Melihat Ke Langit
“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Para Rasul 1:11.
Melihat ke langit. Kata langit dalam bahasa aslinya yunani koine dapat di artikan surga, yaitu “ouranov” yang artinya surga. Setelah kenaikan Yesus Kristus ke surga. Murid-murid itu terus memandang ke langit atau surga. Malaikat itu menegur mereka dan katanya, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga. Malaikat itu ingin menjelaskan bahwa merupakan suatu sikap yang salah, jika dalam menanti kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, kita hanya berdiri diam dan memandang ke surga. Sikap yang tepat adalah mempersiapkan diri dan berjaga-jaga, untuk menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang ke dua kali.
Sampai hari ini masih banyak sikap yang salah dalam menanti kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, yaitu hanya berdiri saja atau berpangku tangan saja, tidak melakukan apa-apa. Seharusnya mempersiapkan diri seperti 5 perempuan yang bijak. Dengan minyak yang cukup, yaitu hidup yang baik, kudus dan pelayanan yang mantap di hadapan TUHAN YESUS KRISTUS.
Sibuk pelayanan adalah cara tepat untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan TUHAN YESUS KRISTUS yang ke dua kali, dan bukan diam berpangku tangan saja. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.
****************************************************************
****************************************************************
Hati Sebagai Kediaman Allah
Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.” II Tawarikh 6:18
Allah adalah pencipta alam semesta. IA lebih berkuasa atas segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu Salomo menyatakan bahwa sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat ALLAH. Tidak ada tempat di dunia ini yang dapat memuat ALLAH. Tetapi ada suatu tempat yang memuat ALLAH yaitu di dalam hati manusia. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengukur dalamnya hati manusia. Tidak ada seorangpun dapat memahami luasnya hati manusia. Hanya Allah saja yang mengerti isi hati manusia. Oleh sebab itu ALLAH berkenan bertahta di dalam hati manusia.
Hanya hati yang layak sebagai tahta ALLAH. Hati yang mengampuni adalah istana yang mewah bagi tahta ALLAH. Hati yang taat adalah bagaikan tahta ALLAH yang berlapiskan emas permata. Hati yang setia adalah istana ALLAH yang indah. Hati yang mengasihi adalah tempat kediaman ALLAH yang paling di kenanNYA. Namun hati yang memberontak adalah tahta ALLAH yang kotor. Hati yang tidak jujur adalah tahta ALLAH yang menjijikkan. Hati yang penuh kebohongan adalah hati yang tidak layak sebagai tempat kediaman ALLAH.
Marilah kita bangun hati kita begitu indah sebagai tempat kediaman ALLAH. Sebab ALLAH telah menetapkan bahwa hati kitalah yang dapat memuat ALLAH. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.