Badai Pasir Timur Tengah dari satelit
Negara-negara di Timur Tengah sedang mengalami goncangan hebat, bukan hanya masalah politik, tetapi juga digoncang dengan alam. Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ahli mengatakan bahwa saat ini terjadi pemanasan global yang begitu hebat di Timur Tengah, termasuk Israel. Alasan dari semua ini, tercatat jelas dalam Alkitab.
Para peneliti di Max Planck Institute dan Institut Siprus di Nicosia telah memprediksi bahwa musim panas di wilayah ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat, yaitu mencapai 114 derajat Fahrenheit pada tahun 2050. Pada akhir abad ini, suhu siang rata-rata bisa mencapai 122 derajat Fahrenheit.
Jumlah hari sangat panas dua kali lipat sejak tahun 1970. Pemanasan global akan memperburuk kondisi udara di Timur Tengah oleh debu padang pasir.
Jos Lelieveld, Direktur di Max Planck Institute, menulis dalam laporannya, “Di masa depan, iklim di sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara bisa berubah sedemikian rupa , dan keberadaan penduduknya berada dalam bahaya.” Bahkan diprediksi, karena pemanasan yang luar biasa dan kekeringan ekstrim ini, banyak orang yang akan keluar dari Timur Tengah untuk mengungsi.
Baru-baru ini rekor badai pasir terbesar terjadi tahun lalu, dimana seluruh kawasan Israel, Yordania, Mesir timur, dan Suriah selatan tertutup badai pasir.
kekeringan – Timur Tengah 2015
Apa kata Alkitab?
Dalam Alkitab, cuaca tidak dianggap sebagai proses operasi acak atau mekanis tanpa tujuan, tetapi sebagai saluran Allah berhubungan dengan manusia dan menuntun tindakannya. Ini terlihat kisah tentang Nuh, dan kisah tulah di Mesir.
Terakhir kali orang-orang Yahudi kembali dari pengasingan dan mengabaikan untuk membangun Bait Allah. Akibatnya kekeringan terjadi. Perhatikan nubuatan Hagai berikut:
Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. ~Hagai 1:1-9
Akibatnya:
Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya, danAku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha ~Hagai 1: 10-11
Dalam Talmud sendiri, pemanasan global telah diantisipasi, dan dianggap sebagai bagian positif dari proses Mesianik yang diperuntukkan untuk orang benar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.