
Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016 di langit Yerusalem ketika para saksi mendengar suara sangkakala misterius dan menyaksikan penampakan awan melingkar sempurna di langit. Satu hari sebelumnya, 70 pemimpin dunia menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Israel, Shimon Peres.
Fenomena menarik dan misterius ini berhasil direkam di video oleh beberapa saksi mata. Suara sangkakala di langit ini terdengar seperti tiupan shofar, namun ini terjadi tanggal 1 Oktober. Sedangkan Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi sendiri dimulai pada hari Minggu petang tanggal 2 Oktober 2016, dan berlangsung selama dua hari. Menurut kalender Ibrani, perayaan ini menandai permulaan tahun 5777, sejak Penciptaan dunia. Dalam tradisi Yahudi, hari-hari antara Rosh Hashanahsampai Yom Kippur (Hari Raya Pendamaian) disebut Hari-hari yang Diagungkan, dan menentukan takdir setiap manusia dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dalam tahun mendatang (5777).
Di dalam Torah, Hari Raya Rosh Hashanah disebut Yom Teru’ah (Hari Raya Peniupan Sangkakala), dan berhubungan dengan perintah spesifik yang ditetapkan untuk hari raya ini: meniup sangkakala. Di sinagoga-sinagoga, selama Rosh Hashanah (atau Yom Teru’ah) ini shofar (sangkakala tanduk domba) ditiupkan 100 kali sehari, memanggil orang-orang supaya merenungkan perbuatan-perbuatan mereka, bertobat, dan melakukan kebaikan. Seruan ini tidak hanya bagi telinga saja, tetapi kepada hati setiap orang.
Hari Raya ini disebut pertemuan kudus, dimana orang-orang Yahudi tidak boleh melakukan pekerjaan, dan harus meniupkan sangkakala dan mempersembahkan kurban. Ini adalah waktunya Elohim menghakimi manusia. Di Surga, pada hari-hari ini diputuskan – siapa yang akan hidup dalam berkat, siapa yang akan hidup dalam kesusahan, dan siapa yang ditentukan untuk mati.
Tiupan shofar dibunyikan untuk membangunkan mereka yang tidur, yang hidup dalam perbuatan-perbuatan yang jahat dan sia-sia. Suara shofar akan menyelidiki jiwa mereka yang paling dalam dan memanggil mereka untuk bertobat. Tradisi meniup shofar telah berlangsung berabad-abad, dan tanduk domba ini mewakili domba jantan yang dikurbankan Abraham sebagai ganti anaknya Ishak, yang dipersembahkan kepada Elohim di Gunung Moriah.
Terjadi di Yerusalem, suara sangkakala, awan melingkar misterius di langit, dan semuanya ini muncul bertepatan dengan Hari Raya Peniupan Sangkakala yang dikuduskan. Bagaimana menjelaskan awan melingkar sempurna yang mengiringi suara sangkakala di langit ini?

Tanda-tanda yang mengejutkan dan menakutkan, tapi apa sebenarnya fenomena ini dan menandakan peringatan apa? Apakah ini nubuatan? Ataukah ini buatan manusia?
Apa Penyebab Suara Sangkakala Misterius di Langit di Seluruh Dunia?
Dalam beberapa tahun terakhir di seluruh dunia, orang-orang merekam suara sangat keras yang berasal dari langit. Dalam banyak kejadian, suara mengerikan ini kedengaran seperti suara tiupan sangkakala.
Jadi kita mesti bagaimana menyikapi suara-suara “kiamat” ini? Perlukah kita khawatir? Yang kita tahu pasti, ini fenomena global yang terjadi di seluruh dunia. Selain di Yerusalem, suara-suara ini juga direkam di seluruh Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Hungaria, Republik Czech, Denmark, Swedia, Inggris, Kosta Rika, Ukraina, Perancis, dan juga Indonesia.
Jika Anda masuk ke YouTube dan memasukkan keyword “strange sounds“, Anda bisa menemukan ratusan hasil pencarian dari seluruh dunia. Tentu saja banyak ilmuwan yang percaya bahwa harus ada penjelasan rasional dari suara-suara misterius ini. Beberapa teori mengatakan ini terjadi karena tindakan fracking (proses injeksi cairan tekanan tinggi ke dalam bebatuan bawah bumi, lubang bor, dan sebagainya, dengan tujuan membuka paksa rekahan bebatuan yang ada untuk mengeluarkan gas atau minyak), “ledakan bebatuan”, pengeluaran gas tekanan tinggi, tekanan atmosfer atau “suara latar belakang” alami dari planet kita sebagai penyebab, tapi tidak satu pun teori ini sudah terbukti. Dua hal yang pasti suara-suara ini menyeramkan, dan terus-menerus terjadi.
Klip video dari seluruh dunia yang menangkap suara sangkakala menyeramkan yang berasal dari langit tapi tidak ada yang bisa benar-benar menjelaskan apa penyebabnya.
Surat kabar Daily Mail menulis artikel tentang beberapa penyebab munculnya suara misterius di langit yang terjadi di seluruh dunia selama hampir satu dekade.
1. Gesekan lempeng tektonik – Lempeng tektonik adalah kepingan-kepingan kerak bumi yang merupakan lapisan paling luar, yang kesemuanya disebut lithosfer. Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 kilometer dan terdiri dari 2 jenis material utama: kerak lautan (disebut sima, terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut sial, terdiri dari silikon dan aluminium).
2. Tekanan atmosfer – Tekanan atmosfer didefinisikan sebagai gaya per satuan luas yang menekan suatu permukaan yang berasal dari berat udara di atas permukaan itu.
3. Kereta listrik – Suara-suara yang berasal dari kereta-kereta sebagai reaksi gesekan dengan jalur rel dan kawat kabel listrik.
4. Konstruksi – Pekerjaan konstruksi, khususnya yang terjadi saat bersamaan di wilayah tertentu, dapat menimbulkan suara sejenis.
5. Alien – Mungkinkah alien dari langit, sedang menjelajahi Bumi?
6. Senjata HAARP – Rumor yang terus-menerus berkembang menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat menggunakan senjata rahasia untuk pertahanan dan modifikasi cuaca, dengan High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP). HAARP merupakan susunan antena radio yang menembakkan gelombang radio berkekuatan tinggi ke langit untuk memanaskan lapisan atmosfer. Gelombang ini diserap lapisan ionosfer pada ketinggian 100-350 kilometer, mempercepat gerakan elektron, dan memanaskan ionosfer. Dampaknya bermacam-macam, seperti:
Menghancurkan Sabuk Van Allen (radiation belt remediation)
Menciptakan Cermin Ionosfer Buatan (Artificial Ionospheric Mirror (AIM))
Menciptakan gelombang ELF (frekuensi sangat rendah) yang bisa didengar di seluruh dunia
Menciptakan awan plasma
Menciptakan cahaya udara dengan gelombang radio HF dan/atau asap pembuangan semburan roket (aerosol chemtrail)
Melubangi ionosfer
Modifikasi medan magnet bumi untuk mendeteksi struktur di bawah tanah
7. Kiamat – 7 Malaikat dengan 7 Sangkakala Terakhir – Tujuh sangkakala mulai ditiup malaikat satu per satu, sebagai tanda peristiwa-peristiwa penghakiman atas bumi, seperti dalam penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos di Kitab Wahyu 8. Ini yang paling mengerikan, karena menjadi tanda terjadinya malapetaka-malapetaka Akhir Zaman.
Para ilmuwan NASA punya penjelasan yang berbeda. Mereka berpikir suara yang terdengar ini hanyalah suara latar belakang alami yang dihasilkan secara konstan oleh planet bumi. Menurut NASA, ini mungkin “suara latar belakang bumi”.
Pernyataan NASA mengatakan, “Jika manusia punya antena radio, dan bukannya telinga, kita akan mendengar simfoni suara-suara aneh luar biasa yang berasal dari planet kita. Para ilmuwan menyebutnya “tweeks,” “whistlers (siulan)” dan “sferics(sinyal radio atmosfer).”
“Suaranya seperti background musik dari film sains fiksi terkenal, tapi ini bukan sains fiksi. Pancaran radio alami dari bumi benar-benar nyata, dan meskipun kita tidak menyadarinya, itu ada di sekeliling kita setiap saat.”
Apa Sebenarnya Suara-suara ini? Apa Penyebabnya?
Apakah ini ada hubungannya dengan matahari dan solar flare, apakah itu berasal dari inti bumi atau adakah hubungannya dengan fenomena astronomi seperti kedatangan Planet-X atau Nibiru? Apakah ini hal yang berbahaya bagi planet kita?
Menurut Dr. Elchin Khalilov, ada beberapa alasan kenapa kita mendengar suara-suara itu.
Contohnya, gelombang semacam itu bisa disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, taifun, dan angin badai. Dr. Elchin Khalilov, seorang geofisikawan dan profesor di Azerbaijan, spesialis geodinamika dan geotektonik menganalisa suara-suara aneh ini dan mengatakan spektrum suara ini ada di daerah infrasonik (dibawah 20 Hz), artinya kita tidak bisa mendengarnya.
Gelombang akustik frekuensi rendah dipancarkan pada rentang 20 dan 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra rendah dari rentang 0,1 – 15 Hz.
Dalam geofisika, ini disebut gelombang akustik-gravitasi, mereka terbentuk di atmosfer atas, di perbatasan atmosfer-ionosfer pada umumnya.
Masalahnya, orang-orang mendengar suara ini dari langit dimana tidak ada aktivitas geologi, dan luasnya daerah yang mendengar suara maupun kekuatan suaranya sangat jauh melebihi dari yang dapat dihasilkan oleh fenomena yang disebutkan di atas. Ada sesuatu yang menyebabkan suara ini terdengar di langit. Apakah karena matahari?
Menurut Dr. Khalilov, “Sumber dari suara akustik-gravitasi yang sangat kuat dan besar ini haruslah suatu proses dengan energi skala besar. Proses ini meliputi CME(Coronal Mass Ejection: jilatan lidah api matahari) yang kuat dan arus energi sangat besar yang dihasilkannya, yang bergerak menuju permukaan bumi dan menyebabkan destabilisasi magnetosfer, ionosfer dan atmosfer atas. Dengan demikian, efek dari jilatan lidah api matahari yang kuat: dampak gelombang kejut dari angin matahari, aliran sel-sel dan semburan radiasi elektromagnetik adalah penyebab utama dari timbulnya gelombang akustik-gravitasi sebagai akibat meningkatnya aktivitas matahari”.
CME (Coronal Mass Ejection)
Baru-baru ini bumi mengalami badai radiasi matahari terkuat sejak tahun 2005. Puncak siklus matahari terjadi tahun 2013. Siklus matahari biasanya alami dan berulang setiap 11 tahun atau lebih. Geofisikawan percaya suara-suara yang berasal dari langit ini sepertinya berhubungan dengan meningkatnya aktivitas matahari.
Apakah Suara ini Juga Berasal dari Dalam Inti Bumi?
Dr. Khalilov menyebutkan suara ini juga bisa berasal dari inti planet kita sendiri. Menurut Dr. Khalilov, “Ada penyebab lain yang mungkin terletak pada inti bumi. Faktanya adalah bahwa percepatan pergeseran kutub magnet utara meningkat lebih dari lima kali lipat antara tahun 1998 dan 2003 dan tetap berada pada tingkat yang sama hari ini, menunjukkan semakin meningkatnya proses energi di dalam inti bumi, karena proses di dalam inti dalam dan inti luar bumilah yang membentuk medan geomagnetik bumi.”
Kembali pada bulan November 2011, semua stasiun Atropatena, jaringan global untuk meramalkan gempa bumi dan merekam variasi tiga dimensi dari medan gravitasi bumi, hampir secara bersamaan mencatat gelombang gravitasi yang sangat kuat. Stasiun-stasiun ini ada di Istanbul, Kiev, Baku, Islamabad dan Yogyakarta, dengan statiun yang satu dengan yang lainnya berjarak sekitar
10.000 km.
Stasiun Atropatena
Stasiun Atropatena
Menurut Jurnal GeoChange, “Fenomena seperti itu hanya mungkin terjadi jika sumber pancarannya berasal dari inti bumi. Energi besar yang dilepaskan dari inti bumi pada akhir tahun 2013 adalah semacam sinyal awal yang menunjukkan transisi energi internal bumi sedang memasuki fase aktif yang baru.”
Semakin intensifnya proses energi di inti bumi dapat menyebabkan modulasi medan geomagnetik, yang melalui serangkaian proses fisika di perbatasan ionosfer-atmosfer akan menimbulkan gelombang akustik-gravitasi yang dapat didengar oleh telinga manusia dalam bentuk suara “sangkakala yang menakutkan” dengan frekuensi rendah di berbagai belahan bumi.
Anomali astronomi?
Penjelasan ketiga yang belum disebutkan Dr. Khalilov adalah bahwa suara-suara yang tidak biasa dari langit ini disebabkan oleh anomali astronomi yang belum bisa diidentifikasi para ilmuwan.
Peningkatan aktivitas inti planet tidak hanya terjadi pada bumi saja, namun ditemukan juga indikasi bahwa planet-planet lain di tata surya mengalami hal yang sama.
Jika asumsi Dr. Khalilov benar, penyebab gelombang akustik-gravitasi ini bersifat geofisika alami yang dapat dipahami. Namun, ini juga berarti planet kita akan mengalami peningkatan dampak yang signifikan dari aktivitas matahari dan aktivitas geodinamika, yang pada gilirannya akan menghasilkan berbagai gempa bumi yang kuat, letusan gunung berapi, tsunami, dan cuaca ekstrim.
Kita masih tidak tahu apa yang menyebabkan suara-suara aneh dari langit dan meskipun peneliti telah mencoba untuk menjelaskan fenomena ini dalam pemahaman ilmiah, kita masih belum menemukan petunjuk penting dari teka-teki ini.
Suara sangkakala ini terdengar sangat sering dan tidak bisa diabaikan atau dianggap sepele.
Peneliti lain menyebutkan, eksperimen mesin akselerator partikel yang dilakukan oleh CERN – LHC di Geneva, Swiss, menyebabkan sobeknya magnetosfer (medan magnet) bumi. Berdampak pada turunnya kemampuan medan geomagnetik untuk melindungi bumi dari radiasi angin matahari. Angin matahari dapat masuk melalui celah “sobekan” di magnetosfer bumi, menyebabkan badai kelas G2 dan aurora di daerah lingkar kutub.
Theophany
Dalam bukunya “The World in Collision“, peneliti dan penulis Immanuel Velikovskytelah mengumpulkan berbagai literatur kuno yang mencatat peristiwa “suara-suara misterius di langit” yang pernah terjadi sebelumnya pada zaman lampau ketika sebuah benda langit luar angkasa (planet komet) datang mendekati bumi. Berikut kutipannya:
Gempa bumi sering dibarengi dengan suara gemuruh yang berasal dari perut bumi. Fenomena ini dikenal para ahli ilmu bumi sejak masa lampau. Pliny menuliskan gempa bumi “mendahului dan dibarengi dengan suara dahsyat.” Kubah yang menahan tanah runtuh dan nampak sepertinya bumi menghela nafas dalam-dalam. Suara ini dikaitkan dengan dewa-dewa dan disebut theophany. Erupsi gunung berapi juga dibarengi suara keras. Suara yang dihasilkan Krakatau di Hindia Belanda, selama letusan tahun 1883, begitu kerasnya sehingga terdengar sampai sejauh Jepang, 3000 mil jauhnya, jarak suara terjauh yang pernah tercatat dalam catatan modern.
Pada hari-hari Eksodus (bangsa Israel keluar dari tanah Mesir), ketika bumi diguncangkan dan bergetar, dan seluruh gunung-gunung memuntahkan lava dan semua benua berguncang, bumi mengerang hampir tidak berhenti.
Pada tahap awal bencana, menurut tradisi kuno Yahudi, Musa mendengar di dalam keheningan di padang belantara, suatu suara yang dia mengerti, “Aku adalah Aku.” “Akulah YAHWEH,” didengar orang-orang dalam kegentaran malam di Gunung Sinai tempat Torah diberikan.
“Seluruh gunung berguncang hebat” dan “suara sangkakala berbunyi panjang.” “Dan semua orang memandang suara gemuruh, dan api, dan gemuruh sangkakala, dan gunung itu berasap: dan ketika orang-orang memandangnya, mereka gemetar, dan berdiri jauh-jauh.”
Itu keadaan yang sempurna untuk mendengar Firman di dalam suara-suara alam yang penuh kegemparan. Pemimpin yang diinspirasi itu menangkap suara yang dia dengar, sepuluh kali panjang, suara tiupan sangkakala.
Bumi mengerang: telah berminggu-minggu seluruh lapisan-lapisannya terkoyak-koyak, orbitnya bergeser, daratan-daratannya berpindah, lautan-lautannya tumpah ke atas benua-benuanya, lautan-lautannya berubah menjadi padang-padang gurun, gunung-gunungnya bergejolak, pulau-pulaunya tenggelam, nyala api nafta, gunung-gunung berapi memuntahkan lava, daratan berguncang, suatu dunia yang diselimuti atmosfer penuh asap dan kabut. Lapisan-lapisan daratan dijungkir-balikkan dan pegunungan-pegunungan baru bermunculan, gempa bumi dan gemuruh gunung-gunung berapi bersamaan dalam hiruk pikuk pemandangan neraka.
Itu suara yang bukan hanya terdengar di padang gurun Sinai; di seluruh dunia pasti juga mendengarnya. “Langit dan bumi menggemakan – pegunungan dan bukit-bukit bergeser,” kata Midrash. “Cakrawala bergemuruh keras, dan bumi menyuarakan gemanya,” kata Epik Gilgamesh.
Dalam Hesiod dituliskan, “Bumi yang besar mengerang” ketika Zeus mengibaskan halilintarnya kepada Typhon – “bumi bergema sangat mengerikan, dan langit luas di atasnya.”
Dua planet yang bergerak saling mendekat juga bisa menghasilkan suara mirip sangkakala, berubah-ubah seiring jarak di antara keduanya, mendekat atau menjauh. Nampaknya fenomena ini digambarkan oleh Pseudo-Philo sebagai “kesaksian sangkakala-sangkakala di antara bintang-bintang dan Tuhan mereka.”
Di sini kita mencari tahu asal-usul pemikiran Pythagoras tentang “musik dari planet-planet” dan pemahaman bahwa bintang-bintang menghasilkan suara musik. Di Babilonia, bulatan-bulatan planet disebut “suara-suara” dan mereka dianggap menghasilkan musik.
Menurut literatur Midrash, suara sangkakala di Gunung Sinai memiliki 7 nada berbeda (atau notasi), dan literatur rabbinical mengatakan “musik surgawi” terdengar pada saat Hukum Torah Dinyatakan.
“Pada suara pertama, langit dan bumi bergeser, lautan dan sungai-sungai berpindah, gunung-gunung dan bukit-bukit terlepas dari dasar-dasarnya.” Homermenggambarkan kejadian yang sama dengan kata-kata, “Bumi besar mendering, dan langit besar di sekitarnya bergemuruh seperti dengan suara sangkakala.” “Seluruh bumi terbakar saat tiupan sangkakala,” dikatakannya dalam Voluspa.
“Menurut tradisi kuno Yahudi, semua bangsa-bangsa di bumi mendengar suara gemuruh saat Hukum Torah diberikan. Di Gunung Sinai, suara yang “berbunyi panjang” meninggi sepuluh kali; dalam gemuruh ini orang-orang Ibrani mendengar Sepuluh Perintah.
“Jangan kamu membunuh” (“Lo tirzah“);
“Jangan kamu berzinah” (“Lo tin’ af“);
“Jangan kamu mencuri” (“Lo tignov“) …
“Kata-kata ini (Sepuluh Perintah) – Tidak hanya didengar orang-orang Israel saja, namun oleh semua manusia di seluruh bumi. Suara Ilahi terbagi menjadi tujuh puluh bahasa manusia, supaya semua manusia dapat memahaminya – Jiwa-jiwa orang-orang penyembah berhala ini hampir keluar dari tubuh mereka ketika mereka mendengar semuanya itu.”
Hiruk-pikuk yang disebabkan erangan bumi itu terulang kembali dan kembali, namun tidak terlalu keras, bersamaan lapisan-lapisan subteran bumi menyesuaikan dirinya sendiri setelah bergeser; gempa bumi tidak putus-putusnya menguncang daratan selama bertahun-tahun.
Papyrus Ipuwer menyebut tahun-tahun ini sebagai “tahun-tahun yang bising.” “Tahun-tahun yang bising. Tidak berhenti-hentinya kebisingan,” dan lagi, “Oh, sekiranya bumi dapat berhenti dari keributan, dan hiruk-pikuk (gemuruh) tidak ada lagi.”
Suara ini mungkin memiliki pola yang sama di seluruh dunia karena itu berasal dari dalam inti bumi, yang seluruh lapisan-lapisannya bergeser ketika bumi dilemparkan keluar dari orbitnya dan diguncangkan dari sumbunya.
Raja besar yang menyusun hukum di China, ketika waktu malapetaka mengerikan itu terjadi dan hukum-hukum alam berguncang, memakai nama Yahou. Dalam Pembukaan kepada Shu King, yang ditujukan kepada Confucius, tertulis, “Mempelajari zaman purbakala, kita menemukan bahwa Kaisar Yaou dipanggil Fang-heun.” Yahou adalah julukan yang diberikan kepadanya pada waktu setelah banjir besar, sepertinya diinspirasi oleh suara erangan bumi.
Suara yang sama juga terdengar pada tahun-tahun itu di belahan bumi Barat atau dimana leluhur orang Indian hidup. Mereka menghubungkan itu ketika langit-langit turun begitu dekat dengan daratan, seluruh manusia mengangkat langit sedikit demi sedikit dengan berulang-ulang menyerukan kata “Tahu,” yang bergema di seluruh dunia.
Di Indonesia, sebuah sumpah dibarengi pembacaan doa kepada benda-benda angkasa. Anak panah ditembakkan ke udara, “sementara semua yang hadir meneriakkan ‘ju ju huwe.'”
Suara yang sama terdengar dalam nama Jo, Jove (Jupiter). Nama YAHWEH tersimpan dalam bentuk pendek, seperti, Yahou dan Yo, sama seperti nama YAHWEH Elohim dalam Kitab Suci. Diodorus menuliskan tentang Musa bahwa dia menerima hukum dari Elohim dengan memohon dalam nama Iao.
Di Mexico, Yao atau Yaotl adalah dewa perang; kesamaan penyebutan juga telah tercatat. Nihongi, sejarawan Jepang pada masa awal, memulai tulisannya dengan menyebut, “Pada waktu yang lampau, langit dan bumi tidak terpisahkan, dan Indan Yo belum dibagi.” Yo adalah bumi. Waktu ketika langit menyentuh bumi adalah waktu ketika debu kasar dan semburan kabut asap dari komet (Planet X – Nibiru?) melingkupi bumi dan turun sangat dekat dengan daratan.
Para Pengajar Akhir Zaman Menjelaskan Suara Sangkakala di Langit
Suara-suara misterius yang dilaporkan banyak saksi di seluruh dunia, dikatakan menyerupai tiupan sangkakala yang digambarkan dalam Kitab Wahyu.
Laporan-laporan ini semakin mempertegas spekulasi tentang Akhir Zaman. Tapi beberapa penulis yang menyampaikan laporan ini mengatakan bahwa kita memerlukan kewaspadaan, dan menyimpulkan bahwa suara-suara ini mungkin peringatan spiritual, bukan pengumuman yang sesungguhnya mengenai Akhir Zaman.
Pastor, pembicara dan penulis, Carl Gallups, yang mempelajari simbol sangkakala di Kitab Wahyu sebagai dasar penelitian Akhir Zaman dalam bukunya “Peringatan Terakhir: Memahami Hari-hari Sangkakala Kitab Wahyu,” mengatakan bahwa orang-orang percaya harus mewaspadai berita bohong dan penyesatan.
“Banyak hal yang membutuhkan ilmu pengetahuan, akal sehat dan Alkitab untuk menjelaskan fenomena ini. Meskipun saya suka mengungkapkan ayat yang berhubungan dengan situasi geopolitik dan kemungkinan penggenapan nubuat yang berhubungan, saya bukan orang yang mencari hal-hal yang sensasional. Saya konsisten berusaha memberikan penjelasan obyektif dan alkitabiah dari klaim-klaim sensasional yang tidak umum. Saya menjelaskan semuanya ini dengan penelitian dan kehati-hatian Alkitab.”
Carl Gallups yang dulunya mantan polisi di Florida, menduga beberapa laporan peristiwa ini hanyalah buatan saja.
“Saya telah meneliti hal ini bertahun-tahun dan masih sangat ragu mengenai keaslian ‘peristiwa sangkakala’ ini. Dengan teknologi yang ada sekarang ini sangat mudah untuk mengedit dan menggabungkan suara buatan supernatural ke dalam video. Contohnya film “War of The Worlds” dan “Clash of The Titans” punya suara yang hampir sama dengan suara di video sangkakala itu – jadi sangat mudah untuk menerima hal ini dengan tingkat keraguan yang tinggi.
“Memang betul, suara sangkakala yang terdengar (dari langit atau surga) terjadi dalam beberapa peristiwa di Alkitab. Peristiwa terpenting terjadi (dan Alkitab mencatatnya) ketika Elohim menurunkan Hukum Torah di Gunung Sinai. Kehadiran-Nya disertai “tiupan sangkakala yang sangat keras,” menyebabkan bangsa Israel yang ada di perkemahan gemetar karena ketakutan dan gentar (Keluaran 19:16). Ayat 19 berkata suara sangkakala semakin lama semakin keras. Tentu saja, ada hampir satu jutaan orang yang menyaksikannya dan mendengar suara tiupan sangkakala ini.”
Carl Gallups juga menekankan bagi orang percaya untuk tidak disesatkan ketika mereka mencari tanda-tanda lahiriah, suara yang dapat didengar telinga, mengenai Akhir Zaman.
“Yeshua (Yesus) berkata tentang kedatangan-Nya yang kedua, ‘Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain’ (Matius 24:31). Yeshua juga mengatakan ‘akan terjadi hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit’ (Lukas 21:11) yang menyertai hari-hari terakhir.”
Peristiwa-peristiwa yang lebih besar yang sedang terjadi di dunia adalah pertanda Akhir Zaman.
“Yang perlu digarisbawahi, “sangkakala” di Kitab Wahyu tidak ditulis dalam konteks sebagai suara sangkakala yang bisa didengar oleh telinga manusia di bumi. Itu merupakan tanda bagi generasi Akhir Zaman – peristiwa besar di dunia yang menjadi peringatan bahwa Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) akan segera datang ke bumi.”
Pastor Mark Blitz dari El Shaddai Ministries, yang mengungkapkan fenomena “Blood Moon“, menunjukkan penggenapan profetik dari interpretasinya mengenai Hari Raya Peniupan Sangkakala.
Penulis buku “Blood Moons: Decoding the Imminent Heavenly Signs” mengatakan, “Hari Raya Peniupan Sangkakala yang juga dikenal sebagai Rosh Hashanah, jatuh pada hari Minggu, 2 Oktober 2016. Dan Hari Raya Peniupan Sangkakala menjadi pembawa kabar permulaan 7 tahun masa kesusahan.”
Meskipun Blitz tidak mengatakan bahwa masa kesusahan akan dimulai sejak Hari Raya Peniupan Sangkakala bulan Oktober 2016, dia menjelaskan bahwa Rosh Hashanah kali ini bersamaan dengan kejadian profetik signifikan lainnya.
Menurut interpretasi Mark Blitz, tahun pertama masa kesusahan harus dimulai tahun pertama siklus Shemitah (Tahun Sabat). Blitz percaya, “Jika masa kesusahan tidak dimulai pada Hari Raya Peniupan Sangkakala tahun ini, polanya adalah tidak akan dimulai untuk 7 tahun berikutnya.”
Penulis dan pengajar Kristen, Joel Richardson memandang signifikan reaksi masyarakat terhadap suara misterius ini. Pengarang buku “When a Jew Rules the World: What The Bible Says About Israel in the Plan of God” mengatakan reaksi global terhadap fenomena ini menunjukkan orang-orang di seluruh dunia merasakan sesuatu yang salah dengan kejadian-kejadian ini. Menurut Richardson, dunia sedang menantikan sesuatu.
“Banyak orang di seluruh dunia hari-hari ini merasakan kita mungkin mendekati periode akhir dari zaman ini,” katanya. “Sangat menarik bahwa suara-suara misterius ini mirip suara sangkakala. Kitab Suci mengatakan pada saat suara sangkakala yang terakhir, Yeshua akan datang kembali untuk menghancurkan sistem dunia yang jahat ini, dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Orang mungkin berkata suara-suara ini adalah suara erangan dari bumi karena menanggung beban dosa umat manusia yang bertambah-tambah. Kitab Suci juga menyatakan seluruh makhluk mengerang dan merindukan kedatangan Yeshua (Roma 8:19-22).”
Richardson percaya penjelasan ilmiah dapat ditemukan dari suara-suara misterius ini. Namun dia memperingatkan, ini bukan berarti peristiwa menakutkan di seluruh dunia ini tidak mengungkapkan kebenaran nyata yang lebih besar.
“Saya pikir logis untuk mengatakan ada penjelasan ilmiah dari suara-suara ini, tapi juga tidak berlebihan untuk mengatakan kepada mereka yang punya telinga rohani untuk mendengar dan melihat peristiwa ini sebagai tanda ilahi dari apa yang akan segera datang. Seperti yang dikatakan Yeshua dan Yohanes Pembaptis, ‘Bertobatlah, karena Kerajaan Elohim sudah dekat!'”
Carl Gallups mengakui dia tidak bisa menjelaskan semua laporan yang masuk dari seluruh dunia.
“Saya tidak bersikap seolah-olah punya jawaban pasti dari seluruh laporan dan rekaman ‘sangkakala’ yang memiliki validitas kredibel yang tinggi. Ada juga liputan dari fenomena ini yang dilaporkan oleh sumber media yang dapat diandalkan,” katanya.
“Ada beberapa otoritas ilmiah yang mengungkap hal ini juga – beberapa memiliki penjelasan yang mungkin, mulai dari gelombang akustik-gravitasi hingga gelombang kejut akibat CME (jilatan api matahari) dan pergeseran lempeng tektonik. Ilmuwan geologi Universitas Oklahoma, David Deming, menulis dalam Journal of Scientific Exploration mengenai fakta ilmiah yang dinamakan The Hum – suara misterius yang tidak bisa dilacak yang terdengar di berbagai lokasi di seluruh dunia oleh 2-10 % populasi manusia.”
Namun Gallups percaya, orang-orang Kristen sudah dikelilingi tanda-tanda yang dia percayai menunjukkan kedatangan Yeshua haMashiach (Yesus Kristus) sudah sangat dekat. Dan Gallups menekankan orang-orang Kristen untuk hidup dengan sikap siaga.
“Kitab Suci jelas mengatakan hari-hari menjelang kedatangan Yeshua akan ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kefasikan, masa yang sukar (2 Timotius 3:1-4) dan banyaknya pengajaran palsu (1 Timotius 4:1; 2 Timotius 4:3).”
“Terlepas dari fenomena ‘suara sangkakala’ dan spekulasi asal usulnya – seorang pengamat yang terlatih untuk menilai zaman di mana kita hidup sekarang ini tidak bisa menyangkal – kita sedang hidup pada masa-masa penggenapan nubuat. Ini waktunya untuk membereskan hidup kita di hadapan Tuhan.”
Awan Chemtrail dan HAARP
Pendapat lain diutarakan Michelle Hopkins, peneliti hubungan fenomena-fenomena atmosferik, chemtrail dengan HAARP.
Dalam video YouTubenya yang diunggah 3 Oktober 2016, Michelle mengatakan, “Apa yang Anda lihat ini adalah partikel aerosol metalik yang bereaksi terhadap suara atmosferik, yang dipancarkan kemungkinan oleh frekuensi yang dihasilkan oleh suatu teknologi TTA, Tesla Tech Array, yang berlokasi dalam radius seperempat diameter bumi, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya dalam video-video saya. Ini sudah pasti tipe reaksi yang semacam itu.”
“Tapi dari mana suara sangkakala itu berasal? Apakah itu hanya emisi frekuensi suara saja? Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika Anda mendengar dan melihat suatu tanda dari Elohim? Apakah Dia memerintahkan sangkakala pertama ditiup? Apakah sangkakala ini berasal dari Dia?”
Sekedar info, Rosh Hashanah (atau Yom Teru’ah, Hari Raya Peniupan Sangkakala) dimulai pada petang hari Minggu, 2 Oktober 2016 dan berakhir pada petang hari Selasa, 4 Oktober 2016.
Shofar (sangkakala) ditiupkan sebanyak 100 kali setiap hari selama Rosh Hashanah. Tapi suara sangkakala ini terdengar 1 hari sebelum Rosh Hashanah. Hari Shabbat, 1 Oktober 2016.

Awan melingkar sempurna di atas Yerusalem diiringi suara tiupan sangkakala di langit, terjadi tanggal 1 Oktober 2016, sehari sebelum Yom Teru’ah – Hari Raya Peniupan Sangkakala, yang juga merupakan permulaan tahun baru Yahudi 5777.
“Jika kita amati lebih dekat, kita dapat melihat refraksi semacam pelangi. Ini diproduksi oleh aerosol atau ‘chemtrail aluminum coated fibreglass,’ yang oleh pihak militer disebut “chaff.”
Ini digunakan untuk menciptakan modifikasi cuaca atau untuk meningkatkan aktivitas komunikasi elektromagnetik, namun aerosol dan frekuensinya jauh lebih tinggi di wilayah atmosfer atas dan tidak bisa didengar oleh telinga manusia. Frekuensi yang biasanya digunakan adalah mikrowave.
Michelle Hopkins menunjukkan foto-foto perbandingan antara semburan aerosol chemtrail dengan fenomena awan melingkar di langit Yerusalem.

“Sementara kita lihat dari gambar ini, chemtrail menyebarkan suatu pola. Dari bentuk chemtrail apa pun, nyaris sama persis dengan apa yang kita lihat di langit Yerusalem. Partikel metalik ditarik ke dalam pola seperti jari-jari dari pusat chemtrail. Chemtrail sirkular ini sangat mudah untuk disemprotkan dengan menggunakan drone.”
“Tapi suara sangkakala ini dapat didengar oleh telinga manusia, itu bukan mikrowave. Polanya terlalu rendah di langit. Itu cenderung beralasan tidak dibuat dengan tujuan menciptakan cuaca, dan bukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi oleh pihak militer.”

Jadi kenapa awan chemtrail ini ada di situ? Dan kenapa suara sangkakala ini terdengar?
Jika ini benar sangkakala pertama seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu 8, inilah yang akan terjadi:
Wahyu 8:7 (ILT) Dan malaikat yang pertama meniup sangkakalanya, dan terjadilah hujan es dan api yang bercampur dengan darah, dan itu dilemparkan ke bumi, dan sepertiga pepohonan terbakar musnah, dan semua rumput hijau terbakar musnah.
“Akhir-akhir ini banyak meteorit dan bola-bola api berjatuhan dari langit. Dalam beberapa hari terakhir ini jumlahnya sangat banyak.”
“Pertanyaannya adalah, apakah ini pendahulu dari benda angkasa yang jauh lebih besar yang akan segera melintas di dekat bumi, dan menghujani bumi dengan asteroid-asteroid yang dibawa oleh ekornya?”
“Ataukah ini teknik penyesatan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi?”
Baca juga:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.