Apa yang terjadi pada Negara Swiss?
Tanggal 15 January 2015, sekitar pukul 9.30 waktu setempat. Sama sekali tidak ada peringatan. Tiba-tiba Bank Sentral Swiss mengumumkan kebijakan “depegging” Swiss Franc.
Saat itu nilai Swiss Franc terikat dengan Euro, yang berarti Franc dianggap sebagai salah satu save haven currency. Suku bunganya sangat rendah, memungkinkan para traders meminjam dengan menggunakan Franc.
Kemudian dalam waktu overnight, keadaan berubah dan mengirim siapa saja yang tidak siap masuk ke dalam masalah besar. Dalam hitungan jam, Swiss Franc mengalami apresiasi sebesar 40%.
Para pelaku pasar kemudian ramai-ramai membuang Franc karena terlalu mahal –apalagi berbicara tentang quality stock seperti Nestle, Credit Suisse, Cartier dan lain-lain.
Triliunan hanyut begitu saja, sebuah rekor tertinggi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
Pengumuman IMF pada Oktober 2015
Elite IMF ini hanya bertemu dua kali dalam satu dekade, untuk membicarakan pergeseran mata uang dunia, yang saat ini dikuasai oleh USD.
Apa yang nanti akan mereka umumkan, bisa jadi akan meletakkan sebuah tatanan baru dalam sektor keuangan dunia.
Apakah USD akan crash di akhir tahun atau di awal tahun akibat pengumuman ini? Karena saat hukum baru berlaku, uang kertas USD yang beredar akan kembali ke negara Amerika, yang mengakibatkan inflasi karena jumlah uang kertas yang beredar dalam negeri berlebihan.
Penerapan Suku Bunga Negatif Untuk Deposito
JP Morgan Chase, belum lama ini mengirimkan surat terhadap setiap nasabah yang mempunyai dana besar, dimana dalam surat itu dijelaskan bahwa JP Morgan Chase, tak lagi berminat dengan dana-dana yang didepositokan. Tak hanya itu saja, pihak bank menegaskan bahwa mulai 1 Mei 2015, setiap nasabah dengan jumlah deposito besar bakal dikenakkan denda tahunan sebesar 1 % dari jumlah total deposito yang mereka simpan. Adapun denda tersebut, disebutkan sebagai anggaran administrasi.
Sederhananya, deposito bakal dikenakan suku bunga negatif. Alih-alih mendapatkan untung, nasabah malah dapat kehilangan uangnya apabila semakin menerus diendapkan di dalam bank.
Hasilnya sangat jelas. Semua nasabah –banyak di antarany ialah institusi keuangan-, akhirnya memindahkan deposito mereka dari JP Morgan Chase. Tujuan kebijakan ini ialah “membuang” dana sejumlah 100 miliar US dolar, dari bank tersebut. Alhasil, JP Morgan Chase disinyalir telah sukses membuang 20% dari 100 miliar US dolar semacam yang ditargetkan.
Bila hal ini kemudian berlaku pada setiap Bank yang ada di seluruh dunia, maka tidak dipungkiri lagi era tunai akan segera hilang dalam beberapa tahun ke depan dan digantikan dengan chip (negara DenMark menjadi negara pertama yang menghapus uang tunai mulai tahun 2016).
Dikutip dari Jokowinomic.com
Catatan tambahan adm :
Ps. Neville Johnson dan ps. John Paul Jackson, telah diberi mimpi dan penglihatan mengenai peristiwa ini, beberapa saran yang mereka beri adalah:
1. Bereskan hutang jangka panjang yang ada, sehingga saat pemerintah menaikan suku bunga, kita sudah terbebas dari hutang (ini termasuk cicilan rumah).
2. Saat ini jangan terlibat investasi yang membutuhkan waktu panjang untuk melunasi seperti property misalnya.
3. Tukarkan aset atau dana tunai yang ganggur ke dalam emas atau perak. Karena saat semua mata uang kertas jatuh, emas akan berlipat hingga 4x dari harga sekarang. Simpan sendiri emas/perak yang dibeli, jangan berinvestasi sistem MLM atau pun yang lain.
4. Gunakan waktu yang ada untuk mendekat pada Tuhan Yesus and mencari kehendakNya.
5. Karena saat krisis terjadi, akan ada perpindahan kekayaan bagi anak-anakNya yang dapat dipercaya untuk mengelola uang bagi kerajaanNya. Anak-anakNya sebaliknya akan membeli satelite, membeli tanah dan gedung untuk penginjilan dalam masa krisis ini. 7tahun krisis ini merajalela sebelum antikristus mengambil alih dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.