Munculnya pemimpin bengis di Jerman, Adofl Hitler, serangan teror 11 September 2001 atau dikenal dengan sebutan nine eleven, dan kemenangan tokoh kontroversial menjadi presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, ialah beberapa nujumnya. Peramal buta dari Italia, Baba Vanga, juga menubuat Barack Obama sebagai presiden AS terakhir. Vanga pula yang menujum tsunami Aceh.
Surat kabar Daily Express yang terbit di London, Inggris, dalam laporannya Minggu (1/1) menulis tentang ramalan Nostradamus itu. Para pengikut dan mereka yang percaya pada Nostradamus mencoba memeriksa lagi tulisan-tulisannya tentang prediksi 2017. Intinya Tiongkok akan kian menguat, AS akan kian melemah, dan terorisme kian menjadi ancaman terbesar.
Dominasi ‘Negeri Tirai Bambu’ itu memang kian nyata. Sudah sejak beberapa tahun lalu barang-barang impor Tiongkok mengkhawatirkan dunia. Jerman dan Jepang sebagai negeri industri disalipnya. Padahal, bank investasi Amerika, Lehman Brothers, menubuat baru pada 2030, Tiongkok bisa menyalip Jepang. Faktanya terjadi pada 2010. Tiongkok 20 tahun lebih cepat mengalahkan Jepang.
Tiongkok, seperti ditulis Martin Jacques dalam buku When China Rules the World (2009), amat mudah menguasai dunia karena Tiongkok bukan nation-state, melainkan sebuah peradaban. Sebagai sebuah peradaban ia lebih menguasai ketimbang sebuah negara. Dengan peradaban mereka yang tua, Tiongkok merasa sebagai pusat dunia.
Dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping yang keras di panggung dunia, Tiongkok bakal membuat langkah berani untuk memulihkan ‘ketidakseimbangan ekonomi’ di dunia dengan efek yang luas. Ramalan tentang negeri itu yang semakin kuat dan berpengaruh dipercaya para pengikut Nostradamus akan mulai terjadi pada 2017.
Hal ihwal menyangkut Tiongkok beserta ideologi komunismenya itulah kini menjadi isu yang mengundang sentimen kebencian di Indonesia. Seperti beredar di media sosial, 10 juta warga Tiongkok, yang sesungguhnya target pemerintah sebagai wisatawan, dihiperbolkan sebagai tenaga kerja yang membanjiri Indonesia.
Sementara itu, AS sebagai adidaya akan semakin merapuh. Amerika tak bisa memerintah dan semakin lemah saat Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari, resmi berkuasa. Amerika di bawah Trump juga dinubuat bakal menentang berdamainya Ukraina dengan Rusia. Namun, Uni Eropa bakal mendukungnya.
Di Amerika Latin, pemerintah diperkirakan akan bergerak keluar dari kebijakan sayap kiri dan hal itu akan menciptakan kemungkinan terjadi kerusuhan sosial masyarakat. Namun, yang paling menakutkan, menurut Nostradamus, ialah ‘Hot War’ akibat pemanasan global meningkat dan sumber daya terus menurun. Perang senjata biologis dan terorisme ialah ancaman terbesar. hari-hari belakangan ini, negara mana yang bebas dari terorisme, termasuk di Eropa?
Korea Utara dan Korea Selatan juga diramal bakal bersekutu. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bakal diturunkan dan akan mencari perlindungan di Rusia. Diktator muda yang sejak berkuasa pada 2011 kerap menggertak Amerika dan Korea Selatan dengan senjata nuklir tersebut dinilai amat berbahaya.
Begitulah nubuat, nubuat Nostradamus. Anda boleh percaya, boleh tidak. Namanya ramalan, ia bisa benar dan sebaliknya. Namun, ramalan dengan melihat kecenderungan-kecenderungan, juga membuat kita bersiap, waspada, dan arif dalam menghadapinya.
http://mediaindonesia.com/podium/read/806/nubuat-nostradamus/2017-01-03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.