
Dua puluh tahun terakhir ini semakin banyak orang dewasa sampai kanak-kanak, Pendeta sampai orang awam, bahkan orang yang tidak percaya adanya Allah telah mengalami suatu pengalaman yang disebut “pewahyuan sorgawi tentang Sorga dan Neraka.” Para saksi ini mengalaminya saat mereka tertidur, berdoa, dan meninggal dunia karena kecelakaan lalu hidup kembali. Pendeta James Durham, hampir 30 tahun lamanya bertugas sebagai pendeta tentara Amerika Serikat, ia sendiri pernah beberapa kali mengalami pengalaman berkunjung ke Sorga, yang pertama saat ia berumur 3 (tiga) tahun. Pada tahun 2014, di program TV ”It’s Supernatural,” Pendeta Sid Roth mewancarai Pendeta Durham tentang fenomena yang semakin banyak orang mengalaminya dan yang merubah kehidupan mereka secara radikal. Apakah saudara pernah bertanya “mengapa hal-hal tersebut terjadi di jaman yang semakin tidak menentu ini? Adakah pesan Allah melalui kita melalui peristiwa tersebut?” Pendeta Druham memberi alasannya. Berikut ini adalah beberapa kesaksian mereka:
Mari kita lihat dahulu pengalaman supernatural dan paggilan nabi Yehezkiel di akhir abad ke enam (6) B.C.
Kesaksian mereka bukanlah suatu pertunjukkan level rohani: ”betapa hebatnya mereka” atau ”kudusnya hidup mereka” namun itu adalah anugerah dan tugas sorgawi seperti yang diterima oleh nabi Yehezkiel, arti namnya ”Allah telah menguatkan,” yang juga mengalami penglihatan-penglihatan yang supernatural. Yehezkiel adalah seorang imam Allah yang turut ke dalam pembuangan ke Babilonia. Di Sungai Kedar (cabang dari Sungai Efrat) ia ditetapkan Allah sebagai nabi bagi bangsanya sendiri. Panggilan dan Tugas Yehezkiel tertulis demikian dalam bukunya:

”Dan terjadilah pada
tahun ketiga puluh, bulan keempat, tanggal kelima bulan itu, ketika aku berada di antara para tawanan di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat tampilan-tampilan (visions) dari Allah (1:1). Hai anak manusia (son of man), Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi keluarga Israel. Dan engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku dan mengajar mereka atas nama-Ku.
Ketika Aku berkata kepada orang jahat: Engkau akan mati!, dan engkau tidak memperingatkan dia, dan engkau tidak berbicara untuk memperingatkan orang jahat itu dari jalan hidupnya yang jahat untuk menyelamatkan hidupnya, dia, orang jahat itu, akan mati di dalam kejahatannya, tetapi Aku akan menuntut darahnya dari tanganmu.
Namun engkau, bilamana enkau memperingatkan orang jahat itu , dan dia tidak berbalik dari kejahatannya atau dari jalan hidupnya, dia, orang jahat itu, akan mati di dalam kejahatannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
Dan ketika orang benar berpaling dari kebenaran dan melakukan ketidakadilan, dan Aku meletakkan sebuah batu sandungan di hadapannya, dia akan mati; bilamana engkau tidak memperingatkannya, dia akan mati di dalam dosalnya dan kebenaran yang telah dilakukannya tidak akan diingat lagi, tetapi Aku akan menuntut darahnya dari tanganmu.
Namun engkau, bilamana engkau memperingatkan dia, orang benar itu, supaya orang benar itu jangan berbuat dosa, dan memang (karenanya) ia tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, karena dia telah diperingatkan dan engkau telah menyelamatkan nyawamu.” (1:17-21)
Namun ketika Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu, dan engkau harus mengatakan kepada mereka, beginilah Allah berfirman. Siapa yang mendengarkan, biarlah dia mendengarkan, dan siapa yang mengabaikan, biarlah dia mengabaikan, karena mereka adalah keturunan pemberontak.” (27);
Masa pelayanan Yehezkiel, hampir sama dengan kondisi orang beriman saat ini di dunia; ia melihat saudara-saudarinya yang terbuang karena tidak berjalan dalam peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan, dan menyembah berhala-berhala (Yez 5), termasuk dewa Tamus (Tammuz; Sun god /dewa Matahari dari orang Sumeria/ Babel, suami dari dewi Ishtar, darimana kata Easter berasal (Yez. 8).
Nabi Yehezkiel telah memperingatkan mereka akan hukuman allah yang tidak tertunda dan mendorong mereka bertobat. Namun malangnya, mereka gagal menyadari dalamnya kehancuran yang di depan mereka, sehingga menyebabkan orang-orang yang masih tertinggal di Yerusalam dan Yudea juga bergabung ke dalam pembuangan, dan hanya menyisahkan sedikit. Melihat tanda-tanda jaman yang digambarkan oleh Yesus, kita tahu bahwa kita sedang berada di akhir dari penggantian jaman, hal-hal akan semakin buruk sebelum bumi yang baru tiba. Kiranya, tulisan ini bisa membantu pembaca untuk menjadi bijak dan bisa tergolong sebagai kelompok orang yang setia kepada Allah. Yesus memberkati kita semua.
- Elizabeth, gadis Indonesia September 2001 saat berdoa syafaat dengan team doanya: Elizabeth dari Indonesia Diperlihatkan Sorga dan Neraka
- Jennifer Perez, berusia 15 tahun saat diperlihatkan Neraka
- Ian McCormack, pemuda Atheist, koma karena racun ubur-ubur:A Glimpse of Eternity
- Anak-anak tidak berbohong. Elohim memakai Calton, putra seorang pendeta dari Nebraska Amerika untuk melihat isi Sorga ketika ia masih berusia 4 tahun di tahun 2003. FULL: HEAVEN is for REAL by Colton Burpo
- Marry K. Baxter
- Victoria Nehale dari Namibia tahun 2005 diperlihatkan isi Neraka dua kali. Pesan Yeshua kepada kita “Waktu sedang terbur habis!”
- Bernarda Fernandez, dua kali ini malaikat membawa ia ke Sorga dan Neraka, ia diperlihatkan kehidupan kota New York, kebohongan Purgatori, upah dari praktek perdukunan
- Adelaida, wanita Bolivia (Amerika Latin), diperlihatkan Sorga dan Neraka dan di sana ia diperlihatkan tokoh-tokoh terkenal yang sudah meninggal dunia: Kekudusan Dituntut Untuk Masuk Ke Sorga; kesaksian Adelaida De Carrillo
- Penginjil sekaligus Pendeta Carmelo Brenes, 1982, ia meninggal dalam suatu kecelakaan dan dihidupkan kembali: Kehidupan Kristen Yang Tidak Sesuai Alkitab Akan Berakhir Di Neraka
- Angelica Zambrano, remaja Ecuador, diperlihatkan Sorga dan Neraka ketika ia terlibat dalam doa-puasa 15 hari di Gerejanya.Persiapkan dirimu untuk bertemu dgn Elohim!
Pengalaman mereka adalah nyata dan Alkitabiah, dari negara yang berbeda, tingkat intelktual yang berbeda, serta waktu dan umur yang berbeda namun kesaksian mereka sejalan dengan Alkitab dan saling meneguhkan, di bawah ini tambahan kesaksian sejenis dari hamba-hamba Allah:
- Pendeta Korea Park Young Gyu, mati dan hidup kembali: SORGA DAN NERAKA SATU PENDATANG BANDING SERIBU; Kesaksian Reverend YONG GYU PARK
- Pendeta John Bunyan hidup di abad 17, telah dibawa oleh malaikat Allah berkunjung ke Sorga dan Neraka, berbicara dengan guru Atheisnya di Neraka. Guru inilah yang membuat John hampir bunuh diri, namun ia diselamatkan malaikat. Penglihatan-penglihatan tentang Sorga dan Neraka; kesaksian John Bunyan
- Rasul Paulus: “Sesungguhnya, bermegah tidaklah menguntungkan bagiku, karena (nya) aku akan tiba pada penglihatan dan penyingkapan Allah (I will move on to visions and revelations of the Lord; HCSB). Aku mengetahui seseorang di dalam Yesus empat belas tahun yang lalu, entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah mengetahuinya. Orang itu diangkat sampai ke Sorga yang ketiga. … bahwa dia diangkat ke firdaus dan dia mendengar firman yang tak terkatakan, yang bagi manusia tidak boleh mengucapkannya. (2Korintus 12:1-4)
James Durham seorang pendeta tentara Amerika Serikat yang bertugas hampir 30 tahun lamanya. Usia 3 tahun tentang Sorga dan usia 4 tahun mendapat penglihatan barisan pasangan binatang memasuki sebuah bangunan (perahu nabi Nuh?). Pada 2008 hari-hari ketika ia sedang bersyafaat untuk Damai bagi Yerusalem, malamnya ia di bawa ke Sorga, dimana ia melihat Yesus duduk di kursi Kerajaan-Nya. Dua kali ia bertemu Yesus di tahta-Nya.

Ketika Sid Roth, pendeta Yahudi yang percaya Yeshua adalah Ha Mashiahmewancarai Pendeta Durham di tahun 2014 dan bertanya kepadanya ”Anda tahu, … saya mendengar begitu banyak orang sekarang, orang-orang beriman mengalami berkunjung ke Sorga. Mengapa hal itu terjadi sekarang?
Pendeta James ini menjawab: Ya Sid. Saya percaya alasan bahwa itu sedang berlangsung saat ini adalah waktu tersebut begitu singkat (yakni: kedatangan Yeshua menjemput Gereja-Nya). Pada Suratan Yohanes Pertama, ia berkata, “bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir” (mengutip 1Yohanes 2:18). Ayat ini dan ayat-ayat Kitab Suci lainya menunjukkan Antikristus datang memerintah tepat sebelum Yesus menjemput Gereja-Nya, yakni, orang-orang yang percaya dan mengikuti ketetapan dan perintah-perintah-Nya (Wahyu 12:1-6; 1Tesalonika 4:13-18). Pendeta James Durham telah menulis buku tentang apa yang ia alami dalam penglihatan tersebut berjudul: Beyond The Ancient Door. Menurut kalender Yahudi Januari 2015 adalah bulan ke sepuluh dari Tahun 5775. Kalender Allah adalah “6 hari kerja lalu hari ke 7 Sabat (istirahat)” dan “1 hari bagi Allah sama dengan 1000 (seribu) tahun bagi manusia. Berarti masa “Seribu Tahun Damai” dimana Yesus akan memerintah sebagai Raja di Bumi, setelah Antikristus dan nabi palsunya dikalahkan, sudahlah sangat dekat.

Yesus berpesan: “Tetapi pada masa itu,sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia (the Son of Man) datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. (Markus 13:24-29, ITB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.