Kita tahu bahwa berbohong atau berdusta itu tidak boleh, tetapi bagaimana jika kebohongan atau dusta itu dilakukan demi kebaikan sesama kita atau bahkan demi keuntungan Allah? Apakah kata Kitab Suci tentang masalah ini?
Muslim meriwayatkan Abi Zinad yang berkata, “Kulihat di Madina ada 100 muslim yg bisa dipercaya tapi aku tidak akan mempercayai mereka dlm soal Hadis.” Alhafez Ibn Hagarberkata “Ada orang bodoh yang dipuja2 karena mengarang hadis2 yg mengancam dan memuji”.
Untuk membela itu mereka berkata, “Kami tidak berbohong terhadap Rasul [Muhammad] , kami melakukan apa yang harus dilakukan agar mendukung tradisi ini.” Mahmood Abu Rayyah, dalam bukunya Adwa’ ‘Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya. Dalam bab The Godly Fabricators.[1]
Untuk membela itu mereka berkata, “Kami tidak berbohong terhadap Rasul [Muhammad] , kami melakukan apa yang harus dilakukan agar mendukung tradisi ini.” Mahmood Abu Rayyah, dalam bukunya Adwa’ ‘Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya. Dalam bab The Godly Fabricators.[1]
Prinsip berbohong untuk keuntungan diri sendiri atau untuk agama (al-taqiya artinya ‘menghindari’ – diri dari kerugian atau kekalahan demi keuntungan agama Islam) adalah sangat diterima secara umum oleh guru-guru Islam, ajaran ini di dasari dari Surah 3:28.
Ajaran Firman Allah tentang berbohong atau berdusta.
Peristiwa menghindari jawaban yang benar telah terjadi jauh sebelum munculnya kehidupan bermasyarakat, Kejadian pasal 4 mencatatnya demikian: Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kejadian 4:9).
Peristiwa menghindari jawaban yang benar telah terjadi jauh sebelum munculnya kehidupan bermasyarakat, Kejadian pasal 4 mencatatnya demikian: Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kejadian 4:9).
Pertanyaan ini terjadi setelah Kain membunuh Habel, adik kandungnya sendiri oleh karena Kain iri hati kepada Habel.
Ayat firman TUHAN pada ayat 9 ini sangat menarik, dan penting untuk kita pelajari. Tahukkah Anda mengapa TUHAN perlu bertanya kepada Kain? Bukankah TUHAN Allah itu adalah Allah yang Mahatahu?[2]
Kejadian 4 ayat 6 dan 7 menunjukkan bahwa Allah telah tahu apa yang ada di hati Kain, sebelum Kain melakukan perbuatan pembunuhan tersebut. Permohonan Kain pada ayat 13 dan 14 membuktikan bahwa Kain mengakui dosanya.
Allah bertanya, bukanlah karena Ia tidak tahu apa yang telah terjadi, Ia tahu segala sesuatu, dan Allah bahkan tahu apa yang ada di dalam hati kita! Bacalah Kejadian 20, dan perhatikan ayat ke 6 (enam).
TUHAN Allah bertanya kepada Kain sebab Allah ingin tahu kejujuran Kain!! Jawaban Kain “Aku tidak tahu” adalah ilmu berbohong manusia (disebut al-taqiya dalam Islam) untuk menghindari tanggung jawab dari kesalahannya.
Perintah ke 9 (sembilan) dari 10 Perintah Allah tertulis: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. (Keluaran 20:16). Bahasa Inggrisnya lebih baik: Thou shalt not bear false witness against thy neighbor (Janganlah kamu (bentuk tunggal) mengucapkan saksi dusta melawan tetanggamu).
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37) Ini adalah penjabaran Isa al-Masih pada 10 Perintah Allah di atas, pada Injil ini Isa bukan saja melarang orang besumpah palsu demi TUHAN, tetapi demi apapun juga (ayat 34-36). Penekanan Isa bukanlah pada “sumpah DEMI” atau “atas NAMA,” tetapi pada “ perkataan jujur dan benar.” Di luar dari “ya adalah ya, dan tidak adalah tidak” maka itu bukanlah dari TUHAN Allah tetapi datangnya dari si jahat, yakni Setan.
Pada Injil Matius 15:19, Isa al-Masih mengajar: Bersumpah palsu merupakan perbuatan kenajisan di mata Allah. Bersumpah palsu sama najisnya dengan perbuatan pembunuhan dan perzinahan dan menghujat Allah.
Kesimpulan:
- Berbohong dan apalagi bersumpah bohong /palsu adalah perbuatan dosa yang besar di mata ALLAH.
- Jika Anda ingin membela KEBENARAN dan Firman ALLAH, maka Anda harus berdiri di atas PERINTAH Firman ALLAH yang tidak pernah berubah tersebut, tidak mengurangi atau menambahinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.