VATIKAN – Tak ada hujan, tak ada angin, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro terbang ke Vatikan menemui Paus Fransiskus I. Kunjungan itu tidak pernah dijadwalkan maupun diumumkan sebelum ini.
Dalam pernyataan resminya, Vatikan menjelaskan, kedatangan Maduro dimaksudkan untuk meminta saran dari Sri Paus dalam mengatasi krisis sosial, ekonomi dan politik di negaranya. Pemimpin tertinggi dalam Gereja Katolik tersebut lantas mewajibkan orang nomor satu di Venezuela itu untuk mengadakan dialog terbuka dan mendengarkan keinginan rakyatnya.
“Sir Paus adalah orang yang setulus hati mengharapkan kesejahteraan rakyat Venezuela. Dengan cara ini, dia ingin menawarkan kontribusinya dalam mendukung konstitusi di Venezuela. Ia juga mengusulkan setiap langkah yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam negeri tersebut dengan pertanyaan terbuka dan menciptakan kepercayaan yang lebih besar antarpihak yang berseteru,” demikian keterangan juru bicara Vatikan, seperti disadur dari The Guardian, Selasa (15/10/2016).
Vatikan lebih lanjut mengatakan, Paus asal Argentina itu juga mendesak pihak-pihak terkait untuk menunjukkan keberanian dalam berdialog dengan hati yang tulus dan konstruktif (fokus membangun). Semua itu menurutnya layak ditempuh demi meringankan penderitaan rakyat, terutama bagi kaum papa yang miskin dan tak berdaya.
“Ia juga mendesak dipromosikannya pembaruan kohesi sosial yang memungkinkan negara untuk menatap masa depan dengan penuh harapan,” imbuhnya.
Maduro melipir ke Vatikan usai melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Kunjungannya ke Timteng ialah untuk melobi pemotongan produksi minyak guna membantu meningkatkan harga minyak mentah dan membendung kejatuhan ekonomi negaranya.
Setahun terakhir, negara Amerika Latin itu mengalami krisis parah. Kondisi ini mengarah kepada aksi protes dan tuntutan rakyat untuk melengserkan Maduro dari singgah sananya. Bahkan, jajak pendapat baru-baru ini merilis 75 persen rakyat Venezuela tidak menyukainya. Rezim Maduro juga belakangan dicerca terlibat kudeta militer untuk memblokir referendum pemakzulannya. okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.