Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian I
Siapakah sesungguhnya Raja Damai yang akan datang yang dibicarakan Firman Allah? Kapankah Ia datang? Mengapa Ia datang dan apa yang terjadi jika Ia datang? Dimana dan bagaimana sistem pemerintahan kerajaan-Nya? Apa dan kapan Pengangkatan, Perang Harmagedon, the great tribulation, Kebangkitan Pertama, Kematian Kedua dan jaman 1000 tahun damai? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut.
Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengetahui Raja Damai yang telah dijanjikan TUHAN berdasarkan firman-Nya sendiri dan melalui para nabi dan rasul-Nya; asal-usul-Nya, karakter-Nya dan sistem pemerintahan-Nya.
2. Mengerti jadwal-waktu yang bersifat nubuatan, kondisi dan akibat kedatangan-Nya dan kehidupan di bumi setelah kerajaan-Nya terbentuk di bumi
Catatan: Pendalaman Alkitab (PA) ini dibagi dua bagian: Bagian 1: Kedatangan Raja Damai yang pertama kali, bersifat sejarah. Bagian 2: Kedatangan Raja Damai yang kedua kali, bersifat nubuatan; tetapi keduanya adalah satu-kesatuan, seperti ”sebab dan akibat” atau ”aksi dan reaksi.” Untuk mengerti firman TUHAN (perintah, ketetapan, janji, tindakan dan rencana-Nya) – khususnya dalam topik yang akan kita bahasa ini – kita harus menyelidiki seluruh Alkitab, Perjanjian Lama dan Baru; segala sesuatu yang Dia akan perbuat di bumi ini (berkat atau kutuk) ada sebabnya, tercatat dalam His-story (sejarah-Nya), dan segala apa yang Dia telah rencakan dan katakan (nubuatan) pastilah akan tergenapi. Semua ini Ia dasari di atas keadilan, kebenaran dan kemurahan-Nya dan terlaksana oleh karena kuasa dan kebesaran-Nya yang besar dan mulia.
Pendahuluan: Bumi dan isinya haus akan damai: Tanda kesudahan jaman, Isa al-Masih katakan, akan diawali dengan ”bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” (Mat. 24:7). Para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh masyarakat, seperti diberitakan media, nampak sibuk rapat dan sidang; mencanangkan ”Making sure Holocaust never happen again,” ”Making poverty history,” dsb. – tujuannya: untuk membuat bumi lebih damai dan makmur. Teknologi dan pendidikan manusia semakin maju pesat, namun kedamaian dan kemakmuran yang diharapakan nampaknya semakin menjauh dari bumi ini. Kondisi susah seperti ini pernah terjadi di tanah Israel kuno dan ditulis: ”Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan,tetapi yang ada hanya kengerian! (Yer. 8:15). Pada ayat sebelumnya nampak kondisi tekanan mental mereka: tetapi semua orang yang masih tinggal ... akan lebih suka mati dari pada hidup. (3)
Mengapa damai tidak turun ke bumi ini, meskipun segala usaha, dana telah dicurahkan oleh para pemimpin dunia? TUHAN memberi alasannya. Sebab semua usaha manusia tersebut tidak didasari di atas kebenaran TUHAN; tetapi kebenaran dan keuntungan diri sendiri (Roma 3:9-18), yang sama sekali ditentang oleh TUHAN, dengan kata lain, mereka berontak kepada Pencipta mereka. Kehausan pemimpin dunia akan kuasa dan pengaruh dunia digambarkan TUHAN ”seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran (5-6). Itulah sebabnya bumi dan isinya haus akan damai.
TUHAN pada akhirnya akan memberi kelegaan bagi mereka yang haus tersebut, seperti janji-Nya: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6). Kedatangan Raja Damai dinantikan penduduk bumi!
Dari seluruh isi Alkitab, kitab Kejadian sampai Wahyu, kita akan temukan restorasi bumi dan isinya selalu melibatkan tiga faktor utama: bangsa Yahudi, Jemaat (Gereja), keduanya merupakan perwakilan Kerajaan-Nya di bumi, dan bangsa-bangsa.
I. Arti Raja Damai. Kata ”Damai” di dalam Alkitab ditulis shalom (Ibrani) atau eirene(Yunani), yang berarti: aman (Maz. 4:9; ayat 8 pada terjemahan Inggris), tenang/ damai sejahtera (Luk. 1:79; Maz. 23:4). Alkitab dengan jelas menulis bahwa damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman / keamanan ini hanya muncul dari kebenaran, ”Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialahketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yes. 32:17).
Kata ”Raja” hanya dapat dimengerti oleh dunia modern hanya melalui membaca Alkitab Perjanjian Lama. Raja dan Presiden lebih banyak perbedaannya daripada kesamaannya. Raja dilantik oleh raja sebelumnya, tetapi presiden dipilih oleh rakyat; raja memerintah sampai ia usia lanjut, tetapi presiden hanya menjalankan tugas yang diberikan rakyatnya untuk periode singkat; raja pemilik negara dan isinya (1 Samuel 8:9-17), sedangkan presiden digaji rakyat. Pasal 8 dari kitab nabi Samuel ini sedang berbicara bangsa Israel meminta seorang raja yang kelihatan, menolak Raja mereka yang tidak kelihatan, yakni TUHAN Pemilik dan Pencipta mereka (Mazmur 24:1-2).
Dari difinisi di atas, maka Raja Damai berarti Seorang Pria yang memerintah kerajaannya dan rakyatnya dengan keamanan dan damai sejahtera sebab raja ini mengalaskan pemerintahannya dengan keadilan dan kebenaran, jadi Raja Damai ini dapat juga disebut sebagai Raja Adil dan Benar.

A. Janji TUHAN akan datangnya Raja Damai: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes. 9:5).[1]
Menaruh janji ini pada konteknya; nabi Yesaya hidup di jaman raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda; raja-raja yang meninggalkan TUHAN (1:1-4), Ahas bahkan membangkitkan kembali penyembahan kepada dewa Molok, mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban dalam api (2 Raja 16:3). Kerusakkan rohani selalu berefek kepada kerusakkan moral, kegagalan pemimpin berefek kepada kegagalan bangsa, Yesaya pasal 10:1-2 mencatat, masyarakat golongan menengah kebawah diperas: keadilan, hak dan milik orang lemah dirampas dan anak yatim piatu dijarah. Sebab itulah TUHAN kembali mengingatkan janji penghiburan atas umat-Nya Israel, Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. (Yes. 32:1-2)
Pada pembahasan di bawah kita akan tahu, bahwa TUHAN tidak hanya menjanjikan Raja Damai ini bagi bangsa Israel saja sebagai Pembebas, tetapi juga bagi seluruh bangsa di dunia yang juga haus akan keadilan, kebenaran dan kedamaian.
TUHAN mampu melakukan segala perkara yang besar dan yang mustahil bagi kita, sebab TUHAN adalah Allah Yang Mahakuasa, Dia mampu berbicara kepada semua manusia di bumi untuk menghakimi mereka dengan langit sebagai saksi-Nya (Maz. 50:1-4). Tiga Nama dalam satu ayat: Yang Mahakuasa, Allah dan TUHAN. Yang Mahakuasa (The Mighty One) berarti God of gods (Allah segala allah / ilah). Gods/ para allah disini adalah para malaikat (Maz. 82:1) dan Allah (Elohim; kata Ibrani) sebagai pribadi Penguasa dan Pencipta alam semesta, dan terakhir TUHAN (YHWH; kata Ibrani yang dibaca/ ditulis YAHWEH) adalah Nama dari Allah Yang Mahakuasa tersebut. Lebih penting lagi bahwa TUHAN selalu menepati perkataan-NYa, ini yang membuat firman-Nya dapat kita percaya dan pegang selamanya, baca Bilangan 23:19.
B. Siapakah pria yang disebut Raja Damai pada kitab nabi Yesaya 9:5?
1. Dikenali dari nama-Nya. Dari nama-nama panggilan Raja Damai ini Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal hanya dapat digenapi oleh satu pribadi – Isa al-Masih; yang dipanggil juga sebagai Imanuel (Immanu’el; Ibrani) yang berarti Allah (El) beserta kita (Yes. 7:14 dan Mat. 1:23) dan janji-Nya sendiri kepada para pengikut-Nya (Mat. 28:20); klaim-Nya sendiri sebagai “Alfa dan Omega” atau “Yang Awal dan Yang Akhir” (Wah. 1:8, 21:6 dan 22:13).
2. Jabatan-Nya sebagai Anak TUHAN. TUHAN menyebut Raja Damai ini “Anak-Ku: ”Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau!Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Maz 2:7). Isa al-Masih menyebut diri-Nya sendiri sebagai Anak Tunggal Allah (Yoh. 3:17-18), itulah sebabnya Yohanes menulis tentang Isa di awal Injilnya sebagai Firman telah menjadi manusia … Anak Tunggal Bapa(TUHAN), penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:14).
3. Sebagai Ambasador TUHAN di bumi. Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (TUHAN), kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6)
4. Dikenali dari tempat awal tugas-Nya. Ayat 1 (Yes. 8:23 pada terjemahan Indonesia LAI) adalah kunci untuk mengerti nubuatan tentang Raja Damai ini berasal: “tanah Zebulon dan tanah Naftali .. jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, in Galilee of the nations.” Tanah Zebulon dan Naftali adalah dua dari 12 tanah Kanaan yang dibagi sesuai dengan nama dari 12 suku Israel. Nabi Yesaya berbicara tentang wilayah (profinsi) Galilea di jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) seperti tertulis pada Mat. 4:12-17. Injil Matius menulis bahwa Raja Damai yang dinubuatkan nabi Yesaya adalah Isa al-Masih“supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya” (ayat 14).
II. Kedatagan Raja Damai yang pertama kalinya; sudah terjadi.
A. Sebagai Raja bangsa Israel. Nabi Zakharia bernubuat tentang Raja Damai yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, ia berkata, ”Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem![2] Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zak. 9:9).
Raja Damai ini adalah orang Yahudi, bangsa Israel, berasal dari keturunan raja-raja Israel, Injil Matius pasal satu menulis silsilah Isa al-Masih, darah rajanya berasal dari raja Daud. Sekitar 400 tahun setelah nubuatan nabi Zakaria ini, Isa al-Masih terlahir melalui seorang perawan, Maria melalui pekerjaan Roh Kudus dan di hari-hari akhir Raja Damai ini Ia memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai muda yang belum terbebani; murid-murid dan kumpulan orang yang sangat banyak mengelu-elukan Raja Damai ini, dengan kalimat-kalimat: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Mat. 21:9). “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja (Raja Israel; terjemahan Ethiopia) dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Luk. 19:38)
Injil Matius sekali lagi menulis: ”Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi” (Mat. 21:4).
Kata Hosana kata pujian yang berarti ”berilah kiranya keselamatan sekarang/ selamatkanlah sekarang” (save now) atau ”selamatkanlah, saya memohon kepada Engkau” (save, I beseech Thee). Albert Barnes, Notes on the Bible Matt 21:9. Kalimat pujian ini adalah sangat umum diucapkan orang Yahudi, terambil dari Mazmur Daud pasal 118:25-26. Kalimat dari Mazmur ini adalah satu dari banyak ayat nubuatan nabi tentang datangnya Juruselamat Yang Diurapi bagi bangsa Israel, itulah sebabnya beberapa orang Farisi (seperti Orthodox Yahudi sekarang) yang tidak mengerti bahwa Yesus adalah Mesias / Isa adalah al-Masih menjadi sangat marah, meminta Isa untuk menghentikan teriakan-teriakan pujian tersebut. Isa menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu-batu (stones) ini akan berteriak.” (Luk. 19:39-40). Jawaban-Nya ini menyatakan bahwa nubuatan nabi tentang Diri-Nya harus terjadi dan tidak dapat dibatalkan entah orang percaya atau tidak bahwa Isa al-Masih adalah Raja Damai yang kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Baca Mazmur 118:25-26 dan 1 Raja-raja 8:24-26).
Kelompok Orthodox Yahudi ini sampai sekarang masih menunggu kedatangan yang pertama dari Raja Damai, sementara orang Kristen (Yahudi dan bukan Yahudi) menantikan kedatangan-Nya kembali yang kedua kalinya. Lihat gambar illustrasi di bawah ini.

Illustrasi dua orang yang melihat dua gunung
B. Kerajaan Raja Damai ini berasal dari Sorga dan telah terwujud di hati Jemaat-Nya atau Gereja-Nya.[3] TUHAN berjanji kepada raja Daud bahwa keturunan Daud akan memerintah dan kokoh selama-lamanya (1 Taw. 17:11-14). Kerajaan Yehuda adalah tongkat Kerajaan TUHAN (Mazmur 60:7 & 108:8). Ketika Gubernur Romawi di Yudea bertanya kepada Isa al-Masih, ”Engkau inikah raja orang Yahudi?” Isa mengiyakan dan mengatakan darimana asal kerajaan-Nya, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh. 18:36-37).
Kerajaan Raja Damai secara fisik belum terwujud di bumi (Luk. 22:30), umat-Nya masih berdoa untuk hal ini (Mat. 6:10 & Luk. 11:2); kita akan pelajari ini di Bagian II, tetapi secara rohani itu telah tercipta di dalam hati setiap pengikut-Nya (Mat. 12:28) sebagaimana kita telah bahas di atas bahwa Kerajaan dari Raja Damai ini adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam (in) Allah, melalui Roh Kudus-Nya yang tinggal di dalam hati setiap orang percaya (Roma 14:17).
C. Raja Damai merestorasi rohani umat-Nya.
1. Bangsa Israel. Orang Israel berharap bahwa Isa al-Masih merestorasi kejayaan kerajaan Israel, mengusir pernjajah Romawi, ketika Isa dipuji-puji saat mengendarai keledai memasuki kota Sion (Yerusalem). Rencana dan pikiran TUHAN jauh lebih tinggi dan lebih dalam dan luas dari pikiran manusia. Tujuan Raja Damai, Isa al-Masih, saat kedatangan-Nya yang pertama Ia merestorasi perkara rohani:
Memberi kesaksian tentang kebenaran (Yoh. 18:37)
Meluruskan kembali ajaran Torah (perintah, ketetapan dan hukum TUHAN) yang telah disimpangkan oleh para ahli agama. Para pemimpin agama saat itu telah lama mengganti firman TUHAN dengan tradisi-tradisi nenek moyang mereka, dan mereka lebih takut kepada pemerintah Romawi daripada kepada TUHAN. Baca: Firman Allah tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
Memperkenalkan kembali nama Bapa-Nya: ”YAHWEH” yang telah dilupakan umat-Nya (Injil Yoh. 17:6; Yesaya 42:8). TUHAN/ the LORD (ADONAI, bahasa Ibrani yang berarti ”tuan/ master”) adalah Nama samaran dari NAMA yang asli.
Melalui darah-Nya yang tercurah diatas kayu salib, Raja Damai ini merestorasi hubungan umat-Nya dengan YAHWEH (TUHAN), Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga. Baca Mark. pasal 15.
2. Dan bangsa-bangsa lainnya. Melalui korban darah Raja Damai yang tidak bersalah dan bebas dari segala dosa ini, Dia bukan saja telah membuat jembatan hubungan antara bangsa Israel dengan TUHAN, lebih dari itu bangsa-bangsa yang bukan Israel juga tersedia jalan menuju Bapa di Sorga melalui darah korban perdamaian tersebut!; seperti telah dinubuatkan oleh para nabi dan rasul:
Yesaya 49:6 – “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Baca sampai ayat 7.
Mazmur Daud 2:8 – Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Mazmur Daud 22:28-29 (ayat 27-28 pada terjemahan Inggris) – Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
Yesaya 11:10 – Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Baca juga Roma 15:10-13. Isai adalah ayah kandung raja Daud (1 Sam. 16:1).
1 Tim. 3:16 – Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”
[1] Ayat ke 6 pada terjemahan Inggris.
[2] Sion (Zion; English) atau Yerusalem dalam kontek ini adalah bangsa dan negara Israel secara keseluruhan.
[3] Jemaat atau Gereja adalah semua orang dan bangsa yang percaya kepada Yesus Kristus. Jemaat pertama Yesus adalah orang-orang Yahudi atau bangsa Israel. Ketika rasul Paulus, orang Yahudi yang besar di Tarsus (Asia Minor) memberitakan ajaran Yesus kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi di wilayah Yunani dan negara-negara jajahan Roma, para orang percaya ini disebut Kristen, artinya “Pengikut ajaran Kristus.”
Pada pendalaman Alkitab sebelumnya, bagian I, kita telah pelajari siapa sesungguhnya Raja Damai ini, dan mengetahui apa saja yang Dia telah lakukan selama Dia ada di bumi. Bagian II ini kita akan mempelajari jadwal-waktu (timetable) Alkitab – diwaktu apa kita berada dan hal-hal apa yang akan terjadi sehubungan dengan kedatanganan Raja Damai yang kedua kalinya ke bumi; hal-hal ini masih bersifat nubuatan, belum tergenapi namun sangat penting dimengerti.
Pendahuluan: Kong Fu-Tze atau Kong Hu Cu[1] satu dari sedikit orang yang sangat arif dan bijaksana di dunia, pada suatu kali ditanya oleh murid-muridnya, ”Dapatkah guru mengajari kami tentang kehidupan setelah mati?” Guru mereka yang selalu mengajar pentingnya kejujuran, menjawab, ”Bagaimana seorang tahu tentang kematian sebelum ia tahu dengan jelas tentang kehidupan.” Pengetahuan kita terbatas tentang hidup, dan kematian, apalagi tentang kehidupan sebelum mati.
Ramalan manusia seperti kiamat 21 Desember 2012 adalah kebodohan di mata TUHAN, Dia menantang siapapun untuk bercerita tentang masa depan, jika mereka mampu (Yes. 41:21-23). Hanya Dia sendiri yang tahu akan masa depan dari semesta alam dan isinya:”Beginilah firman TUHAN, Raja Israel dan TUHAN semesta alam: “Akulah yang awal dan Akulah yang akhir; dan selain dari pada-Ku tidak ada illah-illah. Dan siapkah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, taruhlah itu dalam urutan dan memploklamirkannya, oleh karena Aku telah menempatkan manusia di bumi selamanya [sebagai saksi]. Dan biarlah mereka [para ilah] menunjukkan hal-hal yang besar yang akan datang. (Yes. 44:6-7)[2]Berbicara tentang masa depan, Firman TUHAN, Alkitab, adalah satu-satunya sumber tuntunan manusia, sebab di dalamnya tertulis nubutan-nubuatan para nabi dan rasulnya-Nya.[3]
Nubuatan urutan peristiwa besar sehubungan kedatangan Raja Damai yang kedua kalinya.
I. Jaman dimana kita hidup saat ini
II. Pengangkatan; umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi

Diagram Waktu Nubuatan Akhir Jaman
I. Jaman dimana kita hidup saat ini
Kita sering mendengar orang berkata ”kita hidup di ujung Akhir Jaman.” Apakah maksudnya? Bagaimana kita tahu bahwa jaman dimana kita hidup saat ini adalah sudah sampai di ujung dari Akhir Jaman?
Alkitab membagi kehidupan manusia dibumi kedalam periode-periode jaman; jaman Adam ke jaman Abraham (sekitar 2000 tahun), jaman Abraham ke jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) (sekitar 2000 tahun), dan jaman Isa ke jaman kita hidup saat ini (sekitar 2000 tahun). Periode jaman yang terakhir ini (jaman Isa sampai saat ini) dikenal juga jaman anugerah, yaitu TUHAN menganugrahkan kepada setiap manusia di bumi untuk memiliki jaminan penebusan dosa – supaya beroleh keselamatan kekal – melalui pengorbanan darah Isa al-Masih di atas kayu salib, setelah masa anugerah ini berlalu, maka pintu keselamatan tertutup selamanya.
Kita dapatkan kira-kira 6000 tahun dari penciptan Adam ke jaman kita hidup sekarang ini.[4]Benarkah kita sudah berada di ujung dari Jaman Akhir atau Jaman Anugerah yang disebut pada kitab Ibrani 9:28?
Perhatikan pertanyaan para rasul kepada Isa, ”bilamankah itu akan terjadi [Bait Allah akanlah dihancurkan] dan apakah tanda kedatangan-Mu (return) dan tanda kesudahan dunia?” (Mat. 24:3)
Untuk mengerti dengan benar jawaban Isa dari pertanyaan ini, kita harus mengerti magna dari kalimat nubutan. Rasul Petrus mengingatkan, Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Pet. 1:20-21). Kesalah mengertian tentang Alkitab pastilah terjadi ketika pembacanya tidak dipimpin oleh Roh Kudus apalagi jika orang tersebut membenci Kristus dan umat-Nya. Nubuatan hanyalah dapat sepenuhnya dimengerti ketika nubuatan itu telah tergenapi. Dan hanya diketahui secara samar-samar melalui tanda-tanda yang telah diberikan TUHAN di dalam kalimat nubuatan tersebut. Sebuah kalimat nubuatan bisa dapat berisi perisiwa-peristiwa terpisah ribuan tahun di dalam penggenapannya.
Keruntuhan Bait Allah oleh Panglima Titus di tahun 70 A.D. (sekitar 40 tahun sejak Raja Damai ini mengatakannya) dan segera dikuti oleh penganiayaan besar atas bangsa Israel dan para pengikut Raja Damai merupakan awal dari masa aniaya umat Kristen di ayat 9 dari Matius 24, lalu diikuti munculnya banyak nabi palsu dan kedurhakaan dan kasih manusia menjadi dingin (sampai ayat 12). Ayat 14 adalah tanda atau petunjuk waktu, Dan Injil Kerajaan[5] ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (14). Ini adalah kesudahan atau akhir dari orang Kristen (bangsa Yahudi dan bangsa lain yang percaya Isa al-Masih) dianiaya.
Sudahkan Injil Kerajaan (yakni ajaran Isa al-Masih yang disebarkan oleh para rasul-Nya) ini diberitakan keseluruh dunia? Belum, tetapi hampir; melalui teknologi radio dan satelit berita Injil Kerajaan ini memasuki negara-negara yang tertutup rapat bagi ajaran Injil Isa al-Masih. Tanda lainnya bahwa saat ini adalah ujung dari Akhir Jaman bisa dilihat pada Matius 24:7-8; dimana perang dan berita perang antar bangsa tepatnya ”etnis/ suku” dan antar kerajaan atau negara dan persatuan negara (Asia, Arab, Afrika, Eropa, Amerika), kelaparan, gempa bumi semakin memuncak tidak terkendali. Raja Damai menyatakansemuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang jaman baru. Kata ”permulaan penderitaan” mengaju kepada periode 7 tahun masa pemerintahan Antikristus, dimana tepat pada masa pertengahan pemerintahannya akan terjadi masa yang sangat berat,”belum pernah terjadi sejak awal dunia … dan tidak akan terjadi lagi,” Raja Damai ini menubuatkan. Masa 3,5 tahun ini dikenal di Alkitab sebagai “Siksaan yang Dasyat / the Great Tribulation.” (21). “Jaman baru” adalah 1000 (seribu) tahun Kerajaan Allah berkuasa di Bumi. Tahun-tahun dimana kita berada sekarang (2013) adalah masa yang sedang mendekati saat Pengangkatan (Repture), lihat diagram waktu di atas.
II. Pengangkatan (Repture); umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
Raja Damai berkata kepada para pengikut-Nya, bagaimana Ia akan datang menjemput mereka, tiba-tiba seperti kedatangan pencuri: ”Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. … karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat. 24:40-44). Rasul Paulus di surat pertama kepada Jemaat di Tesalonika pasal 4 menyatakan hal ini terjadi segera SETELAH ”mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (16) dan ayat 17nya memperkuat: ”sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.” Dan Paulus melanjutkan: ”Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
Kebangkitan Pertama Orang Mati, Pengangkatan semua orang percaya untuk berjumpa Raja Damai di langit (dunia tidak melihat-Nya) akan terjadi dalam waktu yang tidak terduga dan selang waktu yang singkat. Sejak itu umat-Nya akanlah memiliki tubuh yang sempurna dan kekal, mereka akan selamanya bersama Raja Damai untuk masa kekekalan.
Peristiwa Pengangkatan orang percaya ini segera diikuti 7 tahun pemerintahan Antikristus di bumi, yang kemudian dihancurkan oleh Raja Damai pada kedatangan-Nya yang kedua kali.
III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
A. Para raja dan pembesar berencana melawan TUHAN dan Raja Damai. Perang, katastrofi dan kelaparan yang kita lihat dan dengar sehari-hari, Alkitab berkata semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (Mat. 24:8). Persiapan jalan bagi pemimpin tunggal dunia yang disebut Antikristus yang berpusat di Yerusalem (Sion) sedang mencapai titik penyempurnaan, rapat-rapat dan tindakan-tindakan telah dan terus-menerus dibuat untuk menghapus bangsa dan umat-Nya dari peta bumi, termasuk tanah dan negara Israel untuk berpindah tangan; menggenapi nubuatan raja Daud,Mengapa rusuh bangsa-bangsa… Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya (Messias) : ”Marilah kita …memutuskan …… dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Maz. 2:1-3).Seorang bisa menjadi raja jika ia memiliki tanah (negara) dan rakyat (bangsa), pemimpin dunia berusaha menggagalkan Kerajaan Allah dibawah pimpinan Raja Damai (Messias/ Kristus) berkuasa di bumi dan menggantikan itu dengan Kerajaan Setan yang dipimpin oleh Antikristus. Berhasilkan manusia melawan TUHAN? Ayat seterusnya dari pasal dua ini menjawab dengan jelas.
Sebelum rencana ”sapu bersih” terhadap umat Kristen terjadi, Messias akan terlebih dahulu mengangkat mereka keluar dari bumi ini, disebut peristiwa Pengangkatan.
Gambaran kehidupan 7 tahun pemerintahan Antikristus: Jemaat Kristen[6] adalah ”garam dunia” dan ”pelita/terang dunia,” mereka adalah perwakilan / wujud Kristus Yesus di bumi, dimana praktek kasih dan mengampuni (berasal dari kekuatan Roh Kudus di dalam kehidupan mereka) terwujud di bumi. Jika sekarang semuanya ini telah terangkat dari bumi, maka kehidupan di bumi akan semakin anarki, egois dan penuh dendam; penduduk bumi akan semakin haus untuk kedamaian dan ketentraman, mereka akan menerima siapa saja, sekalipun orang jahat bahkan setan berwujud manusia, yang menjanjikan kedua hal tersebut.
B. Asal dan Karekter Antikristus. Asal Antikristus. Ada ajaran mengatakan Antikristus berasal dari orang Israel, sebab ia akan mengadakan perjanjian dengan Israel dan akan menjadi Messias (al-Masih) mereka, tetapi Alkitab jelas menulis Antikristus datang dari negara kafir (goyim); seekor binatang keluar dari dalam laut (Wahyu 13:1); Kata ”laut” dalam nubuatan Alkitab berarti kumpulan banyak manusia lebih spesifik, negara-negara kafir (Wah 17:15).
Binatang adalah lambang kerajaan atau pemerintahan (lihat Daniel 7); binatang ini berwarna merah dan ungu, berkepala tujuh dan tujuh tanduk; dan penuh dengan tulisan nama-nama hujat (17:3), dan binatang dikendalikan oleh wanita bertitel ”MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH,” (KJV) yang berpakaian kain ungu dan kirmizi (merah) penuh dengan perhiasan emas dan cawan emas yang berisi penuh segala kekejian dan percabulannya. (4-5). Tempat asal dari binatang ini adalah kota yang memiliki tujuh gunung (9). Raja terakhir dari kerajaan (binatang) yang dikendalikan oleh wanita ini dikatakan ”ia belum datang” (sebab Pengangkatan belum terjadi), jika ia datang ia akan memerintah singkat saja, 7 tahun (10). Tanda pengenal lain dari binatang ini adalah “pernah ada, lenyap, dan muncul kembali” (11).
C. Karakter Antikristus. Kata awal anti mengandung dua arti: melawan (over-against, contrary to) dan memalsukan (substitution, proconsul); Kristus sama dengan Messias (Yang Diurapi), yakni Raja Damai. Jadi Antikristus adalah seorang yang mengklaim kedudukan dan titel yang dimiliki Kristus (Mat 24:5, 24) , namun secara waktu yang bersamaan karakternya bertentangan dengan Kristus atau Raja Damai.
Beberapa contoh karakter yang juga sebagai titel Antikristus:
Menolak Isa al-Masih (1 Yoh. 4:3)
Menyangkal Isa al-Masih adalah Messias/ Kristus (Yang Diurapi) (1 Yoh 2:22)
Menyangkal Isa al-Masih pernah datang sebagai manusia (1 Yoh 1:7)
Manusia Durhaka / Pendurhaka (man of sin) dan Yang harus binasa (2 Tes 2:3, 9)
Pelawan Allah, ingin disebut dan disembah sebagai Allah (2 Tes 2:4)
Gembala Pandir (worthless shepherd) (Zak 11:16-17)
Bermuka garang dan pandai menipu (Daniel 8:23)
Seorang yang hina, tidak layak memperoleh martabat raja (Dan. 11:21)
Menghina Allah dengan kata-kata yang sangat buruk (36)
Seorang yang tidak tertarik kepada wanita-wanita[7] (37; KJV)
Bilangan namanya berjumlah 666 (enam ratus enam puluh enam) (Wah. 13:18)
Karena ia memiliki kuasa Setan (kekuatan dan kelicikan) secara penuh (Wah 13:4) , maka ia akan berhasil dan kekuasaannya menjadi hebat; ia akan membinasakan banyak penguasa, orang-orang kudus (orang-orang Yahudi yang masih menunggu kedatangan Yesus (yang pertama kali bagi mereka) sebagai Messias. Tanpa disangka, ia akan banyak membunuh orang (Dan. 8:24-25).
Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitungbilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Wah. 13:18)
Jadi Antikristus adalah sebuah kerajaan dunia (binatang) yang anti kepada Kristus (al-Masih) dimana raja/pemimpin terakhirnya dipimpin oleh seorang pria yang sepenuhnya dikuasai oleh Iblis.
D. Siksaan yang dahsyat (The Great Tribulation). Dalam kondisi inilah Antikristus akan hadir dan memerintah dengan sistem yang sangat sadis, seperti tertulis: ”Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (Mat. 24:21)
Benar bahwa Antikristus melalui para aparatnya akan menyiksa dengan keras kepada siapa saja yang tidak setuju dengan system pemerintahannya. Namun Alkitab menulis siksaan yang dahsyat ini menimpa khususnya kepada orang Israel (yang tidak mengalami Pengangkatan karena masih menolak Isa sebagai Mesias, Juruselamat yang dijanjikan para nabi di Perjanjian Lama) yang jelas menolak Antikristus dan pemerintahannya yang ingin menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukotanya.
Siksaan yang dasyat ini ditandai dengan ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara” (Lukas 21:20).
Tindakan Antikrisus ini akan dibantu oleh negara-negara Arab yang tinggal di sekeliling negara Israel yang telah lama membencinya dan sekaligus menginginkan dengan cemburu tanah dan negara Israel yang makmur. Matius 24:15 adalah ayat kunci, peristiwa ini adalah sebagai penghakiman terakhir TUHAN atas Israel yang masih menolak Isa / Yesus / Yeshua, Yehz 35:5.
Sikap dan tindakan negara-negara Arab disekitar Israel ini tercatat pada nubuatan nabi Yehezkiel 35 (pengungan Seir terletak di seberang timur sungai Yordan) dan nabi Obaja, perhatikan ayat 10-14 (Edom adalah sebuah suku dari keturunan Esau, saudara Yakub, yang beristerikan wanita Ismael)
The Great Tribulation ini, disebut “Hari berkabung Yakub,” akan membinasakan banyak orang Israel dan menjadikan tanah Israel sunyi sepi dan siap dibagikan menjadi milik bangsa-bangsa lain (Yehz 36:3)
Raja Damai ini berkata tentang siksaan yang dahsyat ini sebagai: Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan [bangsa Israel] waktu itu akan dipersingkat. (Mat. 24:22)
Israel pada saat itu tidak ada satu negara pun yang membantunya, jika ada pastilah mereka tidak akan mampu melepaskan Israel dari cengkraman pemerintahan Antikristus yang adalah penguasa tunggal dunia saat itu; pertolongan satu-satunya adalah menjerit keras kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Kedatangan Penolong Israel membebaskan umat-Nya dikenal dengan Perang Harmagedon.
Bangsa Israel akan terluput dan para musuhnya akan mendapat upah setimpal perbuatan mereka, nabi Yehezkiel dan Obaja menulis.
IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
A. Perbandingan perbedaan Kedatangan Pertama dengan Kedua. Kedatangan Raja Damai yang bernama Firman Allah (Wah 19:14) ke bumi kali ini berbeda sama sekali dengan yang kedatangan yang pertama. Sekarang Ia sangat menakutkan para musuh-Nya:
Ia sekarang berjubahkan jubah raja sebagai ganti dibungkus dengan pakaian bayi;
Turun dari langit disertai pasukan-Nya yang besar (gabungan dari umat-Nya dan para malaikat-Nya) sebagai ganti dari para gembala dengan domba-dombanya;
Pintu sorga akan terbuka sebagai ganti pintu-pintu penginapan yang tertutup sewaktu Ia ingin dilahirkan;
Turun di bukit Zaitun (mount Olives) yang menyebabkan bukit ini terbelah dua sebagai ganti lahir di kota Betlehem yang sunyi;
Suara-Nya akan seperti halilintar yang menakutkan sebagai ganti tangisan bayi;
Sekarang Ia adalah Singa dari Yehuda sebagai ganti Anak Domba Allah;
Ia sekarang datang sebagai Raja di atas segala raja (King of kings) dan Tuhan di atas segala tuhan (Lord of lords).
Berbeda dengan kedatangan Raja Damai di waktu Pengangkatan, dimana Ia hanya terlihat oleh umat-Nya, kali ini semua orang akan melihat-Nya, dan sangat menakutkan mereka yang tidak percaya kepada-Nya terlebih yang menolak ajaran-Nya, Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, (Wah. 1:7).[8] Raja Damai dan pasukan-Nya datang untuk menghancurkan kekuasaan Antikristus (raja damai palsu) dan pasukannya.
B. Perang Armagedon / Harmagedon.[9] Dari sisi manusia ini adalah pemberontakan besar-besaran melawan TUHAN; dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulutnabi palsu itu keluar tiga roh najis. Itulah roh-roh setan.., dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. (Wah. 16:13-14), juga pada Zak 14:3-5. Perkataan-perkataan tiga pribadi ini, yaitu mengajak para pemimpin seluruh dunia memerangai negara Israel, adalah perkataan-perkataan yang diwahyukan oleh roh-roh setan.
Dalam kontek rencana kekekalan TUHAN, peristiwa ini bukanlah suatu peperangan, tetapi lebih tepat ”penghakiman TUHAN atas kejahatan bangsa-bangsa kepada bangsa Israel dan TUHAN, Allah Israel:
Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Joel 3:2)
Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya,hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”(Yudas 1:14-15).
”… seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar“, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. (Wah. 19:11,14)
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Mat. 16:27).
TUHAN mendaftarkan lebih lanjut kesalahan bangsa-bangsa pada kitab Yoel tersebut di ayat 3-6. Ayat 12 memperjelas tujuan akhir-Nya: 1. sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru, 2. untuk menghibur bangsa Israel, umat-Nya dan merestorasi Zion / Yerusalem yang adalah kota kudus-Nya; Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi. (16-18).
C. Teriakan bangsa Israel yang membuat Raja Damai turun kembali ke bumi. Pada Mazmur 118 raja Daud berkata: Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. (21), lalu ia berseru: Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! (25) dan kalimat berikutnya, tercatat dikempat kitab Injil, adalah kalimat yang diserukan oleh orang-orang Israel ketika Raja Damai memasuki kota Yerusalem di saat kedatangan-Nya pertama ke bumi (Mat 21:9): Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! (26a)
Ketika para pemimpin agama (saat itu: para Farisi dan Saduki) menolak Raja Damai ini, Ia mengutuki mereka ”Celakalah kamu” (Woe unto you) 4 kali, dan Ia berkata: ”Yerusalem, Yerusalem … Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mat. 23:37-39)
Ketika pasukan Antikristus dan para tetangga Israel melakukan “siksaan yang dahsyat” ini yang membuat mereka harus melarikan diri keluar dari tanah mereka sekali lagi, jerih payah mereka sejak 1948 punah, tanahnya jadi sunyi lagi. Di saat putus asa yang berat ini, maka mereka akan mengingat TUHAN mereka, mereka bertobat, dan menyesal bahwa mereka telah menolak Batu Penjuru tersebut (Mazmur 118:22) berjanjanji untuk kembali kepada pernjanjian kekal TUHAN dengan Abraham, Ishak dan Yakub, para nenek moyang mereka. Sambil menangis tersedu-sedu dan dengan hati yang tulus mereka akan berseru dengan bibir yang gemetar berkata, ”Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!”
Dan … pintu sorga kembali terbuka,[10] Raja Damai berjubah merah mengendarai kuda putih turun ke bumi disertai berlaskar-laskar tentara sorga-Nya yang juga berkuda putih. Dengan pedang yang keluar dari mulut Raja Damai ini, Dia membinasakan semua pasukan Antikristus, tetapi Antikristus dan nabi palsunya ditangkap hidup-hidup.Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. (Wah. 19:20). Tetapi naga, si ular tua (Setan/ Iblis) diikat selama seribu tahun dan dilemparkan ke dalam jurang maut untuk masa 1000 tahun (Wahyu 20:2-3).
Kekalahan Antikristus ini adalah penghabisan dari Akhir Jaman ini, dan Jaman baru datang, disebut Jaman 1000 Tahun Damai. Orang-orang yang mati terbunuh karena kesetianan mereka Yesus (Isa) dan tidak menyembah patung dan menolak tanda 666 di dahi dan tangan mereka, Alkitab berkata, mereka dibangkitkan kembali dari kematian bergabung dengan para orang kudus yang mengalami Pengangkatan (telah bangkit dari kematian ditambah yang tetap hidup) (Wah. 20:4-5). Kebangkitan orang kudus terjadi dua kali, lihat illustrasi gambar Gunung Kembar ini: A melihat hanya sebuah gunung tetapi B melihat dua buah. Kebangkitan dari kematian jasmani para orang kudus disebut ”Kebangkitan Pertama,” (dua kali; sebelum Pengangkatan dan setelah masa 7 tahun Antikristus berakhir), sedangkan mereka yang mati dan dibangkitkan setelah 1000 tahun untuk dihukum selamanya disebut ”Kematian Kedua”. Kebangkitan Pertama adalah hidup kekal bersama Raja Damai di Sorga, sedangkan Kematian Kedua adalah hidup kekal bersama Setan, Antikristus dan nabi palsunya di Neraka, lautan api. (Wahyu 20:4-15).
V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi
A. Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,(Yes. 2:2). Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. … dan Yerusalem akan tetap aman. (Zak. 14:9, 11)
Sebagaimana TUHAN menciptakan cakrawalan, bumi dan isinya selama enam hari dan beristirahat di hari ketujuh, demikian jugalah Dia merestorasi ciptaan-Nya yang telah dirusak manusia dan Setan melalui pribadi Antikristus; 6000 tahun kekuasaan manusia diambil oleh Setan, 1000 tahun sepenuhnya beristirahat di tangan pemerintahan Raja Damai.[11]TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, kota Yerusalem baru yang diturunkan dari Sorga. Sekarang Kerajaan Allah benar-benar hadir di bumi, Raja Damai dan para orang kudus-Nya memerintah bumi (Wahyu 21:1-3).
Sungguh Doa-doa Bapa Kami selama 2000 tahun: ”datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Mat. 6:10) telah terjawab!!!
Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai:
Pusat pemerintahan-Nya di Sion / Zion atau Yerusalem: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” (Maz. 2:6)
Kota Yerusalem baru ini memiliki 12 pintu gerbang terbuat dari permata yang indah dan bernama dari 12 suku Israel, temboknya memiliki 12 batu penjuru tertulis nama-nama dari 12 rasul Raja Damai itu. (Wah 21:11-12)
Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (Wah. 22:2)
Alat perang dilenyapkan dan damai dicanangkan: Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. (Zak 9:10a)
Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zak. 9:10b)
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yes. 9:6). Ayat ke 7 pada terjemahan Inggris.
B. Bangsa-bangsa yang tersisa dan usaha pemberontakan Iblis yang terakhir. Orang-orang kudus memerintah bangsa-bangsa lain yang tetap hidup karena tidak turut berperang bersama Antikristus di Israel. Setelah masa Jaman 1000 tahun Kerajaan Damai berakhir, Iblis atau Setan atau Naga tua ini dilepas kembali dari penjara untuk sedikit waktu lamanya (Wah. 20:3, dan 7). Kembali Iblis menyesatkan bangsa-bangsa yang tersisa tersebut untuk maju berperang, kali ini dibawah langsung pimpinannya. Ini adalah yang sia-sia: perang manusia daging pimpinan Iblis melawan manusia immortal (yang tidak bisa mati, seperti malaikat) pimpinan Raja Damai yang juga immortal (terjadi setelah Ia bangkit dari kematian-Nya di kayu salib). Maka naiklah mereka (jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut; 8) ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wah. 20:9-10)
Lalu Raja Damai duduk di atas takhta putih-Nya, dan kitab kehidupan dan semua kitab lain dibuka, malaikat memiliki catatan, setiap orang memiliki bukunya sendiri; Pengadilan Hari Kiamat dimulai! Semua yang mati, yakni yang tidak mengalami ”Kebangkitan Pertama” sekarang dibangkitan untuk diadili; dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu … masing-masing menurut perbuatannya. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wah. 20:12-15). Itulah kematian yang kedua: lautan api. (14)
Setelah Iblis, Antikristus dan nabi palsunya dilempar ke dalam lautan api, beserta mereka juga para roh-roh jahat dan orang-orang yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan untuk kekekalan, di tempat yang sama sekali berbeda, Raja Damai beserta orang-orang kudus-Nya, para malaikat sorgawi hidup dengan damai selamanya di bumi dan langit yang baru, yang disebut sebagai Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga.
Jika saudara atau saudari belum berdamai dengan Isa al-Masih, Raja Damai ini,bertobatlah dan berdoalah saat ini juga untuk meminta dosa-dosa Anda diampuni. Anda tidak bisa netral. Pergilah ke Gereja dan mintalah di baptis sebagai bukti dari pertobatan Anda tersebut. TUHAN ingin Anda pun diselamatkan. Janganlah menganggap remehperintah-perintah-Nya, sebab Dia akan membalas setiap kita menurut perbuatan kita entah itu baik atau jahat.
Artikel tambahan yang direkomendasikan:
[1] Kong Fu Cu atau Kong Fu-Tze, nama aslinya adalah Chiu King (551-479 B.C.) (artinya Master Kong) Seorang filsafat Cina yang sangat dikenal bijaksana oleh raja-raja Cina di jamannya. Ia tidak mengajari agama tetapi cara hidup yang baik, ia mengajar, ”Hormatilah dewa-dewa (gods) tetapi berhubunganlah dengan mereka sesedikit mungkin.” Sebagai ganti dari dewa-dewa (gods), ia mengajari kebaikan (goodness). Karena kebijakasanaannya ini para muridnya menjuluki Chiu King sebagai Kung Fu-Tzu / Kong Fu-Tze / Confucius (bahasa Latin) artinya Master Kung/ Master Kong. Sekarang ajarannya menjadi sebuah agama; Kongfusianisme (Confucianism). Baca: CONFUCIANISM: WHAT DID CONFUCIUS REALLY SAY? by Stan Griffin
[2] Holy Bible from the ancient eastern text; George M. Lamsa,s Translation from the Aramaic of the Peshitta. Diterjemahkan ke Indonesia secara literal. Setelah ayat-ayat 6 dan 7 ini dibandingkan dengan beberapa terjamahan lainnya seperti KJV, ESV dan terjemahan Indonesia nampak terjemahan Alkitab dari bahasa Aram Pershitta ini lebih jelas secara kontek.
[3] Nubuatan adalah kata-kata ramalan yang berisi inpirasi TUHAN mengenai hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang.
[4] When Did Time Begin? [5] Injil arti literalnya ialah ”Kabar Baik” dari kata Yunani:euaggelion.
[6] Jemaat Kristen (Gereja) digambarkan sebagai Tubuh Yesus Kristus di bumi, sedangkan Yesus (Isa) adalah kepalanya (sumber atau pemimpin Gereja). Ketika Saulus dari Tarsus menganiaya Jemaat Kristen mula-mula di Israel Yesus berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah para Rasul 9:4)
[7] Melalui text ini, beberapa pemikir Alkitab berkesimpulan bahwa Antikristus bisa jadi seorang homosex. Text ini terdapat pada terjemahan Inggris lama termasuk juga pada Aramaic Peshitta.
[8] Teknologi TV baru ditemukan tahun 1950 dan kemudian menyusul teknologi satelit, nubuatan ini terjadi sebelum tahun 100 (100 A.D.)
[9] Harmagedon dari kata har Megidow yang berarti Gunung Megido. Belokasi di sekitar Karmel (Timur Haiva). Di Medido ini telah terjadi banyak perang yang besar sejak hakim Debora
[10] Pintu Sorga terbuka dua kali dalam Alkitab. Pertama kali terbuka untuk menyambut para orang kudus di hari Pengangkatan. Terbuka kembali yang kedua kalinya untuk menyambut keluarnya Raja Damai ke bumi disertai oleh orang kudus-Nya demi memerangi kerajaan Antikristus.
[11] 1000 tahun bagi manusia sama dengan 1 (satu) hari bagi TUHAN (Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.