Saya tumbuh dalam keluarga Muslim yang taat. Saya percaya dengan semua yang saya pelajari tentang Islam. Tetapi ketika beranjak dewasa, beberapa pengajaran Islam mulai mengganggu saya. Sebagai seorang wanita, saya tidak ingin berada di harem-harem pria di sorga.
Kehidupan Yang Menyedihkan
Ketika berumur delapan belas tahun, saya menikah dengan saudara sepupu atas dorongan keluarga. Kami memulai bisnis menjual pakaian di pameran-pameran. Awalnya semua berjalan dengan baik. Hingga lambat laun usaha kami mengalami masalah.
Setiap hari bisnis kami merugi 400 dolar. Kami ingin berhenti berjualan di pameran, tapi tidak bisa. Karena kami terikat dengan kontrak. Masalah ini membuat saya stress dan jatuh sakit. Hingga mengalami keguguran.
Mendengar Nama Yesus Melalui Siaran TV
Suatu hari, saya duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Saya berharap hal tersebut dapat membebaskan pikiran saya dari masalah-masalah yang ada. Saya tidak mengerti acara apa yang sedang saya lihat. Saya mendengar seorang pria bicara tentang Isa Al-Masih. “Anda sedang kebingungan karena mempunyai masalah. Anda sedang menangis dan putus asa.” Saya terkesima mendengarnya. Bagaimana mungkin dia tahu saya sedang mempunyai masalah dan kebingungan. Apakah ini suatu kebetulan?
Kemudian dia melanjutkan, “Datanglah kepada Isa, Dia adalah jawabanmu!” Lalu ia mulai berdoa, dan saya mengulang doa yang dia ucapkan. Entah mengapa, saya merasa hal tersebut berasal dari Tuhan. Setelah saya berdoa, perasaan saya tenang dan penuh dengan sukacita. Perasaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.
Roh Allah Menuntun Dan Memelihara Saya
Sejak kejadian itu, saya memutuskan untuk mengikuti Isa Al-Masih. Semakin hari, saya terus bertumbuh dalam iman saya yang baru. Pada suatu hari saya bertanya kepada Tuhan, siapakah Roh Kudus itu? Ia menjawab secara jelas dengan menuntun saya membaca firman-Nya yang tertulis dalam Injil, Surat 1 Korintus 2:12-16, “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita...”.
Lewat firman-Nya yang saya baca, saya tahu bahwa Roh Kudus adalah Guru saya. Sehingga setiap kali saya mempunyai pertanyaan, Ia menuntun saya untuk membaca Alkitab.
Dikucilkan Keluarga, Tapi Tuhan Memelihara
Sekarang saya sudah menjadi pengikut Isa Al-Masih. Sukacita yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan, kini saya menemukannya di dalam Isa Al-Masih.
Tapi saya juga harus menerima konsekwensi atas iman saya yang baru. Ayah saya menolak saya. Suami pun menyiksa saya. Bahkan saya tidak boleh pergi ke gereja. Tetapi saya tidak perlu khawatir. Karena Tuhan sendiri yang memelihara saya. Sampai hari ini, saya menyatakan Yesus adalah Juru Selamat saya. Ya, saya ingin berada di sorga bersama Yesus, dimana saya dapat memuji-Nya sebagai seorang sahabat.
http://www.isadanislam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.