
Dalam periode antara 1 Januari sampai 11 November 2016, dilaporkan terjadi 1.985 bencana alam di Indonesia. Ini angka statistik tertinggi yang pernah dilaporkan dalam 10 tahun terakhir, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut laporan badan ini, dari total 1.985 bencana, 659 kejadian adalah banjir bandang yang disertai 572 peristiwa angin puting beliung dan 485 insiden tanah longsor. Bencana alam ini berdampak terhadap 2,52 juta orang, menyebabkan 375 tewas, dan 383 luka-luka. Tahun terburuk sesudah 2016 adalah tahun 2016, dimana dilaporkan 1.967 bencana alam.
Video credit: Associated Press
Video credit: CCTV News
Indonesia nampaknya akan mengalami kejadian-kejadian bencana yang lebih intens hingga Januari 2017 karena fenomena La Nina yang kuat, yang dikenal menyebabkan hujan yang amat sangat lebat dan banjir bandang di seluruh wilayah, demikian diprediksi BNPB.
“Wilayah-wilayah yang dulunya tidak terdampak bencana-bencana alam sekarang rentan terkena bencana. Beberapa wilayah di Bandung, Jawa Barat contohnya, kebanjiran karena tidak mampu menampung curah hujan yang luar biasa banyak,” kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB.
Video credit: Videosiana via YouTube
Video credit: Dedih Junaedi via YouTube
Menurut para ahli, curah hujan akan meningkat dan mencapai puncaknya di bulan Januari 2016 dan sepertinya akan menyebabkan lebih banyak lagi insiden-insiden banjir bandang.
Meningkatnya frekuensi bencana alam tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun di seluruh dunia.
Perubahan pada bumi yang meliputi peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, gempa bumi, aktivitas vulkanik, maupun hujan meteor yang terjadi selama bulan September 2016 bisa disaksikan di sini:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.