Medan peperangan orang percaya adalah didalam doa. Doa yang terus menerus dan bertekun. Orang percaya adalah pasukan-pasukan doa yang punya kuasa dan otoritas. Orang-orang yang siap untuk masuk dalam peperangan haruslah orang-orang pemenang yang telah menang dari sakit hati, kecewa, iri hati.Sudah tidak lagi jatuh bangun terus menerus dalam dosa. Orang yang siap berperang adalah pemenang-pemenang yang siap meraih apa yang Tuhan janjikan kepada mereka.
Siap untuk membayar harga dan melakukan apa saja, kuat dalam kekuatan kuasa-Nya, siap menghancurkan benteng-benteng dan kubu-kubu musuh, siap menuai jiwa-jiwa, gigih, pantang menyerah, tidak menggerutu dan mengeluh, tidak mengambil kemuliaan untuk diri sendiri, mengasihi Tuhan, menyerahkan hidup bagi Tuhan dan tahu cara berperang didalam roh. Dapat mengenal musuh yang sebenarnya dan selalu berjaga-jaga.
Dimensi Dalam peperangan rohani selain mengenal musuh yang sebenarnya (iblis dan para malaikatnya), tahu cara kerjanya, juga harus tahu strategi memeranginya. Pasukan perlu mempersiapkan diri secara karakter, cara berpikir yang tunduk pada Kristus, ketaatan pada Panglima Besar Tuhan Yesus Kristus, mempersenjatai diri. Peperangan yang tidak asal berperang tanpa pengertian. Peperangan rohani adalah bagaimana kita banyak melibatkan Roh Kudus. Kita memiliki dasar pengertian yang benar tentang Tuhan Allah kita, termasuk juga mengenal diri kita sendiri.
Allah adalah Yang Maha Kuasa, kekuasaan-Nya tidak terbatas. Segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah. Wahyu 1:8 “Aku adalah Alva dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa.”
Yeremia 32:17...Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! Matius 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata :”Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Yeremia 50:44b Sebab siapakah yang seperti Aku? Siapakah yang berani mendakwa Aku? Siapakah gerangan gembala yang tahan menghadapi Aku?
Perkataan yang tertulis di kitab Matius dan Yeremia adalah perkataan Tuhan sendiri; Tuhan menyatakan siapa diri-Nya dan tidak ada yang seperti Dia, tidak ada kuasa apapun yang dapat sebanding dengan kuasa Allah. Dia pencipta, maha kuasa, maha esa, maha hadir, maha tahu. Yesus juga berkuasa atas pemimpin pemerintahan di dunia.
Yohanes 19:10-11a Maka kata Pilatus kepada-Nya:”Tidakkah Engkau mau bicacara dengan Aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau? Dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau? Yesus menjawab:”Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.
Iblis tidak maha kuasa, tidak maha tahu, tidak maha hadir. Ketika mulai memberontak kepada Allah, detik itu juga Allah melemparkannya ke bumi. Iblis jatuh seperti kilat dari langit (Lukas 10:18). Iblis berada pada kendali Tuhan , termasuk apa yang iblis lakukan dalam segala peristiwa alam, gempa bumi dan lain-lain. Pada kisah Ayub, Allah hanya mengijinkan iblis menjamah Ayub sampai pada batas tubuhnya, tetapi tidak diberi kuasa untuk mengambil nyawanya.
Ketika iblis dilemparkan ke bumi maka selain memiliki malaikat-malaikat jahat yang jadi pengikutnya, ia juga mulai mempengaruhi manusia untuk ikut memberotak melawan Allah. Hal itu dilakukannya terhadap manusia pertama yaitu Adam di Taman Eden serta keturunannya. Orang-orang berdosa yang tidak percaya, tidak mau menerima anugerah keselamatan didalam Yesus Kristus memang berada dibawah kuasa iblis. Iblis mempunyai sistim pemerintahan dalam kerajaannya, memimpin kelompok-kelompok roh jahat, juga orang-orang jahat. Iblis memang punya kuasa tetapi tidak maha kuasa. Orang percaya tidak perlu takut kepada iblis tetapi juga jangan menganggap remeh karena iblis lebih berpengalaman, lebih tahu bagaimana menyerang orang percaya, dia tidak pernah lelah untuk mencari kesempatan menjatuhkan orang percaya. Oleh karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga. Tetapi sesungguhnya iblis tidak bisa menguasai orang percaya yang sungguh-sungguh intim dengan Tuhan; anak-anak Allah yang telah lahir baru oleh Roh Kudus, terlindung oleh darah Yesus.
Ketika Adam, melanggar perintah Allah, maka kuasa dosa terus berjalan dari Adam, kepada semua keturunannya, sehingga manusia di bumi berada dibawah kuasa dosa dan berada pada pengaruh kuasa iblis. Untuk itulah maka Tuhan Yesus melalui kematiannya di kayu salib, menggantikan manusia yang berdosa, memberi anugerah keselamatan untuk manusia. Dia menebus manusia dari hukuman dosa yaitu maut . Kematian Yesus memberikan kita kemenangan atas pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara, memberi kemenangan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kolose 2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
Wahyu 1:17-18 ”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Sangat mudah bagi Allah untuk membinasakan iblis. Allah adalah Allah yang maha kuasa dan tidak ada yang seperti Dia. Tidak ada yang bisa memerangi Allah. Status iblis dari awalnya adalah sudah berada pada penghukuman Allah. Ada malaikat jahat yang langsung Tuhan lemparkan ke neraka pada kegelapan yang paling dalam; namun kalau Tuhan Allah melemparkan iblis ke bumi, kemungkinannya adalah karena ada maksud illahi dari Tuhan Allah, untuk kemuliaan Allah. Tuhan membiarkan iblis dan pengikutnya mencobai , untuk menguji kesetiaan, cinta, ketekunan, ketaatan, iman dan keteguhan umat tebusan-Nya. Kita harus menyadari bahwa di medan peperangan rohani, bukan berperang melawan manusia melainkan melawan iblis dan setan-setan yang bekerja melalui manusia. Senjata kita adalah kasih dan pengampunan. Kita harus mengampuni orang yang jahat kepada kita.Kita juga harus memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki iblis yaitu cinta, kerendahan hati, ketaatan, kelembutan, ketulusan, kesetiaan, kebaikan, kemurahan, kekudusan. Iblis ingin membawa manusia memberontak kepada Allah, tetapi anak-anak Allah yang memiliki kuasa darah Anak Domba tidak bersedia mengikuti iblis. Wahyu 12:17 maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Setiap orang percaya adalah umat Tuhan yang telah ditebus oleh darah Yesus, berada di pihak Kristus, otomatis menjadi target dari iblis dan pasukannya.
Peperangan Rohani adalah peperangan di alam roh dalam bentuk doa melawan kuasa-kuasa roh-roh jahat, seperti yang diungkapkan oleh Rasul Paulus dalam Efesus 6:11-18. Merupakan peperangan antara Kerajaan Terang dan kerajaan kegelapan. Kerajaan Terang yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), Allah Roh Kudus, Malaikat Tuhan, Anak-anak Tuhan. Kerajaan kegelapan terdiri dari iblis, pemerintah-pemerintah dalam alam roh, penguasa-penguasa alam roh, penghulu-penghulu dunia yang gelap, roh-roh jahat di udara. Tuhan telah memberikan kuasa pada anak-anak-Nya dan melengkapi mereka dengan kuasa melalui darah Yesus, firman-Nya, dan malaikat-Nya. Sesungguhnya iblis telah dikalahkan oleh darah Yesus, dan tidak mempunyai sengat lagi untuk melumpuhkan umat Tuhan; tetapi hawa nafsu, kelemahan, tipu daya dunia ini dapat menyeret umat Tuhan masuk dalam perangkap iblis. Oleh karena itulah Rasul Paulus menuliskan dalam 1 Petrus 5 : 8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,.... Berperang dalam roh membutuhkan kasih, iman, kesabaran, kesetiaan, keberanian dan semua yang menjadi karakter Yesus. Rasul Paulus mengatakan dalam Efesus 6: 12...perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara.
“Pemerintah” dalam bahasa Yunani Archas, yang berarti penguasa atau yang berwenang, dalam hal ini penguasa di alam satanis, menunjukkan keberadaan suatu organisasi politik di alam satanis, suatu hirarki setan-setan yang berkuasa atas wilayah-wilayah tertentu. “Penguasa” dari kata exousia, kata ini menyiratkan otoritas. Mahluk-mahluk satanis sebagian mempunyai otoritas atas lainnya. “Penghulu,” Cosmoscratos, secara harfiah berarti pemerintah dunia kegelapan. Penghulu ini memimpin kerajaan kegelapan/kerajan iblis. Kuasa jahat ini sebagai roh-roh teritorial.
Hirarki kuasa jahat ini menimbulkan banyak kesusahan di bumi. Inilah musuh kita yang sebenarnya yang mempengaruhi orang-orang melakukan segala bentuk kejahatan. Kita harus mengampuni orang-orang yang menyakiti kita, menyerahkan mereka kepada Tuhan. Peperangan kita, milik Tuhan. Dia-lah yang berhak menuntut pembalasan. Peperangan rohani pada hakekatnya adalah peperangan sepanjang umur hidup manusia ketika masih berada di dunia ini.
PEPERANGAN DI PIKIRAN
Pikiran adalah medan peperangan yang sering dipakai iblis. Iblis menyerang dengan strategi, rencana dan siasat. Ia memperhitungkan dengan cermat, mengantisipasi serangan balik kita, menanti kesempatan yang baik, seperti ular yang siap memagut pada waktu kita lengah. Itulah sebabnya ia selalu menyerang pada waktu kondisi kita sedang lemah. Tipu muslihat iblis adalah dengan serangan mental, memasukkan pikiran-pikiran jahat, menipu dan mengharapkan pikiran-pikiran itu sebagai pikiran kita. iblis mengutus setan-setan untuk menyerang kehidupan pikiran orang-orang percaya sehingga mengalami gangguan atau ketegangan syaraf, stress dan pikiran yang kacau. Sayangnya orang percaya, tidak mengusir imajinasi itu. Kita tidak dapat bertempur dan memenangkan peperangan dengan kekuatan dan pikiran sendiri, tetapi dengan kekuatan dan pikiran Kristus. Banyak anak Tuhan berada dalam kebingungan dan kesulitan karena tidak menawan setiap pikiran dan menyelaraskannya dengan firman Tuhan. Sadari bahwa roh roh jahat menanamkan pikiran di benak kita yang bukan pikiran kita, dan kita harus mengusir pikiran itu.Saya mengalami peperangan di pikiran dengan kuat sampai titik stres dan ketakutan, sampai titik percaya bahwa Tuhan sudah tidak akan mengampuni lagi. Inilah kebohongan yang iblis berhasil masukkan dipikiran saya. Saya nyaris terhilang. Saya telah menerima Yesus sebelum menikah; namun setelah menikah mengalami berbagai masalah sampai akan bercerai dengan suami, melakukan aborsi yang merupakan tindakan pembunuhan manusia yang adalah anak saya sendiri. Ini terjadi sekitar lebih dari tujuh belas tahun yang lalu. Sebenarnya tindakan aborsi adalah tindakan yang paling saya benci. Saya seorang perawat dan paling menentang tindakan ini, tetapi saat itu saya harus melakukan. Pernikahan saya seperti orang tua saya yaitu dijodohkan, sehingga ada tawar hati ketika menjalani pernikahan, bahkan ketika janji pernikahan di gereja, hati saya masih bertanya apakah dia suami saya? Rumah tangga semakin terasa tidak menyenangkan ketika saya semakin tahu bahwa suami saya memiliki kemampuan berpikir dibawah rata-rata. Semua keputusan apapun dan semua kesulitan yang kami hadapai, sayalah yang harus bisa mencari solusi. Tidak ada apapun yang bisa saya pandang untuk bisa mengaguminya. Dia menjadi beban yang memberatkan saya. Tekad saya bulat untuk bercerai dengan suami. Satu-satunya cara yang paling mungkin adalah perzinahan.
Saya sengaja melanggar perintah Tuhan. Saya melakukan dalam kebekuan, tidak menyesal, tidak malu. Itulah kondisi hati saya saat itu; bisa melakukan kejahatan tanpa hati. Hal Itu saya lakukan, meskipun sejujurnya saya tidak sejalan dengan hal ini. Di silsilah keluarga kami tidak ada perzinahan dan poligami. Kedua kakek saya adalah hamba-hamba Tuhan yang takut Tuhan dan penginjil-penginjil. Kakek buyutpun seorang penginjil. Kutuk kehancuran turun atas hidup kami setelah ayah saya ke dukun. Saya marah dan memberontak kepada Allah, saya merasa Allah tidak adil, sepanjang hidup saya selalu mengalami kesusahan. Apa salah saya? Saya sengaja melanggar perintah Tuhan dengan melakukan hal tersebut. Hasilnya adalah saya hamil, dan saya bersukacita karena pasti bisa bercerai dengan suami. Dengan datarsaya katakan bahwa saya hamil dengan orang lain dan tentunya akan bercerai. Tetapi suami tidak menginginkan cerai, bahkan saya harus menggugurkan kandungan. Ini merupakan kesialan lagi buat saya. Kami mencari dokter yang bersedia mengaborsi dengan segala alasan yang kami buat, akhirnya saya melakukan aborsi. Setelah peristiwa itu sering merasa ketakutan dan mimpi-mimpi buruk, merasa bahwa saya mati. Bayangan buruk yang mengerikan begitu menghantui. Saya juga tidak bisa menyembah seperti dahulu, merasa asing dengan Tuhan Yesus. Saya baru tahu sekarang bahwa dosa seksual adalah pintu masuk roh-roh jahat, termasuk pembunuhan melalui aborsi.
Iblis mengintimidasi bahwa saya telah menerima Yesus tetapi kemudian melakukan pemberontakan, maka Tuhan tidak akan pernah lagi mengampuni. Upaya iblis memasukan kebohongan kedalam pikiran saya berhasil. Saya percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah lagi mengampuni saya. Saya ketakutan dan tidak bisa berdoa. Saya takut untuk datang pada Tuhan . Apakah Tuhan masih mau mengampuni saya? Tetapi akhirnya saya terus berupaya datang kepada Tuhan. Dalam kepanikan, ketakutan, stress, ketegangan, saya baca kembali firman Tuhan, dan saya dapatkan Yesaya 43: 25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. Saya gemetar dan menangis dihadapan Tuhan, merasakan kasih dan pengampunan-Nya yang mengalir. Dengan gemetar saya kumpulkan kekuatan saya untuk berusaha bangkit kembali, dan mematahkan segala intimidasi iblis. Saya juga memiliki kepahitan dan luka batin terhadap orang tua, khususnya ibu. Ayat firman Tuhan yang juga memberikan penghiburan dan kekuatan pada saya saat itu adalah Mazmur 27: 10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku. Saya tahu bahwa saya tidak dikasihi, sepanjang umur hidup saya. Tetapi kasih Tuhan, masuk menembus hati saya. Wajahku penuh dengan air mata yang tidak dapat lagi dijelaskan.
Iblis menancapkan panah-panah apinya dengan memasukkanpikiran-pikiran yang negative. Kita menjadi terdakwa, putus asa, seperti tidak ada pengampunan lagi. Semua itu membuat kita tidak berpengharapan. Apabila semua itu melanda terjadi, lawanlah dengan iman yang teguh. Sadari benar bahwa pekerjaan iblis adalah mendakwa. Yang perlu kita lakukan adalah patahkan setiap intimidasi iblis, percayalah kepada Tuhan seberapapun dosa pemberontakan kita, Tuhan tetap mau mengampuni. Dia datang untuk orang berdosa. Kita harus memiliki keyakinan iman, harus dapat membedakan antara iman dan perasaan. Perasaan bisa berubah-ubah, tetapi kita harus tetap percaya kepada firman-Nya. Untuk memelihara iman, kita harus banyak baca firman Tuhan, doa dan persekutuan dengan-Nya. Untuk memenangkan peperangan dipikiran dan perasaan adalah melawannya dengan iman yang teguh. Medan peperangan berikutnya adalah karakter buruk. Roma 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurana.Harus ada perubahan budi atau karakter agar dapat membedakan, manakah kehendak Allah atau apakah sesuatu baik? dan apakah Allah berkenan? Medan peperangan rohani mencakup peperangan di jiwa yaitu pikiran dan perasaan, di karakter. Itu harus dimenangkan, harus ada pemulihan, baru kita bisa melakukan peperangan rohani di tingkat roh, agar tidak ada pijakan iblis yang bisa masuk melalui kelemahan karakter; sebab iblis bisa menyusup melalui kemarahan dan sifat buruk. Harus terlebih dahulu ada terobosan pada dimensi ini.
Membangun budi atau karakter itu tidak mudah. Tetapi ketika seseorang telah tahu segala kekurangan dan kelebihan yang ada didalam dirinya, itu adalah awal yang baik. Langkah selanjutnya adalah komitment untuk berubah. Perlu upaya sungguh-sungguh, mau menahan diri, menyangkal diri, berdoa dan mengandalkan Roh Kudus. Banyak berseru kepada-Nya untuk minta kuasa-Nya memenuhi diri kita. Lakukan dengan doa dan puasa. Tuhan mengubahkan dan memberi kemenangan demi kemenangan. Allah ingin kita umat pilihan-Nya mengalami kemenangan, karena Dia punya rencana besar buat hidup saudara dan saya.
PEPERANGAN DI ROH
Untuk menjelaskan bagaimana peperangan di roh, mungkin saya akan coba share dengan apa yang saya alami; karena sejujurnya saya belum berpengalaman. Peperangan di roh tidak dapat dilakukan secara teori dan cara-cara yang ditetapkan, karena melibatkan Roh Kudus sehingga kita harus banyak tanya Tuhan. Benar-benar mengikuti tuntunan Roh Kudus. Ini perlu keintiman dengan Tuhan, dan kepekaan mendengar suara-Nya. Sehingga tidak ada metode yang tetap. Pemimpin peperangan rohani adalah Tuhan sendiri, Tuhan yang akan mengajarkan dan membuat strategi. Tuhan juga yang akan mengungkapkan bagaimana lawan yang kita hadapi. Termasuk dalam melakukan pelayanan pelepasan, tidak bisa menggunakan metode yang sama pada setiap orang. Juga dalam memenangkan suatu wilayah. Mungkin secara teori mengikat penguasa wilayah, doa keliling dan sebagainya, tetapi saya tidak dapat mengatakan bahwa itu satu-satunya cara.
Baik, saya akan share dari pengalaman menghadapi kematian ibu. Ibu mengalami stroke yang mengakibatkan kelumpuhan sebelah anggota tubuh dan tidak bisa berbicara. Ini adalah stoke yang ketiga. Dua kali kejadian sebelumnya mengalami kesembuhan. Jalannya penyakit kali ketiga ini sangat progresive sampai terakhir sulit menelan dan tidak bisa bicara. Kami selalu berdoa, bacakan firman, dan meminta ibu mengampuni semua orang yang pernah melukai hati. Ibu hanya bisa mengeluarkan air mata. Kami anak-anak dan cucu berkumpul berdoa mohon ampun Tuhan. Sudah berjalan dua bulan, kondisi ibu tidak mengalami perbaikan bahkan semakin memburuk. Kami perhatikan sikap ibu kadang mendadak berubah, bisa tiba-tiba marah seperti kerasukan roh jahat, mencabut selang infus dan mengamuk; ketika itu terjadi, di dalam diri kami juga merasakan sesuatu yang tidak nyaman dan menakutkan. Hal itu terjadi baik dirumah maupun di rumah sakit; namun apabila kami berdoa menyembah Tuhan, maka ibu tenang; tetapi ketika kami tidak ada, suasana bisa jadi berbeda kembali.
Saat itu ibu di Rumah Sakit dijaga adik. Jam 03 subuh menjelang meninggalnya ibu, saya di rumah berdoa menyembah, mohon pengertian mengapa ibu mengalami hal ini, sudah dua bulan tergeletak tidak dapat berbuat apa-apa. Nenek dan kakek buyut meninggal dengan mudah, sesudah mandi, tidur kemudian meninggal dengan tenang. Mengapa ibu demikian sulit? ada apa? saya bertanya pada Tuhan. Tiba-tiba saya ingat dengan dosa yang mendukakan Roh Kudus. Saya mohon ampun kepada Roh Kudus, jikalau ibu mendukakan hati Roh Kudus. Saya membaca mazmur 97 sampai 100. Berhenti di Mazmur 100:5 Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaa-Nya tetap turun temurun. Saya merenungkan bahwa Tuhan itu baik, baik itu Tuhan, berarti Tuhan itu baik adanya. Keberadaan-Nya adalah kebaikan; dan kasih-Nya adalah kasih setia, kasih yang mengandung kesetiaan. Kesetiaan-Nya tetap artinya tidak berubah, turun temurun. Karena kasih-Nya inilah Tuhan mengutus anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Dengan berpegang pada ayat inilah saya menghampiri hadirat Bapa, mohon pengampunan Tuhan, saya berlindung dalam tudung darah Yesus. Saya berdoa mohon pengampunan untuk Ibu. Saya katakan “Tuhan.... upah dosa adalah maut, dan kami pasti binasa termasuk ibu dan aku, tetapi pandanglah Yesus Kristus yang ada dalam hidup kami, aku mohon Tuhan pengampunan-Mu... pandanglah Yesus....
Seketika itu saya mendapat penglihatan Tuhan Yesus bangkit menggantikan ibu duduk diatas tempat tidur Rumah Sakit, kemudian saya mendengar Tuhan berkata “Aku menerimanya....” saya menangis bersyukur.... kemudian saya mendapat penglihatan, ibu berdiri dengan lemah dengan pakaian putih Rumah Sakit dan talinya yang tidak terikat. Dikiri kanan ibu ada dua malaikat Tuhan yang menjemput. Disekitarnya gelap, tetapi ada sinar dari sebelah kiri atas menerangi. terasa ada kuasa jahat yang mengerikan disekitarnya seperti siap menyerang, namun ibu dijaga dan dijemput malaikat Tuhan. Setelah mendapat penglihatan itu, adik saya yang menunggu ibu di Rumah sakit, telpon bahwa ibu meninggal. Hari hari berikutnya, setelah meninggalnya ibu, dirumah ibu hanya ada karyawan catering; kami anak-anak ibu, berada di rumah masing-masing. Kami mendapat laporan, mereka diganggu setan, dengan suara-suara, kejadian-kejadian aneh benda bergerak sendiri, jatuh atau bergeser, juga mereka (tiga orang) melihat penampakan seseorang berambut panjang, berjalan kearah dapur kemudian menghilang. Kemungkinan kuasa jahat yang pernah berurusan dengan bapak, mengganggu ibu tetapi ibu sudah tidak ada; dan anak-anak ibu tidak berada disitu. Kemudian kami (saya dan tim pendoa) datang mendoakan rumah, mengusir setan, mengurapi rumah. Doa itu kami lakukan pagi hari.
Sore hari jam 17.30 di rumah saya, ketika itu saya seorang diri didapur tiba-tiba merasakan sesuatu yang mencekam dari arah sudut kamar mandi, saya merasakan datangnya sosok tinggi besar yang menakutkan, saya merinding dan saya tahu ini setan. Saya usir dan kebaskan tetapi tidak pergi, saya tanya Tuhan, apa yang harus saya lakukan? kemudian saya ingat Tuhan Yesus mengusir setan dengan menggunakan firman Tuhan. Segera saya kembali menghadap ke arah dapur dan membacakan Alkitab dengan kuat Lukas 10:19-20Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepadamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersuka-cita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.Kemudian saya berkata pada setan itu :”engkau dengar bahwa didalam Yesus Kristus oleh kuasa darah-Nya aku diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh. engkau dengar bahwa didalam Yesus engkau sudah ditaklukkan dan engkau takluk kepadaku. Saya berdoa kepada Bapa :”Bapa didalam nama Yesus aku berdoa kepada-Mu kiranya api-Mu membakar kuasa jahat ini.”dan berkata kepada setan, didalam nama Yesus aku membakarmu saat ini dan aku lemparkan engkau ke neraka dalam Nama Yesus. Seketika itu saya merasakan atmosfir yang enteng, kembali normal seperti biasa, dan secara roh saya tahu dia langsung pergi, tidak berada lagi ditempat tersebut. Meskipun sesungguhnya jantung saya berdebar-debar. Perasaan takut itu ada tapi saya pertaruhkan diri berhadapan dengannya.Saya baru pertamakali merasakan kehadiran setan yang begitu nyata dan kuat. Untung saat itu Tuhan tidak beri saya penglihatan. Sejujurnya beberapa hari sesudah kejadian itupun saya masih merasa sedikit ketakutan ketika berada di dapur, namun terus saya lawan dengan iman sampai saya tidak takut. Saya perkatakan bahwa malaikat Tuhan berkemah disekeliling orang percaya. Tuhanlah yang menjadi tembok berapi bagiku , melindungi aku. Selanjutnya saya mengurapi seluruh rumah sampai dengan pagar halaman rumah dan kebun dengan minyak urapan. Kami membaca firman dengan memperkatakan agar terdengar. Kami juga membuat deklarasi keluarga yang kami diskusikan dan sepakati bersama. Deklarasi itu kami bacakan hampir setiap hari, dan itu membangun iman kami. Kita bisa mengusir roh jahat dan setan setan dengan membacakan ayat firman Tuhan dengan iman dan dengan bersuara.
Saya teringat penjelasan almarhum ibu katanya, ketika bayi saya pernah di pindahkan mahluk lain, mungkin setan. Orang tua saya tinggal di kampung yang cukup angker, termasuk rumah yang kami huni. Saat itu tidak ada pilihan lain dimana orang tua saya akhirnya harus tinggal di rumah tersebut. Ketika itu saya tidur diletakkan di box, tetapi pagi hari ibu melihat saya tidak lagi di box tetapi di lantai dekat pintu, jauh dari box dalam kondisi masih rapih terbungkus kain bedongan. Jelas ini bukan jatuh, karena kalau jatuh pasti dibawah box dan pastinya akan menangis. Bayi baru lahir belum bisa menggulingkan badannya sehingga jatuh keluar box apalagi berguling jauh ke pintu. Setelah saya menikah,lahirlah anak pertama kami. Biasanya anak saya diletakkan di tempat tidur, namun entah mengapa pagi itu sebelum berangkat kerja, saya letakkan di box. Pembantu menjelaskan bahwa ada ular yang cukup besar masuk melalui jendela ke pinggir tempat tidur kami. Kemudian dibunuh, dan pulang kerja saya memang melihat ular tersebut. Beruntung saat itu anak saya berada di box di luar kamar. Saya memandang bahwa kejadian ini adalah pertanda tidak baik. Tetapi semua itu, kini sudah dipatahkan, tidak ada lagi pengaruh roh-roh jahat dan kuasanya. Akibat dari orang tua yang berurusan dengan kuasa-kuasa jahat (ke dukun dan belajar ilmu-ilmu), maka tanpa saya sadari kuasa jahat seperti memiliki hak untuk mengganggu keturunannya, yaitu saya dan anak saya. Oleh karena itulah kita perlu memutuskan semua kutuk dan ikatan roh jahat dan mematahkan kuasanya.
Di dalam Yesus kita dibebaskan dan memiliki otoritas untuk menahan kuasanya dan mengalahkannya. Sebagai orang percaya kita harus menyadari benar bahwa kita punya otoritas, Gunakanlah otoritas itu dengan iman. Kita juga memiliki cover perlindungan darah Yesus, penyertaan malaikat-Nya, dan pedang Roh yaitu Firman Allah. Pujian penyembahan dan gaya hidup yang menyembah merupakan senjata yang mendatangkan hadirat Tuhan, sehingga kuasa jahat tidak akan bisa tahan. Namun demikian tetaplah berjaga-jaga karena iblis selalu mencari waktu yang baik. Lukas 4: 13 sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Di Batu Kapur - Sidikalang
Berikutnya adalah ketika akan mengadakan Seminar di Batu Kapur. Ini pelayanan yang sangat menggairahkan buat saya karena akan mengadakan seminar dengan para pendeta dari berbagai denominasi. Topik yang saya bawakan adalah “Membangun Pasukan Doa.” Tentunya sebelum tim kami tiba, jauh-jauh hari kami sudah mendoakan wilayah yang akan kami datangi, mencari tahu kuasa jahat yang menguasai tempat tersebut dan memeranginya dari jauh. Pada hari itu, jadwal saya untuk seminar. Pagi dinihari sekitar jam 03.30 saya berdoa memerangi setiap penguasa wilayah (dalam alam roh) di tempat tersebut. Tidak lama sesudah saya berdoa tiba-tiba kegelapan melingkupi. Semula saya berfikir bahwa ini mati listrik, namun ketika saya berusaha mencari sinar dari celah jendela, tidak ada tampak sinar apapun. Dalam satu dua menit saya tunggu, saya merasakan ada kegelapan seperti asap hitam yang bergerak datang melingkupi saya dan semakin pekat. Belum pernah saya berada di kegelapan yang sepekat itu, sangat gelap tanpa cahaya seremang apapun. Saya segera menyadari bahwa jenis kegelapan ini berbeda, ini adalah ulah kuasa kegelapan. Saya sama sekali tidak takut dan berdoa agar darah Yesus tercurah atas tempat itu, dan terang dari sorga menerangi tempat itu. Saya katakan bahwa tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat menghalangi pekerjaan Tuhan. Dalam nama Yesus saya mengusir setiap kegelapan. Dan seketika itu kegelapan hilang.
Kuasa jahat berusaha untuk menghalangi, tetapi saya terus maju melakukan bagian saya menyampaikan materi “Membangun Pasukan Doa.” Seminar berjalan dengan baik, kami share dan banyak orang diberkati. Setiap pendeta yang hadir menangkap api kegerakan untuk membangun suatu umat yang berdoa menjadi pasukan pasukan Tuhan di akhir zaman. Mereka begitu antusias dan sesungguhnya mereka masih menginginkan kehadiran kami kembali. Tampak ada kehausan didalam diri mereka untuk Tuhan. Kiranya semua denominasi gereja tidak lagi bergerak masing-masing, tetapi bersatu sebagai satu kesatuan Tubuh Kristus tetap bergerak mengikuti pimpinan Roh Kudus. Bagaimana memenangkan peperangan rohani? Kunci kemenangan dalam peperangan rohani adalah ketaatan dan penundukan diri kepada Tuhan Yesus Kristus. Hati kita harus terus menerus menundukkan diri kepada Firman dan Roh-Nya dan perbuatan kita harus selaras dengan kehendak-Nya. Miliki motivasi yang benar yang didasari cinta kepada Tuhan. Percayalah bahwa dalam keadaan apapun Tuhan Yesus tidak pernah salah, Dia selalu baik. Tuhan melihat hati dan Dia selau tertarik pada hati.
Kunci kemenangan yang berikutnya adalah kuat didalam Tuhan. Hal itu tidak dibuktikan dengan berapa banyaknya kita telah mengusir setan, tetapi dengan berapa kuat kita mampu bertahan dalam segala keadaan. Tetap teguh di dalam Tuhan. Kita harus bisa memikul salib kita sambil terus berjalan maju. Efesus 6 ; 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. “Hendaklah kamu kuat” dalam bahasa Yunani kata kerja dalam bentuk pasif endunamoo, yang berarti memberi kuasa. Tindakan menjadikan kuat yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Tuhanlah yang memenuhi kita dengan kuasa-Nya. Jangan pernah memasuki peperangan rohani dengan kekuatan sendiri, karena justru akan mengundang bencana. Selanjutnya adalah kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Namun secara rohani sebelum mengenakan selengkap senjata Allah, kita harus menanggalkan pakaian kita dahulu. Melepaskan manusia lama kita terlebih dahulu dengan segala hal yang buruk, barulah kita bisa mengenakan manusia yang baru dan menerima perlengkapan senjata rohani dari Tuhan. Roma 13 : 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang. Senjata dan strategi kedagingan, yang biasa dipakai secara duniawi harus dibuang dan mengenakan perlengkapan senjata dan strategi Tuhan. Galatia 3 : 27 karena kamu semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Lepaskan kebohongan, dosa, perselisihan, keraguan, kebodohan, dan mengenakan kebenaran, damai sejahtera, iman, pengetahuan firman Tuhan. Kebenaran kita adalah kebenaran didalam Yesus Kristus. Kebenaran yang mencakup ketulusan hati dan kemurnian motivasi. Perlengkapan senjata Allah adalah perlengkapan yang kudus karena kita mengenakan Kristus sendiri, kebenaran Kristus, keadilan Kristus, perisai iman di dalam Kristus, pedang Roh firman Kristus, kasut kerelaan di dalam Kristus yang kesemuanya akan membawa kekudusan bagi orang yang mengenakannya. Filipi 3 : 9 Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hokum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Kunci kemenangan berikutnya adalah tetap berdiri. Tetap berdiri artinya, tetap berada ditempat karena sudah melihat apa yang akan menjadi milik kita. Kita harus tetap berdiri dengan tegap mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Jangan melihat betapa banyaknya musuh, tingginya tembok serta segala masalah yang akan datang menyerang. Jangan berfokus pada kelemahan dan ketakutan. Tetap berdiri dan fokuskan pandangan kepada Tuhan, Panglima perang yang memberi kemenangan. Rasul Paulus mengetahui banyaknya kesusahan besar yang akan dia hadapi, tetapi ia tetap meneruskan panggilannya untuk memberitakan Injil Kerajaan.
Perlengkapan senjata tidak akan diberikan kepada orang-orang pengecut yang lari menghindari peperangan. Perlengkapan senjata Tuhan hanya dikenakan kepada orang-orang yang akan tetap berdiri untuk mempertahankan kebenaran. Orang-orang yang mau berkomitmen menjaga damai sejahtera, mempertahankan keutuhan keluarga, keselamatan anak-anak, pelayanan, dan mengambil setiap kesempatan memberitakan Injil. Yosua 24 : 15 Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.
MEMBERKATI WILAYAH
Memberkati wilayah adalah salah satu bagian dari peperangan rohani. Bagaimana memberkati wilayah? Dimulai dari menangisi jiwa-jiwa, doa keliling, dan menabur kebaikan. Kami tinggal di tengah perkampungan dengan penduduk mayoritas kedar. Sejak awal bermukim di tempat ini, kami berupaya membangun setiap hal yang baik dan positif kepada setiap penduduk di lingkungan tempat tinggal, dengan melakukan apa yang bisa kami lakukan. Saya seorang perawat dan juga bidan yang selalu terbuka kepada semua tetangga yang memerlukan bantuan. Adakalanya memberikan mereka vitamin dan obat gratis. Saya juga menolong mereka yang sakit dengan biaya berobat yang sangat terjangkau. Kadang mereka membayar seberapa mereka mampu. Kami juga memberikan pemberian-pemberian baik pakaian, mainan anak, kue-kue dan lainnya. Kami mengunjungi janda-janda di sekitar dan memberi mereka beras. Kami menanam di kebun, tanaman sawi. Ketika bertumbuh subur, kami menuainya dan membagi-bagikan ke tetangga sekitar. Kami mempunyai misi untuk memberkati lingkungan. Semua ini sama sekali bukan untuk aktualisasi diri, tetapi bagaimana membuka hati mereka agar mereka bisa merasakan kasih Allah yang ada hidup dalam diri kami.
Kami melakukan doa keliling baik secara pribadi (sekeluarga) maupun secara tim dengan teman-teman pendoa. Saya selalu bersyafaat dan mendoakan mereka. Ada tangisan hati saya untuk mereka agar Roh Tuhan menjamah. Dalam doa penyembahan saya memberkati lingkungan tempat tinggal, mohon pengampunan Tuhan dan pendamaian oleh darah Yesus. Saya tangisi mereka dan bawa ke hadapan Tuhan agar diselamatkan. Hampir tiga tahun kami berada disini dan kami merasakan bagaimana mereka semua sangat terbuka. Kami tim pengobatan mengadakan pengobatan gratis di lingkungan kami, dan mereka sangat diberkati. Terobosan yang saya rasakan adalah diijinkannya bimbel dari Rt, Rw dan bantuan keterlibatan kader. Rencana bimbel sudah saya doakan sejak awal saya berada dan tinggal di tempat tinggal kami. Saya percaya bahwa ini bukti dari kemenangan di alam roh.
Memberkati adalah bagaimana kita berdoa untuk wilayah tersebut, mengikat di alam roh setiap penguasa wilayah, membungkam mulutnya, menahan kuasanya, meruntuhkan benteng-benteng dan kubu musuh. Mencabut semua yang buruk dan menanam semua yang baik dari Allah. Memohon belas kasihan Tuhan dan pendamaian oleh darah Yesus. Memberkati wilayah tempat tinggal. Membangun tembok perlindungan. Juga secara nyata memberi apa saja yang bisa kita beri. Percayalah bahwa kebaikan akan menuai kebaikan. Kami merasakan bagaimana RT dan RW mendukung kami dengan memberikan lokasi sekolah untuk bisa digunakan secara cuma-cuma. Kemenangan di alam roh akan menentukan kemenangan di alam nyata.
MEMBERKATI WILAYAH
Memberkati wilayah adalah salah satu bagian dari peperangan rohani. Bagaimana memberkati wilayah? Dimulai dari menangisi jiwa-jiwa, doa keliling, dan menabur kebaikan. Kami tinggal di tengah perkampungan dengan penduduk mayoritas kedar. Sejak awal bermukim di tempat ini, kami berupaya membangun setiap hal yang baik dan positif kepada setiap penduduk di lingkungan tempat tinggal, dengan melakukan apa yang bisa kami lakukan. Saya seorang perawat dan juga bidan yang selalu terbuka kepada semua tetangga yang memerlukan bantuan. Adakalanya memberikan mereka vitamin dan obat gratis. Saya juga menolong mereka yang sakit dengan biaya berobat yang sangat terjangkau. Kadang mereka membayar seberapa mereka mampu. Kami juga memberikan pemberian-pemberian baik pakaian, mainan anak, kue-kue dan lainnya. Kami mengunjungi janda-janda di sekitar dan memberi mereka beras. Kami menanam di kebun, tanaman sawi. Ketika bertumbuh subur, kami menuainya dan membagi-bagikan ke tetangga sekitar. Kami mempunyai misi untuk memberkati lingkungan. Semua ini sama sekali bukan untuk aktualisasi diri, tetapi bagaimana membuka hati mereka agar mereka bisa merasakan kasih Allah yang ada hidup dalam diri kami.
Kami melakukan doa keliling baik secara pribadi (sekeluarga) maupun secara tim dengan teman-teman pendoa. Saya selalu bersyafaat dan mendoakan mereka. Ada tangisan hati saya untuk mereka agar Roh Tuhan menjamah. Dalam doa penyembahan saya memberkati lingkungan tempat tinggal, mohon pengampunan Tuhan dan pendamaian oleh darah Yesus. Saya tangisi mereka dan bawa ke hadapan Tuhan agar diselamatkan. Hampir tiga tahun kami berada disini dan kami merasakan bagaimana mereka semua sangat terbuka. Kami tim pengobatan mengadakan pengobatan gratis di lingkungan kami, dan mereka sangat diberkati. Terobosan yang saya rasakan adalah diijinkannya bimbel dari Rt, Rw dan bantuan keterlibatan kader. Rencana bimbel sudah saya doakan sejak awal saya berada dan tinggal di tempat tinggal kami. Saya percaya bahwa ini bukti dari kemenangan di alam roh.
Memberkati adalah bagaimana kita berdoa untuk wilayah tersebut, mengikat di alam roh setiap penguasa wilayah, membungkam mulutnya, menahan kuasanya, meruntuhkan benteng-benteng dan kubu musuh. Mencabut semua yang buruk dan menanam semua yang baik dari Allah. Memohon belas kasihan Tuhan dan pendamaian oleh darah Yesus. Memberkati wilayah tempat tinggal. Membangun tembok perlindungan. Juga secara nyata memberi apa saja yang bisa kita beri. Percayalah bahwa kebaikan akan menuai kebaikan. Kami merasakan bagaimana RT dan RW mendukung kami dengan memberikan lokasi sekolah untuk bisa digunakan secara cuma-cuma. Kemenangan di alam roh akan menentukan kemenangan di alam nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.