Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? (Ayub 6:24-25)
Seorang murid nabi Muhammad menulis: Baik awak rujuk dahulu sejarah bagaimana paderi2 telah menyeleweng agama yang anda anuti sekarang ini.
Artikel ini adalah sebuah jawaban dari celaan di atas.
Banyak orang Muslim bertanya kepada orang Kristen petanyaan seperti judul di atas. Semakin orang Muslim menekuni ajaran Islam, pertanyaan ”mengapa orang-orang Kristen tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW?” semakin mengganggu pikiran mereka. Tidak sedikit orang Muslim yang yakin bahwa ajaran Kristen adalah ajaran sesat, sebab meraka yakin bahwa Alkitab telah dirubah isinya, ini yang menyebabkan orang-orang Kristen di negara-negara Islam teraniaya setiap saat, anehnya (untuk orang Muslim) orang Kristen tetap tidak mau melepaskan imannya dan berpindah ke Islam. Fenomena ’aneh’ ini menambah besar pertanyaan tersebut di dalam pikiran para pengikut ajaran nabi Muhammad, yakni faham Islam. Dan pertanyaan yang telah besar ini akan menjadi semakin bertambah besar ketika orang-orang Muslim mendapatkan seorang Kristen (murid Yesus ) tidak mau melepaskan iman Kristianinya dan menjadi pengikut ajaran nabi Muhammad sekalipun dengan ancaman mati, sebaliknyanya, jutaan besar orang Muslim (banyak diantaranya adalah para imam dan guru Alkuran) berpindah menjadi Kristen setiap tahunnya. ”Mengapa,…ya, mengapa orang Kristen tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad??” Demikian banyak orang Muslim bertanya-tanya di dalam pikiran mereka.
Bagi pembaca yang bukan seorang Muslim sejati, terlebih lagi tidak mengerti ajaran Islam, dapat saja berpikir dan berkata: ”Mengapa orang Muslim harus pusing dan memikirkan orang-orang Kristen yang tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad?” Bukankah masing-masing sudah punya kepercayaannya sendiri?”
Pemikiran seperti ini tentunya dapat dimengerti dan diterima oleh orang-orang yang bukan pengatut faham Islam, tetapi tidak dapat diterima oleh para Muslim fundamentalist. Mengapa itu tidak diterima, ini beberapa alasan dasarnya:
Dalam paham Islam, orang-orang Muslim telah diajar dan percaya bahwa (baca Alkuran on line):
Nabi Muhammad SAW (570-632 AD) adalah nabi terakhir dan harus didengarkan, konsekuensinya ialah ajaran Muhammad saja yang paling sempurna dan karenanya patut diikuti (sura/ s. 61:6). Sebaliknya ia menyatakan bahwa ajaran Alkitab adalah agama yang salah (s. 98:1) namun memakai Alkitab sebagai kitab nubuatan untuk mengklaim kedatangannya (s. 26:196).
ALLAH, deiti yang disembah nabi Muhammad adalah Elohe (kata Ibrani untuk God dalam bentuk singular) Pencipta alam semesta dan penguasa segala sesuatu, tidak ada Ilah (bahasa Arab untuk God/ Allah) kecuali ALLAH (Sura 3:191; 6:61-62; 5:73).
Al-quran yang diturunkan ALLAH kepada nabi Muhammad melalui malaikat – yang mengaku sebagai – Gabriel adalah tanpa kesalahan sebab ALLAH sendiri yang menjagainya. Dan merupakan pewahyuan terakhir (sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15), perintah mengikuti Alkitab berubah menjadi mengikuti Al-quran, atau jika tidak mau maka pengikut ajaran Alkitab ini harus bayar pajak kepada pengikut ALLAH (s. 98:1).
Kota Mekka adalah tempat ibadah pertama dan Kaaba dibangun oleh Abraham dan Ismael (Sura 3:96). Penemuan geologi terbaru ternyata Mekka yang tertulis di quran adalah Petra (Yordania), dan Mekka baru terdaftar dalam sejarah 122 tahun setelah Islam lahir.
Melalui empat contoh ajaran utama di atas, pembaca yang ‘bukan-Muslim sejati’ diharapkan telah dapat mengerti lebih baik alasan pemikiran para Muslim fundamentalist mempertanyakan pertanyaan: “mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad.”
Artikel ini mencoba menolong orang-orang Muslim menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. Ada banyak alasan”mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad”, untuk singkatnya saya daftarkan 4 alasan, dan pembaca Kristen, termasuk bukan-orang Kristen tentunya “Welcome untuk menambahinya atau mengkomentarinya!”
Alasan-alasan orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad dilihat dari kebenaran Alkitab, firman Allah.
For thou art our Father, though Abraham knew us not and Israel did not acknowledege us; thou, O LORD (Allah), art our Father, and our Saviour; thy name is from everlasting (Isa 63:16; Lamsa Bible). Baca on line: http://www.lamsabible.com/
For You are our Father, though Aḇraham does not know us, and Yisra’ĕl does not recognise us. You, O יהוה (YHWH) , are our Father, our Redeemer – Your Name is from of old. (Isa 63:16; The Scriptures Bible)
Ini di atas adalah perkataan bangsa Israel (pada akhir abad ke 6 BC) setelah Abraham dan Israel (Yakob) meninggal dunia.
Orang Kristen (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) mengenal Pencipta alam semesta dan segala isinya dengan nama Allah (diterjemahkan dalam Alkitab bahasa Indonesia sebagai TUHAN / Tuhan); seperti ada tertulis: Mazmur Daud. Allah-lah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. (Maz 24:1-2).
Allah (kata Ibrani untuk God bentuk tunggal yang juga mengandung pengertian jamak) berfirman di Alkitab, baik Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan nama Allah, nama-Nya tidak berubah.
”Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (Kel 3:15)
Aku ini Allah, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. (Yes 42:8)
Bandingkan dengan Sura 3:191; 6:61-62; 5:73
Kata ”nama-Ku” terdapat 124 kali di dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB); 94 kali di PL dan 30 kali di PB (perkataan Yesus dan termasuk satu kutipan ayat dari PL)
Dan Allah sangat serius dengan nama-Nya, sehingga Ia berkata ”Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman Allah semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk … ” (Mal 2:2)
Untuk di ingat, nubuatan nabi Yesaya pada pasal 52 tentang lahirnya kembali bangsa Israel sebagai sebuah negara adalah suatu penggenapan janji Allah kepada Israel sebagai TANDA untuk semua bangsa (10) dan khususnya untuk bangsa Israel sendiri AGAR semua mahluk TAHU siapa NAMA-Nya (6). Allah Israel ini jugalah yang telah menyatakan diri-Nya kepada bangsa-bangsa di dunia (yang dikenal sebagai orang-orang Kristen bukan-Israel) untuk tujuan penyelamatan dari hukuman dosa (Yes 65:1; Roma 5:8; Yoh 1:9-14).
Kata ”ALLAH” dipakai secara internasional dalam dunia sekuler sebagai God (kata jabatan) merefer dari Alkitab berbahasa Arab, Indonesia dan Melayu: Allah. Gereja Roma Katolik di Malaysia naik banding di pengadilan tinggi Malaysia dengan alasan bahwa kata ”ALLAH/ Allah sudah dipakai sebelum agama Islam lahir. Tidak bisa disangkal bahwa memang a. kata “ALLAH”
tersebut telah ada sebelum nabi Muhammad lahir dan b. Kekristenan telah dikenal di Arab Paninsula. Sejak abad pertama AD murid-murid Yesus telah menyebar ke negara-negara tetangga; Markus ke Mesir, Thomas ke India. Syria dan Yordan adalah negara-negara tempat pelarian pengikut-pengikut Yusus abad pertama ketika kelompok agama Yahudi Farisi menganiaya mereka. Abad kedua dan ketiga, daerah-daerah pantai Mediterania termasuk barat Arab Saudi berada di bawah kekuasaan Roma.
2. Nabi Muhammad tidak tahu karakter Elohim yang tertulis di Alkitab
“Sebab Aku ini Raja yang besar, firman Allah semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.” (Mal 1:14)
Di tanah Kanaan; Filistin, Moab, Edom (Kel 15_12-16)
Raja Babilonia: “Elahh (bahasa bangsa Kasdim untuk Elohe/ God) yang mengatasi segala elahh (god) dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia” (Dan 2:47; baca juga Dan 3.28-29)
Raja Medi-Parsi: “… sebab Dialah Elahh yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.” (Dan 6:27)
Dan di seluruh bumi; nubuatan akhir jaman (Wah 6:12-17)
Karakter-Nya yang maha pengasih dan maha penyayang tidak pernah bertentangan dengan karakter-Nya yang maha kudus, contoh:
Ia tidak bisa membela atau membenarkan umat-Nya yang melanggar hukum dan perintah-Nya, hanya karena pelanggar tersebut adalah umat pilihan-Nya. Dosa adalah dosa – tidak ada dosa putih atau hitam di dalam Alkitab – dan upah dosa adalah kematian. Kematian Yesus di kayu salib adalah pertemuan sempurna dari kedua karakter tersebut. Sebaliknya Alkuran mengajar tindakan menipu dan kejahatan lainnya bahkan membunuh ’orang kafir’ (panggilan dari para Muslim untuk setiap orang yang berfaham bukan Islam) bisa dibenarkan jika itu dilakukan untuk keuntungan ALLAH.
Karena dua kombinasi karakter tersebut Ia memberikan Putra-Nya, Yesus, untuk menjadi korban penebusan dosa-dosa manusia di kayu salib.
3. Nabi Muhammad tidak tahu bahwa hukum, perintah dan janji Allah itu kekal.
Jaminan kesetian Dia atas firman-Nya sendiri:
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)
Yesus: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Mat 5:17-18)
Yesus: ”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Mar 13:31; Mat 24:35 )
Beberapa contoh ketidakmengertian dan ketidaktahuan Muhammad akan sifat Yesus di atas:
Muhammad menetapkan hari Jumat sebagai hari suci, sementara ia sendiri mengutuki orang Yahudi dan Kristen yang tidak setiap pada Hukum Sabat (s. 4:47). Ia tidak sadar bahwa Hukum Sabat ini berlaku bagi siapa saja yang mengaku dirinya beribadah kepada Allah, Pencipta langit dan bumi. Hari Sabat-Nya ini berawal dari kekekalan sampai pada kekekalan, berlaku selamanya (Kej 3:1-3; Yes 66:22-23). Di sini kita bisa bertanya: “Siapakah sebenarnya Allah-Nya Muhammad?” Yesus berkata: “Pohon dikenal dari buahnya!”
Muhammad salah mengerti Trinitas Kristianiti (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Ia berpikir bahwa Maria adalah satu dari Trinitas Allah. Ia tidak bisa membedakan antara ajaran Roma Katolik dan Kristianiti yang Injili. Ia memanggil orang Kristen sebagai ”orang tidak percaya” (5:73), namun seluruh Alkitab menulis dengan jelas keharmonisan di antara ketiga Pribadi tersebut. Kata Allah (God) adalah kata tunggal (dari kata Ibrani: ehat) yang dapat bermakna jamak (Kej 1:26; Yes 63:10-14 Mat 3:16-17; Yoh 1:1; 14:9-11,16-17)
Muhammad memerintahkan kepada pengikutnya untuk membenci orang Israel dan Kristen pada khususnya (s. 5:51; 59:17; 8:39) dan semua kepercayaan lain dan tidak beragama pada umumnya (3:118; 8: 59-60; 9:123). Fakta ialah Allah mengasihi setiap orang, bahkan Ia tidak ingin orang jahat sekalipun masuk Neraka, Ia ingin mereka juga diselamatkan dari kesesatan mereka. Firman Allah yang tidak berubah telah mengajar umat-Nya:”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39; Mark 12:31) pada awal abad pertama AD. Tepatnya itu sudah tertulis sejak 1450 BC melalui jari-jari-Nya sendiri pada dua loh batu (Sepuluh Perintah). Roma 13:9; Gal 5:14. Lebih dari itu Dia telah menetapkan untuk umat-Nya (Israel pada saat itu) suatu peraturan – yang sekarang menjadi asas hukum Hak Asasi Manusia -, yaitu : ”Jangan menindas orang asing, kasihilah dia seperti dirimu sendiri” (Kel 22:31; 23:9,12; Imam 19:34). Inilah sebabnya mengapa orang-orang Muslim yang tinggal di negara-negara yang hukumnya berdasarkan ajaran Kristen dan di negara Israel dapat hidup aman bahkan mendapat perlindungan hukum dan sosial. Perkataan Muhammad dalam surah 5:82 (orang tidak percaya disini adalah orang Kristen, lihat s. 5:73a) adalah tidak benar, di sini ia mengajar kebencian dan kebohongan. Dalam Tabari 8:121, kebenciannya pada orang asing jelas sekali, tertulis bahwa kepercayaan di luar agama Islam terlarang di Dataran Arab, khususnya kepercayaan Yahudi. Janganlah heran jika ajaran Islam tidak disukai oleh penduduk dunia, sebab itu suatu pelanggaran HAM Internasional.
Israel telah dipilih Allah sebagai umat-Nya, dan Ia berjanji untuk ada di pihak Israel (Yes 41:10-17), dan Ia tidak malu untuk memperkenal diri-Nya sendiri sebagai ”Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Israel (nama Yakob yang baru” bahkan pada bumi yang baru (langit dan bumi yang sekarang ada akan hancur) akan terdapat sebuah kota Yerusalem yang baru pada tembok-temboknya akan tertulis nama kedua belas suku Israel. (Wah 21:12).
4. Nabi Muhammad tidak diberikan pengertian oleh Elohim untuk mengerti isi Alkitab.
Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai“; (Yes 29:11)
Orang Muslim sering kali menuduh bahwa Alkitab sudah dirubah dan di korupsi, mengapa? Sebab ada cerita-cerita untuk tokoh yang sama di Alkitab tidak sama ceritanya dengan di Alkuran. Namun malangnya logika atau argumentasi orang Muslim ini tidak didukung dengan catatan-catatan sejarah dan bukti-bukti arkiologi sebelum abad keenam Setelah Masehi; Islam lahir awal abad keenam.
Mengapa mengikuti ajaran Yahshua, dan bukan ajaran Muhammad? Banyak alasannya, beberapa diantaranya ialah:
Orang Kristen mengikuti ajaran Yesus sebab Alkitab menulis bahwa Ia manusia yang sempurna (tidak pernah berdosa), Putra Allah (Mat 16-17; 26:63-65), Penyelamat manusia dari dosa-dosanya (Yes 53, Roma 5:8), Hakim di akhir jaman (Yoh 3:18-19), dan Raja Yang Kekal (Yes 9:5; Yer 10:10; Dan 7:14). Sebaliknya Muhammad hanya manusia biasa (s. 18:110) dan seorang nabi bagi ALLAH (dalam arti “Allahnya Muhamad”), bukan nabi bagi Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Israel, yakni Allah (s. 48:8-9).
Kehidupan Yesus sudah dinubuatkan dalam kitab-kitab nabi dan Mazmur (Luk 24:44), bahkan termasuk: penderitaan, siksaan, dan bagaimana Ia akan mati. Sebaliknya Muhammad tidak dikenal sama sekali di Alkitab. Titel nabinya tidak menolong dia mengenal pribadi Yesus yang dinubuatkan oleh banyak nabi-nabi Alkitab (s. 9:30; 5:17; 4:157)
Muhammad berkata: “Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was a true Muslim, surrendered to Allah (which is Islam), and he joined not gods with Allah.” (sura 3:67). Tapi Allah telah berfirman 1000 tahun sebelum Muhammad lahir: “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham (the seed of Abraham My friend; KJV), yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”; (Yes 41:8-9)
Muhammad berkata bahwa Abraham dan Ismail (anak dari Hagar) membangun Kabah bersama (s. 2:127). Alkitab dengan terperinci menulis sejak Abraham (Abram nama sebelumnya) dipilih Allah sampai matinya ia tidak pernah ke Saudi Arabia, terlebih lagi ke Mekkah. Ia membangun banyak mesbah dan tidak satupun bait, itupun semua berada di tanah Kanaan (Kej 12-25).
Yesus tidak pernah berkata atau menjanjikan bahwa Alkitab akan disempurnakan setelah Ia naik ke sorga, apalagi memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengikuti ajaran Al-quran (seperti yang diklaim oleh nabi Muhammad sebagai kitab terakhir atau revisi dari Alkitab seperti tertulis pada sura-sura Alkuran di atas). Kitab Wahyu adalah penutup dari firman Allah yang tertulis dan telah dimateraikan oleh sumpah-Nya sendiri, terbaca: “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (Wah 22:18) dan di tutup dengan kalimat: Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Allah! Kasih karunia Allah menyertai kamu sekalian! Amin. (20-21). Tidak ada penambahan dan juga tidak ada pengurangan, Yesus berkata demikian. Bandingkan dengan: sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15).
Perhatian: Yang menolak ajaran Alkitab akanlah menerima hukuman neraka yang mengerikan, Anda bisa bayangkan betapa lebih mengerikan lagi hukuman bagi mereka yang menyesatkan banyak orang dengan cara menambah dan mengurangi Firman-Nya, Yesus berkata: “Terlebih baik orang sedemikian tidak usah lahir!”
Klaim bahwa Al-quran diturunkan melalui malaikat jibril kepada nabi Muhammad semakin diragukan oleh banyak ahli sejarah. Para peneliti Al-quran menggolongkan Al-quran (dalam bentuk kitab, seperti sekarang ini) sebagai produk setelah abad ke tujuh: ”Ayat-ayat Al-quran tidak dinyatakan kepada seorang manusia, tetapi penyempurnaan dari redaksi-redaksi yang kemudian dan terbitan yang diformulakan oleh sebuah kelompok orang, lebih dari beberapa tahun. Al-quran yang kita baca saat ini bukanlah yang pernah ada pada pertengahan abad ketujuh, tetapi sebuah produksi dari abad delapan dan sembilan. Itu bukan dilahirkan di Mekka atau Medina, tetapi di Baghdad,” demikian kesimpulan mereka.
Seorang martir Yesus dihadapkan dengan ancaman mati karena iman Kristennya ditanya: ”Mengapa kamu tidak menyangkal Yesusmu dan tetap hidup?” Ia menjawab dengan lembut: “Sepanjang hidup saya Yesus tidak pernah mengecewakan saya satukalipun juga, bagaimana mungkin saya mengecewakan dan menolak Dia!?”
Masih ragu tentang kebenaran Alkitab dan ke-Allahan Yesus? Tanyakan langsung kepada-Nya! Dia akan menjawab Anda, sebab Ia hidup dan berkuasa.
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut Allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Putra Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:34-38)
Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah … apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Luk 7:22). Ia mengingatkan Yohanes Pembaptis tentang janji Allah melalui nabi Musa, bahwa DIA akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa, nabi yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib (Ulangan 18:15-19).
Ada waktunya bahwa setiap dusta dan tuduhan akan berakhir dan dibawa ke meja pengadilan Yesus. Pengampunan masih tersedia bagi mereka yang bertobat dan kembali pada jalan-jalan-Nya. Penyesalan setelah kematian membawa duka yang kekal.
Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:17-19)
Referensi:
The Unfinsihed Battle Islam and the Jews; Appendix A & C, by Mark A. Gabriel Ph.D.
Bacaan berkait:
Daftar Negara Penganiaya Kristen tahun 2009 & 2010



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.