
Diatas gunung-gunung langitMU terbentang luas Langit yang menunjukkan KemuliaanMU Burung-burung kecil terbang dengan riang Bergembira karena Cinta yang terpancar dari KemuliaanMU
Birunya langit seperti samudera raya
Putihnya awan-awan seperti pulau-pulau dilangit Cahaya EmasMU (Kemuliaan) menembusnya Tempat yang sangat indah
Ku menatap keatas dengan airmata bahagia Dan tiba waktunya untukku terangkat, semuanya berubah Aku terbang melewati burung-burung kecil yang menari-nari Hingga akhirnya ku bertatap muka denganMU
YESUSku….
*********************************************************************************
Behind the Poem : "Bertemu"

Wajah YESUS sedang memandang Bumi
Ketika sedang dalam perjalanan dari Surakarta menuju Semarang untuk menghadiri Seminar “Survey and Mapping” Hari Kedua di Holy Stadium. Sepanjang perjalanan di bus diputar lagu-lagu worship, saya ikut menyanyikan lagu yang diputar sementara beberapa rekan yang lain tidur dan memang sesekali saya tertidur. Namun satu waktu saya rasakan HadiratNYA kuat sekali dan saya melihat DIA berdiri dilorong antara barisan kursi kiri dan kanan. Saya waktu itu hanya berkata, “ KAMU dateng ya TUHAN? “ DIA tak berkata-kata dan hanya tersenyum. Saya teruskan menyembah DIA sambil melihat keluar bus tepatnya melihat langit, saat itu indah sekali… mendung namun ada satu lubang dimana Cahaya Matahari menembusnya dan beberapa celah terpancar cahaya emas dengan sangat indah. Lalu keluarlah kalimat-kalimat yang akhirnya tersusun menjadi ‘poem’ di Poem : Bertemu .
Waktu itu saya berpikir alangkah indahnya nanti ketika bertemu dengan DIA di awan-awan, bertatap muka diselimuti Cinta yang tiada pernah berakhir, dimana saya bertemu denganNYA dengan Tubuh Kemuliaan saya. Saya tak berhenti mengagumi apa yang saya lihat yang adalah kreasi tanganNYA itu sepanjang jalan.
Sampai suatu waktu saya masih melihat langit, dan saya melihat awan-awan yang indah dengan cahaya yang menembus celah-celahnya. Tiba-tiba sekelompok awan membentuk wajahNYA, wajah TUHAN YESUS yang sedang melihat kebawah, dan DIA katakan, “ Nak, AKU sedang melihatmu (kalian) sebagai seorang KEKASIH. ” Karena memang pada saat itu saya memandang keatas dan DIA memandang kebawah. Itu momen yang sangat Romantis…..
*Sebelumnya bahkan diperjalanan Jogja-Surakarta DIA katakan berkali-kali lewat beberapa mobil yang tertulis namaNYA "IMMANUEL" disela-sela perbincanganku dengan DIA lalu ada satu kejadian yang sebenernya waktu itu inginnya beli minum di ind*maret yang masih agak kedepan karena emang belum terlalu haus tapi hati ini kuat banget minta beli yang deket alias udah didepan mata. Akhirnya beli disitu, & setelahnya jalan lagi setelah hilangkan dahaga. Hanya beberapa ratus meter ternyata ada kecelakaan, korban sampai dibopong ke mobil. Waktu liat seperti ada yang aneh, tiba-tiba ada mobil menyalip & ada tulisan "Mazmur 121:7" yang isinya TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN YESUS berkati….
*********************************************************************************

Bagaimana aku bisa memberitahumu seberapa besar cintaku?
Lihatlah tanganku, sejauh tanganku bisa menggapai langit biru itulah tingginya cintaku, sebesar tanganku kulebarkan itulah besarnya cintaku dan DIA yang membuat semuanya lebih tinggi dan besar untukmu.
Lihatlah hatiku yang transparan, ada dirimu disitu dan kuingin kau menyentuhnya dengan kedua tanganmu.
Lihatlah ada yang kurang dalam tubuhku, ada satu yang hilang dan itulah yang seharusnya menolongku menjaga jantung dan beban tubuhku, itulah dirimu penolongku.
Kehangatan tangan dan hatimu menjelaskan semua hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, ketika kugenggam keduanya takkan pernah kulepaskan sampai Maranatha.
Menanti datangnya dirimu, berjalan bersamamu, menyongsong DIA yang yang mempertemukan kita datang di awan-awan untuk menjemput kita berdua.
Di kedatanganmu kukatakan, “Selamat datang Penolongku”
Di kedatanganNYA kukatakan, “Mari Penolongku, kita menghampiri KEKASIH SEJATI kita berdua”
~FIN~
*********************************************************************************
PUISI - Perlindungan Tuhan
Ku tahu tanganMU melindungiku
Saat kuasa-kuasa gelap menyergapku
Bagai singa-singa muda yang terganggu
Penuh amarah, buas dan menggerutu
TUHAN,
Ku tahu para malaikatMU menaungiku
Saat hujan badai tercurah bagai batu
Datang dari langit dengan menderu-deru
Membabi-buta dan mengharu biru
TUHAN,
Ku tahu sayapMU menopangku
Saat lunglai, tak ada daya padaku
Jatuh tersungkur dan lemah lesu
Hanya nafas yang berdetak layu
*********************************************************************************
PUISI : Sangkakala
Sangkakala Suaramu t’lah terdengar dimana-mana Sebagai tanda akhir zaman telah tiba Meski banyak orang tidak percaya Namun fakta akan menjadi nyata
Sangkakala Kehadiranmu sebagai sebuah tanda pasti Agar seluruh manusia mempersiapkan diri Menyambut kedatangan TUHAN kedua kali Untuk menghakimi semua manusia di bumi
Sangkakala Kiranya suramu terus bergema Tuk mengetuk hati umat manusia Saatnya mereka meninggalkan dosa Berbalik kepada yang Maha Kuasa
*********************************************************************************
PUISI : Pelangi
PELANGI Kau muncul di tengah awan hitam saat bencana melanda Mengubah langit kelam menjadi cantik nan mempesona Sebagai tanda bahwa bencana tidak akan lagi menimpa Masih ada kasih ALLAH bagi keselamatan umat manusiaPELANGI
Kehadiranmu pernah meredakan banjir melanda dunia Kini kau masih menjadi pengharapan bagi umat manusia Agar bencana banjir tidak terus merajalela di mana-mana Namun, memancarkan kasih abadi bagi kehidupan manusia
PELANGI
Kasihanilah mereka yang kehilangan anggota keluarga Dengarkan jeritan mereka yang kehilangan harta benda Kaulah tanda perjanjian kasih ALLAH kepada manusia Bahwa bencana banjir tidak akan lagi melanda dunia
*********************************************************************************
PUISI : Seandainya Aku Punya Sayap
Seandainya aku punya sayap Ku kan terbang ke langit tuk hinggap Meninggalkan dunia yang gelap Tinggal di sana tuk menetapNamun sayang…. Aku tak bisa terbang melayang Menikmati indahnya langit yang terang Tangan dan kakiku terkekang Kebebasan hanyalah bayang-bayang
Kini aku hanya punya satu pengharapan Kiranya TUHAN yang memberi kebebasan Tanpa dibelenggu oleh keterbatasan Hidup bebas menikmati kasih TUHAN
*********************************************************************************
PUISI : Salib
SALIBBerdiri di antara bumi dan langit Membentang dalam teriakan sakit Sebuah kepasrahan yang menjerit Oleh kematian sebelum bangkit
SALIB
Dibangun atas dasar pengorbanan Di kelilingi hujatan dan umpatan Tanpa adanya sebuah pembelaan Tidak juga sedikitpun belas kasihan
SALIB
Sebuah pengorbanan yang menyelamatkan Memulihkan hubungan manusia dan TUHAN Memberikan pengharapan bagi yang terabaikan Menyediakan hidup kekal dari sebuah kematian


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.