animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Jumat, 26 Agustus 2016

KESAKSIAN KIRSTEN POWERS (MANTAN ATHEIST) - BERTEMU YESUS, BERTOBAT DAN MENJADI KRISTEN



KESAKSIAN KIRSTEN POWERS – ATHEIS TO JESUS


Orang Kristen perlu berdoa lebih banyak agar lebih banyak lagi jurnalis mengenal YESSUS !! 

Kirsten memerlukan dukungan doa orang-orang percaya di dalam menghadapi tantangan di dunia sekitar dia hidup. Iblis sering kali menipu orang percaya dengan lebel-lebel palsu, fakta sesungguhnya ialah Yesus adalah seorang yang ‘Murni Demokrat’- Dia bergaul dengan Zakeus (pemungut cukai), satu dari murid setia-Nya adalah Maria Magdalena (pelacur yang tertangkap basah, dan diselamatkan). Bedanya Yesus tidak kompromi dengan dosa seperti kebanyakan para Demokrat Amerika! Label palsu Iblis lainnya ialah ”bagaimana kamu bisa jadi seorang Scientist dan tetap seorang Kristen?” atau ”seorang Filsafat dan tetap seorang Kristen?” Kata Kirsten.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17).


Shalom, begini kisahnya :

Kirsten Powers, seorang jurnalis dari kantor berita Fox News dan bekerja untuk partai Demokrat Amerika Serikat, bersaksi bagaimana ia seorang yang alergi dengan hal-hal yang berbau “Kristen” namun sekarang dia memeluknya dengan gembira bahkan ia terang-terangan menyatakan dirinya “Kristen lahir baru” dan menjadi pengikut Yeshua.


Kirsten Powers wanita yang cerdas, cantik, komentator Demokrat pada Fox News, yang adalah seorang atheis hampir dalam seluruh kehidupannya sampai akhirnya dia berkata bahwa dia telah mengalami pertemuan pribadi dengan Yeshua.


Latar belakang Kirsten

Kirsten telah bertumbuh di Gereja Episcopal di Alaska, namun mengakui bahwa imannya saat itu “dangkal” dan “tipis.” Tetapi ketika ia memasuki perguran tinggi, kenyataan kehadiran Allah telah lenyap dari dirinya khususnya ketika ayahnya sendiri mulai luntur imannya.

“Mulai awal usia dua puluh dan seterunya, saya terombang-ambing antara atheism (tidak percaya adanya Allah) danagnosticism (keyakinan yang sama sekali menolak adanya kebenaran yang mutlak), tidak pernah datang mendekat untuk berpikir bahwa Allah dapatlah ada nyata.”

Setelah lulus dari bangku kuliah, Powers bekerja dengan team Clinton (politikus) dari tahun 1992 sampai 1998, menyadari politik-politik Demokrat “adalah agama kami, untuk sebuah batas tertentu.”

“Semua teman saya adalah sekuler, liberal,” ia bercerita kepada Radio Focus on the Family. “Jadi, saya sungguh pergi semakin masuk ke dalam sebuah dunia sekuler secara luar biasa. Sekarang semua teman saya pada dasarnya adalah orang-orang atheist, atau jika mereka ada memiliki sejenis hal yang bersifat rohani, mereka sangatlah tidak bersahabat terhadap keagamaan, khususnya kekristenan. Jadi saya saat itu sungguh tidak ada ketertarikan sama sekali tentang itu.” [Anda lihat betapa media Barat telah berhasil menipu banyak orang dengan memutar balik citra Kristianiti – ajaran Yesus, Anak Manusia yang tanpa noda dan dosa dan ajarannya sangat mulia]

”Jadi ketika saya mulai pacaran dengan seorang pria yang percaya Yesus,” ia menulis, ”saya tidak mencari Allah. Jelasnya, seminggu sebelum saya bertemu pria ini, seorang teman saya bertanya pada ku jika memiliki hal tertentu untuk pacaran. Respon saya : ’Siapa saja asal ia tidak beragama.’”

Bulan-bulan pertama dalam masa pacaran mereka, pacar prianya bertanya pada Kirsten, “Apakah kamu percaya Yesus adalah Juruselamatmu?” “Perutku tenggelam. Saya mulai panik,” ia mengingat, “Oh tidak, pikiran pertamaku. Pria ini gila.”

Ketika Kirsten respond bernada negative, maka pacar prianya mulai bertanya, ”Apakah kamu berpikir kamu dapatlah pernah mempercayai itu?” Pria ini mungkin berkehendak menikahi Kirsten, namun menandaskan bahwa ia tidaklah dapat menjalin hubungan dengan seorang yang bukan Kristen.

Kirsten menjawab dengan jujur, “Saya berkata, saya tidak ingin menyesatkan pacarnya – saya tidak akan pernah percaya kepada Yesus,” ia bercerita. Lalu pria ini berkata perkataan ‘magic’ kepada wanita liberal ini: ‘Apakah kamu pikir kamu dapat tetap berpkiran terbuka tentang hal itu?’ Well, tentu saja. ‘saya orang yang sangat berpikiran terbuka! Meskipun saya saat itu tidak sama sekali berpikiran terbuka.’”

“Jika ada satu hal yang saya benar-benar aman, itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mematuhi agama apapun – terutama kepada Kristen Injili, yang saya pernah mengadakan penghinaan khususnya,” ia menulis di Chritianity Today.

Bagaimanapun ia memutuskan untuk sekali saja berkunjung ke gereja pacarnya.


Mulai melihat terang

Saat Kirsten pertama kalinya berkunjung ke gereja, ia menjadi tertarik dengan kotbah pendetanya. “Pendeta ini menerangkan pesannya dengan pengetahuan yang dalam, berpindah dari seni, sejarah dan filsafat. Saya memutuskan untuk kembali mendengarnya kembali. Segera, mendengarkan pendeta Keller berkotbah menjadi inpirasi dari minggu saya.” – namun satu hal yang Kirsten tidak suka: pendeta ini selalu menutup kotbahnya dengan mengaitkan semua hal tersebut dengan Yesus, Kirsten berkata, ”Untuk bulan-bulan pertama, saya merasa frustasi: Mengapa ia harus menghancurkan percakapan yang bagus sempurna dengan Yesus tidak masuk akal ini?”

Minggu ke minggu, pendeta Keller membicarakan suatu perkara tentang kekristenan dan perkara melawan atheism dan agnosticism. Itu menantang Kirsten Powers untuk mulai membaca Alkitab dan pacar prianya berdoa dengan dia untuk Allah menyatakan Diri-Nya sendiri kepada jurnalis tersebut.

Setelah sekitar delapan bulan mendengarkan Keller, journalist ini menyimpulkan “bukti memberatkan pada sisi kekristenan. Namun saya belum merasakan hubungan dengan Elohim, dan seriusnya, saya tidak bermasalah dengan hal itu. Saya saat itu masih tetap berpikir bahwa orang-orang yang berbicara tentang mendengarkan suara dari Allah atau mengalami Allah adalah delusi/khayalan atau berbohong.”

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yoh 10:27-28)


Yeshua menampakkan diri-Nya kepada Kirsten melalui mimpi

Pada kondisi jiwa seperti di atas ia pergi ke Taiwan, tujuh tahun lalu. Kirsten bertemu dengan Penciptanya. tahun 2006 di Taiwan, Kirsten Powers berkata, “Saya terbangun dalam perasaan seperti dalam persimpangan antara sebuah mimpi dan kenyataan. Yeshua datang kepada ku dan berkata, ‘Inilah Aku (Here I am).’”

Ia bercerita kepada majalah Christianity Today, “Itu terasa sungguh nyata. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” Kirsten bercerita, “saya telpon pacar saya, namun sebelum saya punya waktu untuk menjelaskan padanya tentang hal itu, ia bercerita pada ku bahwa ia telah berdoa satu malam sebelumnya dan merasa kami seharusnya putus hubungan. Jadi kami lakukan. Jujurnya, sementara saya kecewa, saya lebih trauma oleh kunjungan Yesus kepada ku.

“Saya telah mencoba untuk menghapus pengalaman tersebut sebagai synapses (pembuahan dua jenis sel tubuh) yang salah tembak, tetapi saya tidak dapat menguncangkannya. Ketika saya kembali ke New York beberapa hari kemudian, saya terhilang, Saya tiba-tiba merasakan Allah ada dimana-mana dan itu sungguh mengerikan. Lebih penting, itu tidak diundang. Itu terasa seperti suatu invasi. Saya mulai takut saya menjadi gila.”

Dalam sebuah wawancara TV di Saluran Fox News denganHoward Kurtz, “REPORTER’S RELIGIOUS AWAKENING; Becoming a Devout Evangelical Christian,” Kirsten berkata, “Dan saya telah memiliki pengalaman ini dimana saya telah mendapat mimpi layaknya mengakhiri duniaku sedikit, bahwa saya, pada mulanya, hanya berpikir itu hanyalah mimpi, sebab saya sebelumnya sungguh tidak percaya hal-hal seperti itu. Dan mungkin itu hanyalah sebuah mimpi, saya tidak tahu, namun itu menaruh saya pada jalan-jalan setapak pencarian untuk belajar tentang itu. Saya berakhir di dalam pelajaran Alkitab dan sisanya adalah semacam sejarah.” Puluhan kesaksian orang-orang Muslim berjumpa Yeshua di MuslimJourneToHope.com

Itu mengambil sekitar dua tahun untuk Kirsten dapat menerima apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia menghadiri pelajaran Alkitab yang dipimpin oleh Kathy Keller.

Ia teringat ketika pertama kalinya berjalan masuk ke pertemuan tersebut, perutnya terasa terikat oleh sebuah tali. ”Dalam pikiran saya, hanyalah orang-orang aneh dan fanatik yang pergi ke pelajaran-pelajaran Alkitab,” ia menulis. ”Saya tidak ingat apa yang dikatakan hari itu. Namun semua yang saya tahu ketika saya meninggalkan tempat itu, segala sesuatu telah berubah. Saya tidak akan pernah lupa berdiri diluar apartment the Upper East Side itu dan berkata kepada diriku sendiri, ’Itu benar. Itu benar semuanya.’ Dunia terlihat berbeda seluruhnya, seperti sebuah kerudung telah diangkat keluar. Saya tidak memiliki satu kata keraguan. Saya dipenuhi dengan kesukaan yang tidak dapat diterangkan.”

“Ketakutan masa depan (dunia karir) menjadi seorang Kristen yang sungguhan merayap mundur hampir tiba-tiba. Beberapa bulan saya telah menghabiskan waktu melakukan yang terbaik saya bisa untuk bergumul keluar dari Allah. Tidak ada artinya. Kesetiap tempat saya berpaling, disana Dia berada. Pelan-pelan ketakutan berkurang dan sukacita bertambah. Suara Aungan Sorga telah mengejar saya dan menangkap saya – entah saya suka itu atau tidak.”
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Mata-Mu melihat, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Mazmur Daud 139:1-16

Hidup di New York, dimana uang dan material adalah Mamon dan kebebasan hidup adalah Beetzebul dan worldview tentang kehidupan jauh dari nilai-nilai moral Alkitab, Kirsten menghadapi banyak tantangan, banyak dari mereka mempertanyakan keputusan sebagai pengikut Yesus, ia gambarkan hal dengan ”Itu tidak seperti hidup di Selatan (Amerika Serikat) atau ditempat lain dimana setiap orang Kristen. Saya hidup di sebuah dunia dimana tidak seorangpun orang percaya. Jika saya mendapati satu dollar untuk setipa kali seseorang berkata, ’Saya tidak mengerti: bagaimana kamu dapat ada seorang Demokrat dan ada sebagai seorang Kristen?’ Saya tentunya sudah jadi seorang millioner.”Kirsten bercerita sambil tersenyum.

Sumber :



Kirsten Powers From Atheism to Christianity




Published on Feb 10, 2014

From an interview on Focus on the Family, Kristen talks about her unlikely conversion to Christianity.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17).

Komentar saya: Orang Kristen perlu berdoa lebih banyak agar lebih banyak lagi jurnalis mengenal yesus !! Kirsten memerlukan dukungan doa orang-orang percaya di dalam menghadapi tantangan di dunia sekitar dia hidup. Iblis sering kali menipu orang percaya dengan lebel-lebel palsu, fakta sesungguhnya ialah Yesus adalah seorang yang ‘Murni Demokrat’- Dia bergaul dengan Zakeus (pemungut cukai), satu dari murid setia-Nya adalah Maria Magdalena (pelacur yang tertangkap basah, dan diselamatkan). Bedanya Yeshua tidak kompromi dengan dosa seperti kebanyakan para Demokrat Amerika! Label palsu Iblis lainnya ialah ”bagaimana kamu bisa jadi seorang Scientist dan tetap seorang Kristen?” atau ”seorang Filsafat dan tetap seorang Kristen?” Fakta bertumpuk menunjukkan bahwa banyak penemuan teknologi yang kita sekarang pakai ditemukan oleh orang-orang Kristen seperti Sir Isaac Newton (ahli matematika dan penemu telescope); professor filsafat abad 20 dari universitas terkenal (seperti CS LewisDerek Prince) adalah para Kristen sejati. Tokoh Gereja Barat yang merubah paganism dan barbarian di Eropa menjadi benua ‘Demokrasi’ dan Pembela HAM adalah ahli Alkitab Perjanjian Lama, bernama Saulus orang Tarsus. Kita harus bangga menjadi pengikut-pengikut Yeshua Ha Mashiah sebab kita adalah ”Garam dan Terang Dunia” lebih lagi kita disebut ”the children of The Most High,” seperti Yeshua berkata kepada para pengikut-Nya:Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Elohim Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:35-36)


Demikian Kirsten Powers mengakhiri kesaksiannya …



Tetap meminta semangat kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. 


Amin.



****************************************************************

KESAKSIAN KIRSTEN POWERS (MANTAN ATHEIST) - BERTEMU YESUS, BERTOBAT DAN MENJADI KRISTEN      


Kirsten Powers, seorang jurnalis dari kantor berita Fox News dan bekerja untuk partai Demokrat Amerika Serikat, bersaksi bagaimana ia seorang yang alergi dengan hal-hal yang berbau “Kristen” namun sekarang dia memeluknya dengan gembira bahkan ia terang-terangan menyatakan dirinya “Kristen lahir baru” dan menjadi pengikut Yesus.

Joe Kovacs, adalah seorang penulis kesaksian Kirsten, berikut ini bagian besar laporannya. Joe adalah penulis dari buku “Shocked by the Bible: The Most Astonishing Facts You’ve Never Been Told” dan, “The Divine Secret: The Awesome and Untold Truth About Your Phenomenal Destiny.”

Kirsten Powers wanita yang cerdas, cantik, komentator Demokrat pada Fox News, yang adalah seorang atheis hampir dalam seluruh kehidupannya sampai akhirnya dia berkata bahwa dia telah mengalami pertemuan pribadi dengan Yesus.


Latar belakang Kirsten

Kirsten telah bertumbuh di Gereja Episcopal di Alaska, namun mengakui bahwa imannya saat itu “dangkal” dan “tipis.” Tetapi ketika ia memasuki perguran tinggi, kenyataan kehadiran Allah telah lenyap dari dirinya khususnya ketika ayahnya sendiri mulai luntur imannya. “Mulai awal usia dua puluh dan seterusnya, saya terombang-ambing antara atheism (tidak percaya adanya Allah dan agnosticism (keyakinan yang sama sekali menolak adanya kebenaran yang mutlak), tidak pernah datang mendekat untuk berpikir bahwa Allah dapatlah ada nyata.” Setelah lulus dari bangku kuliah, Powers bekerja dengan team Clinton (politikus) dari tahun 1992 sampai 1998, menyadari politik-politik Demokrat “adalah agama kami, untuk sebuah batas tertentu.” “Semua teman saya adalah sekuler, liberal,” ia bercerita kepada Radio Focus on the Family. “Jadi, saya sungguh pergi semakin masuk ke dalam sebuah dunia sekuler secara luar biasa. Sekarang semua teman saya pada dasarnya adalah orang-orang atheist, atau jika mereka ada memiliki sejenis hal yang bersifat rohani, mereka sangatlah tidak bersahabat terhadap keagamaan, khususnya Kristen. Jadi saya saat itu sungguh tidak ada ketertarikan sama sekali tentang itu.” [Anda lihat betapa media Barat telah berhasil menipu banyak orang dengan memutar balik citra Kristen - ajaran Yesus, Anak Manusia yang tanpa noda dan dosa dan ajarannya sangat mulia]

”Jadi ketika saya mulai pacaran dengan seorang pria yang percaya Yesus,” ia menulis, ”saya tidak mencari Allah. Jelasnya, seminggu sebelum saya bertemu pria ini, seorang teman saya bertanya pada ku jika memiliki hal tertentu untuk pacaran. Respon saya : ’Siapa saja asal ia tidak beragama.’” Bulan-bulan pertama dalam masa pacaran mereka, pacar prianya bertanya pada Kirsten, “Apakah kamu percaya Yesus adalah Juruselamatmu?”
“Perutku tenggelam. Saya mulai panic,” ia mengingat, “Oh tidak, pikiran pertamaku. Pria ini gila.”

Ketika Kirsten merespon dengan bernada negative, maka pacar prianya mulai bertanya, ”Apakah kamu berpikir kamu dapatlah pernah mempercayai itu?” Pria ini mungkin berkehendak menikahi Kirsten, namun menandaskan bahwa ia tidaklah dapat menjalin hubungan dengan seorang yang bukan Kristen. Kirsten menjawab dengan jujur, “Saya berkata, saya tidak ingin menyesatkan pacarnya – saya tidak akan pernah percaya kepada Yesus,” ia bercerita. Lalu pria ini berkata perkataan ‘magic’ kepada wanita penganut bebas tanpa agama ini /liberal ini: ‘Apakah kamu pikir kamu dapat tetap berpkiran terbuka tentang hal itu?’ Well, tentu saja. ‘saya orang yang sangat berpikiran terbuka! Meskipun saya saat itu tidak sama sekali berpikiran terbuka.’” “Jika ada satu hal yang saya benar-benar aman, itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mematuhi agama apapun – terutama kepada Kristen Injili, yang saya pernah mengadakan penghinaan khususnya,” ia menulis di Chritianity Today.

Bagaimanapun ia memutuskan untuk sekali saja berkunjung ke gereja pacarnya.


Mulai melihat terang

Saat Kirsten pertama kalinya berkunjung ke gereja, ia menjadi tertarik dengan kotbah pendetanya. “Pendeta ini menerangkan pesannya dengan pengetahuan yang dalam, berpindah dari seni, sejarah dan filsafat. Saya memutuskan untuk kembali mendengarnya kembali. Segera, mendengarkan pendeta Keller berkotbah menjadi inpirasi dari minggu saya.” – namun satu hal yang Kirsten tidak suka: pendeta ini selalu menutup kotbahnya dengan mengaitkan semua hal tersebut dengan Yesus, Kirsten berkata, ”Untuk bulan-bulan pertama, saya merasa frustasi: Mengapa ia harus menghancurkan percakapan yang bagus sempurna dengan mengaitkan yesus yang tidak masuk akal ini?”

Minggu ke minggu, pendeta Keller membicarakan suatu perkara tentang kekristenan dan perkara melawan atheism dan agnosticism. Itu menantang Kirsten Powers untuk mulai membaca Alkitab dan pacar prianya berdoa dengan dia untuk Allah menyatakan Diri-Nya sendiri kepada jurnalis tersebut.

Setelah sekitar delapan bulan mendengarkan Keller, journalist ini menyimpulkan “bukti memberatkan pada sisi kekristenan. Namun saya belum merasakan hubungannya dengan Allah, dan seriusnya, saya tidak bermasalah dengan hal itu. Saya saat itu masih tetap berpikir bahwa orang-orang yang berbicara tentang mendengarkan suara dari Allah atau mengalami Allah adalah omong kosong/khayalan/delusi atau berbohong.”

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yoh 10:27-28)


Yeshua menampakkan diri-Nya kepada Kirsten melalui mimpi

Pada kondisi jiwa seperti di atas ia pergi ke Taiwan, tujuh tahun lalu. Kirsten bertemu dengan Penciptanya. tahun 2006 di Taiwan, Kirsten Powers berkata, “Saya terbangun dalam perasaan seperti dalam persimpangan antara sebuah mimpi dan kenyataan. Yesus datang kepada ku dan berkata, ‘Inilah Aku (Here I am).’”

Ia bercerita kepada majalah Christianity Today, “Itu terasa sungguh nyata. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” Kirsten bercerita, “saya telpon pacar saya, namun sebelum saya punya waktu untuk menjelaskan padanya tentang hal itu, ia bercerita pada ku bahwa ia telah berdoa satu malam sebelumnya dan merasa kami seharusnya putus hubungan. Jadi kami lakukan. Jujurnya, sementara saya kecewa, saya lebih trauma oleh kunjungan Yesus kepada ku.”

“Saya telah mencoba untuk menghapus pengalaman tersebut sebagai synapses (pembuahan dua jenis sel tubuh) yang salah tembak, tetapi saya tidak dapat menguncangkannya. Ketika saya kembali ke New York beberapa hari kemudian, saya terhilang, Saya tiba-tiba merasakan Allah ada dimana-mana dan itu sungguh mengerikan. Lebih penting, itu tidak diundang. Itu terasa seperti suatu invasi. Saya mulai takut saya menjadi gila.”

Dalam sebuah wawancara TV di Saluran Fox News dengan Howard Kurtz, “REPORTER’S RELIGIOUS AWAKENING; Becoming a Devout Evangelical Christian,” Kirsten berkata, “Dan saya telah memiliki pengalaman ini dimana saya telah mendapat mimpi layaknya mengakhiri duniaku sedikit, bahwa saya, pada mulanya, hanya berpikir itu hanyalah mimpi, sebab saya sebelumnya sungguh tidak percaya hal-hal seperti itu. Dan mungkin itu hanyalah sebuah mimpi, saya tidak tahu, namun itu menaruh saya pada jalan-jalan setapak pencarian untuk belajar tentang itu. Saya berakhir di dalam pelajaran Alkitab dan sisanya adalah semacam sejarah.” Puluhan kesaksian orang-orang Muslim berjumpa Yeshua di MuslimJourneToHope.com

Itu mengambil sekitar dua tahun untuk Kirsten dapat menerima apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia menghadiri pelajaran Alkitab yang dipimpin oleh Kathy Keller.

Ia teringat ketika pertama kalinya berjalan masuk ke pertemuan tersebut, perutnya terasa terikat oleh sebuah tali. ”Dalam pikiran saya, hanyalah orang-orang aneh dan fanatik yang pergi ke pelajaran-pelajaran Alkitab,” ia menulis. ”Saya tidak ingat apa yang dikatakan hari itu. Namun semua yang saya tahu ketika saya meninggalkan tempat itu, segala sesuatu telah berubah. Saya tidak akan pernah lupa berdiri diluar apartment the Upper East Side itu dan berkata kepada diriku sendiri, ’Itu benar. Itu benar semuanya.’ Dunia terlihat berbeda seluruhnya, seperti sebuah kerudung telah diangkat keluar. Saya tidak memiliki satu kata keraguan. Saya dipenuhi dengan kesukaan yang tidak dapat diterangkan.”

“Ketakutan masa depan (dunia karir) menjadi seorang Kristen yang sungguhan merayap mundur hampir tiba-tiba. Beberapa bulan saya telah menghabiskan waktu melakukan yang terbaik saya bisa untuk bergumul keluar dari Allah. Tidak ada artinya. Ke setiap tempat saya berpaling, disana Dia berada. Pelan-pelan ketakutan berkurang dan sukacita bertambah. Suara Aungan/bergaung Sorga telah mengejar saya dan menangkap saya – entah saya suka itu atau tidak.”

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Mata-Mu melihat, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Mazmur Daud 139:1-16

Hidup di New York, dimana uang dan material adalah Mamon dan kebebasan hidup adalah Beetzebul dan worldview tentang kehidupan jauh dari nilai-nilai moral Alkitab, Kirsten menghadapi banyak tantangan, banyak dari mereka mempertanyakan keputusan sebagai pengikut Yeshua, ia gambarkan hal dengan ”Itu tidak seperti hidup di Selatan (Amerika Serikat) atau ditempat lain dimana setiap orang Kristen. Saya hidup di sebuah dunia dimana tidak seorangpun orang percaya. Jika saya mendapati satu dollar untuk setipa kali seseorang berkata, ’Saya tidak mengerti: bagaimana kamu dapat ada seorang Demokrat dan ada sebagai seorang Kristen?’ Saya tentunya sudah jadi seorang millioner.” Kirsten bercerita sambil tersenyum.

Komentar saya: Orang Kristen perlu berdoa lebih banyak agar lebih banyak lagi jurnalis mengenal Allah !! Kirsten memerlukan dukungan doa orang-orang percaya di dalam menghadapi tantangan di dunia sekitar dia hidup. Iblis sering kali menipu orang percaya dengan lebel-lebel palsu, fakta sesungguhnya ialah Yesus adalah seorang yang ‘Murni Demokrat’- Dia bergaul dengan Zakeus (pemungut cukai), satu dari murid setian-Nya adalah Maria Magdalena (pelacur yang tertangkap basah, dan diselamatkan). Bedanya Yesus tidak kompromi dengan dosa seperti kebanyakan para Demokrat Amerika!

Label palsu Iblis lainnya ialah ”bagaimana kamu bisa jadi seorang Scientist dan tetap seorang Kristen?” atau ”seorang Filsafat dan tetap seorang Kristen?” Fakta bertumpuk menunjukkan bahwa banyak penemuan teknologi yang kita sekarang pakai ditemukan oleh orang-orang Kristen seperti Sir Isaac Newton (ahli matematika dan penemu telescope); professor filsafat abad 20 dari universitas terkenal (seperti CS Lewis, Derek Prince) adalah para Kristen sejati. Tokoh Gereja Barat yang merubah paganism dan barbarian di Eropa menjadi benua ‘Demokrasi’ dan Pembela HAM adalah ahli Alkitab Perjanjian Lama, bernama Saulus orang Tarsus.

Kita harus bangga menjadi pengikut-pengikut Tuhan Yesus sebab kita adalah ”Garam dan Terang Dunia” lebih lagi kita disebut ”the children of The Most High,” seperti Yesus berkata kepada para pengikut-Nya: Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:35-36)

2 Korintus 5:17 - Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Seorang manusia yang menjadi pengikut Yesus tidak serta merta menjadi militan didalam mental rohaninya. Proses demi proses harus dialami oleh orang itu supaya menjadi seorang yang benar-benar stabil didalam level iman kekristenan-nya. Proses demi proses itu tidaklah mudah, belum lagi proses untuk mempertahankan level keimanan, semua proses itu memerlukan waktu yang tidak singkat juga tidak mudah. Oleh karena itu ada benarnya kita meminta kepada Tuhan Yesus untuk membuat stabil iman kita.

Tetap meminta semangat kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menjalani hari-demi hari. Selalu mempunyai prinsip untuk menjadi manusia yang lebih baik dan benar dimata Tuhan. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. 


Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?