animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Senin, 08 Februari 2016

BINATANG DI KITAB WAHYU DAN DANIEL





“Kita tidaklah cukup dalam pada penggalian kita terhadap. Setiap jiwa yang percaya kebenaran masa kini akan dibawa ke mana ia akan dituntut untuk memberikan alasan akan pengharapan yang ada padanya. Umat Allah akan dipanggil untuk berdiri di hadapan raja-raja, para pangeran, pejabat-pejabat, dan para pembesar bumi, dan mereka harus mengetahui apa yang mereka mengerti sebagai kebenaran. Mereka pastilah para pria dan wanita yang telah bertobat. Allah sanggup mengajar engkau lebih banyak lagi dalam waktu sesaat melalui Roh Kudus-Nya daripada apa yang bisa engkau pelajari dari orang-orang besar bumi ini. Alam semesta kini menyaksikan pertentangan yang sedang berlangsung di atas bumi ini. Pada biaya yang tidak ternilai, Allah telah menyediakan bagi setiap orang sebuah kesempatan untuk mengetahui apa yang akan membuat dirinya bijaksana terhadap keselamatannya. Betapa bersemangat para malaikat untuk melihat siapa yang akan memanfaatkan bagi dirinya sendiri kesempatan ini! Ketika sebuah pekabaran disampaikan kepada umat Allah, mereka hendaknya tidak bangkit menentangnya; mereka seharusnya membuka Alkitab, membandingkannya dengan hukum dan kesaksian, dan jika hal itu tidak tahan uji, maka ia itu tidaklah benar. Allah ingin pemikiran kita berkembang. Dia berhasrat menaruh rahmat-Nya atas kita. Kita boleh memiliki sebuah perjamuan akan perkara-perkara yang baik setiap hari, sebab Allah sanggup membuka seluruh perbendaharaan surga pada kita. -- Review and Herald, February 18, 1890." Testimonies to Ministers p. 119. 

“Waktu kita adalah berharga. Kita memiliki sedikit, sangat sedikit hari dari masa kasihan yang di dalamnya dipersiapkan untuk masa depan, yaitu kehidupan yang abadi. Kita tidak mempunyai waktu untuk dihabiskan dalam pergerakan-pergerakan yang sembrono. Kita hendaknya takut untuk membaca sepintas lalu saja firman Allah.” Testimonies, Vol. 6, p. 407.

“Bahaya akhir zaman ada di hadapan kita, dan di dalam pekerjaan kita kita harus mengamarkan umat akan bahaya di mana mereka berada. Janganlah peristiwa-peristiwa khidmat yang telah diungkapkan oleh nubuatan dibiarkan tanpa digali. Seandainya umat kita terjaga, seandainya mereka menyadari dekatnya peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalamkitab Wahyu itu, maka sebuah reformasi akan dibangkitkan di gereja-gereja kita, dan lebih banyak lagi orang yang percaya pekabaran itu. Kita tidak mempunyai waktu untuk dilewatkan; Allah memanggil kita untuk mengawasi jiwa-jiwa sebagaimana layaknya mereka yang harus memberikan sebuah pertanggungjawaban. Majukanlah prinsip-prinsip yang baru,dan bawakan kepada orang banyak kebenaran yang meyakinkan. Ia itu akan seperti sebuah pedang bermata dua. …… Biarlah Daniel berbicara, biarlah Wahyu berbicara, dan ceritakanlah apa kebenaran itu.” Testimonies to Ministers p. 118. 

“Kitab Wahyu mulai dengan sebuah arahan kepada kita untuk memahami perintah yang terdapat di dalamnya. “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini,” firman Allah, “dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” Ketika kita sebagai sebuah umat memahami apa yang dimaksudkan kitab ini kepada kita, maka akan terlihat di antara kita sebuah kebangunan yang besar. Kita tidak memahami sepenuhnya pelajaran-pelajaran yang diajarkannya, bukan berarti mengesampingkan perintah yang diberikan kepada kita untuk menyelidiki dan mempelajarinya.” Testimonies to Ministers p. 113. 


Kalau Begitu Apa Kebutuhan Kita yang Paling Mendesak ? 

“Sebuah kebangkitan akan kesalehan yang sejati di antara kita adalah yang paling besar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Mengupayakan perkara ini hendaknya menjadi pekerjaan pertama kita.” 1 Selected Messages p. 121. 

“… apakah kita sedang menunggu suatu kekuatan yang mendesak mendatangi gereja dulu baru kita akan bangun? Apakah kita sedang berharap untuk melihat seluruh gereja dibangunkan?Waktu itu tidak akan pernah datang.” 1 Selected Messages p. 122. “Orang-orang Kristen harus mempersiapkan diri bagi apa yang segera terjadi atas dunia ini sebagai sebuah suatu kejutan yang luar biasa, dan persiapan ini hendaknya mereka buat dengan secara tekun mempelajari firman Allah dan berjuang untuk menyesuaikan hidup mereka pada aturan-aturan itu.” Prophets and Kings p. 626. “Hanya mereka yang telah menjadi pelajar-pelajar yang tekun akan Alkitab dan telah menerima cinta akan kebenaran itu akan terlindung dari penyesatan yang kuat yang menawan dunia ini.” Great Controversy p . 625. “Ada orang-orang di dalam gereja yang tidak bertobat, dan yang tidak akan bersatu dalam doa yang sungguh-sungguh dan terus-menerus. 

Kita harus memasuki pekerjaan itu secara pribadi. Kita harus berdoa lebih banyak, dan berbicara lebih sedikit. Kedurhakaan melimpah, dan umat harus diajar bukan untuk berpuas diri dengan sebuah bentuk kesalehan tanpa roh dan kuasa. Jika kita berniat menyelidiki hati kita sendiri, menyingkirkan dosa-dosa kita, dan memperbaiki kecenderungan-kecenderungan jahat kita, maka jiwa kita tidak akan terangkat kepada kesia-siaan; kita mestinya curiga akan diri kita sendiri, dengan memiliki pemikiran yang mengikat bahwa kecukupan kita adalah berasal dari Allah. “Kita mempunyai lebih banyak untuk ditakuti perkara yang berasal dari dalam daripada yang berasal dari luar. Hambatan-hambatan untuk kekuatan dan keberhasilan adalah jauh lebih besar dari gereja itu sendiri daripada dari dunia ini.” 1 Selected Messages 122. 

“Waktunya telah tiba bagi sebuah reformasi menyeluruh untuk terjadi …… Satu anggotayang bekerja dalam jalan-jalan yang benar akan menuntun anggota-anggota lainnya untuk bersatu dengannya dalam membuat pengantaraan bagi pengungkapan Roh Kudus.” Testimonies, Vol. 8, p. 251. Mutiara-mutiara berharga yang berasal dari pena inspirasi ini memberikan kita jawaban sebagaimana terhadap apa yang kita harus perbuat untuk memperoleh yang lama dinanti bagi “Pembangunan dan Reformasi” yang dengan mati-matian kita butuhkan pada masa kini. Adalah untuk alasan ini sehingga sekarang kami sajikan kepadamu untuk pelajaran pribadimu sendiri mutiara-mutiara berharga ini yang telah lama didiamkan dan dikaburkan dari pandangan. 

“Permata-permata kebenaran bertebaran di hamparan wahyu; tetapi permata-permata itu telah terkubur di bawah tradisi-tradisi manusia, di bawah ajaran-ajaran dan perintah-perintah manusia, dan kebijaksanaan dari surga secara praktis telah diabaikan; sebab Setan telah berhasil dalam membuat dunia ini percaya bahwa perkataan-perkataan dan pencapaian-pencapaian dari manusia adalah berasal dari akibat-akibat yang hebat…… Ada pembuluh-pembuluh besar kebenaran yang masih harus diungkapkan; akan tetapi perkara-perkara harusadalah dipahami secara rohani.” Fundamentals of Christian Education p. 188. 

“Alasan bahwa banyak orang yang mengaku Kristen tidak memiliki pengalaman yang jelas dan baik adalah mereka tidak memikirkan bahwa adalah hak istimewa mereka untuk memahami apa yang telah dikatakan Allah melalui firman-Nya.” Fundamentals of Christian Education p. 189. 

Karena Inspirasi telah mengatakan kepada kita bahwa manakala kita sebagai umat mengerti apa yang dimaksudkan oleh kitab Wahyu kepada kita, bahwa sebuah kebangkitan besar akan terjadi, maka untuk memahami secara tepat kitab Wahyu itu maka semestinya menjadi perhatian utama kita pada saat ini. 

Saat kita memulai pelajaran kita marilah menyimpan di benak kita: “Jangan membaca perkataan ini dalam terang dari pembaca terdahulu; melainkan, dengan sebuah pikiran yang bebas dari prasangka, selidikilah dengan berhati-hati dan penuh doa. Jika, ketika engkau membacanya, keyakinan muncul, dan engkau melihat bahwa pendapat-pendapat yang engkau senangi tidak harmonis dengan firman, maka jangan mencoba untuk menyesuaikan firman itu dengan pendapat-pendapatmu itu. Buatlah pendapat-pendapatmu sesuai dengan firman.Jangan biarkan apa yang telah engkau percaya atau praktikkan di masa lalu mengendalikan pemahamanmu. Bukalah pemikiranmu untuk memandang perkara-perkara ajaib dari hukum itu. Temukan apa yang tertulis, dan kemudian pijakkanlah kakimu pada Batu abadi itu.” Messages to Young People p. 260. “Tiada maaf bagi siapa saja yang mengambil pendirian bahwa tak ada lagi kebenaran untuk diungkapkan, dan bahwa semua penjelasan kita atas Alkitab adalah tanpa salah. Fakta bahwa doktrin-doktrin tertentu telah dipegang sebagai kebenaran selama bertahun-tahun oleh umat kita bukanlah sebuah bukti bahwa gagasan-gagasan kita adalah tidak dapat salah. Zaman tidak akan membuat kesalahan ke dalam kebenaran, dan kebenaran dapat menyanggupi untuk menjadi adil. Tak ada doktrin yang benar akan kehilangan apapun dengan penyelidikan yang erat.” Counsels to Writers and Editors p. 35. 

Mari sekarang kita lanjutkan pelajaran kita tentang binatang-binatang dari buku Daniel dan Wahyu. Dalam buklet kami #8 terdahulu, Daniel menyajikan kepada kita empat binatang nubuatan yang melambangkan peristiwa-peristiwa politik dan perubahan yang diakibatkan keadaan politik dunia dari masa Babil kuno ke masa Romawi Kristen. Binatang keempat dari Daniel (yang tidak tergambarkan) tidak menceritakan tentang kejatuhan kerajaan Romawi atau kepausan. Ia itu terdiam dalam kaitannya dengan reformasi yang datang sebelum atau setelah 1798. Oleh karena itu, kurangnya informasi dari simbol-simbol binatang ini harus ditemukan di tempat lain dalam Firman nubuatan Allah, dan karena serangkaian binatang dari Daniel menggambarkan hanya sebagian dari sejarah dunia, rangkaian-rangkaian lain adalah perlu untuk melengkapinya. Bagian-bagian lain tersebut ditemukan hanya dalam kitab Wahyu, simbol pertama dari mana binatang yang menyerupai macan tutul dalam Wahyu 13. 

“Maka aku berdiri di pasir di tepi laut, dan aku tampak seekor binatang buas naik keluar dari dalam laut yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas tanduk-tanduknya itubermahkota sepuluh, dan di atas kepala-kepalanya itu terdapat nama hujat. Maka binatang yang ku tampak itu adalah bagaikan seekor macan tutul, dan kaki-kakinya adalah seperti kaki beruang, dan mulutnya seperti mulut singa; maka naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan kedudukannya dan kuasa besar. Dan aku tampak salah satu kepalanya itu bagaikan terluka yang membawa mati; tetapi luka parahnya itu sudah sembuh: dan seluruh dunia heranlah akan binatang itu, lalu mengikuti dia, sambil menyembah naga itu, oleh sebab ia sudah memberi kuasa kepada binatang itu; maka binatang itu pun disembahnya juga serta berkata, “Siapakah yang sama dengan binatang ini? Dan siapakah yang dapat melawan dia?” Maka binatang itu diberilah suatu mulut penuh dengan tekebur dan hujat; maka ia pun diberi kuasa melakukan yang demikian empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah-Nya, serta segala yang mendiami surga itu; dan ia pun diluluskan membuka peperangan dengan segala orang suci dan menewaskan dia, dan diberi kuasa atas tiap-tiap suku dan kaum dan bahasa dan bangsa. Maka sekalian yang diam di bumi ini akan menyembah dia, yaitu yang namanya tiada tersurat di dalam kitab hayat Anak domba yang tersembelih, daripada asas dunia ini. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar. Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan, ia sendiri tak dapat tiada masuk ke dalam tawanan; barangsiapa yang membunuh orang dengan pedang, ia sendiri akan dibunuh dengan pedang. Di dalam hal inilah patut bagi segala orang suci menunjukkan sabar dan iman.” Wahyu 13:1-10. 


Seekor Binatang Campuran 

Tanduk kecil pada fase kedua dari binatang keempat Daniel menunjukkan sebuah kebangkitan kuasa yang brutal dan menindas, sebuah kuasa menentang umat Allah. Simbolisasi binatang yang menyerupai macan tutul yang disaksikan Yohanes di pasal 13, yang merupakan kelanjutan dari binatang keempat Daniel, menceritakan apa yang telah terjadi pada kuasa setan itu. Daniel menjelaskan bahwa binatang keempatnya, yang naik keluar dari dalam laut (negara tua), melambangkan empat kerajaan dunia, yang satu mengikuti yang lain. Dan telah lama dipahami secara luas bahwa kerajaan-kerajaan itu adalah Babil, Medo-Persia, Gerika, dan Romawi. Perhatikan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul yang disaksikan Yohanes mempunyai kepala dari seekor singa (binatang yang pertama), kaki dari seekor beruang (binatang kedua), tubuhnya dari seekor macan tutul (binatang yang ketiga), dan bertanduk sepuluh (binatang keempat). Demikianlah kita saksikan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul itu adalah seekor Binatang Campuran dari binatang keempat Daniel, sebuah keturunan dari mereka. Oleh karena itu ia itu pasti melambangkan dunia setelah jatuhnya tahap pertama dari kerajaan keempat itu, yaitu setelah Romawi Kafir. 


Laut

Perhatikan bahwa binatang yang menyerupai macan tutul ini naik keluar dari dalam laut (negara tua, Eropa), wilayah yang sama dengan empat binatang Daniel. Maka binatang yang menyerupai macan tutul ini sebenarnya berasal dari kejatuhan Romawi Kafir. Dengan lain perkataan, ada sebuah tumpang-tindih dari binatang yang tidak tergambarkan danbinatang yang menyerupai macan tutul. 


Empat Puluh Dua Bulan

“’Kuasa telah diberikan kepada dia untuk meneruskan selama empat puluh dua bulan.’ Dan, kata nabi itu, ‘Aku tampak salah satu kepalanya itu bagaikan terluka yang membawa mati.’ ….Empat puluh dua bulan adalah sama dengan “satu masa dan dua masa dan setengah masa,’ tiga setengah tahun, atau 1260 hari Daniel 7—masa selama kuasa kepausan menindas umat Allah. Periode ini, sebagaimana dinyatakan dalam bab-bab terdahulu, dimulai dengan supremasi kepausan, 528 TM, dan berakhir di tahun 1798. Pada waktu itu paus ditawan oleh tentara Prancis, kuasa kepausan menerima lukanya yang membawa mati, dan ramalan dipenuhi, ‘Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan, ia sendiri tak dapat tiada masuk ke dalam tawanan.’” Great Controversy p. 439. 

Oleh sebab itu, periode empat puluh dua bulan dari binatang yang menyerupai macan tutul itu berlangsung pada masa Romawi Kepausan-kerajaan setelah Romawi Kafir; sedangkan keadaannya yang terluka (Why. 13:3) melambangkan dirinya selama periode Protestan. Lebih jauh, binatang itu melambangkan Tiga Periode—(1) periode menjelang keadaan luka (Romawi Kepausan); (2) periode selama luka; dan (3) periode di mana lukanya itu sembuh. 


Sembuhnya Luka Itu 

Secara umum diterima dan dipahami di antara orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh bahwa nubuatan tentang sembuhnya luka itu telah digenapi pada peristiwa yang terjadi pada tanggal 11 Februari 1929, ketika pemerintah Italia menghadiahkan kekuasaan sipil kepada paus. 


Mahkota-Mahkota dan Tanduk-Tanduk

Tanduk-tanduk dari binatang yang tidak tergambarkan itu tidak memiliki mahkota, dan tanduk-tanduk dari binatang yang menyerupai macan tutul itu mempunyai mahkota-mahkota, menunjukkan bahwa binatang yang terakhir melambangkan dunia setelah tanduk-tanduk tanpa mahkota (raja-raja yang harus muncul—Dan.7:24) dari binatang terdahulu diberi mahkota. Sekarang, setelah kita lihat, adalah jelas bahwa Romawi Kepausan (fase kedua dari binatang yang tidak tergambarkan itu) adalah sebuah kuasa gabungan gereja dan negara (sebuah kepala-bertanduk, yang mempunyai “mata seperti mata manusia dan mulut yang membicarakan perkara-perkara besar”---Dan. 7:8), dan bahwa Reformasi Protestan menyebabkan pemisahan keduanya. Jadi sementara kebangkitan dan pemerintahan Romawi Kepausan digambarkan lebih dahulu oleh tanduk-kepala dari binatang yang tidak tergambarkan itu, kejatuhannya dilukiskan oleh kepala yang terluka dari binatang yang menyerupai macan tutul itu---bagian yang bertanduk (kekuasaan sipil) telah disingkirkan. Gereja dilucuti dari kuasa kedaulatan dengan mana negara telah menutupinya, yang berakibat bahwa pemerintah-pemerintah kini bebas dari gereja, dan gereja takluk kepada pemerintah-pemerintah. Sekarang, karena tanduk-tanduk dari binatang yang dilihat Yohanes itu melambangkan bangsa-bangsa dan kepalanya yang terluka melambangkan sebuah organisasi religius yang berpisah dari sebuah kekuasaan sipil, dan karena tujuh kepalanya itu semuanya adalah sama, kecuali yang terluka pada salah satunya, menjadi jelas bahwa kepala-kepala itu, yang berjumlah tujuh, menggambarkan badan-badan agama, Kekristenan dalam keseluruhannya. Namun demikian, tanduk-tanduk itu, yang berjumlah sepuluh, menggambarkan pemerintahan-pemerintahan sipil dalam keseluruhannya, sama seperti sepuluh tanduk dari binatang yang tidak tergambarkan dalam Daniel 7 (lihat Daniel 7:24).Makna universal dari nomor sepuluh dikuatkan oleh sepuluh jari dari patung besar Daniel 2; oleh sepuluh tanduk dari binatang yang tidak tergambarkan dalam Daniel 7; dan sepuluh tanduk dari binatang merah kirmizi dari Wahyu 17:3,12. Dalam semuanya ini sebagaimana juga dalam contoh-contoh lainnya, nomor sepuluh secara numerik lambang dari universalitas. Baik tanduk-tanduk (kuasa-kuasa sipil) maupun kepala-kepala (badan-badan agama) dengan demikian mewakili dunia masa kini sebagaimana masing-masing keempat binatang dari Daniel mewakili dunia dalam zaman mereka.Tanduk-tanduk dan kepala-kepala semua berada pada binatang itu pada saat yang sama, bukannya datang menyusul setelah yang lain, atau dalam cara yang sama jatuh seperti tanduk-tanduk dalam Daniel pasal 7 dan delapan, mestinya selamanya meyakinkan setiap akal sehat bahwa tanduk-tanduk dan kepala-kepala melambangkan badan-badan sipil dan agama, semuanya muncul pada saat yang sama, bukannya satu menyusul yang lain. 


Hujat di Kepala

Hujat berada pada tujuh kepala itu, bukan pada tanduk-tanduk, menunjukkan bahwa badan-badan agama yang tergambar di dalamnya tidak menyembah Allah sesuai dengan semua Kebenaran, bahwa mereka tidaklah seluruhnya seperti apa yang mereka akui. Banyak orang berpikir bahwa kata “Hujat” adalah sinonim dengan kata “Babil.” Penafsiran yang pasti bahwa inspirasi menaruh kata “Hujat” adalah sebagai berikut: “Aku tahu hujat daripada orang-orang yang mengatakan dirinya orang Yahudi, tetapi bukan.” Why. 2:9. Bahkan Kristus sendiri telah secara salah dituduh menghujat ketika Imam Agung Kayafas menanyakan Yesus pertanyaan ini: “Tetapi Yesus diam sahaja. Maka kata Imam Besar itu kepada-Nya, "Aku menuntut sumpahmu demi Allah yang hidup mengatakan kepada kami, kalau-kalau engkau ini Kristus, Anak Allah itu." Maka kata Yesus kepadanya, "Seperti kata Tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, daripada sekarang ini kamu akan nampak Anak manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang di atas awan dari langit." Lalu Imam Besar itu pun mengoyakkan pakaiannya sendiri, serta berkata, "Ia menghujat Allah; apa gunanya lagi saksi bagi kita? Sekarang kamu sudah mendengar hujat-Nya itu.” Matius 26:63-65. 

Demikianlah kita lihat bahwa penafsiran yang tepat untuk kata “Hujat” adalah mengklaim menjadi sesuatu yang sebenarnya engkau bukan demikian. Karena hujatan itu ditulis pada tujuh kepala (badan-badan agama) dan karena nomor tujuh melambangkan kesempurnaan atau semuanya, maka mungkinkah Masehi Advent Hari Ketujuh termasuk di dalam tujuh kepala ini? Apakah kita sebagai sebuah umat bersalah akan “Hujat”? Apakah gereja dalam kondisi Laodikea mengklaim menjadi sesuatu yang sebenarnya dia bukan demikian? Mari kita lihat apa yang dikatakan ilham mengenai sidang ketujuh, Laodikea: “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.” Matius 26:63-65. 

“Di sini dilambangkan sebuah umat yang menyombongkan diri mereka sendiri dalam kepemilikan mereka akan pengetahuan dan keuntungan-keuntungan spiritual. Tetapi mereka tidak memberikan tanggapan pada berkat-berkat yang tidak layak yang Allah telah karuniakan atas mereka. Mereka telah menjadi penuh akan perampokan, rasa tidak berterimakasih, dan kelupaan akan Allah; dan meskipun demikian Dia memperlakukan mereka seperti seorang bapa yang mengasihi dan mengampuni yang berhadapan dengan seorang anak yang tidak tahu berterimakasih dan tidak patuh. Mereka telah menolak karuniaNya, menyalahgunakan hak-hak istimewa-Nya, melalaikan kesempatan-kesempatanNya, dan telah menjadi puas untuk tenggelam dalam kesenangan, dalam keadaan tidak tahu bersyukur yang menyedihkan, formalisme yang kosong, dan ketidaktulusan yang munafik. Dengan kebanggaan Farisi mereka telah membanggakan diri mereka sendiri sampai dikatakan tentang mereka, “ Engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” 1 Selected Messages p. 357. 

“Pekabaran kepada sidangnya orang-orang Laodikea adalah sebuah kecaman yang mengejutkan, dan dapat diterapkan kepada umat Allah pada masa kini. “Betapa kesesatan yang lebih besar yang bisa datang pada pikiran manusia daripada sebuah keyakinan bahwa mereka adalah benar padahal mereka semuanya salah! Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah dalam kondisi yang menyedihkan, namun jujur di dalam kesesatan itu. Mereka tidak tahu bahwa kondisi mereka menyedihkan dalam pandangan Allah. Sementara mereka yang disapa sedang memuji diri mereka sendiri bahwa mereka berada dalam kondisi kerohanian yang tinggi, pekabaran dari Saksi Yang Benar itu memecahkan keamanan mereka dengan kecaman yang mengejutkan akan kondisi sebenarnya dari kebutaan rohani, kemiskinan, dan kebobrokan mereka. Kesaksian ini, begitu menyayat dan keras, tidak mungkin keliru, sebab adalah Saksi Yang Benar itu yang berbicara, dan kesaksianNya pastilah benar.” Testimonies, Vol. 3, pp. 252,253. Sebab seseorang yang berada dalam sebuah kondisi yang sedemikian menyedihkan dan pada saat yang sama berpendapat bahwa ia tidak memerlukan apa-apa, sesungguhnya adalah sebuah hujat.


Protestantisme Kehilangan Protesnya

Lebih lanjut, karena kita mengakui bahwa Reformasi telah menimbulkan pukulan yang mematikan dan membawa Protestantisme, dan karena ilham mengatakan luka itu telah sembuh, semuanya ini membuktikan sesuatu yang jika kita akui, bisa menyelamatkan hidup kita yang berbahaya, dan membuat kita hebat seperti pengakuan-pengakuan sepenuh hati zaman dahulu telah membuat Daud hebat. Apakah yang kita harus akui itu? Hanya ini: Jika Protestantisme melukai binatang itu melalui Reformasi, maka sembuhnya luka itu menunjukkan tak lain dari bahwa Reformasi telah gagal untuk mempertahankan luka itu tetap menganga, bahwa tujuan para reformis telah mati, dan kelaliman telah bangkit. Dengan demikian kita harus sampai pada kesimpulan bahwa kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh adalah juga bersalah atas hujat dan dengan demikian termasuk di dalam tujuh kepala pada binatang yang menyerupai macan tutul itu. Meskipun demikian, kita perlu menyatakan dengan jelas pada poin ini bahwa orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh tidak termasuk pada tujuh kepala dari binatang merah kirmizi dari Wahyu 17: yang merupakan gambar dari binatang yang menyerupai macan tutul dalam keadaan sebelum lukanya (periode kepausan). Alasannya adalah bahwa gereja Allah dimurnikan sebelum binatang merah kirmizi atau Babil Besar itu dibuat. Gereja yang sisa pada waktu itu tidak akan lagi menjadi gereja yang militan, melainkan akan menjadi gereja yang menang. (Lihat Testimonies to Ministers pp. 45,47) Kepala-kepala itu (atau gereja-gereja) dari binatang merah kirmizi melambangkan gereja-gereja denominasional yang sudah jatuh yang akan bersekutu di bawah Babil Besar. Ilham mengatakan mengenai hal ini: “Kita tidak harus memikirkan bahwa orang-orang yang terpilih dari Allah yang mencoba berjalan dalam terang membangun Babil. Gereja-gereja denominasional yang telah jatuh adalah Babil. Babil telah mengembangkan doktrin-doktrin beracun, anggur kesalahan. Anggur kesalahan ini dibuat dari doktrin-doktrin yang salah, seperti kebakaan alami dari jiwa, siksaan abadi dari orang-orang jahat, penyangkalan dari keberadaan awal Kristus sebelum kelahiranNya di Bethlehem, dan menganjurkan serta meninggikan hari pertama dari minggu di atas hari suci yang dikuduskan milik Allah.” Testimonies to Ministers p. 61. Kebanyakan dari kita orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh bersepakat bahwa Babil Besar itu masih belum sepenuhnya terbentuk sebagaimana Ilham mengatakan kepada kita: “Akan tetapi, belum bisa dikatakan bahwa “Babil sudah jatuh,… karena dia telah membuat segala bangsa minum dari anggur murka dari percabulannya.’ Dia masih belum membuat semua bangsa melakukan hal ini. Roh penyesuaian dunia dan ketidakpedulian pada kebenaran-kebenaran ujian untuk masa kita muncul dan telah mendapatkan tempat di gereja-gereja yang beriman Protestan di semua negara Kristen; dan gereja-gereja ini adalah termasuk dalam kecaman yang serius dan mengerikan dari malaikat kedua itu. Tetapi pekerjaan kemurtadan itu belum mencapai puncaknya….. 

“….Belum hingga kondisi ini akan dicapai, dan persatuan gereja dengan dunia ini akan sepenuhnya diselesaikan melalui Kekristenan, maka kejatuhan Babil akan lengkap. Perubahan itu adalah sebuah .. yang progresif dan penggenapan yang sempurna dari Wahu 14:8 masih di masa depan.” Great Controversy pp. 389,390. Sekarang kembali ke binatang yang menyerupai macan tutul itu. “Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.” Wahyu 13:7,8. 

Ayat-ayat ini menunjuk kembali kepada masa binatang yang menyerupai macan tutul itu dalam keadaan sebelum luka atau kepausan, masa dari abad-abad kegelapan ketika kepausan memerintah dan orang-orang Kristen mati sahid demi iman mereka. Dari rincian demi rincian, sejauh ini kita telah dapat melihat bahwa sembuhnya luka itu adalah pertanda bukan saja atas kegagalan kita untuk menyelesaikan Reformasi Protestan, tetapi juga atas pemerintah-pemerintah dunia yang segera kembali kepada aturan tindakan sebelum luka itu ditimbulkan. Perulangan kepada masa lalu ini haruslah dibawakan oleh 


Binatang Bertanduk Dua

“Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya (his number) ialah enam ratus enam puluh enam.” Wahyu 13 :11-18 


Bumi dan Lautan

Tidak seperti binatang yang menyerupai macan tutul, binatang bertanduk dua ini datang dari bumi. Lautan dan bumi tentu menunjukkan dua lokasi yang berbeda. Kita tahu bahwa binatang-binatang Daniel 7, dan binatang yang menyerupai macan tutul dari Wahyu 13, adalah binatang-binatang yang muncul dari lautan, semua berasal dari Negeri Tua, tanah dimana manusia berasal. (Lihat Great Controversy 440) 

“Bumi” menunjukkan suatu tempat yang jauh dari “Lautan” dan berlawanan dengan lautan, yaitu suatu negeri yang terbentuk dari penduduk-penduduk yang berdatangan dari mana-mana. “Satu bangsa, dan hanya satu-satunya yang memenuhi spesifikasi nubuatan ini; tanpa diragukan lambang itu menunjuk kepada Amerika Serikat.” Great Controversy 440(Kemenangan Akhir, AO8.460) 


Dua Tanduk

Dua tanduk binatang itu menunjukkan bahwa binatang ini tidak melambangkan seluruh dunia seperti yang dilambangkan oleh binatang-binatang lain yang mendahuluinya, tetapi melambangkan suatu pemerintahan lokal yang mempunyai dua kekuasaan politik—Demokrat dan Republik.


Seperti Domba

Dua tanduk mempunyai karakter seperti seekor domba, memberikan kesan yang tidak berdosa, tidak berbahaya, dan murah hati. Lihat Great Controversy 441 (Kemenangan Akhir,AO8.461). Apalagi yang lebih lembut daripada seekor domba? Ia berbicara seperti seekor naga menanggalkan penampilan tanduk yang seperti domba. 

Pada waktu binatang bertanduk dua ini berbicara seperti seekor naga, ia akan menggunakan kekuasaan penindasan yang sama yang telah dilakukan binatang yang menyerupai macan tutul dalam keadaannya sebelum terluka (atau pemerintahan Kepausan), sewaktu ia menganiaya orang-orang suci selama empat puluh dua bulan (lihat Wahyu 13:12,5-7). 

Perhatikan ayat 12, binatang bertanduk dua itu menyebabkan mereka yang tinggal di bumi, lokasi yang sama dari mana ia berasal, untuk menyembah binatang pertama yang luka mematikannya telah sembuh, (binatang yang menyerupai macan tutul dalam keadaan sebelum terluka). 

Ini menunjukkan bahwa kekuasaan penindasan dan penganiayaan ini pertamakali akan dimulaisecara Nasional (U.S.A) baru kemudian akan menjadi Internasional pada saat “ia menyebabkan semua…menerima suatu tanda dalam tangan kanan mereka, atau pada dahi mereka.” Wahyu 13:16. 


Nabi Palsu

“Dan ia (he) melakukan keajaiban-keajaiban besar, bahkan ia (he) menurunkan api dari langit ke atas bumi di hadapan mata orang- orang. Dan menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan keajaiban-keajaiban itu, dengan kekuasaan yang telah ia miliki (which he had power to do) untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung binatang yang luka oleh pedang namun yang tetap hidup itu.” Wahyu 13:13,14. 

Binatang yang dibicarakan di sini adalah binatang yang bertanduk seperti domba. Tetapi seseorang yang lain telah dikemukakan disini oleh kata ganti “ia (he)” yang “memiliki kekuasaan untuk melakukan keajaiban-keajaiban di depan mata binatang itu” (binatang yang seperti Anak Domba). Ayat berikut akan memperjelas siapakah yang melakukan keajaiban-keajaiban: “Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah melakukan keajaiban-keajaiban di depan matanya, (di depan Binatang bertanduk dua) dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.” Wahyu 19:20 

Sebab itu, keajaiban-keajaiban itu dilakukan oleh Nabi Palsu di depan pandangan binatang bertanduk dua itu.  Nabi Palsu ini adalah yang akan mendahului perwujudan diri Setan sendiri. Rasul mengatakan, “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.” 2 Korintus 11:14 

Karena doktrin-doktrin nabi palsu itu tidak dapat sepenuhnya didukung oleh ayat-ayat Alkitab, maka ia melakukan keajaiban-keajaiban untuk mendapatkan kepercayaan orang-orang. Karena orang-orang besar dan pemimpin-pemimpin agama mengumumkan kepada khalayak umum bahwa agama yang disebut benar itu adalah kebenaran Kristus, dan bahwa Nabi Palsu adalah hambanya, maka orang banyak akan jatuh ke dalam jerat Setan. Ramalannya yang salah mengenai kedatangan Tuhan, akan digenapi oleh diri Setan sendiri di mana ia muncul sebagai malaikat terang. Terangnya yang menyilaukan, dan pemalsuan kegenapan ramalan nabi, sebagai tambahan kepada penipuan besar yang sebelumnya, akan menjerat orang banyak yang lebih besar dari pada yang pertama. “Sementara ia tampak kepada anak-anak manusia sebagai seorang tabib yang besar yang dapat menyembuhkan semua penyakit mereka, ia akan mendatangkan penyakit dan bencana, hingga kota-kota yang padat penduduknya menjadi hancur dan sepi.” Great Controversy 589 (Kemenangan Akhir, AO8.620) 

“Sebagai puncak tindakannya dalam drama besar penipuan itu, Setan sendiri akan mengambil rupa Kristus. Gereja telah lama mengaku menunggu kedatangan Juruselamat sebagai penyempurnaan dan kegenapan harapan-harapannya. Sekarang penipu besar itu akan menampakkan bahwa Kristus telah datang. Di berbagai bagian dunia, Setan akan menampakkan dirinya di antara manusia sebagai makhluk yang agung dengan terang yang menyilaukan menyerupai gambaran Anak Allah yang diberikan oleh Yohanes di dalam buku Wahyu (Wahyu 1:13-15). Kemuliaan yang mengelilinginya tidak tertandingi oleh sesuatu apa pun yang pernah dilihat oleh mata yang fana ini. Pekik sorak menggelegar di udara, “Kristus telah datang! Kristus telah datang!” Orang-orang sujud menyembah di hadapannya, sementara ia mengangkat tangannya dan memberkati mereka, sebagaimana Kristus memberkati murid-murid-Nya pada waktu Ia masih berada di dunia ini. Suaranya lembut dan merendah, namun merdu kedengarannya. Dalam nada lembut penuh kasihan ia menyampaikan beberapa kebenaran surgawi yang penuh kemurahan sebagaimana yang diucapkan oleh Juruselamat. Ia menyembuhkan penyakit-penyakit orang dan kemudian dalam tabiat Kristus yang dipakaikannya, ia mengatakan bahwa ia telah mengubah Sabat kepada hari Minggu, dan memerintahkan semua untuk menyucikan hari yang telah diberkatinya itu. Ia menyatakan bahwa mereka yang bersikeras menyucikan hari ketujuh menghujat namanya oleh menolak mendengarkan malaikat-malaikatnya yang dikirimkan kepada mereka dengan terang dan kebenaran. Ini adalah penipuan yang kuat, yang sangat mengagumkan.” Great Controversy 624 (Kemenangan Akhir, AO8.657-658) 


Tanda Binatang 

“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” Wahyu 13:16-18 

“Terang yang sudah kita terima pada pekabaran tiga malaikat adalah terang yang benar. Tanda binatang itu akan jadi benar-benar tepat sesuai dengan yang telah diberitakan. Belum semua yang berkenaan dengan masalah ini dapat dimengerti, dan juga tidak akan ia itu dipahamisampai kelak terbukanya gulungan suratan itu; tetapi suatu pekerjaan yang sangat serius akan dilaksanakan di dalam dunia kita.” 6 Testimonies 17


Tanda Binatang Belum Berlaku

“Pemeliharaan hari Minggu belum menjadi tanda binatang, dan tidak akan terjadi sampai keputusan diadakan yang menyebabkan manusia untuk menyembah sabat palsu ini. Waktunya akan datang pada saat hari ini akan menjadi ujian, tetapi saat itu belum lagi datang (MS 118, 1899).” 7 Bible Commentary p.977, E.G. White Comments. 

“Menerima tanda ini berarti datang kepada keputusan yang sama seperti yang dilakukan binatang itu, dan menganjurkan pemikiran yang sama, yang bertentangan dengan Firman Allah.” 7 Bible Commentary p.979, E.G.White Comments. 

Selama waktu ini (waktu dari tanda binatang), “domba-domba lain yang bukan dari kandang ini” (rombongan besar, Wahyu 7:9, Yohanes 10:16), akan harus menghadapi ujian besar yang akan memberikan mereka meterai Allah atau tanda binatang. Masa Kasihan akan ditutup bagi sidang Masehi Advent Hari Ketujuh darimana 144.000 telah dimeteraikan, tetapi masa kasihan akan masih terbuka bagi mereka yang masih di Babilon. Roh Nubuat dalam mengkomentari hal ini mengatakan: “Tetapi saya tidak membicarakan perkataan saya sendiri ketika mengatakan bahwa Roh Allah akan melewatkan orang-orang yang telah memiliki hari ujian dan kesempatan mereka sendiri, tetapi yang tidak membedakan suara Allah atau menghargai gerakan Roh Kudus. Lalu pada jam ke sebelas (in the eleventh hour), ribuan orang akan melihat dan mengakui kebenaran.” 2 Selected Messages 16 (Nasehat Allah Bagi Masa Kini Jilid 1 hal.343) 

“Tuhan sudah menunjukkan kepada saya dengan jelas bahwa patung binatang itu akan dibentuk sebelum masa pintu kasihan berakhir; karena hal ini akan menjadi suatu ujian yang besar bagi umat Allah, yang olehnya nasib abadi mereka akan ditentukan.” 2 Selected Messages 81 (Nasehat Allah Bagi Masa Kini Jilid 2 hal.32) 

“….pada waktu keputusan diadakan yang memaksakan sabat palsu, dan seruan keras dari malaikat ketiga akan mengamarkan manusia menentang penyembahan kepada binatang dan patungnya, akan terdapat garis pemisah yang jelas di antara yang salah dan yang benar. Kemudian mereka yang masih terus melanggar akan menerima tanda binatang.” Evangelismpp.234,235. Lihat juga: Great Controversy pp.448,449 (Kemenangan Akhir, AO8. 469,470) 


6 6 6

Jadi kita lihat bahwa binatang bertanduk dua ini akan merencanakan suatu pendirian pemerintahan yang mendunia, menempatkan kembali di atas tahta prinsip-prinsip hukum gereja-negara dari Roma Kerohanian. Sebagai oknum yang mengembalikan prinsip-prinsip ini, ia, bersama dengan nabi palsu, akan menjadi pemimpin diktator dunia, yang tidak hanya menentukan kebijakan pemerintahan politik dan agama, tetapi juga perdagangan dunia. Ia akan mengumumkan “tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.” Wahyu 13:17 

Binatang bertanduk dua ini melambangkan Seseorang yang berdiri pada Kepala sebuah Bangsa, dan yang pengaruhnya jauh dan luas di antara raja-raja bumi. Ia selanjutnya dikenali oleh sebuah Angka---angka mistik “enam ratus enam puluh enam.” Wahyu 13:18. Ilham meletakkan angka itu pada Binatang Bertanduk Dua dan kita harus membiarkannya di sana. Pemikiran bahwa kepausan disebut binatang adalah salah sama sekali. Kepausan dilambangkan oleh simbol-simbol pada dua binatang yang berbeda. Pertama, pada “binatang tak tergambarkan” Daniel 7, oleh “tanduk kecil yang memiliki mata seperti mata manusia, dan sebuah mulut yang berbicara perkara-perkara besar;” kedua, pada “binatang yang menyerupai Macan tutul” Wahyu 13, oleh kepala yang “terluka yang membawa mati.” Binatang-binatang ini adalah universal, melambangkan seluruh dunia dalam masa mereka, baik sipil maupun agama. Maka, angka bilangan itu bukanlah dari kedua binatang itu, “bilangan itu adalah…seorang manusia.” Kepausan hanya menjadi sebagian dari kedua binatang itu (tanduk-kepala pada binatang yang satu, dan hanya sebuah kepala yang terluka pada binatang yang lainnya), sehingga tidak dapat disebut “binatang”. Binatang bertanduk dua adalah satu-satunya yang melambangkan sebuah pemerintahan agama-politik lokal. Oleh karena itu, hanya kepada dia bisa dikatakan, angka bilangan itu adalah “seorang manusia.” Jadi, seseorang yang akan berdiripada kepala dari kekuasaan penganiayaan itu seperti yang telah dijelaskan dalam pasal ini, dan dilambangkan oleh binatang itu, adalah seseorang yang akan membawa angka mistik 666. “Kekuasaan terakhir ini yang menginjak-injak umat kesucian adalah dikemukakan di dalam Wahyu 13:11-18. Angkanya adalah 666.”--- A Word to the Little Flock p.9 

Meskipun Protestan percaya bahwa Paus membawa angka 666 (Vicarius Filii Dei), tidak ada satu pun kalimat dalam Roh Nubuat yang akan mendukung kepercayaan itu. Wahyu 13:11-17mengatakan dengan tegas mengenai kegiatan-kegiatan dari Binatang Bertanduk Dua – USA. Kemudian ayat 18 mengatakan bahwa jika kita memiliki kebijaksanaan, kita harus menghitung angkanya (his number); yaitu angka dari Binatang Bertanduk Dua. Tetapi, apakah yang dilakukan orang? Mereka menghitung angka pada Binatang yang menyerupai Macan tutul, yaitu Binatang pertama. (Wahyu 13:1-10). Seseorang dengan 666 adalah seorang pemimpin politik, keuangan dunia yang muncul dalam USA yang akan menentukan siapa yang dapat membelli atau menjual. Ia akan didukung oleh seorang pemimpin agama-yaitu nabi palsu. Perhatikanlah Wahyu 19:19,20. 

“Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.” Wahyu 19:19,20 

Mengenai Tanda binatang dan angka 666, kita akan mencari munculnya dua orang berpengaruh (bukan satu orang). Satu orang politik dan satu orang agama. Kebanyakan (jika bukan semua) gereja Protestan, telah disesatkan karena menamakan Paus sebagai orang dengan angka mistik 666, dan khawatir kepadanya, sementara dengan tangan terbuka, merangkul orang yang sesungguhnya membawa angka 666 itu. Hancurnya ekonomi yang mendunia harus terjadi untuk menjadi alasan bagi satu kerajaan agama-politik-perdagangan dunia. Untuk beberapa tahun kita telah memperingatkan gereja-geraja mengenai masalah ini, tetapi sebagian besar amaran itu telah jatuh pada telinga-telinga yang tuli. Sekarang banyak orang bingung dan panik. Kita akan pergi kemana? Silahkan menghubungi kami segera untukdetail selanjutnya mengenai masalah-masalah ini. 

“Diperlukan penyelidikan yang lebih serius terhadap firman Allah; khususnya Daniel dan Wahyu, harus diperhatikan seperti yang belum pernah sebelumnya dalam sejarah pekerjaan kita. Masih sedikit yang dapat kita katakan, sehubungan dengan kekuasaan Roma dan kepausan;….” Testimonies to Ministers 112 

“Firman Allah mengajarkan bahwa peristiwa atau tindakan-tindakan seperti ini akan terulang kembali pada waktu Katolik Roma dan Protestan bersatu untuk meninggikan hari Minggu.” Great Controversy 578 (Kemenangan Akhir, AO8. 608) 

“Protestan Amerika Serikat akan menjadi yang paling pertama mengulurkan tangan melintasi jurang pemisah untuk menggenggam tangan Spiritisme. Mereka akan menjangkau melintasi lobang yang tak terhingga dalamnya untuk berjabat tangan dengan penguasa Roma; dan di bawah pengaruh persekutuan tiga serangkai ini, negara ini akan mengikuti jejak Roma menginjak-injak hak-hak hati nurani.” Great Controversy 588 (Kemenangan Akhir, AO8.618) 

“Sungguh mengagumkan kecerdasan dan kelicikan Gereja Roma. Ia dapat membaca apa yang akan terjadi. Ia menantikan waktu yang tepat, melihat bahwa gereja-gereja Protestan sedang memberinya penghormatan oleh penerimaan mereka akan sabat palsu, dan bahwa mereka telah bersiap-siap untuk memaksakan pemeliharaan sabat palsu itu dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan pada masa silam. Mereka yang menolak terang kebenaran masih akan mencari bantuan dari kekuasaan yang mengaku tidak pernah salah ini untuk meninggikan suatu institusi yang berasal dari padanya. Seberapa cepatnya ia akan datang membantu Protestan dalam pekerjaannya ini tidak sulit untuk diterka.” Great Controversy 580 (Kemenangan Akhir, AO8.609)


Dunia Hari Esok

Sejalan dengan sejarah, “perkataan nubuatan yang lebih pasti” telah menuntun kita lambang demi lambang, berjalan melalui kerajaan-kerajaan dimulai dengan Babilon kuno, dan terus sampai kepada keadaan dunia yang terpecah belah sekarang ini, akan dengan pasti menuntun kita sampai kepada akhir zaman. Sebab itu kita dihadapkan dengan keperluan logis mengenai lambang binatang lainnya, yang meramalkan dunia dengan suatu agama politik di masa depan. Tanpa sebuah lambang untuk membawa kita melewati dunia hari ini, ramalan Firman Allah tidak akan lengkap. Jadi, demi logika, kelestarian, dan kelengkapan, rangkaian binatang-lambang ini harus meliputi juga binatang lainnya, yaitu satu binatang yang khusus akan membuka selubung dunia hari esok. Satu-satunya simbol seperti itu yang tersisa adalahBinatang Merah Kirmizi Wahyu 17, yang dikendarai oleh Babel Besar. 


=========================================================================




“Kebenaran di dalam Kristus dan melalui Kristus adalah tidak dapat diukur. Pelajar Alkitab menyaksikan, sebagaimana adanya, sebuah sumber air yang mendalam dan meluas tatkala ia menatap pada kedalamannya…… Bila kita menyelidiki firman Allah dalam kerendahan hati, tema agung penebusan akan terbuka kepada penelitian kita. Ia itu akan semakin terang bila kita memandangnya, dan bila kita bermaksud memahaminya, ketinggian dan kedalamannya akan selamanya meningkat. 

“Dia akan menyatakan rahasia-rahasia-Nya kepada kita secara pribadi….. Kebenaran-kebenaran lama akan dikemukakan, tetapi kebenaran-kebenaran itu akan terlihat dalam sebuah terang yang baru. Akan ada sebuah pemahaman yang baru akan kebenaran, sebuah kejelasan dan sebuah kuasa yang akan dimengerti oleh semua orang. Mereka yang memiliki hak istimewa akan kedudukan di bawah sebuah pelayanan kependetaan, jika mereka berserah pada pengaruh Roh Kudus, akan merasakan kuasa penggerak dari sebuah hidup yang baru. Api cinta Allah akan berkobar di dalam diri mereka. Alat-alat kecerdasan mereka akan dipercepat untuk memahami keindahan dan keagungan dari kebenaran. Christ's Object Lessons pp. 128-131. 


BINATANG-BINATANG DARI KITAB DANIEL 

“Mereka yang makan daging dan minum darah Anak Allah itu akan mengungkapkan dari kitab-kitab Daniel dan Wahyu kebenaran yang diilhami oleh Roh Kudus. Mereka akan memulai kekuatan-kekuatan tindakan yang tidak dapat ditindas. Mulut anak-anak akan dibukakan untuk mengabarkan rahasia-rahasia yang telah disembunyikan dari pikiran orang-orang.” Testimonies to Ministers p.116. 

“Ada kebutuhan akan sebuah pembelajaran yang lebih dekat akan firman Allah; khususnya agar Daniel dan Wahyu mendapat perhatian sebagaimana belum pernah sebelumnya dalam sejarah pekerjaan kita.” Testimonies to Ministers p. 112. 

Oleh karena pentingnya nubuatan-nubuatan dari kedua kitab ini, Daniel dan Wahyu, Uriah Smith dalam tahun 1867 telah memutuskan untuk menulis sejumlah materi yang mengomentari nubuatan-nubuatan ini. Dia memberi judul pada bukunya yang pertama, “Pemikiran-Pemikiran, Kritis dan Praktis, Terhadap Kitab Wahyu.” Dalam tahun 1873 ia telah menuliskan buku yang lain yang berjudul, “Pikiran-Pikiran, Kritis dan Praktis, Terhadap Kitab Daniel.” Kedua buku ini selanjutnya dibuat menjadi satu volume. Dalam mengomentari buku ini, SDA Bible Commentary mengatakan: “Pekerjaan ini, yang sekarang diberi judul Nubuatan-Nubuatan dari Daniel dan Wahyu, telah direvisi beberapa kali, selama hidup Smith dan selanjutnya, dan ia itu masih memiliki sebuah peredaran yang luas.” 10 Bible Commentary p. 1201. Dari tahun 1897 sampai saat ini buku ini dikenalkan kepada kita orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai “Daniel dan Wahyu.” 

Smith, “walaupun seorang penulis yang kreatif,….. juga meminjam dari para komentatormasa kini dan masa sebelumnya untuk menyusun tulisan-tulisannya, khususnya dalam penafsirannya akan nubuatan.” 10 Bible Commentary p. 1201. 

Terbukti bahwa buku ini tidak memenuhi kebutuhan setelah kita menemukan perkataan yang dituliskan oleh Ellen G. White dalam tahun 1902, tigapuluh lima tahun setelah Uriah Smith menuliskan buku pertamanya tentang kitab Wahyu: “Buku-buku tentang Daniel dan Wahyu tersebut haruslah digabungkan bersama-sama dan dipublikasikan. Beberapa penjelasan dari bagian-bagian tertentu bisa ditambahkan, tetapi saya tidak yakin bahwa hal ini diperlukan. “Inilah saran yang telah saya sampaikan kepada penatua Haskell yang terdapat di dalam buku yang telah diterbitkannya. Kebutuhan tersebut tidak terpenuhi melalui buku ini. Adalah gagasan saya untuk menggabungkan kedua buku itu bersama-sama, Wahyu mengikuti Daniel, karena memberikan terang yang lebih penuh pada pokok-pokok pembahasan yang dikemukakan di dalam kitab Daniel. Maksud untuk menggabungkan buku-buku ini menunjukkan bahwa keduanya berhubungan pada pokok-pokok pembahasan yang sama. 

“Sebuah pekabaran yang akan membangunkan gereja-gereja harus disampaikan. Setiap usaha harus dibuat untuk memberikan terang, bukan hanya kepada umat kita, tetapi juga kepada dunia. Saya telah diinstruksikan bahwa nubuatan-nubuatan dari kitab Daniel dan Wahyu haruslah dicetak dalam buku-buku kecil, dengan penjelasan-penjelasan yang perlu, dan harus dikirim ke seluruh dunia. Umat kita sendiri perlu memiliki terang itu ditempatkan di hadapan mereka dalam kalimat-kalimat yang lebih jelas.” Testimonies to Ministers p. 117. 

Dalam buku yang berjudul “Testimonies to Ministers,” halaman 526 dari lampiran, kita menemukan perkataan ini sehubungan dengan pernyataan yang dikutip di atas: “Rujukan di sini adalah kepada sebuah buku yang berjudul The Story of Daniel the Prophet, yang diterbitkan dalam tahun 1901 oleh penatua S.N. Haskell. Ia itu merupakan sebuah volume terbitan yang terdiri atas 340 halaman yang menyajikan sebuah komentar singkat atas nubuatan-nubuatan Daniel. Pernyataan ini dari Ny. White telah dituliskan dalam tahun 1902.Tiga tahun kemudian penatua Haskell menerbitkan sebuah volume pendamping yang berjudulThe Story of the Seer of Patmos, yang mengomentari kitab Wahyu.” 

Terbukti bahwa tak satu pun dari antara buku-buku para pengarang ini (Uriah Smith atau penatua Haskell) memenuhi kebutuhan akan apa yang Ellen G. White minta pada masa itu. Kita sampai pada kesimpulan ini karena hasil pengamatan-pengamatan berikut: 

Jika buku Uriah Smith, Daniel and Revelation (yang ditulis pertama kali dalam tahun 1867) adalah mencukupi, lalu mengapa E.G. White tigapuluh empat tahun kemudian menyarankan penatua Haskell untuk menulis buku yang lain mengenai pokok pembahasan yang sama? 

Roh Nubuat mengamarkan kita supaya kita tidak menerima opini dari para komentator sebagai suara Allah; mereka adalah makhluk-makhluk yang fana seperti diri kita sendiri… Kita harus membuat Alkitab sebagai penafsir dirinya sendiri.” Testimonies to Ministers p. 106. 

‘Banyak orang yang berpikir bahwa mereka harus consult komentar-komentar atas Alkitab supaya memahami makna firman Allah, dan kita tidak akan berpendirian bahwa komentar-komentar tersebut tidak mesti dipelajari; namun akan membutuhkan banyak proses dalam mencernanya untuk mengungkapkan kebenaran Allah di bawah banyaknya perkataan manusia. Betapa sedikit yang telah dilakukan oleh gereja sebagai sebuah badan yang mengaku meyakini Alkitab, untuk mengumpulkan mutiara-mutiara yang bertebaran dari firman Allah ke dalam sebuah rantai kebenaran yang sempurna!”Fundamentals of Christian Education, hlm. 187, 188. Karena Uriah Smith “telah meminjam dari Contemporary and early expositors” (lihat Index of Authors, hlm. 793 dalam buku Daniel and the Revelation) “untuk bahan-bahan tulisannya, khususnya dalam penafsiran-penafsirannya akan nubuatan” (10 Bible Commentary, hlm. 1201), maka kita tidak dapat dengan aman menempatkan buku tersebut, yaitu Daniel and the Revelation,yang ditulis oleh Uriah Smith, pada tingkatan yang sama dengan Alkitab atau Roh Nubuat. 
Buku penatua Haskell, The Story of Daniel the Prophet, tidak memenuhi kebutuhan tersebut sebagaimana telah dia katakan: “Kebutuhan tidak dipenuli oleh buku ini.”Testimonies to Ministers, hlm. 117. Buku-buku Haskell ditulis dalam dua volume besar. Ellen White menginginkan nubuatan-nubuatan Daniel dan Wahyu dikombinasikan bersama dan disusun dalam buklet-buklet yang kecil, yang menunjukkan bagaimana nubuatan-nubuatan Daniel dan Wahyu berhubungan satu sama lain. Terbukti jelasapa yang dipikirkan oleh Ellen White adalah untuk mengadakan buklet-buklet murah yang kecil dicetak, yang masing-masing meliputibagian-bagian tertentu dari Daniel dan Wahyu. Dengan melakukan hal tersebut dalam cara yang demikian maka buklet-buklet kecil ini dapat dikirimkan ke seluruh dunia. “Kebenaran tidak seharusnya diredamsekarang. Pernyataan-pernyataan yang jelas harus dibuat. Kebenaran yang murniharus disampaikan, dalam leaflet-leaflet dan pamflet-pamflet, dan semuanya ini harus disebarluaskan seperti dedaunan di musim gugur.” Testimonies, Vol. 9, hlm. 231. 

Kita hendak menjelaskan pada bagian ini bahwa sudah barang tentu tidak ada kutukan kepada para penulis ini dalam mengungkapkan pandangan-pandangan mereka sehubungan dengan buku-buku yang mereka tulis, sebab mereka tidak pernah menyatakannya diilhami. Akan tetapi, karena alasan-alasan yang telah disebutkan di atas, kita tidak dapat dengan amanmenempatkan buku-buku tersebut pada tingkatan yang sama dengan Alkitab atau Roh Nubuat. 


PEKERJAAN KITA

“Bahaya-bahaya akhir zaman sudah di depan kita, dan dalam pekerjaan kita kita harus mengamarkan orang-orang akan bahaya yang mereka hadapi. Janganlah pemandangan-pemandangan yang serius yang telah diungkapkan oleh nubuatan ini dibiarkan tak tersentuh. Seandainya umat kita setengah terjaga, seandainya mereka menyadari dekatnya peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam kitab Wahyu, maka sebuah reformasi akan dilakukan di dalam gereja-gereja kita, dan lebih banyak orang lagi akan mempercayai pekabaran itu. Kita tidak mempunyai waktu untuk dilewatkan; Allah memanggil kita untuk mengawasi jiwa-jiwa seperti halnya mereka yang harus memberi pertanggungjawaban. Majukanlah prinsip-prinsip yang baru, dan doronglah kebenaran yang pasti. Ia itu akan seperti sebuah pedang bermata dua…... Biarlah Daniel berbicara, biarkan Wahyu berbicara, dan katakanlah apa itu kebenaran.” Testimonies to Ministers p. 118. 

Adalah karena imbauan yang khidmat dari pena inspirasi bahwa “umat kita sendiri perlu memiliki terang yang ditempatkan di hadapan mereka dalam pernyataan-pernyataan yang lebih jelas” (Testimonies to Ministers, hlm. 117) maka kita memulai pelajaran kita tentang binatang-binatang dari Daniel.


EMPAT BINATANG DARI DANIEL PASAL TUJUH

"Sementara Daniel berpegang teguh kepada Allahnya dengan iman yang tidak goyah, Roh bernubuat datang atasnya. Sementara ia diberikan petunjuk atas tugas-tugas manusia dalam pengadilan kehidupan, dia menerima pengajaran dari Allah untuk membaca misteri-misteri di masa-masa yang akan datang dan akan diberikan kepada generasi-generasi yang akan datang, melalui tokoh-tokoh dan kesamaan-kesamaan, hal-hal yang mentakjubkan yang akan datang sama seperti di masa lalu" Sanctified Life p. 24. 

“Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya: Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar, dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa,dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia. Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak. Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan. Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh. Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil,sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.” Daniel 7:1-8. 

Berkaitan dengan penglihatan yang sama ini, Daniel melanjutkan untuk menjelaskan: “Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya. Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.Daniel 7:23-25. (Lihat: Great Controversy, hlm. 51-54) 

Kebanyakan dari kita sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh setuju atas interpretasi keempat binatang dari Daniel pasal tujuh ini. Sejarah meneguhkan fakta bahwa Singa itu melambangkan Babilon kuno, Beruang melambangkan Medo-Persia, Macan tutul berkepala empat itu Yunani, dan dan binatang keempat yang berbeda dari tiga binatang pertama melambangkan Kekapiran dan Romawi Kepausan. Keempat binatang ini semuanya muncul dari Laut, yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari Negeri Utara-Eropa. Lihat Great Controversy pp. 439,440. Adalah menarik untuk mencatat bagaimana patung Daniel 2:32-43, sesuai dengan empat binatang dari Daniel 7. Allah dari surga itu sangat konsisten dengan lambang-lambang yang Dia gunakan untuk melukiskan kebenaran-kebenaran tertentu. Seperti halnya logam-logam dalam Daniel 2 dimulai dengan Emas, yang paling berharga dari antara logam dan kemudian berlanjut ke bawah dengan logam-logam yang nilainya lebih rendah, maka binatang-binatang dari Daniel 7 mulai dengan Singa, raja dari binatang-binatang, dan berlanjut ke bawah dengan binatang-binatang yang kekuatannya lebih lemah. Karena kebanyakan orang Masehi Advent Hari Ketujuh mengetahui patung dari Daniel 2 dan apa yang dilambangkannya, maka kita tidak akan memasuki nubuatan tersebut pada kesempatan ini. 


LAMBANG DARI SAYAP DAN TULANG-TULANG RUSUK

Kita dapat sekarang mempertanyakan arti dari sayap-sayap yang terdapat pada singa itu dan pada macan tutul; juga tulang-tulang rusuk yang terdapat di dalam mulut beruang. Sayap-sayap pada singa itu tentunya tidak mungkin melambangkan kecepatan, sebagaimana yang diajarkan oleh beberapa orang. Jika sekiranya sayap harus melambangkan kecepatan, maka sayap-sayap itu sudah harus terdapat pada beruang, sebab Koresh dan Dariusmengalahkan Babilon tua itu pada malam hari. Selanjutnya, jika sayap melambangkan kecepatan pada binatang yang satu, sayap-sayap itu juga harus melambangkan yang sama pada binatang yang lainnya. Dapatkah sayap-sayap itu melambangkan kecepatan pada binatang macan tutul yang berkepala empat itu? Tentu saja tidak. Suatu penelitian yang seksama terhadap simbol-simbol menunjukkan, bahwa binatang macan tutul itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemenangan Alexander atas Medo-Persia. Macan tutul itu melambangkan kerajaan yang ada sesudah kemenangan itu dicapai. Empat kepala itu adalah empat bagian Yunani setelah kematian Alexander, yaitu “Cassander, Lycimachus, Ptolemy, dan Seleucus”. 

Peperangan dan kemenangan di antara Medo-Persia dan Yunani disampaikan kepada perhatian kita di dalam Daniel 8:5-7: “Maka sementara aku memperhatikannya, tampaklah seekor kambing jantan datang dari sebelah barat yang melintasi seluruh muka bumi, tanpa menyentuh tanah: dan kambing jantan itu mempunyai sebuah tanduk yang terkenal di antara kedua matanya. Maka datanglah ia mendapatkan domba jantan yang memiliki dua tanduk itu, dan yang telah kulihat berdiri di hadapan sungai itu, maka ia pun menerjangnya dengan sangat kuatnya. Dan aku melihatnya datang mendekati domba jantan itu, dan ia menerjangnya dengan geramnya, dan menanduknya dan mematahkan kedua pucuk tanduknya; maka domba jantan itu tiada berdaya lagi untuk berdiri di hadapannya, maka dihempaskannya akan dia ke tanah, dan dipijak-pijaknya akan dia, dan tak seorangpun yang dapat melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.” 

Seterusnya pada ayat delapan, Daniel meramalkan dalam lambang-lambang nubuatan kematian Alexander Agung melalui tanduk yang patah dari kambing jantan itu dan pergantian kekuasaan yang dilakukan oleh keempat jenderalnya yang dilambangkan dengan empat tanduk yang muncul dan menggantikan satu tanduk yang patah itu. “Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.” Dan. 8:8. 

Di dalam ayat 20, 21, dari Daniel 8, kepada Daniel diceritakan oleh malaikat bahwa kambing jantan itu ialah “Yunani”, domba jantan itu ialah “Medo-Persia”, dan tanduk yang terkenal di antara kedua matanya itu ialah, “rajanya yang pertama” (Alexander Agung). Oleh karena itu,kemenangan Alexander yang cepat itulah yang dilambangkan oleh “kambing jantan itu”yang tidak menyentuh tanah. Jika sayap harus melambangkan kecepatan, maka sayap-sayap itu sudah akan terdapat pada “kambing jantan” dan bukan pada macan tutul itu. Oleh karena kebenaran dari apa yang telah dikatakan di atas tidak dapat disangkal, dan karena pendapat yang telah dipegang oleh sebagian orang adalah bertentangan dengan simbol-simbol itu, maka kita harus mencari dari tempat lain untuk pemakaian “sayap-sayap” itu. 

Pertama-tama, kita harus mengerti, bahwa oleh bantuan simbol-simbol ini Ilham sedang mencatat keseluruhan sejarah dunia. Janganlah kita lupa bahwa ada sebuah dunia pada sebelum air bah yang lalu. Jika seseorang dari kita hendak mengusahakan prestasi arsitektural yang indah ini untuk merencanakan suatu kerangka, atau bagan, dari sejarah dunia ini, maka kita tentunya akan memikirkan suatu perhitungan yang lengkap dari keseluruhan bagian-bagiannya. Allah yang tak terbatas kepintaran-Nya itu maupun kuasa-Nya tentu saja tidak akan mau melewati begitu saja atau dengan sengaja melalaikan di dalam bagan peristiwa-peristiwa sejarah-Nya yang besar itu untuk mempertimbangkan juga dunia-Nya sebelum air bah. 

Suatu catatan dari sebuah penyelidikan Ilahi mengenai sejarah dunia ini semenjak darikejadian dunia sampai kepada penebusan akan sangat penting pada waktu ini. Dalam suatu zaman kekapiran, atheisme, dan kemunafikan, orang-orang yang mengaku dirinya bijaksana secara duniawi, maupun dalam masalah-masalah agama, mereka telah sesat dari sumber kepintaran dan pengetahuan yang sebenarnya. “Sebab itu, apabila mereka mengenal Allah, mereka tidak akan memuliakan-Nya sebagai Allah, ataupun bersyukur kepada-Nya; melainkan mereka menjadi sia-sia di dalam semua kepikirannya, dan hatinya yang bodoh menjadi digelapkan. Mengaku dirinya pintar, maka mereka menjadi orang-orang bodoh.” (Roma 1:21, 22). Bahkan orang-orang yang mengaku dirinya guru-guru kebenaran, mereka telah kehilangan iman mereka dalam perhitungan Alkitab mengenai kejadian dunia. Allah karena mengetahui akan penolakan terhadap firman-Nya secara sesat sekarang ini, maka Ia telah merencanakan suatu kerangka nubuatan dalam simbol dari binatang-binatang buas, sayap-sayap, tulang-tulang rusuk, tanduk-tanduk, kepala-kepala, mahkota-mahkota, dan sebagainya, oleh mana Ia menunjukkan di dalam gambaran nubuatan ini kepada kenyataan-kenyataan, dengan disertai kuasa yang akan merendahkan manusia serta menunjukkan kepada mereka itu keseluruhan kebodohannya dan kegagalan kepintarannya dalam menerima teori evolusi sebagai ganti kisah penciptaan dari Alkitab.


Kerajaan Adam

Menurut perhitungan Alkitab air bah itu datang lebih dari 1600 tahun sesudah kejadian dunia. Allah menciptakan keturunan umat manusia itu berasal dari Adam dan Hawa. Oleh sebab itu, hanya ada satu umat, satu keturunan, satu bahasa dan bangsa semenjak dari kejadian dunia sampai kepada air bah. “Adam dimahkotai sebagai raja di taman Eden.Kepadanya diberikan pemerintahan atas setiap makhluk hidup yang diciptakan Allah. Dia membuat Adam memiliki kedaulatan yang sah atas segala hasil pekerjaan tangan-Nya.” 1 Bible Commentary p. 1082, E.G. White. Pemerintahan yang dikaruniakan kepada Adam itu kami sebut Kerajaan Dunia Adam yang pertama. Babilon adalah yang kedua; Medo-Persia yang ketiga; Yunani yang keempat; Romawi yang kelima; Romawi yang terpecah-pecah (yang dilambangkan oleh kaki-kaki dan jari-jari kaki dari patung besar Daniel pasal 2, yang merupakan bangsa-bangsa beradab yang tidak stabil sekarang ini) ialah yang keenam; dan semenjak dari berakhirnya seribu tahun millenium setelah kebangkitan orang-orang jahat sampai kepada kematian mereka yang kedua kali, ialah yang ketujuh dan terakhir. Demikianlah angka bilangan Alkitab tujuh sebagaimana biasanya menunjukkan kelengkapan. Oleh sebab itu, tujuh kerajaan dunia yang sedemikian ini mengungkapkan sebuah sejarah dunia yang lengkap, menunjukkan akhir dari dosa dan pemerintahannya. 

Kalau saja kita manusia yang fana harus merencanakan suatu bagan yang sedemikian ini oleh simbol binatang-binatang buas, maka pasti kita akan memiliki inteligensia yang cukup untuk memberi nomor kepada setiap binatang menurut urutannya yang benar. Kita tidak mungkin mengira bahwa Allah adalah kurang teliti dalam ketepatan-Nya yang menakjubkan. Oleh sebab itu Ia telah menentukan nomor setiap binatang. Kita pertama-tama harus menyadari bahwa sejarah Wasiat Lama telah dilambangkan oleh patung logam yang besar; yaitu, Emas – Babilon; Perak – Medo-Persia; Tembaga – Yunani. Emas ialah yang utama dari semua logam yang akan berdiri sebagai nomor satu; perak adalah yang kedua dari emas, sebab itulah nomor dua; tembaga adalah yang ketiga dari emas, berarti nomor tiga. Singa, beruang, dan macan tutul diberi nomor dengan cara sedemikian ini. Singa adalah raja atau yang utama dari binatang-binatang buas, maka sebab itu nomor satu, sejajar dengan emas. Beruang ialah yang kedua dari singa, sebab itu nomor dua, sejajar dengan perak. Macan tutul ialah yang ketiga dari singa, karena itulah nomor tiga, sejajar dengan tembaga. Semuanya ini adalah rangkaian nomor yang pertama, tetapi masih ada rangkaian nomor lainnya yang harus kita bicarakan. 


Sayap-Sayap

Semuanya ini akan membawa kita kembali kepada pokok masalah kita mengenai apa yang dimaksudkan dengan sayap-sayap yang terdapat pada singa maupun pada macan tutul itu, dan tulang-tulang rusuk yang terdapat di dalam mulut beruang. Allah tentunya tidak akan menggambarkan peta sejarah dunia, semenjak dari air bah sampai kepada akhirat, dan gagal memperhitungkan semua bagian-bagiannya. Harus ada sesuatu di dalam bagan mengenai peristiwa-peristiwa sejarah ini untuk menunjukkan bahwa Ia mempunyai suatu kerajaan dunia sebelum air bah itu, seperti yang dijelaskan sebelumnya. Bahwa kerajaan itu merupakan yang pertama, dengan sendirinya berdiri sebagai nomor satu; Babilon nomor dua; Medo-Persia nomor tiga; dan Yunani nomor empat. Jika pernyataan ini benar, maka kita harus mencarikan rangkaian angka-angka ini pada singa, beruang, dan macan tutul itu. Kedua sayappada singa itu menunjukkan kerajaan nomor dua. Singa (Raja dari Binatang-Binatang) secara alamiah adalah yang pertama – kerajaan yang pertama semenjak air bah, tetapi secara tidak alamiah karena dua sayapnya, maka adalah kerajaan yang kedua semenjak dari kejadian dunia. Ketiga tulang rusuk di dalam mulut beruang itu menunjukkan kerajaan nomor tiga. Beruang itu secara alamiah adalah yang kedua semenjak dari air bah, tetapi secara tidak alamiah karena tiga tulang rusuk itu ia adalah kerajaan yang ketiga semenjak dari kejadian dunia; tulang-tulang rusuk telah digunakan, karena sayap selalu berpasangan. Empat sayap yang terdapat pada macan tutul itu menunjukkan bahwa Yunani adalah kerajaan dunia yang keempat. Macan tutul secara alamiah adalah yang ketiga semenjak dari air bah, tetapi secara tidak alamiah karena empat sayap itu, ia adalah kerajaan yang keempat semenjak dari kejadian dunia. 

“Bangkitlah, Makanlah Daging Yang Banyak”

“Bangkitlah engkau, makanlah daging yang banyak”, demikian kata rusuk-rusuk itu kepada beruang. (Daniel 7:5). Kerajaan Medo-Persia membuka jalan bagi peperangan-peperangan antara kerajaan. Demikianlah kerajaan demi kerajaan terjerumus jatuh ke dalam peperangan-peperangan berdarah. Tulang-tulang rusuk di dalam mulut beruang itu tidak mungkin berarti bangsa-bangsa, seperti yang diajarkan oleh sebagian orang, karena bangsa-bangsa dilambangkan oleh tanduk-tanduk, dan bukan oleh tulang-tulang rusuk. Juga tidak mungkin rusuk-rusuk itu menunjuk kepada daerah-daerah propinsi tertentu yang tidak berhasil dikuasai oleh Medo-Persia, karena ia sudah menguasai rusuk-rusuk itu di dalam mulutnya, dan adalah tidak konsisten untuk mengira bahwa orang-orang Persia itu sudah akan menindas negara-negara bagian tertentu lebih daripada yang lainnya. Kalau memang hal itu demikian, maka beruang itu sudah akan memijak-mijak mereka seperti yang diperbuat oleh binatang yang tak tergambarkan dari Daniel 7:7 dan seperti kambing jantan menginjak-injak domba itu (Lihat: Dan. 8:5-7). 


Tercabut Sayap-Sayap dari Singa Itu

Kita kembali kepada singa, lambang dari Babilon, Daniel mengatakan: “Yang pertama itu adalah seperti singa, dan ia memiliki sayap-sayap burung garuda: maka kulihat sampaitercabutlah sayap-sayapnya itu. Simbol ini menunjukkan seperti tercabutnya tiga pucuk tanduk dari binatang yang tak tergambarkan itu. Dan. 7:8. Jika tercabutnya tanduk-tanduk itu menunjukkan kerajaan-kerajaan mereka diambil dari padanya, maka tercabutnya sayap-sayap itu akan menunjukkan bahwa Babilon sebagai kerajaan nomor dua akan berlalu, menggenapi hasil interpretasi Daniel mengenai tulisan tangan yang terdapat pada tembok: “Inilah interpretasi dari perkataan itu: Mene; Allah telah menghitung kerajaan tuanku, dan mengakhirinya.” Dan. 5:26. Oleh sebab itu, Babilon jatuh ke dalam tangan dari raja-raja Medo-Persia itu. Dengan demikian sayap-sayapnya “tercabut”, dan kerajaan Medo-Persia itu, nomor tiga, menggantikan singa, yaitu nomor dua. 


Hati Manusia diberikan kepada Singa itu

Setelah sayap-sayap dari singa itu tercabut, maka Daniel mengatakan: “Ia dibuat berdiri pada kakinya seperti manusia, dan suatu hati manusia diberikan kepadanya.” Apapun yang diartikan oleh kedudukan dari binatang itu dan perubahan hatinya, aplikasinya adalah tetapsesudah Babilon jatuh ke bawah pemerintahan Medo-Persia, sebab ia berdiri sebagai manusia setelah sayap-sayapnya tercabut. Jika kita hendak memperoleh pengertian dari simbol itu, kita harus pertama-tama memikirkan fungsi dari jantung/hati, sebab simbol itu sendiri harus sempurna, sebab jika tidak, kebenarannya tidak dapat ditentukan. 

Fungsi dari Hati ialah untuk mempertahankan daya hidup di dalam tubuh. Biarkanlah jantung itu berhenti, maka segala-galanya akan lenyap. Organ tubuh yang sangat penting ini adalah pengatur tubuh. Seperti halnya sebuah kerajaan adalah terdiri dari banyak orang pribadi, berikut berbagai kebutuhan mereka, demikian itu pula dengan tubuh yang hidup terdiri dari sejumlah besar sel-sel hidup, berikut semua kepentingannya. Sebagaimana tugas dari seorang raja adalah mempertahankan daya hidup di dalam kerajaannya, juga menghukum atau mencabut sampai kepada akar-akar segala kejahatan serta mengawasi melindungi semua yang baik, demikian itu pula yang diperbuat oleh jantung. Dengan cara mengembang dan mengempis ia mengontrol dan memberikan aliran, daya hidup dalam bentuk darah bersih. Bukti yang dikumpulkan sejauh ini membuktikan bahwa jantung adalah lambang yang tepat dari seorang raja. 

Kecerdasan manusia tidak terdapat dalam bentuk lahiriah dari kemanusiaannya, melainkan sebaliknya ia itu terdapat di dalam hati manusia. Pendapat ini adalah tegas dianut oleh Injil: “Karena dari dalam kelimpahan hati mulut berbicara.” Oleh sebab itu, simbol (hati manusia)dapat menunjukkan inteligensia. Tetapi simbol ini tidak dapat menyimpulkan pandangan manusia, melainkan sebaliknya suatu pengertian Allah yang tepat, karena Alkitab mengatakan: “Orang bodoh mengatakan di dalam hatinya, bahwa tidak ada Allah.” Mzm. 53:1. Memperoleh suatu pandangan yang jelas mengenai kekuasaan yang tak terhingga dari Dia Yang Kekal itu ialah yang Allah sebut pendidikan yang benar. Kesimpulan dari simbol itu ialah, bahwa Babilon dipaksa untuk mengakui adanya Dia Yang Maha Tinggi dengan cara menyingkirkan raja yang satu (hati binatang) dan mendudukkan raja yang lain (hati manusia). 

Koresh, yang oleh Allah telah dibicarakan melalui nabi-Nya bertahun-tahun sebelumnya itu diijinkan untuk memasuki ibukota dari raja Kasdim itu. Lihat Yes. 45:1. Babilon sebagai kerajaan nomor dua berlalu sudah, maka simbol mengenai sayap-sayap yang “tercabut” itu menemui kegenapannya. “Pada malam itu juga Belsyazar raja Kasdim itu dibunuh”. Hati singa itu ialah lambang dari raja kapir – yaitu Belsyazar yang dibunuh itu – dan demikianlah hati binatang itu telah disingkirkan. Manusia merencanakan, tetapi seringkali kekuasaan yang lain yang tidak dikuasainya itulah yang menentukan. 

Daniel telah dijadikan presiden yang pertama atas 120 penghulu, sebab “terdapat di dalam dirinya suatu roh yang sempurna.” Dan. 6.3. Baik Koresh maupun Darius telah bertobat menyembah sujud kepada Allah yang benar. Oleh sebab itu, Lengan yang kekal yang ikut campur tangan dalam persoalan-persoalan manusia telah mendudukkan raja pilihanNya sendiri. Dalam cara inilah simbol-simbol itu memenuhi kegenapannya dan singa itu “diangkat ke atas dari bumi, dan dibuat berdiri pada kakinya seperti seorang manusia, dan suatu hati manusia diberikan kepadanya.”
Jantung adalah suatu lambang yang cocok dari seorang pemimpin suatu bangsa. Perbedaan yang tegas di antara raja yang beragama dan yang tidak beragama adalah sama luas perbedaannya seperti di antara hati manusia dan hati binatang. Jantung adalah daya pemberi hidup kepada tubuh manusia, sama seperti seorang raja adalah pemimpin dari sesuatu bangsa. 

“Sejarah bangsa-bangsa yang silih berganti telah menempati ruang dan waktu mereka masing-masing, yang tanpa disadari memberikan kesaksian pada kebenaran yang mereka sendiri tidak pahami, berbicara kepada kita. Kepada setiap bangsa dan kepada setiap pribadi masa sekarang ini Allah telah menetapkan suatu tempat di dalam rencana besarNya. Pada masa ini orang dan bangsa-bangsa sedang diukur oleh jarum pengukur di dalam tanganNya yang tidak pernah keliru itu. Semua orang adalah ditentukan oleh pilihan mereka masing-masing dalam memutuskan takdir mereka, dan Allah sedang mengatur segala sesuatu demi pencapaian tujuan-tujuan-Nya.” Education, hlm. 178. 


Beruang dan Macan Tutul

Contoh yang dibuat dari raja-raja Babilon itu hendaknya menjadi sebuah objek pelajaran kepada semua raja-raja yang berikutnya. Pengaruh kehidupan beriman dari Koresh dapat juga dipertahankan, tetapi raja-raja Medo-Persia itu seperti juga halnya orang-orang Kasdim itu, mereka mencari kemuliaan duniawi tanpa takut akan Dia yang dapat mendirikan kerajaan-kerajaan, dan menyingkirkan raja-raja. 

Pelajaran yang tak ternilai yang diajarkan pehukuman terhadap raja-raja Kasdim itu seharusnya merupakan berkat bagi mereka, tetapi di dalam ingatan mereka yang sia-sia mereka menjauhi diri dari sumber kebijaksanaan yang benar dan dari kekuasaan yang tidak pernah gagal. Dengan demikian apa yang dimaksudkan sebagai suatu berkat bagi mereka ternyata telah menjadi suatu hukuman. Oleh sebab itu, raja-raja dari Medo-Persia telah bertumbuh menjadi terburuk dari raja-raja Yunani yang patung-patungnya adalah dewa-dewa mereka, dan selera-selera lidahnya yang kacau merupakan satu-satunya pedoman hidup mereka. Dengan demikian kembali tiba masanya bagi tulang-tulang rusuk di dalam mulut beruang itu untuk berbicara, “Bangkitlah kamu dan makanlah daging yang banyak.” Oleh karena itu, lengan Dia Yang Maha Kuasa itu ditarik dari raja Persia, dan Alexander dengan kecepatan seekor burung garuda maju menangkap mangsanya. Demikianlah Medo-Persia membuka pintu gerbangnya bagi peperangan-peperangan berdarah dalam sejarah dunia kita. Dengan cara inilah kata-kata yang berbunyi, “Bangkitlah kamu, makanlah daging yang banyak”, menemui kegenapannya. 

Daniel mengatakan: “Maka sementara aku memperhatikannya, tampaklah seekor kambing jantan datang dari sebelah barat yang melintasi seluruh muka bumi, tanpa menyentuh tanah; maka kambing jantan itu mempunyai sebuah tanduk yang terkenal di antara kedua matanya. Maka datanglah ia mendapatkan domba jantan yang memiliki dua tanduk itu, dan yang telah kulihat berdiri di hadapan sungai itu, maka ia pun menerjangnya dengan sangat kuatnya. Dan aku melihatnya datang mendekati domba jantan itu, dan ia menerjangnya dengan geramnya, dan menanduknya, dan mematahkan kedua pucuk tanduknya; maka domba jantan itu tiada berdaya lagi untuk berdiri di hadapannya, maka dihempaskannya akan dia ke tanah, dan dipijak-pijaknya akan dia: dan seorang pun tiada yang dapat melepaskan domba jantan itu dari tangannya. …. Domba jantan yang kau lihat memiliki dua pucuk tanduk itu adalah raja-raja Medo-Persia. Dan kambing jantan yang kasar itu ialah raja dari Yunani; dantanduk besar yang terdapat di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.” Daniel 8:5-7, 20, 21. 

Oleh sebab itu, Alexander, yang keinginannya untuk berkuasa tidak mengenal batas itu adalah yang pertama berhasil memimpin barat memerangi timur. Tetapi tak begitu lama Alexander mengalahkan kerajaan itu, terlibatlah ia dalam suatu pesta makan minum yang memabukkan, dan ia mati selagi ia masih muda. Dengan demikian, sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, tanduk dari “kambing jantan” itu patah dari antara kedua matanya, “maka gantinya telah muncul empat pucuk tanduk yang terkenal mengarah ke empat mata angin di langit.” Alexander karena tidak mempunyai seorang pengganti untuk mewarisi tahtanya, maka kerajaan itu terbagi di antara empat orang jenderalnya, yaitu Cassander, Lysimachus, Ptolemy, dan Seleucus. Dengan demikian waktu dan takdir mendatangkan binatang macan tutul yang berkepala empat dalam Daniel 7:6. 


Kerajaan Tembaga Memerintah Dunia

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa singa, beruang, dan macan tutul adalah binatang-binatang yang ditentukan nomor bilangannya secara ilahi. Macan tutul karena merupakan kerajaan yang keempat semenjak kejadian dunia, dan karena angka nomor-nomor itu dalam cara penomoran ini berakhir dengannya, maka dengan sendirinya timbul pertanyaan: Mengapa urutan penomoran itu tidak dilanjutkan terhadap binatang-binatang yang datang menyusul macan tutul itu? Ada beberapa alasan bagi perubahan ini dengan binatang yang dimaksud. Karena Romawi secara perlahan-lahan bangkit dari dalam kerajaan Yunani ia pada akhirnya menarik bagian yang terakhir dari Yunani dan Dinasti Ptolemy menjadi sebuah propinsi dari negara Romawi pada kira-kira tahun 27 sebelum Tarikh Masehi. Hal ini secara jelas dilambangkan oleh tanduk yang lebih besar itu (Roma) yang berasal dari salah satu dari antara empat jenderal Alexander (empat tanduk dari kambing jantan itu) sebagaimana digambarkan dalam Daniel 8:8,9. 

“Oleh sebab itu Kambing Jantan” (Yunani) “tumbuh sangat besar: dan ketika dia kuat, tanduk besar itu” (Alexander) “patah; dan sebagai penggantinya muncul empat tanduk yang terkenal (empat jenderal Alexander)” ke arah empat mata angin. Dan salah satu dari mereka” (satu dari empat jenderal Alexander) “muncul sebuah tanduk kecil,” (kemunculan Romawi Kapir) “yang tumbuh semakin besar” (Romawi Kepausan) “menuju selatan, dan ke arah timur, dan ke arah tanah permai itu.” Dan. 8:8,9. Ayat-ayat 10-12 menunjukkan bahwa Tanduk yang Lebih Besar ini adalah Kepausan. “Sebagaimana telah diramalkan oleh nubuatan,Kuasa Kepausan telah mencampakkan kebenaran itu ke tanah.” Great Controversy, hlm. 65.
Dengan demikian Wasiat Lama berakhir dengan Yunani dan dengan Romawi Wasiat Baru dimulai. Oleh sebab itu, di antara Yunani dan Romawi terletak garis pemisah. Juga perlu dicatat bahwa tiga binatang pertama dari Daniel 7:1-6 yang melambangkan Wasiat Lama adalah tidak bertanduk, tetapi binatang-binatang dalam Wasiat Baru adalah bertanduk.Semuanya menunjukkan Berakhirnya periode Contoh dan dimulainya periode Contoh Saingan. 


Binatang Yang Tak Tergambarkan

Menyusul macan tutul yang berkepala empat itu datanglah binatang yang tak tergambarkan dari Daniel 7:7, melambangkan kerajaan dunia yang keempat semenjak dari air bah, tetapi yang kelima semenjak dari kejadian. Romawi telah dilambangkan oleh sebuah simbol yang lebih hebat lagi dari kerajaan-kerajaan sebelumnya. Harus ada suatu alasan khusus mengapa kerajaan Romawi dilambangkan oleh seekor binatang yang tak tergambarkan. Simbol itu mengungkapkan bahwa sistem pemerintahan Romawi adalah suatu pengaturan yang tidak dapat digambarkan. Pendekatan yang terdekat untuk suatu nama yang tepat ialah sebutan – tak tergambarkan. (Lihat Daniel 7:7,8,23-25). 

Kita akan melihat sekarang kepada administrasi pemerintahannya. Penyaliban terhadap Kristus dan mati sahid orang-orang Kristen membuktikan, bahwa penguasa eksekutif Romawi memberi kekuasaan resmi kepada paham kekapiran yang berperang melawan Kekristenan. Sebagaimana orang-orang Kristen ini dibunuh karena penolakan mereka untuk menyembah berhala-berhala orang banyak itu, maka jelaslah bahwa orang-orang Yahudi telah menggunakan alat penguasa sipil Romawi untuk mengadili dan memaksakan adat-adat kebiasaan agama mereka sendiri; Yesus merupakan suatu contoh, karena Ia telah disalibkan sebagai akibat dari pertentangan agama. Romawi dalam abad yang pertama telah menganiaya orang-orang Kristen, tetapi setelah menganut Kekristenan, ia menganiaya orang-orang Kapir, ia memaksa mereka untuk menggabungkan diri dengan yang disebut gereja Kristen. Dari bukti-bukti yang dikumpulkan jelaslah terlihat, bahwa kerajaan Romawi merupakan alat baik bagi orang Kapir, atau bagi orang Yahudi ataupun bagi orang Kristen; secara bergantian memilih yang satu kemudian yang lainnya. Sebab itu sebagaimana tabiat dari kekuasaan hukum kerajaan Romawi tidak dapat didefinisikan sebagai Kapir atau Yahudi atau Kristen, maka “tak tergambarkan” adalah satu-satunya simbol yang tepat. Dikatakan dari hal kaizar Constantine pada waktu kematiannya, bahwa para pengikutnya tidak tahu cara penguburan yang bagaimanakah yang akan diberikan kepadanya, karena ia adalah seorang yang mengaku dirinya Kristen, tetapi di hatinya ia seorang Kapir. 


Usaha-Usaha Untuk Mendirikan Pemerintahan-Pemerintahan Agama 

Pertanyaan mungkin timbul: Apa yang Setan buat menghalangi pendirian sebuah kerajaan agama sebelum berakhirnya periode Wasiat Lama? Satu-satunya jawaban yang dapat diberikan ialah, bahwa bangsa Yahudi telah membiarkan dia menggelapkan mata mereka. Mereka diberitahu supaya tidak melakukan perserikatan dengan dunia, tetapi, tanpa menyadari akan perintah itu mereka telah bersekutu dengan orang-orang Romawi, dan itulah yang membantu Setan untuk menyelesaikan rencananya. 

Yang berikut ini akan menunjukkan bahwa musuh manusia yang besar ini telah juga mencoba dengan prosedur yang sama ini di zaman kerajaan Babilon: 

“Baginda raja Nebukadnezar telah membuat sebuah patung emas, yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta. Patung itu didirikannya di lembah Dura di Propinsi Babilon. Kemudian berserulah seorang bentara dengan kuatnya: Hai kamu segala bangsa dan kaum dan orang-orang dari berbagai bahasa, kepadamu diperintahkan: ……. hendaklah kamu menyembah sujud kepada patung keemasan yang telah didirikan oleh baginda raja Nebukadnezar: maka barangsiapa yang tiada menyembah sujud pada ketika itu juga ia itu akan dicampakkan ke dalam dapur api yang bernyala-nyala. ….. Maka sujudlah segala bangsa dan orang-orang dari berbagai bahasa itu menyembah patung keemasan itu.” (Daniel 3:1, 4-7).

Tetapi ada tiga orang Ibrani yang ditemukan mendurhaka melawan perintah raja itu dan mereka menolak untuk menyembah sujud kepada dewa. “Maka Sadrakh dan Mesakh dan Abednego menjawab dan mengatakan sembahnya kepada baginda raja, Tuanku Nebukadnezar, tiada gunanya kami menjawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika memang demikian itu kelak halnya, maka Allah kami yang kami sembah itu akan mampu melepaskan kami dari dapur api yang bernyala-nyala itu, dan Ia akan melepaskan kami dari tangan tuanku raja. Tetapi jika tidak, maka ketahuilah olehmu tuanku raja, bahwa kami tidak mau berbakti kepada dewa-dewamu, ataupun menyembah sujud kepada patung keemasan yang tuanku dirikan itu. ……. Maka diperintahkan olehnya orang-orang yang sangat kuat dari bala tentaranya untuk mengikat Sadrakh, dan Mesakh, dan Abednego, dan mencampakkan mereka itu ke dalam dapur api yang bernyala-nyala……. Sebab itu karena titah raja adalah sangat penting, dan dapur api itupun sangat panas, maka nyala api telah mematikan orang-orang itu yang telah membuang Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jatuh dengan terikat ke tengah-tengah dapur api yang bernyala-nyala itu. Kemudian Nebukadnezar ….. menjawab dan mengatakan, Sesungguhnya aku melihat empat orang dengan terlepas ikatannya berjalan di tengah-tengah api, dan mereka tidak terluka; dan bentuk dari orang yang keempat itu adalah seperti Anak Allah. Kemudian Nebukadnezar datang menghampiri pintu dari dapur api yang bernyala-nyala itu, dan berbicara katanya, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, kamu hamba-hamba Allah yang Maha Tinggi, keluarlah, dan datanglah kemari.” (Ayat 16-18, 20, 22-26).

Kemudian keluarlah orang-orang ini dengan tanpa terluka apapun. Adalah ajaib apa yang telah Allah lakukan terhadap hanya tiga orang budak ini melawan sebuah kerajaan dunia. Ketiga orang ini, dengan iman kepada Allah, telah menghancurkan peralatan Setan, dan menghapuskan pendirian sebuah pemerintahan agama dan menggagalkan keputusan raja. (Lihat Prophets and Kings, hlm. 512, 513).

Setan telah menyusun suatu komplotan yang sama juga di dalam pemerintahan Medo-Persia dengan rencana-rencana yang dilaksanakan secara tipu, yang menyesatkan secara tak disangka-sangka. Walaupun Daniel dibuang ke dalam lubang singa, ia pun telah keluar dengan tidak terluka apapun, tetapi musuh-musuhnya binasa seperti yang berlaku atas orang-orang yang mencampakkan ketiga orang Ibrani itu ke dalam dapur api yang bernyala-nyala. Dengan demikian, kuasa Setan dihancurkan di dalam kedua kerajaan kuno itu. Kalau saja ada terdapat orang-orang yang sedemikian ini seperti halnya orang-orang Ibrani ini pada zaman berdirinya kerajaan Romawi, atau pada penutupan sejarah Wasiat Lama dan selama permulaan sejarah Wasiat Baru, maka keadaannya sudah akan berubah sama sekali. Dunia pada waktu ini sangat membutuhkan orang-orang seperti tiga pemuda Ibrani ini, yang lebih suka menyerahkan hidupnya yang ada daripada melawan Allah mereka – orang-orang seperti Daniel yang memandang dengan iman yang teguh kepada Tuhan dan tanpa didapati bersalah dalam tugas-tugas agamanya dan maupun tugas-tugas duniawinya. Oleh perantaraan orang-orang yang sedemikian ini dunia telah diberkati dengan keuntungan-keuntungan yang kekal dan penghargaan-penghargaan yang tak dapat digambarkan oleh bibir manusia. 

Dalam simbol nubuatan empat binatang ini, bersama dengan kegenapan historisnya, kita melihat peristiwa-peristiwa politik yang berlalu dan akibat yang mengubah keadaan politik dunia dari masa Babilon kuno kepada masa Romawi Kristen. Binatang yang tidak tergambarkan dari Daniel 7, yang melambangkan Roma dalam tahap pertamanya, menunjukkan secara nubuatan melalui sepuluh tanduknya bahwa telah ada sepuluh raja untuk bangkit keluar dari Roma. Dalam tahap keduanya, diperlihatkan bahwa Kepausan bangkit, menundukkan tiga raja, dan menghabisi orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi selama 1260 tahun. Namun hal itu tidak menceritakan kejatuhan kerajaan Romawi atau Kepausan. Ia itu diam sehubungan dengan reformasi yang muncul sebelum tahun 1798 Tarikh Masehi. Oleh sebab itu, kekurangan informasi melalui simbol-simbol binatang ini, harus ditemukan di tempat lain dalam Firman nubuatan dari Allah. Karena urutan binatang-binatang dari kitab Daniel menggambarkan sebagian sejarah dunia ini, maka urutan-urutan lain diperlukan untuk melengkapinya. Satu-satunya urutan yang demikian adalah terdapat di dalam kitab Wahyu, simbol pertama di mana Binatang Yang Menyerupai Macan Tutul itu berasal dari kitab Wahyu pasal 13.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?