Tiga orang aktivis Islam dari Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) menjadi pesakitan di PN Jepara. Amir Mahmud adalah ustadz yang pernah berjihad di Ambon Maluku selama 4,5 tahun sejak 2001. Sony Sudarsono adalah aktivis yang sudah malang-melintang berjihad ke mancanegara, pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro, Philipina. Sedangkan Agus Suprapto adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh beberapa tahun silam.
Trio mujahid Jepara itu menjadi tersangka dan terancam hukuman mati dengan dakwaan pasal pembunuhan berencana terhadap Omega Suparno (42). Pria lajang warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jawa Tengah ini adalah seorang murtadin yang pernah nyantri di pesantren terkenal di kota Kudus, Jateng angkatan tahun 1989. Setamat Madrasah Aliyah di pesantren itu, Suparno melanjutkan pendidikan sastra Arab di IAIN (tidak selesai). Skripsi yang sedang disusunnya dibiarkan mangkrak karena ia murtad menjadi Kristen sekitar tahun 2002.
Setelah murtad, Suparno aktif dalam kegiatan penginjilan kristiani. Di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) di Desa Pendo Sawalan, Kalinyamatan Jepara, ia dikenal aktif mengisi acara-acara gereja, terutama acara kepemudaan. Untuk mewujudkan obsesinya menjadi pendeta, Suparno melanjutkan studi di Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Di kampus ini, Suparno sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Mahasiswa periode 2011-2012.
Omega Suparno telah mati dibunuh karena murtad. Telah dikuburkan secara Kristen. Dibunuh oleh oleh trio mujahid di Jepara, salah seorang di antaranya adalah ustadz. Ketiganya saat ini telah ditahan POLRI dan diancam eksekusi mati. Sebelum mati, semoga mereka diampuni Tuhan, bertobat, mengenal kebenaran dan percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Yang menulis ini katakanlah sebagai belahan jiwa Omega Suparno yang tetap hidup, yang telah lama menyatu dengan Omega sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga akhirnya memantapkan pilihannya kepada Yesus Kristus.
Omega Suparno mati sebagai martir
Meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen bagi Suparno bukanlah hal yang ringan. Waktu tiga tahun penuh merupakan pergumulan yang sangat berat. Bagaimanalah kalau dari bangku kuliah IAIN harus meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen? Itu hal yang sangat mustahil dalam pikiran manusia. Tidak ada seorang muslim yang dapat keluar dari Islam dan menjadi seorang Kristen jika bukan kuasa Yesus yang nyata di dalam Roh Kudus yang telah bekerja. Bukan karena Indomie, itu tuduhan yang frustasi. Jika Yesus, yang hidup sampai sekarang, berkenan, maka semua muslim pun dapat diubah-Nya menjadi Kristen.
Karena itu Suparno bersyukur sekali, Omega Suparno telah dipilih dan diselamatkan-Nya. Sudah berpindah dari Islam yang mematikan kepada Yesus yang menghidupkan! Walaupun tubuhnya mati – dan memang semua tubuh orang akan mati – tetapi rohnya tersimpan di dalam kuasa Yesus Kristus, dan akan diberikan tubuh yang baru, tubuh kemuliaan, sama dengan tubuh Kristus yang kekal.
Assunah Nabi, seperti yang dituliskan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi, menyampaikan perkataan Nabi: “Peperangan itu adalah tipu daya”. Dan QS At-Tawbah 29 memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir, yang kepada mereka diberikan Al-Kitab. Tentulah mereka yang Yahudi dan Kristen. Maka semua tuduhan Al-Quran dan Islam, terhadap status Isa Al-Masih, terhadap penyaliban Isa Al-Masih, terhadap keaslian Alkitab, semuanya itu adalah dalam konteks peperangan. Tipu daya. Al-Quran sibuk menuliskan nama Isa ibnu Maryam bukan untuk meneladani ajaran kasih Isa, tetapi dalam rangka menegakkan agama Islam. Tentu tak luput melalui tipu daya sebagai perang doktrin.
Tipu daya dalam perang doktrin Islam itu nyata pada hadits yang menuliskan bahwa Isa Al-Masih akan turun dari langit menjelang hari kiamat menjadi hakim yang adil, untuk mematahkan salib-salib (orang-orang Kristen) dan membunuh babi-babi. Doktrin ini terlalu memaksakan diri. Kalau mau membuat tipu daya yang soft, lebih baik Islam tidak mengakui Isa itu akan datang. Katakan saja: Isa tidak akan pernah datang. Daripada mengatakan Isa akan datang, tetapi datang untuk membunuh orang-orang Kristen yang setiap hari memuji dan meninggikan nama Yesus Kristus (Isa Al-Masih), tentu tipuan itu sangat tidak logis. Alasan Islam, karena mereka menuhankan Yesus, itu hanya alasan konyol sepihak dari Islam. Jika ada alasan yang kuat yang berasal dari pihak Kristen itu sendiri, maka barulah masuk akal.
Bagi Omega, Allah Swt, Allah Islam yang berdiri karena perang tipu daya, akhirnya nyatalah sebagai sosok allah palsu yang tidak terpercaya, yang tidak punya kredibilitas, dan plin-plan. Tentu Omega yang sejak semula taat shalat, tidak begitu gampang untuk mengatakan Allah Swt tidak terpercaya, jika bukan didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Al-Quran itulah bukti kuat bahwa Allah Swt tidak terpercaya.
Omega akhirnya harus menyatakan bahwa Allah Swt ialah gambaran hati dan cita-cita seorang Muhammad. Muhammad mengatakan: Hindarilah zinah. Tetapi bini Muhammad itu banyak. Pezinah itu otak seks. Orang yang bininya banyak otak seks juga. Nah, tidak ada balancing antara perkataan dan perbuatan Muhammad. Omega sebagai seorang muslim tidak habis pikir untuk memikirkan itu.
Pada QS Maryam 27-28, Allah Swt telah salah sebut ketika mewahyukan bahwa Maryam ibu Isa sebagai saudara perempuan Harun. Di Alkitab (1 Tawarikh 6:3), Harun adalah saudara Musa dan Miryam, ketiganya putera-puteri Amran, yang hidup 1.500 tahun sebelum Maryam yang melahirkan Isa. Bagaimana bisa Allah yang Maha Mengetahui tidak mengetahui sejarah? Terlalu memaksakan diri jika muslim menuduh orang-orang Kristen telah mengarang-ngarang ayat 1 Tawarikh 6:3 itu.
Pada QS An-Nisa 157-158 Allah Swt mempunyai sikap yang jelas, bahwa Isa Al-Masih tidak boleh dibunuh atau disalibkan. Untuk itu Allah Swt harus menipu manusia dengan mengadakan seseorang yang mirip dengan Isa untuk dibunuh, sedangkan Isa Al-masih langsung diangkat ke sisi Allah. Tetapi pada QS Maryam 33, sikap Allah Swt berubah. Ia mewahyukan bahwa semoga Isa diberkati pada saat ia dilahirkan, pada saat ia meninggal dan pada saat ia dibangkitkan hidup kembali. Ini bukan masalah proses waktu, di mana katanya Isa akan datang lagi untuk mati menurut versi Islam. Tetapi ini masalah sikap mental Allah Swt yang plin-plan, yang tercium hanya untuk mengikari bahwa Isa telah mati disalibkan dan bangkit hidup kembali sebagaimana disaksikan oleh banyak orang Yahudi, 700 tahun sebelum Al-Quran itu ditulis di Arab, jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Allah Swt mewahyukan bahwa Al-Quran itu kitab yang sempurna dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Tentu termasuk oleh Allah Swt sendiri (QS 10:64, QS 6:115). Nyatanya tidak demikian. Allah Swt mengganti-ganti ayatnya sendiri. Masa sih Yang Maha Tahu bisa merevisi kalimatnya sendiri? (QS 16:101, QS 2:106).
Kalau sosok Allah Swt plin-plan, namun sikap Yesus selalu lurus dan terpercaya. Sebelum disalibkan, Yesus mengajarkan: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Ketika tergantung di kayu salib Yesus pun balance dengan ajaran-Nya, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan-Nya dengan berkata: “"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).
Matius 17:22-23: Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.Setelah Yesus bangkit pada hari yang ketiga (Hari Minggu) sejak Ia mati di kayu salib.
Lukas 24:38-40: Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dari semua yang telah terjadi yang pernah dikatakan oleh Yesus, semuanya benar terjadi dan tidak ada yang meleset, baik perbuatan-Nya maupun peristiwa-peristiwa yang dilalui-Nya, semua lurus dengan perkataan-Nya.
Tetapi Islam, sebagai agama yang dibangun dengan prinsip “peperangan adalah tipu daya”, benarlah telah memerangi iman kepercayaan orang-orang Nasrani atau Kristen sesuai dengan QS At-Tawbah 29 itu. Mereka telah dan akan selalu diperangi dengan berbagai cara termasuk dengan tipu daya, supaya Islam dapat berdiri. Bukan supaya semua muslim selamat masuk surga, tetapi supaya Muhamamd, Islam dan semua ulama dapat berkuasa di dunia ini, tetapi bukan di akhirat.
Karena Islam sudah salah, maka Omega Suparno menjadi semakin percaya kepada Yesus itu. Andaikata Omega sebelumnya seorang atheis, maka ia sulit mempercayai Yesus. Tetapi karena tipu daya Al-Quran dan Islam itu, maka Omega tambah yakin bahwa Yesus itu benar yang mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yohanes 11:25-26). Yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah mengenai tubuh yang fana ini. Tetapi mengenai jiwa atau roh yang pada hari kebangkitan akan diberi tubuh kemuliaaan, tubuh yang baru yang sama bentuknya dengan tubuh yang lama, yang hidup kekal untuk selama-lamanya di dalam Sorga.
Istilah “Yesus bukan Tuhan”, “Tuhan tidak berwujud manusia” merupakan alasan yang selalu dibangga-bangkan oleh dunia Islam. Tetapi Omega akhirnya memegang sebuah prinsip: Tuhan bukanlah Tuhan jika karena dimengerti seluruhnya oleh pikiran manusia. Biarlah para muslim menyembah tuhan yang mereka kuasai dalam akal pikiran mereka sendiri, tetapi Omega harus datang kepada Yesus yang terpercaya itu, yang ajaib itu, yang mengajarkan kasih, pengampuan dan kedamaian itu. Bukan Tuhan yang haus akan darah orang-orang kafir. Biarlah mereka bergama Islam, yaitu Islam yang hidup dengan mematikan nyawa banyak orang, tetapi Omega berpegang kepada Yesus yang telah mati untuk menghidupkan nyawa banyak orang pada kehidupan yang kekal.
Rabu, 22 Muharram 1437 H / 26 Juni 2013 16:07 wib
Pengakuan pembunuh : klik di sini
Sumber : http://progmx.blogspot.co.id/2014/12/omega-suparno-mengikuti-yesus.html?m=1
Eksekusi mati terhadap murtadin Omega Suparno yang dilakukan oleh Trio Mujahid Jepara: Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto dikarenakan Omega sebelumnya adalah sahabat ketiga orang ini, kemudian Omega murtad dan menjelek-jelekkan Islam dan Nabi Muhammad. Omega Suparno dibunuh dengan keadaan yang mengenaskan.
Kini, Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto menjadi pesakitan di PN Jepara. Sidang pertama dengan agenda pembacaan Dakwaan digelar pada Kamis (13/6/2013). Ketiganya terancam hukuman mati, dengan jeratan pasal berlapis, antara lain: pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1), pasal 353 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 351 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1).
Meski hukuman mati mengancam di depan mata, namun ketiga mujahid muda itu tak gentar. Mereka meyakini amaliah yang dilakukannya sebagai ibadah. “Melalui amaliah ini saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin dan aktivis pemurtadan. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa para mujahid siap dipertaruhkan!” tegasnya.
Jihad Trio Mujahid Jepara itu mendapat dukungan dari Front Pembela Islam (FPI). Pembina Laskar FPI Jawa Tengah, Ustadz Said Sungkar, menilai tindakan mereka sudah sesuai dengan nas Syariat yang memberikan sanksi kepada kaum murtadin.
“Sebagai kewajiban seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan, "Man baddala dinahu faqtuluh" (Barangsiapa menukar agama maka bunuhlah dia). Karena di Indonesia tidak berlaku hukum Islam, maka daripada semua orang Islam berdosa, maka mereka mengambil alih tanggung jawab itu guna menyelamatkan umat Islam yang tidak menjalankan syariat,” jelasnya. “Memang, jika Syariat Islam berlaku maka yang berhak menentukan hukuman mati (kepada murtadin) adalah qadhi. Tapi karena tidak ada Syariat Islam, maka Syariat itu berlaku “manistatho’a.” Siapa yang mampu menjalankan, itu bisa,” tambahnya.
Ustadz Said bahkan memuji ketiganya sebagai pahlawan pemberani yang siap dengan segala resikonya. “Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara. Tapi karena negaranya berkhianat kepada Syariat, maka mereka menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa,” tandasnya.
...Dalam agama yang dianut para terdakwa membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia...
Senada itu, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan SH menegaskan bahwa insiden eksekusi Trio Mujahid Jepara terhadap murtadin Suparno itu bukan kasus pembunuhan biasa. Pasalnya, eksekusi ini adalah respon para aktivis Islam terhadap tindakan provokasi murtadin Suparno yang melecehkan Islam dengan semena-mena. Karenanya, kasus ini tidak bisa diterapkan pasal Pembunuhan Berencana. “Ini bukan pembunuhan biasa, karena amat nyata dimulai dari provokasi kebencian terhadap agama lain oleh korban dengan menyudutkan dan menjelekkan agama lain,” tegasnya.
Michdan mengingatkan, di mata hukum, tindakan provokasi agama itu memiliki konsekuensi hukum. Dalam hukum Islam, sanksi terhadap orang yang melecehkan Allah dan Rasulullah adalah hukuman mati, dan pelaksanaannya dinilai ibadah.
“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya. [a ahmad jundullah]
www.voa-islam.com
****************************************************************
****************************************************************
MURTADIN OMEGA SUPARNO WAJIB DIBUNUH KARENA MURTAD DAN MENGHINA ISLAM
Eksekusi mati terhadap murtadin Omega Suparno yang dilakukan oleh Trio Mujahid Jepara: Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto dikarenakan Omega sebelumnya adalah sahabat ketiga orang ini, kemudian Omega murtad dan menjelek-jelekkan Islam dan Nabi Muhammad. Omega Suparno dibunuh dengan keadaan yang mengenaskan.
Murtadin Omega Suparno wajib dibunuh karena Murtad dan menghina Islam. Shalom begini kisahnya :
Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam. Ini dibuktikan dengan riwayat pendidikannya yang pernah mengenyam bangku sebuah
pesantren di kota Kudus. Ia pun sempat kuliah di IAIN Yogyakarta. Belum rampung kuliah di perguruan Tinggi Islam ini ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta. Sampai menjelang tewasnya, ia aktif sebagai penginjil dan telah memurtadkan umat Islam yang lain. Dalam aktifitasnya tersebut tak jarang ia menyisipkan pelecehan dan penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, dan ajaran Islam yang mulia.
Tiga orang aktivis Islam dari Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) menjadi pesakitan di PN Jepara. Amir Mahmud adalah ustadz yang pernah berjihad di Ambon Maluku selama 4,5 tahun sejak 2001. Sony Sudarsono adalah aktivis yang sudah malang-melintang berjihad ke mancanegara, pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh beberapa tahun silam. Sumber : suara-islam.
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.
Kita wajib bersyukur kepada Allah, selanjutnya berterima kasih kepada Trio Mujahid Jepara -Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto- yang telah mewakili umat Islam menunaikan tuntunan ajarannya. Mereka siap mengambil resiko mengeksekusi Omega Suparno yang telah murtad, menghina Islam, dan memurtadkan kaum muslimin.
Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam. Ini dibuktikan dengan riwayat pendidikannya yang pernah mengenyam bangku sebuah pesantren di kota Kudus. Ia pun sempat kuliah di IAIN Yogyakarta. Belum rampung kuliah di perguruan Tinggi Islam ini ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta. Sampai menjelang tewasnya, ia aktif sebagai penginjil dan telah memurtadkan umat Islam yang lain. Dalam aktifitasnya tersebut tak jarang ia menyisipkan pelecehan dan penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam Islam, hukuman atas orang murtad sangat jelas. Orang murtad wajib dibunuh setelah diberi kesempatan taubat dan ia tidak mau kembali kepada Islam. Hukuman berat ini dijatuhkan atasnya karena setelah mengetahui kebenaran ia meninggalkan kebenaran tersebut dan menentangnya. Keberadaannya laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. Akidahnya telah rusak dan dikhawatirkan akan merusak akidah kaum muslimin. Sehingga orang semacam ini tak pantas dibiarkan, maka ia wajib dibunuh.
. . . Orang Murtad laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. . .
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ
“Siapa yang merubah agamanya, maka bunuhlah.” (HR. Bukhari dan Ashabus Sunan)
Hadits lain yang menguatkan kesimpulan di atas adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
لَا يَحِلُّ دَمُ اِمْرِئٍ مُسْلِمٍ; يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ, وَأَنِّي رَسُولُ اَللَّهِ, إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: اَلثَّيِّبُ اَلزَّانِي, وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ, وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ; اَلْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada Ilah kecuali Allah dan aku sebagai utusan Allah kecuali karena satu dari tiga hal: Pembunuhan dibalas bunuh (qishash), duda (dan janda) yang berzina, dan orang yang meningalkan agamanya, memisahkan diri dari jama’ah.” (Muttafaq ‘Alaih)
Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam pemberitaan voa-islam kemarin (Selasa, 25 Jun 2013) dengan title “Allahu Akbar!!! Trio Mujahid Jepara Eksekusi Murtadin Penghujat Islam”, saat Ustadz Amir Mahmud mengajak dialog dan mengonfirmasi atas sepak terjangnya sesudah murtad, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di tiang salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.
Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur’an. “Al-Qur’an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur’an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.”
Tak puas menghina Al-Qur’an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.
Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
. . . Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia. . .
Penjelasan Ulama Tentang Orang yang Menghina Islam
Banyak keterangan dari para ulama Islam terdahulu yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap orang-orang yang menghina agamanya. Bahkan sebagiannya menukilkan kesepakat ulama dalam menyikapi orang tersebut, seperti imam al-Khathaabi. Beliau mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang pun di antara kaum muslimin yang berselisih pendapat tentang wajibnya membunuh orang yang menghina Allah dan Rasul-Nya.”
Diriwayatkan dari Husain, bahwasanya Ibnu Umar berkata, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka dia harus dibunuh.” Sampai pada perkataan beliau, “Dengan keharusan inderawi dan penglihatan, kita mengetahui bahwa jika mereka secara terang-terangan menghina Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau menghina Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, atau menghina sesuatu dari agama Islam, berarti mereka telah merendahkan kita, menghinakan kita dan bahkan menghina agama kita. Dengan demikian, mereka telah merusak perjanjian dan membatalkan dzimmah (jaminan perlindungan) mereka. Jika mereka membatalkan dzimmah mereka, maka tidak ada keraguan lagi bahwa darah, tawanan, dan harta mereka telah halal.”
Imam Ahmad pernah mengatakan, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan melecehkannya –baik dia seorang muslim atau kafir- maka dia wajib dibunuh. Saya berpandangan bahwa dia langsung dibunuh dan tidak perlu diminta untuk bertaubat lebih dulu.”
Beliau juga mengatakan, “Setiap orang (kafir dzimmi) yang melanggar perjanjian dan membuat perkara baru di dalam Islam, maka orang seperti ini menurutku wajib dibunuh. Karena bukan untuk hal itu mereka diberi perjanjian dan jaminan perlindungan.”
Demikian juga dengan Abu Shafra’ yang berkata, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hambal) perihal seorang lelaki ahli dzimmah yang mencaci Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apa yang harus dilakukan terhadapnya?” Beliau menjawab, “Jika perbuatannya itu terbukti, maka orang yang mencaci Nabi, baik dia seorang muslim ataupun kafir, dia harus dibunuh.” Dan beliau beralasan dengan hadits seorang buta yang membunuh budak wanitanya dengan beralasan, “Aku mendengar dia mencaci Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang Yahudi ahli dzimmah yang kebetulan melewati seorang muadzin, lantas ia berkata, “Bohong kamu.” Beliau menjawab, “Dia harus dibunuh, oleh karena dia telah mencerca.” (Dinukil dari Fatwa Mati Buat Penghujat, Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” hal. 52-59)
Sumber : voa-islam
Belajar Pada Eksekusi Penginjil Omega Suparno: Menghina Alquran Berujung Kematian
Eksekusi mati terhadap murtadin Omega Suparno yang dilakukan oleh Trio Mujahid Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Suparno dieksekusi Trio Mujahid karena agresivitas kristenisasi yang dilakukan dengan melecehkan aqidah Islam: Allah Swt, Nabi Muhammad Sawdan Al-Qur’anul Karim. Suparno telah tewas, tapi di Jepara masih banyak penginjil murtadin penghujat Islam.
Penginjil Suparno dieksekusi mujahid Jepara karena setelah murtad dari Islam dan drop out dari IAIN, melakukan misi penginjilan ia berusaha memurtadkan umat Islam dengan cara mendiskreditkan Islam. Beberapa jurus mendiskreditkan Islam yang terungkap antara lain: (1) Mengajarkan bahwa Allah adalah tuhan fiktif, karena Allah baru diadakan sejak adanya bangsa Arab. (2) Mengajarkan bahwa gelar Nabi milik Muhammad hanya selevel dengan gelar kiyai di Jawa, karenanya Muhammad tidak boleh dikultuskan. (3) Konsep keselamatan dalam agama Islam tidak pasti karena masih harus memakai kata “insya Allah.” (4) Al-Qur’an adalah kitab yang tidak mengajarkan kebenaran karena isinya salah semua.
“Al-Qur’an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur’an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya, Selasa sore (11/12/2012).
Buntut penodaan agama itu, murtadin Suparno dieksekusi mati di Jepara pada Rabu malam (12/12/2012), sedangkan trio mujahid Jepara sudah dibekuk Polda Jateng pada Jum’at (28/12/2012).
Sumber : suara-islam
SEMARANG (KRjogja.com) – Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang yang mayatnya ditemukan Kamis (23/12) malam lalu di hutan daerah Jepara telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.
Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus di Sragen.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.
Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry). Sumber : krjogja
Seorang mahasiswa Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI) menjadi korban pembunuhan sadis. Tiga orang tersangka pelaku telah dibekuk oleh polisi; Jasad Omega Suparno (42) ditemukan ditemukan di hutan daerah Jepara dengan luka tusukan, tubuh lebam-lebam dan wajah dibakar. Dalam laporan KDO, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng KombesBambang Rudi Pratikyo mengungkapkan bahwa motif pembunuhan adalah dendam. Almarhum telah beralih agama, bahkan kuliah di STBI di Semarang. Alm. Suparno pernah menekuni ajaran Islam bersama para tersangka pelaku, masing-masing AM (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog, S alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus, dan AS (31) asal Dusun Semper Barat, Cililing, Jawa Barat. Untuk mengelabui polisi, ketiga pelaku membawa kabur motor korban supaya dikira korban dirampok. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. Dikuburkan secara Kristen Menurut email yang diperoleh redaksi MP mengenai pembunuhan ini, alm. Omega Suparno berniat menjadi seorang hamba Tuhan dengan masuk ke STBI. Pada liburan Natal, tanggal 10 Desember lalu ia pamit pulang mengunjungi orang tuanya di Jepara. Tanggal 11 Desember dini hari tubuhnya ditemukan di sebuah selokan di hutan jati tanpa pakaian dan wajah dalam keadaan terbakar dan sulit dikenali. Setelah dievakuasi oleh polisi, diumumkan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang melihat jazad tersebut. Orang tua almarhum datang dan mengenali tubuh anak mereka. Menurut DR Yustinus Djoko Santoso, kepala STBI, yang datang melihat jasad almarhum segera setelah mendapat berita, alm pak Suparno pernah mengirim surat kepada orang tuanya kalau ia meninggal harap dilaksanakan penguburan secara Kristen. Setelah pengambilan sampel tes DNA, pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 19.00 jenasah boleh dibawa pulang. Jenasah dibawa ke GBI Jepara untuk kebaktian dan langsung dimakamkan malam itu juga untuk menghindari reaksi kekacauan. “Puji Tuhan pemakaman dapat dilaksanakan dengan baik, tentram dan sukacita dalam duka,” demikian ditulis dalam email itu. “Berita memang segera tersebar diantara orang-orang [dari gereja] Baptis. Tetapi semua menunjukan kedewasaan berpikir dan mendoakan agar keluarga … diberi penghiburan Tuhan Allah.” Dengan ditangkapnya para pelaku ungkapan doa dalam email itu telah terjawab. Kiranya penegakkan hukum atas perbuatan mereka mencabut nyawa orang lain secara kejam tak hanya membawa mereka pada penyesalan, namun juga pada kesadaran akan nilai hidup manusia di hadapan Allah.*** ——- Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39). Sumber : kompasiana
Omega Suparno minta dikuburkan secara KristenINDONESIA, Jawa Tengah (MP) — Seorang mahasiswa Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI) menjadi korban pembunuhan sadis. Tiga orang tersangka pelaku telah dibekuk oleh polisi, demikian dilaporkan oleh Kedaulatan Rakyat Online (KDO). (12/29/12)
Jasad Omega Suparno (42) ditemukan ditemukan di hutan daerah Jepara dengan luka tusukan, tubuh lebam-lebam dan wajah dibakar.
Dalam laporan KDO, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Bambang Rudi Pratikyomengungkapkan bahwa motif pembunuhan adalah dendam. Almarhum telah beralih agama, bahkan kuliah di STBI di Semarang.
Alm. Suparno pernah menekuni ajaran Islam bersama para tersangka pelaku, masing-masing AM (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog, S alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus, dan AS (31) asal Dusun Semper Barat, Cililing, Jawa Barat.
Untuk mengelabui polisi, ketiga pelaku membawa kabur motor korban supaya dikira korban dirampok. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang.
Dikuburkan secara Kristen
Menurut email yang diperoleh redaksi MP mengenai pembunuhan ini, alm. Omega Suparno berniat menjadi seorang hamba Tuhan dengan masuk ke STBI.
Pada liburan Natal, tanggal 10 Desember lalu ia pamit pulang mengunjungi orang tuanya di Jepara. Tanggal 11 Desember dini hari tubuhnya ditemukan di sebuah selokan di hutan jati tanpa pakaian dan wajah dalam keadaan terbakar dan sulit dikenali.
Setelah dievakuasi oleh polisi, diumumkan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang melihat jazad tersebut. Orang tua almarhum datang dan mengenali tubuh anak mereka.
Menurut DR Yustinus Djoko Santoso, kepala STBI yang datang melihat jasad almarhum segera setelah mendapat berita, alm pak Suparno pernah mengirim surat kepada orang tuanya kalau ia meninggal harap dilaksanakan penguburan secara Kristen.
Setelah pengambilan sampel tes DNA, pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 19.00 jenasah boleh dibawa pulang. Jenasah dibawa ke GBI Jepara untuk kebaktian dan langsung dimakamkan malam itu juga untuk menghindari reaksi kekacauan.
“Puji Tuhan pemakaman dapat dilaksanakan dengan baik, tentram dan sukacita dalam duka,” demikian ditulis dalam email itu. “Berita memang segera tersebar diantara orang-orang [dari gereja] Baptis. Tetapi semua menunjukan kedewasaan berpikir dan mendoakan agar keluarga … diberi penghiburan Tuhan Allah.”
Dengan ditangkapnya para pelaku ungkapan doa dalam email itu telah terjawab.
Kiranya penegakan hukum atas perbuatan mereka mencabut nyawa orang lain secara kejam tak hanya membawa mereka pada penyesalan, namun juga pada kesadaran akan nilai hidup manusia di hadapan Allah.***
——-
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39)
Sumber : menarapenjaga
Pengertian Jihad dalam Islam
Oleh Prof. Dr. Ahmad Tayyeb (Grand Shaikh Al-Azhar)
Definisi Jihad (ringkasan)
Jihad secara bahasa berarti mengerahkan segala upaya dan kemampuan, baik berupa perkataan maupun perbuatan.
Definisi jihad secara syariat yang paling komperehensif diutarakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Jihad adalah mengerahkan segala upaya demi mencapai kebenaran yang diinginkan.” Di tempat lain, beliau mengatakan, “Hakikat jihad adalah upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapai hal-hal yang diridhai oleh Alloh seperti iman dan amal saleh, sekaligus untuk menolak hal-hal yang dibenci-Nya seperti kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.”
Definisi tersebut mencakup semua jenis jihad yang dapat dilakukan seorang muslim. Mencakup usaha kerasnya dalam menaati Alloh, dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Termasuk juga usahanya dalam mengajak orang lain – muslim atau kafir – untuk menaati Alloh, usahanya dalam memerangi orang kafir untuk meninggikan kalimat Alloh, dan sebagainya.
Sebuah upaya dikatakan sebagai jihad jika memenuhi syarat, yaitu dilakukan ‘di jalan Alloh’. Oleh karena itu, segala upaya yang dilakukan tidak di jalan Alloh Ta’ala, maka tidak bisa dikatakan sebagai jihad.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id, Rasulullah bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ منكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ؛ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ.
“Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya (kekuatan). Jika tak sanggup, cegahlah dengan lisan. Jika masih tak sanggup, maka cukup dengan hati. Yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman.”
Kalau dibagi lagi maka empat tingkatan jihad itu terbagi menjadi 13 tingkatan. Dan kata ‘jihad’, meskipun mengandung banyak kemungkinan makna selain perang – seperti tersebut di atas, namun makna perang adalah yang paling masyhur dan banyak digunakan.
Sumber : waag-azhar
Matius 7:16 – (16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39).
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.”(Markus 13:13).
Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27).
Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
.
Istilah perang didalam keyakinan masing-masing ini dari dahulu sampai sekarang telah menjadi topik perbincangan yang meluas. Masing-masing pihak akan mempertahankan kebenarannya masing-masing.
Link untuk dibagikan : http://wp.me/p6mxNc-sW
Salam kompak dan semangat selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.
Omega Suparno minta dikuburkan secara Kristen
Icon St. Stevanus di gereja Ortodoks. Martir
Kristen pertama (gambar: pc-freak.net).
INDONESIA, Jawa Tengah (MP) -- Seorang mahasiswa Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI) menjadi korban pembunuhan sadis. Tiga orang tersangka pelaku telah dibekuk oleh polisi, demikian dilaporkan oleh Kedaulatan Rakyat Online (KDO). (12/29/12)
Jasad Omega Suparno (42) ditemukan ditemukan di hutan daerah Jepara dengan luka tusukan, tubuh lebam-lebam dan wajah dibakar.
Dalam laporan KDO, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng KombesBambang Rudi Pratikyo mengungkapkan bahwa motif pembunuhan adalah dendam. Almarhum telah beralih agama, bahkan kuliah di STBI di Semarang.
Alm. Suparno pernah menekuni ajaran Islam bersama para tersangka pelaku, masing-masingAM (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog, S alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus, dan AS (31) asal Dusun Semper Barat, Cililing, Jawa Barat.
Untuk mengelabui polisi, ketiga pelaku membawa kabur motor korban supaya dikira korban dirampok. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang.
Dikuburkan secara Kristen
Menurut email yang diperoleh redaksi MP mengenai pembunuhan ini, alm. Omega Suparno berniat menjadi seorang hamba Tuhan dengan masuk ke STBI.
Pada liburan Natal, tanggal 10 Desember lalu ia pamit pulang mengunjungi orang tuanya di Jepara. Tanggal 11 Desember dini hari tubuhnya ditemukan di sebuah selokan di hutan jati tanpa pakaian dan wajah dalam keadaan terbakar dan sulit dikenali.
Setelah dievakuasi oleh polisi, diumumkan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang melihat jazad tersebut. Orang tua almarhum datang dan mengenali tubuh anak mereka.
Menurut DR Yustinus Djoko Santoso, kepala STBI yang datang melihat jasad almarhum segera setelah mendapat berita, alm pak Suparno pernah mengirim surat kepada orang tuanya kalau ia meninggal harap dilaksanakan penguburan secara Kristen.
Setelah pengambilan sampel tes DNA, pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 19.00 jenasah boleh dibawa pulang. Jenasah dibawa ke GBI Jepara untuk kebaktian dan langsung dimakamkan malam itu juga untuk menghindari reaksi kekacauan.
“Puji Tuhan pemakaman dapat dilaksanakan dengan baik, tentram dan sukacita dalam duka,” demikian ditulis dalam email itu. “Berita memang segera tersebar diantara orang-orang [dari gereja] Baptis. Tetapi semua menunjukan kedewasaan berpikir dan mendoakan agar keluarga ... diberi penghiburan Tuhan Allah.”
Dengan ditangkapnya para pelaku ungkapan doa dalam email itu telah terjawab.
Kiranya penegakan hukum atas perbuatan mereka mencabut nyawa orang lain secara kejam tak hanya membawa mereka pada penyesalan, namun juga pada kesadaran akan nilai hidup manusia di hadapan Allah.***
-------
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39)
Gara-gara pindah agama dari Islam ke Kristen dibunuh dgn SADIS
SEMARANG (KRjogja.com) - Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang yang mayatnya ditemukan Kamis (23/12) malam lalu di hutan daerah Jepara telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.
Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus di Sragen.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.
Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry)
krjogja.com
Perhatikan bagaimana pembenaran ala si Hafidz Ary. Pindah agama dari Islam dan jadi pendeta kok tidak boleh !?
JEPARA (voa-islam.com) – Arogansi murtadin yang menabur penodaan agama menuai badai. Omega Suparno (42), seorang murtadin dari kota ukir Jepara tewas mengenaskan dieksekusi trio mujahid setelah terbukti melecehkan Islam secara provokatif. Meski terancam hukuman mati oleh hukum thaghut, trio mujahid Jepara tak gentar di jalan Allah.
Murtadin naas warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jateng ini dieksekusi setelah melakukan penodaan agama terhadap mujahidin dengan melecehkan Al-Qur'an, Allah SWT, Nabi Muhammad dan Syariat Islam. Sedangkan trio mujahid Jepara yang mengeksekusi murtadin calon pendeta itu adalah Ustadz Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31).
Ustadz Amir Mahmud adalah alumnus pesantren tauhid terbesar di kotanya yang sudah malang-melintang di dunia jihad. Usai menamatkan pendidikan di pesantren tahun 2000, ayah seorang anak ini ditugaskan dakwah di Lombok, NTB. Tahun 2001, ketika bumi Ambon bergolak, ia terpanggil untuk berjihad selama 4,5 tahun membela kaum muslimin yang tertindas.
Sony Sudarsono adalah mujahid yang sudah malang-melintang berjihad hingga mancanegara. Ayah dua orang anak ini pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto, warga Semper Barat, Cililing, Jakarta Utara, adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh bersama Abu Umar. Ayah empat orang anak ini sempat menjadi buronan Densus 88 Antiteror karena jihadnya.
Eksekusi terhadap murtadin calon pendeta ini bermula pada bulan Oktober 2012, saat Ustadz Amir menerima pengaduan dari berbagai aktivis di Kudus, mengenai sepak terjang penginjil Omega Suparno setelah murtad meninggalkan Islam. Setelah murtad, jebolan pesantren Kudus yang sempat kuliah di IAIN Yogyakarta ini pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta.
Setelah data, alamat dan identitas Suparno terkumpul, Ustadz Amir berkunjung ke rumah Suparno dengan misi untuk berdialog dan mengkonfirmasi latar belakang kemurtadannya, pada Selasa sore (11/12/2012).
Mulanya, dialog berjalan biasa saja seputar perkenalan. “Njenengan leres Mas Suparno, lulusan Ma’ahid yang pindah agama?” tanya Amir. (Apakah benar anda bernama Suparno, alumnus Ma’ahid yang sudah pindah agama?). “Inggih, leres,” jawab Suparno singkat. (Iya, benar).
Namun agenda dialog yang direncanakan tak semulus rencana awal. Dikonfirmasi baik-baik, Suparno malahngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di tiang salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.
Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an. “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.
Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.
Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
Tak ada titik temu, dialog diakhiri ketika azan magrib berkumandang. Sebelum berpisah, keduanya berjanji untuk melanjutkan dialog lagi esok harinya.
Dialog juga tak berjalan imbang, karena Supar sebagai tuan rumah mencecar Amir dengan pemaparan seperti orang pidato. “Saya gak banyak kesempatan bicara, karena Supar bicaranya gak berhenti-berhenti,” papar Amir kepada voa-islam.com sebelum Sidang di PN Jepara, Kamis (20/6/2013).
Muwati (40) adik kandung Suparno, membenarkan adanya pertemuan dialog Suparno dengan Ustadz Amir Mahmud sehari sebelum insiden eksekusi. “Nggih, rumiyen wonten tamu kalih, sanjange rencange teng Ma’ahid, tapi adik kelasipun,” ujarnya kepada voa-islam.com, Kamis (20/6/2013). (Iya, dulu ada dua orang tamu, katanya adik kelas Suparno di Ma’ahid).
Tapi ia hanya mendengar sekilas dan tidak mengikuti percakapan sampai akhir karena ada urusan lain. “Nopo sing dipermasalahke kulo boten semerap,” jelasnya. (Apa yang dibicarakan mereka saya tidak tahu).
...Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara, menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa...
Esoknya, Rabu malam (12/12/2012) Ustadz Amir bersama Sony dan Agus mengeksekusi murtadin Suparno di belakang Ruko Jember Kudus. Setelah tewas, mayat Suparno dibuang ke hutan jati di Jepara.
Selanjutnya mayat Suparno di area petak 106 hutan jati desa Jinggotan, kecamatan Kembang, kabupaten Jepara pada Kamis (13/12/2012).
Polisi baru bisa mengungkap identitas korban sepekan kemudian, pada Rabu (19/12/2012). Setelah pengambilan sampel tes DNA dan dibawa pulang, jenazah Suparno dibawa ke Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Jepara dan langsung dimakamkan malam itu juga di makam Kristen setempat.
Akhirnya Ustadz Amir, Sony dan Agus dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di Sragen dan Kudus.
...Saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa mujahid siap dipertaruhkan...
TEGAR MELAKSANAKAN SYARIAT
****************************************************************
Omega Suparno minta dikuburkan secara Kristen
Icon St. Stevanus di gereja Ortodoks. Martir
Kristen pertama (gambar: pc-freak.net).
INDONESIA, Jawa Tengah (MP) -- Seorang mahasiswa Seminari Teologia Baptis Indonesia (STBI) menjadi korban pembunuhan sadis. Tiga orang tersangka pelaku telah dibekuk oleh polisi, demikian dilaporkan oleh Kedaulatan Rakyat Online (KDO). (12/29/12)
Jasad Omega Suparno (42) ditemukan ditemukan di hutan daerah Jepara dengan luka tusukan, tubuh lebam-lebam dan wajah dibakar.
Dalam laporan KDO, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng KombesBambang Rudi Pratikyo mengungkapkan bahwa motif pembunuhan adalah dendam. Almarhum telah beralih agama, bahkan kuliah di STBI di Semarang.
Alm. Suparno pernah menekuni ajaran Islam bersama para tersangka pelaku, masing-masingAM (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog, S alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus, dan AS (31) asal Dusun Semper Barat, Cililing, Jawa Barat.
Untuk mengelabui polisi, ketiga pelaku membawa kabur motor korban supaya dikira korban dirampok. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang.
Dikuburkan secara Kristen
Menurut email yang diperoleh redaksi MP mengenai pembunuhan ini, alm. Omega Suparno berniat menjadi seorang hamba Tuhan dengan masuk ke STBI.
Pada liburan Natal, tanggal 10 Desember lalu ia pamit pulang mengunjungi orang tuanya di Jepara. Tanggal 11 Desember dini hari tubuhnya ditemukan di sebuah selokan di hutan jati tanpa pakaian dan wajah dalam keadaan terbakar dan sulit dikenali.
Setelah dievakuasi oleh polisi, diumumkan kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk datang melihat jazad tersebut. Orang tua almarhum datang dan mengenali tubuh anak mereka.
Menurut DR Yustinus Djoko Santoso, kepala STBI yang datang melihat jasad almarhum segera setelah mendapat berita, alm pak Suparno pernah mengirim surat kepada orang tuanya kalau ia meninggal harap dilaksanakan penguburan secara Kristen.
Setelah pengambilan sampel tes DNA, pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 19.00 jenasah boleh dibawa pulang. Jenasah dibawa ke GBI Jepara untuk kebaktian dan langsung dimakamkan malam itu juga untuk menghindari reaksi kekacauan.
“Puji Tuhan pemakaman dapat dilaksanakan dengan baik, tentram dan sukacita dalam duka,” demikian ditulis dalam email itu. “Berita memang segera tersebar diantara orang-orang [dari gereja] Baptis. Tetapi semua menunjukan kedewasaan berpikir dan mendoakan agar keluarga ... diberi penghiburan Tuhan Allah.”
Dengan ditangkapnya para pelaku ungkapan doa dalam email itu telah terjawab.
Kiranya penegakan hukum atas perbuatan mereka mencabut nyawa orang lain secara kejam tak hanya membawa mereka pada penyesalan, namun juga pada kesadaran akan nilai hidup manusia di hadapan Allah.***
-------
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39)
****************************************************************
Gara-gara pindah agama dari Islam ke Kristen dibunuh dgn SADIS
SEMARANG (KRjogja.com) - Kasus pembunuhan sadis terhadap Suparno (42) mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang yang mayatnya ditemukan Kamis (23/12) malam lalu di hutan daerah Jepara telah terungkap dengan dibekuknya tiga pelaku.
Para pelaku dengan korban sudah saling kenal dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di tempat berbeda daerah Jawa Tengah, yakni di Sragen dan Kudus. Mereka masing masing Amir Mahmud (29) warga Desa Ngaklingan, Gebog dan Sudarsono alias Sony (29) warga Desa Klumpit, Gebog, Kudus. Dan, satu pelaku lagi, Agus Suprapto (31) asal Dusun Semper Barat , Cililing, Jawa Barat diringkus di Sragen.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Bambang Rudi Pratikyo, semalam mengatakan latar belakang karena dendam. Korban sebelum dibuang di hutan tidak cuma dihujani tusukan senjata tajam, tapi juga dibakar. Untuk menghilangkan jejak, ketiga pelaku membawa kabur motor korban agar oleh polisi dianggap korban merampokan.
Adapun, dendam kesumat yang melatar belangi pembunahan sadis itu gara-gara korban yang semasa hidupnya dengan para pelaku pernah sama-sama menekuni ajaran Islam telah beralih agama. Bahkan, Suparno kuliah lagi di perguruan tinggi theologi baptis di Semarang. Perubahan agama, itulah mendorong rekan-rekan lamanya jengkel hingga melakukan pembunuhan sadis tersebut. Ketiga tersangka kini ditahan di sel Polda Jateng Semarang. (Cry)
krjogja.com
Perhatikan bagaimana pembenaran ala si Hafidz Ary. Pindah agama dari Islam dan jadi pendeta kok tidak boleh !?
JEPARA (voa-islam.com) – Arogansi murtadin yang menabur penodaan agama menuai badai. Omega Suparno (42), seorang murtadin dari kota ukir Jepara tewas mengenaskan dieksekusi trio mujahid setelah terbukti melecehkan Islam secara provokatif. Meski terancam hukuman mati oleh hukum thaghut, trio mujahid Jepara tak gentar di jalan Allah.
Murtadin naas warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jateng ini dieksekusi setelah melakukan penodaan agama terhadap mujahidin dengan melecehkan Al-Qur'an, Allah SWT, Nabi Muhammad dan Syariat Islam. Sedangkan trio mujahid Jepara yang mengeksekusi murtadin calon pendeta itu adalah Ustadz Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31).
Ustadz Amir Mahmud adalah alumnus pesantren tauhid terbesar di kotanya yang sudah malang-melintang di dunia jihad. Usai menamatkan pendidikan di pesantren tahun 2000, ayah seorang anak ini ditugaskan dakwah di Lombok, NTB. Tahun 2001, ketika bumi Ambon bergolak, ia terpanggil untuk berjihad selama 4,5 tahun membela kaum muslimin yang tertindas.
Sony Sudarsono adalah mujahid yang sudah malang-melintang berjihad hingga mancanegara. Ayah dua orang anak ini pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto, warga Semper Barat, Cililing, Jakarta Utara, adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh bersama Abu Umar. Ayah empat orang anak ini sempat menjadi buronan Densus 88 Antiteror karena jihadnya.
Eksekusi terhadap murtadin calon pendeta ini bermula pada bulan Oktober 2012, saat Ustadz Amir menerima pengaduan dari berbagai aktivis di Kudus, mengenai sepak terjang penginjil Omega Suparno setelah murtad meninggalkan Islam. Setelah murtad, jebolan pesantren Kudus yang sempat kuliah di IAIN Yogyakarta ini pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta.
Setelah data, alamat dan identitas Suparno terkumpul, Ustadz Amir berkunjung ke rumah Suparno dengan misi untuk berdialog dan mengkonfirmasi latar belakang kemurtadannya, pada Selasa sore (11/12/2012).
Mulanya, dialog berjalan biasa saja seputar perkenalan. “Njenengan leres Mas Suparno, lulusan Ma’ahid yang pindah agama?” tanya Amir. (Apakah benar anda bernama Suparno, alumnus Ma’ahid yang sudah pindah agama?). “Inggih, leres,” jawab Suparno singkat. (Iya, benar).
Namun agenda dialog yang direncanakan tak semulus rencana awal. Dikonfirmasi baik-baik, Suparno malahngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di tiang salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.
Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an. “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.
Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.
Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
Tak ada titik temu, dialog diakhiri ketika azan magrib berkumandang. Sebelum berpisah, keduanya berjanji untuk melanjutkan dialog lagi esok harinya.
Dialog juga tak berjalan imbang, karena Supar sebagai tuan rumah mencecar Amir dengan pemaparan seperti orang pidato. “Saya gak banyak kesempatan bicara, karena Supar bicaranya gak berhenti-berhenti,” papar Amir kepada voa-islam.com sebelum Sidang di PN Jepara, Kamis (20/6/2013).
Muwati (40) adik kandung Suparno, membenarkan adanya pertemuan dialog Suparno dengan Ustadz Amir Mahmud sehari sebelum insiden eksekusi. “Nggih, rumiyen wonten tamu kalih, sanjange rencange teng Ma’ahid, tapi adik kelasipun,” ujarnya kepada voa-islam.com, Kamis (20/6/2013). (Iya, dulu ada dua orang tamu, katanya adik kelas Suparno di Ma’ahid).
Tapi ia hanya mendengar sekilas dan tidak mengikuti percakapan sampai akhir karena ada urusan lain. “Nopo sing dipermasalahke kulo boten semerap,” jelasnya. (Apa yang dibicarakan mereka saya tidak tahu).
...Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara, menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa...
Esoknya, Rabu malam (12/12/2012) Ustadz Amir bersama Sony dan Agus mengeksekusi murtadin Suparno di belakang Ruko Jember Kudus. Setelah tewas, mayat Suparno dibuang ke hutan jati di Jepara.
Selanjutnya mayat Suparno di area petak 106 hutan jati desa Jinggotan, kecamatan Kembang, kabupaten Jepara pada Kamis (13/12/2012).
Polisi baru bisa mengungkap identitas korban sepekan kemudian, pada Rabu (19/12/2012). Setelah pengambilan sampel tes DNA dan dibawa pulang, jenazah Suparno dibawa ke Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Jepara dan langsung dimakamkan malam itu juga di makam Kristen setempat.
Akhirnya Ustadz Amir, Sony dan Agus dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di Sragen dan Kudus.
...Saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa mujahid siap dipertaruhkan...
TEGAR MELAKSANAKAN SYARIAT
Kini, Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto menjadi pesakitan di PN Jepara. Sidang pertama dengan agenda pembacaan Dakwaan digelar pada Kamis (13/6/2013). Ketiganya terancam hukuman mati, dengan jeratan pasal berlapis, antara lain: pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1), pasal 353 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 351 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1).
Meski hukuman mati mengancam di depan mata, namun ketiga mujahid muda itu tak gentar. Mereka meyakini amaliah yang dilakukannya sebagai ibadah. “Melalui amaliah ini saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin dan aktivis pemurtadan. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa para mujahid siap dipertaruhkan!” tegasnya.
Jihad Trio Mujahid Jepara itu mendapat dukungan dari Front Pembela Islam (FPI). Pembina Laskar FPI Jawa Tengah, Ustadz Said Sungkar, menilai tindakan mereka sudah sesuai dengan nas Syariat yang memberikan sanksi kepada kaum murtadin.
“Sebagai kewajiban seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan, "Man baddala dinahu faqtuluh" (Barangsiapa menukar agama maka bunuhlah dia). Karena di Indonesia tidak berlaku hukum Islam, maka daripada semua orang Islam berdosa, maka mereka mengambil alih tanggung jawab itu guna menyelamatkan umat Islam yang tidak menjalankan syariat,” jelasnya. “Memang, jika Syariat Islam berlaku maka yang berhak menentukan hukuman mati (kepada murtadin) adalah qadhi. Tapi karena tidak ada Syariat Islam, maka Syariat itu berlaku “manistatho’a.” Siapa yang mampu menjalankan, itu bisa,” tambahnya.
Ustadz Said bahkan memuji ketiganya sebagai pahlawan pemberani yang siap dengan segala resikonya. “Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara. Tapi karena negaranya berkhianat kepada Syariat, maka mereka menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa,” tandasnya.
...Dalam agama yang dianut para terdakwa membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia...
Senada itu, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan SH menegaskan bahwa insiden eksekusi Trio Mujahid Jepara terhadap murtadin Suparno itu bukan kasus pembunuhan biasa. Pasalnya, eksekusi ini adalah respon para aktivis Islam terhadap tindakan provokasi murtadin Suparno yang melecehkan Islam dengan semena-mena. Karenanya, kasus ini tidak bisa diterapkan pasal Pembunuhan Berencana. “Ini bukan pembunuhan biasa, karena amat nyata dimulai dari provokasi kebencian terhadap agama lain oleh korban dengan menyudutkan dan menjelekkan agama lain,” tegasnya.
Michdan mengingatkan, di mata hukum, tindakan provokasi agama itu memiliki konsekuensi hukum. Dalam hukum Islam, sanksi terhadap orang yang melecehkan Allah dan Rasulullah adalah hukuman mati, dan pelaksanaannya dinilai ibadah.
“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya. [a ahmad jundullah]
www.voa-islam.com
****************************************************************
KESAKSIAN OMEGA SUPARNO, Mengikuti Yesus dan Mati Sebagai Martir
Omega Suparno
Tiga orang aktivis Islam dari Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) menjadi pesakitan di PN Jepara. Amir Mahmud adalah ustadz yang pernah berjihad di Ambon Maluku selama 4,5 tahun sejak 2001. Sony Sudarsono adalah aktivis yang sudah malang-melintang berjihad ke mancanegara, pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro, Philipina. Sedangkan Agus Suprapto adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh beberapa tahun silam.
Trio mujahid Jepara itu menjadi tersangka dan terancam hukuman mati dengan dakwaan pasal pembunuhan berencana terhadap Omega Suparno (42). Pria lajang warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jawa Tengah ini adalah seorang murtadin yang pernah nyantri di pesantren terkenal di kota Kudus, Jateng angkatan tahun 1989. Setamat Madrasah Aliyah di pesantren itu, Suparno melanjutkan pendidikan sastra Arab di IAIN (tidak selesai). Skripsi yang sedang disusunnya dibiarkan mangkrak karena ia murtad menjadi Kristen sekitar tahun 2002.
Setelah murtad, Suparno aktif dalam kegiatan penginjilan kristiani. Di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) di Desa Pendo Sawalan, Kalinyamatan Jepara, ia dikenal aktif mengisi acara-acara gereja, terutama acara kepemudaan. Untuk mewujudkan obsesinya menjadi pendeta, Suparno melanjutkan studi di Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Di kampus ini, Suparno sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Mahasiswa periode 2011-2012.
Omega Suparno telah mati dibunuh karena murtad. Telah dikuburkan secara Kristen. Dibunuh oleh oleh trio mujahid di Jepara, salah seorang di antaranya adalah ustadz. Ketiganya saat ini telah ditahan POLRI dan diancam eksekusi mati. Sebelum mati, semoga mereka diampuni Tuhan, bertobat, mengenal kebenaran dan percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Yang menulis ini katakanlah sebagai belahan jiwa Omega Suparno yang tetap hidup, yang telah lama menyatu dengan Omega sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga akhirnya memantapkan pilihannya kepada Yesus Kristus.
Omega Suparno mati sebagai martir
Meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen bagi Suparno bukanlah hal yang ringan. Waktu tiga tahun penuh merupakan pergumulan yang sangat berat. Bagaimanalah kalau dari bangku kuliah IAIN harus meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen? Itu hal yang sangat mustahil dalam pikiran manusia. Tidak ada seorang muslim yang dapat keluar dari Islam dan menjadi seorang Kristen jika bukan kuasa Yesus yang nyata di dalam Roh Kudus yang telah bekerja. Bukan karena Indomie, itu tuduhan yang frustasi. Jika Yesus, yang hidup sampai sekarang, berkenan, maka semua muslim pun dapat diubah-Nya menjadi Kristen.
Karena itu Suparno bersyukur sekali, Omega Suparno telah dipilih dan diselamatkan-Nya. Sudah berpindah dari Islam yang mematikan kepada Yesus yang menghidupkan! Walaupun tubuhnya mati – dan memang semua tubuh orang akan mati – tetapi rohnya tersimpan di dalam kuasa Yesus Kristus, dan akan diberikan tubuh yang baru, tubuh kemuliaan, sama dengan tubuh Kristus yang kekal.
Assunah Nabi, seperti yang dituliskan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi, menyampaikan perkataan Nabi: “Peperangan itu adalah tipu daya”. Dan QS At-Tawbah 29 memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir, yang kepada mereka diberikan Al-Kitab. Tentulah mereka yang Yahudi dan Kristen. Maka semua tuduhan Al-Quran dan Islam, terhadap status Isa Al-Masih, terhadap penyaliban Isa Al-Masih, terhadap keaslian Alkitab, semuanya itu adalah dalam konteks peperangan. Tipu daya. Al-Quran sibuk menuliskan nama Isa ibnu Maryam bukan untuk meneladani ajaran kasih Isa, tetapi dalam rangka menegakkan agama Islam. Tentu tak luput melalui tipu daya sebagai perang doktrin.
Tipu daya dalam perang doktrin Islam itu nyata pada hadits yang menuliskan bahwa Isa Al-Masih akan turun dari langit menjelang hari kiamat menjadi hakim yang adil, untuk mematahkan salib-salib (orang-orang Kristen) dan membunuh babi-babi. Doktrin ini terlalu memaksakan diri. Kalau mau membuat tipu daya yang soft, lebih baik Islam tidak mengakui Isa itu akan datang. Katakan saja: Isa tidak akan pernah datang. Daripada mengatakan Isa akan datang, tetapi datang untuk membunuh orang-orang Kristen yang setiap hari memuji dan meninggikan nama Yesus Kristus (Isa Al-Masih), tentu tipuan itu sangat tidak logis. Alasan Islam, karena mereka menuhankan Yesus, itu hanya alasan konyol sepihak dari Islam. Jika ada alasan yang kuat yang berasal dari pihak Kristen itu sendiri, maka barulah masuk akal.
Bagi Omega, Allah Swt, Allah Islam yang berdiri karena perang tipu daya, akhirnya nyatalah sebagai sosok allah palsu yang tidak terpercaya, yang tidak punya kredibilitas, dan plin-plan. Tentu Omega yang sejak semula taat shalat, tidak begitu gampang untuk mengatakan Allah Swt tidak terpercaya, jika bukan didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Al-Quran itulah bukti kuat bahwa Allah Swt tidak terpercaya.
Omega akhirnya harus menyatakan bahwa Allah Swt ialah gambaran hati dan cita-cita seorang Muhammad. Muhammad mengatakan: Hindarilah zinah. Tetapi bini Muhammad itu banyak. Pezinah itu otak seks. Orang yang bininya banyak otak seks juga. Nah, tidak ada balancing antara perkataan dan perbuatan Muhammad. Omega sebagai seorang muslim tidak habis pikir untuk memikirkan itu.
Pada QS Maryam 27-28, Allah Swt telah salah sebut ketika mewahyukan bahwa Maryam ibu Isa sebagai saudara perempuan Harun. Di Alkitab (1 Tawarikh 6:3), Harun adalah saudara Musa dan Miryam, ketiganya putera-puteri Amran, yang hidup 1.500 tahun sebelum Maryam yang melahirkan Isa. Bagaimana bisa Allah yang Maha Mengetahui tidak mengetahui sejarah? Terlalu memaksakan diri jika muslim menuduh orang-orang Kristen telah mengarang-ngarang ayat 1 Tawarikh 6:3 itu.
Pada QS An-Nisa 157-158 Allah Swt mempunyai sikap yang jelas, bahwa Isa Al-Masih tidak boleh dibunuh atau disalibkan. Untuk itu Allah Swt harus menipu manusia dengan mengadakan seseorang yang mirip dengan Isa untuk dibunuh, sedangkan Isa Al-masih langsung diangkat ke sisi Allah. Tetapi pada QS Maryam 33, sikap Allah Swt berubah. Ia mewahyukan bahwa semoga Isa diberkati pada saat ia dilahirkan, pada saat ia meninggal dan pada saat ia dibangkitkan hidup kembali. Ini bukan masalah proses waktu, di mana katanya Isa akan datang lagi untuk mati menurut versi Islam. Tetapi ini masalah sikap mental Allah Swt yang plin-plan, yang tercium hanya untuk mengikari bahwa Isa telah mati disalibkan dan bangkit hidup kembali sebagaimana disaksikan oleh banyak orang Yahudi, 700 tahun sebelum Al-Quran itu ditulis di Arab, jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Allah Swt mewahyukan bahwa Al-Quran itu kitab yang sempurna dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Tentu termasuk oleh Allah Swt sendiri (QS 10:64, QS 6:115). Nyatanya tidak demikian. Allah Swt mengganti-ganti ayatnya sendiri. Masa sih Yang Maha Tahu bisa merevisi kalimatnya sendiri? (QS 16:101, QS 2:106).
Kalau sosok Allah Swt plin-plan, namun sikap Yesus selalu lurus dan terpercaya. Sebelum disalibkan, Yesus mengajarkan: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Ketika tergantung di kayu salib Yesus pun balance dengan ajaran-Nya, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan-Nya dengan berkata: “"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).
Matius 17:22-23: Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.Setelah Yesus bangkit pada hari yang ketiga (Hari Minggu) sejak Ia mati di kayu salib.
Lukas 24:38-40: Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dari semua yang telah terjadi yang pernah dikatakan oleh Yesus, semuanya benar terjadi dan tidak ada yang meleset, baik perbuatan-Nya maupun peristiwa-peristiwa yang dilalui-Nya, semua lurus dengan perkataan-Nya.
Tetapi Islam, sebagai agama yang dibangun dengan prinsip “peperangan adalah tipu daya”, benarlah telah memerangi iman kepercayaan orang-orang Nasrani atau Kristen sesuai dengan QS At-Tawbah 29 itu. Mereka telah dan akan selalu diperangi dengan berbagai cara termasuk dengan tipu daya, supaya Islam dapat berdiri. Bukan supaya semua muslim selamat masuk surga, tetapi supaya Muhamamd, Islam dan semua ulama dapat berkuasa di dunia ini, tetapi bukan di akhirat.
Karena Islam sudah salah, maka Omega Suparno menjadi semakin percaya kepada Yesus itu. Andaikata Omega sebelumnya seorang atheis, maka ia sulit mempercayai Yesus. Tetapi karena tipu daya Al-Quran dan Islam itu, maka Omega tambah yakin bahwa Yesus itu benar yang mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yohanes 11:25-26). Yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah mengenai tubuh yang fana ini. Tetapi mengenai jiwa atau roh yang pada hari kebangkitan akan diberi tubuh kemuliaaan, tubuh yang baru yang sama bentuknya dengan tubuh yang lama, yang hidup kekal untuk selama-lamanya di dalam Sorga.
Istilah “Yesus bukan Tuhan”, “Tuhan tidak berwujud manusia” merupakan alasan yang selalu dibangga-bangkan oleh dunia Islam. Tetapi Omega akhirnya memegang sebuah prinsip: Tuhan bukanlah Tuhan jika karena dimengerti seluruhnya oleh pikiran manusia. Biarlah para muslim menyembah tuhan yang mereka kuasai dalam akal pikiran mereka sendiri, tetapi Omega harus datang kepada Yesus yang terpercaya itu, yang ajaib itu, yang mengajarkan kasih, pengampuan dan kedamaian itu. Bukan Tuhan yang haus akan darah orang-orang kafir. Biarlah mereka bergama Islam, yaitu Islam yang hidup dengan mematikan nyawa banyak orang, tetapi Omega berpegang kepada Yesus yang telah mati untuk menghidupkan nyawa banyak orang pada kehidupan yang kekal.
Rabu, 22 Muharram 1437 H / 26 Juni 2013 16:07 wib
Pengakuan pembunuh : klik di sini
Sumber : http://progmx.blogspot.co.id/2014/12/omega-suparno-mengikuti-yesus.html?m=1
*********************************************************************************
Omega Suparno
Tiga orang aktivis Islam dari Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) menjadi pesakitan di PN Jepara. Amir Mahmud adalah ustadz yang pernah berjihad di Ambon Maluku selama 4,5 tahun sejak 2001. Sony Sudarsono adalah aktivis yang sudah malang-melintang berjihad ke mancanegara, pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro, Philipina. Sedangkan Agus Suprapto adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh beberapa tahun silam.
Trio mujahid Jepara itu menjadi tersangka dan terancam hukuman mati dengan dakwaan pasal pembunuhan berencana terhadap Omega Suparno (42). Pria lajang warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jawa Tengah ini adalah seorang murtadin yang pernah nyantri di pesantren terkenal di kota Kudus, Jateng angkatan tahun 1989. Setamat Madrasah Aliyah di pesantren itu, Suparno melanjutkan pendidikan sastra Arab di IAIN (tidak selesai). Skripsi yang sedang disusunnya dibiarkan mangkrak karena ia murtad menjadi Kristen sekitar tahun 2002.
Setelah murtad, Suparno aktif dalam kegiatan penginjilan kristiani. Di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) di Desa Pendo Sawalan, Kalinyamatan Jepara, ia dikenal aktif mengisi acara-acara gereja, terutama acara kepemudaan. Untuk mewujudkan obsesinya menjadi pendeta, Suparno melanjutkan studi di Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Di kampus ini, Suparno sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Mahasiswa periode 2011-2012.
Omega Suparno telah mati dibunuh karena murtad. Telah dikuburkan secara Kristen. Dibunuh oleh oleh trio mujahid di Jepara, salah seorang di antaranya adalah ustadz. Ketiganya saat ini telah ditahan POLRI dan diancam eksekusi mati. Sebelum mati, semoga mereka diampuni Tuhan, bertobat, mengenal kebenaran dan percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Yang menulis ini katakanlah sebagai belahan jiwa Omega Suparno yang tetap hidup, yang telah lama menyatu dengan Omega sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga akhirnya memantapkan pilihannya kepada Yesus Kristus.
Meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen bagi Suparno bukanlah hal yang ringan. Waktu tiga tahun penuh merupakan pergumulan yang sangat berat. Bagaimanalah kalau dari bangku kuliah IAIN harus meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen? Itu hal yang sangat mustahil dalam pikiran manusia. Tidak ada seorang muslim yang dapat keluar dari Islam dan menjadi seorang Kristen jika bukan kuasa Yesus yang nyata di dalam Roh Kudus yang telah bekerja. Bukan karena Indomie, itu tuduhan yang frustasi. Jika Yesus, yang hidup sampai sekarang, berkenan, maka semua muslim pun dapat diubah-Nya menjadi Kristen.
Karena itu Suparno bersyukur sekali, Omega Suparno telah dipilih dan diselamatkan-Nya. Sudah berpindah dari Islam yang mematikan kepada Yesus yang menghidupkan! Walaupun tubuhnya mati – dan memang semua tubuh orang akan mati – tetapi rohnya tersimpan di dalam kuasa Yesus Kristus, dan akan diberikan tubuh yang baru, tubuh kemuliaan, sama dengan tubuh Kristus yang kekal.
Assunah Nabi, seperti yang dituliskan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi, menyampaikan perkataan Nabi: “Peperangan itu adalah tipu daya”. Dan QS At-Tawbah 29 memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir, yang kepada mereka diberikan Al-Kitab. Tentulah mereka yang Yahudi dan Kristen. Maka semua tuduhan Al-Quran dan Islam, terhadap status Isa Al-Masih, terhadap penyaliban Isa Al-Masih, terhadap keaslian Alkitab, semuanya itu adalah dalam konteks peperangan. Tipu daya. Al-Quran sibuk menuliskan nama Isa ibnu Maryam bukan untuk meneladani ajaran kasih Isa, tetapi dalam rangka menegakkan agama Islam. Tentu tak luput melalui tipu daya sebagai perang doktrin.
Tipu daya dalam perang doktrin Islam itu nyata pada hadits yang menuliskan bahwa Isa Al-Masih akan turun dari langit menjelang hari kiamat menjadi hakim yang adil, untuk mematahkan salib-salib (orang-orang Kristen) dan membunuh babi-babi. Doktrin ini terlalu memaksakan diri. Kalau mau membuat tipu daya yang soft, lebih baik Islam tidak mengakui Isa itu akan datang. Katakan saja: Isa tidak akan pernah datang. Daripada mengatakan Isa akan datang, tetapi datang untuk membunuh orang-orang Kristen yang setiap hari memuji dan meninggikan nama Yesus Kristus (Isa Al-Masih), tentu tipuan itu sangat tidak logis. Alasan Islam, karena mereka menuhankan Yesus, itu hanya alasan konyol sepihak dari Islam. Jika ada alasan yang kuat yang berasal dari pihak Kristen itu sendiri, maka barulah masuk akal.
Bagi Omega, Allah Swt, Allah Islam yang berdiri karena perang tipu daya, akhirnya nyatalah sebagai sosok allah palsu yang tidak terpercaya, yang tidak punya kredibilitas, dan plin-plan. Tentu Omega yang sejak semula taat shalat, tidak begitu gampang untuk mengatakan Allah Swt tidak terpercaya, jika bukan didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Al-Quran itulah bukti kuat bahwa Allah Swt tidak terpercaya.
Omega akhirnya harus menyatakan bahwa Allah Swt ialah gambaran hati dan cita-cita seorang Muhammad. Muhammad mengatakan: Hindarilah zinah. Tetapi bini Muhammad itu banyak. Pezinah itu otak seks. Orang yang bininya banyak otak seks juga. Nah, tidak ada balancing antara perkataan dan perbuatan Muhammad. Omega sebagai seorang muslim tidak habis pikir untuk memikirkan itu.
Pada QS Maryam 27-28, Allah Swt telah salah sebut ketika mewahyukan bahwa Maryam ibu Isa sebagai saudara perempuan Harun. Di Alkitab (1 Tawarikh 6:3), Harun adalah saudara Musa dan Miryam, ketiganya putera-puteri Amran, yang hidup 1.500 tahun sebelum Maryam yang melahirkan Isa. Bagaimana bisa Allah yang Maha Mengetahui tidak mengetahui sejarah? Terlalu memaksakan diri jika muslim menuduh orang-orang Kristen telah mengarang-ngarang ayat 1 Tawarikh 6:3 itu.
Pada QS An-Nisa 157-158 Allah Swt mempunyai sikap yang jelas, bahwa Isa Al-Masih tidak boleh dibunuh atau disalibkan. Untuk itu Allah Swt harus menipu manusia dengan mengadakan seseorang yang mirip dengan Isa untuk dibunuh, sedangkan Isa Al-masih langsung diangkat ke sisi Allah. Tetapi pada QS Maryam 33, sikap Allah Swt berubah. Ia mewahyukan bahwa semoga Isa diberkati pada saat ia dilahirkan, pada saat ia meninggal dan pada saat ia dibangkitkan hidup kembali. Ini bukan masalah proses waktu, di mana katanya Isa akan datang lagi untuk mati menurut versi Islam. Tetapi ini masalah sikap mental Allah Swt yang plin-plan, yang tercium hanya untuk mengikari bahwa Isa telah mati disalibkan dan bangkit hidup kembali sebagaimana disaksikan oleh banyak orang Yahudi, 700 tahun sebelum Al-Quran itu ditulis di Arab, jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Allah Swt mewahyukan bahwa Al-Quran itu kitab yang sempurna dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Tentu termasuk oleh Allah Swt sendiri (QS 10:64, QS 6:115). Nyatanya tidak demikian. Allah Swt mengganti-ganti ayatnya sendiri. Masa sih Yang Maha Tahu bisa merevisi kalimatnya sendiri? (QS 16:101, QS 2:106).
Kalau sosok Allah Swt plin-plan, namun sikap Yesus selalu lurus dan terpercaya. Sebelum disalibkan, Yesus mengajarkan: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Ketika tergantung di kayu salib Yesus pun balance dengan ajaran-Nya, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan-Nya dengan berkata: “"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).
Matius 17:22-23: Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.Setelah Yesus bangkit pada hari yang ketiga (Hari Minggu) sejak Ia mati di kayu salib.
Lukas 24:38-40: Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dari semua yang telah terjadi yang pernah dikatakan oleh Yesus, semuanya benar terjadi dan tidak ada yang meleset, baik perbuatan-Nya maupun peristiwa-peristiwa yang dilalui-Nya, semua lurus dengan perkataan-Nya.
Tetapi Islam, sebagai agama yang dibangun dengan prinsip “peperangan adalah tipu daya”, benarlah telah memerangi iman kepercayaan orang-orang Nasrani atau Kristen sesuai dengan QS At-Tawbah 29 itu. Mereka telah dan akan selalu diperangi dengan berbagai cara termasuk dengan tipu daya, supaya Islam dapat berdiri. Bukan supaya semua muslim selamat masuk surga, tetapi supaya Muhamamd, Islam dan semua ulama dapat berkuasa di dunia ini, tetapi bukan di akhirat.
Karena Islam sudah salah, maka Omega Suparno menjadi semakin percaya kepada Yesus itu. Andaikata Omega sebelumnya seorang atheis, maka ia sulit mempercayai Yesus. Tetapi karena tipu daya Al-Quran dan Islam itu, maka Omega tambah yakin bahwa Yesus itu benar yang mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yohanes 11:25-26). Yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah mengenai tubuh yang fana ini. Tetapi mengenai jiwa atau roh yang pada hari kebangkitan akan diberi tubuh kemuliaaan, tubuh yang baru yang sama bentuknya dengan tubuh yang lama, yang hidup kekal untuk selama-lamanya di dalam Sorga.
Istilah “Yesus bukan Tuhan”, “Tuhan tidak berwujud manusia” merupakan alasan yang selalu dibangga-bangkan oleh dunia Islam. Tetapi Omega akhirnya memegang sebuah prinsip: Tuhan bukanlah Tuhan jika karena dimengerti seluruhnya oleh pikiran manusia. Biarlah para muslim menyembah tuhan yang mereka kuasai dalam akal pikiran mereka sendiri, tetapi Omega harus datang kepada Yesus yang terpercaya itu, yang ajaib itu, yang mengajarkan kasih, pengampuan dan kedamaian itu. Bukan Tuhan yang haus akan darah orang-orang kafir. Biarlah mereka bergama Islam, yaitu Islam yang hidup dengan mematikan nyawa banyak orang, tetapi Omega berpegang kepada Yesus yang telah mati untuk menghidupkan nyawa banyak orang pada kehidupan yang kekal.
*********************************************************************************
Murtadin Omega Suparno Wajib Dibunuh Karena Murtad dan Menghina Islam
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya. Kita wajib bersyukur kepada Allah, selanjutnya berterima kasih kepada Trio Mujahid Jepara -Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto- yang telah mewakili umat Islam menunaikan tuntunan ajarannya. Mereka siap mengambil resiko mengeksekusi Omega Suparno yang telah murtad, menghina Islam, dan memurtadkan kaum muslimin.
Omega Suparno meninggalkan kebenaran Islam bukan karena jahil dan bukan paksaan. Ia murtad setelah mengetahui Islam. Ini dibuktikan dengan riwayat pendidikannya yang pernah mengenyam bangku sebuah pesantren di kota Kudus. Ia pun sempat kuliah di IAIN Yogyakarta. Belum rampung kuliah di perguruan Tinggi Islam ini ia pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta. Sampai menjelang tewasnya, ia aktif sebagai penginjil dan telah memurtadkan umat Islam yang lain. Dalam aktifitasnya tersebut tak jarang ia menyisipkan pelecehan dan penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam Islam, hukuman atas orang murtad sangat jelas. Orang murtad wajib dibunuh setelah diberi kesempatan taubat dan ia tidak mau kembali kepada Islam. Hukuman berat ini dijatuhkan atasnya karena setelah mengetahui kebenaran ia meninggalkan kebenaran tersebut dan menentangnya. Keberadaannya laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. Akidahnya telah rusak dan dikhawatirkan akan merusak akidah kaum muslimin. Sehingga orang semacam ini tak pantas dibiarkan, maka ia wajib dibunuh.
. . . Orang Murtad laksana anggota tubuh yang sudah busuk sehingga harus diamputasi agar masyarakat muslim terhindar dari dampak buruknya. . .
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ “Siapa yang merubah agamanya, maka bunuhlah.” (HR. Bukhari dan Ashabus Sunan) Disebutkan dalam Shahih Muslim, saat Mu’adz bin Jabal menemui Abu Musa di Yaman dan memperslahkan Mu’adz duduk di atas bantal yang telah disiapkannya, ia melihat ada seorang laki-laki yang terikat di sampingnya. Mu’adz bertanya; “kenapa dengan orang ini?” Abu Musa menjawab; “dahulu dia seorang Yahudi, lantas masuk Islam dan kembali lagi memeluk agama Yahudinya.” Abu Musa mempersilahkannya duduk di atas bantalnya, namun Mu’adz menjawab; “Saya tidak akan duduk hingga dia dibunuh untuk menunaikan ketetapan Allah dan Rasul-Nya” (ia mengulang tiga kali). Maka Abu Musa memerintahkan untuk membunuh si Yahudi tersebut.“
Imam Nawawi menjelaskan tentang sikap terhadap orang murtad dari hadits di ini, “Di dalamnya: kewajiban membunuh orang murtad. Para ulama sepakat untuk membunuhnya. Tetapi mereka berbeda pendapat dalam masalah istitabah (meminta bertaubat)-nya; apakah itu wajib ataukah sunnah?”
Hadits lain yang menguatkan kesimpulan di atas adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
لَا يَحِلُّ دَمُ اِمْرِئٍ مُسْلِمٍ; يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ, وَأَنِّي رَسُولُ اَللَّهِ, إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: اَلثَّيِّبُ اَلزَّانِي, وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ, وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ; اَلْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada Ilah kecuali Allah dan aku sebagai utusan Allah kecuali karena satu dari tiga hal: Pembunuhan dibalas bunuh (qishash), duda (dan janda) yang berzina, dan orang yang meningalkan agamanya, memisahkan diri dari jama'ah.” (Muttafaq ‘Alaih)
Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia.
Dalam pemberitaan voa-islam kemarin (Selasa, 25 Jun 2013) dengan title “Allahu Akbar!!! Trio Mujahid Jepara Eksekusi Murtadin Penghujat Islam”, saat Ustadz Amir Mahmud mengajak dialog dan mengonfirmasi atas sepak terjangnya sesudah murtad, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di ting salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus. Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an. “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.” Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno. Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
. . . Semakin dibenarkannya membunuh si murtad Omega Suparno karena ia terang-terangan berani menghina dan mencerca Allah, Rasul-Nya dan ajaran Islam yang mulia. . . Penjelasan Ulama Tentang Orang yang Menghina Islam Banyak keterangan dari para ulama Islam terdahulu yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap orang-orang yang menghina agamanya. Bahkan sebagiannya menukilkan kesepakat ulama dalam menyikapi orang tersebut, seperti imam al-Khathaabi. Beliau mengatakan, “Aku tidak mengetahui seorang pun di antara kaum muslimin yang berselisih pendapat tentang wajibnya membunuh orang yang menghina Allah dan Rasul-Nya.”
Diriwayatkan dari Husain, bahwasanya Ibnu Umar berkata, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka dia harus dibunuh.” Sampai pada perkataan beliau, “Dengan keharusan inderawi dan penglihatan, kita mengetahui bahwa jika mereka secara terang-terangan menghina Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau menghina Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam, atau menghina sesuatu dari agama Islam, berarti mereka telah merendahkan kita, menghinakan kita dan bahkan menghina agama kita. Dengan demikian, mereka telah merusak perjanjian dan membatalkan dzimmah (jaminan perlindungan) mereka. Jika mereka membatalkan dzimmah mereka, maka tidak ada keraguan lagi bahwa darah, tawanan, dan harta mereka telah halal.”
Imam Ahmad pernah mengatakan, “Barangsiapa mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan melecehkannya –baik dia seorang muslim atau kafir- maka dia wajib dibunuh. Saya berpandangan bahwa dia langsung dibunuh dan tidak perlu diminta untuk bertaubat lebih dulu.” Beliau juga mengatakan, “Setiap orang (kafir dzimmi) yang melanggar perjanjian dan membuat perkara baru di dalam Islam, maka orang seperti ini menurutku wajib dibunuh. Karena bukan untuk hal itu mereka diberi perjanjian dan jaminan perlindungan.” Demikian juga dengan Abu Shafra' yang berkata, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hambal) perihal seorang lelaki ahli dzimmah yang mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apa yang harus dilakukan terhadapnya?” Beliau menjawab, “Jika perbuatannya itu terbukti, maka orang yang mencaci Nabi, baik dia seorang muslim ataupun kafir, dia harus dibunuh.” Dan beliau beralasan dengan hadits seorang buta yang membunuh budak wanitanya dengan beralasan, “Aku mendengar dia mencaci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang Yahudi ahli dzimmah yang kebetulan melewati seorang muadzin, lantas ia berkata, “Bohong kamu.” Beliau menjawab, “Dia harus dibunuh, oleh karena dia telah mencerca.” (Dinukil dari Fatwa Mati Buat Penghujat, Abdul Mun'im Halimah "Abu Bashir" hal. 52-59)
. . . keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar . . . Bila dibandingkan, kejadian penghinaan dan cacian yang dilakukan Omega Suparno tentunya itu jauh lebih dahsyat daripada apa yang ditanyakan kepada Imam Ahmad di atas. Karenanya keputusan yang diambil Trio Mujahid Jepara yang mengeksekusinya lantaran ia murtad sesudah mendalami Islam dan menghina ajaran Islam adalah keputusan yang benar. Segenap umat Islam harus memberikan dukungan terhadap para mujahidin pemberani dan berterima kasih kepada mereka karena telah mewakili kewajiban mereka membela agama Allah. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
****************************************************************
Kesaksian - Omega Suparno Mengikuti Yesus dan Mati Sebagai Martir
Omega SuparnoTiga orang aktivis Islam dari Jepara: Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31) menjadi pesakitan di PN Jepara. Amir Mahmud adalah ustadz yang pernah berjihad di Ambon Maluku selama 4,5 tahun sejak 2001. Sony Sudarsono adalah aktivis yang sudah malang-melintang berjihad ke mancanegara, pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro, Philipina. Sedangkan Agus Suprapto adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh beberapa tahun silam.
Trio mujahid Jepara itu menjadi tersangka dan terancam hukuman mati dengan dakwaan pasal pembunuhan berencana terhadap Omega Suparno (42). Pria lajang warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jawa Tengah ini adalah seorang murtadin yang pernah nyantri di pesantren terkenal di kota Kudus, Jateng angkatan tahun 1989. Setamat Madrasah Aliyah di pesantren itu, Suparno melanjutkan pendidikan sastra Arab di IAIN (tidak selesai). Skripsi yang sedang disusunnya dibiarkan mangkrak karena ia murtad menjadi Kristen sekitar tahun 2002.
Setelah murtad, Suparno aktif dalam kegiatan penginjilan kristiani. Di Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) di Desa Pendo Sawalan, Kalinyamatan Jepara, ia dikenal aktif mengisi acara-acara gereja, terutama acara kepemudaan. Untuk mewujudkan obsesinya menjadi pendeta, Suparno melanjutkan studi di Fakultas Teologi Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Di kampus ini, Suparno sempat menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Mahasiswa periode 2011-2012.
Omega Suparno telah mati dibunuh karena murtad. Telah dikuburkan secara Kristen. Dibunuh oleh oleh trio mujahid di Jepara, salah seorang di antaranya adalah ustadz. Ketiganya saat ini telah ditahan POLRI dan diancam eksekusi mati. Sebelum mati, semoga mereka diampuni Tuhan, bertobat, mengenal kebenaran dan percaya kepada Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. Yang menulis ini katakanlah sebagai belahan jiwa Omega Suparno yang tetap hidup, yang telah lama menyatu dengan Omega sejak kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga akhirnya memantapkan pilihannya kepada Yesus Kristus.
Omega Suparno mati sebagai martir
Meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen bagi Suparno bukanlah hal yang ringan. Waktu tiga tahun penuh merupakan pergumulan yang sangat berat. Bagaimanalah kalau dari bangku kuliah IAIN harus meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen? Itu hal yang sangat mustahil dalam pikiran manusia. Tidak ada seorang muslim yang dapat keluar dari Islam dan menjadi seorang Kristen jika bukan kuasa Yesus yang nyata di dalam Roh Kudus yang telah bekerja. Bukan karena Indomie, itu tuduhan yang frustasi. Jika Yesus, yang hidup sampai sekarang, berkenan, maka semua muslim pun dapat diubah-Nya menjadi Kristen.
Karena itu Suparno bersyukur sekali, Omega Suparno telah dipilih dan diselamatkan-Nya. Sudah berpindah dari Islam yang mematikan kepada Yesus yang menghidupkan! Walaupun tubuhnya mati – dan memang semua tubuh orang akan mati – tetapi rohnya tersimpan di dalam kuasa Yesus Kristus, dan akan diberikan tubuh yang baru, tubuh kemuliaan, sama dengan tubuh Kristus yang kekal.
Assunah Nabi, seperti yang dituliskan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi, menyampaikan perkataan Nabi: “Peperangan itu adalah tipu daya”. Dan QS At-Tawbah 29 memerintahkan untuk memerangi orang-orang kafir, yang kepada mereka diberikan Al-Kitab. Tentulah mereka yang Yahudi dan Kristen. Maka semua tuduhan Al-Quran dan Islam, terhadap status Isa Al-Masih, terhadap penyaliban Isa Al-Masih, terhadap keaslian Alkitab, semuanya itu adalah dalam konteks peperangan. Tipu daya. Al-Quran sibuk menuliskan nama Isa ibnu Maryam bukan untuk meneladani ajaran kasih Isa, tetapi dalam rangka menegakkan agama Islam. Tentu tak luput melalui tipu daya sebagai perang doktrin.
Tipu daya dalam perang doktrin Islam itu nyata pada hadits yang menuliskan bahwa Isa Al-Masih akan turun dari langit menjelang hari kiamat menjadi hakim yang adil, untuk mematahkan salib-salib (orang-orang Kristen) dan membunuh babi-babi. Doktrin ini terlalu memaksakan diri. Kalau mau membuat tipu daya yang soft, lebih baik Islam tidak mengakui Isa itu akan datang. Katakan saja: Isa tidak akan pernah datang. Daripada mengatakan Isa akan datang, tetapi datang untuk membunuh orang-orang Kristen yang setiap hari memuji dan meninggikan nama Yesus Kristus (Isa Al-Masih), tentu tipuan itu sangat tidak logis. Alasan Islam, karena mereka menuhankan Yesus, itu hanya alasan konyol sepihak dari Islam. Jika ada alasan yang kuat yang berasal dari pihak Kristen itu sendiri, maka barulah masuk akal.
Bagi Omega, Allah Swt, Allah Islam yang berdiri karena perang tipu daya, akhirnya nyatalah sebagai sosok allah palsu yang tidak terpercaya, yang tidak punya kredibilitas, dan plin-plan. Tentu Omega yang sejak semula taat shalat, tidak begitu gampang untuk mengatakan Allah Swt tidak terpercaya, jika bukan didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Al-Quran itulah bukti kuat bahwa Allah Swt tidak terpercaya.
Omega akhirnya harus menyatakan bahwa Allah Swt ialah gambaran hati dan cita-cita seorang Muhammad. Muhammad mengatakan: Hindarilah zinah. Tetapi bini Muhammad itu banyak. Pezinah itu otak seks. Orang yang bininya banyak otak seks juga. Nah, tidak ada balancing antara perkataan dan perbuatan Muhammad. Omega sebagai seorang muslim tidak habis pikir untuk memikirkan itu.
Pada QS Maryam 27-28, Allah Swt telah salah sebut ketika mewahyukan bahwa Maryam ibu Isa sebagai saudara perempuan Harun. Di Alkitab (1 Tawarikh 6:3), Harun adalah saudara Musa dan Miryam, ketiganya putera-puteri Amran, yang hidup 1.500 tahun sebelum Maryam yang melahirkan Isa. Bagaimana bisa Allah yang Maha Mengetahui tidak mengetahui sejarah? Terlalu memaksakan diri jika muslim menuduh orang-orang Kristen telah mengarang-ngarang ayat 1 Tawarikh 6:3 itu.
Pada QS An-Nisa 157-158 Allah Swt mempunyai sikap yang jelas, bahwa Isa Al-Masih tidak boleh dibunuh atau disalibkan. Untuk itu Allah Swt harus menipu manusia dengan mengadakan seseorang yang mirip dengan Isa untuk dibunuh, sedangkan Isa Al-masih langsung diangkat ke sisi Allah. Tetapi pada QS Maryam 33, sikap Allah Swt berubah. Ia mewahyukan bahwa semoga Isa diberkati pada saat ia dilahirkan, pada saat ia meninggal dan pada saat ia dibangkitkan hidup kembali. Ini bukan masalah proses waktu, di mana katanya Isa akan datang lagi untuk mati menurut versi Islam. Tetapi ini masalah sikap mental Allah Swt yang plin-plan, yang tercium hanya untuk mengikari bahwa Isa telah mati disalibkan dan bangkit hidup kembali sebagaimana disaksikan oleh banyak orang Yahudi, 700 tahun sebelum Al-Quran itu ditulis di Arab, jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Allah Swt mewahyukan bahwa Al-Quran itu kitab yang sempurna dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Tentu termasuk oleh Allah Swt sendiri (QS 10:64, QS 6:115). Nyatanya tidak demikian. Allah Swt mengganti-ganti ayatnya sendiri. Masa sih Yang Maha Tahu bisa merevisi kalimatnya sendiri? (QS 16:101, QS 2:106).
Kalau sosok Allah Swt plin-plan, namun sikap Yesus selalu lurus dan terpercaya. Sebelum disalibkan, Yesus mengajarkan: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Ketika tergantung di kayu salib Yesus pun balance dengan ajaran-Nya, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan-Nya dengan berkata: “"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).
Matius 17:22-23: Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.Setelah Yesus bangkit pada hari yang ketiga (Hari Minggu) sejak Ia mati di kayu salib.
Lukas 24:38-40: Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dari semua yang telah terjadi yang pernah dikatakan oleh Yesus, semuanya benar terjadi dan tidak ada yang meleset, baik perbuatan-Nya maupun peristiwa-peristiwa yang dilalui-Nya, semua lurus dengan perkataan-Nya.
Tetapi Islam, sebagai agama yang dibangun dengan prinsip “peperangan adalah tipu daya”, benarlah telah memerangi iman kepercayaan orang-orang Nasrani atau Kristen sesuai dengan QS At-Tawbah 29 itu. Mereka telah dan akan selalu diperangi dengan berbagai cara termasuk dengan tipu daya, supaya Islam dapat berdiri. Bukan supaya semua muslim selamat masuk surga, tetapi supaya Muhamamd, Islam dan semua ulama dapat berkuasa di dunia ini, tetapi bukan di akhirat.
Karena Islam sudah salah, maka Omega Suparno menjadi semakin percaya kepada Yesus itu. Andaikata Omega sebelumnya seorang atheis, maka ia sulit mempercayai Yesus. Tetapi karena tipu daya Al-Quran dan Islam itu, maka Omega tambah yakin bahwa Yesus itu benar yang mengatakan: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Yohanes 11:25-26). Yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah mengenai tubuh yang fana ini. Tetapi mengenai jiwa atau roh yang pada hari kebangkitan akan diberi tubuh kemuliaaan, tubuh yang baru yang sama bentuknya dengan tubuh yang lama, yang hidup kekal untuk selama-lamanya di dalam Sorga.
Istilah “Yesus bukan Tuhan”, “Tuhan tidak berwujud manusia” merupakan alasan yang selalu dibangga-bangkan oleh dunia Islam. Tetapi Omega akhirnya memegang sebuah prinsip: Tuhan bukanlah Tuhan jika karena dimengerti seluruhnya oleh pikiran manusia. Biarlah para muslim menyembah tuhan yang mereka kuasai dalam akal pikiran mereka sendiri, tetapi Omega harus datang kepada Yesus yang terpercaya itu, yang ajaib itu, yang mengajarkan kasih, pengampuan dan kedamaian itu. Bukan Tuhan yang haus akan darah orang-orang kafir. Biarlah mereka bergama Islam, yaitu Islam yang hidup dengan mematikan nyawa banyak orang, tetapi Omega berpegang kepada Yesus yang telah mati untuk menghidupkan nyawa banyak orang pada kehidupan yang kekal.


Baca dan PLOTOTIN ayat ini :
BalasHapusYesus berkata :
Yohanes 16:2-3
2 Kamu akan dikucilkan, BAHKAN AKAN DATANG SAATNYA BAHWA SETIAP ORANG YANG MEMBUNUH KAMU AKAN MENYANGKA BAHWA IA BERBUAT BAKTI BAGI ALLAH.
3 Mereka akan berbuat demikian, karena MEREKA TIDAK MENGENAL BAIK BAPA MAUPUN AKU.
Jadi Islam TIDAK MENGENAL YESUS MAUPUN BAPA...!!! Alias ajaran SETAN..!!