
Sebuah legenda kuno yang menyebutkan bahwa Menorah Bait Suci Kedua disembunyikan di ruangan-ruangan rahasia Vatican muncul kembali menyusul diumumkannya pameran yang diselenggarakan Takhta Suci Kepausan bersama komunitas Yahudi kuno Roma. Ditujukan untuk menampilkan bertumbuhnya hubungan Yahudi-Vatican, tema pameran ini benar-benar mengangkat kembali rumor ini ke permukaan, menimbulkan kecurigaan bahwa meskipun secara tradisi Vatican menolak mengakuinya, rumor-rumor ini masih bertahan baik sampai sekarang.
Arnold Nesselrath, seorang pejabat Museum Vatican, mengumumkan tema pameran mendatang ini pada hari Senin, 20 Februari 2017, menyatakan bahwa hubungan antara Vatican dengan Menorah tersebut diilustrasikan jelas pada lukisan fresco di dinding Apartemen Borgia Vatican. Apartemen itu dibangun untuk Paus Alessandro VI, yang kepausannya dimulai pada tahun 1492, tahun yang sama ketika orang-orang Yahudi Spanyol dipaksa memeluk agama Katholik atau diusir.
Pihak penyelenggara menyebutkan dalam pernyataan bahwa pameran ini “menceritakan kembali sejarah penderitaan Menorah selama ribuan tahun yang luar biasa.” Kisah penderitaan Menorah ini dimulai pada tahun 70 M, ketika Bait Suci dihancurkan dan Menorah, setinggi lebih dari 1,52 meter dan terbuat dari lebih 59 kilogram emas murni, dibawa ke pengasingan di Roma oleh Kaisar Titus.

The Arch of Titus di Via Sacra, Roma: Gerbang Kemenangan Kekaisaran Romawi. Jendral Titus menghancurkan Yerusalem dan meruntuhkan Bait Suci pada tahun 70 M, menggenapi nubuat Yeshua tentang bangunan Bait Suci, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekali-kali di sini tidak akan dibiarkan terletak batu di atas batu, yang sama sekali tidak akan diruntuhkan.” (Matius 24:2)
Peristiwa ini digambarkan dalam relief terkenal Gerbang Lengkung Kemenangan Titus, yang menggambarkan tentara Romawi membawa Menorah ini pergi sesudah penghancuran Bait Suci. Sumber-sumber sejarah Yahudi juga banyak menceritakan kesaksian orang pertama yang melaporkan melihat Menorah di Roma segera sesudah penghancuran Bait Suci.

Prosesi pawai kemenangan Titus digambarkan pada The Arch of Titus di Roma, menggambarkan jarahan yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem. The Arch of Titusdibangun pada tahun 82 M oleh Kaisar Domitian, tidak lama sesudah kematian kakaknya, Kaisar Titus, untuk memperingati kemenangan-kemenangan Titus, termasuk Pengepungan Yerusalem pada tahun 70 M.
Flavius Josephus, sarjana Romawi-Yahudi keturunan imam abad pertama, melaporkan bahwa artefak Bait Suci memang dibawa ke Roma dan ditempatkan di Kuil Perdamaian Vespasianus, yang selesai dibangun pada tahun 75 M.
Jejak sejarah Menorah tampaknya lenyap sejak abad ke-5. Sejarawan menduga bahwa artefak itu dirampas oleh orang-orang barbar yang menjarah Roma pada tahun 455 M, sesudah itu Menorah emas dilebur dan emas tersebar ke mana-mana. Tapi tidak ada catatan sejarah dari masa ini yang berkaitan dengan peristiwa itu. Ada juga cerita-cerita bahwa Menorah itu dibawa ke Karthage dan kemudian ke Istanbul.
Tahun 1818, Sungai Tiber ditelusuri untuk mencari benda-benda berharga, sebagian karena laporan bahwa Menorah emas tenggelam dalam sebuah kapal karam.
Sejak saat itu, ada beberapa kali penampakan yang tidak dapat dikonfirmasi mengenai keberadaan Menorah di Vatican, tetapi kebanyakan adalah kesaksian orang kedua atau klaim-klaim anekdot yang menuduh tanpa bukti nyata. Pada paruh kedua abad ke-12, seorang Yahudi Spanyol yang bernama Benyamin dari Tudela menyelenggarakan tur keliling ke dunia yang dikenal, berkelana hingga Mesopotamia. Ia mengklaim dalam jurnalnya bahwa orang-orang Yahudi Roma mengetahui bahwa perabot-perabot Bait Suci disembunyikan di sebuah gua di Vatican.
Rumor-rumor ini terus berlanjut sampai hari ini. Vatican menerima ratusan surat setiap tahun dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang meminta perabot-perabot ini dikembalikan kepada bangsa Yahudi. Meskipun Vatican merespon bahwa tidak ada bukti-bukti perabot-perabot Bait Suci ada dalam kepemilikan mereka, permintaan-permintaan serupa terus berdatangan. Dalam pertemuan dengan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996, Shimon Shitrit, yang kemudian menjadi Menteri Urusan Agama Israel meminta bantuan Vatican dalam mencari artefak-artefak Bait Suci sebagai “isyarat niat baik”. Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa terjadi “ketegangan yang hening menyelimuti ruangan segera sesudah permintaan Shitrit ini didengar Paus.”
Menyusul permintaan berani Shitrit ini, Pemimpin Rabbi Israel Yona Metzger dan Shlomo Amar mengajukan permintaan serupa pada kunjungan pertama mereka ke Vatican. Ini diulangi kembali ketika kemudian Presiden Moshe Katsav mengunjungi Vatican. Pada tahun 2004, Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) mengirim tim ke Roma untuk memeriksa ruang-ruang penyimpanan Vatican guna mencari keberadaan tanda-tanda artefak arkeologi. Mereka melaporkan tidak menemukan apa-apa yang diharapkan.
Dan rumor-rumor ini masih bertahan. Pada tahun 2013, tepat sebelum Paus Francis yang baru terpilih datang ke Israel untuk kunjungan resmi pertamanya, Rabbi Yonatan Shtencel, seorang warga Yerusalem, membuat sensasi di media ketika ia menulis surat kepada Vatican meminta Paus mengambil kesempatan untuk mengembalikan Menorah emas yang dicuri dari Bait Suci. Shtencel memandang Paus baru sebagai pemimpin yang memiliki “kesediaan untuk mendengarkan bangsa-bangsa lain”.
“Sudah waktunya perabot-perabot kudus, yang dicuri pada waktu peristiwa-peristiwa berat dalam sejarah dan dibawa ke Roma sebagai barang-barang rampasan perang dan sisa-sisanya yang sampai hari ini di tangan otoritas Vatican dan di bawah kekuasaan Anda, agar berubah status,” tulis Rabbi Shtencel. Dia menyatakan bahwa dengan bertindak demikian, tahun-tahun ketika Vatican menyimpan perabot-perabot itu akan berubah status dari pencurian menjadi “perwalian” bagi bangsa Yahudi.
Uskup Agung Giuseppe Lazzaratto menjawab, bahwa Vatican memberikan “perhatian serius” terhadap masalah ini. Meskipun ia tidak mengakui bahwa perabot-perabot Bait Suci ada di Vatican, ia juga tidak menyangkalnya. Dia menegaskan kembali pertalian yang tumbuh antara Gereja dan orang-orang Yahudi, dengan menyebutkan bahwa menahan perabot-perabot tersebut akan merusak hubungan itu.
“Jika Anda dapat memberikan saya bukti apa pun bahwa perabot-perabot kudus memang disimpan dalam arsip-arsip atau di tempat lain di Vatican, saya akan sangat senang untuk meneruskan permintaan Anda kepada Kepala arsip dan kepada Paus Francis sendiri,” jawabnya.

Misteri 2000 Tahun Menyatukan Yahudi dan Kristen
Pameran berjudul, “Menorah: Penyembahan, Sejarah, Legenda,” meliputi sekitar 130 artefak, termasuk blok batu 2.000 tahun yang ditemukan para arkeolog di sebuah synagog Israel.
“Ini peristiwa bersejarah,” kata Ruth Dureghello, presiden komunitas Yahudi Roma. Menorah memiliki hubungan kepada Roma “sehingga pameran sepenting ini hanya bisa dimulai di sini,” tambahnya.
Tujuan dari pameran ini adalah untuk melacak sejarah Menorah dan pengaruhnya terhadap seni dan artefak-artefak Kristen.
Karena ada hubungan dekat antara agama Yahudi dan Kristen, Menorah telah digunakan di gereja-gereja sebagai benda-benda liturgi, menurut wakil direktur Museum Vatican dan salah satu kurator pameran Menorah.
Pameran “Menorah: Penyembahan, Sejarah, Legenda” akan dibuka bulan Mei dan dilaksanakan di Museum Vatican dan di Museum Yahudi Roma.
Baca:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.