sudah sukses dengan melakukan proses reproduksi tanpa sel telur pada hewan, peneliti terus melakukan riset agar pembuatan bayi manusia bisa dilakukan tanpas sel telur.
Hasil riset ini telah mematahkan doga yang dikatakan oleh para ahli embriologi tahun 1827 bahwa mamalia hanya bisa berkembang biak dengan cara pembuahan sel telur menggunakan sperma.
Biasanya, agar sel telur bisa berubah menjadi embrio, harus ada pembuahan dari sel sperma. Namun peneliti berhasil melakukan trik lain untuk membuat embrio tikus. Mereka memakai sel yang disebut parthenogenotes. Parthenogenotes ini diinjeksi dengan sperma dan alih-alih mati, parthenogenotes ini terus berkembang dan berhasil menjadi embrio lalu lahir sebagai bayi tikus yang sehat.
Hebatnya, tingkat kesuksesan proses ini adalah 24%, angka yang cukup tinggi. Dari hasil riset ini berhasil silahirkan 30 bayi tikus yang sepertinya sama sekali tak memiliki masalah kesehatan. Sejumlah dari tikus ini bahkan terus berkembang biak dan memiliki bayi. Cucu dari bayi-bayi tikus parthenogenotes itu juga kemudian bisa berkembangbiak dengan memiliki bayi secara normal.
Credit: Spike Walker. Wellcome Images
images@wellcome.ac.uk
http://images.wellcome.ac.uk
A light micrograph of a human ovum ready for in vitro fertilization. The image was taken using anoptral contrast. The polar body can be seen top right.
Light microscopy
2003 Published: –
Copyrighted work available under Creative Commons by-nc-nd 2.0 UK, see http://images.wellcome.ac.uk/indexplus/page/Prices.html
Walau masih dibutuhkan penelitian yang panjang dan menyeluruh sebelum peneliti bisa mencoba untuk membuat janin manusia melalui metode ini, bukan tak mungkin suatau hari nanti cara tersebut bisa dicoba. Ini merupakan solusi yang sangat baik untuk perempuan infertil yang ingin memiliki anak kandung. Jika mereka tak punya sel telur, masih ada harapan baginya untuk memiliki anak kandung dari tubuhnya sendiri.
Keuntungan dari cara ini tak hanya untuk manusia saja. Hewan-hewan yang hampir punah pun bisa diselamatkan jika yang tersisa hanyalah satu satau dua spesies dari jenis kelamin yang sama. Menggunakan parthenogenotes untuk membuat embrio bisa jadi merupakan solusi cerdik untuk menyelamatkan hewan-hewan yang sudah di ambang kepunahan dan tidak mungkin melakukan reproduksi secara alamiah lagi.
Walau sudah cukup berhasil, peneliti berkata bahwa hasil riset ini masih harus terus dikembangkan sebelum benar-benar dapat diaplikasikan secara luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.