https://www.youtube.com/watch?v=2yVdXrHYj7Q
https://www.youtube.com/watch?v=r5kPQjzw1Wo
Artikel ini bukan untuk menjatuhkan sesiapa. Karena saya sendiri juga dulunya berasal dari Gereja Roma Katolik. Artikel ini bertujuan agar kita semakin menyadari bahwa kita sedang berada di waktu-waktu akhir. Artikal ini berasal dan dimiliki oleh Gereja Roma Katolik. Saya hanya melampirkan sumber yang berasal dari Gereja Roma Katolik itu sendiri. Saya juga harus lampirkan sebelum iyanya DIHAPUSKAN dari INTERNET.
St. Malachy
Uskup Malachy O’ Morgair hidup di abad 12. Ia berasal dari Irlandia. Lebih dari 900 tahun yang lalu, ia pernah mendapat penglihatan serta bernubuat bahwa Paus yang terakhir akan memegang peranan vital di Akhir Zaman. Ia menyebutnya sebagai *Petrus Romanus*
Saat berkunjung ke Roma di tahun 1139, Malachy melihat semua nama Paus di masa depan, lengkap dengan ciri khas mereka, yang akan memimpin Gereja Katolik hingga akhir zaman. Nubuat Malachy menyebut Paus Benediktus XVI adalah paus ke-111 atau paus sebelum yang paus yang terakhir.
Penglihatan Malachy berakhir di paus ke-112
Dan nubuat yang diterima oleh St. Fancis of Assisy,..mengakatan bahwa paus yang terakhir bukanlah Paus yang sesungguhnya. St Malachy diperlihatkan bahwa Paus yang ke 112 adalah Paus yang Terakhir. Sekarang Paus yang 112 adalah Paus Francis.
Jadi artikel ini tidak berniat untuk menjatuhkan siapapun. Sebab kedua-dua santo yang bernubuat kedatangan paus yang terakhir adalah santo yang di yakini oleh Gereja Roma Katolik sendiri. (St. Malachy dan St. Francis of Assisy)
St Francis bernubuat bahwa Paus terakhir di Vatikan bukanlah Paus yang sesungguhnya. St Malachy diperlihatkan bahwa Paus yang 112 adalah yang terakhir. Dan sekarang Paus yang ditahbis untuk mengenapi jumlah 112 adalah Paus Francis.
Pada tahun 1929, Gereja Katolik Roma diakui sebagai Vatican City, yang dipimpin oleh Kepala Negara (Raja) sekaligus memegang jabatan Paus. Kehadiran Paus berikutnya, “bisa saja” merupakan Petrus Romanus yang uskup Malachy nubuatkan.
Dalam buku Life of St Malachy karya St Bernard of Claivaux disebutkan bahwa Malachy adalah seorang peramal terhormat yang bisa memprediksi dengan tepat hari dan jam kematiannya sendiri. Setidaknya, salah satu paus abad ke-20, Paus Pius X, sangat yakin bahwa ramalan Malachy benar adanya. Begitulah menurut biografi Pius-X karya Rafael Merry del Val.
Semenjak nubuatan ini diketahui orang banyak, terus terjadi perdebatan di kalangan para ahli Agama dan ahli Teologi, termasuk dari aliran Katolik sendiri. Pihak Vatikan membenarkan bahwa tidak pernah ada arsip mengenai hal itu. Namun dunia di kagetkan dengan ditemukannya catatan dari Uskup Malachy di tahun 1590.
Berikut adalah contoh keakuratan dari Nubuatan St. Malachy
Paus Yohanes Paulus II, misalnya, dikaitkan dengan frasa nomor 110, “Berasal dari kekuatan matahari”. Pasalnya, baik saat lahir maupun saat dimakamkan, terjadi gerhana matahari.
Paus pertama, menurut daftar itu, berasal dari sebuzah instansi di Sungai Tiber. Bagi yang mempercayai nubuat ini, kalimat itu merujuk pada Paus Celestine II yang lahir di tepian Sungai Tiber. Beliaulah Paus pertama.
Paus Benediktus, dalam daftar itu, digambarkan sebagai “kejayaan dari zaitun (olive)”, dan para ahli eskatologi merujuk pada Paus Benediktus karena ia pendiri Ordo Benediktine juga dikenal sebagai “Olive”tan.
Contoh lainnya ialah pemilihan Paus Adrian IV yang menjabat pada masa 1154-1159. Saat itu, sang Paus diramalkan akan berasal dari sebuah kota bernama St. Albans. Kenyataannya, prediksi itu tidak meleset sedikitpun.
Berkaitan dengan *Petrus Romanus* ia berkata bahwa paus terakhir digambarkan sebagai “dalam tekanan yang besar, takhta suci Gereja Katolik Roma akan diduduki Peter (Petrus)
Sementara itu, tak seorang pun kardinal dari Italia yang bergelar Petrus atau Peter.
Saint Malachy pernah menulis:
“Pada akhirnya di Gereja Suci Roma, akan ada Petrus dari Roma, yang akan menggembalakan domba-dombanya di padang rumput kesengsaraan (tribulation), dan ketika hal ini berakhir, kota tujuh bukit akan hancur dan hakim mengerikan akan menghakimi umat-Nya selesai,” tulis Saint Malachy
Dengan mundurnya Paus benediktus XVI, misteri Petrus Romanus yang telah dinubuatkan berabad-abad sudah terkuak.
Nubuat ini didukung oleh Nubuat St. Nostradamus.
Pada abad 16, St. Nostradamus bernubuat dengan meneguhkan apa yang St. Malachy pernah nubuatkan.
Ia menuliskan seperti berikut:
“Paus terakhir ini akan meninggalkan Roma di bulan Desember ketika dua matahari terlihat di langit.”
Setelah ratusan tahun berselang, nubuatan Nostradamus ternyata tak jauh meleset. Jika pernyataan Nostradamus ini dihubungkan dengan peristiwa alam, maka akan nampak kebenarannya.
Sejarah mencatat, bulan November, sebelum pengunduran diri Paus Benediktus XVI , Komet ISON, dengan ekor sepanjang 40.000 mil, melintasi bumi. Komet ini sangat terang, sehingga saat siang hari pun juga bisa terlihat. Para ahli berpendapat bisa saja komet ini yang uskup Nostradamus maksudkan mengingat komet ISON terbilang besar dan sangat terang.
Ramalan itu semakin nyata dengan tanda alam yang sangat jelas. Beberapa jam setelah Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya, petir menyambar kubah Basilila Santo Petrus. Beberapa hari kemudian, meteorit jatuh di Rusia.
Dokument catatan Malachy disimpan di Arsip Roma, dan dilupakan sampai ditemukan pada tahun 1590, sumber dari Roma Katolik berkata. Cerita yang beredar di media adalah berasal dari sebuah buku yang di buat oleh M. J. O’Brien terbitan tahun 1880 di Dublin. O’Brien adalah seorang pastor Katolik.
PERTANYAANNYA :
Kenapa dokument tentang nunbuat dari St. Malachy dirahsiakan begitu lama oleh Gereja Roma Katolik dan tidak disampaikan kepada jemaat selama 450 tahun.??
Yang menjadi bahan renungan kita adalah saat ini Paus Francis sudahpun berusia 78 tahun. Kita tidak pernah tahu sampai berapa lama ia memerintah sebagai Paus. Namun apa yang pasti,... bahwa rapture sangat sudah berada di depan mata kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.