Neraka, siapa yang selama hidupnya mengenal Firman Tuhan dan kemudian mengingkarinya. Kemudian Tuhan mengatakan kalau kami bisa bermain dengan api kalau di dalam dunia, tapi jangan harap dengan api yang ada di Neraka.

Kami melanjutkan perjalanan kami melalui tempat yang berbeda dan Tuhan memperlihatkan kami berbagai macam jenis orang. Kami bisa melihat kalau orang-orang yang ada disana mempunyai kira-kira enam jenis siksaan. Ada jiwa yang di siksa oleh setan-setan dengan berbagai jenis hukuman. Ada yang menerima hukuman karena hati nurani mereka berkata, “Ingat ketika mereka mengajar kamu, ingat ketika kamu mendengar Firman Tuhan, ingat ketika mereka memberitahukan kamu tentang Neraka dan kamu menertawakannya!” Hati nurani mereka disiksa oleh mereka sendiri, sama seperti cacing-cacing yang ada di seluruh tubuh mereka, Seperti terbakar api yang ribuan dan ribuan kali lebih panas dari yang kami tahu. Ini adalah balasan dari setan untuk semua yang mencari dan mengikuti dia.

Firman Tuhan dalam Wahyu 21:8, Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang- orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang- tukang sihir, penyembah- penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Berikutnya, Tuhan memperlihatkan kepada kami seorang yang telah membunuh enam orang. Kini, enam orang tersebut mengelilinginya dan berteriak padanya, “Ini semua salahmu kami semua ada di tempat ini, SALAHMU!” Pembunuh itu menutup telinganya karena dia tidak ingin mendengar mereka, tapi dia tidak dapat menghindari pendengaran karena di Neraka semua panca inderamu semua bekerja dengan sangat sensitif.

Jiwa-jiwa yang berada di tempat itu mengalami kehausan yang tidak dapat ditolerir karena walau bagaimanapun air tidak dapat memuaskan, seperti cerita Alkitab dari Lazarus dan orang kaya, Lukas 16:19. Orang kaya itu ingin setetes air, yang akan terasa cukup. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 34:9, sungai-sungai Edom akan berubah menjadi kelam, dan tanahnya menjadi belerang; negerinya akan menjadi yang menyala-nyala.


Dalam tempat itu, setiap jiwa berada ditengah-tengah api. Orang melihat bayangan di udara seperti sungai kristal yang jernih di tengah-tengah api, tapi ketika orang berhasil menggapainya sungai tersebut berubah menjadi api. Mereka juga melihat api dengan buah yang penuh dengan air, tapi begitu mereka menggapainya, mereka membakar tangan mereka dan iblis-iblis akan menertawakan mereka.

Kemudian Tuhan membawa kami ketempat yang bahkan jauh lebih mengerikan dari semua tempat yang telah kami lihat. Kami melihat sungai api dan belerang. Pada satu sisi dari sungai terdapat sungai yang lebih kecil. Pada sungai yang lebih kecil itu, terdapat jutaan dan jutaan dan jutaan jiwa yang menangis dan meminta pengampunan Tuhan. Mereka berkata kepadaNya, “Tuhan tolong! Bawa kami keluar dari sini sebentar saja! Mohon berikanlah aku kesempatan untuk keluar dari sini!” Bagaimanapun, Tuhan tidak bisa lakukan apapun untuk mereka karena penghakiman mereka sudah tersedia.

Diantara jutaan dan jutaan jiwa tersebut, Tuhan mengalihkan perhatian kami untuk fokus kepada seorang lelaki yang tubuhnya terbenam setengah di dalam sungai api. Tuhan membuat kami mengerti dan tahu pikirannya. Namanya adalah Mark. Kami kaget dengan hal-hal yang orang ini katakan untuk dirinya sendiri, dalam pikirannya. Kami belajar pelajaran yang kekal ketika kami dengar tentang pikirannya, “Saya akan lakukan apapun untuk berada di tempatmu sekarang! Saya akan berikan apa saja untuk kembali ke dunia walaupun hanya satu menit. Saya tidak akan peduli walaupun saya paling tidak disenangi, paling gila, paling dibenci, atau orang yang paling miskin di dunia, saya akan lakukan apa pun untuk kembali! Hanya untuk semenit berada di dunia.”Tuhan Yesus kemudian memegang tenganku. Yesus menjawab Mark dengan berkata, “Mark, kenapa kamu ingin kembali ke bumi kalaupun hanya untuk satu menit?” Dengan menangis dan tersiksa, dia menjawab Yesus, “Tuhan! Saya akan lakukan apa pun untuk kembali ke dunia walaupun hanya untuk satu menit untuk bertobat dan diselamatkan.”

Setelah Tuhan mendengar Mark berkata-kata, saya melihat darah dari luka Yesus dan air mata memenuhi mataNya sembari berkata,“Mark, terlambat untukmu! Cacing-cacing telah disediakan sebagai tempat tidurmu dan cacing-cacing sebagai selimutmu.” (Yesaya 14:11). Ketika setelah Tuhan menjawab dia, dia tenggelam dalam sungai itu selamanya. Sedihnya, semua jiwa-jiwa itu tidak mempunyai harapan lagi. Hanya kita yang ada di bumi mempunyai kesempatan untuk menyesal pada hari ini dan pergi ke Surga dengan Tuhan Yesus Kristus.

Saya akan digantikan oleh saudariku untuk diteruskan, terima kasih.



--- Kesaksian Kedua, Lupe ---


Tuhan memberkati engkau saudara-saudaraku yang kekasih. Mari membaca Firman Tuhan dari Mazmur 18:9, Asap membubung dari hidungNya, api menjilat keluar dari mulutNya, bara menyala keluar dari padaNya. Ketika Tuhan memegang tanganku, aku memegang tanganNya dan kami mulai turun dengan cepat ke dalam terowongan. Terowongan itu kemudian menjadi lebih gelap dan lebih gelap lagi dan sampai pada suatu titik saya tidak bisa melihat tanganku sendiri yang sudah tidak memegang tangan Tuhan lagi.

Tiba-tiba, kami melewati sesuatu yang sangat mengkilap gelapnya, yang mana sangat berisik. Kegelapannya begitu kelam, tangan anda pun tidak bisa menemukan dinding dari terowongan itu. Kami turun begitu cepat, yang aku rasakan karena aku dipisahkan dari tubuhku.

Kemudian aku memperhatikan bau yang sangat menyengat, seperti bau daging busuk. Kemudian itu tercium semakin menusuk setiap waktunya. Kemudian aku mendengar suara jutaan dan jutaan jiwa. Mereka tidak henti-hentinya berteriak kesakitan, menangis dan merintih. Saya begitu ketakutan dan aku berbalik kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, kemana Engkau akan membawaku?” Tuhan mohon ampuni aku! Kumohon ampuni aku!” Kemudian Tuhan menjawabku, katanya, “Adalah perlu kamu untuk melihat ini, dengan demikian kamu dapat memberitahukannya kepada yang lain.”


Kami meneruskan perjalanan kami dalam terowongan yang seperti terompet sampai akhirnya kami tiba pada suatu tempat yang gelap sama sekali. Seperti menarik gorden dari mataku. Saya kemudian melihat jutaan dan jutaan dari pancaran api. Lebih mengerikannya lagi, saya mendengar teriakan yang sangat menderita sekali tapi tidak bisa melihat seorang pun. Saya sangat ketakutan. Saya berkata kepada Tuhan, “Oh tolong Tuhan ampuni aku! Oh tolong Tuhan ampuni aku! Jangan bawa aku ke tempat ini! Ampuni aku!” Pada saat ini, saya tidak berpikir bahwa saya hanyalah menonton di Neraka, saya kira hari itu adalah hari perhitungan. Berdiri di depan Tuhan Yesus, saya sangat gemetar karena saya pikir ini adalah akhir hidupku.

Kami kemudian mendekat ke sebuah api di depan kami, sangat besar dan terbakar dalam ketakutan. Saya kemudian turun perlahan-lahan, melihat banyak pancaran api dan mendengar jutaan jiwa-jiwa yang menangis dalam satu suara.


Kemudian saya melihat meja kayu yang tidak terbakar api. Di atasnya ada seperti botol bir. Ini terlihat menyegarkan, tapi itu semua adalah penuh dengan api. Ketika saya memperhatikan, seorang laki-laki tiba-tiba muncul. Dagingnya hampir seluruhnya hancur. Dia telah kehilangan matanya, mulutnya dan rambutnya penuh dengan bara api. Dia dapat melihatku, walaupun dia tidak mempunyai mata. Saya katakan anda adalah jiwa dari seseorang yang berpikir, beralasan dan benar-benar melihat, bukan tubuh alami saudara.

Orang itu kemudian mengarahkan tangannya menghadap kami dan Tuhan kemudian mulai menangis, dan berkata, “Tuhan, mohon ampuni aku! Tuhan mohon ampuni aku! Saya dalam kesakitan! Saya terbakar! Kumohon ampuni aku dan bawa aku keluar sari tempat ini!” Tuhan melihat dia dan merasa iba, dan aku merasakan sesuatu yang hangat di tanganku. Saya lihat dan ternyata itu adalah darah…darah Yesus! Darah Tuhan mengalir dari tanganNya sementara Dia menyaksikan orang yang menderita dan terbakar dalam api itu.

Orang itu kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah botol yang ada di meja dan bergerak ke arahnya. Dia memegang botol itu dan ketika dia akan meminumnya, api dan asap keluar dari botol tersebut. Dia menunduk dan berteriak seperti belum pernah terdengar sebelumnya. Dia menangis dalam kesakitan yang sangat dan benar-benar menderita dan kemudian mulai meminum apa yang ada di dalam botol. Botol tersebut penuh dengan asam dan kerongkongannya hancur. Dapat terlihat bahwa asam itu melewati perutnya dan menyakitinya.

Angka 666 terukir pada dahinya. Pada dadanya ada sebuah pelat dan sebuah besi yang tidak diketahui yang tidak dapat hancur, walaupun oleh panas ataupun oleh cacing-cacing. Di situ ada sesuatu yang tertulis, tapi kami tidak dapat mengerti itu. Kemudian Tuhan, dengan pengampunanNya yang besar, memberikan kami pengertian, yang tertulis, “Saya berada disini karena saya adalah seorang pemabuk.” Dia berlutut untuk meminta pengampunan, tapi Firman Tuhan berkata dengan jelas dalam 1 Korintus 6:10, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Tuhan memberikan saya gambaran tentang orang tersebut dalam menjelang ajalnya di dunia. Nama orang itu adalah Luis dan dia sedang mabuk disebuah bar. Saya melihat meja yang sama dan botol yang sama juga dengan yang ada di dalam bar itu. Di sekitar meja itu ada teman-temannya. (Saya kemudian bisa memberitahukan anda ini, bahwa hanya ada SATU SAHABAT YANG SEJATI, dan namaNya adalah Yesus Kristus. Dia adalah Sahabat yang setia). Luis sedang minum-minum dan teman-temannya dalam keadaan mabuk. Teman baiknya mengambil sebuah botol, memecahkannya dan mulai menikam Luis. Ketika dia melihat Luis terbaring di lantai, dia melarikan diri, tapi kemudian Luis meninggal di lantai. Hal yang menyedihkan adalah dia mati tanpa mengenal Tuhan.

Di tangah-tengah gambaran ini, ketika semua jiwa-jiwa mengerang kesakitan, saya bertanya kepada Tuhan, Tuhan, tolong beritahukan kepadaku, bagaimana orang itu tahu tentang Engkau? Apa dia tahu tentang penebusanMu?” Kemudian Tuhan menjawabku, “Ya Lupe, dia tahu tentang Aku. Dia menerimaKu sebagai JuruSelamat pribadinya, tapi dia tidak melayani Aku.” Kemudia saya bertambah lebih takut lagi. Luis menangis tambah keras dan berteriak, “Tuhan ini menyakitkan! Ini menyakitkan! Mohon ampuni aku!” Dia mengarahkan tangannya lagi ke arah kami lagi dan Yesus memegang tanganku dan kami berjalan pergi dari api tersebut. Api-api tersebut membakar Luis dengan lebih sangat lagi, dan dia menangis dengan lebih keras lagi, “Ampuni aku! Ampuni aku!” Dia terhilang di dalam api tersebut.

Kami melanjutkan perjalanan, melewati tempat yang sangat besar dan menakutkan! Kami mendekati pancaran api yang lain dan saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, jangan! Kumohon, saya tidak ingin melihat apapun lagi! Saya mohon Engkau mengampuni! Kumohon ampuni saya! Saya tidak ingin melihat ini!” Jadi saya menutup mata saya, tertutup atau terbuka sama saja, saya bisa melihat semuanya. Api ini mulai untuk turun perlahan-lahan dan saya mulai melihat seorang wanita. Dia ditutupi lumpur dan lumpur tersebut penuh dengan cacing-cacing. Dia memiliki sedikit rambut yang tersisa, dan dia dipenuhi lumpur cacing. Dia di makan oleh cacing-cacing tersebut dan mulai berteriak, “Tuhan mohon ampuni aku! Tuhan mohon ampuni aku! Lihat aku! Ini menyakitkan! Ampuni saya! Usir cacing-cacing ini! Jauhi aku dari siksaan ini, ini sangat menyakitkan! Tuhan melihat dia dengan rasa kasihan. Sebagaimana kami pegang tangan Tuhan, kami bisa merasakan sakit dan penderitaan yang ada di hati Tuhan untuk semua jiwa-jiwa yang hilang, selamanya terhilang dalam api di Neraka.

Wanita ini tidak mempunyai mata atau bibir, tapi dia bisa melihat dan merasakan, semua kesakitan yang semakin lama semakin hebat. Dia memegang sebuah botol di tangannya, penuh dengan asam tapi dia mengira itu adalah parfum. Saya dapat melihat itu adalah asam dan setiap kali dia menyiram ke badannya, itu kemudian membakar dia. Tidak pernah berhenti, dia tetap memakaikannya ke seluruh tubuhnya lagi dan lagi. Dia bilang itu adalah parfum yang sangat mahal. Dia juga mengira kalau dia sedang memakai kalung yang indah pada lehernya. Dia mengira dia sedang memakai gelang yang sangat mahal, tapi sebenarnya itu adalah cacing-cacing, sekitar satu kaki panjangnya, yang sangat geram untuk melubangi tulangnya. Dia bilang kalau dia memiliki semua perhiasan, tapi sebenarnya, saya melihat kalajengking dan cacing-cacing ada di seluruh tubuhnya. Dia memiliki pelat besi, yang semua orang memakainya di Neraka. Tertulis “Saya berada disini karena merampok”.

Wanita ini tidak punya pengampunan untuk dosanya. Dan Tuhan bertanya padanya, “Magdalena, mengapa kamu ada di tempat ini?”Dia menjawab, “Itu tidak menjadi masalah untuk mencuri dari yang lain. Satu hal yang menjadi penting bagiku adalah untuk mempunyai banyak perhiasan dan memiliki lebih banyak parfum yang mahal-mahal. Saya tidak peduli siapa yang saya rampok, selama saya terlihat cantik”

Saya memegang tangan Tuhan sebagaimana saya lihat cacing-cacing menggali ke seluruh tubuhnya. Magdalena membalik dan memperhatikan pada sesuatu. Saya bertanya kepada Tuhan sekali lagi, “Tuhan, apakah dia mengenalMu?” Dan Tuhan menjawab,“Ya, dia menganalKu”.

Magdalena kemudian melihat kesekitar dan menanyakan, “Tuhan mana wanita yang memberitahukan aku tentang Engkau? Dimana dia? Saya telah menunggunya selama 15 tahun.” Semua orang yang di Neraka bisa mengingat segalanya. Magdalena terus menanyakan, “Dimana wanita ini? Saya tidak dapat menemukannya!” Saya tahu kalau badannya tidak bisa berputar karena dagingnya tetap dalam posisi yang sama. Dia berusaha untuk melihat dan memutar ke dalam api yang lain, untuk mencari wanita yang mencaritakannya tentang Tuhan. Tuhan kemudian menjawabnya, “Tidak! Tidak, Magdalena, dia tidak ada disini. Wanita yang memberitahumu tentang Aku kini dia bersama denganKu dalam Kerajaan Surga.”

Mendengar ucapan ini, dia melemparkan badannya sendiri kedalam pancaran api dan kemudian membakar dirinya lebih sangat lagi. Pelat besi menghukum dia sebagai seorang pencuri, Saya ingin anda membaca dalam Firman Tuhan di dalam Yesaya 3:24, maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan bersama Tuhan, saya melihat sebuah kolom yang sangat besar dipenuhi cacing-cacing. Di sekitar itu adalah besi panas geser. Di kolom ini ada papan pengumuman yang mengkilap yang bisa di lihat dari manapun. Papan itu tertulis, “Selamat datang semua pendusta dan tukang gosip.” Pada ujung penggeser tersebut ada sebuah danau kecil yang menyala-nyala. Itu terlihat seperti belerang yang terbakar. Kemudian saya melihat seorang yang telanjang mendatangi penggeser tersebut. Sebagaimana di geser, kulit mereka di kuliti dan masuk ke dalam penggeser. Ketika mereka jatuh ke belerang yang menyala-nyala tersebut, lidah mereka memanjang sampai itu putus dan cacing-cacing muncul di setiap bagian dari lidah. Ini kemudian mulai dengan penyiksaan mereka. Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 73:18-19, sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

Setelah melihat ini, mereka di bawa kembali, keluar Neraka. Saya ingin memberitahu bahwa Surga dan Neraka adalah lebih nyata secara fisik yang dunia ketahui. Engkau putuskan untuk menjadi tujuan akhirmu, menghabiskan waktu abadi bersama Yesus atau terbakar selamanya di Neraka. Tuhan mengatakannya dalam Ibrani 12:14, berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.


--- Kesaksian Ketiga, Sandra ---


Mari kita baca Firman Tuhan dalam injil Matius 10:28, dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam Neraka.

Kapanpun sebuah jiwa sampai di Neraka, orang tersebut memperoleh tubuh kematian. Tuhan Yesus memegang tanganku dan kami mulai menuruni ke sebuah terowongan yang sangat gelap yang membawa kami ke tengah-tengah bumi. Kami sampai di tempat dengan beberapa pintu, beberapa pintu itu terbuka dan kami memasukinya bersama Tuhan. Saya tidak akan melepaskan tangan Tuhan karena, jika saya melepaskanNya, saya akan berakhir selamanya di Neraka

Di atas pintu masuk, saya melihat sebuah dinding yang sangat besar. Dimana disana terdapat ribuan orang-orang yang di gantung dari rambut mereka dengan kait, dengan belenggu yang mengikat tangan mereka ke dinding. Kami juga melihat ribuan orang berdiri di tengah-tengah api di mana-mana.

Kami pergi ke depan dari salah satu api yang itu mulai turun dengan perlahan-lahan. Kemudian saya dapat melihat seorang di dalamnya, ketika dia berbicara, saya tahu bahwa dia adalah seorang lelaki. Orang tersebut memakai pakaian pendeta, yang mana semuanya kotor dan terkoyak. Cacing-cacing merayap kedalam dan keluar, ke semua tubuh orang itu. Dia terlihat hangus dan terbakar oleh api. Matanya terkulai keluar dan dagingnya meleleh dan berjatuhan ke tanah. Tapi begitu dagingnya berjatuhan, kemudian tukbuh lagi yang baru dan proses yang terjadi terulang kembali.

Ketika dia melihat Yesus dia berkata, “Tuhan mohon ampuni aku, mohon ampuni aku! Kumohon bawa aku keluar dari tempat ini sebentar saja! Hanya semenit!” Pada dadanya tertuliskan pada pelat besi,“Saya berada disini untuk merampok”.

Ketika Yesus datang mendekat, Dia bertanya kepada orang tersebut, “Siapakah namamu?” Orang tersebut menjawab, “Andrew, namaku Andrew Tuhan” Kemudian Tuhan bertanya lagi, “Berapa lama kamu telah berada disini?” Andrew menjawab, “Saya telah berada disini lama sekali.” Orang itu mulai menceritakan kisahnya. Dia katakan dia bertanggung-jawab untuk perpuluhan dan mengorganisir distribusi keuangan untuk yang miskin dalam Gereja Katolik. Kemudian, dia malah mencuri uang tersebut. Dengan mata penuh kasihan, Tuhan bertanya kepada orang itu, “Andrew, apakah engkau mendengar kebenaran?” Andrew menjawab, “Ya Tuhan, waktu itu ada seorang wanita Krisrten yang pergi ke gereja dan dia mengajarkan kebenaran, tapi saya mau tidak menerima itu. Saya tidak ingin mempercayainya, tapi kemudian saya pun percaya sekarang! Sekarang saya percaya kalau tempat ini nyata! Kumohon Tuhan bawa aku keluar dari sini, paling tidak hanya saru menit!”

Ketika dia berbicara, cacing-cacing mulai bergeliatan melalui lubang matanya, keluar dari telinganya dan masuk lagi melalui mulutnya. Dia mencoba menarik mereka dengan tangannya tapi itu tidak mungkin. Dia berteriak dengan histeris dan terus meminta ampun kepada Tuhan. Dia minta Yesus untuk membawa dia keluar dari tempat itu. Lebih parah lagi, para iblis kemudian menyiksa dia, secara beraturan menusuki dia dengan tombaknya. Para iblis melihat dia seperti boneka yang ada di Neraka. Saya melihat boneka-boneka di Neraka, tapi mereka bukan boneka lagi, mereka hidup dan jahat. Tinggi mereka sekitar tiga kaki dan mempunyai gig-gigi yang tajam. Darah bercucuran dari gigi mereka dan mata mereka benar-benar merah padam.

Mereka menikam Andrew dengan sekuat mungkin, sebagaimana kalau ini adalah memang bagiannya ada di dalam Neraka. Ketika saya melihat ini, saya bertanya kepada Tuhan mungkinkah boneka bisa, sama seperti iblis. Tuhan mengatakan kepada saya bahwa itu adalah jiwa kesedihan.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami, kami melihat ribuan orang dalam penyiksaan. Kemudian sebuah jiwa melihat Tuhan, mereka mencoba meraih Tuhan dengan kulit yang terkelupas. Saya memperhatikan kepada seorang wanita yang berteriak ketika dia melihat Yesus. Dia berteriak, “Tuhan tolong ampuni aku! Tolong bawa saya keluar dari tempat ini!” Dia begitu sangat menderita dan dia ingin menjangkau Tuhan dengan tangannya. Dia terus meminta tolong kepadaNya untuk mengeluarkan dia dari tempat itu paling tidak satu detik. Dia dalam keadaan telanjang dan tertutupi oleh lumpur. Rambutnya benar-benar kotor dan cacing-cacing bergeliatan naik dan turun di seluruh tubuhnya. Dia berusaha mengeluarkan mereka dengan tangannya tapi setiap kali dia berusaha, dia tergores olehnya bahkan lebih lagi. Cacing-cacing itu sekitar 6-8 inchi panjangnya. Firman Tuhan berkata dalam Markus 9:44, di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.

Sangat menakutkan untuk melihat wanita ini dan mendengar jeritannya dia menangis karena cacing-cacing tersebut melahap dagingnya. Ada tulisan pada pelat besi yang ada di dadanya yang tidak dapat hancur oleh api. Tertulis, “Saya berada disini karena berzinah”. Dengan cara yang sama untuk dosanya, wanita ini di paksa untuk kawin di luar nikah dalam Neraka dengan seekor ular. Ular ini mempunyai duri-duri di sekitar kulitnya, sekitar 6-8 inci panjangnya. Ular itu menusuk bagian pribadinya dan menjalari tubuhnya ke tenggorokannya. Ketika ular itu memasuki dia, dia mulai menjerit.

Dia meminta pengampunan Tuhan untuk membawa dia keluar dari tempat ini. “Tuhan, saya disini karena perzinahan, saya sudah berada disini selama tujuh tahun, sejak saya meninggal karena AIDS. Saya mempunyai enam pacar, dan saya disini karena berzinah.”Di Neraka dia harus mengulangi dosanya lagi dan lagi. Dia tidak mempunyai istirahat baik siang ataupun malam, menderita dengan cara yang sama setiap waktu. Dia mencoba menjangkau Tuhan dengan mengulurkan tangannya ke arah Tuhan, tapi Tuhan memberitahunya, “Blanca, sudah terlambat untukmu. Cacing-cacing akan menjadi tempat tidurmu dan cacing-cacing akan menjadi selimutmu”. Yesaya 14:11, ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu. Ketika Tuhan berkata demikian, sebuah selimut api menutupinya dan saya tidak bisa melihatnya lagi.

Kami berjalan lagi, melihat ribuan dan ribuan orang-orang. Di sana banyak orang-orang muda, orang-orang dewasa, dan orang-orang tua yang kesakitan dalam penyiksaan. Kami sampai di dalam sebuah tempat yang seperti kolam berenang api, dengan ribuan laki-laki dan wanita didalamnya. Setiap mereka mempunyai pelat besi di dadanya yang bertuliskan, “Saya berada disini karena tidak memberikan perpuluhan dan persembahan”. Ketika saya membaca itu, saya bertanya pada Tuhan, “Tuhan, apakah mungkin itu terjadi, orang-orang itu berada disini?”Tuhan pun menjawab, “Ya, karena orang-orang ini mengira kalau perpuluhan dan persembahan itu tidak penting, walaupun itu ada didalam Firman Tuhan.” Dalam Maleakhi 3:8-9, bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Tuhan mengatakan kepadaku ketika orang-orangNya tidak memberikan perpuluhannya, itu menghalangi pekerjaan Tuhan, dan kebenaran tidak akan diajarkan. Orang-orang begitu menderita di tempat itu dan ribuan kali lebih parah dari yang lain, karena mereka tahu Firman Tuhan dan mereka tidak patuh.

Kami melanjutkan perjalanan dan Tuhan menunjukkanku seorang lelaki. Saya melihat dari pinggang sampai kepadanya, saya kemudian mempunyai penglihatan bagaimana dia meninggal. Namanya adalah Rogelio. Dia ketika itu sedang berada di mobilnya dan seseorang mendekatinya dan mulai mengkhotbahinya tentang kebenaran kepadanya dan memberikan dia sebuah Alkitab. Tapi Rogelio mengabaikan peringatan orang tersebut dan melanjutkan perjalanannya. Tanpa mengetahui kalau beberapa menit kemudian mobilnya hancur. Jatuh ke dalam jurang dan kemudian dia pun mati.

Dia telah berada satu bulan disana dan masih mempunyai sedikit daging di wajahnya. Bagaimanapun, dia juga menderita seperti yang lainnya juga. Pada awalnya, dia tidak tahu kenapa dia ada di Neraka. Saya pikir ketika seorang Kristen mendekati mobilnya, itu adalah kesempatan terakhir untuknya untuk menerima Tuhan Yesus. Cara yang sama juga berlaku untuk yang lain untuk menereima Dia. Hari ini, saya mengundang anda untuk membuka hatimu untuk Yesus, hanya Dia jalan satu-satunya, kebenaran dan kehidupan. Yohanes 14:6. Hanya melalui Dia kita bisa diselamatkan dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Tuhan juga meminta kita untuk mengikutiNya dalam kekudusan dan hormat. Tuhan memberkatimu.



--- Kesaksian Keempat ----


Tuhan memberkatimu, saudara-saudaraku. Ketika Tuhan memegang tanganku, saya dapat melihat saya berdiri di atas batu dan dibelakang kita, saya melihat malaikat. Kami mulai menuruni ke sebuah terowongan dengan sangat cepat. Dengan tiba-tiba, saya melihat dan melihat malaikat itu sudah menghilang, dan saya merasa sangat takut. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, dimana malaikat itu? Kenapa dia tidak ada disini lagi?” Tuhan menjawabku, “Dia tidak dapat pergi ke tempat yang akan kita tuju.”

Kami terus menuju ke bawah dan tiba-tiba terhenti, seperti sebuah lift. Saya melihat beberapa terowongan, dan kami melewati terowongan yang saudari Sandra katakan. Terowongan dimana terdapat banyak orang digantung dengan kepala mereka, dengan belenggu di tangan mereka. Di dinding itu terdapat orang-orang yang sangat banyak. Jutaan orang yang digantung pada dinding itu. Mereka mempunyai cacing-cacing di seluruh tubuh mereka. Saya melihat kedepan dan melihat ada dinding yang lain, sama seperti yang dinding yang lain. Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan! Ada banyak sekali orang-orang di tempat ini!” Tiba-tiba, saya terpikir sebuah ayat di Alkitab, satu ayat yang saya tidak tahu. Tuhan berkata kepadaku, “Neraka dan kebinasaan tidak akan pernah puas.”Amsal 27:20.


Kami kemudian tiba di suatu tempat yang kami sebut, “Lembah Kawah”, (The Valley of cauldrons). Kawah-kawah ini dipenuhi dengan lumpur yang mendidih, dan kami mendekat ke salah satu dari kawah tersebut. Pribadi yang pertama saya melihat seorang wanita. Tubuhnya tenggelam dan mengapung dalam satu lumpur mendidih, tapi ketika Tuhan bertanya kepadanya, dia berhenti meronta-ronta dan diam dalam lumpur dengan setengah tubuh yang tenggelam. Tuhan bertanya kepadanya, “Siapakah namamu?” Dia menjawab, “Namaku Rubiella.”

Rambutnya penuh dengan lumpur mendidih dan dagingnya bergantungan di tulangnya, yang terlihat hangus karena terbakar. Cacing-cacing masuk ke dalam lubang matanya, keluar dari mulutnya, kasuk lagi ke dalam hidungnya dan keluar dari telinganya. Ketika cacing-cacing itu tidak dapat masuk, mereka membuat lubang untuk masuk ke dalam bagian tubuhnya yang lain, yang mengakibatkan kesakitan yang tidak dapat dijelaskan.

Dia berteriak, “Tuhan, tolong! Bawa aku keluar dari tempat ini. Mohon ampuni aku! Saya tidak dapat melanjutkan ini lagi! Tolong hentikan ini Tuhan! Saya tidak tahan lagi! Mohon ampuni aku!” Tuhan menanyakan kenapa dia bisa ada disana. Dia berkata dia ada disana karena kesombongan, dan hal yang sama, dia juga mempunyai tulisan di dadanya yang terbuat dari pelat besi. Di tangannya ada botol yang terlihat normal, tapi baginya itu adalah parfum yang sangat mahal. Rubiella harus memakaikan isi botol tersebut, yang isinya adalah penuh dengan asam, menyemprotkannya ke seluruh tubuhnya. Karena, dagingnya supaya meleleh, yang mengakibatkan kesakitan yang sangat baginya.

Dia berteriak kepada Tuhan, “Tuhan tolong, mohon ampuni aku! Saya tidak kuat lagi berada disini! Hanya satu detik saja Tuhan.”Saya tidak katakan sebagai dosa apabila menggunakan parfum, tapi Tuhan berkata dia ada disana karena parfumnya, sebagaimana Firman Tuhan berkata dalam Ulangan 5:7. “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Dia ada disana karena kecantikannya, perfumnya dan kesombongan adalah yang pertama dalam hidupnya. Bagaimanapun, Tuhan Yesus adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan atas segala tuhan! Dia harus jadi yang terutama dalam hidupmu, inilah kenapa dia bisa berada di tempat ini. Dengan kasihan, Tuhan melihat dia dan berkata, “Rubiella, sudah terlambat untukmu, cacing-cacing akan menjadi tempat tidurmu dan cacing-cacing akan menjadi selimutmu.” Ketika Tuhan berkata demikian, selimut api menutupinya. Sementara tubuhnya terbakar didalam kawah tersebut, dia menderita dalam kesakitan yang mengerikan.

Kami kemudian berjalan jauh dan akhirnya sampai di suatu tempat dengan pintu yang sangat besar. Ketika kami mendekatinya, pintu tersebut terbuka untuk kami. Di satu sisi kami melihat satu gua yang besar. Ketika saya melihat ke atas, saya melihat cahaya dengan sinar yang berwarna bergerak seperti sebuah awan dari asap. Kemudian kami mendengar musik, salsa, ballenato, rock dan berbagai musik yang popular yang kami dengar dari radio. Tuhan menbuat gerakan tanganNya, dan kami melihat jutaan dan jutaan orang yang digantung dengan rantai di tangan mereka. Mereka melompat dengan tidak terkendalikan diatas api.

Tuhan menatap kami dan berkata, “Lihat, ini adalah upah untuk para penari.” Mereka harus melompat tinggi-tinggi karena ketukan tersebut, jika jenis musik yang lain diputar, mereka harus mengikuti ketukan tersebut. Mereka tidak bisa berhenti untuk melompat. Lebih mengerikannya lagi, mereka dengan sepatu paku dengan enam inci di dasar lantai. Kapanpun mereka melompat, kaki mereka akan tertusuk paku tersebut, dan mereka tidak mempunyai waktu untuk istirahat. Ketika ada yang berhenti, iblis-iblis akan langsung mendatanginya dan menikamnya dengan tombak, mengutuk mereka dan berkata, “Puji dia! Ini adalah kerajaanmu sekarang. Puji Setan! Puji dia! Kamu tidak boleh berhenti, puji dia! Puji dia! Kamu harus memuji dia! Kamu harus melompat! Kamu harus menari! Kamu tidak boleh berhenti walau satu detikpun.”

Sangat mengerikan terdapat banyak juga orang Kristen yang kenal Tuhan, tapi mereka ada di dalam “night club” (dugem) kemudian mereka mati. Mungkin kamu bertanya, “Dimana tertulis di Alkitab tentang apa yang salah dengan menari?” Dalam Yakobus 4:4, hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Juga dalam 1 Yohanes 2:15-17, janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Ingatlah dunia akan lenyap, semua akan binasa, tapi Firman Tuhan abadi selamanya.

Teman-temanku dan saudara-saudaraku, ketika kami meninggalkan tempat ini, kami melihat seperti jembatan yang membagi Neraka ke dalam beberapa bagian dari penyiksaan. Kami melihat sebuah jiwa berjalan. Terlihat seperti sebuah boneka seperti yang ada di dunia, kami menyebutnya boneka Treasure Trolls. Mereka mempunyai warna rambut, dengan wajah orang tua tapi tubuh anak-anak, tanpa bagian seksual. Mata mereka sangat jahat. Tuhan menjelaskan kalau itu adalah jiwa-jiwa yang terhilang. Jiwa ini mempunyai tombak di tangannya dan mereka berjalan dengan angkuh di jembatan tersebut, seperti ratu atau model wanita.

Ketika dia berjalan, dia memaki orang-orang yang ada dibawahnya dengan tombaknya. Dia akan mengutuk mereka dengan berkata,“Ingatkah di hari di mana kamu sedang di luar gereja dan kamu tidak masuk kedalam? Ingatkah di hari mereka mengkhotbahi dan kamu tidak ingin mendengar mereka? Ingatkah kamu di hari dimana mereka membagi-bagikan brosur dan kamu membuangnya?”Jiwa-jiwa terhilang tersebut akan menutupi telinga mereka. Mereka menjawab iblis tersebut dengan berkata, “Diam! Diam! Jangan katakan apapun lagi! Saya tidak ingin mendengarnya lagi, diam!” Bagaimanapun, roh jahat tersebut menikmati apa yang dirasakan oleh jiwa-jiwa tersebut.

Kami melanjutkan berjalan bersama Tuhan. Kemudian kami melihat sekumpulan orang-orang, kami memperhatikan yang lain berteriak lebih keras dari yang lain yang terbakar disana. Dia berkata, “Bapa, Bapa, mohon ampuni saya!” Tuhan tidak berhenti dan melihat ke orang ini, tapi Dia mendengar kata, “Bapa” Dia terkejut dan berbalik kepadanya. Yesus melihat dia dan berkata, “Bapa? kamu memanggil Aku, Bapa? Bukan, Aku bukan Bapamu dan kamu juga bukan anakKu. Jika kamu anakKu, kamu akan berada dalam Kerajaan Surga. Kamu adalah anak dari bapamu, si iblis”.Kemudian selimut api datang dan menutupi tubuhnya.

Tuhan menceritakan kisah hidup dari orang tersebut. Orang tersebut memanggil Dia, Bapa, karena dia memang mengenalNya. Dia dulu sering pergi ke gereja dan mendengar Firman Tuhan, dan kerap kali menerima janji-jani Tuhan. Jadi kami bertanya, “Apa yang terjadi Tuhan? Kenapa dia berada disini?” Tuhan menjawab,“Dia hidup dengan kehidupan ganda, yang satu di rumah sedang yang satunya lagi di gereja. Dia pikir dalam hatinya, ‘yah, tidak ada satupun yang hidup dekat denganku, bukan pastor bukan pula saudara seiman yang lain, jadi saya bisa melakukan apapun yang saya mau’. Tapi dia lupa kalau Tuhan Maha Melihat dalam segala tingkah lakumu dan tidak ada satupun yang dapat berbohong ataupun tersembunyi dari Tuhan.”

Firman Tuhan berkata, Galatia 6:7. Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Orang ini menderita seribu kali lebih parah dari yang lain. Diapun membayar dengan penghukuman ganda, satu untuk dosa-dosanya, dan satunya lagi karena berpikir bisa membohongi Tuhan.

Hari ini, orang-orang mencoba menimbang-nimbang berat dari dosa, mereka pikir kalau homoseksual, pencuri dan pembunuh adalah yang lebih berat dosanya daripada yang pembohong dan tukang gossip. Tapi di mata Tuhan, semua dosa ini mempunyai berat dan bayaran yang sama. Firman Tuhan berkata kepada kira, dalam Roma 6:23, sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Yehezkiel 18:20) Teman-teman dan saudara-saudaraku, saya mengajak anda semua untuk menerima Yesus. Yesus sedang mengadahkan tanganNya untuk mengampuni dan menerimamu jika kamu mau menyesali hidupmu. Firman Tuhan berkata kepada kita kalau seorang bertobat akan memperolah pengampunan. Adalah lebih baik untuk percaya sekarang, kemudian untuk menunggu dan menemukan balasannya di kemudian hari. Tuhan memberkatimu.



--- Kesaksian Kelima ---


Firman Tuhan berkata dalam Roma 6:23, sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ketika kami turun kebawah, saya merasakan sakit dan pengalaman akan kematian. Saya sangat ketakutan dengan apa yang lihat. Saya menyadari kalau disana banyak, banyak orang yang berteriak-teriak dan menangis. Sangat gelap, tapi dengan kehadiran Tuhan, hilang tersebut hilang. Kami melihat ribuan dan ribuan dari jiwa-jiwa yang menangis untuk minta tolong dan minta pengampunan. Mereka menangis kepada Tuhan untuk dikeluarkan dari tempat itu. Kami juga meresakan kesakitan yang sangat karena kami, Tuhan menderita dengan sangat ketika Dia melihat mereka.

Banyak yang menangis kepada Tuhan dan meminta untuk dikeluarkan walaupun hanya untuk saru menit, satu detik. Tuhan bertanya kepada mereka, “Kenapa kamu ingin keluar?”, dan mereka pun menjawab, “Karena saya ingin diselamtkan! Saya ingin bertobat dan diselamatkan!” Bagaimanapun, adalah terlambat untuk mereka.

Orang-orang yang terkasih yang sedang mendengarkan saya sekarang, sekarang ini adalah kesempatan yang dimiliki untuk menentukan tujuan kita selamanya. Kamu bisa memilih berada di tempat penebusan atau berada untuk dihukum selamanya.

Kami melanjutkan perjalanan. Saya melihat di lantai di mana kami berjalan yang hancur oleh api, lumpur, dan pancaran api yang keluar. Disana juga tercium bau yang sangat menyengat dan jeritan dari orang-orang.



Kami melihat seorang lelaki, dari kejauhan, yang terbenam sepinggang di dalam lumpur yang terbakar. Kapanpun dia mengeluarkan tangannya, daging-daging berjatuhan dari tulangnya, masuk ke dalam lumpur. Kami bisa melihat ada kabut di tengkoraknya, jadi kami bertanya kepada Tuhan apa itu. Tipe ini adalah kabut untuk semua orang di Neraka. Tuhan berkata itu adalah jiwa mereka yang terperangkap di dalam tubuh yang berdosa, seperti yang tertulis di dalam Wahyu 14:11, maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.

Kami menyadari kalau banyak hal yang kami tidak pedulikan di bumi, lebih penting lagi, pesan yang paling jelas hidup kita menggambarkan dimana kita akan menghabiskan waktu kita dalam kekekalan.

Kami melanjutkan sambil berpegangan tangan Tuhan, kami menyadari kalau Neraka mempunyai banyak tempat yang berbeda-beda dengan tingkat penyiksaan yang berbeda pula. Kami sampai di mana banyak terdapat sel-sel yang di dalamnya terdapat jiwa-jiwa yang tersiksa. Jiwa-jiwa yang disiksa oleh berbagai macam setan-setan. Setan-setan akan mengutuki jiwa-jiwa tersebut sambil berkata,“Kamu orang celaka, puji Setan! Layani dia seperti yang kamu lakukan di dunia!” Jiwa-jiwa tersebut sangat menderita oleh cacing-cacing dan api yang terdapat di seluruh tubuh mereka.

Kami melihat dua orang yang berada di dalam satu sel, kedua orang tersebut mempunyai pisau belati di tangannya dan mereka saling menusuki. Mereka berkata satu sama lainnya, “Kamu orang celaka yang terkutuk! Ini semua gara-gara kamu saya berada disini! Kamu membuat saya ada disini karena kamu membutakan saya dari kebenaran dan tidak mengenalkan saya kepada Tuhan! Kamu membuat saya tidak menerima Dia! Sering kali saya mempunyai kesempatan dan kamu tidak membiarkan saya untuk menerima Dia! Itu sebabnya kenapa saya berada disini, tersiksa dari hari ke hari!”

Mendapat sebuah penglihatan, Tuhan menunjukkan kepada kami semasa hidup mereka selama di dunia. Kami melihat mereka sedang ada didalam bar. Sebuah argument yang kemudian mengakibatkan sebuah pertengkaran. Mereka sudah dalam keadaan mabuk. Salah satu dari mereka mengambil pecahan botol dan yang satu mengangeluarkan sebilah pisau. Mereka berkelahi sampai keduanya terluka parah dan akhirnya pun mati. Kedua orang itu pun berakhir dan scenario itu pun terulang selamanya. Mereka juga dibebani mental mereka karena mereka bersahabat di dunia, seperti saudara mereka sendiri.

Saya ingin memberitahukanmu hari ini, hanya ada satu sahabat sejati, dan namaNya adalah Yesus dari Nazaret. Dia adalah teman sejati. Dia teman yang setia, yang menyertaimu setiap saat.

Kami meneruskan perjalanan kami dan melihat seorang wanita dalam sebuah sel, dia berguling-guling terus di dalam lumpur. Rambutnya berantakan dan penuh dengan lumpur. Dalam sel yang sama terdapat ular yang besar dan gemuk. Ular itu mengitarinya, mengelilingi tubuhnya, dan memasuki bagian bawahnya. Dia dipaksa untuk memiliki kontak seksual dengan ular tersebut. Dalam tempat itu laki-laki dan perempuan yang hidup dalam perzinahan dipaksa untuk mengulanginya disana. Bagaimanapun, mereka dipaksa melakukannya dengan ular berukuran enam inci yang berduri. Ular itu menghancurkan sekuruh tubuhnya setiap waktu ular itu memasuki tubuhnya. Dia berteriak kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk menghentikannya. Dia tidak ingin menderita lagi, “Tolong hentikan! Saya tidak ingin lagi! Kumohon! Hentikan ini!” Dia memohon kepada Tuhan sebagaimana ular itu masuk dan menghancurkan tubuhnya lagi dan lagi.

Kami mencoba menutupi telinga kami karena tangisannya tapi kami tetap saja dapat mendengarnya. Kami mencoba lebih lagi menutupi telinga kami, tapi tetap saja itu tidak membantu. Kami berkata kepada Tuhan, “Kumohon Tuhan kami tidak ingin lagi untuk melihat dan mendengar ini lagi! Kumohon!” Tuhan berkata, “Ini perlu agar kamu melihat ini, jadi kamu dapat memberitahukannya kepada yang lain, karena orang-orangku dirusak, orang-orangku tidak mengindahkan penebusan yang sejati, jalan yang benar menuju penebusan.”

Kami meneruskan perjalanan dan melihat sebuah danau raksasa dengan ribuan dan ribuan dari orang-orang ada di tengah-tengah pancaran api. Mereka melambai-lambaikan tangan dan meminta tolong tapi benyak setan-setan yang beterbangan ditempat itu. Setan ini memegang tombak dengan bentuk hurup S di ujung tombaknya untuk menyakiti orang-orang yang terbakar di danau itu. Iblis-iblis memaki mereka dan mengutuki mereka dengan berkata, “Kamu orang celaka yang terkutuk! Sekarang kamu harus memuji Setan! Puji dia, puji dia sebagaimana kamu lakukan dulu di dunia!” Disana terdapat ribuan dan ribuan orang. Kami sangat ketakutan, kami merasa kalau kami tidak memegang tangan Tuhan kami akan ditinggalkan di tempat yang mengerikan itu. Kami ketakutan dari semua hal yang kami lihat.

Di kejauhan kami melihat seorang lelaki sedang berdiri, dalam sakit yang luar besar dan kesakitan yang mendalam. Dia diawasi oleh dua setan yang terbang diatasnya, menyiksa dia. Mereka menusuk tombak mereka kedalam tubuhnya dan mengeluarkan tulang rusuknya. Mereka juga bermain-main dengan dia setiap waktu. Lebih jauh lagi, Tuhan menunjukkan kepadaku kalau dia tersiksa karena selalu mengkhwatirkan keadaan keluarganya yang dia tinggalkan di dunia. Orang tersebut tidak ingin keluarganya berada ditempat yang sama untuk disiksa. Dia khawatir karena dia tidak pernah memberikan pesan tentang penebusan. Dia tersiksa karena dia ingat sekali dia pernah menerima pesan ini. Dia orang yang sangat penting untuk memberikan pesan ini untuk keluarganya, tapi dia malahan tidak mengindahkannya, dan sekarang dia khawatir akan anak dan istrinya.

Siksaan ini berlanjut sebagaimana iblis-iblis mencabut tangannya, dia jatuh kedalam lumpur. Karena kesakitan yang sangat dari terbakar dalam lumpur, dia bergeliat-geliat seperti cacing dari satu tempat ke tampat yang lain. Dagingnya jatuh dari tulangnya karena panas. Dia kemudian merayap seperti ular, mencoba keluar dari sana. Tapi setiap kali dia mencoba, iblis-iblis mendorongnya kembali kedalam bagian lumpur yang lebih dalam.

Kami kemudian sekumpulan setan-setan di satu tempat. Sesuatu menangkap perhatianku. Saya memperhatikan kalau ada satu iblis yang kehilangan satu sayapnya. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa iblis itu kehilangan satu sayapnya?” Tuhan menjawab,“Setan itu ditugaskan ke bumi dengan suatu tujuan, tapi dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya, dan dia dilemparkan kembali ke Neraka oleh seorang pelayan Tuhan. Kemudian Setan datang dan menghukumnya dan mencabut salah satu sayapnya.” Kemudian kami mengerti kalau orang-orang Kristen, kita semua mempunyai autoritas dan kekuatan dalam Nama Yesus untuk mengusir semua setan dan kerajaannya.

Teman-teman yang terkasih yang membaca tulisan ini sekarang, kesaksian ini bukan untuk penyiksaan tapi untuk penebusan, jadi kamu bisa test dirimu sendiri dan melihat keadaan hatimu terhadap Tuhan. Kemudian kamu merubah jalanmu, untuk keselamatan bukan penyiksaan. Saat ini, angkat hatimu untuk Tuhan dan akui dosa-dosamu, dan dengan demikian Tuhan datang pada saat ini kamu bisa pergi ketempatNya daripada ke tempat yang disitu hanya penyiksaan, tangis dan kertak gigi. Disana, kami akan benar-benar mengerti kenapa Yesus membayar dengan harga yang sangat mahal dengan salib di Kalvari.

Kami melihat banyak orang yang berada di Neraka karena ketidakpedulian mereka dan mengapa mereka ada disana. Mereka hidup penuh aktifitas dan mereka tidak berpikir akan dosa-dosa mereka. Teman-teman yang terkasih, ujilah dirimu! Apa kamu pikir kalau berbohong, mencuri dan sombong adalah hal yang wajar-wajar saja untuk dilakukan! Ini semua adalah dosa dihadapanNya! Saudara-saudara, berbaliklah dan hentikan itu semua! Saya memberikan anda pesan ini jadi anda bisa menghentikan keinginan untuk berbuat dosa dan lebih memperhatikan wajah Tuhan.



--- Kesaksian Keenam ---


Mazmur 62:13, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Pada satu pagi hari Tuhan mengunjungi kami semua yang sedang ada di kamar itu. Dia membawa kami dan kami mulai pergi turun. Hatiku benar-benar dalam keadaan takut, saya tidak bisa menggambarkannya. Saya tahu kalau saya tidak bisa melepaskan tanganku dari Juru Selamatku. Saya merasa kalau Yesus adalah Hidupku dan Cahayaku dan semua sumber harapanku ada dalam Dia, atau saya akan ditinggalkan di tempat itu. Saya tidak pernah mengira kalau saya akan mengunjungi tempat itu. Saya tidak percaya akan tempat itu ada. Walaupun saya seorang Kristen, saya selalu mengira kalau tempat penyucian dosa adalah Neraka, tapi Tuhan menunjukkanku kebenaran dari Neraka.

Kami sampai di Neraka, saya merasa sangat shok. Dan semua iblis-iblis pun melarikan diri untuk bersembunyi, karena tidak satupun dari mereka yang tahan akan hadirat Tuhan. Kami mendengar jiwa-jiwa yang ditahan berteriak bahkan lebih keras, karena mereka tahu kalau Yesus dari Nazaret ada disana. Mereka semua tahu kalau hanya satu Pribadi saja yang bisa mengeluarkan mereka dari tempat itu. Tapi mereka tidak mempunyai harapan, walaupun itu adalah harapan yang salah.

Kami berjalan berpegangan tangan dengan Yesus dan sampai di suatu bagian perzinahan.Yesus melihat kesekitar dan melihat kepada seorang wanita yang sepenuhnya ditutupi oleh api. Ketika Yesus melihat dia, dia mulai keluar perlahan-lahan dari api tersebut, walaupun penderitaannya tidak pernah berhenti. Kami bisa melihat kalau dia dalam keadaan telanjang dan melihat karakter fisiknya. Tubuhnya benar-benar kotor dan dia bau. Rambutnya berantakan, dan dia mempunyai lumpur hijau kekuning-kuningan. Dia tidak memiliki mata dan bibirnya berjatuhan dalam bentuk pecahan-pacahan. Dia tidak mempunyai telinga, hanya lubang. Dengan tangannya, yang adalah tulang belulang yang terlihat arang hitam, dia mengambil daging yang jatuh dari wajahnya dan mencoba meletakkannya kembali. Tapi itu justru memberikan rasa sakit yang lebih lagi.

Dia kemudian gemetar dan berteriak lebih lagi, teriakannya tidak pernah berakhir. Dia dipenuhi oleh cacing-cacing, dan ada ular yang mengelilingi tangannya. Sangat tipis dan mempunyai duri-duri diseluruh tubuhnya. Dia mempunyai angka 666 yang tertera dibadannya, angka si binatang disebutkan dalam Wahyu. Dia juga memiliki pelat besi yang ada pada dadanya, pelat tersebut tidak bisa hancur oleh api. Pada pelat tersebut sesuatu tertulis dalam bahasa asing, tapi kemudian kami dapat mengerti kalau itu adalah suatu tulisan. Itu tertulis, “Saya berada disini karena perzinahan.”

Ketika Yesus melihat dia kemudian Dia bertanya padanya, “Elena, mengapa kamu berada ditempat ini?” Sementara Elena menjawab Tuhan tubuhnya berputar dengan sakit yang luar biasa dari siksaannya. Dia berkata kalau dia ada disini karena berzinah. Dia meminta Tuhan untuk pengampunan lagi dan lagi.

Kemudian kami mendapat penglihatan saat dia akan menjelang ajalnya. Ketika dia mati, dia sedang berhubungan seks dengan salah satu pacarnya, karena dia pikir, kalau suaminya sedang dalam perjalanan. Bagaimanapun, suaminya kembali dari pekerjaannya dan menemukan dia sedang berada di tempat tidur dengan seseorang yang lain. Suaminya kemudian pergi ke dapur dan mengambil sebuah pisau besar dan menikam punggung Elena. Dia mati dan dibawa ke Neraka, sama seperti dia mati, dia telanjang bulat.

Di Neraka, semua dimaterialkan kembali dan dia masih mempunyai pisau yang besar itu di punggungnya, mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa. Saat ini, dia sudah tujuh tahun berada di Neraka dan dia bisa mengingat setiap moment dalam hidupnya. Dia juga ingat ketika sesorang mencoba mengkhotbahi dia tentang Yesus, kalau hanya Dia yang bisa menyelamatkannya. Tapi sekarang itu sudah terlambat dan untuk semua orang lain yang berada di Neraka.

Firman Tuhan mengatakan tentang perzinahan, dan itu sangat jelas. Perzinahan adalah hubungan seksual diluar pernikahan. Dalam 1 Korintus 6:13, makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: Tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Juga dalam 1 Korintus 6:18, jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Ketika Yesus selesai berkata-kata kepadanya, dia kemudian ditutupi oleh selimut api dan kami tidak dapat melihat dia lagi. Tapi kami mendengar suara dagingnya terbakar dan teriakan mengerikan yang lain, saya bahkan tidak bisa menggambarkan jeritan mereka dengan kata-kata.

Kami melanjutkan lagi perjalanan kami lagi bersama Tuhan, Dia menunjukkan berbagai macam orang yang ada disana, pemuji idola, yang menggunakan dan mempraktekkan sihir, yang tidak bermoral, tukang cabul, pembohong dan homoseksual. Kami sangat takut, satu hal yang kami ingin adalah pergi dari sini. Tapi Yesus terus berkata ini adalah perlu untuk dilihat jadi kami bisa beritahukan untuk yang lain lagi, jadi supaya mereka percaya.

Kami berjalan lagi bersama Yesus, memegang tanganNya bahkan lebih erat lagi. Kami datang ke sebuah bagian yang membuat saya terheran-heran. Kami melihat seorang muda, umurnya 23 tahun, terbenam sepinggang yang berada di tengah-tengah api. Kami tidak bisa dengan jelas siksaan apa yang ia terima, tapi angka 666 tertullis padanya. Dia juga mempunyai pelat besi di dadanya yang bertuliskan, “Saya berada disini untuk menjadi normal”. Ketika dia melihat Yesus, dia mengulurkan tangannya dan meminta ampun kepada Yesus untuk pengampunan. Firman Tuhan berkata dalam Amsal 14:12, ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Ketika kami membaca pelat yang bertuliskan “Saya berada disini untuk menjadi normal”, kami bertanya kepad Tuhan, “Tuhan, apa bisa!?” Apakah mungkin seseorang bisa berada di tempat ini karena alasan tersebut?” Kemudian Yesus bertanya kepadanya,“Andrew, mengapa kamu berada di tempat ini?” Dia pun menjawab, “Yesus, waktu saya di bumi, saya pikir dosa itu hanya membunuh dan mencuri saja, dan oleh sebab itu saya tidak pernah mencoba mengenalMu”. Di Amsal 9:18 dikatakan, orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.

Andrew membuat kesalahan besar dalam mengklasifikasikan dosa-dosa, seperti orang-orang hari ini. Alkitab berkata dengan jelas yang mengatakan dalam Roma 6:23, sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal. Lebih lanjut lagi, dimana Alkitab memberitahu kalau dosa tidak dipilah-pilah, karena tetap semua itu adalah dosa. Andrew mempunyai kesempatan untuk tahu dan menerima Yesus tapi tidak mengambil kesempatan yang Tuhan berikan kepadanya. Bisa jadi ada ribuan kesempatan untuk mengenal Tuhan tapi dia tidak pernah ingin untuk mengenalNya dan itulah yang menjadi alasan mengapa dia berada disini. Kemudian sebuah selimut api yang besar menutupi seluruhnya dan kami tidak pernah melihatnya lagi.


Kami melanjutkan perjalanan bersama Yesus. Dari kejauhan kami melihat sesuatu berjatuhan turun, seperti rongsokan material. Ketika kami mendekatinya, kami melihat itu adalah orang-orang yang jatuh ke Neraka pada saat itu. Orang yang mati di dunia tanpa menerima Yesus Kristus dalam hati mereka, kemudian mereka sampai di Neraka.

Kami melihat seorang muda, banyak iblis yang lari kearahnya dan mulai menghancurkan tubuhnya. Secara cepat, tubuhnya mulai di penuhi dengan cacing-cacing. Dia berteriak“Tidak! Apa ini? Stop! Saya tidak ingin berada di tempat ini!” Dia bahkan tidak tahu kalau dia sudah mati, dan mati tanpa Yesus di hatinya. Angka 666 tersirat di dahinya, dan sebuah pelat besi yang menggantung di depan dadanya. Bahkan kami tidak bisa melihat alasan mengapa dia berada di Neraka, kami tahu dengan yakin kalau dia tidak akan pernah bisa keluar.

Tuhan mengatakan kalau semua siksaan untuk semua orang-orang di Neraka bahkan akan bertambah berat pada hari penghakiman. Kalau mereka semua menderita dengan sangat dan menakutkan dengan tidak bisa terbayangkan lebih lagi nanti saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka akan dihukum pada hari penghakiman.

Kami tidak melihat anak-anak disana. Kami hanya melihat ribuan dan ribuan orang-orang muda, laki-laki dan wanita dari banyak warga negara. Tapi, di Neraka tidak ada kebangsaan dan tingkat sosial, semua datang untuk disiksa dan dihukum. Disana hanya ada satu hal yang setiap orang inginkan, mempunyai kesempatan keluar, paling tidak untuk satu detik. Mereka juga ingin untuk meminum setetes air untuk menyegarkan lidah mereka. Seperti kisah orang kaya yang diceritakan di Alkitab. Lukas 16:19. Tapi itu kemudian tidak mungkin lagi, mereka memilih dimana mereka akan menghabiskan dalam kekekalan. Mereka memutuskannya tanpa Tuhan. Tuhan tidak pernah memutuskan seseorang untuk pergi ke Neraka, tapi semua orang sampai disana berdasarkan keputusan yang mereka miliki. Dalam Galatia 6:7, jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Hari ini kamu mempunyai kesempatan yang besar untuk mengubah tujuan akhirmu. Yesus masih ada sampai hari ini, dan Alkitab berkata kalau kita memiliki hidup kita juga mempunyai harapan. Hari ini kamu mempunyai hidup, jangan lewatkan kesempatan ini, iini bisa jadi kesempatan yang terakhir.



Tuhan memberkatimu.




************************************


TESTIMONY OF 7 COLUMBIAN YOUTHS WERE TOGETHER TAKEN BY JESUS CHRIST TO SEE BOTH HEAVEN AND HELL 




Revelations on Hell
Dramatized Audio: MP3 PDF DOC



Hear their account of the glories of Heaven and the misery of Hell.


--- 1st Testimony ---

“There was a rich man that dressed in purple and fine linen, who enjoyed luxurious living every day. In front of his gate a beggar named Lazarus was placed, covered with sores, and hungering to be fed crumbs that fell from the rich man's table. Even the dogs came and licked his sores. The beggar died and was carried by the angels to Abraham's bosom. The rich man also died and was buried, and while suffering tortures in hades, he looked up and from a distance saw Abraham with Lazarus in his bosom. So he called out, ‘Father Abraham, take pity on me and send Lazarus to dip his fingertip in water and cool my tongue, for I am tormented in this fire.’ But Abraham said, ‘Son, remember that you enjoyed the good things in your lifetime while Lazarus had the bad things; now he is being comforted here but you are suffering anguish. Besides, there is a great chasm fixed between you and us, so that those who want to cross from here to you are unable; neither can they cross from your side to us.’” (Luke 16:19)

The Bible, the Word of God, is very clear about the subject of heaven and hell. In the passage that we have just read, the Lord tells us about two places: heaven and hell, the place of condemnation and the place of salvation. There is no intermediate place. Purgatory does not exist. Limbo does not exist, where men stay for a while after they have departed from earth, before they go to heaven. The Bible is very clear about this.

(April 11th 1995) God gave us a revelation that would change the direction of our lives. We had just begun to know about God and His Word. We are seven youth to whom God has given the privilege and great responsibility of sharing this revelation with the world.

Everything started at approximately 10:00 a.m. We were praying and were prepared to go out on a picnic later that day. Suddenly around 10 a.m., a very bright white light shone through one of the windows. When the light appeared, we were all immediately baptized with the Holy Spirit, and we began to speak in tongues. 

When it happened, we were all astonished and fascinated by what we saw. The glorious light illuminated the entire room. It was much brighter than the light of the sun. In the middle of the light we saw a host of angels dressed in white. The angels were very beautiful, tall, and very handsome. 

In the middle of the angels we saw an amazing sight—the figure of a Man. The image was of a Special Being, a Man dressed in a pure white mantle and robe, whose hair resembled gold threads. We could not see His face because of the brilliance of the light; however, we could see a gold sash across His chest with gold lettering that read, "King of kings and Lord of lords." He had pure gold sandals on His feet, and His beauty was without equal. When we saw Him, we all fell to our knees. 

Then we began to hear His voice. It was extraordinary and wonderful; every word penetrated our hearts like a double-edged sword, just as is written in the Word of God (Hebrews 4:12). He spoke to us in very simple yet powerful words.  We audibly heard Him say to us, "My little children, don't be afraid. I am Jesus of Nazareth. I have visited you to show you a mystery, so you can reveal it and tell it to towns, nations, cities, churches, and every place. Where I tell you to go, you will go, and where I tell you not to go, you will not go."

The Holy Bible, the Word of God, says in Joel 2:28, "It shall come to pass after this that I will pour out My Spirit upon all flesh. Your sons and daughters shall prophesy, your old men shall dream dreams, and your young men shall see visions." These are the times that God is preparing for all people. 

Then something strange happened. A rock appeared in the middle of the room. The Lord, who was with us, made us get on the rock. It was about eight inches above the floor. Then a large hole appeared in the floor. It was a huge, black, terrifying hollow or cavern. We fell on the rock and began descending through the hole in the floor. The hole was dark, and led to the center of the earth. 

While in the gloomy darkness, we were very scared! We were so afraid that we said to the Lord, "Lord, we don't want to go there! Don't take us to that place Lord! Take us out of here Lord!" The Lord answered us in a very beautiful and tender voice, "This experience is necessary so you can see and tell others."

We were in a horn-shaped tunnel. We started to see shadows, demons and figures moving about. We kept going deeper and deeper. In just a matter of seconds, we felt emptiness and great fear. 

We then arrived at some caverns, at some terrible doors, like a labyrinth. We didn't want to go inside. There was a terrible odor and heat that choked us. Once we entered, we saw terrible things, frightful images. The entire place was engulfed in flames. In the middle of the flames were the bodies of thousands of people. They were suffering in great torment. The sight was so horrifying that we didn't want to look.

The place was divided into different sections of torment and suffering. One of the first sections that the Lord allowed us to see was the "Valley of the Cauldrons," as we called it. There were millions of cauldrons. They were inlaid at ground level and each had boiling lava inside. Within each one was the soul of a person who had died and gone to hell. 

As soon as the souls saw the Lord, they started to shout and scream, "Lord, have mercy on us! Lord give me a chance to get out of here! Lord, take me out and I will tell the world that this place is real!" But the Lord didn't even look at them. There were millions of men, women and young people there. We also saw homosexuals and drunkards in torment. All of the people were shouting in very great torment. 

It shocked us to see how their bodies had been destroyed. Worms were going in and out of their empty eye sockets, mouths, and ears, and were penetrating their skin all over their bodies. This fulfills the Word of God written in Isaiah 66:24, "They shall go forth; they shall gaze upon the dead bodies of those who have rebelled against Me; for their worm shall not die, nor shall their fire be quenched; they shall be an abhorrence to all mankind" and also in Mark 9:44, "Where their worm never ceases and the fire is not put out." We were horrified by what we were seeing. We saw flames about 9 to 12 feet high. Within each flame was the soul of a person who had died and gone to hell. 

The Lord allowed us to see a man who was inside of one of the cauldrons. He was upside down and pieces of flesh were falling off his face. He stared at the Lord intently and then started to shout and call on the name of Jesus. He pleaded, "Lord have mercy! Lord give me a chance! Lord take me out of here!" But the Lord Jesus wouldn't look at him. Jesus simply turned his back to him. When Jesus did this, the man started to curse and blaspheme the Lord. The man was John Lennon, the member of the satanic music group called "The Beatles." John Lennon was a man who mocked and made fun of the Lord during his lifetime. He said that Christianity was going to disappear and Jesus Christ would be forgotten by all. However, today this man is in hell and Jesus Christ is alive!! Christianity hasn't disappeared either.

As we started to walk on the edge of that place, the souls extended their hands toward us and begged for mercy. They asked Jesus to take them out of there, but the Lord wouldn’t even look at them. 

Then we started to go through other sections. We came to the most terrible section of hell, where the worst torments are experienced, the center of hell. There, the most intense forms of suffering are endured; the torments are so severe that they are beyond human expression. The only people there were those who knew Jesus and the Word of God. There were pastors, evangelists, missionaries, and all types of people that had once accepted Jesus and known the truth, but had lived a double life. 

There were also backsliders. Their suffering was a thousand times worse than anyone else’s. They were shouting and begging the Lord for mercy, but the Word of the Lord says in Hebrews 10:26-27, "For if we go on sinning willfully after acquiring the knowledge of the truth, there is no longer left any sacrifice for sins, but some dreadful anticipation of judgment and of a fierce fire that is to devour those who oppose God."

Those souls were there because they preached, fasted, sung and lifted their hands in church, but on the streets and in their homes they lived in adultery, fornication, lying, and robbery. We cannot lie to God. The Bible says that to whom much has been given, much also will be required. (Luke 12:48

God then allowed us to see two women who had been Christian sisters while on earth, but who didn't live a righteous life before the Lord. One said to the other, "You cursed wretch! It's your fault that I am in this place! You didn't preach to me a holy gospel! Because you didn't tell me about the truth, I am now here in hell!" They would say these things to each other in the midst of the flames. They hated each other because there is no love, mercy or forgiveness in hell. 

There were thousands of souls who had known the Word of God, but whose lives weren't clean before the holy presence of the Lord. "You cannot play with God or the flames of hell!" the Lord said. He also told us, "My sons, all the suffering on earth concentrated in just one place is nothing, NOTHING, compared with the suffering that a person experiences in the best parts of hell." If it is that terrible for those who suffer the least in hell, how much worse must it be for those in the center of hell, who once knew the Word of the Lord and walked away from it. Then the Lord told us that we could play with the fire on earth, but never with the fire in hell.

We continued walking through different sections and the Lord showed us many other people. We noticed that all the people there experienced approximately six different types of torment. There were souls tormented by demons with all kinds of punishment. Another terrible punishment came from their own conscience, which said, "Remember when they preached to you; remember when you heard the Word of God; remember when they told you about hell and you laughed about it!" Their own consciences tormented them, just like the worms that crawled all over their bodies, and like the consuming fire that was thousands and thousands of times hotter than we know. This is the reward that the devil has for all those who seek him and follow him.

The Word of the Lord says in Revelation 21:8, "As for the cowardly, however, and the unbelieving, and the fearful, the murderers, the immoral, those practicing magic arts, and idolaters, and all liars – their lot is in the lake that burns with fire and sulfur. This is the second death."

Next, the Lord showed us a man that had murdered six people. The six people were now surrounding him, and were shouting at him saying, "It is your fault that we are in this place, YOUR FAULT!" The murderer tried to

cover his ears because he didn't want to listen to them, but he could not avoid listening since in hell all your senses are much more sensitive.

Souls there are tormented with an intolerable thirst for water that cannot be satisfied in any way, like in the Bible story of Lazarus and the rich man. (Luke 16:19) The rich man in hell wanted only a single drop of water; that would have been enough. The Word of the Lord says in Isaiah 34:9, "The streams of Edom shall be turned into pitch and her soil into brimstone; her land shall become burning pitch."

In that place, every soul was in the midst of the flames. People saw mirages of crystal-clear rivers in the middle of the fire, but when they tried to reach them, the rivers turned into flames. They also saw trees with juicy fruit on them, but when they tried to pick the fruit, they would burn their hands, and demons would ridicule them.

Then God took us to a section that was much worse than the other sections that we had seen. We saw the lake of fire and brimstone. On one side of the lake was a smaller lake. In the smaller lake were millions and millions of souls crying and begging the Lord for mercy. They said to Him, "Lord, please! Take us out of here even for just a moment! Please give me the chance to get out!!!" However, the Lord could not do anything for them because their judgment was already set. 

Among those millions and millions of people, the Lord allowed us to focus on a man whose body was half-way submerged in the lake of fire. The Lord let us know and understand his thoughts. His name was Mark. We were amazed by the things he said to himself in his thoughts. We learned an eternal lesson when we heard him think the following thoughts: "I would give anything to be in your place right now! I would give anything to go back to earth for just one minute. I wouldn't care if I were the most miserable, sickest, most hated, or the poorest man in the world; I would give anything to go back to earth for just one minute." The Lord Jesus was holding my hand. Jesus replied to Mark's thoughts saying, "Mark, why would you like to go back to earth for even just a single minute?" With a crying and tormented voice, he told Jesus, "Lord! I would give anything to go back to earth for just a single minute simply to repent and be saved." 

When the Lord heard what Mark said, I saw blood come from Jesus' wounds. Tears filled His eyes as He said, "Mark, it is too late for you! Worms are set for your bed and worms will cover you." (Isaiah 14:11) When the Lord said this to him, he sank into the lake forever. Sadly, all those souls have no hope. Only we on earth have the chance to repent today and go to heaven with our Lord Jesus Christ.

I now leave you with my sister to continue this testimony. Thank you.



--- 2nd Testimony ---


[Testimony by Lupe] God bless you dear brothers. Let's read the Word of the Lord from Psalms 18:9, "He bowed the heavens and came down; thick darkness was under His feet." When the Lord reached for my hand, I grabbed His hand, and we started to descend down the tunnel. The tunnel grew darker and darker to the point that I could not even see my hand that wasn't holding onto the


Lord's hand. 

Suddenly, we passed something that was dark and sparkling and making a noise. The darkness was so dense you could not even find the walls of the tunnel with your hand. Our descent was so fast that I felt like my soul was separating from my body. 

Soon there was a very foul odor, like the smell of rotten flesh. It was getting much worse by the second. Then I heard the voices of millions and millions of souls. They were endlessly shouting, crying out and moaning. I was so frightened that I turned to the Lord and said, "Lord where are you taking me? Lord have mercy on me! Please have mercy on me!" The Lord only said, "It is necessary that you see this, so you can tell everyone else." 


We continued going down through the horn-shaped tunnel until we arrived at a place that was pitch-dark. As if a heavy curtain was lifted from my eyes, I then saw millions and millions of flames. Even worse, I heard agonizing screams but couldn't see anyone. I was very scared. I said to the Lord, "Oh please Lord, have mercy on me! Oh please Lord, have mercy on me! Don't take me to this place! Forgive me!" At the time, I didn't think that I was just a spectator in hell; I thought it was the day of reckoning. Standing before the Lord Jesus, I shook violently because I really thought my life was coming to an end. 

We moved closer to a large flame that was ahead of us. It was huge and burning intensely. I continued to slowly descend as I watched multitudes of flames and heard millions of souls crying with one voice. 

Then I saw a wooden table that was not being consumed by the fire. It had what appeared to be beer bottles on it. They looked refreshing, but they were full of fire. While I was looking, a man suddenly appeared. His flesh was almost completely destroyed and what was left of his clothes were muddy and burning. He had lost his eyes, mouth and all of his hair in the fire. He could see me, even though he had no eyes. I tell you, it is a person’s soul that thinks, reasons and truly sees, not their natural body. 

The man extended his skinny hand toward the Lord and started to cry out, saying, "Lord, have mercy on me! Lord, have mercy on me! I am in pain! I am burning! Please have mercy and take me out of here!" The Lord looked at him with compassion, and I started to feel something warm in my hand. I looked and found that it was blood...the blood of Jesus! The Lord's blood came from His hand as He watched the man suffering in the flames. 

Then the man turned his gaze in the direction of the table and walked toward the bottles. He grabbed a bottle, and as he was about to drink from it, fire and smoke shot out of it. He put his head back and screamed like I had never heard anyone scream before. He cried with great pain and sorrow, and then started to drink what was in the bottle. The bottle was full of acid; it totally destroyed his throat. You could see the acid passing through his stomach and hurting him. 

The number 666 was engraved on the man’s forehead. On his chest was a plate made of some unknown metal that couldn't be destroyed, not even by the heat or the worms. It had some letters written on it that we could not understand. The Lord, in His great mercy, gave us the translation of what was written: "I am here because I am a drunkard." He begged the Lord for mercy, but the Word of God is very clear when it tells us in 1 Corinthians 6:10, "Thieves, greedy people, drunks, slanderers, and robbers will not inherit the kingdom of God."

The Lord showed me the man's last moments on earth as if I was watching a movie or film. Something like a large television screen showed me his last seconds before his death. The man's name was Luis and he was drinking in a bar. I saw the same table and the same bottles in the bar. His friends were around the table. (I can tell you this now, there is only ONE TRUE FRIEND, and His name is JESUS CHRIST. He is the Faithful Friend.) Luis was drinking and his friends were already drunk. His best friend took a bottle, broke it and started stabbing Luis. When he saw Luis lying on the floor he ran away, and Luis bled to death on the floor. The saddest thing was that he died without the Lord. 

In the middle of all this, as all those souls in hell were crying out, I asked the Lord, "Oh Lord, please tell me, did this man know about you? Did he know about your salvation?" The Lord sadly replied, "Yes Lupe, he knew about Me. He accepted Me as his personal Savior, but he did not serve Me." Then I felt even more fear. Luis cried louder and shouted, "Lord it hurts! It hurts! Please have mercy on me!" He extended his hand again toward the Lord, but Jesus took my hand instead and we walked away from the flames. The flames consuming Luis became more intense, and he cried louder, "Have mercy on me! Have mercy on me!!" He then disappeared in the flames. 

We continued walking. The place was huge and very scary! We approached another flame and I said to the Lord, "Lord, no! Please I don't want to see anymore of this! I beg You to forgive me! Please forgive me! I don't want to see this!" I closed my eyes, but it didn't matter; open or closed, I still saw everything. The flame started to go down slowly and I began to see a woman. She was covered with mud, and the mud was full of worms. She had very little hair left, and she was caked with worm-infested mud. She was being consumed by the worms all over, and she shouted, "Lord, have mercy on me! Lord, have mercy on me and forgive me! Look at me! It hurts! Have mercy on me! Take away these worms! Take me out of this torment, because it hurts so much!" The Lord simply looked at her with great sorrow. As we held His hand, we could feel the pain and sorrow in the Lord's heart for all the lost souls burning eternally in the flames of hell. 

The woman had no eyes or lips, but she could still see and feel; her pain was just stronger. She had a bottle in her hands that was full of acid, but she believed that it was perfume. I could see that it was acid and that every time she sprayed her body it burned her. Nevertheless, she still kept applying the acid to her body over and over again. She kept saying that it was an expensive perfume. She also believed that she was wearing a beautiful necklace, but all I saw were snakes wrapped around her neck. She believed that she was wearing very expensive bracelets, but I saw that they were actually worms, about a foot long, furiously digging into her bones. She said that her jewelry was all she had, but I saw scorpions and worms all over her body. She had a metal plate that everyone wears in hell. It read, "I am here for robbery." 

The woman had no remorse for her sin. The Lord asked her, "Magdalena, why are you here?" She answered, "It didn't bother me to steal from others. The only thing I cared about was having my jewelry and getting more expensive perfumes. I didn't care who I robbed as long as I looked good." 

I held onto Christ's hand as I watched the worms burrow through her entire body. Magdalena turned around looking for something. I asked the Lord again, "Lord, did this person know about you?" And the Lord answered, "Yes, this person knew me." 

Magdalena started to look around, saying, "Lord where is that woman who talked to me about You? Where is she? I have been in hell for 15 years." All the people in hell can remember everything. Magdalena kept asking, "Where is the woman? I can't see her!" I knew her body could not turn around because her flesh remained in the same position. She tried to turn and look into other flames to find the woman who talked to her about God. The Lord replied, "No! No, Magdalena, she is not here. The woman that told you about Me is with Me in the Kingdom of Heaven." 

Upon hearing this, she threw herself down in the flames, which burned her even more. Her metal plate condemned her as a thief. I want you to read in the Word of the Lord in Isaiah 3:24, "It shall be, that instead of a sweet smell, there will be rottenness; instead of a girdle, a rope; instead of well-set hair, baldness; instead of a rich robe, a wrapping of sack-cloth; instead of beauty, a branding mark."

As we continued walking with the Lord. I saw a very large column filled with worms. Around it was a slide made of red-hot metal. On the column was a brightly-lit billboard that could be seen from everywhere. The billboard read, "Welcome all liars and gossipers." At the end of the slide was a small boiling lagoon. It looked like burning brimstone. Then I saw a totally-naked person come down the slide. As they slid, their skin peeled off and stuck to the slide. When they fell into the burning lagoon, their tongue expanded until it exploded and worms appeared in place of their tongue. This began their torment. The Word of God says in Psalm 73:18-19, "Surely you set them in slippery places; you cast them down to destruction. How are they brought into desolation, as in a moment! They are utterly consumed with terrors."

After seeing this, we were taken back, out of Hell. I just want to tell you that heaven and hell are even more real than this physical world that we know. It is here where you decide which direction you want to go: to spend eternity with Jesus or to a burning hell. The Lord kept saying to us, "Without holiness no man will see Me. Without holiness no man will see Me." (Hebrews 12:14) That is why I tell you the same thing now, "Without holiness you cannot see the Lord."



--- 3rd Testimony ---


[Testimony by Sandra] Let's go to the Word of the Lord in Matthew 10:28, "Do not be afraid of those who kill the body but cannot kill the soul; but rather fear Him who is able to destroy both soul and body in hell."

Whenever a soul arrives in hell, that person acquires a body of death. The Lord Jesus took my hand and we began to go down through a very deep, dark tunnel that led to the center of the Earth. We arrived at a place with several doors. One of them opened and we entered it with the Lord. I would not let go of the Lord's hand, because I knew that if I did I would stay in hell forever.

Upon entering the door, I saw an enormous wall. There were thousands of people hanging by their heads on hooks. Shackles bound their hands to the wall. We also saw many thousands of people standing in the midst of flames all around. 

We went and stood in front of one of the flames, and it started to go down slowly. Soon I could see a person inside. When he spoke, I could tell it was a man. He was wearing a priest's garments, which were totally filthy and shredded. Worms were slithering in and out all over his body. He looked charred and burnt by the fire. His eyes were gone and his flesh was melting and falling to the ground. But after his flesh had all fallen off, it grew back, and the whole process started again. 

When he saw Jesus he cried, "Lord, have mercy on me! Have mercy on me! Please let me out of here for just a moment! Just a minute!" On the man's chest was a metal plate with the words, "I am here for robbery." 

When Jesus came close, He asked the man, "What is your name?" The man answered, "Andrew; my name is Andrew, Lord." The Lord asked him, "How long you have been here?" Andrew answered, "I have been here for a very long time." The man began to tell his story. He said he had the responsibility of collecting tithes and organizing the distribution of money to the poor in his Catholic church. However, he would steal the money instead. With eyes full of compassion, the Lord asked him, "Andrew, have you ever heard the gospel?" Andrew replied, "Yes Lord, there was a Christian woman who went to the church and preached the gospel once, but I didn't want to accept it. I didn't want to believe it then, but I believe it now! Now I believe that this is real! Please Lord, take me out of here, even for just one moment!" 

As he was speaking, worms were crawling into his eye sockets, exiting his ears, and entering again through his mouth. He tried to pull them off with his hands but couldn’t. He was shouting horribly and kept begging God for mercy. He kept asking Jesus to take him out of there. Even worse, demons were tormenting him by constantly stabbing him with their spears. The demons looked just like one of the toy dolls that we have here on earth called, "The Jordanos." I saw those dolls in hell, but they were not dolls anymore; they were alive and demonic. They were about 3 feet tall and had very sharp teeth. Blood came out of their mouths and their eyes were completely red. 

They were stabbing Andrew with all their might, as well as all those who were in these parts of hell. When I saw this, I asked the Lord how it was possible for a doll on earth to look exactly like those demons. The Lord told me that they were spirits of sadness.

As we continued, we saw thousands of people in torment. Whenever a soul saw the Lord, they reached out toward Him with their skinny hands. I noticed a woman that started to shout when she saw Jesus. She screamed, "Lord, please have mercy on me! Take me out of this place!" She was suffering greatly, and extended her hands toward the Lord. She kept begging Him to take her out of there even for just one second. She was totally naked and covered with mud. Her hair was filthy and worms were slithering up and down her body. She tried to take them off with her hands, but every time she scraped some away they would multiply. The worms were about 6-8 inches long. The Word of the Lord says in Mark 9:44, "Where their worm never ceases and the fire is not put out"

It was horrifying to see this woman and hear her cries as the worms voraciously ate her flesh. A metal plate was embedded in her chest that could not be destroyed by the flames. It read, "I am here for fornication." In the same manner as her sin, in hell she was forced to fornicate with a very disgusting fat snake. The snake had large thorns all over its body that were about 6-8 inches in length. The snake penetrated her private parts and traveled inside her body up to her throat. When the snake entered her, she started to scream. 

She began begging the Lord more intensely to take her out of there, "Lord, I am here for fornication. I have been here for 7 years, since the time I died of AIDS. I had six lovers, and I am here for fornication." In hell, she had to repeat her sin over and over again. She had no rest day or night as she suffered the same way continuously. She tried to extend her hands toward the Lord, but the Lord just told her, "Blanca, it is too late for you. Worms shall be your bed, and worms shall cover you." (Isaiah 14:11) When the Lord said those words, a blanket of fire covered her, and I could no longer see her.

We continued walking, seeing thousands and thousands of people. There were young people, adults and elderly people suffering in torment. We arrived at a place that looked like a big swimming pool of fire with thousands of men and women inside. Each of them had a metal plate on their chest that read, "I am here for not giving tithes and offerings." When I read those words I asked the Lord, "Lord, how could it be possible that people are here for that reason?" The Lord replied, "Yes, because they thought that giving tithes and offerings were not important, when my Word shows it to be a command." In Malachi 3:8-9 it says, "Will a man rob God? Yet you are robbing Me. But you say, 'How have we robbed You?' In tithes and offerings. You are cursed with a curse, for you are robbing Me, the whole nation of you."

The Lord told me that when His people withhold their tithes, the work of the Lord is hindered and the Gospel is not preached. The people in that place suffered a thousand times worse than the others, because they knew the Word of the Lord but disobeyed it.

We continued walking and the Lord showed me a man. I could only see him from his waist up. I then started to have a vision of how he died. His name was Rogelio. He was sitting in his car when a person came up to him and preached the gospel to him and gave him a Bible. But Rogelio ignored the person's warning and continued on his way, not knowing that a few minutes later his car would have an accident. It fell into a ravine, and he died shortly after. 

The moment his car crashed, the Bible opened to Revelation 21:8, "As for the cowardly, however, and the unbelieving, and the depraved, the murderers, the immoral, those practicing magic arts, and idolaters, and all liars—their lot is in the lake that burns with fire and sulfur. This is the second death." When Rogelio read this verse, he died and arrived in hell. 

He had only been there one month and still had some flesh on his face. However, he was suffering like everyone else. At first, he did not know why he was in hell. I think that when that Christian approached his car, it was the only and last chance for him to accept the Lord Jesus, the same way that many have had the opportunity to accept Him. Today, I invite you to open your heart to Jesus. He alone is the Way, the Truth, and the Life. (John 14:6) Only through Him can we be saved and enter the Kingdom of Heaven. (Acts 4:12) The Lord also asks us to follow His ways in holiness and honor. God bless you.



--- 4th Testimony ---


God bless you brothers. When the Lord took my hand, I saw that I was standing on a rock, and that an angel was standing behind us. We began to go down through a tunnel at incredible speed. I quickly turned around and saw that the angel was gone. I felt so afraid. I asked the Lord, "Lord, where is the angel? Why isn’t he still here?" The Lord said, "He cannot go where we are about to go." 

We continued downward and then stopped abruptly, as in an elevator. I saw several tunnels, and we went through the one that my sister Sandra spoke about—the tunnel where people were hanging on hooks by their heads, with shackles on their wrists. The wall that the people were hanging on seemed to be infinitely long. Millions of people were hanging on it. They had worms all over their bodies. I looked up ahead and saw that there was another wall, exactly like the other. I said to the Lord, "Lord! There are so many people here!" Immediately, a Scripture verse came to mind, one that I did not recognize. The Lord told me, "Hell and Sheol are always hungry." (Proverbs 27:20)

We left there and soon arrived at a place we called, "The Valley of the Cauldrons." The cauldrons were full of boiling mud. We got close to one of them. The first person that I saw was a woman. Her body floated and sank with the boiling mud, but when the Lord looked at her, she stopped moving and remained suspended in the mud with the mud up to her waist. The Lord asked, "Woman, what is your name?" She answered, "My name is Rubiella." 

Her hair was full of boiling mud, and flesh hung from her bones, which were charred black from the fire. Worms entered through her eye sockets, came out through her mouth, entered again through her nose, and exited her ears. When the worms could not enter, they simply made a hole and entered other parts of her body, which caused her indescribable pain. 

She shouted, "Lord, please! Take me out of here. Have mercy on me! I cannot continue like this any longer! Make it stop Lord! I cannot stand it anymore! Please have mercy on me!" The Lord asked her why she was there. She said she was there because of vanity, which was also the word written on the metal plate on her chest. In her hand was a common-looking bottle, but to her it appeared to be a very expensive perfume. Rubiella had to take the bottle, which was full of acid, and spray it all over her body. The acid caused the flesh that she sprayed to melt, causing her great pain. 

She shouted to the Lord, "Lord, please, have mercy on me! I cannot stay here any longer! Just a single second Lord!" I am not saying that it is a sin to use perfume, but the Lord told us that the woman was there because of her perfume, as the Word of the Lord tells us in Deuteronomy 5:7, "You shall not have other gods before me." She was there because her beauty, perfumes, and vanity were first place in her life. However, the Lord Jesus is King of kings and Lord of lords! He must be first in your life; that is why she was there. With sadness, the Lord looked at her and said, "Rubiella, it is too late for you. Worms shall be your bed, and worms shall cover you." When the Lord said that, a blanket of fire covered her. As her body was being consumed in the cauldron, she suffered horrible pain.

We then moved far away from there and arrived at a place with giant doors. As we approached them, they opened for us. On the other side we saw a giant cavern. As I looked up I saw different color lights moving like a cloud of smoke. Suddenly, we heard music—salsa, ballenato, rock, and different kinds of popular music that people listen to on the radio. The Lord motioned with His hand, and we saw millions and millions of people hung with chains by their hands. They were jumping wildly over the fire.

The Lord looked at us and said, "Look, these are the wages of the dancers." They had to jump wildly up and down to the beat of the music. If salsa was playing, they had to jump to its beat; if any other kind of music was playing, they had to jump to that its beat. They could never stop jumping. But worse than that, their shoes had 6-inch spikes on the bottom. When they jumped, the spikes pierced their feet. They never had a moment's rest. When someone tried to stop, demons immediately came up and stabbed them with spears and cursed them saying, "Praise him! This is your kingdom now! Praise Satan! Praise him! You can't stop! Praise him! Praise him! You have to praise him! You have to jump! You have to dance! You cannot stop for one second!" 

It is unfortunate that many of the people there were Christians who knew the Lord, but were in nightclubs when they died. You may be asking, "Where does it say in the Bible that it is wrong to dance?" In James 4:4 the Word of God says, "Do you not realize, you adulteresses, that friendship with the world is enmity toward God? Therefore, whoever determines to be a friend of the world becomes God's enemy." Also, in 1 John 2:15-17 it says, "Neither love the world nor the things in the world. Whoever loves the world has not the Father's love in his heart, because everything in the world, the passions of the flesh, the desires of the eyes, and the proud display of life have their origin not from the Father but from the world. And the world with its lust passes away, but he who does the will of God remains for ever." Remember, the world will pass away; all this will perish, but the one who does the will of God stands forever. 

My friends and brothers, while leaving that place, we saw what looked like bridges that divided hell into different sections of torment. We saw a spirit walking over a footbridge. It looked just like a doll that people have on earth; people call them Treasure Trolls. They have different color hair, with an old man's face but a child's body, and no sexual parts. Their eyes are full of evil. The Lord explained that they are spirits of loss. This spirit had a spear in his hands and was walking pompously on the footbridge, like a queen or a pretty runway model. 

As he walked, he stabbed people down below with his spear. He cursed them saying, "Remember the day you were outside a Christian church and you did not want to go in? Remember the day they preached to you and you did not want to listen? Remember the day they gave you a gospel tract and you threw it away?"  The lost souls tried to cover the areas where their ears used to be. They replied to the demon, "Shut up! Shut up! Don't tell me anymore! I don't want to know more! Shut up!" However, the evil spirit enjoyed it because of the pain it caused them.

We continued walking with the Lord. While looking at a large group of people, we noticed that one man was shouting louder than any of the others who were burning there. He was crying, "Father, Father, have mercy on me!" The Lord was not going to stop to look at him, but when He heard "Father" He trembled and turned around. Jesus looked at him and said, "Father? You call Me Father? No, I am not your Father and neither are you My son. If you were My son, you would

now be with Me in the Kingdom of Heaven. You are sons of your father the devil." Immediately, a blanket of fire came up and completely covered the man’s body. 

The Lord told us the story of the man's life. The man called Him “Father” because he had once known Him. He used to go to church and listen to God through His Word, and he had received many promises from God. So we asked, "What happened Lord? So, why is he here?" The Lord replied, "He was living a double life; he lived one way at home, and another at church. He thought in his heart, 'Well, there is no one that lives close to me, not the pastor or any other brother, so I can do whatever I want.' But he forgot that the eyes of the Lord are set on all our ways, and that no one can lie or hide from the Lord." 

The Word of the Lord tells us, "Don't lie to yourselves; God cannot be deceived. Because everything a man sows, the same he will harvest." (Galatians 6:7) This man was suffering a thousand times worse than the others. He was receiving a double condemnation—one for his sins, and one for thinking he could deceive the Lord. 

Today, people try to rank sins by their gravity; they think that homosexuals, thieves, and murderers are greater sinners than liars or gossips. But in the Lord’s eyes, all these sins have the same weight and the same pay. The Bible tells us, "The wages of sin is death." "The soul that sins will die." (Romans 6:23) (Ezekiel 18:20) My friends and brothers, I invite you now to accept Jesus' invitation. Jesus will extend His hand of mercy to you if you repent. The Word of the Lord tells us that mercy will be given to whoever changes his ways and repents. It is much better to believe now than to wait and find out the hard way later. God bless you.



--- 5th Testimony ---


The Word of God tells us in Romans 6:23, "For the wages of sin is death, but the gift of God is eternal life in Christ Jesus our Lord."

When we went down there, I felt the anguish and experience of being dead. I was very frightened by what I saw. I realized that there were many, many people there, all shouting and crying out. It was pitch-dark, but with the presence of the Lord, the darkness disappeared. We saw thousands and thousands of souls, all crying out for help and mercy. They cried out to the Lord to take them out of there. We also felt great pain because we knew that the Lord suffered greatly when He saw them. 

Many cried out to the Lord to take them out for just a minute, for just a second. The Lord would ask them, "Why do you want to get out?", and they would answer, "Because I want to be saved! I want to repent and be saved!" However, it was too late for them.

Dear people who are listening to me now, now is the only opportunity to choose our eternal destination. You can either choose an eternal place of salvation, or an eternal place of condemnation. 

We went farther down. I saw that the ground we were walking on was being destroyed by fire; mud and flames were coming out of it. There was also a terrible stench everywhere. We were very upset and nauseous from the odor and the cries of all the people. 

We saw a man in the distance who was waist deep in burning mud. Whenever he took out his arms, the flesh on his bones would fall off into the mud. We could see a grey mist inside his skeleton, so we asked the Lord about it.  The mist was in every person in hell. The Lord told us it was their souls trapped inside their bodies of sin, as is written in Revelation 14:11, "And the smoke of their torment goes up forever and ever; they have no rest day and night, those who worship the beast and his image, and whoever receives the mark of his name."

We began to understand many things that we had ignored while on earth. The most important and clearest message was that our lives on earth determine where we will spend eternity. 

As we walked hand-in-hand with the Lord, we realized that hell had many different parts with various levels of torment. We came to a place with many cells that contained tormented souls. The souls were being tormented by many different types of demons. The demons would curse them, saying, "You cursed wretch, praise Satan! Serve him like you did while you were on earth!" The souls suffered terribly from worms, and fire was like an acid that covered their bodies. 

We saw two men inside one of the prison cells. Each of them had daggers in their hands and were stabbing the other. They were saying to each other, "You cursed wretch! It's because of you that I'm here! You made me come here because you blinded me to the truth and didn't let me recognize the Lord! You didn't let me receive Him! Many times I had the chance and you didn't let me accept Him! That is why I'm here, tormented day and night!" 

Through a vision, the Lord showed us their lives on earth. We saw them in a bar together. An argument started that led to a fight. They were already drunk. One of them took a broken bottle and the other pulled out a knife. They fought until each of them was mortally wounded and died. The two men were doomed to repeat that scenario forever. They were also tormented by the memory that they had been best friends on earth, like brothers in their love for each other. 

I want to tell you today, there is just one real friend, and His name is Jesus of Nazareth. He is the real friend. He is the Faithful Friend who is with you every moment.

As we continued walking, we saw a woman inside another cell. She was rolling around in the mud. Her hair was messed up and full of mud. Inside the same cell was a large, fat snake. It moved close to her, surrounded her body, and went inside of her starting at her lower parts. She was forced to have sexual contact with the snake. In that place, all the men and women who lived in fornication were forced to repeat it there. However, they had to do it with snakes covered with 6-inch spikes. The snake destroyed her body every time it went inside her. She cried out to the Lord and asked Him to stop it. She did not want to suffer anymore. "Make it stop! I won't do it again! Please! Make it stop!" she begged the Lord, as the snake went inside and destroyed her body over and over again. 

We tried to cover our ears to her cries but we could still hear her. We then tried even harder to cover our ears, but it didn't help. We said to the Lord, "Please Lord, we don't want to see and hear this anymore! Please!" The Lord said, "It is necessary that you see this, so you can tell the others, because My people are being destroyed; My people are ignoring the true salvation, the true road to salvation."

We continued walking and saw a giant lake with thousands and thousands of people in the midst of flames. They waved their hands asking for help, but there were many demons flying over that place. The demons used spears with S-curved spearheads to hurt the people burning in the lake. The demons mocked and cursed them saying, "You cursed wretch! Now you must worship Satan! Praise him! Praise him as you did while you were on earth!" There were thousands and thousands of people. We were so frightened; we felt that if we did not hold onto the Lord's hand we would be left in that horrifying place. We were terrified by the things we were feeling.

In the distance we saw a man who was standing up and in very great pain and agony. Two demons were flying over him tormenting him. They would dig their spears into his body and take out his ribs. They also continually ridiculed him. Even further, the Lord showed me that he was tormented by constantly worrying about the family he had left behind on earth. The man didn't want his family to arrive in that same place of torment. He was worried because he never gave them the message of salvation. He was tormented because he remembered that they once had a chance to receive the message. He had a responsibility to give the message to his family, but he chose to ignore it, and now he was worried about his sons and his wife. 

The torment continued as the demons cut off his arms, and he fell into the burning mud. Because of the pain from the burning mud, he squirmed around like a worm. His flesh fell from his bones because of the heat. He then started to slither like a snake to try to get out of there. But every time he tried to get out, the demons pushed him back and he went deeper into the mud.

We then saw a number of demons in one place. Something caught my attention; I noticed that one of the demons was missing a wing. I asked the Lord, "Lord, why is that demon missing one wing?" The Lord replied, "That demon was sent up to earth for one purpose. But he did not accomplish his mission, and was cast back to hell by one of the servants of God. Then Satan came and punished him, and cut off one of his wings." Then we understood that as Christians we have all authority and power in the name of Jesus to cast out all demons and principalities. 

Dear friends who are listening to these words right now, this testimony is not for condemnation, but salvation, so you can test yourself and see the condition of your heart before the Lord. This is so that you can change your ways, for salvation and not for condemnation. Right now, lift your heart before the Lord and confess your sins, so that if the Lord came at this moment you could go with Him, instead of go to that place of torment where there is crying and gnashing of teeth. There you will clearly understand why Jesus paid such a high price on Calvary's Cross. 

We saw many people in hell who didn’t know why they were there. Their lives were full of activities that they didn't think were sinful. Dear friend, test yourself! Do not think that lying, stealing, and being conceded are okay things to do! These are all sins before the eyes of the Lord! Dear brothers, turn away and stop doing these things! I'm giving you this message so you can stop willfully sinning, and look even more to the face of the Lord.



--- 6th Testimony ---


Psalms 62:12, "And to Thee, O Lord, belongs covenant love, for Thou rewardest every man according to his work."

The morning that the Lord visited us in that room, He took us by the hand and we started to go down. My heart was completely full of fear; I can't even describe it. I only knew that I could not let go of my Savior’s hand—I felt that Jesus was my Life and my Light, and all my hope was in Him—otherwise I would be left behind in that place. I never thought that I would ever go there. I didn't even believe that such a place existed. Even as a Christian, I had always thought that purgatory was hell. But God showed me the truth about hell. 

When we arrived in hell, I felt the place shake. All the demons there ran to hide, because not one of them could endure the presence of the Lord. We heard the captive souls begin to shout even louder because they knew that Jesus of Nazareth was there. They all knew that there was just one Person that could possibly get them out of there. They had that hope, even though it was a false hope.

We walked hand-in-hand with Jesus, and arrived at the section of fornication. Jesus turned to look at a woman who was totally covered with fire. When Jesus saw her, she started to come out slowly from the fire, although her sufferings never stopped. We could see she was totally naked, and saw all of her physical characteristics. Her body was filthy, and she stunk. Her hair was messed up, and she was covered with a yellowish green mud. She had no eyes and her lips were falling apart. She had no ears, just the holes. With her hands, which were bones charred black, she took the flesh that was falling from her face and tried to put it back on. But this caused her even more pain. 

She then shuddered and shouted even more; her cries never ended. She was full of worms, and there was a snake wrapped around her arm. It was very thick and had thorns around its body. She had the number 666 engraved on her body, the number of the Beastmentioned in the book of Revelation. (Revelation 13:16-18) She also had a plate embedded in her chest that was made of an unknown metal; it wasn’t consumed by the fire. On the plate was something written in a strange language. However, we could understand what was written on it. It read, "I am here because of fornication." 

When Jesus saw her, He asked her, "Elena, why are you here?" While Elena was answering the Lord her body squirmed due to the pain of her suffering. She said that she was there because of fornication. She asked the Lord for forgiveness over and over again. 

Then we started to see how she died. When she died, she was having sex with one of her lovers, because she thought that the person she was living with was away on a trip. However, he came back from his job and found her in bed with someone else. He then went to the kitchen, took a long knife and stuck it in Elena's back. She died and was taken to hell exactly the way she died, totally naked. 

In hell, everything materialized; she still had the long knife in her back, which caused her great pain. By this time, she had already been in hell for 7 years, and she could remember every moment of her life and death. She also remembered when someone tried to preach to her about Jesus, that He was the only One who could save her. But now it was too late for her and for everyone else in hell. 

The Word of the Lord talks a lot about fornication, and it is very clear. Fornication is having sexual relations outside of marriage. 1 Corinthians 6:13 says, "Food for the stomach and the stomach for food, but God will destroy both of them. Now the body is not for fornication, but for the Lord; and the Lord for the body." Also, in 1 Corinthians 6:18 it says, "Flee from sexual immorality. Every other sin a person commits is outside the body, but the sexually immoral person sins against his own body."

When Jesus finished talking with her, she was covered by a large blanket of fire, and we could no longer see her. But we could hear the sound of her flesh burning and her horrifying screams. I can't even describe them in words.

As we continued to walk with the Lord, He showed us all the people there: the idol worshipers, those who used and practiced witchcraft, the immoral, adulterers, liars, and homosexuals. We were very frightened; the only thing we wanted to do was leave. But Jesus kept saying that it was necessary for us to see, so we could tell others so they might believe. 

We continued with Jesus, holding His hand even tighter. We came to a section that really made an impression on me. We saw a young man, 23 years old, suspended waist-high in the middle of a fire. We couldn't see exactly what his torment was, but the number 666 was engraved on him. He also had a metal plate on his chest that read, "I am here for being normal." When he saw Jesus, he extended his hand toward Jesus begging for mercy. The Word of God says in Proverbs 14:12, "There is a way that seems right to a person, but its end is the way of death."

When we read the plate that said, "I am here for being normal," we asked the Lord, "Lord, why!? Is it possible for a person to come to this place for that reason?" Then Jesus asked him, "Andrew, why are you here in this place?" He answered, "Jesus, when I was on earth, I thought that just killing and stealing were sins. That is why I never tried to get close to You." In Psalms 9:17 it says, "The wicked shall be turned into hell, all the heathen that forget God."

Andrew made a big mistake by classifying sins, like many people do today. The Bible is very clear when it says that the wages of sin is death, but the gift of God is eternal life. (Romans 6:23) Furthermore, when the Bible talks about sin, it never classifies sins; they are all just sins. Andrew had the chance to know and accept Jesus, but he didn't take the opportunity that God had given to him. Maybe he had a thousand opportunities to know the Lord, but he never wanted to know Him, and that is the reason he is there. Then a large blanket of fire covered his body and we never saw him again.

We continued walking with Jesus. In the distance we saw something falling, like chunks of something. When we got closer, we realized that they were people who were falling into hell at that moment—people that had just died on earth without having accepted Jesus Christ in their hearts; they were just arriving in hell. 

We saw a young man. Many demons ran toward him and began to destroy his body. Immediately, his body began to be filled with worms. He shouted, "No! What is this? Stop! I don't want to be here! Stop it! This must be a dream! Take me out of here!" He didn't even know that he was dead, and that he had died without Jesus in his heart. The demons were ridiculing him and torturing his body. Then the number 666 appeared on his forehead, and a metal plate appeared on his chest. Even though we couldn't see the reason that he was in hell, we knew for certain that he would never get out. 

The Lord told us that the torments of all these people in hell would be even greater on the Day of Judgment. If they are suffering in such a terrible and horrifying way now, I can't imagine how they will suffer after the Day of the Judgment. 

We didn't see any children there. We only saw thousands and thousands of young people, men, and women of many nationalities. Nevertheless, in hell there are no nationalities or social classes; all are there to be tormented and punished. There was one thing that they all wanted, and that was a chance to get out, for just a second. They also wanted to have one drop of water to refresh their tongues, as in the story of the rich man in the Bible. (Luke 16:19) But this was no longer possible. They chose where they wanted to spend eternity. They decided to spend it without God. God never sends anyone to hell; everyone is there because of their own deeds. In Galatians 6:7 it says, "Make no mistake, God will not be mocked. What a person sows, he will reap."

Today you have a great opportunity to change your eternal destiny. Jesus is still available today, and the Bible says that while we have life we also have hope. Today you have life. Don't miss this opportunity; it might be your last one. 


God bless you.



http://www.divinerevelations.info/documents/7_jovenes/english_7_jovenes_hell.htm



https://www.youtube.com/watch?v=UeomAe8l0_A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?