Pembacaan Alkitab Waktu Shavuot

Pembacaan Alkitab berikut ini secara tradisional diwajibkan selama Hari Raya Shavuot:
Erev Shavuot5 Sivan
TorahTikkun Leil Shavuot
Shavuot 16 Sivan
TorahKeluaran 19:1-20:23, Bilangan 28:26-31
HaftarahYehezkiel 1:1-28; 3:12; Rut
Brit ChadashahYohanes 1:32-34; Matius 3:11-17; Kisah 2:1-21, 37-41
Shavuot 27 Sivan
TorahUlangan 14:22-16:17; Bilangan 28:26-31
HaftarahHabakuk 3:1-19; Rut
Brit ChadashahKisah Rasul 2:1-13

Tikkun Leil Shavuot

Di antara orang-orang Yahudi ultra Orthodox, ada kebiasaan untuk terjaga sepanjang malam sebelum Hari Raya Shavuot membaca bagian-bagian pilihan dari semua kitab-kitab Tanakh dan juga traktat-traktat Talmud. Tradisi ini, yang disebut tikkun leil shavuot, “perbaikan untuk Malam Shavuot,” dimaksudkan untuk memperbaiki (tikkun) kesalahan karena tidak siap untuk menerima Torah pada pagi hari tanggal 6 Sivan. “Kami tetap terjaga untuk menunjukkan bahwa, tidak seperti kondisi bapa leluhur kami yang berat tertutup di Sinai, tidak perlu membawa kami kepada penyadaran-penyadaran kami, kami siap untuk menerima Torah.” Antologi ayat-ayat dari Tanakh dan Talmud disebut (Shavuot) “Tikkun.”

Perlu dicatat bahwa tradisi ini terutama didasarkan pada tradisi Kabbalah yang sangat baru, karena beberapa mistik Yahudi rupanya percaya bahwa surga “terbuka” untuk menerima pemikiran, pembelajaran, dan doa-doa orang-orang yang tetap terjaga pada hari peringatan pemberian Torah di Sinai, sedangkan mistik lainnya menyamakan kewaspadaan ini dengan waktu-waktu antisipasi atau persiapan sebelum ritual pernikahan …


Megillat Ruth – Kitab Rut

Megillat Rut, Kitab Ruth, dibaca di sinagoga saat ini, karena peristiwa-peristiwa yang diceritakan terjadi pada saat panen musim semi (menghubungkannya dengan aspek agrikultural Shavuot), dan Ruth adalah gambaran kesediaan penerimaan gaya hidup Yahudi (menghubungkannya dengan peristiwa-peristiwa Sinai).

Ruth adalah seorang wanita Moab, seorang non-Yahudi yang beralih kepada iman Yahudi dan menjadi bagian dari garis keturunan Raja Daud dan Messias Yeshua melalui cinta seorang goel, atau sanak penebus:

Sebagai goel (sanak penebus), Boaz adalah seorang pria kaya dari suku Yehuda yang menikahi pengantin wanita non-Yahudi (Goyim). Nama Boaz artinya “di dalam Dia ada kekuatan,” sebuah gambaran dari Mashiach Yeshua, keturunannya yang lebih besar, yang juga menebus bagi diri-Nya sendiri untuk menjadi mempelai wanita, orang-orang dari antara bangsa-bangsa lain (Goyim).


Ruth dan Boaz


Bangsamu akan menjadi bangsaku dan Elohimmu akan menjadi Elohimku.
Kedatangan Ruach HaKodesh

Selama zaman Bait Suci, Shavuot dilaksanakan sebagai hari raya agrikultural, meskipun rabbi-rabbi bijak Yahudi juga mengenalinya sebagai waktu untuk memperingati pemberian Torah di Gunung Sinai. Sebagai salah satu dari tiga hari raya ziarah, orang-orang Yahudi dari seluruh dunia akan datang ke Yerusalem untuk merayakan dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perjanjian Musa.

Dan demikianlah prakteknya ketika Elohim membebaskan “umat yang sesungguhnya” dimana Hari Raya Shavuot hanyalah “contoh dan bayangan”. Karena Brit Chadashah (Perjanjian Baru) mengungkapkan bahwa Shavuot adalah puncak dari rencana Elohim bagi pembebasan kita melalui Yeshua, Anak Domba Elohim yang benar (Seh Elohim). Penghitungan mundur menuju Shavuot mewakili pemberian Perjanjian Baru yang dinanti-nantikan umat manusia, karena pada hari inilah Ruach HaKodesh (Roh Kudus) diberikan untuk melahirkan Gereja Elohim.

Dengan jamahan Ilahi, pada hari itu orang-orang Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perjanjian Musa, Roh Kudus turun ke atas Israel untuk menawarkan janji Perjanjian Baru kepada semua orang yang akan percaya (Kisah Para Rasul 2:1-42). Perjanjian baru ini membuat Torah menjadi persoalan hati, yang ditulis oleh Roh Elohim, yang menghasilkan kehidupan yang berbuah-buah di dalam pujian Elohim.

Sama seperti kebangkitan Yeshua mewakili Buah Sulung dari orang-orang yang telah mati (1 Korintus 15:20) dan memenuhi ritual profetik mengayun-ayunkan Omer pada Hari Raya Buah Sulung, maka pemberian Roh Kudus kepada gereja menggenapi persembahan ayunan roti gandum pada Hari Shavuot.




Shavuot menandai saat ketika Elohim masuk ke dalam perjanjian dengan bangsa Yahudi. Selama Shavuot pertama di Sinai, Elohim memulai perjanjian Musa dan memberikan Torah dalam bentuk tertulis, namun pada waktu Shavuot di Zion, setelah kebangkitan Yeshua, Elohim mendirikan Perjanjian Baru ketika Dia menulis Torah di dalam hati para pengikut Yeshua. 

- Shavuot di Gunung Sinai kadang-kadang dianggap sebagai hari dimana Yudaisme lahir. Shavuot di Yerusalem (Gunung Zion) adalah hari dimana gereja lahir ketika Roh Kudus dicurahkan ke atas para pengikut Mashiach. 

- Di Gunung Sinai, Sepuluh Perintah Elohim ditulis di atas lempengan-lempengan batu oleh “jari Elohim” (Keluaran 31:18), namun di Gunung Zion, Torah ditulis pada loh-loh hati oleh Roh Elohim (2Korintus 3:3; Ibrani 8:10). 

- Sama seperti orang-orang Israel dinyatakan sebagai umat pilihan Elohim pada Hari Raya Shavuot dengan pemberian Torah, maka Gereja dinyatakan sebagai umat pilihan Elohim pada Hari Raya Shavuot setelah kenaikan Mashiach ke surga sebagai Pengantara Perjanjian yang Lebih Baik (Ibrani 8:6). Kira-kira 3000 orang yang ditambahkan kepada gereja pada hari itu merupakan buah sulung dari umat Elohim yang telah ditebus. 

- Dalam tradisi Yahudi, Shavuot dibandingkan dengan suatu pernikahan, karena pada Hari Raya Shavuot, perjanjian antara Elohim dengan orang-orang Yahudi dimeteraikan di Gunung Sinai. Gereja disebut Kallat Mashiach – Pengantin Messias (Wahyu 21:2,9), dan kita dengan sangat rindu menantikan perjamuan kawin yang akan datang (Wahyu 19:9). 


Shavuot dan Rapture

Ada sebagian orang yang percaya bahwa Hari Raya Shavuot berhubungan (secara eskatologis) dengan “rapture” gereja, yaitu doktrin bahwa para pengikut Yeshua sang Messias akan “diangkat” (Yunani: harpazo; ditangkap, dibawa secara paksa, direnggut, direbut) (1 Tesalonika 4:17; Yohanes 14:3; 1 Korintus 15:51-52). Apalagi, Shavuot menandai hari penyataan yang hebat dan dramatis, dengan tanda-tanda api dan suara tiupan shofar surgawi yang dahsyat, waktu yang ditetapkan ketika Musa pertama kali naik untuk menerima wahyu dari Sinai dan belakangan, Roh Kudus turun ke atas para pengikut Messias dari Zion.

Oleh karena itu, Shavuot menandai penggenapan Paskah yang mencapai puncaknya dalam tujuan penebusan (pembebasan) kita yang penuh pesona … Baik Yahudi maupun non-Yahudi (Goyim) “diayun-ayunkan” di hadapan YAHWEH (seperti yang dilambangkan oleh shtei ha-lechem, dua roti), yang mewakili “satu manusia baru” atau “Kallat Mashiach,” pengantin wanita Messias, atau jemaah dari orang-orang yang dipanggil keluar dari setiap suku dan bahasa untuk menjadi bagian dari kerajaan surgawi Elohim.

Meskipun tentu saja tidak ada yang tahu hari atau jam kedatangan Yeshua, Messias kita (Matius 24:36; Kisah 1:7), ada petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam Alkitab mengenai kondisi dunia sebelum kedatangan-Nya kembali, dan Yeshua sendiri memberi perumpamaan-perumpamaan, memperingatkan kita untuk menantikan Dia (Matius 24:2-14; 25:1-13). Rasul Paulus mengatakan bahwa para pengikut YAHWEH dapat mengetahui “waktu” kembalinya Messias, dan memperingatkan bahwa Dia akan datang “sebagai pencuri di malam hari” (1 Tesalonika 5:2-6).

Lebih jauh, Paulus lebih dulu memperingatkan kemunculan kefasikan di seluruh dunia (2 Timotius 3:1-7) dan bahkan kemurtadan gereja yang “dilembagakan” (1 Timotius 4:1-3). Kitab Suci menubuatkan datangnya Satu Pemerintahan Dunia, bangkitnya Messias kejahatan (Anti-Kristus), penganiayaan terhadap orang-orang benar dan kudus, pembangunan kembali Bait Suci, Masa Kesengsaraan Besar yang akan datang, dan seterusnya.

Lukas 21:28 (ILT) Namun ketika hal-hal ini mulai terjadi, tegaklah dan angkatlah kepalamu sebab penebusanmu sedang mendekat.”


Tujuan Akhir Torah

Yeremia 31:33 (ILT) “tetapi ini akan menjadi perjanjian yang Aku ikat dengan keluarga Israel, setelah hari-hari itu,” firman YAHWEH, “Aku akan meletakkan torah-Ku di dalam batin mereka, dan Aku akan menuliskannya di dalam hati mereka, dan Aku akan menjadi Elohim mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.


Catatan Tentang Isru Chag

Hari sesudah penutupan Hari Raya Shavuot dikenal sebagai Isru Chag, “mengikat hari raya” (dari Mazmur 118:27). Hal ini dirayakan sebagai setengah hari raya, ketika permohonan Tachanun (biasanya dibacakan setelah hari Amidah mingguan) dihilangkan dari ibadah pagi dan sore hari.

YAHWEH itu Elohim; Dia telah memberi kita terang; mengikat persembahan hari raya ke tanduk-tanduk mezbah dengan tali-tali.

El Adonai yaiyaer lanu isru-chag, b’avotim ad-karnot ha-mizbe’ach.

Pada zaman Bait Suci, Isru Chag adalah hari dimana para peziarah akan meninggalkan Yerusalem untuk memulai perjalanan mereka pulang. Menurut Talmud, melaksanakan Isru Chag sebagai hari raya, sama seperti mempersembahkan korban di atas mezbah di Bait Suci (Sukkah 25b).