“Tanda paling penting diseluruh cerita suci, didalam kedua perjanjian lama dan baru, bahwa malaikat akan membawa damai ! Contohnya ketika malaikat menemui perawan Maria, dia berkata ‘Damai besertamu, segala berkat bagimu dan Tuhan besertamu.’ Pemunculannya membawa damai, nyaman dan ketenangan. Namun penampakan Jibril (Gabriel) kepada Muhammad disertai dengan sesuatu yang menakutkan.”
Ini adalah sekilas tanya jawab antara pembawa acara tv Rashid dan dua orang narasumber. Kita mengambil bagian dari pembicaraan itu mengenai Gua Hira (tempat Nabi Muhammad mendapatkan pewahyuan), seperti yang diterangkan oleh bapak Zakaria. (bapak Zakaria Boutros adalah penginjil dari Timur Tengah).
Begini penjelasannya :
Rashid : “Bapak Zakaria, menurut cerita, ketika Muhammad mengunjungi Gua Hira, kenapa dia tidak mengenali bahwa yang ditemuinya bukanlah jin, setan atau malaikat. Dan mengapa Muhammad gemetar ketakutan ?”
Bapak Zakaria : “Dengan hormat menanggapi pertanyaan saudara, menurut buku-buku Sira, Muhammad tidak pernah berpikir bahwa yang ditemuinya adalah malaikat ! Dia selalu percaya itu adalah jin dan itu adalah pengikutnya (Muhammad). Dia pernah disentuh jin dan dia juga punya banyak jin.”
… “Buku-buku Sira tidak pernah menyebutkan bahwa Muhammad pernah melihat malaikat disana. Kenapa ? Karena pemunculan malaikat kepada manusia selalu diikuti oleh banyak tanda. Tanda paling penting diseluruh cerita suci, didalam kedua perjanjian lama dan baru, bahwa malaikat akan membawa damai ! Contohnya ketika malaikat menemui perawan Maria, dia berkata ‘Damai besertamu, segala berkat bagimu dan Tuhan besertamu.’ Pemunculannya membawa damai, nyaman dan ketenangan. Namun penampakan Jibril (Gabriel) kepada Muhammad disertai dengan sesuatu yang menakutkan : malah mencekiknya ! Makanya tidak diragukan lagi bahwa itu adalah jin dan jin ini pengikut Muhammad !”
Rashid : “Seperti yang bapak Zakaria katakan bahwa tanda kemunculan malaikat adalah damai, namun yang terjadi terhadap Muhammad tidak ada kedamaian !”
Bapak Zakaria : “Horor ! Malaikat mencekiknya. menurut kisah – tiga kali malaikat berkata : Baca ! Muhammad menjawab : ‘Aku tidak bisa membaca’, lalu malaikat mencekiknya. Bagaimana itu adalah malaikat jika dia mencekiknya. Malaikat datang sebagai malaikat rahmah, memberi hidup, bukan menakuti orang ! Dari sini Muhammad ragu-ragu bahwa ini adalah malaikat ! Muhammad tidak pernah berpikir (menganggap) bahwa ini adalah malaikat. Dia berpikir itu adalah setan, dan dia pergi kepada Khadija dan berkata : ‘Aku melihat pengikut atau aku telah disentuh jin.’ Itulah anggapan dia semua !”
(16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (Matius 7:16).
Sumber :
Horor Gua Hira (Sub-Ind)
oleh : Saudara Kandung – Uploaded on Jan 8, 2012
“Nabi” dicekik atau sekedar di dekap dengan keras, sebagaimana tertulis dalam hadits sahih Bukhari mengenai kedatangan roh tidak dikenal di Gua Hira. Referensi : http://www.islamonline.net
Catatan Admin (31-7-2015) : Artikel diatas diberikan bukan untuk mau menyinggung yang berbeda agama. Tidak ada paksaan menganggap Yesus sebagai Tuhan. Biarlah Kebenaran yang dari Tuhan yang menerangi hati kita.
Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. (1 Petrus 4 : 11).
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3 : 9).
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4 : 12).
Coba dipahami juga :
Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Matius 4:7)
Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Lukas 4:12)
*Beberapa contoh ayat diatas secara tersirat [eksplisit] Yesus Kristus mengatakan kepada setan bahwa dirinya adalah Tuhan.*
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:29).
Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”(Yohanes 8:58).
Firman Bapa di Surga adalah Tuhan Yesus itu sendiri. Firman yang menjadi Manusia [Firman yang hidup] dan ada bersama makhluk ciptaannya [kita / manusia]. Itulah kenapa Tuhan Yesus disebut juga ‘The Living God’. Tuhan Yesus itu bukan anak hasil perkawinan secara lahiriah, tetapi Firman Bapa itu sendiri. Ketuhanan Yesus Kristus inilah yang menjadi inti perbedaan dan perdebatan klasik antara Iman Al-Qur’an dan Iman Alkitab.
Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1 Petrus 4:14).
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.(1 Korintus 8:6).
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 korintus 3:17).
Bapa adalah Roh dan sudah ada sebelum manusia ada. Tuhan Yesus adalah wujud lahiriah dari Firman Bapa si Sorga. Hanya dengan memahami Alkitab secara keseluruhan yang membuat seseorang tahu bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Pilihan berada di tangan saudara/i. KSB tidak memaksa saudara/i untuk mengakui Yesus adalah Tuhan. Oleh karena itu lakukanlah proses perbandingan antara Alkitab dan Al-Qur’an. Keselamatan itu sifatnya pribadi bukan ditangan pemuka agama. Tidak ada salahnya untuk lebih lanjut memahami Yesus itu yaitu dengan cara membaca Alkitab dimulai dari Kitab Injil. Amen.
Salam kasih dan persahabatan. Tetap saling mengasihi sesama manusia apapun agamanya. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tuhan Yesus memberkati. Amen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.