Alkitab mencatat hanya ada dua tanda besar di langit, yakni Bintang Bethlehem (Bethlehem Star) dan Bintang-Bintang dalam Wahyu pasal 12 (Revelation 12 Stars) kedua tanda besar di langit ini adalah penanda awal dan akhir dari Zaman Anugerah yang Tuhan nyatakan bagi dunia, sekaligus penanda awal dan akhir dari Masa (Institusi) Gereja.
Setelah tanda besar yang awal terjadi, maka terjadilah berbagai penggenapannya di Bumi. Mulai dari kelahiran Anak Manusia/Yesus Kristus, masa pelayanan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan keterangkatan-Nya ke Sorga hingga pencurahan Roh Kudus. Semua penggenapan ini merupakan modal besar yang menyertai Gereja Tuhan hingga saat ini. Lalu bagaimana dengan berbagai penggenapan yang menyertai tanda besar yang akhir, yakni Revelation 12 Stars?
Baca juga: Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation
"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5
Manifestasi Di Langit
Bagi Anda yang belum mengetahui, maka ketahuilah bahwa saat ini apa yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu pasal 12 sedang digenapi mulai dari 23 Desember 2016 hingga nanti 10 September 2018:
1. Mulai 23 Desember 2016 bertepatan dengan perayaan Hanukkah 5777, Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, anak laki-laki, yakni Jupiter mulai memasuki "rahim" gugus bintang Virgo. Jika untuk mengetahui Bintang Raja (Bethlehem Star) diperlukan hikmat yang luar biasa dari para Majus maka di zaman yang serba canggih sekarang, fenomena Revelation 12 Stars ini dapat disimak dengan berbagai applikasi di smartphone kita, Sky Safari App adalah salah satunya, baik di gadget berbasis Android maupun di berbagai produk Apple.
Dalam Sky Safari App, kita tinggal memasukkan data-data seperti lokasi, yakni Yerusalem. Kemudian waktu yang kita kehendaki, yakni tanggal 23 Desember 2016 hingga nanti 10 September 2018. Selanjutnya akan ditampilkan posisi bintang-bintang tersebut.
Baca juga: Yang Dipersingkat
2. Menarik sekali bahwa tepat 9 bulan kemudian, yakni pada 23 September 2017, Jupiter mulai keluar dari "rahim" Virgo dan selama setahun penuh akan bergerak mengarah ke gugus bintang Libra hingga akhirnya tepat di tengah "takhta pengadilan" pada 10 September 2018 atau 1 Tishrei 5779.
3. Tanda Revelation 12 Stars ini berlangsung hingga hampir dua tahun, dan hal ini akan segera diikuti dengan Masa Tribulasi yang penuh kedukaan di seluruh dunia. Hal ini serupa dengan yang terjadi di Rama - Bethlehem bahwa setelah dua tahun Bethlehem Star dan para Majus muncul di Yerusalem, Herodes membantai semua bayi yang berusia dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu (Matius 2:16-18).
Manifestasi Di Bumi
Setelah kita mengetahui manifestasi yang di langit, maka selanjutnya Wahyu 12 menjabarkan manifestasi yang ada di Bumi, terutama berkaitan dengan Sang Perempuan yang adalah Gereja. Mengenai Sang Anak Laki-Laki yang adalah Generasi Gada Besi akan dibahas pada tulisan berikutnya.
Baca juga: 5777 & 2017: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan
"Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. ... Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." - Wahyu 12:6, 13-17
"Dan ia (Antikristus) diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. ... Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus. ... Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya." - Wahyu 13:7, 10, 16-17
Membaca dan menyimak rincian yang dituliskan dalam Kitab Wahyu pasal 12 dan 13 tersebut, maka bisa kita simpulkan bahwa setelah Zaman Anugerah berakhir maka yang berikutnya terjadi adalah Masa Tribulasi yang disertai dengan berbagai kesesakan yang akan dialami oleh Gereja Tuhan yang adalah Sang Perempuan itu. Kesesakan itu ditimbulkan oleh Sang Naga Merah, yakni Iblis atau Lucifer dan kedua binatang itu, yakni Antikristus dan pemerintahannya.
Minimal ada empat hal yang akan dialami Gereja Tuhan pada saat itu, yakni dianiaya (persecuted), disiksa (tortured), diburu (hunted) dan dibunuh (killed or martyred). Dan hal ini akan semakin meluas setelah 10 September 2018 (Rosh Hashanah 5779), karena Sang Naga Merah mulai benar-benar memburu Sang Perempuan setelah Sang Anak Laki-Laki tiba tepat di Takhta.
Kemunculan Antikristus
Pewahyuan tersebut di atas memiliki berbagai peneguhan di berbagai bagian lain dari Alkitab, namun kali ini saya hanya membahas dari surat kedua Rasul Paulus kepada Jemaat Tesalonika:
"Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:1-8
Dari delapan ayat tersebut di atas, ada beberapa hal yang perlu kita simak:
1. Pada saat itu telah terjadi kebingungan dan kegelisahan akan datangnya Hari Tuhan yang dahsyat itu, termasuk pendudukan Bait Suci oleh manusia durhaka, Sang Antikristus. Ingat bahwa hari itu Bait Suci ke-2 masih ada dan Bait Suci tersebut pernah diduduki dan dinajiskan oleh seorang raja dari Kekaisaran Seleucid yang bernama Antiochus IV Ephiphanes (168 - 164 SM).
Pertanyaannya, mengapa jemaat di Tesalonika sampai begitu heboh dengan isu ini dan Rasul Paulus harus menenangkannya? Karena memang sejak saat itu Sang Antikristus ingin menyatakan dirinya sebagai Allah dengan menduduki Bait Suci di Yerusalem, mereka takut bahwa sejarah akan terulang kembali pada masa itu.
Baca juga: 5778 - 2018: Back To The Age Of Law
2. Namun Rasul Paulus menegaskan bahwa hal itu tidak bisa terjadi, mengapa? Karena pada saat itu memang belum tiba pada waktu yang telah ditentukan bagi Sang Antikristus untuk menyatakan diri. Itu sebabnya ada Sang Penahan, siapakah? Hanya Roh Kudus yang bisa menahannya sampai pada batas waktu yang telah ditentukan.
3. Kapankah batas waktu yang telah ditentukan itu? Batas waktu itu adalah akhir Zaman Anugerah. Jadi bukan berarti eksistensi Roh Kudus disingkirkan dari dunia ini, sebab tidak ada seorangpun yang bisa meniadakan eksistensi Roh Kudus yang sangat berdaulat dan berkuasa itu. Namun ketika Zaman Anugerah berakhir, itulah batas waktu yang telah ditentukan untuk Roh Kudus tidak lagi menahan Sang Antikristus.
Ingat, bahwa Bait Suci kedua pernah diduduki dan dinajiskan, namun saat itu (168 - 164 SM) bukanlah Zaman Anugerah, masih sekitar 200 tahun sebelum Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta (Shavuot) di Yerusalem kepada 120 orang saat itu.
4. Gereja akan menghadapi Sang Antikristus di Masa Tribulasi dan pada saat itu hanya ada dua pilihan bagi setiap orang, yakni menjadi martir bagi Kristus untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan melalui pembukaan Meterai Kelima, atau menjadi murtad karena hendak menyelamatkan nyawanya dengan menggadaikan iman.
Almarhum hamba-Nya, yakni David Wilkerson pernah menubuatkan akan datangnya murtad secara besar-besaran (Great Apostasy) di Akhir Zaman dan kemungkinan besar hal itu terjadi BUKAN pada Zaman Anugerah masih berlaku, melainkan saat Masa Tribulasi tiba dan tanda binatang itu akan menjadi ujian terakhir untuk Gereja menjadi Mempelai Wanita yang kudus dan tak bercacat cela.
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?' Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka." - Wahyu 6:9 - 11
Berapa kuota martir yang masih dibutuhkan? Hanya Tuhan yang tahu. Namun pada sidang ilahi di Chennai itu secara resmi Meterai Kelima telah dibuka Tuhan. Bagi saya, bukan sebuah kebetulan bahwa menjelang berakhirnya Zaman Anugerah maka meterai ini dibuka dan segera setelah ini Gereja dan dunia akan memasuki Masa Tribulasi.
Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
*******
Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation
"Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:5-8
"Don’t you remember that I told you about all this when I was with you? And you know what is holding him back, for he can be revealed only when his time comes. For this lawlessness is already at work secretly, and it will remain secret until the one who is holding it back steps out of the way. Then the man of lawlessness will be revealed, but the Lord Jesus will kill him with the breath of his mouth and destroy him by the splendor of his coming." 2 Thessalonians 2:5-8 (NLT)
Kotbah hamba-Nya, Panglima Mikhael Indriati Tjipto, di Ark of Christ - Bandung pada tanggal 23 Maret 2015 (link kotbah bebas untuk download) sungguh memberikan sebuah peneguhan tersendiri bagi saya pribadi dan juga bagi semua Pasukan Tuhan. Sebelum atau setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda semua mendengarkan kotbah tersebut.
Jadi sekarang kita masih punya waktu ekstra sekitar 2 tahun untuk mempersiapkan diri lebih serius lagi menyambut dimulainya Masa Tribulasi Besar pada tahun 2017 nanti. Hal ini karena Tuhan melalui Pasukan-Nya telah berhasil menahan masa itu terjadi pada saat gerhana matahari total 20 Maret 2015 lalu. Dan penahanan ini hanya berlaku 2 tahun saja. Masa penundaan 2 tahun ini sungguh mengejutkan bagi saya pribadi, karena saya bertanya-tanya, mengapa masa penundaan ini hanya 2 tahun, bukan setahun, bukan 3 tahun ataupun 5 tahun?
Dan beberapa alasan yang bisa saya deskripsikan adalah sebagai berikut:
1. 21 September 2017 merupakan Tahun Baru Ibrani atau Rosh Hashanah 5778, itu berarti negara Israel telah genap berdiri kembali selama hampir 70 tahun sejak 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708).
"Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara (negara Israel): Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu (satu angkatan sama dengan 70 tahun), sebelum semuanya ini terjadi." - Matius 24:32-34
2. Tanda besar di langit yang sekarang sedang terjadi, yakni Tetrad Blood Moons ke-8 pada 2014 - 2015 merupakan tanda besar "sisi Alpha" atau sisi Tanakh (Perjanjian Lama) sedangkan apa yang dinubuatkan di Kitab Wahyu pasal 12 merupakan tanda besar "sisi Omega" atau sisi Brit Chadasah (Perjanjian Baru) seperti yang pernah dijabarkan dalam tulisan terdahulu (Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X). Namun seorang anak Tuhan yang lain mendeskripsikan dengan lebih rinci lagi mengenai tanda besar sisi Omega tersebut dalam video Youtube berikut ini:
Penjelasan Secara Alkitabiah Sekaligus Secara Ilmiah Mengenai Tanda Besar Wahyu 12
"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan (Virgo) berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang (9 bintang dari gugus Leo, Merkurius, Venus dan Mars, totalnya 12) di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar (Ophiuchus & Serpent), berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh (5 bintang di ekor gugus Serpent, Saturnus, Merkurius, Venus, Bulan dan Matahari, totalnya 10) dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota (Corona Borealis). Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki (Jupiter), yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Libra)." - Wahyu 12:1-5
Menarik sekali bahwa zodiak Ophiuchus (dan Serpent) merupakan zodiak termuda yang ditemukan pertama kali di abad ke-2 Masehi. Dan sejak tahun 2009 banyak astronom di dunia mengakui bukan lagi 12 zodiak (Aries - Pisces) melainkan 13 zodiak, karena Ophiuchus dihitung sebagai zodiak ke-13. Seharusnya bukan kebetulan bahwa Kitab Wahyu pasal 13 menubuatkan bangkitnya Sang Antikristus dengan Nabi Palsunya. Penjelasan ilmiah mengenai zodiak ke-13 Ophiuchus ini dapat Anda baca di situs Suara Pembaruan ini.
Tanda besar sisi Omega ini (Wahyu 12:1-5) akan berlangsung selama tepat satu tahun almanak Ibrani, yakni tepat pada Rosh Hashanah 5778 hingga Rosh Hashanah 5779. Dan semua nubuatan init akan terjadi tepat di atas langit Yerusalem,Israel, yakni sejak 21 September 2017 hingga 10 September 2018.
3. Tahun 2017 juga merupakan 100 tahun dari bebasnya Israel dari penjajahan Ottoman Turki yang runtuh di Perang Dunia I.
4. Tahun 2017 juga merupakan 70 tahun sejak diterbitkannya Resolusi PBB atas berdirinya negara Israel, pada tangga 29 November 1947.
5. Tahun 2017 juga merupakan 50 tahun sejak Yerusalem kembali ke negara Israel melalui Perang Enam Hari di awal Juni 1967, yang juga bersamaan dengan berlangsungnya Tetrad Blood Moons ke-7 (1967 - 1968).
6. Tahun 2017 juga merupakan 500 tahun sejak Reformasi Gereja diinisiasi secara dramatis oleh Martin Luther terhadap Gereja Katholik Roma pada tahun 1517 di Jerman.
Simak juga lanjutan tulisan ini: Yang Dipersingkat
Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation
Pertanyaan berikutnya adalah, apakah setelah 2 tahun nanti Masa Tribulasi Besar ini masih bisa ditahan atau ditunda lagi? Dengan sekian petunjuk sebelumnya disebutkan di atas, hampir bisa dipastikan bahwa masa tersebut sudah tidak dapat ditangguhkan lagi. Apalagi rencana Amerika Serikat dan banyak negara maju di dunia untuk menerapkan RFID Chip secara wajib dan massal kepada seluruh warga negaranya. Maka tujuh masa yang terakhir terakhir dari rangkaian 70 kali tujuh masa yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel pasal 9 akan dimulai sejak 1 Nisan 5777 atau 28 Maret 2017.
Yang paling menarik adalah dalam kotbah hamba-Nya itu disebutkan bahwa Tuhan belum menentukan apakah Rapture akan terjadi sebelum Masa Kesusahan Besar itu (Pre-Trib) atau di tengah Masa Kesusahan Besar itu (Mid-Trib). Di poin ini saya teringat ketika seorang hamba-Nya yang lain, yakni Ev. Yusak Tjipto Purnomo dalam sebuah buku mengatakan bahwa beliau mendapatkan pewahyuan dari Tuhan bahwa Rapture akan terjadi Mid-Trib. Itu berarti dalam 2 tahun lagi Gereja Tuhan akan menempuh sebuah sejarah yang luar biasa dramatis selama (maksimal) 3 - 3,5 tahun berikutnya karena harus berhadapan head to head dengan Sang Antikristus.
Mulai 2017 itu, akan terjadi dua ekstrim situasi yang berlansung secara bersamaan, yakni kegelapan dari Masa Tribulasi Besar dan sekaligus Tsunami Lawatan & Tuaian Besar di Akhir Zaman, keduanya akan paralel berjalan hingga Tuhan menjemput Gereja-Nya di awan-awan (Yesaya 60:8).
Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?
*******
Yang Dipersingkat
"Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat." - Matius 24:21-22
"Waktunya tidak akan lama lagi, tidak sampai lima tahun." - Ev. Yusak Tjipto Purnomo (3 Juni 2009, SHRK - Balai Samudera, Jakarta).
"Saya yakin rapture akan terjadi pada 2009 namun itu tidak terjadi dan saya sangat, sangat kecewa. Pada minggu pertama tahun 2010 Tuhan menjelaskan kepada saya bahwa rapture seharusnya terjadi pada 2009 namun Ia menundanya untuk waktu yang hanya sekejap mata saja. Sejak awal 2010 Tuhan berbicara tentang rapture dengan urgensi yang lebih daripada sebelumnya. Cara-Nya membahas rapture, terkesan bahwa hal itu akan terjadi kapanpun." - Choo Nam Thomas (1 Maret 2010, www.choothomas.org/urgentmessage.html).
Choo Nam Thomas akhirnya wafat pada tanggal 13 April 2013 karena penyakit kanker yang dideritanya tanpa pernah mengalami penggenapan janji Tuhan akan waktu pengangkatan tersebut. Dan kekecewaan beliau akan tertundanya rapture menjadi misteri tersendiri bagi seorang kekasih Tuhan yang begitu nyata buah pelayanan dan kehidupannya.
Beberapa hari yang lalu, setelah memuat tulisan sebelumnya yang berjudul: Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation, Roh Tuhan mengajak saya berdiskusi mengenai waktu rapture. Dan setelah saya teringat dan menyadari fakta-fakta tersebut di atas, Tuhan berbicara demikian, "Nak, ada tertulis bahwa waktunya akan dipersingkat, sebab jika tidak dipersingkat maka tidak ada yang selamat. Namun faktanya adalah beberapa kali Aku sudah menunda waktu-Ku untuk menjemput kalian. Menurutmu, apakah karena Aku berbohong dan tidak menepati Firman-Ku atau selama ini kalianlah yang berpikir terbalik?"
Setelah pertanyaan-Nya yang begitu menggugah selesai disampaikan, detik itu juga saya menyadari bahwa kemungkinan besar waktu rapture akan datang lebih lama daripada yang diduga oleh banyak dari kita sebagai Pasukan-Nya di Akhir Zaman. Untuk membuktikan pernyataan ini, pada tanggal 4 April 2015 lalu saya mencoba melakukan survey sederhana mengenai pendapat pribadi masing-masing orang percaya akan waktu rapture. Pilihan-pilihannya adalah sebagai berikut:
A. Waktu rapture akan terjadi kurang dari 1 tahun lagi.
B. Waktu rapture akan terjadi antara 1 - 3 tahun lagi.
C. Waktu rapture akan terjadi antara 3 - 5 tahun lagi.
D. Waktu rapture akan terjadi lebih dari 5 tahun lagi.
Dari sekitar 100 orang yang menjawab salah satu dari keempat pilihan tersebut, hampir 90% di antaranya memilih A atau B atau C dan TIDAK memilih opsi D. Artinya sebagian besar dari kita yang menantikan waktu pengangkatan tersebut percaya bahwa rapture akan terjadi kurang dari 5 tahun lagi, bahkan beberapa percaya bahwa hal itu akan terjadi di tahun ini juga.
Simak lagi kotbah hamba-Nya, Ev. Mikael Indriati Tjipto:
Pemikiran Terbalik
"Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku." - Yohanes 8:43
Setelah mengetahui melalui seorang nabiah-Nya, Ibu Mikhael Indriati Tjipto bahwa Antikristus dan Masa Tribulasi 7 Tahun masih bisa ditahan 2 tahun lagi sejak 20 Maret 2015 lalu dan Tuhan masih belum menentukan kapan rapture akan terjadi, termasuk apakah itu pre-tribulation atau mid-tribulation, Tuhan mulai menyingkapkan lebih lanjut kekeliruan yang selama ini terjadi bertahun-tahun di antara kita mengenai waktu rapture tersebut:
"Kalian Bahtera dan Gereja-Ku diajak mendeklarasikan untuk membangun lebih dari 3 juta orang pasukan-Ku dan menuai 5 milyar jiwa, namun kalian juga mengharapkan Aku datang menjemput kalian secepatnya. Apakah kalian sungguh punya muka untuk memandang wajah-Ku di awan-awan sedangkan pada saat yang sama mata-Ku harus memandang dengan nanar begitu banyak dari mereka yang akan tertinggal dan terhilang?
"Ketika Aku mewahyukan kepada hamba-Ku, Yusak Tjipto, bahwa rapture adalah mid-tribulation, maka kalian otomatis berpikir bahwa itu akan terjadi tepat di tengah Masa Tribulasi 7 Tahun. Masing-masing tepat tiga setengah tahun sebelum dan setelah rapture. Sekarang bagaimana kalau Aku nanti tunda lagi 1 atau 2 tahun dari tiga setengah yang pertama itu? Sehingga yang ada adalah 2,5 tahun atau bahkan hanya 1,5 tahun waktu yang tersisa bagi mereka yang tertinggal setelah Aku datang menjemput kalian.
"Sekarang apakah kalian mengerti sisi waktu yang mana yang Aku maksud hendak Aku persingkat dengan orang-orang pilihan-Ku? Kalian masih mengira bahwa Aku mempersingkat waktu dari sisi sekarang hingga rapture nanti, padahal rapture telah Aku tunda beberapa kali, sedangkan Aku masih terus mengusahakan supaya sesedikit mungkin yang binasa dan sebanyak mungkin yang selamat."
Betapa ironinya cara berpikir kita selama ini, bahwa sesungguhnya yang hendak dipersingkat adalah sisi waktu dari rapture hingga selesainya Masa Tribulasi 7 Tahun, yang ditandai dengan Kedatangan Anak Manusia yang kedua kalinya dan Perang Armageddon. Itu berarti sangat besar kemungkinan waktu kita untuk head to head dengan Antichrist di Masa Tribulasi akan lebih dari 3,5 tahun, atau masih lebih dari 5,5 tahun dari sekarang, bahkan masih 6,5 - 8,5 tahun dari sekarang. Tergantung apakah cawan tuaian jiwa-jiwa itu terisi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diharapkan.
Dengan demikian, besar kemungkinan generasi kita ini akan menyaksikan Bait Suci ke-3 dibangun, bahkan diduduki oleh Manusia Pendurhaka itu. Termasuk bahwa kita juga akan menyaksikan Dua Saksi Elohim mulai bertugas di Bumi sebelum rapture terjadi seperti yang dinubuatkan dalam Wahyu 11.
Dua Garis Pertandingan Iman
Saya menyadari bahwa kemungkinan tulisan dan pewahyuan kali ini akan sulit diterima oleh sebagian besar orang percaya dan bahkan menjadi kontroversi tersendiri, terutama bagi mereka yang telah begitu menantikan rapture. Namun kita harus menyadari bahwa kita sedang berada dalam peperangan besar, panjang dan semakin intens di antara dua kerajaan, yakni Kerajaan Tuhan dan kerajaan kejahatan. Kedua pihak bertanding dan berpacu dengan waktu.
"Pada saat-saat seperti ini, kalian harus menyadari bahwa Garis Awal pertandingan iman kalian dimulai dengan apa yang tertulis di Yohanes 3:16, sebab memang semua berawal dari Bapa. Namun Garis Akhir pertandingan ini adalah apa yang tertulis di 1 Yohanes 3:16."
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." - Yohanes 3:16
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." - 1 Yohanes 3:16
Jadi Garis Akhir pertandingan kita sesungguhnya adalah dengan wajib menyerahkan seluruh kehidupan kita selama ini hingga seluruh cawan tuaian jiwa-jiwa terpenuhi baik dengan menahan kehadiran Sang Pendurhaka maupun ketika harus head to head dengannya. Save the lost at any cost.
Pewahyuan ini hanya dapat dibatalkan kalau memang rapture ternyata terjadi dalam kurang dari 2 tahun lagi. Namun adalah bijak untuk sejak dini menyadari bahwa segala sesuatu adalah mungkin, termasuk menyadari apa yang tertulis sebagai Garis Akhir pertandingan kita.
Metusalah
Perhatikan dengan seksama kesepuluh nenek moyang pertama dari orang-orang benar, yakni dari Adam hingga Nuh. Semua anak masih hidup ketika semua ayah mereka wafat, kecuali Metusalah, karena ia melihat ayahnya, Henokh, terangkat dan ia harus menyaksikan anaknya Lamekh wafat di usia ke-777 tahun sebelum dia wafat dan air bah datang. Sedangkan Metusalah sendiri memiliki usia paling panjang di antara kesepuluh nenek moyang kita, yakni 969 tahun.
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." - Matius 24:37
Tuhan selalu berikan kesempatan yang terbanyak dan terpanjang untuk kita bertobat dan berjalan seirama dengan hati-Nya sehingga lolos dari kesusahan besar. Itu sebabnya Ia hendak mempersingkat jarak antara rapture dengan akhir Masa Tribulasi Besar, sebab Ia tahu bahwa pada masa itu tidak banyak yang bisa bertahan dan selamat.
Adalah bagian kita untuk memberi respon dengan tepat sesuai kehendak-Nya sejalan dengan kesempatan yang terus diberikan. Waktu-waktu ini memang sudah "injury time" bagi kita semua, namun ketika Tuhan hendak memberikan kesempatan lebih lagi, adakah kita hendak sepakat dengan-Nya atau malah bersikap seperti Yunus kepada Niniwe?
Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
Aku ini mencari orang yang ketika Aku wahyukan apapun bahkan ketika Aku telanjang di depannya sekalipun, Aku tidak perlu khawatir orang itu akan mencuri kemuliaan-Ku.
*******
5777 & 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan
Sore ini tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya akan berita atas kejatuhan beberapa hamba Tuhan senior yang sempat saya terima beberapa hari sebelumnya, dan sambil mengingat kembali akan hal itu, saya bergumam, "Tuhan, inikah akhir dari Zaman Anugerah itu? Inikah akhir dari Pemerintahan-Mu melalui Gereja-Mu?"

Dan tiba-tiba Roh Kudus-Nya mengingatkan kembali mengenai tahun 5777 (dimulai saat matahari terbenam tanggal 2 Oktober 2016) & 2017 nanti. Bahwa kepada saya pribadi, Tuhan menyebut tahun tersebut sebagai Tahun Lembah Penentuan. Ps. Steve Cioccolanti menyebutnya sebagai The Mega Prophetic Year. Berikut ini beberapa alasannya:
1. 2017 merupakan Tahun Yobel spesial, yakni genapnya 50 tahun re-unifikasi Kota Kuno Yerusalem (Timur) dengan negara Israel.
2. 2017 juga genapnya 70 tahun resolusi PBB untuk berdirinya kembali negara Israel, 29 November 1947, yang disusul dengan pernyataan resmi atas berdaulatnya negara tersebut pada 14 Mei 1948.
3. 2017 juga berbicara tentang genap 100 tahun runtuhnya kekuasaan Ottoman Turki yang telah menguasai Kota Kuno Yerusalem selama 400 tahun sebelumnya. Turki mulai menduduki Yerusalem dan Israel sejak tahun 1517.
4. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah 2017 merupakan genapnya 500 tahun Reformasi Gereja yang diprakarsai oleh Martin Luther.
Saya percaya bukan kebetulan bahwa tahun 1517 merupakan tahun yang sama ketika Yerusalem dan Israel mulai dikuasai oleh Ottoman Turki dan sekaligus bertepatan berakhirnya Masa Kegelapan Gereja yang diawali dengan gerakan reformasi oleh Martin Luther tersebut.
Kita harus memahami bahwa Israel dan Gereja merupakan "dua sisi koin" yang takkan terpisahkan, yang memiliki legalitas sedemikian rupa atas perjanjian (covenant) antara Tuhan dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Jadi sesungguhnya tidaklah mengherankan dan bukan sebuah kebetulan jika Tuhan menyebut tahun 5777 dan 2017 sebagai Tahun Lembah Penentuan.
"Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu! Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!" - Yoel 3:11-14

Jadi apa yang menjadi prioritas untuk disadari menjelang detik-detik yang paling menentukan ini? Dari sejak saat ini masih ada sekitar 1 - 1,5 tahun bagi Gereja Tuhan. Angka 5 memiliki makna anugerah dan kasih karunia, sedangkan angka 50 memiliki arti Yobel, pembebasan, pelipatgandaan anugerah. Namun 500 tahun Reformasi Gereja merupakan puncak kegenapan bagi Gereja Tuhan memerintah bersama dengan Tuhan di bumi ini.
Pertanyaannya, apakah Gereja Tuhan telah memiliki tuaian yang cukup dan buah yang lebat bersamaan dengan genapnya 500 tahun itu? Karena ketika 500 tahun ini tergenapi, maka genaplah masa bagi Gereja Tuhan mengisi Cawan Kebaikan atau Cawan Jiwa-Jiwa atau Cawan Injil. Dan adalah tanggung jawab Gereja Tuhan untuk penentuan atau penghakiman itu tidak sampai pada sebuah kata final, "Ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan," karena tuaian dan buah yang ada jauh dari yang diharapkan.
Saya bersyukur sebab selama belasan tahun terakhir ini di berbagai belahan dunia dan melalui berbagai cara Tuhan yang begitu ajaib, kegerakan Roh Tuhan atau yang juga disebut Pentakosta Ketiga sudah semakin meningkat, dan tuaian juga semakin banyak. Namun apakah sampai saat ini Gereja Tuhan semakin mendekati standar yang Tuhan harapkan atau justru semakin jatuh menjauh karena lengah dan terlena oleh berbagai distorsi?
Sungguh di roh saya merasakan ada urgensi besar, sebuah penentuan final bagi Gereja Tuhan menjelang genapnya 500 tahun Reformasi Gereja di 2017 nanti.
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
****************
5778 - 2018 Dalam Sekilas Perenungan: Back To The Age Of Law
Setahun yang lalu saya telah menyampaikan bahwa tahun Ayin Zayin 5777 - 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan atau juga disebut sebagai akhir dari Zaman Anugerah (The Age Of The Grace).

Secara pribadi, Tuhan mewahyukan kepada saya bahwa 5777 dan 2017 ini merupakan Tahun Lembah Penentuan atau Tahun Lembah Jehoshaphat (Yosafat) seperti yang tertulis dalam Kitab Yoel pasal 3. Dan sungguh Tuhan memberikan tanda yang amat signifikan akan hal ini melalui Resolusi PBB No. 2334 pada 23 Desember 2016 mengenai Two State Solution untuk membagi kota suci Yerusalem kepada pihak Palestina. Dan untuk pertama kalinya Amerika Serikat pada akhir pemerintahan Presiden Barack Obama tidak melakukan veto atas keputusan PBB yang mengerikan itu.
Walaupun status dari keputusan itu saat ini tidak jelas kepastiannya karena Presiden Donald Trump justru bersikap sangat kontra dengan keputusan PBB itu. Namun keputusan PBB ini sungguh menjadi konfirmasi tersendiri sesuai dengan yang tertulis dalam nubuatan-Nya,
"Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku." - Yoel 3:2
Dan bukan hanya itu PBB saja yang mengkonfirmasi mengenai Tahun Lembah Jehoshaphat dan akhir dari Zaman Anugerah ini. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh dua hamba Tuhan lainnya yang saya ketahui, yakni:
1. Prophet Sadhu Sundar Selvaraj, dalam kotbah awal tahun 2017 yang bisa Anda cermati di Youtube (2017 Prophetic Fulfillment - Episode 16). Dalam video berdurasi lebih dari 29 menit itu, beliau menyampaikan bahwa ketika Masa Anugerah (The Age Of Grace) ini berakhir maka kita akan kembali kepada Masa Hukum (Taurat), The Age Of Law. Ini sungguh akan menjadi bencana bagi mereka yang selama ini tidak sungguh-sungguh berjalan dengan Tuhan.
Kembali kepada The Age Of Law bukan berarti bahwa Injil tidak berlaku dan semua harus mengikuti pola hidup yang tertulis dalam Taurat. Namun hal ini berbicara tentang konsekuensi yang bisa terjadi jika kita masih terus mengabaikan didikan dan disiplin yang Tuhan kehendaki kepada masing-masing anak-anak-Nya.
Jangan lupa bahwa Hukum Taurat hanya melarang perzinahan badaniah sedangkan Injil menyatakan bahwa barangsiapa memandang seorang perempuan serta menginginya dengan hawa nafsu maka ia sudah dianggap berzinah. Dan apa yang tertulis di Injil itu tetap berlaku walaupun Masa Anugerah sudah tidak berlaku lagi. Maka sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus,
"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya." - 2 Petrus 3:11-12
Maka anak-anak & Gereja Tuhan yang selama ini tidak memiliki pergaulan yang personal dengan Roh Kudus, yang masih menghindari bahkan mengabaikan didikan Tuhan, atau bahkan yang masih bermain-main dengan dosa, pada waktunya akan menghadapi perkara-perkara yang begitu berat, bukan karena Tuhan yang menjadi kejam, namun sebagian besar telah menyia-nyiakan Masa Anugerah, terutama untuk membangun manusia batiniah mereka.
2. Rabbi Amram Vaknin, ini merupakan rabbi Judaism yang masih belum mengakui bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Pada malam Minggu 4 Februari 2017 lalu, beliau mendapatkan penglihatan bahwa ada 5 Gerbang Anugerah di Sorga namun 4 gerbangnya telah tertutup dan hanya 1 gerbang yang terbuka, itupun karena Nabi Elia yang menahan agar pintu gerbang tersebut tidak tertutup. Sumber berita dalam bahasa Inggris: Mystic Rabbi Visited by Prophet Elijah With Message: “Four Gates Are Closed, But One is Open”.
Sekarang kita memiliki kesaksian dari dua sisi, yakni dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dari pihak orang Israel maupun pihak gentiles / goyim. Dan betapa ajaib serta seriusnya Tuhan memperingatkan semua orang, terutama Gereja sebagai umat pilihan dan Israel sebagai bangsa pilihan. Namun berapa banyak yang benar-benar meresponi peringatan ini dengan benar?
Pada Oktober 2015 setelah bulan darah ke-4 dari Tetrad Blood Moons yang terakhir, Rabbi Vaknin melihat bahwa akan ada pertumpahan darah dari pihak Israel dan penglihatan tersebut terbukti akurat. Gelombang kekerasan dari pihak Palestina terjadi dalam sekian minggu berikutnya. Terjadi hampir seribu insiden penusukan dan penembakan kepada warga Israel yang mengakibatkan 650 korban luka dan 47 korban tewas.
Di akhir penglihatan terbarunya itu, Rabbi Vaknin melihat Nabi Elia berkata, "Dari besar menjadi kecil." Artinya bahwa anugerah yang tadinya begitu limpah sedang mengecil, terutama pada injury time atau masa dispensasi ini. Kesaksian dua hamba Tuhan ini makin meneguhkan kita semua bahwa memang 2017 ini merupakan akhir dari Masa Anugerah dan mungkin di tahun ini juga atau tahun depan maka Masa Tribulasi Besar selama 7 tahun itu akan dimulai.
"Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah." - Yohanes 8:17
"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan." - Ulangan 19:15
Chet & Tulah Kesepuluh
Tahun berikutnya setelah Ayin Zayin 5777 adalah Ayin Chet 5778. Chet merupakan huruf ke-8 dalam alfabet Ibrani, yakni terdiri huruf Vav (6) di sisi kanan dan huruf Zayin (7) di sisi kiri dan disatukan oleh sebuah penghubung atau tudung (chuppah) dan kesatuan dari tiga bagian tersebut membentuk sebuah gerbang atau ambang pintu. Hal ini mengingatkan kita pada peristiwa Paskah pertama dalam sejarah,
"Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya." - Keluaran 12:7
"Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." - Keluaran 12:12-13
Apa yang bisa kita tarik dari semua perkara tersebut ini? Diawali dengan berakhirnya Zaman Anugerah dan kembali ke Zaman Hukum dan memasuki sebuah tahun yang dilambangkan dengan ambang pintu yang dibubuhi darah, apa yang sesungguhnya hendak Tuhan sampaikan kepada kita?
Ketika saya merenungkan semuanya ini, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, "Nak, masuk 5778 butuh membubuhkan darah pada ambang pintu, namun darahnya bukan Darah-Ku, melainkan darah kalian."
Dan di saat yang sama saya teringat apa yang ada tertulis dalam Kitab Wahyu, "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." - Wahyu 12:10-11
Tulah kesepuluh akan datang dan barangsiapa yang selama ini berjalan dengan Tuhan dengan sikap hati tidak mengasihi nyawanya sendiri bahkan sampai ke dalam maut maka ia akan selamat. Namun barangsiapa yang selama ini begitu mengasihi nyawanya sendiri dan cenderung kompromi dengan dosa, cinta akan kebenaran dirinya sendiri dan terus memparadekan kebanggaannya yang semu itu, maka kematian atas kesulungannya akan menimpa mereka.
Apakah bentuk kematian atas kesulungan itu? Apapun yang menjadi berhala tiap-tiap orang, apapun yang diprioritaskan hati orang itu lebih daripada Tuhan, apapun yang selama ini menjadi sandaran hatinya selain Tuhan dan kehendak-Nya, itulah yang akan dihabisi Tuhan atas orang itu. Dan jika hal itu telah menimpa terhadap umat dan Gereja Tuhan, maka pilihannya hanya dua, bertobat dengan sepenuh hati atau keluar dari Rumah Tuhan, seperti Yudas Iskariot keluar dari hadirat Tuhan dan langsung dirasuk Iblis (Lukas 22:3).
Iblis kalah hanya dengan dua hal, yakni oleh darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian Gereja. Namun ini bukan sekedar perkataan kesaksian biasa yang kuasanya sejajar dengan darah Anak Domba, melainkan kesaksian karena tidak mengasihi nyawa sendiri bahkan sampai ke dalam maut. Hal ini mengingatkan kita kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dengan lantang menghardik raja Nebukadnezar,
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." - Daniel 3:16-18
Ini adalah perkataan yang sangat keras sampai Nebukadnezar naik pitam dan memerintahkan untuk dapur api itu dipanaskan tujuh kali lipat. Namun sikap ketiga remaja Yahudi inilah yang Tuhan cari dari umat dan Gereja-Nya, yakni sekalipun Tuhan tidak menolong, kita tetap setia kepada-Nya, bahkan sekalipun nyawa maupun ego kita yang menjadi harganya.
Kegelapan Mendahului Kematian
Pewahyuan tulah kematian kesulungan duniawi pada Ayin Chet 5778 bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Tepat sebulan sebelum kita memasuki Rosh Hashanah 5778 (21 September 2017), yakni pada tanggal 29 - 30 Av 5777 atau 21 - 22 Agustus 2017 akan terjadi gerhana matahari total yang dikenal sebagai Great American Eclipse, yang akan melintasi Amerika Serikat dari barat ke timur, melintasi 12 negara bagian (Oregon, Idaho, Wyoming, Montana, Kansas, Missouri, Illinois, Kentucky, Tennessee, North Carolina, South Carolina dan Georgia).
Bukankah pada zaman Musa tulah kegelapan (tulah kesembilan) mendahului tulah kematian kesulungan (tulah kesepuluh)? Apalagi tradisi Yahudi mengatakan bahwa gerhana matahari merupakan tanda adanya malapetaka besar yang akan menimpa bangsa-bangsa (goyim). Sungguh semua perkara ini bukanlah sebuah kebetulan.
Pertanyaannya adalah, apakah hidup kita saat ini telah menghasilkan "darah" kesaksian untuk cukup dibubuhkan di atas ambang pintu (Chet) supaya tulah kematian itu tidak ikut menimpa kita? Apakah kita telah hidup sebagai martir Kristus dengan menyangkali dan menyalibkan diri sendiri demi perkenan Tuhan terus selalu ada? Sebab Zaman Anugerah akan segera berlalu dan jika nanti kita masih beroleh hidup itu sungguh karena adanya dispensasi khusus di masa tenggat (injury time) yang amat singkat.
Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.
******************
Tetrad Blood Moons
"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu." - Yoel 2:31
"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu." - Kisah Para Rasul 2:20
"Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah." - Wahyu 6:12
Berikut ini adalah Tetrad Blood Moon (4 Gerhana Bulan berturut-turut yang bertepatan dengan perayaan Paskah dan Sukkot) yang terjadi pada Masa Masehi:

Tetrad Blood Moons #1
17 April 162 (15 Nisan 3922)
11 Okt 162 (15 Tishri 3923)
6 April 163 (16 Nisan 3923)
30 Sept 163 (16 Tishri 3924)
Tetrad Blood Moons #2
9 April 795 (11 Nisan 4555)
3 Okt 795 (11 Tishri 4556)
28 Maret 796 (10 Nisan 4556)
21 Sept 796 (10 Tishri 4557)
Tetrad Blood Moons #3
30 Maret 842 (11 Nisan 4602)
23 Sept 842 (11 Tishri 4603)
19 Maret 843 (10 Nisan 4603)
12 Sept 843 (10 Tishri 4604)
Tetrad Blood Moons #4
9 April 860 (11 Nisan 4620)
3 Okt 860 (11 Tishri 4621)
30 Maret 861 (11 Nisan 4621)
22 Sept 861 (140 Tishri 4622)
Tetrad Blood Moons #5
2 April 1493 (6 Nisan 5253)
25 Sept 1493 (5 Tishri 5254)
22 Maret 1494 (6 Nisan 5254)
15 Sept 1494 (6 Tishri 5255)
Tetrad Blood Moons #6
13 April 1949 (14 Nisan 5709)
7 Okt 1949 (14 Tishri 5710)
2 April 1950 (15 Nisan 5710)
27 Sept 1950 (16 Tishri 5711)
Tetrad Blood Moons #7
24 April 1967 (14 Nisan 5727) - sehari sebelum Paskah 5727
18 Oktober 1967 (14 Tishri 5728) - sehari sebelum Sukkot 5728
13 April 1968 (15 Nisan 5728) - Paskah 5728
6 Oktober 1968 (14 Tishri 5729)- sehari sebelum Sukkot 5729
Tetrad Blood Moons #8 (akan terjadi)
15 April 2014 (15 Nisan 5774) - Paskah 5774
8 Oktober 2014 (14 Tishri 5775) - sehari sebelum Sukkot 5775
4 April 2015 (15 Nisan 5775) - Paskah 5775
28 September 2015 (15 Tishri 5776) - Sukkot 5776
8 kali Tetrad Blood Moons sejak zaman Tuhan Yesus datang ke dunia, mungkinkah menandakan genapnya Zaman Kasih Karunia? Pada 2014 & 2015 ada Tetrad Black Suns (Gerhana Matahari) yang semuanya jatuh pada tanggal 29 menurut penanggalan Yahudi:

29 April 2014 - Gerhana Matahari Total - 29 Nisan 5774, 14 hari setelah Gerhana Bulan
23 Oktober 2014 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Tishri 5775, 15 hari setelah Gerhana Bulan
20 Maret 2015 - Gerhana Matahari Total - 29 Adar 5775, 15 hari sebelum Gerhana Bulan
13 September 2012 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Elul 5775 (malam tahun baru Rosh Hashanah - 1 Tishri 5776 jatuh pada keesokan harinya), 15 hari sebelum Gerhana Bulan
Tetrad Blood Moons merupakan signs in heaven dari sisi Alpha (Tanakh / Perjanjian Lama)sedangkan masih ada signs in heavens dari sisi Omega (Brit Chadasah / Perjanjian Baru), apakah itu? Yakni yang tertulis dalam Kitab Wahyu pasal 12. Kapan dan bagaimana signs in heaven sisi Omega terjadi? Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X dan Pre-Tribulation Atau Mid-Tribulation
Pola 1948
Jika kita perhatikan lebih teliti lagi, Tuhan memakai pola yang luar biasa tepat, yakni Pola 1948:
1. Jarak antara Tetrads ke-2 (tahun 795) dengan Tetrads ke-3 (tahun 843) dan jarak antara Tetrad ke-7 (tahun 1967) dengan Tetrads ke-8 (tahun 2015 mendatang) adalah 48 tahun.
2. Sedangkan jarak antara Tetrads ke-3 (tahun 842) dengan Tetrads ke-4 (tahun 861) dan jarak antara Tetrads ke-6 (tahun 1949) dengan Tetrads ke-7 (tahun 1968) adalah 19 tahun.
3. Negara Israel kembali berdiri pada tanggal 14 Mei 1948 (5 Iyyar 5708). Jika kita jumlahkan angka 19 dengan angka 48, hasilnya adalah 67. Dan 67 tahun kemudian dari tahun 1948 adalah tahun 2015. Di tahun yang sama, Indonesia genap 70 tahun.
******************
Jurnal SHRK September 2012 - Hari Ke-1
Firman hari ini berisi sebuah hasil penelitian yang dikutip dari sebuah buku yang ditulis oleh Ps. Steve Cioccolanti, seorang hamba Tuhan keturunan Thailand dari Australia.
"Berfirmanlah Allah: 'Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.' Dan jadilah demikian." - Kejadian 1:14-15
Kata "masa-masa" dalam bahasa Ibrani (mo-ed) dapat diartikan juga sebagai perayaan-perayaan (feasts). Jadi sejak awal Tuhan telah menunjukkan adanya kaitan antara benda-benda penerang dengan perayaan-perayaan. Berbicara mengenai perayaan-perayaan itu sendiri, bangsa Yahudi memiliki berbagai perayaan dan dari sekian banyaknya perayaan tersebut, ada 2 perayaan yang sangat fundamental, yaitu Paskah (Passover atau Pesach) yang selalu jatuh pada bulan Maret atau April (tanggal 15 bulan Nisan) dan Sukkot (Hari Raya Tabernakel) yang selalu jatuh pada bulan September atau Oktober (tanggal 15 bulan Tishri).
Perayaan Paskah seperti kita ketahui adalah perayaan keluarnya bangsa Yahudi dari tanah Mesir di zaman Perjanjian Lama sekaligus digenapi oleh Yesus Kristus dengan Penebusan Dosa di zaman Perjanjian Baru. Paskah dapat dikatakan sebagai Tahun Baru bangsa Yahudi secara religius, sedangkan Rosh Hashanah merupakan Tahun Baru bangsa yahudi secara sipil. Selain itu, Hari Raya Tabernakel atau Pondok Daun yang ditandai dengan daun palem yang dilambaikan oleh orang-orang dirayakan tiap 14 hari setelah Rosh Hashanah sebagai peringatan akan hasil panen.
"Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas." - Yoel 2:30-32
"Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." - Kisah Para Rasul 2:20-21
"Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya." - Matius 24:29-30
"Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah."
- Wahyu 6:12
"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka." - Wahyu 7:9
Berulang kali Tuhan melalui firman-Nya memberikan tanda waktu (perayaan) melalui benda-benda penerang berkaitan dengan Hari Tuhan yaitu matahari yang menjadi gelap dan bulan yang berwarna merah darah, yang tidak lain adalah Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Dan berikut ini adalah data Tetrad Blood Moons (4 Gerhana Bulan berturut-turut yang bertepatan dengan perayaan Paskah maupun Sukkot) disertai dengan kejadian bersejarah yang terjadi dengan bangsa Israel:
Tahun 1492, bangsa Yahudi dianiaya dan diusir dari Spanyol oleh penguasa Katolik pada saat itu dan mereka menemukan benua baru yaitu Amerika, yang kemudian menjadi sekutu utama bangsa Israel hingga hari ini. Dan Tetrad terjadi pada tanggal-tanggal:
2 April 1493 - Paskah 5253
25 September 1493 - Sukkot 5254
22 Maret 1494 - Paskah 5254
15 September 1494 - Sukkot 5255
Tidak ada lagi Tetrad Blood Moon lainnya di abad ke-16 hingga abad ke-19 (awal tahun 1500-an hingga akhir 1800-an).
14 Mei 1948, bangsa Israel resmi berdiri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Dan terjadi kembali Tetrad pada tanggal-tanggal:
13 April 1949 - Paskah 5709
7 Oktober 1949 - Sukkot 5710
2 April 1950 - Paskah 5710
27 September 1950 - Sukkot 5711
Juni 1967, Israel mengambil kendali dan kedaulatan penuh atas kota Yerusalem. Dan terjadi Tetrad pada tanggal-tanggal:
24 April 1967 - Paskah 5727
18 Oktober 1967 - Sukkot 5728
13 April 1968 - Paskah 5728
6 Oktober 1968 - Sukkot 5729
Tetrad berikutnya akan terjadi pada tanggal-tanggal:
15 April 2014 - Paskah 5774
8 Oktober 2014 - Sukkot 5775
4 April 2015 - Paskah 5775
28 September 2015 - Sukkot 5776
Pertanyaannya, kejadian besar apakah yang akan menimpa bangsa Israel di sekitar Tetrad tersebut? Ada dugaan bahwa tidak lama lagi peresmian Bait Allah ke-3 terjadi dan tidak lama setelah itu terjadi pengkhianatan perjanjian oleh sang Antikristus dengan menduduki serta menyatakan dirinya ialah Allah.
Pada tahun 2014 dan 2015 pun akan terjadi dua kali Gerhana Matahari yaitu:
29 April 2014 - Gerhana Matahari Total - 29 Nisan 5774
23 Oktober 2014 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Tishri 5775
20 Maret 2015 - Gerhana Matahari Total - 29 Adar 5775
13 September 2015 - Gerhana Matahari Parsial - 29 Elul 5775 (malam tahun baru Rosh Hashanah - 1 Tishri 5776 jatuh pada keesokan harinya)
"'Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.' Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 'Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.' 'Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.' Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia." - Lukas 21:25-38
2015 - Masa Final
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, waktu Pengangkatan Gereja (Rapture) merupakan hal yang paling misterius dan amat menarik untuk dibahas dan diselidiki. Padahal Tuhan telah berfirman bahwa hal itu hanyalah milik Allah Bapa saja. Namun kita tak dapat menutup mata bahwa kesudahan akan semuanya ini akan tiba dalam waktu yang sangat singkat. Memang kita tidak mengetahui kapan buah itu jatuh dari pohonnya, namun musim menuai tampak jelas di depan mata.
Entah bagaimana saya dapat menjelaskannya dengan baik dan benar bahwa jangka 2012 hingga 2015 adalah tahun-tahun penentuan bagi Gereja Tuhan dan dunia. Dan saya menganggap tahun 2015 merupakan puncak acara yang ditutup dengan Pengangkatan Gereja sebelum dilanjutkan dengan babak baru yaitu Masa Pemerintahan Antikristus dan Kerajaan Seribu Tahun. Berikut ini adalah beberapa (teori) pemikiran yang menjadi pertimbangan bahwa tahun 2015 merupakan tahun final. Disebut final karena dianggap sebagai tahun dimana kejadian pengangkatan Gereja Tuhan secara korporat akan terjadi. Tulisan ini masih amat kasar dan penuh dengan spekulasi, namun saya yakin bahwa beberapa (teori) pemikiran ini masih bisa menjadi pertimbangan bagi kita semua.
Indonesia Yang Hingga 70 Tahun Saja
Namanya Djuyoto Suntani, sekitar 4 tahun lalu membuat geger dengan prediksinya, dan tahun 2008 prediksi tersebut dikenal secara luas melalui buku karangannya yang berjudul "Tahun 2015 Indonesia Pecah" dan isinya cukup menarik. Dijabarkan bahwa bubarnya Indonesia pada usia 70 tahun merupakan siklus yang ke-3 kalinya. Indonesia yang sekarang awalnya adalah Kepulauan Nusantara yang awalnya terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil hingga pada abad ke-6 dan ke-7 Masehi dipersatukan dalam sebuah pemerintahan yang kuat bernama Kerajaan Sriwijaya. Namun tak lama setelah mencapai zaman keemasannya - sekitar 70 tahun berdiri - Kerajaan Sriwijaya mengalami perpecahan hebat. Dan Kepulauan Nusantara kembali menjadi kerajaan-kerajaan kecil.
Tujuh abad kemudian, sekitar abad 13 muncul sebuah kerajaan yang lebih hebat dan sangat legendaris, yang mampu mempersatukan, bukan saja Kepulauan Nusantara, namun berpengaruh hingga ke China dan Mongolia, itulah Kerajaan Majapahit. Usianya pun tak jauh beda dengan Kerajaan Sriwijaya, sekitar 70 tahun juga. Dan setelah itu kekuasaannya terpecah menjadi berbagai kerajaan. Hingga akhirnya tujuh abad berikutnya, di abad ke-20, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, Kepulauan Nusantara secara hukum dipersatukan kembali dalam satu pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 70 tahun setelah tahun 1945 jatuh di tahun 2015. Dan Indonesia disebut karena Indonesia adalah Ujung Bumi (tepatnya Papua) yang dimaksud Tuhan dan ditetapkan menjadi awal dari Penuaian Besar & Gelombang Akhir sampai kembali ke Yerusalem.
7 Tahun Kelimpahan Yang Berakhir Di 2015
Tepatnya tanggal 27-28 September 2008, pasar saham Dow Jones anjlok sebanyak 777,68 poin. Hari itu juga bertepatan dengan perayaan Rosh Hashanah 5769 (Tahun Baru Yahudi). Dunia mengalami krisis ekonomi untuk keenam kalinya, setelah yang pertama terjadi di tahun 1928 dan krisis Asia 1997-1998 dihitung sebagai yang ke-5. Sebagai informasi tambahan, semua krisis tersebut dimulai di hari Senin.
Melihat fenomena tersebut, seorang nabi-Nya diberi pengertian oleh Tuhan bahwa sejak saat itu, seluruh kekuatan ekonomi dan kuasa dunia digeser oleh-Nya dari tangan orang-orang dunia kepada otoritas gereja yang berkenan terhadap kedaulatan-Nya. Selanjutnya, gereja-gereja tersebut akan berperan sebagai Yusuf-Yusuf di Akhir Zaman selama 7 tahun masa kelimpahan, yang akan berakhir sekitar akhir September 2015. Sejak peristiwa Reformasi Gereja 1517 oleh Martin Luther, ekonomi dunia diserahkan kepada dunia sekuler selama 490 tahun (70 kali 7 masa) hingga tahun 2007. Saat itu pun merupakan puncak dari kejayaan "semu" ekonomi dunia, khususnya Amerika Serikat.
Pada 7 tahun kelimpahan tersebut dibagi dua tahap yaitu 3 tahun persiapan yang berarti akan berakhir di tahun 2011 ini dan 4 tahun penuaian hingga tahun 2015. Setelah semuanya itu, dunia akan memasuki Masa Kesengsaraan Besar yang dikenal juga dengan sebutan The Great Tribulations. Dan pada saat itulah kemungkinan pengangkatan gereja terjadi serta pemerintahan Antikristus ditegakkan.
Penglihatan Choo Thomas Akan Rapture
Di buku Surga Itu Nyata (Heaven Is So Real) disebutkan bahwa pada tahun 1996 Choo Thomas mendapatkan penglihatan akan Rapture dimana beliau melihat kedua cucunya yang saat itu masing berusia 1 tahun dan baru lahir beberapa waktu dan saat Pengangkatan Gereja keduanya telah menjadi remaja (teenage). Mari kita menghitung berdasarkan petunjuk kecil ini, bahwa cucunya yang termuda (yang lahir tahun 1996) menginjak masa remaja (teenage) dan usia remaja adalah 13-19 (thirteen - nineteen). 13 tahun setelah tahun 1996 adalah tahun 2009, itulah mengapa tahun 2009 banyak Gereja Tuhan menggembar-gemborkan Pengangkatan Gereja namun ditunda oleh Tuhan sendiri.
Namun entah mengapa saya meyakini bahwa penglihatan yang dialami Choo Thomas bukan penglihatan biasa, tapi sebagai sebuah janji Tuhan kepada kita semua. Batas akhir dari usia remaja (teenage) adalah 19 tahun. Dan 19 tahun setelah tahun 1996 adalah tahun 2015.
Pengeran William Dan Jati Diri Antikristus
Saat ini Eropa sedang dilanda krisis ekonomi massal dan tampaknya takkan surut hingga semua kerajaan di Eropa runtuh kecuali kekuasaan Vatikan & Monarki Inggris yang diyakini oleh sebagian orang percaya sebagai pasangan Sang Antikristus dengan Nabi Palsunya. Inggris merupakan bagian dari Uni Eropa, namun mata uang Pound Sterling tetap dipertahankan dan tidak dileburkan ke dalam Euro Dollar. Jadi kemungkinan saat ekonomi Eropa runtuh bersamaan dengan runtuhnya Babel, Inggris melalui kuasa Antikristus akan mulai menguasai Eropa & dunia.
Jati diri Pangeran William memiliki cerita dengan keunikan tersendiri. Seorang ilmuwan bernama dr. Joye berpendapat bahwa Sang Pangeran bukanlah seorang manusia normal, melainkan hasil kloning yang sukses antara sel telur Putri Diana dengan DNA dari Shroud of Turin (Kain Kafan Tuhan Yesus) yang sampai sekarang masih disimpan oleh Vatikan. Pangeran Charles yang jauh lebih mencintai Putri Camilla harus menikahi Putri Diana sebagai sebuah tugas yang harus diemban ketimbang untuk mewujudkan rasa cintanya. Sementara tekanan mental yang dirasakan Putri Diana bukan karena perlakuan Pangeran Charles yang dingin namun lebih karena identitasnya sebagai ibu yang melahirkan Sang Antikristus (sebuah nasib yang sama sekali bertolak belakang dengan Bunda Maria yang melahirkan Kristus).
21 Juni 1982 adalah hari kelahiran Pangeran William, tahun depan usianya genap 30 tahun dan di tahun 2015 usianya genap 33 tahun (usia yang diperkirakan sama dengan usia Tuhan Yesus menuntaskan tugas-Nya di kayu salib). Uniknya, menurut rumor, Ratu Elizabeth II yang masih memegang tahta, memiliki ambisi untuk memecahkan rekor sebagai penguasa monarki terlama yang saat ini rekornya masih dipegang oleh mendiang Kaisar Hirohito (memerintah selama 62 tahun & 13 hari). Ratu Elizabeth II memerintah sejak tahun 1952 dan baginya cukup menambah 1 tahun dari rekor yang ada sekarang menjadi 63 tahun maka setelah itu tahta Monarki Inggris diserahkan kepada penerusnya. 63 tahun setelah tahun 1952 adalah tahun 2015. Mungkin ini spekulasi yang bukan kebetulan.
Tahun Yobel Bagi Bangsa Pilihan
Perayaan Rosh Hashanah ditandai dengan peniupan sangkakala. Begitu juga saat Pengangkatan Gereja juga ditandai dengan peniupan sangkakala (shofar). Sangkakala ke-7 adalah tandanya. Namun karena setiap Rosh Hashanah sangkakala ditiupkan, tentu harus ada perayaan Rosh Hashanah yang memang menjadi tanda tetap akan waktu yang dimaksud.
Peristiwa Pengangkatan Gereja adalah karya pembebasan puncak dari Tuhan kepada umat-Nya, merupakan Masa Pembebasan (Yobel). Dan Masa Yobel berlaku ketika waktu berlalu sebanyak 7 kali Tahun Sabat (7 kali 7 tahun = 49 tahun). Negara Israel merdeka pada tanggal 14 Mei 1948, dan jika menghitung 49 tahun dari tahun 1948 adalah tahun 1997. Namun saat Israel berdiri sebagai negara yang berdaulat penuh, Kota Yerusalem belum kembali. Sampai tanggal 10 Juni 1967, setelah melewati Perang 6 Hari yang dramatis, Yerusalem direbut kembali hingga sekarang.
49 tahun dari 10 Juni 1967 maka seharusnya jatuh di tanggal 10 Juni 2016. Namun bangsa Israel menganut perhitungan bahwa 1 tahun = 360 hari. 49 tahun dikali 360 hari = 17.640 hari. Dan 17.640 hari setelah 10 Juni 1967 adalah tanggal 28 September 2015, tepat dimulainya perayaan Pondok Daun (Sukkot) 5776. Perayaan Sukkot dirayakan di hari ke-15 setelah perayaan Rosh Hashanah, mirip seperti perayaan Imlek dengan peringatan Cap Go Meh bagi bangsa China.
Pemaparan 5 (teori) pemikiran ini bukanlah patokan baku yang harus dipercaya secara mutlak. Karena kita tahu bahwa Tuhan memiliki pengukuran dan penghitungan yang hanya Beliau sendiri yang memahami. Namun pemikiran-pemikiran ini untuk mempertegas musim yang sedang berlangsung dan supaya kita semua semakin waspada dan berjaga-jaga bahwa waktunya memang sudah amat singkat. Tahun 2015 mungkin tidak akan terjadi seperti yang diduga, namun musimnya tampak jelas.
"Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu." - Wahyu 20:15
***************
Wahyu 12: Virgo, Jupiter & Planet 7X

"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya." - Wahyu 12:1-5
Jadi disebutkan bahwa ada dua bahkan tiga tanda besar, yakni Seorang Perempuan dengan Anaknya dan Seekor Naga Merah. Yang satu adalah manusia dan yang lainnya seekor binatang. Selama ini banyak orang menafsirkan bahwa Perempuan tersebut adalah Gereja, ada pula yang menganggap dia adalah bangsa Israel. Namun baik Gereja maupun Israel, keduanya ada di bumi, sedangkan tanda besar ini ada di langit. Maka kali ini kita harus melihat ke atas, ke langit angkasa.
Dalam pengamatan awam, di langit hanya ada empat jenis benda langit yang signifikan dan relevan dengan yang tertulis di Kitab Wahyu pasal 12 tersebut, yakni matahari, bulan, bintang-bintang dan planet-planet. Opsi matahari dan bulan sudah pasti tidak ada untuk Sang Perempuan ini, dan di antara semua planet juga tidak ada rujukannya. Maka satu-satunya jenis benda yang dimaksud adalah bintang atau gugus bintang. Dan di antara semua (gugus) bintang, yang paling relevan adalah Virgo, Sang Perawan.

Berikut ini simaklah sebuah pernyataan dari Scottie Clarke (Youtube: eternalrhythmflow) yang dikutip oleh Rev. Steve Cioccolanti:
"Jupiter aka The King Planet germinates Virgo's womb on 20 November 2016, goes into retrograde motion within Virgo for 41 weeks or length of normal gestation, then is'birthed' or exits the womb on 23 September 2017"
"Jupiter yang dikenal sebagai raja planet mulai 'dibenihkan' pada 20 November 2016, masuk dengan gerakan berjalan surut ke Virgo selama 41 minggu atau sepanjang periode kehamilan normal, kemudian 'dilahirkan' atau keluar dari rahim tersebut pada 23 September 2017."
Peristiwa alam ini akan terjadi dari sudut pandang Yerusalem dan hal ini dinilai amat relevan dengan petunjuk dalam Kitab Wahyu pasal 12 tentang Sang Perempuan dengan Anaknya di langit. Selanjutnya Anda dapat menyelidiki lebih lanjut akun Youtube eternalrhythmflow di sini.
Sang Naga Merah - Planet 7X
Kita telah membahas Sang Perempuan dan Anaknya, yakni gugus bintang Virgo dan planet Jupiter. Lalu bagaimana dengan Sang Naga Merah? Memang ada gugus bintang Draco, namun posisinya terhadap gugus bintang Virgo adalah statis dan siklis, TIDAK dinamis atau mengejar baik Sang Perempuan maupun Sang Anak. Jadi pilihannya adalah satu di antara planet-planet yang ada, yakni yang disebut Planet 7X.
Sebelum kita membahas lebih jauh eksistensi Planet 7X ini, coba simak kutipan ayat berikut ini:
"Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli, lama sabakhtani?'* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" - Matius 27:44-46
Ada peristiwa gelap gulita selama 3 jam pada saat penyaliban Tuhan Yesus sekitar 2.000 tahun yang lalu. Mengapa bisa terjadi kegelapan saat itu? Tentunya karena ada sebuah objek yang menutupi matahari dari bumi, atau lebih dikenal dengan peristiwa gerhana matahari. Namun yang menghalangi matahari kali itu bukanlah bulan, dan hal ini bisa dibuktikan dengan dua hal:
1. Saat itu adalah Paskah (14 - 15 Nisan) yang merupakan pertengahan bulan, yakni posisi bumi di antara matahari dan bulan, atau disebut sebagai gerhana bulan.
2. Gerhana matahari yang biasanya dihalangi oleh bulan, tidak pernah terjadi lebih dari 8 menit, namun ini berlangsung 3 jam, maka dapat disimpulkan bahwa ada objek lain yang jauh lebih besar daripada bulan yang menghalangi matahari dari bumi.

Dan objek ini adalah sebuah planet yang amat unik, yang memiliki orbit berbeda dengan semua planet lainnya dan memiliki diameter tujuh kali lebih besar daripada bumi, itulah sebabnya disebut Planet 7X. Adalah Gill Broussard, seorang anak Tuhan sekaligus periset independen yang meneliti tentang keberadaan Planet 7X ini secara lengkap, ilmiah dan komprehensif. Beliau menyebutkan bahwa ada 5 peristiwa besar yang menandai keberadaan Planet 7X ini, yakni:
a. Peristiwa air bah pada zaman Nuh - "Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya." - Kejadian 7:11-12.
Ada tingkap-tingkap langit yang terbuka atau pecah dan ini kemungkinan disebabkan adanya benda-benda asing atau meteor shower yang tak dapat diprediksi, yang masuk menghantam bumi. Selain itu terjadinya fenomena sinkholes, pelepasan gas methane yang menyebabkan banyaknya kematian bagi para makhluk di laut dalam, inipun diduga karena mendekatnya Planet 7X tersebut.
b. Pertempuran Yosua dekat Gibeon - "Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang. Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: 'Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!' Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh." - Yosua 10:11:13.
Sekali lagi, ada meteor-meteor yang jatuh dan kali ini menimpa musuh-musuh Israel. Namun mengapa perputaran waktu menjadi lambat? Kita harus menyadari bahwa hukum alam semesta ini bukanlah tarik menarik gravitasi, melainkan gaya tarik menarik elektromagnetik. Itu sebabnya keberadaan semua planet di ruang angkasa yang hampa ini dapat stabil sampai saat ini. Dan perlambatan putaran waktu inipun merupakan efek daya elektromagnetik dari Planet 7X ini.

c. Penyaliban Anak Manusia - "Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit." - Matius 27:51-52.
Selain kegelapan yang fenomenal selama 3 jam, juga disertai gempa bumi dahsyat. Setiap kali Planet 7X ini melintas mendekati bumi selalu disertai gempa bumi, gunung meletus atau meteor shower.
d. Chinese Guest Star - tahun 1054 Masehi. Ini merupakan peristiwa astronomi terunik dan paling fenomenal pada saat itu. Ada catatan khusus dari para astronom China pada zaman itu yang melihat sebuah benda asing seperti bintang, yang pada titik tertentu bintang ini secerah planet Venus namun sebesar planet Jupiter.

e. Great Tribulation - ini merupakan peristiwa yang akan datang, yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, diperkirakan pada tanggal 26 Maret 2016 nanti, Planet 7X akan mencapai titik terdekat dari bumi, yakni 70% jauhnya dari jarak bumi ke bulan, sehingga saat itu penampakan Planet 7X akan mencapai 50 kali lebih besar dari penampakan bulan purnama. Dan akan membawa berbagai penggenapan dari berbagai nubuatan di Kitab Wahyu, khususnya pada Meterai ke-6, Meterai ke-7 dan Sangkakala Pertama.
Beberapa media pernah menyinggung keberadaan Planet 7X ini, di antaranya:
1. New York Times - 30 Januari 1983 (klik di sini)
2. Washington Post - 30 Desember 1983 (klik di sini)
3. National Geographic - Richard Lovett - 11 Mei 2012 (klik di sini & di sini)
4. Wawancara Alex Jones terhadap Bob Fletcher - 23 September 2013 (Youtube - klik di sini)
5. The Sleuth Journal - Bart Siebel & Planet X (1989)
Selanjutnya mengenai Planet 7X lebih lengkap akan dimuat dalam tulisan-tulisan berikutnya. Tuhan memberkati.
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
***********
5777 & 2017 Dalam Sekilas Perenungan: Akhir Dari Zaman Gereja Tuhan
Sore ini tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya akan berita atas kejatuhan beberapa hamba Tuhan senior yang sempat saya terima beberapa hari sebelumnya, dan sambil mengingat kembali akan hal itu, saya bergumam, "Tuhan, inikah akhir dari Zaman Anugerah itu? Inikah akhir dari Pemerintahan-Mu melalui Gereja-Mu?"
Dan tiba-tiba Roh Kudus-Nya mengingatkan kembali mengenai tahun 5777 (dimulai saat matahari terbenam tanggal 2 Oktober 2016) & 2017 nanti. Bahwa kepada saya pribadi, Tuhan menyebut tahun tersebut sebagai Tahun Lembah Penentuan. Ps. Steve Cioccolanti menyebutnya sebagai The Mega Prophetic Year. Berikut ini beberapa alasannya:
1. 2017 merupakan Tahun Yobel spesial, yakni genapnya 50 tahun re-unifikasi Kota Kuno Yerusalem (Timur) dengan negara Israel.
2. 2017 juga genapnya 70 tahun resolusi PBB untuk berdirinya kembali negara Israel, 29 November 1947, yang disusul dengan pernyataan resmi atas berdaulatnya negara tersebut pada 14 Mei 1948.
3. 2017 juga berbicara tentang genap 100 tahun runtuhnya kekuasaan Ottoman Turki yang telah menguasai Kota Kuno Yerusalem selama 400 tahun sebelumnya. Turki mulai menduduki Yerusalem dan Israel sejak tahun 1517.
4. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah 2017 merupakan genapnya 500 tahun Reformasi Gereja yang diprakarsai oleh Martin Luther.
Saya percaya bukan kebetulan bahwa tahun 1517 merupakan tahun yang sama ketika Yerusalem dan Israel mulai dikuasai oleh Ottoman Turki dan sekaligus bertepatan berakhirnya Masa Kegelapan Gereja yang diawali dengan gerakan reformasi oleh Martin Luther tersebut.
Kita harus memahami bahwa Israel dan Gereja merupakan "dua sisi koin" yang takkan terpisahkan, yang memiliki legalitas sedemikian rupa atas perjanjian (covenant) antara Tuhan dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Jadi sesungguhnya tidaklah mengherankan dan bukan sebuah kebetulan jika Tuhan menyebut tahun 5777 dan 2017 sebagai Tahun Lembah Penentuan.
"Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu! Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!" - Yoel 3:11-14
Jadi apa yang menjadi prioritas untuk disadari menjelang detik-detik yang paling menentukan ini? Dari sejak saat ini masih ada sekitar 1 - 1,5 tahun bagi Gereja Tuhan. Angka 5 memiliki makna anugerah dan kasih karunia, sedangkan angka 50 memiliki arti Yobel, pembebasan, pelipatgandaan anugerah. Namun 500 tahun Reformasi Gereja merupakan puncak kegenapan bagi Gereja Tuhan memerintah bersama dengan Tuhan di bumi ini.
Pertanyaannya, apakah Gereja Tuhan telah memiliki tuaian yang cukup dan buah yang lebat bersamaan dengan genapnya 500 tahun itu? Karena ketika 500 tahun ini tergenapi, maka genaplah masa bagi Gereja Tuhan mengisi Cawan Kebaikan atau Cawan Jiwa-Jiwa atau Cawan Injil. Dan adalah tanggung jawab Gereja Tuhan untuk penentuan atau penghakiman itu tidak sampai pada sebuah kata final, "Ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan," karena tuaian dan buah yang ada jauh dari yang diharapkan.
Saya bersyukur sebab selama belasan tahun terakhir ini di berbagai belahan dunia dan melalui berbagai cara Tuhan yang begitu ajaib, kegerakan Roh Tuhan atau yang juga disebut Pentakosta Ketiga sudah semakin meningkat, dan tuaian juga semakin banyak. Namun apakah sampai saat ini Gereja Tuhan semakin mendekati standar yang Tuhan harapkan atau justru semakin jatuh menjauh karena lengah dan terlena oleh berbagai distorsi?
Sungguh di roh saya merasakan ada urgensi besar, sebuah penentuan final bagi Gereja Tuhan menjelang genapnya 500 tahun Reformasi Gereja di 2017 nanti.
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.