Sanhedrin Mengundang Trump dan Putin untuk membangun Bait Suci
Sanhedrin yang baru terbentuk menyerukan agar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS terpilih Donald Trump bergabung dan membangun kembali Bait Suci Yahudi di Yerusalem.
Koresh Agung, Raja Persia, mengumumkan pada tahun pertama pemerintahannya bahwa ia diminta oleh Allah untuk membuat keputusan bahwa Bait Suci di Yerusalem harus dibangun kembali.
“Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. ~Ezra 1: 2
Seperti yang kita ketahui bahwa Koresh telah mengirim orang-orang Yahudi untuk kembali ke Israel dengan sejumlah besar uang yang dapat digunakan untuk membangun kembali Bait Suci. Oleh sebab itu, Sanhedrin berencana memanggil dua pemimpin dunia ini untuk mendukung orang-orang Yahudi dalam misi suci mereka.
Rabbi Weiss juga mengatakan bahwa bahwa pemilu AS telah membuat mimpi Yahudi yang kekal kemungkinan yang sangat nyata. Ia juga mengatakan bahwa “Kami siap untuk membangun kembali Bait Suci, dengan keadaan politik saat ini dimana hak umat Yahudi didukung oleh kedua pemimpin penting, yang secara historis belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam suratnya, Sanhedrin mengatkan bahwa kemenangan Trump terjadi karena dukungan dari Yerusalem, setelah ia berjanji memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, secara efektif mengakui kota Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sanhedrin ini juga menjelaskan hubungan Putin dengan Bait Suci dalam suratnya, dimana diceritakan selama perjalanan resminya sebanyak 3x di Yerusalem pada tahun 2012, Putin berkunjung ke Tembok Barat. Di sana ia berdiam diri selama beberap menit, dan menawarkan sebuah doa pribadi, setelah ia membaca Mazmur dari buku doa Rusia-Ibrani.
Seorang pengamat Israel berseru dalam bahasa Rusia, “Selamat datang, Presiden Putin.” Putin mendekati pria tersebut dan menjelaskan pentingnya Temple Mount dan Bait Suci Yahudi. Chadrei Charedim, sebuah situs berita Ibrani Ortodoks, melaporkan bahwa Putin menjawab, “Itulah alasan saya datang ke sini, yaitu untuk berdoa bagi Bait Suci yang akan dibangun lagi”
Sanhedrin mengirim surat kepada Putin menyerukan dia untuk memenuhi doanya. Pada saat itu, Presiden Putin tidak menanggapi permintaan Sanhedrin, tapi sekarang presiden AS mendatang adalah sekutu potensial , diman Sanhedrin percaya itu adalah waktu bagi Putin untuk mengambil peran aktif dalam membangun kembali Bait Suci.
Presiden AS Calvin Coolidge meratifikasi perjanjian San Remo pada tahun 1925, sehingga membuat pengakuan dari Negara Yahudi mengikat secara hukum oleh hukum AS. Sanhedrin menekankan bahwa sangat penting pada saat ini, ketika Otoritas Palestina berusaha untuk menulis ulang sejarah dunia dengan berkampanye menentang deklarasi Balfour, untuk memperkuat komitmen bersejarah Amerika untuk Negara Israel dengan mengadopsi ulang perjanjian.
Rabbi Weiss menekankan bahwa mendukung Yahudi ke Yerusalem akan membawa manfaat Rusia dan Amerika, serta seluruh dunia.
“Para pemimpin Rusia dan Amerika dapat memimpin bangsa di dunia untuk perdamaian global melalui membangun Bait Suci, sumber damai,” kata Rabbi Weiss. “Ini akan mengimbangi resolusi UNESCO yang merupakan akar penyebab meningkatnya teror dan kekerasan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.