
Mengapa “air mancur lava raksasa” tiba-tiba menyembur keluar dari beberapa gunung berapi paling berbahaya di seluruh planet Bumi, dan mengapa begitu banyak gunung berapi yang tidur panjang tiba-tiba bergemuruh kembali menjadi aktif? Erupsi spektakuler Gunung Etna di Italia menjadi berita utama di seluruh dunia, tetapi itu bukan satu-satunya. Menurut Volcano Discovery, 35 gunung berapi utama sedang erupsi sekarang ini atau baru-baru saja meletus, dan puluhan lain gunung berapi lainnya sedang bergolak. Pada abad ke-20, jumlah gunung berapi yang erupsi di seluruh dunia rata-rata 35 per tahun. Jadi jumlah gunung berapi yang erupsi sekarang ini, sama dengan jumlah rata-rata setahun pada abad lalu.
Jadi apa yang menyebabkan peningkatan aktivitas vulkanik ini? Apakah sesuatu yang aneh sedang terjadi di dalam perut Bumi?
Gunung Etna
Menurut USGS, magma adalah “batuan cair bawah tanah”, dan lava adalah batuan cair “yang menerobos permukaan Bumi”. Saat ini, ada sesuatu yang mendorong magma menerobos kerak Bumi di sejumlah tempat utama di wilayah Cincin Api di seluruh planet ini. Di pulau Sisilia, “air mancur lava raksasa” yang keluar dari Gunung Etna dapat dilihat dari 30 kilometer jauhnya
Semburan-semburan lava raksasa dapat dilihat memancar dari gunung berapi, yang terletak di pulau Sisilia, sampai sejauh Catania, sekitar 30 kilometer jauhnya, dan kota peristirahatan Taormina.
Observatorium Meteorologi di Nunziata mengatakan: “Anda dapat melihat dengan jelas semburan-semburan lava, meskipun saat ini tidak terlalu kuat, sementara itu menerobos dari kawah di tenggara.”
Peringatan udara level oranye telah dikeluarkan, yang berarti bahwa wilayah udara akan tetap dibuka tapi pemerintah akan terus memantau situasi.
Di belahan lain dunia, aliran kontinyu batuan cair telah bermunculan keluar dari “Gunung Berapi Api” Guatemala sejak 25 Februari …
Gunung Berapi Api Guatemala erupsi pada Sabtu (25 Februari), memuntahkan lava dan melontarkan awan abu yang menghujani masyarakat sekitar dan akhirnya bisa mencapai ibukota, kata otoritas perlindungan sipil.
Volcan de Fuego, salah satu dari tiga gunung berapi aktif di negara itu, terletak sekitar 45km barat daya dari ibukota Guatemala City. Itu letusan kedua gunung berapi tersebut tahun ini.
Dan di tengah-tengah Samudera Pasifik, sebuah “aliran lava” telah menyembur keluar dari Gunung berapi Kilauea sejak 31 Desember.
Sementara itu, sejumlah gunung berapi besar yang telah tidur untuk jangka waktu yang sangat lama di seluruh dunia telah mulai bergejolak kembali menjadi aktif.
Contohnya, satu-satunya gunung berapi aktif di India tiba-tiba mulai “memuntahkan lava dan abu” setelah tidur selama 150 tahun …
Gunung Berapi Barren, satu-satunya gunung berapi aktif India, dilaporkan memuntahkan lava dan abu setelah jeda 150 tahun. Itu erupsi selama sekitar empat jam pada bulan Januari, kata para ilmuwan dari National Institute of Oceanography (NIO).
Gunung berapi ini terletak di Kepulauan Barren di Andaman dan Kepulauan Nicobar. Beberapa laporan bahkan mengklaim bahwa itu satu-satunya gunung berapi aktif di Asia Selatan.
Letusan pertama yang tercatat terjadi pada 1787. Sejak itu, gunung berapi telah meletus lebih dari sepuluh kali, termasuk yang terjadi tahun ini.
Pada masa lalu para ilmuwan bisa menyebut “gunung berapi mati”, tapi sekarang ini kita tahu bahwa benar-benar tidak mutlak untuk mengatakan bahwa suatu gunung berapi telah benar-benar “mati”. Begitu banyak gunung berapi yang tidur panjang ini sekarang bergemuruh kembali menjadi aktif, dan mengapa hal ini tiba-tiba terjadi sekarang membingungkan banyak ahli.
Dan seperti yang Anda lihat, ini tidak terisolasi hanya dalam satu atau dua wilayah geografis. Secara fisik, ini terjadi di seluruh dunia.
Bulan Februari lalu, Gunung Sinabung Indonesia di belahan bumi selatan erupsi tujuh kali dalam waktu satu hari, dan sementara itu pihak otoritas di belahan bumi utara memperingatkan bahwa empat dari gunung berapi terbesar di Islandia sedang bersiap untuk erupsi.
Indonesia dan Islandia terpisah jarak yang sangat jauh, namun mereka berdua terpengaruh oleh fenomena yang terjadi di seluruh dunia.
Tanpa ragu, sesuatu yang pasti tampaknya telah menyebabkan peningkatan signifikan aktivitas seismik di seluruh dunia.
Sekarang bicara tentang gempa bumi. Website Big Wobble baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang menyertakan dua peta perbandingan yang luar biasa. Peta pertama menunjukkan jumlah gempa bumi besar dari Januari 1900 sampai Januari 1917, dan peta kedua menunjukkan jumlah gempa bumi besar dari Januari 2000 sampai Januari 2017. Perbedaan antara dua peta itu sangat signifikan.


Sangat sulit untuk disangkal bahwa memang ada sesuatu yang sedang terjadi pada perut Bumi kita, dan banyak yang menjadi khawatir dengan apa yang bisa segera kita saksikan jika tingkat aktivitas seismik terus meningkat.

Data perbandingan gempa bumi dengan magnitude 4+ sejak tahun 1970, dengan interval 5 tahunan.
Apa yang bisa Anda lihat adalah trend yang semakin meningkat, berdasarkan data gempa bumi USGS. Sepanjang tahun 2015 sendiri telah terjadi 15.049 kali gempa bumi dengan magnitude 4+. Sedangkan sepanjang tahun 2016, telah terjadi 15.396 gempa bumi dengan magnitude 4+. Tahun 2017 hingga akhir Februari, telah tercatat 1.779 kali gempa bumi dengan magnitude 4+.
Sebuah ancaman yang jauh lebih besar di Italia tampaknya sedang bangkit di bawah kota Naples. Sebuah Supervolcano raksasa yang dikenal sebagai “Campi Flegrei” sedang mendekati “keadaan kritis”, dan jika erupsi konsekuensinya lebih dari sekedar malapetaka. Berikut ini dari National Geographic …
Sebuah Supervolcano besar yang tidur panjang terletak di bawah 500.000 orang di Italia mungkin segera terbangun dan mendekati “keadaan kritis,” demikian dilaporkan ilmuwan pekan ini dalam jurnal Nature Communications.
Berdasarkan pengukuran fisik dan model komputer, “kami berpendapat bahwa magma bisa mendekati CDP [critical degassing pressure; tekanan kritis pelepasan gas] di Campi Flegrei, gunung berapi di wilayah metropolitan Naples, salah satu daerah yang paling padat dihuni di dunia, dan di mana percepatan deformasi dan pemanasan saat ini sedang diamati,” tulis para ilmuwan yang dipimpin oleh Giovanni Chiodini dari Institut Nasional Geofisika Italia di Roma.
Jika Supervolcano itu sepenuhnya erupsi, jutaan orang bisa mati, langit di belahan bumi utara akan menjadi gelap selama berbulan-bulan dan berakibat “musim dingin vulkanik” yang akan menyebabkan kelaparan di seluruh dunia.
Dan hal yang sama juga bisa dikatakan untuk Supervolcano Paektu yang sedang bangun kembali di Korea Utara.
Di Amerika Serikat, kita melihat gunung-gunung berapi di pantai barat mulai menampakkan tanda-tanda bermasalah, terutama Gunung Rainier.
Suatu hari Gunung Rainier akan erupsi, dan kengerian yang akan terjadi di wilayah Barat Laut melampaui apa yang bisa dibayangkan.
Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Indonesia, telah berada dalam kondisi “erupsi terus-menerus” selama 5 tahun terakhir. Gunung Sinabung terletak hanya 35 kilometer dari gunung api purba, Supervolcano Toba, yang ledakan super-dahsyatnya, menurut para ahli, membawa umat manusia ke ambang kemusnahan beberapa ribu tahun yang lalu dan menyebabkan “musim dingin nuklir,” yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Letusan Supervolcano Toba lebih besar dibandingkan erupsi Supervolcano Yellowstone yang lebih terkenal itu, yang berlokasi di Wyoming, Amerika Serikat.Danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba, kaldera berukuran 35 x 100 kilometer dengan relief total setinggi 1.700 meter, tercipta dari letusan mahadahsyat Supervolcano Toba beberapa ribu tahun yang lalu ketika sekitar 2.800 kilometer kubik magma dimuntahkan.

Seluruh negara kepulauan Indonesia yang terletak di wilayah Cincin Api, dan memiliki jumlah gunung berapi terbanyak di dunia, sesungguhnya merupakan satu kesatuan Kaldera super besar, yang pada suatu saat akan mengalami erupsi.
Ledakan Gunung Tambora di Sumbawa, merupakan ledakan terbesar yang pernah tercatat oleh manusia, menempati Index Ledakan Vulkanik ranking 7 (super kolosal), tertinggi tingkat dua dalam indeks. Erupsinya mencapai puncak pada bulan April 1815, ketika ledakannya begitu keras sampai terdengar di Pulau Sumatera yang berjarak 1.930 kilometer jauhnya. Erupsi Gunung Tambora menyebabkan penurunan temperatur global sebesar 3 derajat, dan menyebabkan terjadinya “tahun tanpa musim panas.” Terjadi kelangkaan bahan makanan, karena abu menutupi sinar matahari.
Gunung Anak Krakatau yang letusan induknya pada tahun 1883 tercatat sebagai suara paling keras yang pernah didengar dalam sejarah dan menewaskan 36.417 orang, sebagian besar karena tsunami, sekarang berada dalam status Waspada. Erupsi Gunung Krakatau termasuk peristiwa ledakan paling dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah, menempati rangking 6 dari Indeks Ledakan Vulkanik. Pada waktu erupsi tahun 1883, ledakan Gunung Krakatau diperkirakan setara 200 Megaton TNT, atau sekitar 13.000 kali ledakan bom nuklir Little Boy yang menghancurkan Hiroshima Jepang, dan 4 kali lipat ledakan nuklir Tsar Bomba (50 Megaton), bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan.
Berikut daftar 35 gunung berapi di seluruh bumi yang sedang erupsi sekarang ini, Maret 2017, menurut VolcanoDiscovery.com:

Europe and Atlantic Ocean:
Stromboli (Eolian Islands, Italy)
Aleutians, Alaska and North America:
Bogoslof (United States, Aleutian Islands)
Pacific Ocean:
Kilauea (Hawai’i)
Bagana (Bougainville Island, Papua New Guinea)
Langila (New Britain, Papua New Guinea)
Yasur (Tanna Island, Vanuatu)
Lopevi (Vanuatu)
Ambrym (Vanuatu)
Mexico, Central America and Carribean:
Colima (Western Mexico)
Popocatépetl (Central Mexico)
Santiaguito (Guatemala)
Fuego (Guatemala)
Pacaya (Guatemala)
Masaya (Nicaragua)
Africa and Indian Ocean:
Heard (Australia, Southern Indian Ocean)
Ol Doinyo Lengai (Tanzania)
Erta Ale (Danakil depression, Ethiopia)
Barren Island (Indian Ocean)
Nyiragongo (DRCongo)
Ring of Fire (Kurile Islands to Philippines):
Shiveluch (Kamchatka)
Klyuchevskoy (Kamchatka)
Chirinkotan (Northern Kuriles, Russia)
Sakurajima (Kyushu, Japan)
Suwanose-jima (Ryukyu Islands, Japan)
South America:
Villarrica (Central Chile)
Nevados de Chillán (Central Chile)
Sangay (Ecuador)
Sabancaya (Peru)
Reventador (Ecuador)
Indonesia:
Sinabung (Sumatra, Indonesia)
Dukono (Halmahera, Indonesia)
Ibu (Halmahera, Indonesia)
Gamalama (Halmahera, Indonesia)
Semeru (East Java, Indonesia)
Other regions:
Erebus (Antarctica)
Kita hidup pada akhir zaman ketika planet kita menjadi semakin tidak stabil, dan bencana besar bisa mengubah segala aspek kehidupan manusia dalam seketika.
Tuhan Yesus sudah memperingatkan murid-murid-Nya bahwa ini semua merupakan tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya kembali, dan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini akan berubah dengan cepat.
Lukas 21:11 (ILT) … juga akan terjadi gempa bumi yang dahsyat di berbagai tempat, dan kelaparan-kelaparan, dan wabah-wabah penyakit, juga akan terjadi hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
Wahyu 6:12 (TB) Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.