Ketegangan di Eropa memanas antara Russia dan negara-negara Barat. Sebagai indikator dari apa yang mungkin akan terjadi, dilaporkan hari Selasa, 12 Juli, bahwa Presiden Russia Vladimir Putin telah memecat semua komandan armada Baltiknya - kira-kira sejumlah 50 orang. Dalam apa yang disebut "pembersihan gaya Stalin", Putin memberhentikan penugasan para komandannya karena dilaporkan mereka menolak perintah Putin untuk berhadapan dengan aset-aset militer Barat di Baltik. Jika benar, ini menunjukkan bahwa Putin sedang bersiap membawa konfrontasi "dingin" menjadi "panas" dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang sementara para komandan baru menggantikannya. Analisa berikut dari Jeremiah Johnson ini menegaskan betapa seriusnya situasi yang tercipta antara Russia dan Amerika Serikat. Apakah kita sekarang sedang melihat satuan-satuan ditempatkan untuk Perang Besar yang akan datang?
Banyak hal telah terjadi dalam minggu-minggu terakhir ini, khususnya akhir pekan, peristiwa-peristiwa yang terjadi tepat sebelum akhir pekan. Peristiwa-peristiwa ini luput dari perhatian publik. Titik mulanya diawali dengan konferensi NATO di Warsawa, Polandia, dan Obama berkomitmen menambah lagi 1.000 prajurit Amerika dari 4.000 prajurit di Polandia dan Negara-negara Baltik.
Juga diumumkan bahwa patroli udara dan laut akan ditingkatkan di wilayah itu. Deputi penasihat keamanan nasional di D.C., Ben Rhoes menyatakan bahwa "agresi berkelanjutan oleh Russia akan memprovokasi respon oleh NATO dan kehadiran sekutu yang lebih besar di Eropa Timur." Jurnalis Barat sebelumnya sudah mengeskalasi tindakan-tindakannya untuk "meng-Iblis-kan" Russia, menyamakannya sebagai kekuatan kolonial agresif. Dari Associated Press, berita miring ini jelas terlihat:
Russia sering menggambarkan NATO sebagai agressor yang anggota-anggotanya menggerakkan pasukan dan peralatan militer lebih jauh masuk ke dalam wilayah bekas Soviet, dan dianggap sebagai lingkup pengaruh.
Apakah NATO dan Barat tidak bertindak seperti itu? Perhatikan bagian terakhir kalimat itu, "...ke dalam wilayah bekas Soviet, dan dianggap sebagai lingkup pengaruh."
Dianggap? Ini memang lingkup pengaruh, dan Barat melanggar batas itu hari demi hari. Hari Jumat, 9 Juli NATO mengambil alih sebuah pangkalan missile di Romania yang dibangun oleh AS sebagai "pertahanan melawan nuklir negara liar." Seperti dijelaskan sebelumnya, sistem pertahanan missile dapat diubah menjadi platform untuk menyerang hanya dalam beberapa jam. Semua ini terjadi tepat di halaman belakang Russia, "wilayah bekas Soviet, dan dianggap sebagai lingkup pengaruh." Pangkalan missile ini dibiayai AS senilai US$ 800 juta dan sudah diaktivasikan bulan Mei.
Respon Russia adalah memperkuat sisi barat dan selatan dengan lebih dari tiga divisi pasukan, tersebar melalui berbagai cabang satuan tempur, dengan titik berat pada kendaraan lapis baja dan infantri. Aset-aset udara berikut pasukan darat juga telah diterjunkan ke wilayah-wilayah perbatasan ini, wilayah yang diperkuat adalah Kaliningrad, pangkalan-pangkalan militer Russia paling barat (dan paling penting).
Situs lain telah dimulai penggalian tanah pada konstruksinya di Polandia, akan diselesaikan tahun 2018. Di manakah negara-negara liar dan ancaman-ancaman liar yang menjadi alasan penempatan pasukan NATO itu? Dan jika benar ini memang alasannya, kenapa semua penempatan ini tidak dilakukan di Timur Tengah, atau di dekat perbatasan Iran dan Hezbollah?
Karena alasan yang dinyatakan itu adalah kebohongan, dan Barat secara sengaja berusaha menekan Russia sampai pada batasnya dan memprovokasi perang.
Nampaknya Vladimir Putin pergi untuk mengambil cuti, seperti yang ditulis dalam artikel di All News Pipeline. Ada banyak teori dan dugaan bahwa itu mungkin untuk alasan perencanaan jika dia menduga akan terjadi konfrontasi militer sesungguhnya dengan NATO dan AS. Juga telah dilaporkan bahwa presiden Ukraina dukungan Amerika, Petro Poroshenko menggerakkan sejumlah besar tank ke Ukraina Timur dan wilayah Donetsk untuk bersiap melakukan serangan terhadap separatis dan/atau Russia.
Tindakan-tindakan seperti itu juga dapat membuat Putin menarik diri dan membuat rencana, meskipun alasan pertama lebih bersifat jangka panjang daripada yang kedua, dan skenario pertama mungkin berisi tindakan nyata di Ukraina Timur. Pertimbangan lain adalah bahwa hegemoni Barat sedang mendesak Finlandia untuk bergabung dengan NATO. Kembali kepada "berita-berita" palsu oleh media-media Barat, laporan-laporan selalu dicondongkan untuk menunjukkan Russia sebagai agressor tanpa menyebutkan bahwa penempatan pasukan oleh NATO dan Amerika Serikatlah yang telah memojokkan Russia sampai pada batasnya.
Semuanya ini tidak bagus sama sekali bagi Russia, seperti dibuktikan oleh pernyataan Putin kepada sekelompok jurnalis asing selama konferensi ekonomi di St. Petersburg tanggal 17 Juni, sebelum Putin menghilang:
"Kita tahu tahun demi tahun apa yang akan terjadi, dan mereka tahu bahwa kami tahu. Hanya kalian yang mereka ceritai dongeng-dongeng khayalan, dan kalian percaya, dan menyebarkan itu kepada masyarakat negara-negara kalian. Sebaliknya kalian orang-orang tidak merasakan bahaya yang akan datang – inilah yang mengkhawatirkan aku. Bagaimana kalian tidak paham bahwa dunia sedang ditarik ke arah yang tidak bisa dibalikkan? Sementara mereka berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Aku tidak tahu lagi bagaimana membuat kalian paham."
Pernyataan Putin ini adalah bukti bahwa media tidak memberikan gambaran situasi yang benar. Mereka menggambarkan semua tindakan ini sebagai "langkah darurat" untuk mengimbangi agresi Russia, sementara kenyataan sebaliknyalah yang benar. Russia itu tangguh, tidak membiarkan siapa pun mempermainkannya. Mereka mengerahkan pasukannya ketika pangkalan angkatan lautnya di Sevastopol terancam oleh kudeta – yang dirancang Amerika Serikat – di Ukraina, dan kemudian mereka menduduki Crimea untuk memastikan pangkalan itu terus mengibarkan bendera Russia. Mereka tidak akan duduk diam selamanya, dan jika mereka didesak sampai pada batasnya, mereka akan bertindak. Ini semuanya segaris dengan tujuan IMF-NATO-AS untuk memulai perang yang tidak punya dasar untuk dilakukan, dan melakukan provokasi pada setiap kesempatan yang ada.
[Jeremiah Johnson adalah Nom de plume dari purnawirawan Green Beret dari United States Army Special Forces (Angkatan Udara), pembuat senjata, Master Herbalist bersertifikat, Master Food Preserver dari Montana, lulusan sekolah SERE (Survival Evasion Resistance Escape) U.S. Army.]
Putin Habis Kesabaran, Memperingatkan Para Jurnalis Perang, "Aku Tidak Tahu Bagaimana Membuat Kalian Paham"
"Bagaimana kalian tidak paham bahwa dunia sedang ditarik ke arah yang tidak bisa dibalikkan?"
Dalam pertemuan Presiden Russia dengan para jurnalis asing pada puncak Forum Ekonomi Internasional di Saint Petersburg, 17 Juni, Putin tidak membiarkan seorang pun sangsi bahwa dunia sedang bergerak ke arah yang dapat menuju perang nuklir.
Putin mencela para jurnalis karena "dongeng-dongeng khayalan" mereka secara membabi-buta mengulang-ulang kebohongan dan mis-informasi yang disediakan bagi mereka oleh Amerika Serikat tentang sistem missile anti balistik yang dibangun di Eropa Timur. Dia menunjukkan bahwa sejak kesepakatan nuklir Iran, klaim bahwa sistem ini bertujuan untuk melindungi terhadap missile Iran telah terbukti sebagai kebohongan.
Para jurnalis diberi tahu bahwa dalam beberapa tahun, Russia memprediksi bahwa Amerika Serikat akan dapat memperluas jangkauan sistem menjadi 1000 km. Pada titik itu, potensi nuklir Russia, dan juga keseimbangan nuklir antara AS dan Russia akan ada dalam bahaya.
Putin benar-benar habis kesabaran kepada para jurnalis, mencaci mereka karena membantu mempercepat konfrontasi nuklir dengan mengulang-ulang propaganda Amerika Serikat. Dia secara tidak langsung meminta dengan sangat kepada media-media barat, demi keselamatan dunia ini, untuk mengubah haluan mereka:
"Ancaman Iran" itu tidak ada. Tapi Sistem Pertahanan Missile NATO ditempatkan di Eropa.
Itu artinya kami benar ketika kami berkata bahwa alasan mereka tidak ada dasarnya, mereka tidak terbuka kepada kami.
Selalu mengatakan "ancaman Iran" dengan maksud untuk membenarkan Sistem ini.
Sekali lagi, mereka berbohong kepada kami.
Sekarang ini Sistem telah berfungsi, dan dimuati dengan missile. Dan kalian (jurnalis) seharusnya tahu missile ini dimasukkan dalam kapsul-kapsul, yang digunakan pada Sistem Missile Jarak Jauh Tomahawk.
Jadi ini dimuati dengan missile yang dapat menembus wilayah dalam jarak 500 km.
Tapi kita tahu bahwa teknologi terus berkembang, dan kami bahkan sudah tahu tahun berapa Amerika Serikat akan menyelesaikan missile berikutnya.
Missile ini akan dapat menembus jarak hingga 1000 km, dan kemudian lebih jauh lagi...
Dan sejak waktu itu, mereka akan mulai mengancam potensi nuklir Russia secara langsung.
Kita tahu tahun demi tahun apa yang akan terjadi, dan mereka tahu bahwa kami tahu...
Hanya kalianlah yang mereka ceritai dongong-dongeng khayalan, dan kalian percaya, dan menyebarkannya kepada masyarakat negara-negara kalian.
Sebaliknya kalian orang-orang tidak merasakan bahaya yang akan datang – Inilah yang mengkhawatirkan aku.
Bagaimana kalian tidak paham bahwa dunia sedang ditarik ke arah yang tidak bisa dibalikkan?
Sementara mereka berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Aku tidak tahu lagi bagaimana membuat kalian paham.
Media Utama Berbohong Tentang Perang dengan Russia
Alex Jones, salah satu tokoh media paling berpengaruh di Amerika Serikat, dengan jumlah penonton lebih banyak dari MSNBC, kira-kira 3 juta orang per minggu menyaksikannya, dan angka itu berkembang secara geometris, memposting 2 video seruan kepada penontonnya untuk bangun dan sadar, bahaya yang sedang meliputi kita.
Dia putus asa, bagaimana media mainstream benar-benar mengabaikan permintaan yang semakin urgent dari Vladimir Putin, supaya mundur dari ambang Perang Dunia.
Kekhawatiran jelas dari Putin atas apa yang dia yakini tindakan permusuhan oleh NATO untuk menyerang Russia, yang disebut missile perisai pertahanan yang sekarang dioperasikan di Eropa.
Transkrip video (auto-caption YouTube)
Berita-berita besarnya adalah sebulan kemudian, hampir sebulan kemudian sesudah kami pertama kali melaporkan pada pertengahan Juni, hampir tidak ada liputan Barat tentang itu sama sekali dan itulah apa yang secara tepat dibicarakan Putin.
Entahkan kalian menyukai atau membenci Putin, jika pemimpin Russia dengan ribuan missile balistik antar benua dan rudal jelajah ini sedang memperingatkan negara-negara Barat.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa menyampaikan pada kalian, media kalian dikontrol, kalian dimanipulasi. NATO menempatkan missile di perbatasan kami atau memindahkan missile kemari. Kalian telah menggulingkan Ukraina, kalian melakukan ofensif. Kalian mendanai dan melindungi radikal Islam. Apa kalian tahu apa yang kalian perbuat? Apa kalian tahu apa yang kalian perbuat? Seperti yang dia bilang di PBB, mendestabilisasi Timur Tengah. Mengapa kalian melakukan ini?"
Di mana pikiran yang jernih? Di antara ragam politikus yang seharusnya menghentikan ini? Russia hanya punya tiga pangkalan militer di luar negeri, kalian punya ratusan. Kalian menyusupkan mata-mata ke dalam negara kami, berusaha menggulingkan. Kalian mengirim orang-orang CIA berusaha masuk ke kedutaan-kedutaan kami. Kalian sedang berperang melawan kami. Dan rata-rata orang Amerika dan rata-rata orang Eropa, dan rata-rata lainnya tidak tahu akan ini.
2:44
Pemimpin utama dunia berkata bahwa kita bergerak ke ambang perang dan itu tidak ada dalam berita-berita kita. Itu berita besar.Deutsche Bank, salah satu bank terbesar di dunia sedang terjun bebas sekarang ini, jauh lebih besar dari Lehman Brothers. Jika ini berlanjut, itu akan menjadikan 2008 tidak ada apa-apanya jika dibandingkan.
3:38
Para elite membangun benteng-benteng pertahanan dan mengatakan kepada seluruh dunia, mengakui mereka percaya keruntuhan sedang datang. Pemerintah-pemerintah bersembunyi, Russia bersembunyi. Pemerintah (AS) yang seharusnya memerintah, meruntuhkan tembok-tembok perbatasan, dan membawa masuk orang-orang (imigran) dengan penyakit, dan mengabaikan perintah Mahkamah Agung...
Video kedua, Jones benar-benar memohon kepada orang-orang untuk bangun dan menyadari bahwa media mainstream dan elite global telah membawa Barat untuk berperang dengan Russia, dan bahwa situasinya benar-benar berbahaya.
Adakah seseorang di dalam tumpukan sampah busuk media mainstream Barat punya kesadaran? Apakah mereka bahkan punya intelek untuk menangkap apa yang dikatakan Putin – bahwa mereka membantu mendorong planet ini menuju Perang Dunia III?
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.