Available in english
Penglihatan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua oleh David Michael. The Vision of the Return of Jesus Christ by David Michael. Shallom, begini kisahnya :
Apa yang David lihat dan alami adalah suatu pengalaman yang benar-benar luar biasa. Ia melihat kedatangan Tuhan Yesus, yang telah turun dari surga ke atmosfer bumi, bergerak melalui langit di atas Teman (antara Yaman dan Arab Saudi.) Dia benar-benar mengalami seperti apa dijemput / diangkat bersama Tuhan dan kembali dengan-Nya di udara. Saya akan mencoba untuk berbagi dengan saudara/i karena ia telah memberikannya informasi ini kepada saya.
Segera setelah pengalaman terbuka tiba-tiba saya merasa seolah-olah saya telah dibawa ke tempat lain. Aku melihat sekeliling dan melihat orang-orang kudus berkumpul di sekeliling saya, tak terhitung jumlah orang-orang kudus tersebut. Wajah mereka indah dan berseri-seri, karena mereka berada di sana untuk perjamuan kawin Anak Domba. Pengantin-nya, di mana saya bersama-Nya berada di udara di Tabernacle-Nya, tinggi di langit di atas Semenanjung Arab. Kami berada di kanopi kamar pengantin ilahi. Saat aku melihat sekeliling, aku menyadari bahwa aku berada di sebuah bangunan yang lebih besar dari apa yang pernah saya lihat sebelumnya. Bangunan Itu luas, dan tinggi. Langit-langitnya begitu tinggi yang memiliki bangunan di bangun di atas bumi tampaknya seolah-olah mungkin bisa terlihat dari negara-negara tetangga. Seseorang bisa membayangkan besarnya gedung yang didesain untuk menahan orang-orang kudus dari zaman ke zaman lampau sampai ke masa di angkat-nya Gereja Tuhan.
Saat aku mendongak, tiba-tiba kerudung terbuka dan saya melihat Mesias duduk di atas takhta-Nya memandang dengan senang kepada pengantin-Nya. Saat mata Mesias bergerak perlahan di kumpulan besar orang-orang kudus, ia melihat secara mendalam dan menembus ke dalam mata mereka masing-masing, menawan dan membelai jiwa mereka dengan kasih-Nya yang lembut. Demikian juga dengan diri saya. Ketika mata kita bertemu, aku merasa persetujuan-Nya, kesenangan besar-Nya bahwa aku ada di sana dengan Dia. Aku bisa melihat dan memahami tujuanNya bagi hidup saya dan bagi Gereja di bumi. Pada saat yang sama saya memiliki pemahaman keabadian diri. Sukacita meluap memenuhi hati saya. Rasa syukur yang mendalam bahwa saya sekarang memahami kegembiraan yang telah ditambahkan dengan begitu menggembirakan. Arak-arakan, yang menggembirakan hati, lagu pengantin, tarian mempelai dan semua bagai bagian dari saat yang ditangguhkan yang telah lama ditunggu yaitu keintiman dengan Kekasih kita. Akhirnya, kami mengetahui diri-Nya seperti sudah lama kita kenal. Dalam apa yang mungkin hanya hitungan menit, pemenuhan cinta kasih di hati yang lebih besar dari yang pernah dirasakan. Semua yang saya pernah inginkan untuk rasakan atau yang pernah bisa saya harapkan rasanya meluap didalam diriku. Namun aku terpaku kepada-Nya dengan tenang. Cinta ilahi melingkupi dan melanda diriku.
Namun, bahkan dalam saat yang luar biasa ini dalam waktu yang dikemas oleh kasih-Nya, terpaku pada tatapanNya yang waspada dan lembut sehingga kami mampu mengetahui apa pun yang kita inginkan atau perlu kita tahu tentang apa pun, bahkan hal-hal yang tidak selalu berhubungan dengan ruang di mana kami berada. Kami juga tahu hal-hal yang terjadi di bumi. Bumi itu sangat gelap dan ruang antara Tabernacle surgawi dan bumi diisi dengan awan hitam sehingga begitu gelap. Apa yang terjadi di bumi itu sendiri amat jahat dan berbahaya di luar pikiran manusia yang terbatas untuk bisa menjelaskan. Jumlah umat manusia berkurang drastis yang tersisa. Banyak terbaring sekarat dalam kesedihan bumi. Pembantaian manusia di mana-mana. Kesadaran berpikir kami mengenai kejahatan di bumi meningkat, tidak pernah ada hal seperti ini dalam sejarah umat manusia. Itu meninggalkan kami dengan pikiran yang sehat dan mengagumkan. Yang dikemas oleh kasih-Nya yang indah dan kebijaksanaanNya.
Menyadarkan hati kami karena kami harus segera memenuhi panggilan untuk masuk kembali ke bumi untuk menyelamatkan Israel dan bangsa-bangsa yang masih menunggu kedatangan Raja Israel yang sejati. Bangsa Israel sedang menunggu, mencari Mesias mereka untuk datang dan membebaskan mereka. Kami melihat kumpulan besar orang Yahudi yang sedang putus asa mencari Dia dan yang hanya Dia seorang diri yang bisa menyelamatkan mereka. Mesias tahu pelepasan dalam waktu dekat yang hendak Dia buat. Kami bisa merasakan dalam sejarah manusia ketika akhirnya Dia akan mengambil tempat sah-Nya sebagai Raja bagi seluruh bumi. Kegembiraan-Nya tumbuh, begitu pula didalam diri kami, karena kita sekarang satu hati dengan Dia yang kita cintai. Tapi, semuanya diatur dalam waktu yang tepat. Saat ini Ia menikmati keintiman dengan pengantin-Nya, sementara Roh Kudus dan malaikat-Nya dengan hati-hati menjaga mereka yang merupakan milik-Nya yang masih berada di bumi untuk melestarikan mereka bagi kemunculan diri-Nya. http://www.divinerevelations.info/dreams_and_visions/visionofthereturnofchrist.htm
Dalam apa yang tampak seperti saat berikutnya, itu adalah waktunya, saat turun ke bumi untuk menduduki tahta-Nya sudah tiba. Mesias kita mulai memimpin kami turun ke bumi secara bertahap, masih tersembunyi di awan dan belum terlihat dengan mata telanjang. Ratusan ribu orang Yahudi sabar menunggu kedatangan-Nya. Mengetahui Dia datang kepada orang-orang yang siap menyambutnya dan menjadikan Dia Raja, Mesias dengan rombongannya yang megah terus turun sampai Dia mencapai langit tepat di atas Gunung Paran di mana saat kita mulai bergerak sejajar dengan pegunungan. Melihat Keabadian Raja-Nya dan tentara besar kudusNya yang begitu mulia, penuh dipenuhi dengan arak-arakan yang tidak pernah dilihat raja duniawi sebelumnya. Kemuliaan sang Raja dihiasi dengan keagungan datang ke bumi dengan pengantin-Nya mengenakan pakaian-Nya yang mulia yang dirancang hanya untuk merekaa. Gereja-Nya yang mulia. Oh, kata-kata tidak bisa menjelaskan hal ini - buku dapat ditulis akan tetapi tidak akan pernah dapat menceritakan keluarbiasaan nyata dari hal ini.
Bersama-sama kita melakukan perjalanan tepat di atas jalan sang Raja di langit melintasi pegunungan Yordania. Saya tidak ingat proses perpindahan dari tandu ke udara yang menjadi bagian dari tentara suci yang tak terhitung jumlahnya, tapi entah bagaimana transisi / perpindahan telah dibuat dan kami sekarang menjadi bagian dari tentara yang paling kuat dari semua ciptaan. Di sebelah timur Yerusalem, di Amon, tentara Kudus yang dipimpin oleh Tuhan sekarang berada diatas kuda putih Nya menjadi terlihat bagi semua manusia. Menunggangi kemenangan untuk kebenaran dengan sejumlah orang-orang kudus di belakang-Nya. Kami berbalik dan langsung menuju Yerusalem, di mana kita akan masuk melalui pintu gerbang timur. Keabadian Raja - berkuasa untuk menyelamatkan, dan Gereja-Nya yang mulia yang mengubah rute untuk menyelamatkan semua orang Israel, yang dikasihi-Nya; dan mereka yang mencari kedatangan-Nya. Sang anti-Kristus telah melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk mengambil apa yang menjadi hak milik sang Raja Besar, tetapi pada akhirnya sang anti-Kristus digulingkan oleh sang Raja Abadi itu sendiri. Setiap mata melihat-Nya, dan orang-orang yang mencari kedatangan-Nya mengasihi Dia.
Hal itu adalah penglihatan kemenangan yang sangat indah mengenai kembali Sang Mesias dengan GerejaNya. Amen.
DAVID MICHAEL - THE VISION OF THE RETURN OF CHRIST
(Isaiah 63:1) says: Who is this Who comes from Edom, with crimson-stained garments from Bozrah [in Edom]? This One Who is glorious in His apparel, striding triumphantly in the greatness of His might. It is I Who speaks in righteousness [proclaiming vindication] mighty to save.
Also, Habakkuk 3:3-15 God came from Teman (Yemen) and the Holy One from Mount Paran. His glory covered the heavens , and the earth was full of His praise. And His brightness was as the light, He had horns coming out of His hand, and there was the hiding place (Tabernacle) of His power. (Please locate and read the rest of the passage.) Isaiah 34:9&10; Psalms 110; Psalms 45; Rev. 19; Jude 14 & 15 emphasis Authors
What David saw and experienced was absolutely extraordinary. He saw the return of the Lord Jesus, Who had descended from heaven into earth's atmosphere, moving through the skies above Teman (Yemen and Saudi Arabia.) He literally experienced what it would be like to be taken up to be with the Lord and to return with Him in the air. I will try to share it with you as he gave it to me, as if that could ever be possible.
As the experience opened I suddenly felt as though I had been taken to another place. I looked around and saw gathered all around me, a countless number of saints. Their faces were beautiful and radiant, for they were there for the marriage supper of the Lamb. His bride, of which, I was a part had been caught up to be with Him in the air suspended in His Tabernacle, high in the sky above the Arabian Peninsula. We were hidden in the canopy of the divine bridal chamber. As I looked around, I realized I was in a building that was larger than anything that I had ever seen before. It was both vast, and tall. The ceiling was so tall that had the building been constructed upon the earth it seems as though one could have perhaps seen it from neighboring states. One can imagine the immensity of a building designed to hold the saints from antiquity to the time of the great catching away of the Church.
As I looked up, suddenly the veil opened and I saw Messiah sitting upon His throne overlooking with wonder and delight His perfected bride. As Messiah's eyes moved slowly across the great community of saints, he would look deep and penetratingly into the eyes of each one, captivating and caressing their soul with His tender love. So it was with me. When our eyes met, I felt His approval, His great delight that I was there with Him. I could see and understand His weighty purpose for my life and for the Church on earth. At the same time I had an understanding of eternity
itself. Joy overflowing filled my heart. Deep thankfulness for all that I now understood only added to the exhilarating joy. The pageantry, the joyous
merriment, the bridal song, the dance of the bride was all part of this suspended moment of long awaited intimacy with our Beloved. Finally, we knew Him as we were known. In what were perhaps only minutes, love's fulfillment was greater than the heart could ever have been prepared for. Everything I ever wanted to feel or ever could have hoped to feel was exploding inside me. Yet I was fixated upon Him with such serene calm. Love divine was possessing my very being and sweeping me away with adoration and wonder. http://www.spiritlessons.com/dreams_and_visions/VisionOfTheReturnOfChrist.htm
Yet, even in this incredible moment in time encapsulated by His love, riveted upon His watchful and tender gaze we were able to know anything we
wanted or needed to know about anything, even those things that did not necessarily pertain to the Chamber in which we were hidden. We also knew the things that were occurring upon the earth. Earth was very dark and the space between this heavenly Tabernacle and earth was filled with clouds so black as to beggar description. What was happening on earth itself was hideously evil and perilous beyond my limited human vernacular to explain. Only a drastically reduced number of the human race was left. Many lay dying within the earth's desolation. Human carnage was everywhere. We thought as our awareness of the earthly desolations increased, there has never been anything like this in the history of the human race. It left us with an awesome soberness. Yet, being encapsulated by His wonderful love and wisdom, did this knowledge in any way take away from the wonder of being with our Beloved who is just in all that He does.
Destiny began to grip our hearts as we realized that we must soon respond to its call to re-enter earth to save all of Israel and the remaining Gentiles who were awaiting the coming of the true King of Israel. All of Israel was waiting, looking for their Messiah to come and deliver them. We saw the huge commonwealth of Jewish people desperately searching for Him who alone could save them. Messiah knew of the imminent deliverance He was about to make. We could feel His growing anticipation of this final crescendo, in human history when at last He would take His rightful place as the King of all the earth. As His anticipation and joy grew, so did ours, for we were now one in heart with Him whom we loved. But, everything was set to precision timing. At this moment He was enjoying intimacy with His Bride, while yet the Holy Spirit and His angels were carefully caring for those who were His on the earth preserving them for His appearing.
In what seemed like the next moment, it was time, and the descent to earth to take up His throne was upon us. Our Messiah began to lead us forth in our gradual descent, still hidden in the clouds not yet seen with the naked eye. Hundreds of thousands of Jewish people were eagerly awaiting His coming. Knowing He was coming to a people who were ready to make Him King, Messiah with His grand entourage continued to descend until He reached the skies just above the Mount Paran at which time we began to move parallel to the mountain range. The sight of Eternity's King and His
grand army of saints was so glorious, filled with such pageantry the likes of which no earthly king has ever seen. The King of Glory adorned in majesty coming to earth with His bride clothed in His own glorious apparel designed just for her. His glorious Church -- jewels immemorial. Oh, words are pail -- books could be written and never tell the real splendor of this divine crescendo of the ages.
Together we traveled just above the Kings Highway in the sky across the Jordanian mountains. I don't remember undergoing any special transition from the suspended palanquin in the sky to being part of a numberless holy army, but somehow that transition was made and we were now part of the most powerful army in all creation. Due east of Jerusalem, at Ammon, the Holy army being led by their Divine Captain of the Host now on His white horse became visible to all. Riding on triumphantly for truth with the host of the saints behind Him. We turned and headed straight for Jerusalem, where we would enter through the eastern gate. Eternity's King -- mighty to save, and His glorious Church were reroute to save all of Israel, His beloved; and those who looked for his coming. The anti-Christ had given his best to take what rightfully belonged to the Great King, but in the end was overthrown by the Eternal King Himself. Every eye saw Him, and those who looked for His appearing loved Him.
It was a most glorious vision of the return of Messiah with His Church.
The End
**********************
PENGLIHATAN KEDATANGAN TUHAN YESUS
Saat ini adalah akhir zaman, banyak anak-anak Tuhan telah melihat penglihatan tentang pengangkatan/rapture serta kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai Raja Segala Raja. Berikut ini adalah kesaksian David Michael yang mendapat karunia penglihatan dan mengalami pengangkatan, perjamuan Anak Domba serta kedatangan Tuhan Yesus kembali. Bersiaplah untuk menyambut Dia sebagai Mempelai Pria dari gerejaNya, jadilah gadis bijaksana dan hamba yang setia bagiNya.
Apa yang David lihat dan alami sangat luar biasa. Dia menyampaikan kesaksian kedatangan Tuhan Yesus kedua, Dia yang turun dari surga ke atmosfir bumi, bergerak melalui langit Teman (Yemen dan Arab Saudi). Dia secara literal mengalami seperti apa diangkat bersama Tuhan dan kembali dengan Dia di udara.
“Saat pengalaman itu terjadi, saya tiba-tiba merasa saya dibawa ke tempat lain. Saya melihat sekeliling dan melihat semua berkumpul bersama di sekeliling saya yaitu tidak terhitung jumlahnya orang kudus. Wajah mereka sangat indah dan bersinar, karena mereka ada di sini untuk perjamuan Anak Domba. MempelaiNya, yang di mana saya menjadi bagian sudah diangkat bersama Dia di udara yang ada di Kemah Suci, yang tergantung di udara di atas Peninsula Arabia. Kami tersembunyi di tirai dari ruangan mempelai yang ilahi. Saat saya melihat sekitar, saya menyadari saya berada di gedung yang lebih besar dari apa yang pernah saya lihat sebelumnya.Ini sangat luas dan tinggi. Langit-langitnya sangat tinggi sehingga apabila gedung ini berada di bumi maka orang dapat melihat dari negara sebelahnya. Dapat kita bayangkan besarnya gedung yang didesain untuk menampung orang-orang kudus dari dulu sampai akhir zaman.
Saat melihat keatas, tiba-tiba kerudung terbuka dan saya melihat Mesias duduk di Tahta melihat dengan takjub dan bersukacita mempelaiNya yang sempurna. Saat mata Mesias melihat secara perlahan kumpulan orang-orang kudus, Dia melihat secara mendalam dan menembus ke mata masing-masing orang, menawan hati dan memeluk jiwa mereka dengan cintaNya yang lembut. Demikian juga aku. Saat mata kami bertemu, saya merasakan persetujuanNya, sukacitaNya saat saya berada di sana dengan Dia. Saya dapat melihat dan mengerti betapa penting tujuanNya dalam hidupku dan untuk Gereja di bumi. Pada waktu yang sama, saya memiliki pengertian akan kekekalan itu sendiri. Sukacita memenuhi hatiku. Rasa syukur yang mendalam untuk semua yang telah saya mengerti hanya ditambahkan pada keriangan luar biasa.
Arak-arakan kebesaran, perjamuan kawin yang penuh sukacita, nyanyian perjamuan kawin, tarian mempelai semua merupakan bagian dari waktu yang telah tertunda yang telah ditunggu-tunggu dengan Kekasih kita. Akhirnya kita mengenal Dia sebagaimana kita juga dikenal. Saat di mana terjadi hanya beberapa menit, kepenuhan cinta melebihi dari apa yang hati ini pernah bersiap.
Semua yang pernah saya ingini untuk dirasakan atau diharapkan meledak di dalamku. Meskipun begitu saya tetap tinggal tenang di hadapanNya dengan ketenangan yang tentram. Kasih ilahi memenuhi kehidupan yang ada dalamku dan menyapunya dengan pemujaan dan ketakjuban.
Dan, bahkan pada momen luarbiasa tersebut dalam waktu yang diselubungi oleh cintaNya, ditumpu di atas penglihatanNya dan pandanganNya yang lembut kita dapat mengerti apa yang kita ingini atau butuhkan tentang segalanya, meski hal-hal itu tidak perlu terkait dengan ruangan bilik di mana kami tersembunyi. Kami juga mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di bumi.
Bumi sangatlah gelap dan langit di antara Kemah Suci surgawi dan bumi diisi dengan awan yang sangat hitam. Apa yang terjadi di bumi sangatlah jahat dan penuh bahaya yang melampaui pengertian manusia dan bahasa manusia untuk menjelaskannya. Hanya sedikit sekali jumlah manusia yang tertinggal. Banyak yang terbaring sekarat dalam penghancuran yang terjadi di bumi. Pembunuhan dan penyembelihan akan manusia di bumi terjadi di mana-mana. Kami berpikir dalam kesadaran kami bahwa perusakan di bumi meningkat, dan tidak pernah ada terjadi dalam sejarah manusia sebelumnya. Hal ini membiarkan kami dalam kondisi serius dan tenang yang mengagumkan. Dan masih diliputi oleh kasih dan hikmatNya yang mengagumkan, pengetahuan ini tidak menghilangkan kekaguman dalam kebersamaan dengan Kekasih kami dan semua yang apa telah Dia lakukan.
Tujuan mulai memenuhi hati kami karena kami menyadari bahwa kami sebentar lagi bersiap pada panggilan untuk kembali memasuki bumi untuk menyelamatkan Israel dan bangsa-bangsa yang masih menunggu kedatangan Raja Israel yang sejati.
Seluruh Israel sedang menunggu, mencari Mesias untuk datang dan membebaskan mereka. Kami melihat sekumpulan raksasa dari orang-orang Yahudi yang putus asa mencari Dia seorang yang mampu menyelamatkan mereka.
Mesias tahu pelepasan dalam waktu dekat yang akan dilakukanNya. Kami dapat merasa antisipasiNya yang bertumbuh untuk saat-saat final itu, di sejarah manusia saat akhirnya Dia akan mengambil tempat yang menjadi hak penuhNya sebagai Raja dari seluruh bumi. Saat antisipasiNya dan sukacita bertumbuh, demikian juga yang kami rasakan, karena saat itu kami memiliki satu hati dengan Dia yang kami kasihi. Tetapi, semuanya telah ditetapkan pada waktu yang khusus. Pada momen tersebut Dia sedang menikmati keintiman dengan MempelaiNya, sedangkan Roh Kudus dan malaikat-malaikatNya sedang hati-hati menjaga mereka yang ada di bumi untuk dipelihara sampai KedatanganNya.
Dan pada momen selanjutnya, itu adalah waktu, turun ke bumi untuk mengambil TahtaNya ada di depan kami. Mesias kami mulai mempimpin kami di depan untuk turun secara bertahap, masih tersembunyi di awan-awan yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ratusan ribu orang Yahudi dengan sanat menantikan kedatanganNya. Mengetahui Dia sedang datang pada orang-orang yang siap menjadikanNya Raja. Mesias dengan rombongannya yang megah melanjutkan perjalanan turun ke bumi sampai Dia mencapai langit-langi di atas Gunung Paran di mana kami juga bergerak paralel di sekitar gunung. Pemandangan Raja Kekal dan laskar orang kudus yang agung sungguh mulia, diisi dengan arak-arakan luar biasa yang tidak pernah dilihat oleh raja dunia manapun.
Raja Kemuliaan yang dihias dalam keagungan datang dengan mempelaiNya yang dilengkapi dengan pakaian kemuliaan yang dibuat khusus untuk mempelai. GerejaNya yang mulia – Permata sejak purbakala. Oh, kata-kata adalah seperti ember, buku-buku dapat ditulis dan tidak pernah dapat menceritakan keluarbiasaan nyata dari waktu ilahi ini sepanjang masa.
Bersama-sama kami bergerak di atas Jalan Luas Raja-Raja di langit melewati gunung-gunung di Yordania. Saya tidak dapat mengingat proses perpindahan dari tandu di udara menjadi bagian dari laskar kudus yang tak terhitung jumlahnya dan sekarang kami menjadi bagian dari lasar paling kuat dari seluruh ciptaan.
Pada timur Yerusalem yaitu Ammon, laskar kudus dipimpin oleh Kapten Ilahi yang menjadi Tuan Rumah sekarang dengan kuda putihNya sekarang terlihat oleh semua. Menungggang kuda dengan penuh kemenangan akan kebenaran dengan orang-orang kudus di belakangNya. Kami berbelok dan menuju lurus ke arah Yerusalem, di mana kami akan memasuki pintu gerbang timur.
Raja Kekekalan – sangat kuat untuk menyelamatkan, dan GerejaNya yang mulia bergerak untuk menyelamatkan Israel, yang disayangi, dan yang mecari kedatanganNya.
AntiKristus telah melakukan hal terbaik untuk mempertahankan hak sebagai Raja yang Besar, tetapi pada akhirnya dikalahkan oleh Raja Kekekalan sendiri. Setiap mata memandangNya, dan mereka yang menungguNya mencintai Dia.
Itu adalah penglihatan paling mulia dari kedatangan Mesias bersama gerejaNya.
Referensi Alkitab:
Yesaya 63:1, kuga baca Habakuk 3:3-15, Yesaya 34:9-10, Mazmur 110, Mazmur 45, Wahyu 19, Judas 14 & 15
Yesaya 63: 1-5 = (1) "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!" (2) "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?" (3) "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. (4) Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang. (5) Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku.
Juga, Habakuk 3: 3-15 = (3) Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. (4) Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. (5) Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. (6) Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad. (7) Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar. (8) Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu? (9) Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai; (10) melihat Engkau, gunung-gunung gemetar, air bah menderu lalu, samudera raya memperdengarkan suaranya dan mengangkat tangannya. (11) Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat. (12) Dalam kegeraman Engkau melangkah melintasi bumi, dalam murka Engkau menggasak bangsa-bangsa. (13) Engkau berjalan maju untuk menyelamatkan umat-Mu, untuk menyelamatkan orang yang Kauurapi. Engkau meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Kaubuka dasarnya sampai batu yang penghabisan. Sela. (14) Engkau menusuk dengan anak panahnya sendiri kepala lasykarnya, yang mengamuk untuk menyerakkan aku dengan sorak-sorai, seolah-olah mereka menelan orang tertindas secara tersembunyi. (15) Dengan kuda-Mu, Engkau menginjak laut, timbunan air yang membuih.Tuhan datang dari Teman (Yaman) dan Yang Mahakudus dari Gunung Paran. Kemuliaan-Nya meliputi langit dan bumi itu penuh dengan pujian-Nya. Dan kecerahan Nya sebagai cahaya, Dia memiliki tanduk yang keluar dari tangan-Nya, dan ada tempat persembunyian (Tabernacle) dari kuasa-Nya. (Silahkan mencari dan membaca bagian lain) Yesaya 34: 9 & 10; Mazmur 110; Mazmur 45; Wahyu 19; Yudas 14 & 15.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.