
Shalom,
pagi tadi saya di kasih lihat lagi soal pengangkatan/rapture. Tiba-tiba awan di atas berbentuk pusaran lalu beberapa malaikat turun standby di bawah pusaran dengan mahkota merah besar dan banyak permata sprt yg biasa dipakai nari di mahanaim. Dan banyak malaikat lain terbang kian kemarin mencari jiwa untuk diangkat. Sedihnya sangat sedikit yang terangkat...sedikit sekali....ukuran terangkat sangat besar. Jiwa yang setengah-setengah memuji dan menyembah Tuhan sudah pasti tidak terangkat. Saat Dia datang hanya mereka yang dalam kondisi 100% menjadikan Yesus sebagai center dalam hidupnya yang terangkat.
pagi tadi saya di kasih lihat lagi soal pengangkatan/rapture. Tiba-tiba awan di atas berbentuk pusaran lalu beberapa malaikat turun standby di bawah pusaran dengan mahkota merah besar dan banyak permata sprt yg biasa dipakai nari di mahanaim. Dan banyak malaikat lain terbang kian kemarin mencari jiwa untuk diangkat. Sedihnya sangat sedikit yang terangkat...sedikit sekali....ukuran terangkat sangat besar. Jiwa yang setengah-setengah memuji dan menyembah Tuhan sudah pasti tidak terangkat. Saat Dia datang hanya mereka yang dalam kondisi 100% menjadikan Yesus sebagai center dalam hidupnya yang terangkat.
Ada yang sekeluarga kristiani mereka beribadah, juga melayani ke gereja saat itu sedang liburan bersama keluarga ya bersenang-senang, saling bantu dalam keluarga tapi saat Yesus datang mereka sedang sibuk bersenang-senang, jadi tidak terangkat.
Ada juga yang aktifis, tapi saat itu sedang ada masalah keuangan di keluarganya. Dia mau membeli kebutuhan sayur mayur namun tidak membawa uang, mau berhutang, menjanjikan akan membayar lalu ribut dengan suaminya, tanpa sadar dia melewatkan momen waktu Tuhan datang. Walau kondisi terhimpit jangan berhutang. Jalanin dengan iman Jehovah Jireh pasti cukupkan.
Ada yang sibuk sekali belajar, berkelompok, berjalan-jalan, padahal dia melayani juga tapi saat Tuhan datang hatinya dan hidupnya sedang fokus kepada studi andalkan pikirannya, tidak 100% pada Yesus.
Banyak yang begitu melihat malaikat terbang kian kemarin dan tidak menghampirinya merasa sedih, lalu berusaha menyembah, bersujud tapi sudah tidak bisa.
Banyak keluarga tertinggal. Jangan terjebak dalam rutinitas!
Semua berjalan sangat amat cepat. Solusinya adalah jalani hidup setiap detik harus terus melekat dengan Tuhan. Setiap hal sekecil apapun tanya Tuhan jangan andalkan pikiran sendiri. Saat Tuhan kasih tugas, tanya apa mau-Nya dan cepat-cepat kerjakan jangan tunda. Melakukan tugas-Nya itu menimbulkan passion. Jangan terbuai rasa letih dan capek! Kebaskan! Semua lakukan dalam Tuhan, Dia yang akan selalu berikan tenaga, hikmat, sukacita, anugerah-Nya yang tiada terbatas.
Waktu-Nya sangat amat singkat ini seperti sudah waktu bonus....kerja harus sangat amat cepat!!!!
Setelah itu tidak lama kemudian awan gelap seperti gelombang laut bergulung-gulung hitam pekat mulai memenuhi langit, kekacauan yang tidak terkontrol mulai muncul. Saat itu mereka sadar bahwa selama ini hidup adalah anugerah Tuhan namun semua sudah terlambat.
Saya digerakkan juga doakan para pemimpin/leaders dan semua hamba-hamba Tuhan dan gereja-gereja supaya tetap kokoh berdiri saat masa penampian. Mereka butuh doa kita bukan hanya kita yang butuh didoakan mereka.
bersiap dan berjaga-jagalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.