Tidak selamanya taman wisata itu bernuansa indah, taman wisata yang di Thailand ini punya sesuatu yang aneh dan menakutkan. Jika kamu sering pergi ke taman untuk menenangkan diri karena memiliki pemandangan yang dapat membuat hati yang tenang, lain lagi halnya taman wisata Wang Saen Suk milik Thailand.

Taman wisata yang terletak di Chonburi, Thailand ini ternyata meskipun menampilkan suasana bak neraka masih banyak dikunjungi oleh wisatawan bahkan tidak pernah sepi pengunjung jika hari libur.

The Wang Saen Suk Hell Garden ini ternyata sengaja dibuat untuk memberikan doktrin kepada manusia agar tetap melakukan kebaikan didunia ini, karena menurut umat buddha di Thailand, semua kegiatan yang dilakukan di dunia ini akan dicatat dan di pertanggung jawabkan dikemudian hari.

Di pintu gerbang kamu akan disambut oleh sebuah papan yang bertuliskan “Selamat Datanmg Di Neraka”. Suasana neraka sengaja dibuat untuk memberikan doktrin yang positif bagi pengunjung.

Kamu akan disuguhi adegan adegan kekerasan yang menyeramkan sekaligus menjijikan. Meskipun begitu, tempat ini tidak akan pernah sepi pengunjung.

Disetiap adegan yang ada, selalu ada quotes about life. Sehingga, kamu akan lebih merasa nuansa nerakanya.


Bagaimana? Tertarik Ke Taman Neraka ini?
Dijuluki dengan Thailand Hell Horror Park, merupakan taman bermain yang mengusung tema neraka yang seram. Berbagai patung yang menggambarkan penyiksaan berada di mana-mana, bikin siapa saja bergidik seram dan ngeri.
Sebaiknya anda jangan datang jika tidak berani karena hanya taman ini yang mengadakan dorama neraka yang sangat menyeramkan dan berbagai siksaannya. Saran kami sih sebaiknya pikir dua kali kalau mau ke sana, siap mentalkah anda?
‘Thailand Hell Horror Park’ itulah julukan dari Wang Saen Suk. Wang Saen Suk sendiri adalah nama dari tempat tersebut. Terang saja, di bagian depan tamannya ada plang bertuliskan ‘Welcome To Hell’. Usut punya usut, orang Thailand sendiri saja mengaku takut datang ke sana.
Beralamat di Sai 2, Soi 19, Saen Suk atau cukup dekat dari Chonburi. Jika datang dari Bangkok maka harus menempuh jalan sekitar satu jam naik mobil.
Taman bermain ini menggambarkan bagaimana yang terjadi di ‘Neraka’, yang dalam kepercayaan umat Budha adalah tempat menghukum umat manusia tidak baik setelah mati. Mayoritas penduduk Bangkok adalah pemeluk agama Budha.
Ada berbagai bentuk dorama penyiksaan di taman ini dan tentu saja bisa membuat bulu kuduk berdiri. Ada diorama yang berupa pria yang tangan dan kakinya diikat lalu badannya ditusuk-tusuk dengan tombak. Warna merah yang menggambarkan darah, membuatnya makin menyeramkan.
Makin masuk ke dalam tamannya, siksaan yang terlihat makin seram. Ada pria dan wanita yang diikat dan dikuliti sampai habis. Ada manusia yang isi perutnya dikeluarkan. Ada manusia yang perutnya digergaji.
Ada juga hukuman manusia yang dicabik-cabik oleh anjing neraka serta ada juga patung yang kurus tulang rusuknya akan terlihat menonjo. Ada lagi yang dilemparkan ke kuali mendidih!
Ekspresi mukanya pun menggambarkan rasa sakit yang sangat. Ada yang berekspresi sedih dan memelas minta ampun, sampai ada yang matanya melotot karena saking kesakitan.
Tiap-tiap siksaan ternyata tergantung dari apa kejahatan yang pernah dilakukan semasa di dunia. Diorama yang berupa manusia yang lidahnya ditarik keluar sampai panjang, itu artinya hukuman bagi orang yang suka bohong. Beberapa diorama pun berbentuk badan manusia dengan kepala binatang. Misalnya bagi yang berkepala babi, artinya orang itu suka korupsi.
Di dalam kepercayaan agama Budha terdapat 4 dosa besar yang akan mendapatkan hukuman paling berat di Neraka. Yaitu, berjudi, berzina, minum-minuman keras, dan melanggar norma-norma kehidupan.
Pesan yang ingin disampaikan dari taman ini adalah untuk mengingatkan umat manusia pada apa yang menanti mereka di neraka atas perbuatan mereka di dunia. Untuk masuk ke Wang Saen Suk tidak dipungut biaya hanya saja pengurus taman mengharapkan donasi sukarela yang diberikan oleh para turis, berapapun jumlahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.