animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Senin, 16 Mei 2016

KESAKSIAN PARK YONG GYU - MELIHAT SORGA DAN NERAKA / TESTIMONY HEAVEN AND HELL BY PASTOR PARK YONG GYU





KESAKSIAN PENDETA PARK YONG GYU MENINGGAL DAN HIDUP KEMBALI MELIHAT SORGA DAN NERAKA, PERBANDINGAN SURGA DAN NERAKA BANDING 1 : 1000




Lihat di Youtobe, terjemahan bahasa Indonesia
Kesaksian Park Yong Gyu - Sorga dan Neraka

(Download PDF, terjemahan bahasa Indonesia)



Bagi anda yang sudah pernah membaca kesaksian Pdt. Park Yong Gyu, saya sarangkan untuk mendownload mp3 yang ada disini, karena akan lebih muda mendengar langsung terjemahan ke bahasa Indonesia. Ada juga vidionya dapat di download. Biar dengan kesaksian kita semua diberkati.Gbu





April 30, 2012

Di tahun 1987, Pdt. Park telah meninggal karena tekanan darah tinggi. Tapi oleh anugrah Tuhan, hidupnya diperpanjang 20 tahun lagi. Tetapi, untuk 4 tahun pertama, dia tidak dapat berbicara karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Umurnya 50 tahun sewaktu dia kembali hidup. Selama waktu dia meninggal, TUHAN memperlihatkan kepadanya Surga dan Neraka.


Saya ingin Anda tahu jika Anda sombong dan angkuh, Anda Saya memiliki jemaat besar dengan 5000 anggota tapi Tuhan merendahkan saya karena kesombongan saya. Sekarang saya takut akan Allah (Yakobus 4:6)

Saya memiliki harta kekayaan seharga 150 juta US$. Saya memiliki 5 mobil mewah. Tapi setelah peristiwa kematianku, saya memberikan semuanya. Tolonglah ingat, keselamatan tidak dapat diperoleh oleh banyaknya hartamu melainkan melalui iman. Sekarang saya memohon kepada para gembala, penatua, dan pemimpin lainnya untuk melayani para pendeta dengan segenap hati.



pada 19 Desember, 1987, setelah saya selesai makan siang dan sementara saya sedang beristirahat, saya mulai merasakan sakit yang amat sangat, hal itu sungguh tak tertahankan sehingga saya merasa bahwa saya akan mati. Kemudian saya kehilangan kesadaran. Saya terbangun 4 bulan kemudian dalam kondisi yang setengah sadar/koma, dan dokter saya mengatakan bahwa saya akhirnya akan mati. Seluruh bagian tubuh saya syarafnya robek sejak mengalami kelumpuhan. Dan keluargaku belum pernah mengizinkan anggota Gereja untuk membesuki saya karena kondisiku yang mengerikan. Kemudian saya meninggal. 

Ketika saya meninggal, saya melihat 2 orang memasuki kamarku. Tetapi orang-orang ini masuk ke kamarku melalui dinding. Saya berteriak, “Siapa, siapa kalian!! Rumahku akan runtuh/hancur bila kalian begitu!!” Kemudian yang seorang berkata, “Kami adalah malaikat-malaikat yang turun dari Surga. Kami datang dari Kerajaan Allah.” Sebuah cahaya yang terang bersinar melalui para malaikat.



Malaikat yang berada di sebelah kananku memperkenalkan dirinya, “Saya berkeliling bagi Yesus dalam KerajaanNya. Yesus memanggilku dan memerintahkanku untuk turun ke bumi. Dia memerintahkanku untuk membawamu ke Surga. Kamu sudah mati. Tapi karena keluargamu menangis dengan teramat sedih, DIA berkehendak untuk memberikanmu hidup lebih lama lagi. Tapi untuk sekarang, DIA ingin memperlihatkan padamu Surga dan Neraka. DIA akan memperlihatkannya padamu dan kamu akan menyaksikannya kepada orang-orang yang ada di bumi.

Semoga jumlah orang yang berakhir di Neraka akan berkurang dan jumlah orang yang akan ke Surga menjadi bertambah karena kesaksianmu. Ini akan menjadi tugasmu. Tuhan mengintruksikan kepada kami untuk menyampaikannya kepadamu supaya jangan menunda. Jika kamu menunda, kamu tidak akan sanggup untuk mengunjungi Surga dan Neraka.”
Kemudian malaikat di sebelah kiri ku berkata, “Disaat kamu lahir dan sampai pada saat kamu meninggal, saya telah bersama-sama denganmu.” Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh malaikat itu. 
Sekarang saya tahu. Dia adalah malaikat penjagaku. Jadi saya berkata, “Saya tidak dapat pergi! Saya tidak akan pergi! Saya seorang pendeta! Saya tidak dapat bertemu TUHAN dalam kondisi fisik seperti ini. Saya ingin melihat DIA dalam keadaan sehat. Saya mungkin akan menerima lebih banyak hukuman daripada pujian dari TUHAN. Saya angkuh dan sombong dan sekarang saya terkutuk dan sakit. 

Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke Surga? Saya sangat takut. Kumohon kembalilah ke Surga dan mintalah kepada TUHAN untuk menyembuhkanku. 
Kemudian kembali dan bawa saya ke Surga melalui mimpiku. Kumohon mintalah belas 
kasihan untukku.”

Tapi para malaikat tidak mendengarkan argumentku. Mereka melepaskan pakaianku dan berkata bahwa pakaianku terlalu kotor untuk dikenakan ke Surga. Kemudian mereka memakaikanku pakaian putih (Zakh 3:4).
Mereka memegang tanganku dan kami terbang ke surga. Kami terbang melalui awan-awan dan saat saya melihat kebawah, saya melihat Bumi menjadi kecil. Mereka membawaku mendekat pada Jalan Emas yang tak berujung. Saya melihat sebuah sinar yang terang, terlalu terang untuk ditatap secara langsung. Saya berkata, “Darimanakah cahaya ini berasal?” “Datangnya dari Surga”, jawab malaikat.

Saya berpikir, “Wow! Besar sekali!” saya melihat sekelompok orang dalam pakaian putih terbang melaluinya. “Siapakah mereka?” Saya bertanya.
Malaikat menjawab, “Mereka adalah orang yang telah melayani Tuhan dengan setia dan percaya kepada Yesus dengan mematuhi dan mengikuti tuntunan Roh Kudus dengan segenap hati mereka. Tubuh mereka telah mati di Bumi. Mereka sekarang adalah jiwa-jiwa yang menuju Surga.”

Malaikat lain melanjutkan, “Ada 12 pintu gerbang di Surga. Ketika sebuah jiwa datang ke Surga, mereka harus masuk melalui salah satu gerbang itu.” Kami sedang berdiri di pintu Selatan tapi sudah tertutup. 
Sementara kami sedang menunggu, saya bertanya kepada malaikat, 
“Malaikat, kenapa gerbang ini tidak terbuka?”
Malaikat menjawab, “Hal itu karena kamu tidak bernyanyi lagu penyembahan Surga.” (Mzm 100:4)

Saya bertanya, “malaikat, saya sangatlah angkuh dan sombong dan sebagai hasilnya saya telah dikutuk dengan penyakit. Saya bukanlah seorang penyanyi lagu penyembahan Bumi. Bagaimana saya sanggup bernyanyi lagu penyembahan Surga ketika saya tidak pernah mendengarnya sebelumnya?”
Malaikat menjawab, “Kau benar. Tetapi kau tetap harus menyiapkan dirimu untuk menyembah. Kau adalah seorang yang angkuh tapi bersiaplah untuk bernyanyi.” Para malaikat mulai menyanyi. Saat mereka menyanyi, saya mulai turut bernyanyi bersama mereka. Hal itu kemudian menjadi sangat alamiah bagi saya, dan kami pun masuk.

Pemandangan di Surga sungguh tak tergambarkan. Saya tidak dapat menggambarkan Surga dengan bahasa bumi ku. Saya berkata, “Tuhan! Terima kasih banyak! Sekalipun, saya sangat angkuh dan sombong dan terkutuk dengan sebuah penyakit, KAU tetap membawaku ke Surga untuk melihat-lihat.”
Saya kemudian mendengar suara Allah, “Pendeta Park Yong Gyu KU yang tercinta, AKU menyambutmu. 

Kau telah menempuh perjalanan panjang kemari.” SuaraNYA dipenuhi oleh cinta dan kelembutan. Saya menjawab dengan menangis, “Tuhan...” Malaikat segera berkata, “kamu telah menjadi pendeta selama 20 tahun. Tidakkah kamu baca Alkitabmu? Tidak ada airmata di Surga. Jadi berhentilah!” Saya tidak dapat meneruskan tangis ku (Wah 21:4).
Tuhan kemudian bertanya kepadaku 5 pertanyaan.


“Berapa banyak waktu yang kau luangkan untuk membaca Firman (alkitab)?
Berapa banyak yang kau beri untuk persembahan?
Berapa kali kau menginjili orang?
Apakah kau telah memberi perpuluhan dengan benar?
Berapa banyak waktu yang kau habiskan di dalam doa?”
Saya tidak dapat menjawab kelima pertanyaan tersebut. Tuhan menghukumku untuk kelima pertanyaan itu.
“Setelah kamu menjadi seorang pendeta yang besar, kamu telah menjadi malas untuk berdoa. Menjadi sibuk bukanlah alasan untukKU!” Saya harus bertobat untuk hal itu kemudian. “Malaikat akan memperlihatkan padamu banyak tempat di Surga dan di Neraka. Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang kamu harapkan. Kamu akan pergi setelah menyaksikan banyak bagian berbeda dari Surga dan Neraka.” Tetapi Tuhan tidak mengizinkanku untuk melihat wajahNYA.

Para malaikat pertama membawaku ke 3 tempat berbeda di Surga:
1. Saya melihat anak kecil tinggal bersama.
2. Tempat tinggal orang dewasa.
3. Jiwa-jiwa yang berhasil mencapai surga. 
Walaupun mereka berhasil masuk Surga, tetapi mereka masuk dengan perasaan malu.

Banyak orang telah bertanya kepadaku berapakah usia anak kecil tersebut. Mereka terlihat seperti anak-anak TK. Mereka bukanlah anak laki-laki kecil atau perempuan seperti yang kita ketahui berdasarkan jenis kelamin. 
Setiap anak memiliki malaikat bayi pelindung masing-masing.

Di Surga, kebanyakan dari jiwa-jiwa tersebut memiliki rumah mereka sendiri (Yoh 14:2). Bagaimanapun, ada beberapa yang tidak memiliki rumah. Saya akan menjelaskan ini kemudian. Lebih lanjut, anak-anak tidak memiliki rumah mereka sendiri. Saya bertanya, “Anak-anak juga adalah jiwa, mengapa mereka tidak memiliki rumah mereka sendiri?”
Malaikat menjawab, 

“Sama seperti manusia di Bumi membutuhkan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, kami yang ada di Surga pun membutuhkan bahan untuk membangun. Ketika seseorang melayani Gereja dan orang lain dengan setia seperti untuk Tuhan, maka perbuatan-perbuatan baik itu akan menjadi bahan bagi pembangunan rumah orang tersebut di Surga.

Ketika bahan-bahan disediakan, para malaikat yang ditugaskan untuk membangun rumah orang-orang kudus akan pergi mengerjakannya. Anak-anak yang masih sangat muda usianya tidak memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menghasilkan imbalan / bahan. Inilah mengapa mereka tidak memiliki rumah.” 

Saya melanjutkan dengan pertanyaanku, “Apa yang harus saya lakukan di Bumi untuk menyediakan bahanbahan bagi rumahku?”
Malaikat menjawab, “Ada 7 hal yang harus dilakukan seseorang untuk 
mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:

1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.
2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
5. Persembahan seseorang kepada Allah.
6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.
7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.
Inilah perbuatan atau pekerjaan karena ketaatan dimana seseorang mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Surgawi mereka. Jika seseorang kurang dalam area ini, mereka tidak akan memiliki bahan untuk membangun rumah mereka.”


TEMPAT ANAK-ANAK

Ada banyak orang di Surga yang tidak memiliki rumah. 
Bahkan yang tidak memiliki rumah ternyata adalah para pendeta, penatua, majelis, pemimpin, dsb. Saya bertanya lagi karena penasaran, “Dimanakah anak-anak tinggal kemudian?”
Malaikat menjawab, “Mereka tinggal disini.” Saat saya melihat ke sekeliling, mereka berkumpul di seluruh area taman bunga. Taman bunga sangat indah dan wanginya 
melebihi wewangian yang ada di dunia. Pemandangannya melebihi apa yang dapat saya gambarkan.


TEMPAT ORANG DEWASA

Tempat kedua adalah tempat bagi orang dewasa yang setia. Ada perbedaan antara Keselamatan dan Upah. Di tempat ini ada banyak rumah (Yoh 14:2). Rumah-rumah tersebut dibangun dengan permata/mutiara dan batubatu langka. Beberapa rumah sangat tinggi setinggi gedung pencakar langit di Bumi.
Mereka yang dengan setia telah melayani Tuhan saat hidup di Bumi telah membangun rumah mereka dengan permata/mutiara dan batubatu langka. 
Di tempat ini, semua orang terlihat berumur 20-30 tahun. Di sini tidak ada perbedaan kelamin pria dan wanita. Tidak ada orang sakit, tua, atau orang cacat.

Saya dulu pernah mengenal seseorang yang sudah tua, oh, Im Myung. Dia telah meninggal di umur yang ke 65th. Dia seorang yang bertubuh pendek, setinggi anak SD kelas 2. Dia telah menderita akibat penyakit langka. 
Tetapi, bila sudah menyangkut Alkitab, dia seorang lulusan PhD. Dia telah menulis banyak komentar. Saya bertemu dia di Surga, dan di sana tubuhnya tinggi dan tampan. Dia tidak lagi sakit tetapi sehat. Surga sungguh adalah tempat yang sangat menyenangkan! Saya penuh dengan pengharapan! Kumohon percayalah dengan apa yang saya katakan saudara-saudari terkasih!


ORANG-ORANG YANG DISELAMATKAN DGN PERASAAN MALU

Tempat ketiga adalah bagi mereka yang telah diselamatkan dengan perasaan malu (1 Kor 3:15). Desa ini sangatlah besar ukurannya, beberapa kali lebih luas dari tempat yang kedua, dimana rumah-rumahnya terbuat dari permata/mutiara dan batu-batu langka. Saya tiba di tempat ini dalam kecepatan tinggi, mengendarai kereta emas. Terletak sangat jauh dari tempat indah lainnya yang saya lihat di Surga.
Saya bertanya kepada para malaikat, “Saya melihat banyak tanah lapang 
dan hutan belantara. Mengapa saya tidak melihat adanya rumah?” 
Malaikat menjawab, “Yang kamu lihat adalah rumah.”

Saya melihat rumah flat yang besar, yang mengingatkanku akan kandang ayam raksasa atau sejenis rumah gudang. Rumah-rumah ini tidaklah gemerlap tetapi suram. Desa ini dan 
rumah-rumahnya adalah untuk jiwa-jiwa yang telah diselamatkan dengan perasaan malu. Ada begitu banyak rumah-rumah berukuran besar yang suram. Desa ini beberapa kali lebih besar dari tempat dimana jiwa-jiwa yang diberi upah tinggal.

Malaikat berkata, “Apakah kamu melihat 2 buah
rumah yang besar itu, satu di sebelah kananmu dan satu di 


sebelah kirimu?” Saya menjawab, “Ya, saya melihatnya.”
Malaikat berkata dia ingin memperlihatkan kepadaku kedua rumah tersebut secara khusus. Dia berkata, 
“Rumah di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pendeta di Bumi. Rumah yang di sebelah 
kanan adalah untuk mereka yang merupakan pemimpin di Bumi.” Saat kami tiba di depan kedua rumah 
tersebut, saya menyadari bahwa rumah-rumah tersebut terlihat sama. Saya agak tercengang. Ketika kami 
membuka pintu dan masuk, kesan pertama saya adalah, “kandang ayam.” Dan bukannya 1000 ekor ayam tinggal di kandangnya, saya melihat jiwa-jiwa. Malaikat 

menyuruhku untuk mengamati dengan teliti karena saya akan mengenali beberapa pendeta terkenal yang ada di sejarah. Dan benar. Saya mengenali banyak pendeta yang ada di sejarah. Saya secara khusus menyebut nama seorang pendeta dan bertanya kepada malaikat, “Saya kenal pendeta Korea itu! Saya tahu dia sangat 
terkenal dan pekerjaan yang telah dia lakukan untuk Tuhan. Mengapa dia ada 
disini? Saya tidak mengerti.”
Malaikat menjawab, “Dia tidak pernah menyediakan bahan-bahan untuk membangun rumahnya. Inilah mengapa dia tinggal di rumah susun.”



Saya bertanya kembali karena penasaran, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak memiliki bahan-bahan?”  
Malaikat menjawab, “Sementara dia bekerja sebagai pendeta melakukan tanggungjawabnya sebagai seorang pendeta, dia menikmati pujian dari manusia. Dia senang akan penghormatan. Dia senang dilayani. Tidak ada pengorbanan dan hati hamba dalam dirinya.” Pendeta ini sangatlah dihormati di Korea dan telah menjadi sebuah icon dalam sejarah Kekristenan Korea. Tetapi dia tidak mendapat upah!

Para pendeta diluar sana, kumohon dengarkanlah! Anda harus menuntun orang bukan hanya pada pelayanan hari Minggu. Anda harus mengunjungi mereka di rumah mereka. Kau harus memelihara yang miskin, yang cacat dan yang tua. Para pendeta yang telah melayani tanpa mengorbankan hidup mereka dan senang dihormati tidak memiliki upah di Surga (Mat 23:5-12).
Setelah saya menyaksikan pemandangan ini di Surga dan setelah saya kembali ke Bumi, saya segera memberikan semua harta milik saya termasuk 5 mobil mewah saya. Hidup kita adalah untuk sementara. Dalam alkitab, rata-rata hidup  ini adalah 70-80 tahun. Tetapi hanya Tuhan yang tahu kapankah seseorang akan meninggal. Setiap orang bisa meninggal sebelum berumur 70 atau 80 tahun. Saya telah memutuskan untuk memberikan semuanya, termasuk pakaian saya. Orang-orang yang telah saya lihat menerima keselamatan dengan rasa malu. Mereka adalah pendeta, majelis, gembala, dan umat percaya.


Ada sejumlah besar majelis dan gembala dalam rumah yang suram ini. Tentu saja, ini lebih baik daripada di Neraka. Tetapi, kenapa ada seorang pun yang ingin masuk ke Surga dalam cara yang demikian? Saya tidak akan berakhir di tempat yang memalukan itu. Pakaian mereka bahkan tampak suram.
Apakah persyaratan bagi orang Kristen untuk memiliki rumah yang indah di Surga? 

Pertama, kita harus menginjili orang sebanyak mungkin. Bagaimana caranya kita harus menginjili? Malaikat memberitahuku, “Misalkan ada seorang yang tidak mengenal Tuhan. Pada saat kau memutuskan untuk menginjili orang tersebut, bahan-bahan untuk membangun rumah mu telah disediakan. 
Saat kau secara tidak jemu-jemu berdoa untuk keselamatan mereka, lebih banyak lagi bahan bangunan yang disediakan. 
Kau harus secara menerus memeriksa keadaan mereka, mengunjungi mereka dan meneruskan penginjilanmu. 

Hal ini akan menambah jumlah bahan-bahan untuk membangun rumahmu. Jika seseorang berkata mereka tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke gereja, maka kau harus menyediakan bagi mereka. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki alkitab, kau harus menyediakan satu baginya. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki kacamata untuk membaca, kau harus menyediakan bagi mereka. Kau harus menyediakan apapun juga yang kau mampu sehingga orang ini pun bisa dituntun untuk mengenal Tuhan. 
Mereka yang tinggal di rumah yang terbaik adalah mereka yang telah menginjili terbanyak.

Para malaikat kemudian membawa ku ke tempat dimana para orang kudus tinggal dalam rumah yang bagus. 
Disini adalah tempat dimana para orang kudus yang telah banyak menginjili tinggal. Rasanya seperti pusat kota Surga.

Dalam sejarah Kekristenan, ada 4 orang yang memiliki rumah terbesar dan paling indah. Para malaikat memperlihatkanku rumah seorang penginjil Amerika D.L Moody, Pendeta Inggris John Wesley, seorang penginjil Italia, dan penginjil Korea Pendeta Choi Gun Nung. Ke-4 orang ini memiliki rumah paling besar di Surga. Ke-4 orang ini telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menginjili orang-orang bahkan sampai pada hari kematian mereka.
Di antara umat percaya Korea, ada seorang yang memiliki rumah yang besar. Orang ini telah membangun banyak gedung Gereja dengan seluruh hartanya. Dia telah memberikan 3000 karung beras kepada orang miskin. 

Dia secara rahasia telah membantu keuangan para pendeta dan pemimpin. Dia membantu membayar iuran sekolah para teologian. Dia juga telah membawa pulang seorang pendeta berumur 65 tahun ke rumahnya dan merawatnya, dimana Gerejanya sendiri telah mengusirnya keluar.

Saya mendengar seorang malaikat berteriak, “Bahannya telah datang!” Saya bertanya kepada malaikat yang berada di sebelah kanan saya mengenai bahan tersebut dan dia mengatakan kepadaku, “Bahan ini untuk penatua dari sebuah gereja kecil di suatu negara. Malah, dia menerima bahan-bahan setiap hari. Walaupun dia miskin, dia datang melayani di Gereja setiap pagi. Dia berdoa untuk 87 jemaat Gereja setiap hari. 

Dan setelah dia selesai berdoa, dia membersihkan gereja.”
Saya mendengar malaikat lain berteriak, “Kiriman special! Anak perempuan si penatua telah memberikan satusatunya uang yang ia miliki kepada ibunya. Tetapi, si penatua tidak memakai uang itu untuk kepentingannya sendiri. Dia membeli 5 butir telur dan 2 pasang kaos untuk pendeta Gereja. Walaupun sepertinya halnya sebuah persembahan yang kecil, dia telah memberikan semua yang dia miliki. Ini menjadi bahan special untuk rumahnya di Surga.”
Kedua, mereka yang memiliki rumah besar adalah mereka yang telah membangun gedung gereja atau gedung lain untuk Kerajaan Allah dengan harta dan penghasilan mereka.

Di Surga, saya juga bertemu dengan seorang penatua bernama Choi.
Di antara penatua dan gembala yang ada di Surga, dia memiliki rumah yang paling indah. 
Rumahnya lebih tinggi daripada gedung yang paling tinggi di Korea. Choi telah membangun banyak gedung Gereja di Korea dengan kekayaannya.
Saya bertanya kepada malaikat, “Bagaimana dengan rumahku? Apakah dalam proses pembangunan?” Malaikat menjawab, “Tepat sekali!” saya memohon untuk melihat rumahku. Tapi mereka mengatakan kepadaku bahwa hal tersebut tidak di izinkan. Saya terus saja memohon dan setelah tak henti-hentinya memohon, malaikat mengatakan bahwa sekarang saya telah di izinkan oleh Tuhan untuk melihatnya.

Kami memasuki kereta dan menuju ke suatu tempat yang sangat jauh. 
Saya penuh dengan pengharapan. Saya bertanya, “Dimanakah rumahku?” Malaikat menjawab, “Ada di sana!” Tapi yang terlihat hanyalah sebuah fondasi, hanya siap untuk pembangunan. 

Saya menangis, “Mengapa kau melakukan hal ini padaku? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin rumahku berada dalam area pembangunan? 
Setelah selamat dari perang Korea, saya menjual rumahku untuk membangun gedung Gereja. 
Gereja ini bertumbuh hingga 5000 jemaat. Saya menulis banyak buku yang di ilhamkan oleh Roh Kudus. Salah satu buku menjadi best seller. Dari hasil penjualan buku, saya membangun sekolah Kristen. Sekolah telah melahirkan 240 pendeta. Saat masih menjadi Dekan, saya telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Saya telah membangun rumah bagi janda-janda untuk tinggal. 
Semuanya ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa rumahku berada dalam area pembangunan saja? Saya sangat frustasi!”

Malaikat menjawab, “Kamu tidak pantas untuk tinggal dalam rumah yang indah di Surga karena kamu telah menerima penghormatan dari manusia berulang kali. Setiap kali telah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, kamu dipuji oleh manusia. Kamu bahkan menerima pujian dari koran setempat. Karena itu, semua pekerjaanmu menjadi sia-sia.” (Mat 6:1).
Saya melihat kepada rumahku di area pembangunan. Lokasinya terletak di tengah-tengah 3 rumah lainnya. 
Hanya ada 3 lantai. Rumah tersebut memiliki banyak kamar kecil di 2 lantai pertama. Saya bertanya kepada malaikat, “mengapa saya memiliki kamar-kamar kecil?” Malaikat menjawab, “Kamar-kamar ini di peruntukkan bagi putra dan putrimu.”
“Saya hanya mempunyai 4 orang anak,” Saya menjawab. Malaikat merespon, 


“Bukan, kamar-kamar tersebut bukan untuk anak-anak duniawimu, tetapi untuk mereka yang telah kamu injili dan selamat.” Saya suka itu! Saya bertanya, 
“Dimanakah kamar tidurku?” malaikat berkata kamarku berada di atas atap. 
Hal itu mengangguku. Kamarku bahkan belum selesai. Dengan nada marah saya 

berkata, “Ruangannya sangat kecil! Mengapa begitu sulit untuk diselesaikan?!” 
Malaikat menjawab, “Kamu bahkan belum meninggal. 
Kami tidak bisa menyelesaikan rumah atau kamarmu karena kami tidak tahu bila ada bahanbahan yang akan ditambahkan kemudian. Apakah kamu mengerti?”

ketika kami memasuki kamarku, saya melihat 2 sertifikat di dinding, kemudian saya membacanya. Sertifikat pertama menggambarkan saya saat berumur 18 tahun tinggal di rumah yatim piatu. Pada hari Natal, saya dalam perjalanan pulang ke ibadah pagi. Saya telah melihat seorang laki-laki tua tiduran di jalanan. Saya melepaskan jaket saya dan memberikannya kepadanya. Tindakan  itu telah memberi saya upah di Surga. Sertifikat yang kedua menggambarkan kejadian yang sama tetapi untuk membelikan makanan kecil bagi seorang pria tua. Bukan masalah seberapa banyak uangnya. Tindakan tersebut harus disertai dengan hati yang tulus. 


Kami meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat semula. Dalam perjalanan, salah seorang dari malaikat bertanya, “Apakah kamu sedih? 



Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya untuk membangun rumah yang indah. Tuhan berkata saat kamu kembali ke Bumi, kamu harus pergi memberitahukan orang-orang tentang Surga dan Neraka seperti yang telah kamu saksikan. Kedua, Tuhan menginginkan kamu untuk membangun sebuah tempat bagi para pendeta tua wanita dan penginjil yang tidak memiliki tempat untuk bernaung. Jika kamu setia melakukan semuanya ini, kamu akan memiliki rumah yang indah.”


NERAKA

Kedua malaikat tersebut mengawalku ke Neraka. Mereka berkata, “Sekarang kamu akan mengunjungi Neraka.” Anda tidak bisa membayangkan betapa luasnya Neraka. Saya terus 




berteriak, “Sangat besar! Sangat besar!” disini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang terkutuk dan menerima penghukuman kekal berada. Rasanya seperti Neraka 1000 kali lebih luas dari Bumi. 
Setengah dari Neraka berwarna merah dan setengahnya lagi berwarna hitam gelap. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa bagian ini berwarna merah?”
Malaikat menjawab, “Tidakkah kamu tahu? Itu adalah bara sulfur. 
Setengahnya lagi adalah kegelapan. Ketika manusia berdosa dan berakhir disini, mereka akan disiksa dari kedua sisi.....


Ada beragam jenis Gereja di Bumi dan banyak Gereja 

yang ibadahnya dihadiri banyak orang. Tetapi, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka hanyalah pengunjung. Gereja yang benar akan percaya adanya Surga dan Neraka. Hidup banyak orang Kristen berada dalam bahaya karena mereka tidak percaya adanya Surga dan Neraka. Ketika seorang jiwa masuk ke Surga, 1000 jiwa terkutuk masuk ke Neraka. Perbandingan jumlah Surga dan Neraka adalah 1:1000.” (Mat 7:14).
Saya seorang pendeta Presbyterian dan seorang pembicara terkenal. Saya lulusan sekolah teologi terbesar di Korea. Saya tidak pernah percaya kisah Surga dan Neraka. Tetapi sekarang, saya salah seorang yang menulis pengalaman serupa untuk bersaksi kepada yang lain. Walaupun Anda yakin telah menjadi seorang Kristen, jika Anda menjalani kehidupan Anda mengikuti kehendak setan, Anda akan berakhir di Neraka!
Tempat pertama yang saya lihat adalah bara sulfur. Anda bahkan tak bisa bayangkan betapa panasnya api Neraka itu. Tidak ada seorang pun yang dapat menahan panasnya itu.

Orang-orang di Neraka mengungkapkan 3 pernyataan:
1. Terlalu panas dan mereka merasa sekarat. (Luk 16:24)
2. Mereka merasa haus dan merasa sekarat. 
3. Anda akan mendengar banyak permintaan akan air. (Zakh 9:11)
Sampai kekekalan! Banyak orang berkata kita bebas di dalam Kristus dan mereka menjalani hidup mereka seperti yang mereka inginkan. Saya bertanya kepada malaikat, “mereka yang berada di sini, apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Grup pertama adalah orang-orang yang tidak percaya.” Mereka yang tidak menginjili anggota keluarganya harus bertobat!
Malaikat kemudian meneruskan, “Grup kedua adalah mereka yang percaya kepada Yesus, tetapi tidak bertobat dari dosa mereka.” Kita harus bertobat dari dosa kita dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Kita tidak boleh berdosa. Hanyalah ucapan mulut bukanlah sebuah pertobatan. Dengan hati yang hancur dan tulus, kita harus bertobat!


ORANG KRISTEN DI NERAKA

Saya kemudian melihat banyak pendeta, penatua, dan majelis di Neraka. Saya bertanya kepada malaikat, “Saya mengenal mereka. Mereka telah melayani Tuhan dengan setia saat di Bumi. Mereka telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Kami semua telah berpikir bahwa mereka ada di Surga bersama Tuhan. Tetapi sekarang, saya melihat mereka di Neraka dan mereka menangis kepanasan! Mengapa mereka ada disini?” 
Ada begitu banyak pendeta, penatua, majelis dan umat percaya.


Malaikat menjawab, “Pendeta Park Yong Gyu, seseorang bisa terlihat sebagai seorang pengikut Kristus yang sejati tetapi Tuhanlah yang tahu hati seseorang. Mereka di sini karena mereka tidak menjaga hari Minggu tetap kudus. Kenyataannya, mereka suka menghasilkan uang pada hari Minggu. (Yer 17:27). Banyak majelis dan penatua yang mengkritik khotbah pendeta mereka. (Mzm 105:5 ; Bil 12: 8-9). Mereka tidak memberi perpuluhan dengan benar. (Mal 3:9). Mereka tidak berdoa. Banyak dari para penatua dan majelis ini telah menyerang pendeta mereka dan melanggar otoritas mereka. Mereka telah mencampuri tugas dan urusan pendeta mereka. (Bil 16). Mereka tidak menginjili orang sama sekali. (Yeh 33:6). Saat mereka sedang sekarat, mereka pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang baik sehingga mereka tidak bertobat. Inilah mengapa dilempar ke dalam api Neraka.”


Saya kemudian melihat seorang Raja dan seorang Pangeran yang pertama kali menganiaya orang-orang Kristen 
di Korea. Mereka ditempatkan di tengah, yang merupakan tempat terpanas. Saya juga melihat Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong, dan seorang pendeta terkenal dari Korea Utara bernama Pendeta Kang, dan seorang pahlawan Jepang yang terkenal, dan banyak lagi. 

Kemudian kami tiba pada bagian yang paling gelap, terlalu gelap untuk melihat langkah-langkah kami 

sekalipun. Saya berteriak, “Malaikat! Malaikat! Sangatlah gelap! Bagaimana saya dapat melihat?” Malaikat menepuk pundak saya dan berkata, “Tunggulah sejenak.”

Dalam beberapa saat, saya dapat melihat sejumlah besar orang yang telanjang. Di seluruh tubuh mereka ada begitu banyak serangga yang merayap. Tak 1 inchi pun yang bebas karena serangga itu memenuhi tubuh mereka. Orang yang telanjang itu berusaha mengibaskan serangga-serangga hingga mengertakan gigi mereka. 
“Apa yang telah mereka lakukan saat mereka hidup di Bumi?”

“Mereka adalah orang-orang yang telah mengkritik dan menggosipkan orang lain dibelakang mereka. Mereka tidak berhati-hati dengan apa yang mereka ucapkan mengenai orang lain.” (Mat 5:22).
Saya melihat para setan menusuk dan menikam perut orang-orang dengan tombak. Teriakan mereka sungguh memilukan. Saya bertanya kepada pengawalku, “Malaikat, apa yang telah orang ini lakukan selama mereka hidup di Bumi?”

“Orang-orang ini memiliki pekerjaan, rumah, dan keluarga tetapi mereka tidak memberi kepada Tuhan. 

Mereka tidak membantu orang-orang miskin, Gereja mereka, atau tujuan ilahi lainnya. Mereka sangatlah pelit dan rakus. Walaupun mereka bertemu dengan orang miskin, mereka mengabaikan orang miskin tersebut dan tidak perduli. Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka berpakaian sangat bagus, berkecukupan dan memiliki kehidupan yang nyaman. Inilah mengapa perut mereka ditusuk karena perut mereka penuh dengan keserakahan.” (Ams 28:27).

Hal itu adalah pemandangan yang menakutkan. Setelah menyaksikan pemandangan demikian, ketika saya kembali ke Bumi, saya memberikan semua uang dan harta kepada yang lain. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan uang atau harta. Tetapi dengan iman. Neraka adalah tempat yang tidak tertahankan dan sengsara. Hal itu 
adalah penyiksaan kekal!

Saya juga melihat orang yang kepalanya di penggal dengan kapak yang sangat tajam. Saya bertanya kepada malaikat, “Apakah yang telah dilakukan orang-orang ini hingga mereka mendapat siksaan yang mengerikan?” Malaikat menjawab, “Otak mereka telah diberikan Tuhan untuk memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat. 
Tetapi orang-orang ini telah memikirkan hal-hal yang kotor. Mereka memikirkan hal-hal yang penuh nafsu.” (Mat 5:28).

Berikutnya saya melihat orang-orang ditikam dan dipotong hingga beberapa bagian. Pemandangan itu sangat mengerikan. Saya bertanya, “Bagaimana dengan orang-orang ini? Apakah yang telah mereka lakukan hingga mereka disiksa seperti demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah penatua dan majelis yang tidak melayani Gereja mereka. Bahkan, mereka tidak mau bekerja atau melayani! Satu-satunya hal yang mereka sukai adalah untuk menerima dan menerima dari para kawanan.” (Zakh 11:17 ; Hos 6:5).
Saya melihat para penatua, majelis, dan juga umat percaya lainnya disiksa oleh para setan. Para setan membuat lubang di lidah tiap-tiap orang dan menaruh kawat panjang kemudian 

menarik mereka dengan kawat yang saling terhubung itu. Saya bertanya lagi, “Apa yang telah mereka lakukan di Bumi?”

Malaikat menjawab, “Mereka telah melakukan 4 jenis dosa yang berbeda:
1. Mereka telah mengkritik pendeta mereka. Mereka akan mengatakan hal-hal yang negatif mengenai pendeta mereka. Mereka bergosip dan menertawakan pendeta mereka.” (Yak 3:6 ; Mat 12:37).
Saya memohon kepada mereka yang telah melakukan dosa yang demikian, BERTOBAT! BERTOBAT!!


Malaikat melanjutkan,

2. Mereka menghina Gereja dengan ucapan mereka. 
3. Mereka telah melukai orang-orang Kristen lainnya sampai pada titik bahkan mereka yang setia pun terluka dan mereka berhenti mengunjungi Gereja dan bahkan menyebabkan beberapa dari mereka berhenti percaya. Mereka melakukan semua hal yang mereka bisa untuk menghentikan orang-orang Kristen yang setia dari melakukan pekerjaan Allah. Orang-orang jahat ini menyebabkan banyak orang setia tersandung. 
4. mereka adalah suami istri yang minum alkohol dan bertindak kejam kepada anggota keluarga mereka.

Saya melihat para setan menusuk pria dan wanita di perut mereka dengan paku yang sangat tajam dan besar. Saya bertanya, “Apa yang telah mereka lakukan?” malaikat menjawab, “Mereka adalah pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa komitmen pernikahan. Mereka bersalah karena aborsi ketika mereka menjadi hamil.
Mereka tidak pernah bertobat!”
Saya melihat grup orang lainnya. Para setan mengiris bibir mereka seperti mengiris tipis daging atau sayuran. 

Saya bertanya, “Mengapa orang-orang ini disiksa dengan cara demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah putra, putri, menantu pria dan menantu wanita yang telah membantah orangtua mereka. Apa yang seharusnya mereka lakukan hanyalah mengatakan “saya minta maaf” bukannya membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Banyak dari mereka telah menggunakan kata-kata yang kasar. Mereka telah menyerang 

orangtua mereka dengan kata-kata yang keras. Mereka memberontak, itulah mengapa bibir mereka diiris.”

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Ku mohon bersiapsiap lah. Menjadi siap untuk pergi ke Surga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebanyak yang diperlukan. Bertobat dan bertobat dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari bila memang perlu.

Saudaraku yang terkasih, saya biasanya mengabaikan kesaksian yang demikian. Saya seorang pendeta Presbyterian kuno yang mengabaikan hal-hal yang demikian. Tetapi sekarang, saya harus menyaksikan dan bersaksi kepadamu apa yang telah saya lihat. 

Tolong janganlah ragu untuk hidup kudus. Tolong hindari siksaan dan penghakiman yang 

menyengsarakan ini. Jadilah selamat! Janganlah hidup secara duniawi tetapi serahkanlah dirimu bagi Kerajaan Allah. Tolong berdoalah bagi mereka yang 
belum mengenal Yesus. Menginjili dan berbuahlah. Tolong berdoalah di subuh hari dan jagalah hari Minggu tetap kudus. Tolong berilah kepada Tuhan perpuluhan dengan benar. Kumpulkan upahmu di Surga dan bukan di Bumi ini. Saya berdoa dan memberkatimu dalam nama Tuhan Yesus yang berkuasa!



Lihat videonya di sini : 
http://youtu.be/HR1sFtFug38




Teks asli dalam bahasa Korea

=================================================


Pdt. Park Yong Gyu., SURGA dan NERAKA 1000 banding 1

Penglihatan Pdt. Park Yong Gyu.

Di tahun 1987, Pdt. Park telah meninggal karena tekanan darah tinggi. Tapi oleh anugrah Tuhan, hidupnya diperpanjang 20 tahun lagi. Tetapi, untuk 4 tahun pertama, dia tidak dapat berbicara karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Umurnya 50 tahun sewaktu dia kembali hidup. Selama waktu dia meninggal, TUHAN memperlihatkan kepadanya Surga dan Neraka.

Saya ingin Anda tahu jika Anda sombong dan angkuh, Anda akan mendatangkan kutukan atas dirimu. Saya memiliki jemaat besar dengan 5000 anggota tapi Tuhan merendahkan saya karena kesombongan saya. Sekarang saya takut akan Allah (Yakobus 4:6).

Saya memiliki harta kekayaan seharga 150 juta US$. Saya memiliki 5 mobil mewah.  Tapi setelah peristiwa kematianku, saya memberikan semuanya. Tolonglah ingat, keselamatan tidak dapat diperoleh oleh banyaknya hartamu melainkan melalui iman. Sekarang saya memohon kepada para gembala, penatua, dan pemimpin lainnya untuk melayani para pendeta dengan segenap hati.

Dalam Desember 19, 1987, setelah saya selesai makan siang dan sementara saya sedang beristirahat, saya mulai merasakan sakit yang amat sangat, hal itu sungguh tak tertahankan sehingga saya merasa bahwa saya akan mati. Kemudian saya kehilangan kesadaran saya. Saya terbangun 4 bulan kemudian dalam kondisi yang setengah sadar, dan dokter saya mengatakan kepadaku bahwa saya sebetulnya akan mati. Seluruh bagian tubuh saya syarafnya robek sejak mengalami kelumpuhan. Dan keluargaku belum pernah mengizinkan anggota Gereja untuk membesuki saya karena kondisiku yang mengerikan. Kemudian saya meninggal.  

Ketika saya meninggal, saya melihat 2 orang memasuki kamarku. Tetapi orang-orang ini masuk ke kamarku melalui dinding. Saya berteriak, “Siapa, siapa kalian!! Rumahku akan hancur bila kau begitu!!”Kemudian yang seorang berkata, “Kami adalah malaikat-malaikat yang turun dari Surga. Kami datang dari Kerajaan Allah.” Sebuah cahaya yang terang bersinar melalui para malaikat.

Malaikat yang berada di sebelah kananku memperkenalkan dirinya, “Saya berkeliling bagi Yesus dalam KerajaanNya. Yesus memanggilku dan memerintahkanku untuk turun ke bumi. Dia memerintahkanku untuk membawamu ke Surga. Kamu sudah mati. Tapi karena keluargamu menanggis dengan teramat sedih, DIA berkehendak untuk memberikanmu hidup lebih lama lagi. Tapi untuk sekarang, DIA ingin memperlihatkan padamu Surga dan Neraka. DIA akan memperlihatkannya padamu dan kamu akan menyaksikannya kepada orang-orang yang ada di bumi. Semoga jumlah orang yang berakhir di Neraka akan berkurang dan jumlah orang yang akan ke Surga menjadi bertambah karena kesaksianmu. Ini akan menjadi tugasmu. Tuhan mengintruksikan kepada kami untuk menyampaikannya kepadamu supaya jangan menunda. Jika kamu menunda, kamu tidak akan sanggup untuk mengunjungi Surga dan Neraka.”

Kemudian malaikat di sebelah kiri ku berkata, “Disaat kamu lahir dan sampai pada saat kamu meninggal, saya telah bersama-sama denganmu.” Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh malaikat itu. Sekarang saya tahu. Dia adalah malaikat penjagaku. Jadi saya berkata,“Saya tidak dapat pergi! Saya tidak akan pergi! Saya seorang pendeta! Saya tidak dapat bertemu TUHAN dalam kondisi fisik seperti ini. Saya ingin melihat DIA dalam keadaan sehat. Saya mungkin akan menerima lebih banyak hukuman daripada pujian dari TUHAN. Saya angkuh dan sombong dan sekarang saya terkutuk dan sakit. Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke Surga? Saya sangat takut. Kumohon kembalilah ke Surga dan mintalah kepada TUHAN untuk menyembuhkanku. Kemudian kembali dan bawa saya ke Surga melalui mimpiku. Kumohon mintalah belas kasihan untukku.”

Tapi para malaikat tidak mendengarkan argumentku. Mereka melepaskan pakaianku dan berkata bahwa pakaianku terlalu kotor untuk dikenakan ke Surga. Kemudian mereka memakaikanku pakaian putih (Zakh 3:4).

Mereka memegang tanganku dan kami terbang ke surga. Kami terbang melalui awan-awan dan saat saya melihat kebawah, saya melihat Bumi menjadi kecil. Mereka membawaku mendekat pada Jalan Emas yang tak berujung. Saya melihat sebuah sinar yang terang, terlalu terang untuk ditatap secara langsung. Saya berkata, “Darimanakah cahaya ini berasal?” “Datangnya dari Surga”,jawab malaikat.

Saya berpikir, “Wow! Besar sekali!” saya melihat sekelompok orang dalam pakaian putih terbang melaluinya. “Siapakah mereka?” Saya bertanya.

Malaikat menjawab, “Mereka adalah orang yang telah melayani Tuhan dengan setia dan percaya kepada Yesus dengan mematuhi dan mengikuti tuntunan Roh Kudus dengan segenap hati mereka. Tubuh mereka telah mati di Bumi. Mereka sekarang adalah jiwa-jiwa yang menuju Surga.”
Malaikat lain melanjutkan, “Ada 12 pintu gerbang di Surga. Ketika sebuah jiwa datang ke Surga, mereka harus masuk melalui salah satu gerbang itu.” Kami sedang berdiri di pintu Selatan tapi sudah tertutup. Sementara kami sedang menunggu, saya bertanya kepada malaikat, “Malaikat, kenapa gerbang ini tidak terbuka?”

Malaikat menjawab, “Hal itu karena kamu tidak bernyanyi lagu penyembahan Surga.” (Mzm 100:4)
Saya bertanya, “malaikat, saya sangatlah angkuh dan sombong dan sebagai hasilnya saya telah dikutuk dengan penyakit. Saya bukanlah seorang penyanyi lagu penyembahan Bumi. Bagaimana saya sanggup bernyanyi lagu penyembahan Surga ketika saya tidak pernah mendengarnya sebelumnya?”

Malaikat menjawab, “Kau benar. Tetapi kau tetap harus menyiapkan dirimu untuk menyembah. Kau adalah seorang yang angkuh tapi bersiaplah untuk bernyanyi.” Para malaikat mulai menyanyi. Saat mereka menyanyi, saya mulai turut bernyanyi bersama mereka. Hal itu kemudian menjadi sangat alamiah bagi saya, dan kami pun masuk.

Pemandangan di Surga sungguh tak tergambarkan. Saya tidak dapat menggambarkan Surga dengan bahasa bumi ku. Saya berkata, “Tuhan! Terima kasih banyak! Sekalipun, saya sangat angkuh dan sombong dan terkutuk dengan sebuah penyakit, KAU tetap membawaku ke Surga untuk melihat-lihat.”

Saya kemudian mendengar suara Allah, “Pendeta Park Yong Gyu KU yang tercinta, AKU menyambutmu. Kau telah menempuh perjalanan panjang kemari.” SuaraNYA dipenuhi oleh cinta dan kelembutan.

Saya menjawab dengan menanggis, “Tuhan...” Malaikat segera berkata, “kamu telah menjadi pendeta selama 20 tahun. Tidakkah kamu baca Alkitabmu? Tidak ada airmata di Surga. Jadi berhentilah!” Saya tidak dapat meneruskan tanggis ku (Wah 21:4).

Tuhan kemudian bertanya kepadaku 5 pertanyaan.
“Berapa banyak waktu yang kau luangkan untuk membaca Firman (alkitab)?
Berapa banyak yang kau beri untuk persembahan?
Berapa kali kau menginjili orang?
Apakah kau telah memberi perpuluhan dengan benar?
Berapa banyak waktu yang kau habiskan di dalam doa?”

Saya tidak dapat menjawab kelima pertanyaan tersebut. Tuhan menghukumku untuk kelima pertanyaan itu.
“Setelah kamu menjadi seorang pendeta yang besar, kamu telah menjadi malas untuk berdoa. Menjadi sibuk bukanlah alasan untukKU!” Saya harus bertobat untuk hal itu kemudian. “Malaikat akan memperlihatkan padamu banyak tempat di Surga dan di Neraka. Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang kamu harapkan. Kamu akan pergi setelah menyaksikan banyak bagian berbeda dari Surga dan Neraka.” Tetapi Tuhan tidak mengizinkanku untuk melihat wajahNYA.

Para malaikat pertama membawaku ke 3 tempat berbeda di Surga:
1.      Saya melihat anak kecil tinggal bersama.
2.      Tempat tinggal orang dewasa.
3.      Jiwa-jiwa yang berhasil mencapai surga. Walaupun mereka berhasil masuk Surga, tetapi mereka masuk dengan perasaan malu.

Banyak orang telah bertanya kepadaku berapakah usia anak kecil tersebut. Mereka terlihat seperti anak-anak TK. Mereka bukanlah anak laki-laki kecil atau perempuan seperti yang kita ketahui berdasarkan jenis kelamin. Setiap anak memiliki malaikat bayi pelindung masing-masing.

Di Surga, kebanyakan dari jiwa-jiwa tersebut memiliki rumah mereka sendiri (Yoh 14:2).Bagaimanapun, ada beberapa yang tidak memiliki rumah. Saya akan menjelaskan ini kemudian. Lebih lanjut, anak-anak tidak memiliki rumah mereka sendiri. Saya bertanya, “Anak-anak juga adalah jiwa, mengapa mereka tidak memiliki rumah mereka sendiri?”
Malaikat menjawab, “Sama seperti manusia di Bumi membutuhkan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, kami yang ada di Surga pun membutuhkan bahan untuk membangun. Ketika seseorang melayani Gereja dan orang lain dengan setia seperti untuk Tuhan, maka perbuatan-perbuatan baik itu akan menjadi bahan bagi pembangunan rumah orang tersebut di Surga. Ketika bahan-bahan disediakan, para malaikat yang ditugaskan untuk membangun rumah orang-orang kudus akan pergi mengerjakannya. Anak-anak yang masih sangat muda usianya tidak memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menghasilkan imbalan / bahan. Inilah mengapa mereka tidak memiliki rumah.”       
Saya melanjutkan dengan pertanyaanku, “Apa yang harus saya lakukan di Bumi untuk menyediakan bahan-bahan bagi rumahku?”

Malaikat menjawab, “Ada 7 hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:
  1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.
  2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
  3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
  4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
  5. Persembahan seseorang kepada Allah.
  6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.
  7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.
Inilah perbuatan atau pekerjaan karena ketaatan dimana seseorang mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Surgawi mereka. Jika seseorang kurang dalam area ini, mereka tidak akan memiliki bahan untuk membangun rumah mereka.”
TEMPAT ANAK-ANAK
 
Ada banyak orang di Surga yang tidak memiliki rumah. Bahkan yang tidak memiliki rumah ternyata adalah para pendeta, penatua, majelis, pemimpin, dsb. Saya bertanya lagi karena penasaran,“Dimanakah anak-anak tinggal kemudian?”
Malaikat menjawab, “Mereka tinggal disini.” Saat saya melihat ke sekeliling, mereka berkumpul di seluruh area taman bunga. Taman bunga sangat indah dan wanginya melebihi wewangian yang ada di dunia. Pemandangannya melebihi apa yang dapat saya gambarkan.


TEMPAT ORANG DEWASA

 Tempat kedua adalah tempat bagi orang dewasa yang setia. Ada perbedaan antara Keselamatan dan Upah. Di tempat ini ada banyak rumah (Yoh 14:2). Rumah-rumah tersebut dibangun dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Beberapa rumah sangat tinggi setinggi gedung pencakar langit di Bumi. Mereka yang dengan setia telah melayani Tuhan saat hidup di Bumi telah membangun rumah mereka dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Di tempat ini, semua orang terlihat berumur 20-30 tahun. Di sini tidak ada perbedaan kelamin pria dan wanita. Tidak ada orang sakit, tua, atau orang cacat.

Saya dulu pernah mengenal seseorang yang sudah tua, oh, Im Myung. Dia telah meninggal di umur yang ke 65th. Dia seorang yang bertubuh pendek, setinggi anak SD kelas 2. Dia telah menderita akibat penyakit langka. Tetapi, bila sudah menyangkut Alkitab, dia seorang lulusan PhD. Dia telah menulis banyak komentar. Saya bertemu dia di Surga, dan di sana tubuhnya tinggi dan tampan. Dia tidak lagi sakit tetapi sehat. Surga sungguh adalah tempat yang sangat menyenangkan! Saya penuh dengan pengharapan! Kumohon percayalah dengan apa yang saya katakan saudara-saudari terkasih!


ORANG-ORANG YANG DISELAMATKAN DGN PERASAAN MALU


Tempat ketiga adalah bagi mereka yang telah diselamatkan dengan perasaan malu (1 Kor 3:15). Desa ini sangatlah besar ukurannya, beberapa kali lebih luas dari tempat yang kedua, dimana rumah-rumahnya terbuat dari permata/mutiara dan batu-batu langka. Saya tiba di tempat ini dalam kecepatan tinggi, mengendarai kereta emas. Terletak sangat jauh dari tempat indah lainnya yang saya lihat di Surga.

Saya bertanya kepada para malaikat, “Saya melihat banyak tanah lapang dan hutan belantara. Mengapa saya tidak melihat adanya rumah?” Malaikat menjawab, “Yang kamu lihat  adalah rumah.”

Saya melihat rumah flat yang besar, yang mengingatkanku akan kandang ayam raksasa atau sejenis rumah gudang. Rumah-rumah ini tidaklah gemerlap tetapi suram. Desa ini dan rumah-rumahnya adalah untuk jiwa-jiwa yang telah diselamatkan dengan perasaan malu. Ada begitu banyak rumah-rumah berukuran besar yang suram. Desa ini beberapa kali lebih besar dari tempat dimana jiwa-jiwa yang diberi upah tinggal.
Malaikat berkata, “Apakah kamu melihat 2 buah rumah yang besar itu, satu di sebelah kananmu dan satu di sebelah kirimu?” Saya menjawab, “Ya, saya melihatnya.”

Malaikat berkata dia ingin memperlihatkan kepadaku kedua rumah tersebut secara khusus. Dia berkata, “Rumah di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pendeta di Bumi. Rumah yang di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pemimpin di Bumi.” Saat kami tiba di depan kedua rumah tersebut, saya menyadari bahwa rumah-rumah tersebut terlihat sama. Saya agak tercengang. Ketika kami membuka pintu dan masuk, kesan pertama saya adalah, “kandang ayam.”Dan bukannya 1000 ekor ayam tinggal di kandangnya, saya melihat jiwa-jiwa. Malaikat menyuruhku untuk mengamati dengan teliti karena saya akan mengenali beberapa pendeta terkenal yang ada di sejarah. Dan benar. Saya mengenali banyak pendeta yang ada di sejarah. Saya secara khusus menyebut nama seorang pendeta dan bertanya kepada malaikat, “Saya kenal pendeta Korea itu! Saya tahu dia sangat terkenal dan pekerjaan yang telah dia lakukan untuk Tuhan. Mengapa dia ada disini? Saya tidak mengerti.”

Malaikat menjawab, “Dia tidak pernah menyediakan bahan-bahan untuk membangun rumahnya. Inilah mengapa dia tinggal di rumah susun.”

Saya bertanya kembali karena penasaran, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak memiliki bahan-bahan?” Malaikat menjawab, “Sementara dia bekerja sebagai pendeta melakukan tanggungjawabnya sebagai seorang pendeta, dia menikmati pujian dari manusia. Dia senang akan penghormatan. Dia senang dilayani. Tidak ada pengorbanan dan hati hamba dalam dirinya.” Pendeta ini sangatlah dihormati di Korea dan telah menjadi sebuah icon dalam sejarah Kekristenan Korea. Tetapi dia tidak mendapat upah!

Para pendeta diluar sana, kumohon dengarkanlah! Anda harus menuntun orang bukan hanya pada pelayanan hari Minggu. Anda harus mengunjungi mereka di rumah mereka. Kau harus memelihara yang miskin, yang cacat dan yang tua. Para pendeta yang telah melayani tanpa mengorbankan hidup mereka dan senang dihormati tidak memiliki upah di Surga (Mat 23:5-12).

Setelah saya menyaksikan pemandangan ini di Surga dan setelah saya kembali ke Bumi, saya segera memberikan semua harta milik saya termasuk 5 mobil mewah saya. Hidup kita adalah untuk sementara. Dalam alkitab, rata-rata hidup ini adalah 70-80 tahun. Tetapi hanya Tuhan yang tahu kapankah seseorang akan meninggal. Setiap orang bisa meninggal sebelum berumur 70 atau 80 tahun. Saya telah memutuskan untuk memberikan semuanya, termasuk pakaian saya. Orang-orang yang telah saya lihat menerima keselamatan dengan rasa malu. Mereka adalah pendeta, majelis, gembala, dan umat percaya. Ada sejumlah besar majelis dan gembala dalam rumah yang suram ini. Tentu saja, ini lebih baik daripada di Neraka. Tetapi, kenapa ada seorang pun yang ingin masuk ke Surga dalam cara yang demikian? Saya tidak akan berakhir di tempat yang memalukan itu. Pakaian mereka bahkan tampak suram.

Apakah persyaratan bagi orang Kristen untuk memiliki rumah yang indah di Surga?

Pertama, kita harus menginjili orang sebanyak mungkin. Bagaimana caranya kita harus menginjili? Malaikat memberitahuku, “Misalkan ada seorang yang tidak mengenal Tuhan. Pada saat kau memutuskan untuk menginjili orang tersebut, bahan-bahan untuk membangun rumah mu telah disediakan. Saat kau secara tidak jemu-jemu berdoa untuk keselamatan mereka, lebih banyak lagi bahan bangunan yang disediakan. Kau harus secara menerus memeriksa keadaan mereka, mengunjungi mereka dan meneruskan penginjilanmu. Hal ini akan menambah jumlah bahan-bahan untuk membangun rumahmu. Jika seseorang berkata mereka tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke gereja, maka kau harus menyediakan bagi mereka. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki alkitab, kau harus menyediakan satu baginya. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki kacamata untuk membaca, kau harus menyediakan bagi mereka. Kau harus menyediakan apapun juga yang kau mampu sehingga orang ini pun bisa dituntun untuk mengenal Tuhan. Mereka yang tinggal di rumah yang terbaik adalah mereka yang telah menginjili terbanyak.

Para malaikat kemudian membawa ku ke tempat dimana para orang kudus tinggal dalam rumah yang bagus. Disini adalah tempat dimana para orang kudus yang telah banyak menginjili tinggal. Rasanya seperti pusat kota Surga.
Dalam sejarah Kekristenan, ada 4 orang yang memiliki rumah terbesar dan paling indah. Para malaikat memperlihatkanku rumah seorang penginjil Amerika D.L Moody, Pendeta Inggris John Wesley, seorang penginjil Italia, dan penginjil Korea Pendeta Choi Gun Nung. Ke-4 orang ini memiliki rumah paling besar di Surga. Ke-4 orang ini telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menginjili orang-orang bahkan sampai pada hari kematian mereka.

Di antara umat percaya Korea, ada seorang yang memiliki rumah yang besar. Orang ini telah membangun banyak gedung Gereja dengan seluruh hartanya. Dia telah memberikan 3000 karung beras kepada orang miskin. Dia secara rahasia telah membantu keuangan para pendeta dan pemimpin. Dia membantu membayar iuran sekolah para teologian. Dia juga telah membawa pulang seorang pendeta berumur 65 tahun ke rumahnya dan merawatnya, dimana Gerejanya sendiri telah mengusirnya keluar.

Saya mendengar seorang malaikat berteriak, “Bahannya telah datang!”  Saya bertanya kepada malaikat yang berada di sebelah kanan saya mengenai bahan tersebut dan dia mengatakan kepadaku,“Bahan ini untuk penatua dari sebuah gereja kecil di suatu negara. Malah, dia menerima bahan-bahan setiap hari. Walaupun dia miskin, dia datang melayani di Gereja setiap pagi. Dia berdoa untuk 87 jemaat Gereja setiap hari. Dan setelah dia selesai berdoa, dia membersihkan gereja.”

Saya mendengar malaikat lain berteriak, “Kiriman special! Anak perempuan si penatua telah memberikan satu-satunya uang yang ia miliki kepada ibunya. Tetapi, si penatua tidak memakai uang itu untuk kepentingannya sendiri. Dia membeli 5 butir telur dan 2 pasang kaos untuk pendeta Gereja. Walaupun sepertinya halnya sebuah persembahan yang kecil, dia telah memberikan semua yang dia miliki. Ini menjadi bahan special untuk rumahnya di Surga.”

Kedua, mereka yang memiliki rumah besar adalah mereka yang telah membangun gedung gereja atau gedung lain untuk Kerajaan Allah dengan harta dan penghasilan mereka.
Di Surga, saya juga bertemu dengan seorang penatua bernama Choi. Di antara penatua dan gembala yang ada di Surga, dia memiliki rumah yang paling indah. Rumahnya lebih tinggi daripada gedung yang paling tinggi di Korea. Choi telah membangun banyak gedung Gereja di Korea dengan kekayaannya.

Saya bertanya kepada malaikat, “Bagaimana dengan rumahku? Apakah dalam proses pembangunan?” Malaikat menjawab,“Tepat sekali!” saya memohon untuk melihat rumahku. Tapi mereka mengatakan kepadaku bahwa hal tersebut tidak di izinkan. Saya terus saja memohon dan setelah tak henti-hentinya memohon, malaikat mengatakan bahwa sekarang saya telah di izinkan oleh Tuhan untuk melihatnya.

Kami memasuki kereta dan menuju ke suatu tempat yang sangat jauh. Saya penuh dengan pengharapan. Saya bertanya, “Dimanakah rumahku?” Malaikat menjawab, “Ada di sana!” Tapi yang terlihat hanyalah sebuah fondasi, hanya siap untuk pembangunan. Saya menanggis, “Mengapa kau melakukan hal ini padaku? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin rumahku berada dalam area pembangunan? Setelah selamat dari perang Korea, saya menjual rumahku untuk membangun gedung Gereja. Gereja ini bertumbuh hingga 5000 jemaat. Saya menulis banyak buku yang di ilhamkan oleh Roh Kudus. Salah satu buku menjadi best seller. Dari hasil penjualan buku, saya membangun sekolah Kristen. Sekolah telah melahirkan 240 pendeta. Saat masih menjadi Dekan, saya telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Saya telah membangun rumah bagi janda-janda untuk tinggal. Semuanya ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa rumahku berada dalam area pembangunan saja? Saya sangat frustasi!”

Malaikat menjawab, “Kamu tidak pantas untuk tinggal dalam rumah yang indah di Surga karena kamu telah menerima penghormatan dari manusia berulang kali. Setiap kali telah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, kamu dipuji oleh manusia. Kamu bahkan menerima pujian dari koran setempat. Karena itu, semua pekerjaanmu menjadi sia-sia.” (Mat 6:1).

Saya melihat kepada rumahku di area pembangunan. Lokasinya terletak di tengah-tengah 3 rumah lainnya. Hanya ada 3 lantai. Rumah tersebut memiliki banyak kamar kecil di 2 lantai pertama. Saya bertanya kepada malaikat, “mengapa saya memiliki kamar-kamar kecil?” Malaikat menjawab, “Kamar-kamar ini di peruntukkan bagi putra dan putrimu.”
“Saya hanya mempunyai 4 orang anak,” Saya menjawab. Malaikat merespon, “Bukan, kamar-kamar tersebut bukan untuk anak-anak duniawimu, tetapi untuk mereka yang telah kamu injili dan selamat.” Saya suka itu! Saya bertanya, “Dimanakah kamar tidurku?” malaikat berkata kamarku berada di atas atap. Hal itu mengangguku. Kamarku bahkan belum selesai. Dengan nada marah saya berkata, “Ruangannya sangat kecil! Mengapa begitu sulit untuk diselesaikan?!” Malaikat menjawab, “Kamu bahkan belum meninggal. Kami tidak bisa menyelesaikan rumah atau kamarmu karena kami tidak tahu bila ada bahan-bahan yang akan ditambahkan kemudian. Apakah kamu mengerti?”

ketika kami memasuki kamarku, saya melihat 2 sertifikat di dinding, kemudian saya membacanya. Sertifikat pertama menggambarkan saya saat berumur 18 tahun tinggal di rumah yatim piatu. Pada hari Natal, saya dalam perjalanan pulang ke ibadah pagi. Saya telah melihat seorang laki-laki tua tiduran di jalanan. Saya melepaskan jaket saya dan memberikannya kepadanya. Tindakan itu telah memberi saya upah di Surga. Sertifikat yang kedua menggambarkan kejadian yang sama tetapi untuk membelikan makanan kecil bagi seorang pria tua. Bukan masalah seberapa banyak uangnya. Tindakan tersebut harus disertai dengan hati yang tulus.

Kami meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat semula. Dalam perjalanan, salah seorang dari malaikat bertanya, “Apakah kamu sedih? Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya untuk membangun rumah yang indah. Tuhan berkata saat kamu kembali ke Bumi, kamu harus pergi memberitahukan orang-orang tentang Surga dan Neraka seperti yang telah kamu saksikan. Kedua, Tuhan menginginkan kamu untuk membangun sebuah tempat bagi para pendeta tua wanita dan penginjil yang tidak memiliki tempat untuk bernaung. Jika kamu setia melakukan semuanya ini, kamu akan memiliki rumah yang indah.”



NERAKA


Kedua malaikat tersebut mengawalku ke Neraka. Mereka berkata,“Sekarang kamu akan mengunjungi Neraka.” Anda tidak bisa membayangkan betapa luasnya Neraka. Saya terus berteriak,“Sangat besar! Sangat besar!” disini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang terkutuk dan menerima penghukuman kekal berada. Rasanya seperti Neraka 1000 kali lebih luas dari Bumi. Setengah dari Neraka berwarna merah dan setengahnya lagi berwarna hitam gelap. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa bagian ini berwarna merah?”

Malaikat menjawab, “Tidakkah kamu tahu? Itu adalah bara sulfur. Setengahnya lagi adalah kegelapan. Ketika manusia berdosa dan berakhir disini, mereka akan disiksa dari kedua sisi..... Ada beragam jenis Gereja di Bumi dan banyak Gereja yang ibadahnya dihadiri banyak orang. Tetapi, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka hanyalah pengunjung. Gereja yang benar akan percaya adanya Surga dan Neraka. Hidup banyak orang Kristen berada dalam bahaya karena mereka tidak percaya adanya Surga dan Neraka. Ketika seorang jiwa masuk ke Surga, 1000 jiwa terkutuk masuk ke Neraka. Perbandingan jumlah Surga dan Neraka adalah 1:1000.” (Mat 7:14).

Saya seorang pendeta Presbyterian dan seorang pembicara terkenal. Saya lulusan sekolah teologi terbesar di Korea. Saya tidak pernah percaya kisah Surga dan Neraka. Tetapi sekarang, saya salah seorang yang menulis pengalaman serupa untuk bersaksi kepada yang lain. Walaupun Anda yakin telah menjadi seorang Kristen, jika Anda menjalani kehidupan Anda mengikuti kehendak setan, Anda akan berakhir di Neraka!

Tempat pertama yang saya lihat adalah bara sulfur. Anda bahkan tak bisa bayangkan betapa panasnya api Neraka itu. Tidak ada seorang pun yang dapat menahan panasnya itu.

Orang-orang di Neraka mengungkapkan 3 pernyataan:
  1. Terlalu panas dan mereka merasa sekarat. (Luk 16:24)
  2. Mereka merasa haus dan merasa sekarat.
  3. Anda akan mendengar banyak permintaan akan air. (Zakh 9:11)

Sampai kekekalan! Banyak orang berkata kita bebas di dalam Kristus dan mereka menjalani hidup mereka seperti yang mereka inginkan. Saya bertanya kepada malaikat, “mereka yang berada di sini, apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Grup pertama adalah orang-orang yang tidak percaya.” Mereka yang tidak menginjili anggota keluarganya harus bertobat!

Malaikat kemudian meneruskan, “Grup kedua adalah mereka yang percaya kepada Yesus, tetapi tidak bertobat dari dosa mereka.” Kita harus bertobat dari dosa kita dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Kita tidak boleh berdosa. Hanyalah ucapan mulut bukanlah sebuah pertobatan. Dengan hati yang hancur dan tulus, kita harus bertobat!


ORANG KRISTEN DI NERAKA

Saya kemudian melihat banyak pendeta, penatua, dan majelis di Neraka. Saya bertanya kepada malaikat, “Saya mengenal mereka. Mereka telah melayani Tuhan dengan setia saat di Bumi. Mereka telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Kami semua telah berpikir bahwa mereka ada di Surga bersama Tuhan. Tetapi sekarang, saya melihat mereka di Neraka dan mereka menanggis kepanasan! Mengapa mereka ada disini?” Ada begitu banyak pendeta, penatua, majelis dan umat percaya.

Malaikat menjawab, “Pendeta Park Yong Gyu, seseorang bisa terlihat sebagai seorang pengikut Kristus yang sejati tetapi Tuhanlah yang tahu hati seseorang. Mereka di sini karena mereka tidak menjaga hari Minggu tetap kudus. Kenyataannya, mereka suka menghasilkan uang pada hari Minggu. (Yer 17:27). Banyak majelis dan penatua yang mengkritik khotbah pendeta mereka. (Mzm 105:5 ; Bil 12: 8-9). Mereka tidak memberi perpuluhan dengan benar. (Mal 3:9). Mereka tidak berdoa.  Banyak dari para penatua dan majelis ini telah menyerang pendeta mereka dan melanggar otoritas mereka. Mereka telah mencampuri tugas dan urusan pendeta mereka. (Bil 16). Mereka tidak menginjili orang sama sekali. (Yeh 33:6). Saat mereka sedang sekarat, mereka pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang baik sehingga mereka tidak bertobat. Inilah mengapa dilempar ke dalam api Neraka.”

Saya kemudian melihat seorang Raja dan seorang Pangeran yang pertama kali menganiaya orang-orang Kristen di Korea. Mereka ditempatkan di tengah, yang merupakan tempat terpanas. Saya juga melihat Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong, dan seorang pendeta terkenal dari Korea Utara bernama Pendeta Kang, dan seorang pahlawan Jepang yang terkenal, dan banyak lagi.

Kemudian kami tiba pada bagian yang paling gelap, terlalu gelap untuk melihat langkah-langkah kami sekalipun. Saya berteriak, “Malaikat! Malaikat! Sangatlah gelap! Bagaimana saya dapat melihat?”Malaikat menepuk pundak saya dan berkata, “Tunggulah sejenak.”

Dalam beberapa saat, saya dapat melihat sejumlah besar orang yang telanjang. Di seluruh tubuh mereka ada begitu banyak serangga yang merayap. Tak 1 inchi pun yang bebas karena serangga itu memenuhi tubuh mereka. Orang yang telanjang itu berusaha mengibaskan serangga-serangga hingga mengertakan gigi mereka. “Apa yang telah mereka lakukan saat mereka hidup di Bumi?”

“Mereka adalah orang-orang yang telah mengkritik dan menggosipkan orang lain dibelakang mereka. Mereka tidak berhati-hati dengan apa yang mereka ucapkan mengenai orang lain.” (Mat 5:22).

Saya melihat para setan menusuk dan menikam perut orang-orang dengan tombak. Teriakan mereka sungguh memilukan. Saya bertanya kepada pengawalku, “Malaikat, apa yang telah orang ini lakukan selama mereka hidup di Bumi?”

“Orang-orang ini memiliki pekerjaan, rumah, dan keluarga tetapi mereka tidak memberi kepada Tuhan. Mereka tidak membantu orang-orang miskin, Gereja mereka, atau tujuan ilahi lainnya. Mereka sangatlah pelit dan rakus. Walaupun mereka bertemu dengan orang miskin, mereka mengabaikan orang miskin tersebut dan tidak perduli. Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka berpakaian sangat bagus, berkecukupan dan memiliki kehidupan yang nyaman. Inilah mengapa perut mereka ditusuk karena perut mereka penuh dengan keserakahan.” (Ams 28:27).

Hal itu adalah pemandangan yang menakutkan. Setelah menyaksikan pemandangan demikian, ketika saya kembali ke Bumi, saya memberikan semua uang dan harta kepada yang lain. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan uang atau harta. Tetapi dengan iman. Neraka adalah tempat yang tidak tertahankan dan sengsara. Hal itu adalah penyiksaan kekal!
Saya juga melihat orang yang kepalanya di penggal dengan kapak yang sangat tajam. Saya bertanya kepada malaikat, “Apakah yang telah dilakukan orang-orang ini hingga mereka mendapat siksaan yang mengerikan?” Malaikat menjawab, “Otak mereka telah diberikan Tuhan untuk memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Tetapi orang-orang ini telah memikirkan hal-hal yang kotor. Mereka memikirkan hal-hal yang penuh nafsu.” (Mat 5:28).

Berikutnya saya melihat orang-orang ditikam dan dipotong hingga beberapa bagian. Pemandangan itu sangat mengerikan. Saya bertanya, “Bagaimana dengan orang-orang ini? Apakah yang telah mereka lakukan hingga mereka disiksa seperti demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah penatua dan majelis yang tidak melayani Gereja mereka. Bahkan, mereka tidak mau bekerja atau melayani! Satu-satunya hal yang mereka sukai adalah untuk menerima dan menerima dari para kawanan.” (Zakh 11:17 ; Hos 6:5).

Saya melihat para penatua, majelis, dan juga umat percaya lainnya disiksa oleh para setan. Para setan membuat lubang di lidah tiap-tiap orang dan menaruh kawat panjang kemudian menarik mereka dengan kawat yang saling terhubung itu. Saya bertanya lagi, “Apa yang telah mereka lakukan di Bumi?”

 Malaikat menjawab, “Mereka telah melakukan 4 jenis dosa yang berbeda:

  1. Mereka telah mengkritik pendeta mereka. Mereka akan mengatakan hal-hal yang negatif mengenai pendeta mereka. Mereka bergosip dan menertawakan pendeta mereka.” (Yak 3:6 ; Mat 12:37).

Saya memohon kepada mereka yang telah melakukan dosa yang demikian, BERTOBAT! BERTOBAT!!


Malaikat melanjutkan,

  1. Mereka menghina Gereja dengan ucapan mereka.
  2. Mereka telah melukai orang-orang Kristen lainnya sampai pada titik bahkan mereka yang setia pun terluka dan mereka berhenti mengunjungi Gereja dan bahkan menyebabkan beberapa dari mereka berhenti percaya. Mereka melakukan semua hal yang mereka bisa untuk menghentikan orang-orang Kristen yang setia dari melakukan pekerjaan Allah. Orang-orang jahat ini menyebabkan banyak orang setia tersandung.
  3. mereka adalah suami istri yang minum alkohol dan bertindak kejam kepada anggota keluarga mereka.

Saya melihat para setan menusuk pria dan wanita di perut mereka dengan paku yang sangat tajam dan besar. Saya bertanya, “Apa yang telah mereka lakukan?” malaikat menjawab, “Mereka adalah pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa komitmen pernikahan. Mereka bersalah karena aborsi ketika mereka menjadi hamil. Mereka tidak pernah bertobat!”

Saya melihat grup orang lainnya. Para setan mengiris bibir mereka seperti mengiris tipis daging atau sayuran. Saya bertanya, “Mengapa orang-orang ini disiksa dengan cara demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah putra, putri, menantu pria dan menantu wanita yang telah membantah orangtua mereka. Apa yang seharusnya mereka lakukan hanyalah mengatakan “saya minta maaf” bukannya membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Banyak dari mereka telah menggunakan kata-kata yang kasar. Mereka telah menyerang orangtua mereka dengan kata-kata yang keras. Mereka memberontak, itulah mengapa bibir mereka diiris.”

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Ku mohon bersiap-siap lah. Menjadi siap untuk pergi ke Surga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebanyak yang diperlukan. Bertobat dan bertobat dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari bila memang perlu.

Saudaraku yang terkasih, saya biasanya mengabaikan kesaksian yang demikian. Saya seorang pendeta Presbyterian kuno yang mengabaikan hal-hal yang demikian. Tetapi sekarang, saya harus menyaksikan dan bersaksi kepadamu apa yang telah saya lihat. Tolong janganlah ragu untuk hidup kudus. Tolong hindari siksaan dan penghakiman yang menyengsarakan ini. Jadilah selamat! Janganlah hidup secara duniawi tetapi serahkanlah dirimu bagi Kerajaan Allah. Tolong berdoalah bagi mereka yang belum mengenal Yesus. Menginjili dan berbuahlah. Tolong berdoalah di subuh hari dan jagalah hari Minggu tetap kudus. Tolong berilah kepada Tuhan perpuluhan dengan benar. Kumpulkan upahmu di Surga dan bukan di Bumi ini. Saya berdoa dan memberkatimu dalam nama Tuhan Yesus yang berkuasa!

--------------------------------------------------------------------------------------------


TESTIMONY OF PARK YONG GYU, HEAVEN AND HELL






Heaven
When I died, I saw two people enter my room. But these people had entered into my room through the wall. I screamed, “Who, who are you!! My house will crumble down if you do that!!” Then one said, “We are angels descended from Heaven. We are from God’s kingdom.” A brilliant light shinned from the angels.

The angel to my right introduced himself. “I run errands for Jesus in His kingdom. Jesus called me and commanded me to go down to the Earth. He commanded me to take you to Heaven. You are dead. But since your family cries out with so much sadness, He desires to grant you a little more time to live. But for now, He desires to show you Heaven and Hell. He will show you and you will witness to the people of the Earth. May the number of people who end up in Hell be decreased and the number of people going to Heaven increased through your testimony. This will be your mission. God instructed us to tell you not to delay. If you delay, you will not be able to visit Heaven and Hell.”

The Lord then asked me five questions:
How much time did you spend reading the Word (bible)?
How much did you give of offerings?
How many times have you evangelized to people?
Did you tithe properly?
How much time did you spend in prayer?”

I could not answer the fifth question. The Lord rebuked me for the fifth question. “After you had become a mega church pastor, you had become very lazy with prayer. Being busy is no excuse to Me!” I had to repent of it later. “The angels will show you many places in Heaven and of Hell. Look around as much as you desire. You will leave after witnessing many different places in Heaven and Hell.” But the Lord did not allow me to see His appearance.

The angels replied, “There are seven things one must do to build up their materials to build their home.
1. The first is their accumulation of worship and praise to God.
2. The second is their time spent reading the bible.
3. Third, their time spent praying.
4. Fourth, their time spent evangelizing to people.
5. Fifth, one’s offering to the Lord.
6. Sixth, their obedient tithes to God.
7. Lastly, their time spent serving the church in any way.”
These are the deeds or works of obedience in which one accumulates materials for their Heavenly home. If one is lacking in these areas, they will have no materials to build their home.”

I saw huge wide flat houses, which reminded me of a large chicken coop or some type of warehouse. These homes were not glorious, but shabby. This village and homes were for the souls who were shamefully saved. There were numerous large sized shabby looking homes. This village is several times bigger than the place where rewarded souls reside.

What are the requirements for Christians to receive such beautiful homes in Heaven? First, we have to evangelize to as many people as possible. How should we evangelize? The angel told me, “Assume there is an unbeliever who does not know the Lord. The moment you decide to evangelize to that particular person, the building materials for your homes will be provided. As you unceasingly pray for their salvation, more building materials are provided. You must continue to check up on them, visiting them and continue your evangelizing. This will add more materials to your home. If a person says he/she cannot make it to church because they do not have nice clothes, then you must provide them with some. If the person says he/she does not have a bible, you must provide one. If a person says he/she does not have glasses to read, you must provide it for them. You must provide whatever you are able too so this person can be led to the Lord. Those who live in the best homes are those who had evangelized many times.”


HELL

The two angels escorted me to Hell. They said, “Now you will visit Hell.” You have no idea the enormity of Hell. I kept shouting, “It is so big! It is so big!” This is the place where souls who are cursed and receive eternal damnation are placed. It felt like Hell was a thousand times larger than the Earth. Half of Hell was colored red and the other half was pitch dark black. I asked the angels, “Why is this part red?”

The angels replied, “Do you not know? It is burning sulfur. The other half is darkness. When people sin and end up here, they will be tormented from both sides…There are multitudes of churches on the Earth and many of the churches are filled with many people. However, most of them are not true Christians. They are but church attendants. The true churches will firmly believe in Heaven and a Hell. The lives of many Christians are in chaos because they do not firmly believe in Heaven and Hell. When one soul enters Heaven, one thousand cursed souls enter Hell. The rate of Heaven and Hell is 1 to 1000.” (Matt 7:14)

People in Hell say three statements.
1. First, it is too hot and they feel like dying. (Luke 16:24)
2. Second, they are so thirsty and feel like dying.
3. Third, you will hear many asking for water. (Zech 9:11)

It is eternal! Many people say we are free in Christ and they live their lives as they desire. I asked the angel, “Those who are in here, what have they done?” The angel answered, “The first group is unbelievers.” Those who had not evangelized to their own family must repent!

The angel continued, “The second group is those who believed in Jesus, but did not repent of their sins.” We must repent of our sins and must confess to the Lord. We must not sin. Just giving lip service is not repenting. With a contrite and earnest heart, we must repent!

Next I saw people being stabbed and cut into pieces. The sight was horrible. I asked, “What about these people? What did they do to be tormented in such a way?” The Angel replied, “These were elders and deacons who did not serve their churches. In fact, they did not even want to work or serve! The only things they had loved were to receive and receive from the flock.” (Zech 11:17)

My beloved brethren, I used to ignore such testimonies. I was a conservative Presbyterian pastor who ignored such things. But now, I must witness and testify to you what I have seen. Please do not hesitate to live a holy life. Please avoid this miserable torment and judgment. Be saved! Do not live for your flesh but submit to the Kingdom of God. Please pray for those who do not know Jesus. Evangelize and bear fruit. Please pray early in the morning and keep Sundays HOLY. Please tithe to the Lord properly. Accumulate your rewards in Heaven and not in this Earth. I pray and bless you in the Almighty Name of JESUS!


By: Pastor Park, Yong Gyu

****************************************************************




Testimony of Heaven and Hell, 1-1000, by Pastor Park Yong Gyu 







The amazing testimony of Pastor Park Yong Gyu 

(Korean Pastor of 5000 member church) who had a near death experience and visitation to Heaven & Hell by the will of God. There are many points in it showing the truths of God’s word are awesomely magnified in eternity. There are very important encouragements & serious corrections to take heed. Many believers have a magnified ETERNITY and many others have suffered loss – find out why !!

In 1987, Reverend Park had died from high blood pressure. But by the grace of God, his life was extended for another 20 years. However, for the first four years, he was not able to speak due to his condition. He was about 50 years old when he had come back to life. During his death, the Lord took him to heaven and hell.

“I want you to know if you are arrogant and prideful, you will bring curses upon yourself. I had a mega church of 5000 members but I was struck down by God due to my arrogance. Now I fear God.

I used to own property worth two hundred billion won ($150 million US). I owned five luxury cars. But after my death experience, I gave it all away. Salvation cannot be achieved by your possessions but through faith. Please, I plead to the deacons, elders, and the other leaders in their churches to serve your pastors with all your heart.

On December 19, 1987, after I had finished my lunch and while I was resting, I began to feel excruciating pain. I felt as though I was going to die. The pain was unbearable. I then lost consciousness. When I woke up, the people around me said four months had passed. I was in a vegetated state. While I was in a vegetated state, the doctor had said that I would eventually die

As soon as I had died, I instantly saw two people enter my room. But these people had entered into my room through the wall. I screamed, “Who, who are you!! My house will crumble down if you do that!!” Then the angels said, “We are angels descended from heaven. We are from God’s kingdom.” A brilliant light shinned from the angels. The angels placed me between themselves. I asked, “How did you come?”

“You are dead. But since your family cries out with so much sadness, He desires to grant you a little more time to live. But for now, He desires to show you heaven and hell. He will show you and you will witness to the people of the earth. May the number of people who end up in hell be decreased and the number of people going to heaven increased through your testimony. This will be your mission. God instructed us to tell you not to delay. If you delay, you will not be able to visit heaven and hell.” The angel to my right introduced himself. “I run errand for Jesus in His kingdom. Jesus called me and commanded me to go down to the earth.e commanded me to take you to heaven.

Sumber: www.divinerevelations.info

Then the angel standing to my left introduced himself. He said, “The moment you were born and until the moment you had died, I had been with you.” At that time, I did not understand what the angel had meant. Now I know. He is my guardian angel. So I said, “I cannot go! I will not go! I am a pastor! I cannot meet the Lord in this physical condition. I want to see Him as a healthy person. I would probably be receiving more rebukes than compliments from the Lord. I am prideful and arrogant and now I am cursed and sick. How am I able to enter heaven? I am so scared. Please go back to heaven and ask the Lord to heal me. Then come back and take me to heaven through my dream. Please ask for mercy on my behalf.” But the angels were not listening to my argument. They took my clothes off and said that they were very filthy to be wearing in heaven. They then clothed me in a white gown.

They grabbed my hands and we flew straight up to heaven. We flew through the clouds and as I looked down, I saw the earth becoming smaller. When they let me go, within 3 feet of me, I saw the endless Golden Street. We were still flying and at great speed. Looking forward, I saw a brilliant shining light. I could not look directly at the light. I asked the angels, “Where is the light coming from?” The angel replied, “It is from Heaven.”

As I looked forward, I thought to myself, “Wow! It is huge!” In front of me, I saw groups of people in white gowns flying ahead. I asked the angels, “Who are they?” The angel replied, “They are the ones who had served God faithfully and trusted in Jesus by obeying and following the lead of the Holy Spirit with all their heart. Their bodies are dead on earth. They are now the souls heading toward heaven.”

The other angel continued, “There are twelve gates in heaven. When a saved soul comes to heaven, they must enter through one of those gates.” We were standing in the south gate but it was closed. As we were waiting, I asked the angel, “Angels, why is this gate not opening?”

The angel replied, “It is because you are not singing the heavenly worship song.”

I asked, “Angels, I was very prideful and arrogant and as a result I was cursed with sickness. I am not good at singing earthly worship songs. How am I able to sing heavenly worship songs when I had never heard it before?”

The angel replied, “You are correct. But you must still prepare yourself to worship. You are a prideful person but prepare to sing.” The angels began to sing. As they sang, I began to sing with them. It became natural to me! But then, they stopped singing after a short while.

I asked, “Why have you stopped singing? I was enjoying it.” I then noticed we had already entered through the gate.

I will never be able to describe the scenes of heaven with my earthly words. I said, “Lord! Thank you so much! Even though, I was very prideful and arrogant and cursed with a sickness, you have still brought me to heaven to show me around.” The scene of heaven unfolded in front of my eyes was indescribable.

I then heard the voice of God, “My beloved Pastor Park, Yong Gyu, I welcome you. You have made a long journey here.” The voice of the Lord was overflowing with love and tenderness.

I replied back crying in tears, “Lord,….”

The angels immediately stopped me. “You have been a pastor for 20 years. Do you not know your scriptures? There are no tears in heaven. Please stop it!” I was not even able to cry.

The Lord then asked me five questions.

1. “How much time did you spend reading the Word (bible)?
2. How much did you give of offerings?
3. How many times have you evangelized to people?
4. Did you tithe properly?
5. How much time did you spend in prayer?”

I could not answer the fifth question. The Lord rebuked me for the fifth question.

“After you had become a mega church pastor, you had become very lazy with prayer. Being busy is no excuse to Me!” I had to repent of it later.

The Lord continued, “The angels will show you many places in heaven and of hell. Look around as much as you desire. You will leave after witnessing many different places in heaven and hell.” But the Lord did not allow me to see His appearance.

The angels first took me to three different places in heaven. In the first place, I saw little children living together. The second place was where the adults lived. The third place was where the souls had barely made it to heaven. Even though they made it to heaven, they had made it shamefully.

So many people had asked me how old the little children were. When I first arrived, I thought they appeared to be in the range of kindergartens. They were not the little boys or girls as we would know of gender. Each child had their own baby angel to accompany them. In heaven, most of the souls will have their own individual home (John 14:22). However, there were some who did not have homes. I will explain this later. Moreover, the children did not have their own individual homes either. I asked, “The children are also souls, why do they not have their own homes?”

The angel replied, “Just as the people on earth require materials to build their homes, we in heaven also need materials to build here. When a person serves the church and others faithfully unto the Lord, those deeds will become materials for a person’s home in heaven. When the materials are provided, the angels assigned to build a saint’s home will go to work on constructing it. The children who are below the accountability age have not built up any materials to build a home. In other words, they did not have the time or chance to earn their rewards/materials. This is why they do not have homes.”

I continued with my questions, “What shall I do on earth to provide more materials for my home?”

The angels replied, “There are seven things one must do to build up their materials to build their home.

1. The first is their accumulation of worship and praise to God.
2. The second is their time spent reading the bible.
3. Third, their time spent praying.
4. Fourth, their time spent evangelizing to people.
5. Fifth, one’s offering to the Lord.
6. Sixth, their obedient tithes to God.
7. Lastly, their time spent serving the church in any way.

These are the deeds or works of obedience in which one accumulates materials for their heavenly home. If one is lacking in these areas, they will have no materials to build their home.”

There were numerous people in heaven without homes. Many who did not have homes were actually pastors, deacons, deaconesses, elders, etc. I asked out of curiosity, “Where do the children live then?” The angels replied, “They live here.” As I looked around, they were gathered throughout the garden of flowers. The garden of flowers was so beautiful and the fragrance was out of this world. The scene was beyond what I could describe with my words.

The second place was for faithful adults. There is a difference between salvation and rewards. This place had so many homes. The homes were built with beautiful gems and rare stones. Some of the homes were as high as the highest skyscrapers on earth. Those people who had faithfully served the Lord while living on earth had their homes built with beautiful gems and rare stones. In this particular place, all the people looked around the age of 20 to 30 years old. There were no men or women in regards to gender. There are no sick, old, or lame people.

I once knew an elder named, Oh, Im Myung. He had died at the age of 65 years old. He was a very short man, as tall as 2nd graders in elementary school. He had suffered from a rare disease called rickets. However, when it came to the bible, he was a PHD. He had written many commentaries. I met him in Heaven, and there he was tall and handsome. He was no longer sick but healthy. Heaven is a very wonderful place!! I am so full of expectations! Please believe what I am saying beloved people!

The third place is a place where the shamefully saved are gathered. This particular village is very enormous in size. This place is several times bigger than the place where the souls resided in the second place where the homes are made of gems and rare stones. I arrived at this place riding a gold chariot. I had arrived at great speed. This place was very far from the beautiful places in heaven. I asked the angels, “I see great wilderness and fields. Why do I not see homes?”

The angel replied, “What you are seeing are homes.” I saw huge wide flat houses. The shape of the homes reminded me of a large chicken coop or some type of warehouse. These homes were very shabby. This village and homes were for the souls who were shamefully saved. There were numerous large sized shabby looking homes. This village is several times bigger than the place where rewarded souls reside. The angel said, “Do you see the two large homes with one to your right and one to your left?

I answered, “Yes, I do see them.”

The angel said that he wanted to show me those two houses specifically. He said, “The right home is for those who were pastors on the earth. The left home is for those who were elders on the earth.” As we arrived to the front of the two homes, I noticed they were humongous. My jaw dropped. When we opened the door and entered, my first impression was, ‘chicken coop.’ Instead of thousands of chickens living in their coop, I saw souls. The angels advised me to observe very carefully because I would recognize some famous pastors from history. It was true. I recognized many pastors from history. I specifically picked out one pastor and asked the angel, “I know that Korean pastor! I know how famous he was and the work he had done for the Lord. Why is he here? I do not understand.”

The angels answered, “He never provided any building materials for his home.” This is why he is living in a community home.” I asked out of curiosity, “How did this happen? Why did he not have any materials?

The angel answered, “While he was a pastor performing the functions as a pastor, he had loved to be complimented by the people. He had loved to be honored. He had loved to be served. There was no sacrifice and servitude on his part.”

This particular pastor was greatly honored in Korea and is an icon within the Korean Christian history. But he had no reward!! Pastor, please listen! You have to lead people to more than just Sunday morning services. You must visit them in their homes. You must take care of the poor, the lame and old. The pastors who have served without sacrificing their lives and loved to be honored have no reward in heaven.

After I had witnessed this scene in heaven and after I had come back to the earth, I immediately gave all of my possessions away including my five luxury vehicles. Our life is but a moment. In the bible, the average life is about 70 to 80 years old. But it is only God who knows when a person will die. Anyone can die before the age of 70 or 80 years old. I had decided to give everything away even my clothes. The people I saw had received salvation in shame. They were pastors, elders, deacons, and lay believers. There were multitudes of elders and deacons in the flat shabby home. But of course, it is still better than hell. However, why would anyone still want to enter heaven in such a way? I will not end up in the shameful place. Their clothes were even shabby.

This will add more materials to your home. If a person says he/she cannot make it to church because they do not have nice clothes, then you must provide them with some. If the person says he/she does not have a bible, you must provide one. If a person says he/she does not have glasses to read, you must provide it for them. You must provide whatever you are able too so this person can be led to the Lord. Those who live in the best homes are those who had evangelized many times.”What are the requirements for Christians to receive such beautiful homes in heaven? Let us discuss it. First, we have to evangelize to as many people as possible.

I asked an important question. How should we evangelize? The angel answered and said, “Assume there is an unbeliever who does not know the Lord. The moment you decide to evangelize to that particular person, the building materials for your homes will be provided. As you unceasingly pray for their salvation, more building materials are provided. You must continue to check up on them, visiting them and continue your evangelizing.

The angel then escorted me to the place where the saints lived in nice homes. This is where saints who had evangelized much lived. The place I was taken felt like downtown heaven.

In Christian history, there are four people who have the biggest and most beautiful homes. The angel showed me the home of American evangelist D.L. Moody. The second home I saw was the home of British Pastor John Wesley and third was an Italian evangelist. The fourth home was the home of Korean Evangelist Pastor Choi, Gun Nung. These four people have the largest homes in heaven. The angels told me that these four had spent their whole lives evangelizing to people even through up to the time of their deaths.

Within the Korean believers, there was a lay believer who had a large home. This lay believer had built many church buildings with his all his possessions. He had given three thousand bags of rice to the poor. He secretly helped thousands of pastors and leaders with their finance. He helped students studying theology or in bible school with their tuitions. He had also taken in a pastor (65 years old) into his home and took good care of him. His own church had kicked him out.

Then suddenly, I heard an angel shout, “The materials are coming!”

I asked the angel to my right about the materials. He replied, “These materials are for a deaconess from a small church who is from the country. In fact, she receives materials every day. Even though she is poor, she comes to early morning service each day. She prays for 87 church members daily. When she finishes praying, she cleans up the church.”

I heard another angel shout, “Special delivery! The daughter of the deaconess has given what little money she had to her mother. However, the deaconess did not spend it on herself. She bought five eggs and two pairs of socks for the church pastor.

Even though it may appear to be a small offering, she had given all she had for the day. This became special materials for her home in heaven.”

Second, those who also have a large home are those who have built church buildings or other buildings for Kingdom purpose with their possessions and resources.

In heaven, I also met an elder named Choi. Among all the Korean elders and deacons who are in heaven, he had the most beautiful home. His home was much higher than the tallest building in Korea. Choi had built many churches in Korea with his wealth. I asked the angel, “How about my house? Is it in the process of being built?

The angel said, “Yes it is.”

I begged to see my house. But they told me it was not allowed. I continued to beg. After some persistent begging, the angels said that the Lord will now allow it. We entered the chariot and traveled very far to another place. As we were leaving, I asked the angel, “How long will this take us?” But they replied and said that I talked too much. Finally, after some duration, the angels advised me that we had arrived. I was full of expectation. I asked, “Where is my house?”

The angel replied, “It is over there!” But it looked as though the place was a prime for only development.

I cried out, “How could you do this to me? How could this be happening? How can my house be in a developing zone? Surviving the Korean War, I sold my only home to build a church. This church eventually grew to five thousand members. I wrote many books inspired by the Holy Spirit. One book became a best seller. With the proceeds from the books, I built Christian schools. The school birthed 240 pastors. During tenure as the dean, I had given out over 400 scholarships to over 400 poor children. I have built homes for the widows to live in. This all cost huge amounts of money. So how could this be? Why is my home in a land development? I am so upset!”

The angel replied sternly, “You do not deserve to live in such a beautiful nice home in heaven because you have been honored by people countless times. Every time you had built or done something good, you were praised by people. You were even honored by the secular news. Therefore, all your works are in vain.”

I asked the angel, “Why do I have such small rooms?” Anyway, since I was already here, I decided to look at my home in the development zone. My home was located in the middle of three other homes. My home had three stories. The house had many small rooms on the first two floors.

The angel answered, “These rooms are for your sons and daughters.”

“I only have four children”

No, they are not for your earthy children but for the ones you had evangelized and are saved.”

The angel said that it was on the roof. I did not like it. My room was not even finished. In an angry tone I said, “It is so small! Why is it so difficult to finish?”I loved it! I asked, “Where is my master bedroom?”

The angel replied, “You are not even dead. We cannot finish your home or room because we do not know if more materials will be provided. Do you understand?”

We entered my room. I saw two certificates hanging on my wall. I went to read what it had said. The first certificate described when I was 18 years old living in an orphanage. On Christmas day, I was on my way back to the early morning church service. I had seen an elderly man shivering on the street. I took my jacket off and gave it to him. That deed had given me a reward in heaven. The second certificate described the same incident but it was for buying some bread with the little money I had for the elderly man. The amount is not the issue. The act must be accompanied by genuine faith. The dollar amount has no significance.

 


VISIT TO HELL

The two angels escorted me to hell. They said, “Now you will visit hell.”

You have no idea the enormity of hell. I kept shouting, “It is so big! It is so big!” This is the place where souls who are cursed and receive eternal damnation are placed. It felt to me as though this place was a thousand times larger than the earth. Half of hell was colored red and the other half was pitch dark black. I asked the angels, “Why is this part red?”

The angels replied, “Do you not know? It is burning sulfur. The other half is darkness. When people sin and end up here, they will be tormented from both sides.”

“This place is so huge! How many cursed souls are in here?”

The angel answered, “Do you believe there is a heaven and hell?”

“Yes, I believe it!”

“There are multitudes of churches on the earth and many of the churches are filled with many people. However, most of them are not true Christians. They are but church attendants. The true churches will firmly believe in heaven and a hell. The lives of many Christians are in chaos because they do not firmly believe in heaven and hell. When one soul enters heaven, one thousand cursed souls enter hell. The rate of heaven and hell is 1 to 1000.”

The theological college that I had attended is one of the biggest conservative theology schools in the country. I did not believe in the heaven and hell stories. But now, I am one who writes such experiences to testify to others. Although you may believe and are a Christian, if you live your life according to the will of the demons, you will end up in hell.I am a Presbyterian pastor. I am a well-known speaker. I have graduated from one of the largest theological school in Korea.

The first place they had taken me was a place of sulfur. Can you even imagine how hot the fires of hell may be? No one will be able to bear the intense heat. In hell, you will only hear three statements. First, it is too hot and they feel like dying. Second, they are so thirsty and feel like dying. Third, you will hear many asking for water. It is eternal! Many people say we are free in Christ and they live their lives as they desire. I asked the angel, “Those who are in here, what have they done?”

The angel answered, “The first group is unbelievers.”

Those who had not evangelized to their own family must repent!

The angel continued, “The second group is those who believed in Jesus but did not repent of their sins.”

We must repent of our sins and must confess to the Lord. We must not sin. Just giving lip service is not repenting. With a contrite and earnest heart, we must repent! I then saw many pastors, elders, and deacons in hell. I asked the angel, “I know them. They had served God faithfully while on the earth. They had died some time ago. We all had thought they were in heaven with God. But now, I see them all in hell and they are crying out that it is so hot! What is the reason for them in here?” There were numerous numbers of pastors, elders, deacons and all other lay believers.

On their death beds, they thought they had done a good job so they did not repent of those things. This is why they were thrown in the fires of hell.”The angel answered, “Pastor Park Yong Gyu, a person can appear to be a true follower of Christ on the outside but God knows the heart. They did not keep Sundays Holy. They in fact had loved to make money on Sundays. Many of the deacons and elders had criticized the sermon of their pastors. They did not Tithe properly. They did not pray. They hadnot evangelized to people at all. Many of these elders and deacons had harassed their pastors and would come against their authority. They had interfered with the pastor’s duty and business.

I then saw a king and a prince who were had first persecuted Christians in Korea. This king and prince beheaded many first believers in Korea. They were placed in the center which was the hottest place of all. I also saw Hitler, Stalin, Mao Zedong, and a famous pastor from North Korea named Pastor Kang, and a famous Japanese hero, and much more.

We then arrived at an extremely dark place. I could not see where I was to step. I shouted, “Angels! Angels! It is so dark! How can I see anything?” The angels patted my shoulder and said, “Just wait a little bit.” Within a few moments, I was able to see. I saw countless number of naked people. All of them had insects crawling all over their bodies. Not an inch was spared as their whole bodies were completely covered with insects. The naked people attempted to drive the insects away gnashing their teeth. I asked, “What did these people do as they lived on earth?”

“They are those who have criticized and back stabbed each other. They were not careful of what they had said to one another.” I saw the demons piercing and stabbing the stomachs of the people with sickles. Their screams were unbearable for me. I asked my escort, “Angels, what did these people do as they had lived on the earth?

“These people had jobs, houses, and families but they did not give to God. They did not help the poor, their churches, or other Godly purposes. They were very stingy and greedy. Even as they encountered the poor, they ignored them and did not care. They only cared for themselves and their families. They were well clothed, fed, and had a comfortable life. This is why their stomachs are pierced for their bellies were full of greed.”

It was a very frightening scene. After witnessing such a scene, when I got back to the earth, I gave all of my money and possessions to others. Salvation cannot be earned with money or property. It is by faith. Hell is an unbearable and miserable place. It is eternal torment!

I then saw their heads hacked off by a very sharp saw. I asked the angel once again, “What did these people do to deserve such awful torment?” The angel replied, “Their brains were given by God to think good and beneficial things. But these people had thought of filthy things. They thought of lustful things.”

Next I saw people being stabbed and cut into pieces. The sight was horrible. I asked, “What about these people?” What did they do to be tormented in such a way?”

“These were elders and deacons who did not serve their churches. In fact, they did not even want to work or serve! The only things they had loved were to receive and receive from the flock.”

I saw the elders, deacons, and other lay believers tormented by the demons. The demons made a hole in their tongues and placed wires through the tongues of one another. Then the demons dragged the people with the wire. I asked again, “What did they do on earth?”

The angel answered, “They had committed four different types of sin. First, they had criticized their pastors. They would speak negative things about their pastors. They were back biting and ridiculing their pastors. “

I plead with those who have committed such acts to REPENT, REPENT!!

The angel continued, “Second, they insulted the church with their words. They had harassed other Christians to the point where even the faithful ones were affected and they stopped attending church and even caused some to stop believing. They did all they could to stop faithful Christians from performing God’s work. These wicked ones caused many faithful to stumble. Lastly, there are spouses who drank alcohol and were abusive to their family members.” I saw demons piercing men and women in their stomachs with a very huge sharp nail. I asked, “What did they do?”

They had never repented. “These are men and women who had lived with one another but were not married. These are guilty of abortions as they also got pregnant.

I saw another group of people. The demons were slicing their lips as if one thinly slicing meat or vegetables. I asked, “Why are these people tormented in such a way?”

The angel said, “These are sons, daughters, son in laws, and daughter in laws who had talked back to their parents. All they had to do was say, ‘I’m sorry’ instead of making things worse. Many of them had used abusive language. They had attacked their parents with harsh language. They were rebellious. This is why their lips are being sliced.”

Brethren, we are all going to die one day. We do not know the day we will die. Please be prepared. Being prepared is to go to heaven. When we go is not the issue. Please forgive each other as frequently as necessary if you need too. Repent and repent and do it all day long if you have too.

My beloved brethren, I used to ignore such testimonies. I was a conservative Presbyterian pastor who ignored such things. But now, I must witness and testify to you what I have seen.

Please do not hesitate to live a holy life. Please avoid the miserable torment and judgment. Be saved! Do not live for your flesh but submit to the Kingdom of God. Please pray for those who do not know Jesus. Evangelize and bear fruit. Please pray early in the morning and keep Sundays Holy. Please Tithe to the Lord properly. Accumulate your rewards in heaven and not in this earth. I pray and bless you in the Almighty Name of JESUS!


Pastor Park, Yong Gyu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?