
Para astronom di NASA mengumumkan pada 23 Februari 2017 penemuan 7 planet seukuran Bumi yang mengorbit sebuah Dwarf Star dalam suatu Sistem Tata Surya yang dinamai TRAPPIST-1. NASA menyebutkan 3 planet di antaranya – dinamai Planet TRAPPIST-1e, f dan g – mengorbit Dwarf Star dalam zona yang dapat dihuni oleh makhluk hidup (Alien), dimana temperaturnya sesuai bagi keberadaan air lautan.

Pengumuman NASA ini menimbulkan kegemparan di seluruh dunia, sebagian besar menyambutnya dengan gembira dan antusias, dan sebaliknya ada juga yang mengatakan semua ini hanyalah omong kosong besar NASA bisa melihat 7 planet yang dihuni Alien yang jauhnya 240 trilyun mil dari bumi.
Namun ada yang menarik dari pengumuman NASA ini.
Beberapa pengamat nubuatan Akhir Zaman menyebut NASA sedang mempersiapkan komunitas ilmiah untuk menerima keberadaan makhluk-makhluk luar angkasa (Alien), dengan tujuan mempersiapkan panggung untuk terjadinya “penyesatan besar Akhir Zaman.” Jika suatu hari NASA mengeluarkan pengumuman resmi bahwa “kita tidak sendirian” di alam semesta, umat manusia sudah dikondisikan untuk siap menerima peristiwa kedatangan Alien.
Hal lain yang menarik dari pengumuman NASA ini adalah kesesuaiannya dengan nubuat teks Ibrani berumur 2000 tahun yang menyebutkan peristiwa-peristiwa yang mendahului kedatangan Messias.
Hal ini diungkapkan oleh seorang pembuat film dan dosen Yahudi, Yuval Ovadia, yang menyebut penemuan astronomi baru NASA ini tidak lain adalah Sistem Planet X – Nibiru.
Sistem Tata Surya TRAPPIST-1 memiliki pusat bintang yang disebut Dwarf Star, berukuran sekitar 8% ukuran Matahari dan berlokasi 39 tahun cahaya dari Bumi. Empat dari tujuh planetnya diklaim NASA memiliki ukuran dan massa mirip Bumi, dan tiga planet dipercayai ilmuwan berada dalam zona hunian. Penemuan ini membutuhkan teleskop NASA paling canggih, teleskop luar angkasa Spitzer, untuk memeriksa hasilnya.
Namun sumber-sumber tulisan Yahudi kuno sudah menubuatkan dari sejak ribuan tahun lalu akan kemunculan “sistem bintang dengan 7 planet” yang mendahului kedatangan Messias.
Yuval Ovadia menggarisbawahi kesamaan antara pengumuman baru NASA ini dengan deskripsi teks-teks kuno Yahudi berumur 2.000 tahun, Zohar, tulisan dasar-dasar spiritual Yahudi, yang menubuatkan kemunculan sebuah bintang dengan “7bintang” yang mengorbitnya.
Sesudah 40 hari tiang itu berdiri mulai dari Bumi hingga ke Surga di depan mata seluruh dunia, Mashiach akan dinyatakan. Sebuah bintang akan terbit dari sisi Timur, menyala dengan semua warna, dan 7 bintang lain akan mengelilingi bintang ini dan menjalankan peperangan bersamanya di semua sisi 3 kali sehari selama 70 hari, dan semua orang di dunia akan melihatnya.
“Sumber-sumber kuno Yahudi mengatakan bahwa fenomena astronomi ini adalah bagian penting dari Geula (Pembebasan),” kata Ovadia. Ia menjelaskan bahwa jika bintang ini tidak muncul, maka setiap klaim bahwa Messias sudah datang akan ditolak oleh Yudaisme.
Kepercayaan akan kemunculan sebuah benda planet yang akan bertabrakan atau melintas di dekat Bumi dalam waktu dekat telah muncul beberapa tahun terakhir ini, yang berhubungan dengan benda luar angkasa yang disebut Nibiru atau Planet X. Banyak rabbi telah mengakui bahwa ada kemungkinan benda langit ini akan menabrak Bumi.
“Ini bukan pemahaman asing dalam agama Yahudi,” kata Ovadia. Alkitab mencatat nubuatan dari kemunculan sebuah bintang yang menjadi sinyal kedatangan Messias Yahudi.
Bilangan 24:17 (ILT) Aku melihatnya, tetapi tidak sekarang; aku memandangnya, tetapi tidak dari dekat. Sebuah bintang akan muncul dari Yakub, dan akan bangkit tongkat kerajaan dari Israel; dan dia akan terus meremukkan penjuru Moab dan menghancurkan semua anak Set.
Yuval Ovadia telah memberikan banyak ceramah tentang topik ini dan telah mengikuti perkembangannya secara seksama selama bertahun-tahun.
“Data-data yang ada disembunyikan,” kata Ovadia, “Publik tidak mendapatkan informasi yang cukup karena pemerintah, khususnya NASA, mengaburkan fakta-fakta. Satu hari mereka mengatakan itu tidak mungkin terjadi, dan hari berikutnya mereka mengatakan benda itu amat sangat jauh di luar tata surya kita. Tidak mungkin keduanya sama-sama benar.”
Kemunculan bintang yang mendahului Messias ini dinubuatkan akan mendatangkan malapetaka besar, disertai dengan bencana-bencana alam yang ekstrim.
Vilna Gaon, sarjana dan Rabbi besar Yahudi abad ke-18, menyatakan bahwa kekuatan sistem bintang ini dapat menghancurkan dunia. Ovadia menjelaskan bahwa ini tidak disebabkan karena bintang itu akan bertabrakan dengan Bumi, namun Elohim menjalankan kekuasaan-Nya melalui gaya gravitasi bintang ini untuk mempengaruhi peristiwa-peristiwa cuaca global di bumi.
“Kita sudah melihat dampaknya. Dalam sepuluh tahun terakhir kita telah melihat peningkatan tajam dalam jumlah dan intensitas bencana-bencana alam. Pihak berwenang mengakui bahwa jumlah meteor-meteor yang menabrak bumi telah meningkat sangat drastis akhir-akhir ini,” kata Ovadia.
Tanda-tanda kehadiran benda asing luar angkasa ini dapat kita lihat dari kekacauan skala planet, antara lain:
- Peningkatan signifikan jumlah gunung berapi yang erupsi secara bersamaan dan/atau bergantian
- Intensitas dan frekuensi gempa bumi meningkat secara drastis
- Sistem hujan badai yang berlipat kali ganda dalam jumlah, ukuran maupun intensitas
- Kemunculan “sinkhole” dan rekahan-rekahan daratan bumi
- Cuaca panas ekstrem dan dingin ekstrem yang semakin intens dan bertahan lama
- Pergeseran pola cuaca
- Peningkatan frekuensi dan ukuran meteor dan bola-bola api yang masuk ke atmosfer bumi
- Pergeseran sumbu rotasi bumi
“Fakta bahwa bintang itu ada tidak dapat dibantah,” kata Ovadia tegas. “Itu ada. Tapi kita sudah tahu ini semua sejak lama. Ini adalah bagian dari tradisi kita. Para rabbi yang menulis tentang hal ini telah memberitahu kita bahwa orang-orang Yahudi memiliki peranan besar untuk dijalankan. Perbuatan-perbuatan kita, hubungan kita dengan Elohim, dapat mempengaruhi hasil akhirnya.”

Selain teks-teks Ibrani kuno, catatan Sumeria kuno juga menyebutkan tentang sebuah planet yang dinamai Nibiru (Planet X) yang merupakan planet tempat tinggal dewa-dewa Sumeria kuno, Anunnaki. Planet ini akan melintas dekat bumi setiap 3600 tahun sekali dan setiap kali melintas, dewa-dewa Anunnaki akan turun mengunjungi bumi.
Teks kuno lainnya, Kitab Kolbrin, catatan sekuler Mesir kuno juga meramalkan kedatangan kembali “Sang Penghancur,”
Creation 4:5 Lalu… Tuhan membuat sebuah tanda muncul di langit, supaya manusia tahu bahwa Bumi akan mengalami kesengsaraan, dan tandanya adalah sebuah Bintang yang Aneh.
Creation 4:6 Bintang ini bertumbuh dan menjadi sangat terang dan menakjubkan untuk dipandang. Dia memakai tanduk dan bernyanyi, tidak seperti lainnya yang pernah dilihat…
Scrolls 33:12 Ratu Besar dari bintang-bintang, biarkan kami tinggal dengan damai, karena kami takut kemunculan tandukmu…
Origins 8:3 …Mereka menyembah dalam kekeliruan, bintang bertanduk yang ganas bersama para pengawalnya…
Penampakan “matahari kedua” di langit telah dilaporkan oleh banyak orang dari berbagai penjuru dunia tahun-tahun terakhir ini, namun sampai sekarang ini NASA sama sekali tidak membantah maupun mengkonfirmasinya. NASA mengeluarkan pernyataan yang bersifat mengalihkan perhatian publik dengan mengumumkan keberadaan Planet-9, dan yang terakhir penemuan Sistem Bintang Brown Dwarf dengan 7 planet.
Tapi di sisi lain, Obama sebelum meninggalkan kursi kepresidenannya mengeluarkan Perintah Eksekutif Pengkoordinasian Upaya Persiapan Negara untuk Menghadapi Peristiwa “Bencana-bencana Cuaca Angkasa” yang berpotensi mengakhiri kehidupan di planet bumi.
Kemunculan “benda angkasa dengan tujuh satelit” nampaknya juga dinubuatkan oleh rasul Yohanes,
Wahyu 12:3-4 (ILT) Dan terlihatlah suatu tanda lain di langit, dan lihatlah, seekor naga merah besar yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 4. Dan ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan dia melemparkan mereka ke bumi.
Gejolak Planet Bumi Periode Januari 2017
Baca:
Referensi:
HariTuhan.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.