animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Jumat, 13 Mei 2016

KESAKSIAN MOSAB (ANAK PEMIMPIN HAMAS) - PENGAKUAN MENGEJUTKAN DI CNN! MENERIMA ISA ALMASIH/YESUS



Ringkasan hidup Mosab sebagai anak dari seorang ayah yang adalah satu dari tujuh pendiri Organisasi Hamas



Suatu hari setelah bebas dari sebuah penjara Israel, Mosab berjalan melewati Gerbang Damaskus di Yerusalem. Seseorang – tanpa mengetahui siapa dirinya – mengundang dia untuk sebuah pelajaran Alkitab. Penasaran, ia menghadirinya. Mereka belajar Perjanjian Baru, dan memberi dia sebuah Alkitab Perjanjian Baru untuk dirinya sendiri. ”Saya mulai membaca pada bagian permulaan Injil Matius, ketika saya sampai pada paragraf ”Kotbah di bukit,” saya berpikir, Wow, yesus ini sungguh mengagumkan! Segala sesuatu yang Ia katakan adalah indah! Saya tidak bisa berhenti membacanya. Setiap ayat nampak menjamah luka-luka dalam yang ada di dalam kehidupanku. Itu adalah suatu pesan yang sangat sederhana, tetapi memiliki kuasa untuk menyembuhkan jiwaku dan memberi saya pengharapan. Kemudian saya membaca ini: ”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45) … Saya tersambar petir oleh kata-kata ini. Belum pernah sebelumnya saya mendengar sesuatu seperti ini, tetapi saya tahu bahwa ini adalah pesan yang saya telah cari-cari di dalam seluruh kehidupanku.”

Berikut ini adalah wawancara Joel Resenberg dengan Mosab Hassan Yousef penulis buku Son of Hamas di hari Senin Maret 2010, berbicara bagaimana allah Abraham, Ishak dan Yakob secara supernatural telah merubah Mosab dari seorang pemimpin Muslim yang radikal dari Organisasi terrorist Hamas menjadi pengikut lahir baru dari yesus
 dan seorang teman dari Israel dan masyarakat Palestina.

JOEL: Bagaimana kehidupanmu telah berubah sejak menjadi seorang Kristen lahir baru? Bagaimana sikapmu telah berubah terhadap Israel sejak perpindahanmu yang dramatis?

MOSAB: Hati nurani saya tidak sama lagi. Ini tidak berarti saya telah menjadi seorang yang sempurna tetapi sedikitnya ketika saya melakukan kesalahan saya tahu bagaimana membetulkannya dan menghindari itu di hari depan. Hari ini saya bebas dari dosa karena saya putra Raja. Ketika pertama saya mengerti bagaimana agama tidak sempurna secara umum – dan di dalam Islam khususnya – dan mengijinkan diriku sendiri untuk menerima Mashiah sebagai Juruselamat pribadiku dan keluar dari kotak agama, tidak hanya Israel nampak berbeda untuk diriku, saya mulai melihat segala sesuatu berbeda.

Saya ingat suatu hari ketika berjalan di Yerusalem tepat setelah saya belajar Firman Elohim yang berkata ”beri kepada mereka yang meminta” [Yeshua berkata di Matius 5:42, ”Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”]. Ada seorang Yahudi tampa rumah di wilayah Yahudi Yerusalem, dan saya menjawab panggilan YAHWEH untuk membagi sesuatu dari dompet saya kepadanya. Kemudian saya duduk dan menangis karena saya mendapat kesempatan untuk mengerti kasih tampa batas Elohim kepada setiap orang. Itu telah mengejutkan saya bahwa sebelumnya saya tidak merasa kasihan kepada seorang Yahudi yang tampa rumah. Kemudian secara bertahap – melalui anugerah dan belah kasihan Elohim, melalui tahun-tahun – semua manusia menjadi sederajat bagiku. Bangsaku melihat matahari setiap hari tetapi tidak pernah bertanya diri mereka sendiri mengapa matahari bersinar pada kedua sisi Yerusalem, timur dan barat. Hal yang termudah bagiku dahulu ialah membenci musuhku tetapi tantangan yang nyata ialah mengasihi mereka. Kemudian hari saya sadar musuh saya ialah bukan manusia lagi – bukan orang Israel, bukan orang Palestina – tetapi dosa dan kegelapan di dalam kita.

JOEL: Apa yang dapat pengikut-pengikut Yeshua lakukan dalam bentuk nyata dan praktik untuk mengasihi orang-orang Palestina dan menjangkau mereka dengan Injil Yeshua Ha Mashiah?

MOSAB: Ini adalah pertanyaan yang luar biasa bagusnya, terima kasih. 


Orang-orang Kristen memiliki sebuah tugas yang sangat besar untuk mengasihi sesamanya dan musuhnya. Setiap orang Kristen perlu memikul salib ’berat’ ini [tanda petik dari saya, sebab Yeshua bilang itu sesungguhnya ringan, tentu melalui kuasaNya di dalam kita; Matius 11:29-30]. Mengasihi orang-orang Muslim dan Palestina adalah tanggung jawab kita. Dan tukas kita sebagai orang Kristen menunjukkan kasih Elohim kepada Muslim adalah lebih penting dari para pemerintah, PBB dan komunitas dunia. Mereka semua ini tidak tahu bagaimana berurusahan dengan permasalahan Islam. Kita tahu sebagai orang Kristen bahwa konfik tersebut adalah rohaniah dan bersifat ideologi. Kamu tidak dapat membunuh sebuah idea. Kamu harus menggantikannya. Pemerintah dapat mengirim tentara-tentara menukar regim atau membunuh para terrorist, tetapi mereka tidak punya jenis senjata yang kita miliki – KASIH dan PENGHARAPAN dan ANUGERAH.

Saat ini, saya perlu dari saudara-saudari Kristen saya untuk mengerti sensitifnya missi pengharapan, kasih dan pengampunan kita. Tampa nilai-nilai ini manusia akan merusak sendiri setiap sesuatu yang indah. Bangga akan Elohim kita dan bawa Ia kepada para Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen malu akan Elohim yang mengasihi dan mengampuni? Elohim kita mengirim sebuah berita pengharapan besar melalui pengalamanku dengan Elohim. Dia berkata kepada orang-orang Israel, bangsaku dan setiap orang yang terlibat dalam konflik Timur Tengah bahwa kasih dan pengampunan yang tanpa syarat melalui contoh dari Yeshua Ha Mashiah di dalam hidup kita adalah pengharapan satu-satunya untuk damai di Timur Tengah dan seluruh dunia – damai dengan Elohim, dengan diri senidiri dan damai dengan sesama.

Kasih bukanlah sebuah idea, itu adalah sebuah kenyataan. YAHWEH kita telah menunjukan kepada kita kasih-Nya melalui pencurahan darah-Nya yang tidak bercela. Kasih-Nya adalah sebuat kenyataan kita hidup di dalam kehidupan kita setiap hari. Kita tidak dapat jadi sempurna, tetapi jika kita menunjukkan kepada dunia sedikit saja kasih Yahweh kita, kita akan mampu merubah seluruh dunia hanya dalam beberapa tahun saja. Keluar dari gedung-gedung gereja kalian. Tunjukan manusia siapa kita di dalam Mashiah dan siap Elohim kita. Manusia terluka dan luka-lukanya mengeluarkan darah. Mari sembuhkan itu dengan obat kasih, yakni kasih Yeshua!

JOEl: Apakah kamu kuartir pada keamananmu dengan terbitnya buku [Son of Hamas] ini? Dan bagaimana dapat kami berdoa untuk mu dan keluargamu dengan terbitnya bukumu?

MOSAB: Pribadi yang telah menyelamatkan hidupku di masa lalu mampu untuk menyelamatkan itu saat ini dan di masa depan juga. Kematian fisik tidaklah suatu hal yang terburuk dapat terjadi pada seorang manusia. Kematian rohani lebih bahaya lagi. Ini bukanlah waktu untuk menyerah. Tujuan kita adalah untuk menbebaskan orang-orang dan senjata kita adalah kasih. Mereka dapat membenci kita tetapi kita akan tetap mengasihi mereka. Mereka dapat menyiksa kita tetapi kita akan berdoa untuk mereka dan mereka akan menuduh kita tetapi kita terus mengampuni mereka semagaimana kita telah diampuni!

Tamat.

Catatan kaki dari pewawancara:
Sabagai bukit bagaimana Elohim telah merubah dia, Mosab telah membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi Israel dengan cara menjadi mata-mata untuk agent rahasia Shin Bet Israel. Dia juga membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya sendiri (Palestina) di West Bank dan Gaza. Saat ini dia tidak hanya berkehendak tetapi juga bersemangat membagikan Kabar Baik dari kasih, pengampunan dan kuasa perubahan Yeshua kepada setiap orang yang ia dapat, walaupun keluarganya menolak dia secara umum dan menyakitkan dan bahwa terrorist dapat saja memburu dia dan membunuhnya.

Lebih banyak saya belajar tentang Mosab, lebih lagi saya temukan diri saya berpikir tentang kata-kata Rasul Paulus. Sebagai Saul dari Tarsus, dia adalah seorang terrorits agama. Tetapi dia mendapatkan pertemuan supernatural dengan Yeshua Ha Mashiah dan dirubah kedalam seorang manusia yang penuh kasih, hikmat dan berperngaruh untuk Yahweh sebagai hasilnya.

Di suratan Efesus 2:8-15, Rasul Paulus – di inpirasikan oleh Roh Kudus – menulis:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Elohim, diciptakan dalam Mashiah Yeshua untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Elohim sebelumnya.

Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — bahwa waktu itu kamu tanpa Mashiah, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Elohim di dalam dunia.

Tetapi sekarang di dalam YESUS kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah yesus. Karena Dialah damai sejahtera kita,yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,



=================================================








Kesaksian - Mosab Hassan Yousef, seorang putra Ketua Hamas Palestina menjadi pengikut TUHAN YESUS ( Isa Almasih ) 


Luar biasa: Mosab Hassan Yousef, putera Ketua Hamas Palestina Murtad!! ( masuk Kristen ) dan sekarang pengikut TUHAN YESUS (Isa Almasih)


Inilah kesaksian Mosab Hassan Yousef :

Aku telah meninggalkan Islam dan juga aku telah meninggalkan Masyarakat yang Memuliakan Teror...

Mosab Hassan Yousef adalah putera Ketua Hamas Palestina Murtad, sekarang pengikut TUHAN YESUS (Isa Almasih)...



Video kesaksian Mosab Hassan Yousef 






Profil Mosab Hassan Yousef 

Sejenak sebelum makan malam, Masab (atau Mosab), anak dari ketua Hamas di Tepi Barat yakni Sheikh Hassan Yousef, memandang pada temannya yang menemaninya makan di restoran tempat mereka bertemu. Mereka membisikkan beberapa patah kata dan lalu mengucapkan doa syukur, berterima kasih pada TUHAN YESUS karena menyediakan makanan di meja makan mereka.

Butuh beberapa detik untuk mencerna pemandangan ini: anak dari ketua Hamas yang merupakan tokoh terkenal dari organisasi Islam ekstrimis, seorang pemuda yang membantu bapaknya selama bertahun-tahun dalam aktivitas politiknya, sekarang malah murtad dan jadi Kristen. “Sekarang aku bernama Joseph,” katanya. Masab tahu bahwa dia tidak punya banyak harapan kembali ke tanah suci (Palestina) di dalam hidupnya sekarang. “Aku tahu kok aku membahayakan nyawaku dan bahkan kemungkinan besar aku kehilangan ayahku, tapi aku berharap dia akan mengerti hal ini dan TUHAN YESUS akan membela dirinya dan keluargaku . Kesabaran dan kemauan untuk membuka mata mereka pada TUHAN YESUS dan Kristen. Mungkin suatu hari nanti aku bisa kembali ke Palestina dan juga ke Ramallah.

”Dia juga tidak menutupi rasa kasihnya pada Israel, atau kebenciannya akan semua hal yang mewakili lingkungan di mana dia dibesarkan: negaranya, agamanya, organisasinya.“Kirim salam ya kepada Israel, aku rindu padanya. Aku menghormati Israel dan mengagumi negara itu,” kata Mosab Hassan Yousef. “terus dia berkata lagi :Kalian para Yahudi harus waspada: Kalian tidak akan, tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mereka anut itu, tidak memperbolehkan mereka mengalami perdamaian dengan kaum Yahudi. Mereka percaya pada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad berperang melawan Yahudi sehingga mereka pun harus melanjutkan peperangan itu sampai mati.”
Seseorang wawancara bertanya kepada Mosab Hassan Yousef : Apakah ini sebabnya para Muslim melakukan serangan bunuh diri?

Lagi kata Mosab Hassan Yousef : “Lebih dari sekedar itu sih. Seluruh masyarakat muslim memuliakan kematian dan teroris bunuh diri. Di dalam budaya Palestina, teroris bunuh diri jadi pahlawan syahid. Para Sheikh mengajarkan pada para muridnya tentang ‘kepahlawanan dalam syahid’.” Meskipun banyak kritik datang dari tempat asalnya, California yang sekarang jadi tempat tinggalnya, tidak dapat menghilangkan kerinduan hatinya. “Aku rindu Ramallah,” katanya. “Orang-orang yang berpikiran terbuka… Aku terutama merindukan ibuku, saudara lelaki dan perempuanku, tapi aku tahu bahwa akan sulit sekali bagiku kembali ke Ramallah saat ini.”
Kelanjutan dari artikel ini akan muncul di Majalah Weekend Haaretz ..


Menikmati kehidupan barunya di California, USA, Yousef junior sadar betul akan dampak wawancaranya ini. Bukan hanya ia akan menyinggung perasaaan keluarganya, ia kini ragu bisa pulang kembali ke Ramallah. “kata Mosab Hassan Yousef : Saya tahu saya mempertaruhkan nyawa saya dan jelas akan kehilangan ayah saya. Tapi saya harap ia akan mengerti ini dan TUHAN YESUS akan membela dirinya dan seluruh keluarga saya. Kesabaran dan keinginan untuk membuka mata mereka bagi TUHAN YESUS dan agama Kristen.”

Inilah awal cerita Mosab Hassan Yusuf murtad
Saat SMA saya belajar syariah. Tahun 1996, ketika saya berusia 18, saya ditangkap tentara Israel karena saya kepala Masyarakat Islam di SMA saya. Inilah titik mulanya proses penyadaran saya. “Sebelumnya saya hanya mengenal Hamas lewat ayah saya. Tadinya saya mengagumi Hamas, karena saya mengagumi ayah saya. Tapi setelah 16 bulan dalam penjara, saya menyadari wajah Hamas sebenarnya. Hamas adalah organisasi negatif. Sebuah organisasi yang buruk secara fundamental. Dalam penjara Megiddo saya tiba-tiba menyadari apa sebenarnya Hamas. Para pemimpin mereka di penjara (Israel) mendapatkan keadaan (fasilitas dan makanan) yang jauh lebih baik (daripada para tahanan Israel di penjara Hamas), belum lagi ijin kunjungan keluarga mereka dan fasilitas mandi. Sementara orang-orang Hamas tidak punya moral, tidak punya integrity. Tetapi mereka tidak sebodoh Fatah, yg mencuri disiang bolong didepan umum. Hamas mencuri dengan cara diam-diam sambil bersikap sok suci. Cepat atau lambat uang hasil korupsi ini akan mengangkangi bangsa Palestina sendiri !

“Tidak seorangpun yang tahu benar seluk beluk cara kerja Hamas. Contoh, saya ingat betul bagaimana keluarga Saleh Talahmeh, anggota tangan militer Hamas, yang dibunuh Israel, terpaksa menggembel minta bantuan teman-temannya karena mereka tidak ditinggalkan uang sepeserpun. Para pemimpin Hamas tidak peduli dengan mereka ataupun dengan para keluarga syuhada lainnya, sementara para anggota senior sering berfoya-foya diluar negeri, menghabiskan puluhan ribu dollar per bulan utk membiayai bodyguard saja!” Setelah saya keluar dari penjara (Israel), saya kehilangan kepercayaan kepada mereka yang mewakili Islam.”

Aku berbicara dengan Shin Bet tentang penyiksaan di Megiddo. Mereka berkata bahwa mereka mengetahui semua itu. Setiap gerakan tawanan-tawanan, apapun yang mereka katakan, direkam diam-diam. Mereka tahu tentang pesan-pesan rahasia dalam bola-bola roti, dan penyiksaan-penyiksaan dalam tenda, dan juga lubang celah di pagar.

“Mengapa kalian tidak menghentikannya?”

“Pertama-tama, kami tidak bisa merubah mentalitas seperti itu. Bukan tugas kami untuk mengajar Hamas mengasihi satu sama lain. Kami tidak bisa masuk ke kamp penjara dan berkata, ‘Hey, jangan siksa sesama orang; jangan saling siksa satu sama lain,’ dan membuat semua beres. Kedua, Hamas sendiri hancur lebih banyak dari dalam daripada serangan Israel dari luar.”

Duniaku yang dulu kukenal mulai lenyap dengan cepatnya, dan timbul dunia baru yang mulai kumengerti. Setiap kali aku bertemu Shin Bet, aku belajar sesuatu yang baru, sesuatu tentang hidupku, atau hidup orang lain. Semua proses ini bukanlah proses cuci otak melumpuhkan yang diulang-ulang terus-menerus, yang dilakukan dengan siksaan larangan makan atau tidur. Apa yang diajarkan orang-orang Israel ini lebih masuk akal dan lebih nyata daripada apapun yang telah kudengar dari masyarakatku.

Ayahku tidak pernah mengajarku segalanya yang baru ini karena dia terus-menerus berada di penjara. Dan terus terang, aku menduga dia pun tidak bisa mengajarku tentang hal baru ini karena ayahku sendiri tidak tahu akan hal itu.

Dari tujuh buah pintu gerbang kuno yang menjadi jalan masuk ke Kota Tua Yerusalem, satu pintu gerbang dihiasi lebih dari yang lainnya. Pintu Gerbang Damaskus, didirikan oleh Raja Sulaimaan hampir 500 tahun yang lalu, terletak di dekat tengah tembok utara. Pintu gerbang ini penting karena merupakan pintu yang membawa orang masuk ke Kota Tua di perbatasan daerah di mana Lapangan Daerah Muslim (Muslim Quarter) bertemu dengan Lapangan Daerah Kristen (Christian Quarter).


Pintu Gerbang Damaskus di Yerusalem

Di abad pertama, seorang pria bernama Saulus dari Tarsus melewati versi asli dari pintu gerbang ini dalam perjalanannya ke Damaskus, di mana dia berencana untuk melakukan penindasan brutal terhadap sebuah aliran Yudaisme yang dianggapnya sesat. Target penindasannya adalah umat Kristen. Sebuah pertemuan mengejutkan yang dialaminya tidak saja membatalkan perjalanannya, tapi juga merubah hidupnya untuk selamanya.

Dengan semua latar belakang sejarah yang berhubungan dengan tempat kuno ini, maka seharusnya aku tak perlu merasa heran jika mengalami kejadian di sana yang merubah diriku selamanya pula. Pada suatu hari, aku dan sahabatku Jamal sedang berjalan melalui Pintu Gerbang Damaskus. Tiba² aku mendengar suara menyapaku.

“Siapakah namamu?” seorang pria yang tampak berusia sekitar 30 tahun bertanya padaku dalam bahasa Arab, meskipun jelas dia bukan orang Arab.
“Namaku Mosab.”
“Mau kemana kau, Mosab?”
“Kami mau pulang. Kami berasal dari Ramallah.”
“Aku dari Inggris,” katanya, kali ini dalam bahasa Inggris. Meskipun dia lalu terus bicara, aksennya sangat kental sehingga aku tidak mengerti perkataannya. Setelah sedikit menduga-duga, akhirnya aku bisa mengerti bahwa dia sedang bicara tentang agama Kristen dan kelompok Belajar Alkitab akan berkumpul di YMCA (Young Men’s Christian Association = Perkumpulan Pemuda Kristen) di Hotel King David di Yerusalem Barat.

Aku tahu tempat itu. Aku sedang sedikit bosan saat itu dan berpikir mungkin menarik juga untuk belajar tentang agama Kristen. Jika aku bisa belajar begitu banyak dari orang-orang Israel, mungkin “kafir” lain juga punya hal berharga untuk disampaikan padaku pula. Selain itu, setelah bergaul dengan berbagai orang seperti Muslim KTP, Muslim radikal, atheis, orang-orang yang terpelajar maupun yang tidak, pengikut sayap kiri atau kanan, Yahudi dan non-Yahudi, maka aku jadi tidak pilih-pilih lagi. Orang yang tampak sederhana ini mengundangku untuk datang dan bicara, bukan untuk memilih Yesus di Pemilu.

“Bagaimana menurutmu?” aku bertanya pada Jamal. “Apakah kita harus pergi ke sana?”
Jamal dan aku sudah saling kenal sejak kami masih sangat kecil. Kami pergi ke sekolah yang sama, melempar batu bersama, dan mengunjungi mesjid bersama pula. Jamal adalah pria tampan yang tingginya 182 cm, dan dia tidak banyak bicara. Dia jarang memulai percakapan, tapi dia adalah pendengar yang sabar. Kami tidak pernah bertengkar mulut, sekalipun tidak.
Selain tumbuh bersama, kami berdua juga pernah dipenjara di Penjara Megiddo. Setelah Kotak bagian Lima terbakar dalam kekacauan penjara, Jamal ditransfer bersama saudara sepupuku Yousef ke Kotak Enam dan dibebaskan dari sana.

Akan tetapi, penjara telah mengubahnya. Dia berhenti sholat, tidak lagi mengunjungi mesjid, dan mulai merokok. Dia mengalami tekanan mental dan menghabiskan kebanyakan waktunya dengan diam di rumah sambil nonton TV. Setidaknya aku punya kepercayaan yang kupegang saat berada di penjara. Tapi Jamal berasal dari keluarga sekuler yang tidak melakukan ibadah Islam, maka imannya terlalu tipis untuk bisa menolongnya.

Jamal memandangku, dan aku bisa melihat bahwa sebenarnya dia ingin pergi ke kegiatan belajar Alkitab. Dia tampak jelas ingin tahu – dan juga bosan – sama seperti aku. Tapi sesuatu dalam hatinya mencegahnya.
“Kau silakan pergi saja tanpa diriku,” katanya. “Telepon aku ya jika kau sudah kembali pulang.”

Hotel Raja Daud di Yerusalem. Tempat Mosab berkumpul pertama kali untuk Belajar Alkitab.

Di tempat pertemuan, terdapat sekitar 50 orang yang berkumpul malam itu. Pengunjung kebanyakan adalah murid² sekolah yang berusia sama dengan diriku, berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Dua orang menerjemahkan ceramah bahasa Inggris ke dalam bahasa Arab dan Ibrani.

Aku menelepon Jamal setelah pulang ke rumah.
“Bagaimana?” tanyanya.
“Wah, senang lho,” kataku. “Mereka memberi aku buku Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris. Orang² baru, budaya baru; senang lho.”
“Wah, tak tahu ya, Mosab,” kata Jamal. “Mungkin berbahaya bagimu jika orang² tahu kamu bergaul dengan orang² Kristen.”

Aku tahu maksud Jamal adalah baik, tapi aku tidak terlalu khawatir. Ayahku selalu mengajarku untuk berpikiran terbuka dan menyayangi orang lain, meskipun pada kafir yang tidak percaya Islam. Aku melihat Alkitab di pangkuanku. Ayahku punya perpustakaan besar yang berisi 5.000 buku, termasuk sebuah Alkitab. Ketika aku masih kecil, aku telah membaca pasal² sexual di kitab Kidung Agung oleh Raja Sulaiman, tapi tidak pernah membaca lebih jauh lagi. Buku Alkitab Perjanjian Baru ini adalah hadiah. Karena budaya Arab menghormati dan menghargai pemberian hadiah, maka aku mengambil keputusan setidaknya yang bisa kulakukan adalah membacanya.

Aku mulai dari awal, dan ketika sampai pada bagian Khotbah di Bukit, kupikir, Wow, orang bernama Yesus ini benar² mengagumkan! Semua yang dikatakannya indah sekali. Aku tidak bisa meletakkan buku itu dan terus membacanya. Setiap ayat terasa menyembuhkan luka parah yang dalam di jiwaku. Pesannya sangat sederhana, tapi entah kenapa punya kekuatan untuk memulihkan jiwaku dan memberi aku harapan.

Lalu aku baca bagian ini: “Kalian tahu bahwa ada juga ajaran seperti ini: cintailah kawan-kawanmu dan bencilah musuh-musuhmu. Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: cintailah musuh-musuhmu, dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kalian, supaya kalian menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.” (Matius 5:43-45).

Ini dia! Aku merasa bagaikan disambar petir oleh kata-kata ini. Belum pernah sebelumnya aku mendengar pesan seperti ini, tapi aku tahu bahwa inilah pesan yang kucari-cari seumur hidupku.

Selama bertahun-tahun aku berjuang untuk mengetahui siapakah musuhku, dan aku melihat mreka yang diluar Islam dan Palestina sebagai musuh. Tapi tiba-tiba saja aku sadar bahwa orang-orang Israel bukanlah musuhku. Bukan pula Hamas atau pamanku Ibrahim atau prajurit yang menghajarku dengan popor M16 atau penjaga penjara mirip kera di Maskobiyeh. Aku melihat bahwa musuh tidak dijabarkan melalui nasionalitas, agama, atau warna kulit. Aku sekarang mengerti bahwa kita semua menghadapi musuh² yang sama: keserakahan, kesombongan, segala pikiran jahat, dan kegelapan setan yang hidup dalam diri kita.
Ini berarti aku bisa mencintai semua orang. Satu²nya musuh yang nyata adalah musuh dalam diriku sendiri.

Jika saja aku membaca perkataan TUHAN YESUS (Isa Almasih) lima tahun yang lalu, tentunya aku akan berkata: Betapa bodohnya orang ini! dan segera membuang Alkitab itu. Tapi pengalamanku dengan tetanggaku tukang jagal gila, anggota-anggota keluarga dan pemimpin-pemimpin agama yang memukuliku saat ayah berada di penjara, dan saatku di Megiddo semuanya bercampur dan mempersiapkan diriku untuk menerima kekuatan dan keindahan kebenaran ini. Yang bisa kupikirkan saat itu hanyalah: Wow! Betapa hebatnya hikmat yang dimiliki orang ini!

Yesus (Isa Almasih) berkata, ”Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi.” (Matius 7:1). Sungguh besar perbedaan antara ajaran TUHAN YESUS(Isa Almasih) dengan ajaran muhammad. tuhan Islam sangat suka menghakimi, dan masyarakat Arab mengikuti bimbingan allah swt.

TUHAN YESUS ( Isa Almasih ) mengecam kemunafikan para Ahli Taurat dan kaum Parisi, dan aku langsung ingat akan pamanku Ibrahim. Aku ingat di saat dia menerima sebuah undangan untuk menghadiri acara khusus dan betapa marahnya dia sewaktu tidak diberi kursi yang terbaik. Rasanya bagaikan TUHAN YESUS(Isa Almasih) bicara pada Ibrahim, seluruh syeikh, dan imam dalam Islam.

Semuanya yang TUHAN YESUS ( Isa Almasih ) katakan dalam halaman-halaman buku ini sangat masuk akal bagiku. Karena rasa haru yang meluap-luap, aku pun mulai menangis.

TUHAN YESUS menggunakan Shin Bet untuk menunjukkan padaku bahwa Israel bukanlah musuhku, dan sekarang dia meletakkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku di tanganku dalam buku Alkitab Perjanjian Baru yang kecil ini. Tapi perjalananku masih panjang sekali untuk bisa benar-benar mengerti Alkitab. Muslim diajar untuk beriman pada semua buku Allâh, termasuk Taurat dan Injil. Tapi kami juga diajar bahwa manusia telah mengganti Injil, dan membuatnya tidak dapat dijadikan panutan. Muhammad berkata bahwa alquran merupakan firman allah swt yang terakhir yang tak ada salahnya bagi manusia. Dengan begitu, pertama-tama aku harus menyingkirkan pendapatku bahwa Alkitab telah diganti. Lalu aku harus mencari cara bagaimana membuat kedua buku alquran dan Alkitab sejalan dalam hidupku, bagaimana mencampurkan Islam dan Kristen bersama. Hal ini bukanlah hal yang mudah, karena bagaikan mencampurkan hal yang tak tercampurkan.

Di saat yang sama, meskipun aku percaya ajaran-ajaran YESUS(Isa Almasih), aku tetap tidak bisa percaya bahwa dia itu TUHAN. Meskipun begitu, pemikiran²ku telah berubah secara tiba-tiba dan secara dramatis, karena sekarang pikiranku lebih dipengaruhi Alkitab daripada Qur’an.

Aku terus membaca Alkitab Perjanjian Baru dan mengunjungi kegiatan Belajar Alkitab. Aku menghadiri kebaktian Kristen dan berpikir, Ini bukan agama Kristen yang kulihat di Ramallah. Inilah yang benar. Orang-orang Kristen yang kukenal sebelumnya tak berbeda dengan Muslim-muslim tradisional. Mereka mengatakan diri mereka beragama, tapi tidak menjalankan ajaran agamanya.

Aku mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang dalam Belajar Alkitab dan sangat menikmati persahabatan dengan mereka. Kami merasa sangat senang bicara tentang kehidupan, latar belakang, dan kepercayaan kami. Mereka sangat menghormati budaya dan warisan Muslim kami. Aku bisa jadi diriku sendiri yang sebenarnya saat aku bersama mereka. Aku sangat ingin memberikan apa yang kupelajari ini pada budayaku, karena aku menyadari bahwa pendudukan Israel bukanlah penyebab penderitaan kami. Masalah kami adalah lebih besar daripada prajurit-prajurit dan politik Israel.

Aku bertanya pada diri sendiri apakah yang akan dilakukan masyarakat Palestina jika Israel hilang lenyap – jika semuanya tidak hanya kembali saat sebelum 1948 tapi juga jika semua orang-orang Yahudi meninggalkan tanah Kanaan dan terpecah belah lagi. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tahu jawabannya.

Kami akan terus berperang. Tentang segala hal yang tak ada gunanya. Tentang gadis tak berjilbab. Tentang siapakah yang lebih kuat, siapa yang lebih penting. Tentang siapa yang menentukan aturan, dan siapa yang dapat kursi terbaik.

Di akhir 1999, aku berusia 21 tahun. Hidupku mulai berubah, dan semakin banyak aku belajar, semakin bingung pula aku dibuatnya.

“TUHAN, sang Pencipta, tunjukkan kebenaran padaku,” begitu doaku setiap hari. “Aku bingung. Aku tersesat. Dan aku tak tahu lagi harus ke mana.”

Akhirnya TUHAN sang pencipta mendengar isi hatiku yaitu memberikan sebuah jawaban tentang kebenaran melalui ayat Alkitab ini yaitu :
Yohanes 14 : 6 yang berisi Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Luar Biasa YESUS(Isa Almasih) ini, DIA diakui dua kitab yaitu Alkitab dan alquran sebagai Sumber Jalan yang layak di ikuti oleh seluruh umat manusia.

Di Alkitab : TUHAN YESUS (Isa Almasih) adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14 : 6),

Di alquran : TUHAN YESUS (Isa Almasih) adalah Jalan Yang Lurus (Az Zukhruf, 43:61),


Sangat Luar Biasa, inilah sumber jalan yang benar-benar saya cari yaitu hanya melalui TUHAN YESUS ( Isa Almasih ) saja.

Aku Mosab Hassan Yusuf adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. saya adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dalam organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat. Gini sekarang saya murtad dan menjadi Pengikut TUHAN YESUS (Isa Almasih). Saya percaya kepada TUHAN YESUS, bukan karena di pengaruhi oleh kalangan orang kristen tetapi karena kerinduan hati saya dalam hal mendapatkan kebenaran itu.




Kini, pada usia 30 tahun, saya menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas...
Road, San Diego, Calif. saya murtad dari Islam, meninggalkan keluargaku di Ramallah dan sedang mencari suaka di AS.

Cerita hidupku sungguh menakjubkan. Setelah saya murtad, saya langsung di wawancarai oleh FOX News.

{ Pada saat wawancara ini, ayahnya masih belum juga tahu bahwa ia telah murtad ke Kristen }


Ayahnya yg BINGUNG setelah mengetahui anaknya murtad dan minta suaka ke USA! ‘Mosok sih?’ katanya sambil menunjuk foto puteranya!

"Wawancara ini akan membuka mata banyak orang dan menggoyahkan Islam sampai ke akar-akarnya. Saya tidak berlebihan kok !"

Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dengan FOX News,dimana saya bercerita bagaimana seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast ( Pantai Barat AS ).

Wawancara Mosab Hassan Yousef dan Jonathan Hunt
Perhatikan :

Jonathan Hunt : Mengapa, setelah 25 tahun, anda berubah ?

Mosab Hassan Yousef : Saya percaya bahwa semua tembok yang didirikan Islam selama 1.400 thn terakhir ini tidak lagi eksis. Mereka (Muslim) tidak mengakui ini. Mereka mendirikan tembok-tembok ini dan membiarkan orang bodoh karena mereka takut. Mereka tidak ingin orang membahas apapun tentang realitas Islam, tentang pertanyaan-pertanyaan penting tentang Islam dan mereka meminta kepada pengikut-pengikut mereka, 'Jangan tanya tentang hal-hal tertentu itu.'

Tapi kini, orang memiliki media. Jika seorang ayah mengurung puterinya dirumah, puterinya akan duduk dibelakang komputernya dan melancong keseluruh pelosok dunia. Jadi, orang bisa mendapatkan informasi, pengetahun, searching engines, sehingga sangat mudah bagi siapapun untuk mempelajari Islam, dan lain-lain. Agama Tidak dari sudut pandang Islam, namun dari sudut pandang lain. Jadi,dalam 25 tahun nanti, ini jelas akan membawa perubahan besar dalam dunia Arab dan Muslim.

Jonathan Hunt : Anda berbicara dari sebuah perspektif unik, sebagai lelaki yang tidak saja dibesarkan dalam keluarga Islam tetapi sebagai bagian dari organisasi yang dianggap sebagai kekuatan ekstrim dlm Islam: Hamas. Apakah realitas Islam? Kau mengatakan orang tidak melihat realitasnya; Apa realitas Islam?

Mosab Hassan Yousef : Ada dua fakta yang tidak dimengerti Muslim ... Saya perkirakan, lebih dari 95% Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Islam muncul dalam bahasa yang jauh lebih keras daripada bahasa yg digunakan Muslim sekarang, sehingga mereka tidak mengerti (bahasa Islam yg sebenarnya) ... mereka hanya menggantungkan diri kepada para ulama untuk mendapatkan pengetahuan mereka tentang agama ini. Kedua, mereka tidak mengerti apapun tentang agama-agama lain. Masyarakat Kristen yang hidup sebagai minoritas dalam sebuah mayoritas Muslim lebih memilih untuk tidak berbicara tentang TUHAN YESUS Kristus (Isa Almasih) karena itu terlalu Bahaya bagi mereka. Jadi, semua pandangan Muslim tentang agama-agama lain dibumi ini hanya datang dari perspektif Islam. Nah, realitas ini yang tidak dimengerti kebanyakan orang.

Jika orang, jika Muslim, mulai mengerti agama mereka — terutama, agama mereka — dan melihat kandungannya yang mengerikan itu, mereka akan mulai mengerti bagaimana ini semua bisa terjadi ... karena kebanyakan ulama hanya berfokus pada hal-hal tertentu dari Islam. Ini karena mereka terlalu malu untuk membahas hal-hal diluar itu.

Jonathan Hunt : Contohnya ?

Mosab Hassan Yousef : Seperti istri-istri Muhammad, misalnya. Kau tidak akan pernah mendengar kotbah di mesjid tentang istri-istri Muhammad, yang kemungkinan lebih dari 50 — walau tidak ada satupun orang yang mengetahuinya, by the way. Tanyakan sendiri kepada mayoritas Muslim, dan mereka tidak tahu menahu tentang fakta ini. Jadi, mereka Malu membahas ini, jadi mereka cuma berbicara tentang kejayaan Islam, kemenangan-kemenangan yang dicapai Muhammad. Tapi, begitu orang memandang diri sendiri, mereka akan melihat bahwa mereka sebenarnya kalah. Mereka bodoh, tidak dididik, tidak mampu memimpin dunia seperti yang mereka harapkan. Oleh karena itu,mereka ingin kembali kepada masa jaya itu dengan melakukan apa yang dilakukan Muhammad, tidak peduli bahwa hal itu terjadi 1.400 tahun lalu dan tidak akan terulang lagi.

Jonathan Hunt : Apakah mereka ingin menghancurkan agama Kristen ?

Mosab Hassan Yousef : Islam memang sudah menghancurkan agama Kristen dari permulaan dan Muslim tidak mengakui bahwa mereka menusuk hati Kristen dengan mengatakan bahwa YESUS ( Isa Almasih ) tidak mati di salib. Muslim menganggap bahwa ini caranya menghormatinya ( nabi Isa Almasih ).

Ini yang dilakukan Muslim. Mereka tidak mengerti bahwa ini bagian yang paling penting dari agama Kristen : salib!

Jadi, mereka berpandangan sempit, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, dan inilah asal usul segala ide jahat dibelakang agama yang bernama Islam ini.

Jonathan Hunt : Apa peristiwa khusus yang memulai merubah pendapat anda tentang Islam ?

Mosab Hassan Yousef : Sejak kecil saya sudah memiliki sejumlah pertanyaan sulit, bahkan keluarga saya sering mencela saya, 'Kau memang anak keras kepala dan kami sulit menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Mengapa sih kau nanya-nanya melulu ?' Jadi, inilah permulaannya. Namun saya merasa bahwa semuanya — dan ayah saya adalah contoh bagus bagi saya karena ia memang orang jujur dan bersahaja, sangat baik terhdp ibu saya dan terhadap kami, dan membesarkan kami dengan prinsip-prinsip pengampunan. Nah, oleh karena itu saya menyangka semua orang Islam seperti ini. Ketika saya berusia 18 thn, dan saya ditahan orang Israel dan mendekam di sebuah penjara Israel. Tapi disana Hamas memiliki kontrol atas anggota-anggota mereka didalamnya dan saya melihat Hamas menyiksa orang-orang dengan sangat-sangat parah.

Jonathan Hunt : Maksudmu, anggota Hamas saling menyiksa sesama anggota ?

Mosab Hassan Yousef : Pemimpin-pemimpin Hamas ! Pemimpin-pemimpin Hamas yang kita kini saksikan di TV sekarang, dan pemimpin - pemimpin besar, bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap anggota-anggota mereka sendiri. Mereka tidak menyiksa saya, tapi ini tetap sebuah shock bagi saya, melihat mereka menyiksa sesama anggota mereka : menusuk kuku-kuku dengan jarum, membakar tubuh-tubuh mereka, dan juga banyak yang dibunuh.

Jonathan Hunt : Tapi mengapa mereka membunuh orang-orang mereka sendiri ?

Mosab Hassan Yousef : Karena curiga bahwa mereka (korban-korban mereka itu) telah bekerja sama dengan pihak Israel dan bekerjasama dengan penjajah Israel yang melawan Hamas ... Jadi ratusan orang jadi korban. Saya menyaksikan penyiksaan ini selama setahun. Nah, itulah titik perubahan paling besar dalam hidup saya. Saya mulai membuka mata saya. Tapi saya masih merasa bahwa ada Muslim baik dan ada Muslim jahat. Muslim baik, seperti ayah saya, dan Muslim buruk seperti orang-orang Hamas ini yang menyiksa rekan-rekan mereka sendiri. Nah, itulah permulaan mata saya terbuka lebar.

Jonathan Hunt : Anda berbicara tentang Muslim baik, seperti ayah Anda, tetapi tetap saja Anda meninggalkan agama ayah Anda. Bukankah kau bisa saja menjadi Muslim baik seperti ayah Anda ?

Mosab Hassan Yousef : Nah, ini nih realitasnya, saya mendalami agama Kristen — yang tadinya saya salah mengerti total, karena saya mempelajarinya dari sudut Islam, padahal tidak ada satupun yang benar tentang Kristen kalau dipelajari dari sudut Islam. Ketika saya mendalami Injil dengan perlahan-lah, ayat demi ayat, saya memastikan dulu bahwa ini buku TUHAN, pernyataan TUHAN, sehingga saya mulai memandang Injil dengan cara berbeda. Tidak mudah bagi saya untuk mengatakan bahwa Islam adalah salah. Ayah saya adalah Islam . Saya dibesarkan untuk satu ayah — 22 tahun untuk ayah itu — dan seorang ayah lain datang kepada saya dan mengatakan, 'Maaf, Sayalah ayahmu.' Dan saya tersentak, 'Apa maksudmu ? Saya punya ayah saya sendiri, dan dia adalah Islam!' Dan lalu ayah agama Kristen mengatakan kepada saya, 'Tidak, sayalah ayahmu. Saya berada dalam penjara, dan ini (Islam) bukan ayahmu.' Nah, itulah yang terjadi. Tidak mudah untuk percaya bahwa (Islam) bukan ayahmu lagi. Jadi saya harus mendalami Islam sekali lagi dari sudut pandang lain untuk menyadari kesemua kesalahan, kesalahan-kesalahan besar dan dampaknya, tidak hanya terhadap Muslim — yg nilai-nilainya saya benci ... saya tidak suka tradisi manapun yang hanya menyulitkan kehidupan orang — tapi juga dampaknya bagi umat manusia. Pada umat manusia ! Manusia saling membunuh dalam nama Tuhan.

Nah, mulailah saya dengan pasti menyimpulkan bahwa problemnya adalah Islam, — saya tidak dapat membenci Muslim karena TUHAN mencintai mereka dari permulaan. Dan TUHAN tidak menciptakan sampah. TUHAN menciptakan orang-orang baik yang dicintaiNya, tapi Muslim adalah orang-orang Sakit (sick), mereka memiliki pemikiran berbeda. Saya tidak lagi membenci mereka tapi saya sangat sedih melihat mereka dan satu-satunya cara bagi mereka adalah untuk berubah adalah dengan mengenal siapa Tuhan dan mana jalan sebenarnya.

Jonathan Hunt : Apakah kau tidak khawatir bahwa pernyataan-pernyataan macam ini — dan mengingat latar belakangmu, pernyataan-pernyataanmu akan sangat diperhatikan — akan meningkatkan kesulitan, kebencian antara Kristen dan Muslim di dunia saat ini ?

Mosab Hassan Yousef : Ini bisa terjadi kalau seseorang Kristen datang kepada Muslim dan berbicara tentang realitas Islam. Tapi Kristen memang sudah ditempatkan dalam daftar musuh mereka. anyway, bahkan sebelum mereka membuka mulut tentang Islam. Jadi, jika kau pergi ke mereka sebagai Kristen, Muslim akan langsung merasa tersinggung dan membencimu dan ini jelas akan meningkatkan jurang antara kedua agama — tetapi apa yang membuat orang seperti saya bisa berubah ?

Beberapa tahun lalu, ketika saya disana, TUHAN membuka mata dan juga otak saya dan saya menjadi orang yang berubah total. Jadi sekarang, saya bisa melakukan kewajiban ini, kalian sebagai Kristen bisa membantu saya melakukannya, tapi kalian mungkin tidak sanggup. Muslim kini tidak lagi memiliki alasan, sekarang.

Jonathan Hunt : Betapa sulitnya proses meninggalkan keluargamu dan rumahmu ?

Mosab Hassan Yousef : Ibarat mencabut kulit saya dari tulang-tulang saya, begitu kira-kira. Saya cinta keluarga saya, mereka cinta saya. Dan adik-adik saya seperti putera-putera saya sendiri. Saya membesarkan mereka. Basically, ini keputusan terbesar dalam hidup saya. Saya meninggalkan semuanya, tidak hanya keluarga saja. Jika kau memutuskan untuk murtad dari Islam ke Kristen, tidak cukup untuk mengatakan goodbye dan thank you. Tidak cukup. Kau juga membelakangi budaya, peradaban, tradisi, masyarakat, keluarga, agama, Tuhan — atau apa yang kusangka sebagai tuhan selama bertahun-tahun ! Jadi, ini sangat complicated. Orang menyangka itu mudah, seperti hal sepele. Kini di AS saya mendapatkan kebebasan saya berbicara and it's great, tapi di lain pihak, tidak ada yangg bisa mengganti keluarga ... berat kehilangan keluarga —

Jonathan Hunt:: Jadi, kau kehilangan keluargamu ?

Mosab Hassan Yousef : Keluarga saya terdidik dan ini juga sulit bagi mereka. Mereka meminta saya berkali-kali, khususnya selama dua hari pertama, untuk menyembunyikan agama saya yang baru ini dan tidak mengumumkannya di media. Tapi saya diwajibkan TUHAN YESUS untuk mengumumkan namaNya dan memujaNya keseluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa IA akan melakukan hal yang sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sebagai sebuah kewajiban. Saya ingin tahu berapa orang yang bisa melakukan apa yang saya lakukan sekarang ini. Saya belum menemukan satu orangpun.

Saya harus kuatkan diri. Ini tantangan yang sangat besar. Ini keputusan yang sangat besar dalam hidup saya. Saya tidak main-main. Saya tidak melakukan ini untuk kebahagiaan dunia. Saya melakukannya untuk satu alasan saya: saya percaya. Setiap hari orang menderita karena kepercayaan yang salah. Saya bisa membantu mengeluarkan mereka dari lingkaran tidak berkesudahan ini ... lingkaran yang disediakan setan untuk mereka.

Jonathan Hunt : Kau masih sempat berbicara dengan ayahmu ?

Mosab Hassan Yuosef : Tidak ada kesempatan untuk berkomunikasi dengan ayah saya karena ia sekarang di penjara dan tidak ada telpon di penjara.

Jonathan Hunt : Apakah anggota keluargamu tidak bercerita kepadamu tentang reaksi ayahmu ?

Mosab Hassan Yousef : Mereka memang mengunjunginya. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana reaksinya, tapi saya yakin ia sangat sedih tentang keputusan saya ini. Tapi ia juga akan mengerti, karena ia tahu saya dan ia tahu saya bukan tipe orang yang mengambil keputusan secara enteng, tanpa kepercayaan kuat.

Jonathan Hunt : Apakah kau akan semakin menyulitkan posisinya diantara sesama anggota Hamas semakin sulit ?

Mosab Hassan Yusuf : JELAS ! Keluarga saya, termasuk ayah saya harus menanggung beban atas keputusan saya ini. Ini bukan keputusan mereka. Ini keputusan saya, tapi mereka tetap harus menanggung beban dan saya minta — saya berdoa bagi ayah, semua kakak dan adik-adik saya digereja ini, selalu berdoa setiap kali bagi mereka — 'TUHAN YESUS, bukalah mata mereka, pemikiran mereka, untuk datang kepada Kristus. Dan berikan rahmatmu karena mereka juga harus menanggung salib ini dengan saya.'

Jonathan Hunt : Ceritakan kami tentang Hamas dan cara kerjanya. Apakah Hamas sebuah organisasi Islam murni, sehingga dimatamu disitulah kesalahan mereka, Atau ada hal-hal lain dalam Hamas yang kau tidak sukai ? Atau kau menganggap Hamas sebuah organisasi baik ? Apa arti Hamas bagi dirimu ?

Mosab Hassan Yousef : Yah, dimanapun ada orang baik. Kan TUHAN memang menciptakan orang-orang baik. Saya kenal banyak orang yang mendukung Hamas tapi tidak pernah terlibat dalam serangan teroris, misalnya. Mereka hanya mengikuti Hamas karena cinta tuhan dan mengira bahwa Hamas mewakili tuhan. Mereka tidak tahu sama sekali, mereka tidak mengenal TUHAN yang sebenarnya dan mereka tidak pernah mendalami agama Kristen. Tapi Hamas, sebagai wakil Islam, ini problema besar. Problemnya bukan Hamas, bukan orangnya. Akar masalahnya adalah Islam itu sendiri sebagai sebuah ide, sebuah ide. Hamas sebagai sebuah organisasi, jelas, termasuk kepemimpinannya dan ayah saya, mereka bertanggung jawab atas semua kekerasan yang terjadi oleh organisasi itu. Saya tahu mereka menganggap diri sebagai reaksi atas agresi Israel, tetapi tetap saja, mereka bagian darinya dan harus mengambil keputusan dalam operasi-operasi melawan Israel, termasuk membunuh banyak orang sipil.

Jonathan Hunt : Kau percaya bahwa Israel tidak bersalah dalam konflik ini ?

Mosab Hassan Yousef : Okupasi memang buruk. Tapi kami disini berbicara tentang ide. Israel memiliki hak untuk membela diri, tidak ada yang bisa membantah ini. Kadang mereka menggunakan terlalu banyak agresi terhadap penduduk. Kadang banyak penduduk tewas karena tentara-tentara Israel kurang bertanggung jawab, tentang bagaimana mereka memperlakukan orang di checkpoint. Pesan saya kepada tentara Israel : setidaknya perlakukan orang dengan cara pantas di checkpoint. Tapi ini bukan masalah antar bangsa, tapi tentang ide-ide salah pada kedua pihak dan satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran setan ini adalah untuk mengenal prinsip-prinsip yang dibawa YESUS ke bumi ini : grace, love, forgiveness. Tanpa ini, mereka tidak akan pernah maju ataupun mematahkan lingkaran tidak berkesudahan ini.
[...]

Jonathan Hunt : Kau percaya bahwa Israel akan pernah mengadakan perjanjian damai dengan Hamas?

Mosab Hassam Yousef : Tidak mungkin. Ini seperti api co-exist dengan air. Tidak mungkin. Hamas bisa main politik selama 10 thn, 15 thn; tapi tanya saja setiap pemimpin Hamas, 'Okay, apa yg akan terjadi setelah itu ? Apakah kalian akan co-exist dengan Israel utk selama-lamanya ?' Jawabannya sudah pasti TIDAK ... KECUALI mereka melakukan sesuatu yg melanggar aluran. Tapi itu sudah ideologi mereka dan mereka tidak akan beranjak darinya. Jadi, tidak mungkin. Ini bukan soal Israel, bukan soal Hamas: ini menyangkut kedua ideologi. Tidak mungkin.

"Kalian Yahudi harus sadar: Kalian tidak akan pernah bisa berdamai dengan Hamas. Islam, ideologi yang mengontrol mereka, tidak akan pernah mengijinkan mereka berdamai dengan Yahudi. Mereka percaya bahwa Muhammad memerangi Yahudi dan oleh karena itu mereka harus melanjutkan perang itu sampai mati. Mereka harus membalas dendam terhadap siapapun yg tidak menerima Mohammed, seperti Yahudi yang di alquran digambarkan sebagai kera dan putera-putera babi. Dalam pandangan Hamas, perdamaian dengan Israel akan mengkontradisi syariah & alquran & menganggap Yahudi tidak punya hak di Palestina."

"Saya meninggalkan tanah luas di Ramallah hanya untuk mencapai kebebasan murni. Saya ingin kesempatan untuk membuka mata Muslim dan menunjukkan kebenaran tentang agama mereka, menarik mereka dari kegelapan dan penjara Islam.

... Islam tidak akan survive untuk lebih dari 25 thn. Dulu mereka (Muslim) berhasil menakut-nakutii orang, tetapi sekarang, dalam jaman internet ini, mereka tidak lagi bisa menyembunyikan kebenaran."

... Saya anggap Islam adalah sebuah kebohongan besar. Orang-orang yang mewakili Islam lebih memuja Muhammad ketimbang Tuhan, membunuh orang-orang tidak bersalah atas nama Islam, memukuli istri-istri mereka dan sama sekali tidak tahu apa itu Tuhan. Saya tidak ragu bahwa mereka akan ke neraka.

Jonathan Hunt : Kau tidak takut dibunuh karena mengutarakan hal-hal macam ini — yang bahkan akan diridhoi oleh beberapa bagian alquran?

Mosab Hassan Yousef : Mereka harus membunuh pemikiran-pemikiran saya terlebih dahulu. Tapi pemikiran-pemikiran saya sudah beredar luas. Jadi, bagaimana mereka akan membunuh pemikiran saya ? Bagaimana mereka akan membunuh pendapat-pendapat yang saya miliki ? ... Mereka bisa bunuh tubuh saya, tapi tidak jiwa saya.

Jonathan Hunt : Kau pernah diancam ?

Mosab Hassan Yousef : No, not really. Jujur saja, banyak Muslim dan pemimpin Muslim di AS ini, di masyarakat Eropa, mencoba mencari saya. Mereka menelpon keluarga saya, ibu saya untuk mengetahui cara menghubungi saya. Mereka mengatakan kepada ibu saya, 'Kami ingin membantunya.'

Jonathan Hunt : Mereka percaya kau butuh bantuan ?

Mosab Hassan Yousef : Yeah, mereka pikir saya dimanipulasi oleh orang-orang Kristen. Nah, disinilah mereka salah total. Saya sudah menjadi Kristen untuk waktu lama dan tidak seorangpun tahu. Sudah selama beberapa tahun sekarang. Tapi sekarang saya baru mengumumkannya. Mereka tahu saya berpendidikan dan mendalami Islam & Christianity. Ketika saya mengambil keputusan, ini bukan saya kena jampi-jampi atau mencoba meyakinkan saya. Ini 100% keputusan saya seorang diri.
[...]

Jonathan Hunt : Apa pesanmu bagi Muslim-muslim yangg mendengarmu saat ini ?

Mosab Hassan Yousef : Pesan saya adalah, pertama-tama, bukalah pemikiran kalian. Mereka lahir dari keluarga-keluarga Muslim — inilah bagaimana mereka masuk Islam ... seperti juga keluarga-keluarga Kristen maupun Yahudi. Jadi, saya ingin mereka membuka mata mereka, pemikiran mereka dan membayangkan diri mereka tidak lahir dalam keluarga Muslim. Untuk apa Tuhan memberikan mereka otak ? Bukalah hati kalian. Baca Injil. Pelajarilah agamamu, Saya ingin membuka pintu gerbang bagi mereka. Saya ingin mereka bebas. Mereka pasti ingin hidup dengan baik di dunia dengan cara mengikuti Tuhan - dan mereka juga akan menemukan jaminan bagi hidup di akhirat.



Sekian kesaksian dari Mosab Hassan Yusuf, putera Ketua Hamas palestina....




SHEIKH HASSAN YOUSEF(KETUA HAMAS)ayah Mosab Hassan Yousef

Apa itu Hamas ( Palestina )

Sehubungan dengan konflik Israel – Palestina yang juga melibatkan Hamas.

Tahukah Anda apa itu Hamas?

Hamas, kependekan dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah, memiliki arti secara harfiah “Gerakan Perlawanan Islam” dan meruapakan kata Arab untuk “ketekunan”, adalah sebuah gerakan dan partai politik Palestina berhaluan Islamis yang dibentuk pada tahun 1987 untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina.

Hamas secara ekstensif menjalankan program-program sosial dan mendapatkan popularitasnya di Palestina dari mendirikan rumah sakit, sarana pendidikan, perpustakaan, dan saran-sarana lainnya di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pada tahun 2006, partai ini memenangkan pemilu parlemen Palestina dengan mengalahkan Fatah.

Hamas menyatakan: “Tidak ada solusi lain untuk Palestina kecuali Jihad”
Hamas menghancurkan kota Israel dan menggantikannya dengan mendirikan kota Islam Palestina di area yang sekarang merupakan wilayah Israel, yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Hamas menyatakan bahwa konflik yang terjadi sekarang bukan merupakan konfilk agama atau bangsa tetapi politik. Tetapi banyak pernyataan yang dibuat oleh Hamas yang mencerminkan teori konspirasi anti Yahudi.

Hamas dimasukkan kedalam daftar organisasi teroris oleh Canada, European Union (Austria, Belgia, Bulgaria, Cyprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris), Israel, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dan juga dilarang di Yordania.
Australia dan Inggris hanya menyatakan teroris pada sayap militer Hamas.

Source: Wiki


LORD JESUS bless you all.... 

Untuk membaca bukunya dalam bahasa Indonesia klik di sini


========================================================================


Putra Hamas "Son Of Hamas"



Mosab Hassan Yousef
Bagi yang tercinta ayahku dan keluargaku yang terluka Bagi korban² perseteruan Palestina – Israel, Bagi setiap umat manusia yang telah diselamatkan oleh Tuhanku

Wahai keluargaku, aku sangat bangga dengan kalian; hanya Tuhanku saja yang mengetahui segala hal yang telah kalian alami. Aku menyadari bahwa apa yang telah kulakukan menyebabkan luka yang dalam yang mungkin tak akan bisa sembuh di masa hidup ini dan mungkin kalian harus hidup dengan rasa malu untuk selamanya.

Aku bisa saja jadi seorang pahlawan dan membuat masyarakatku bangga akan diriku. Aku tahu jenis pahlawan apa yang mereka inginkan: seorang pejuang yang membaktikan dirinya dan keluarganya bagi kepentingan negara. Jikalau aku terbunuh, maka mereka akan menyampaikan kisah diriku pada generasi mendatang dan mereka akan merasa bangga terhadap diriku untuk selamanya, tapi pada kenyataannya aku bukanlah pahlawan yang mereka harapkan.

Sebaliknya, aku telah jadi pengkhianat di mata bangsaku. Meskipun dulu aku pernah membuat kalian bangga akan diriku, sekarang aku hanya membawa malu saja. Meskipun dulu aku adalah seorang pangeran bagimu, sekarang aku adalah orang asing di negeri orang yang melawan kesepian dan kegelapan.

Aku tahu kalian memandang aku sebagai seorang pengkhianat; tapi mohon untuk mengerti bahwa aku tidak bermaksud berkhianat pada kalian, tapi aku berkhianat pada angan² kalian akan sosok seorang pahlawan. Ketika negara² Timur Tengah – Yahudi dan Arab – mulai mengerti apa yang kumengerti, maka akan timbul perdamaian. Dan jika Tuhanku telah ditolak karena menyelamatkan seluruh dunia dari hukuman neraka, maka aku tidak keberatan ditolak!

Aku tak tahu apa yang akan terjadi di masa datang, tapi aku tahu aku tidak merasa takut. Sekarang aku berikan apa yang menolong diriku untuk bisa selamat sampai sekarang: semua rasa bersalah dan rasa malu yang kutanggung selama bertahun-tahun hanyalah bayaran yang kecil saja jika semua ini bisa menyelamatkan bahkan satu nyawa seorang manusia saja.

Berapa banyak orang yang bisa menghargai apa yang telah kulakukan? Tidak banyak. Tapi itu tak jadi masalah. Aku percaya apa yang kulakukan dan aku tetap yakin sampai sekarang, dan keyakinan ini menjadi bahan bakar satu²nya bagiku dalam perjalanan panjang ini. Setiap tetesan darah orang tak berdosa yang berhasil diselamatkan dari kematian memberi harapan bagiku untuk terus berjuang sampai hari akhir.

Aku telah bayar, kau pun telah bayar, tapi tagihan perang dan damai terus berdatangan. Tuhan menyertai kita semua dan memberi apa yang kita butuhkan untuk menanggung beban berat ini.




Baca perjalanan hidup "Mosab Hassan Yousef" maka....
Download Buku “Son of Hamas (Putra Hamas)” 
Bahasa Indonesia….di Sini…Free/Gratis ..DOWNLOAD



Catatan Tambahan:

Yang sukar tergantikan adalah kekuasaan dan otoritas yang dulu kunikmati sebagai putra ketua senior Hamas. Setelah mencicipi kekuasaan, aku tahu bahwa itu bisa membuat orang ketagihan, jauh lebih kuat daripada uang. Aku menikmati kekuasaanku dalam hidupku yang dulu, tapi jika kau ketagihan sesuatu, misalnya kekuasaan, maka kau sendiri akan terbelenggu olehnya

Kemerdekaan, rindu akan kemerdekaan, adalah pesan utama sebenarnya dari kisahku. Aku adalah putra dari masyarakat yang telah diperbudak oleh sistem² korup selama berabad-abad.

Aku adalah tawanan pihak Israel saat mataku terbuka dan melihat fakta bahwa orang² Palestina sebenarnya ditindas oleh para pemimpin mereka sendiri, selain juga oleh Israel.

Aku dulu adalah pengikut setia agama yang mewajibkan ketaatan penuh untuk melakukan ibadah berat guna menyenangkan tuhan Qur’an, dan agar bisa masuk surga.

Aku dulu punya uang, kekuasaan, dan kedudukan, tapi yang benar-benar kuinginkan adalah kemerdekaan. Dan kemerdekaan ini juga berarti meninggalkan segala kebencian, kecurigaan, dan keinginan balas dendam.

Pesan Yesus – kasihi musuhmu – inilah yang akhirnya memerdekakan diriku. Sudah tidak jadi masalah siapakah temanku atau musuhku; aku wajib mengasihi mereka semua. Dan aku juga bisa memiliki hubungan penuh kasih dengan Tuhan yang akan menolongku mengasihi orang lain.

Memiliki hubungan seperti itu dengan Tuhan bukan hanya merupakan sumber kemerdekaanku, tapi juga kunci untuk menjalani hidupku yang baru.


***************

Setelah membaca buku ini, mohon jangan mengira bahwa aku adalah pengikut Yesus yang hebat. Aku masih berjuang sampai sekarang. Semua pengetahuanku yang sedikit tentang imanku kudapat dari belajar dan membaca Alkitab. Dengan kata lain, aku adalah pengikut Yesus Kristus tapi aku baru mulai saja menjadi muridNya.

Aku lahir dan dibesarkan di lingkungan relijius yang menetapkan bahwa keselamatan hanya bisa
dicapai melalui kerja keras. Aku harus berjuang keras menyingkirkan pandangan ini untuk menerima kebenaran:

Efesus 4:22-24
Sebab itu tanggalkanlah manusia lama dengan pola kehidupan lama yang sedang dirusakkan oleh keinginan-keinginannya yang menyesatkan. Hendaklah hati dan pikiranmu dibaharui seluruhnya. Hendaklah kalian hidup sebagai manusia baru yang diciptakan menurut pola Allah; yaitu dengan tabiat yang benar, lurus dan suci.

Sama seperti banyak pengikut Yesus lainnya, aku telah meminta ampun atas dosa-dosaku, dan aku tahu bahwa Yesus adalah Anak Tuhan yang telah jadi manusia, mati bagi dosa-dosa kita, bangkit dari kematian, dan duduk di sebelah kanan Bapak. Aku telah dibaptis. Meskipun demikian aku merasa baru saja berada di pintu gerbang Kerajaan Tuhan. Aku diberitahu bahwa akan jauh lebih banyak lagi daripada ini. Tentunya aku ingin mengalami semuanya itu.

Di saat ini, aku masih berjuang melawan nafsu duniawi, nafsu daging dan setan. Aku masih sering salah mengerti dan bingung. Aku kadang² bergumul dengan permasalahan yang sebenarnya tak nampak. Tapi aku berharap, sama seperti Rasul Paulus menjabarkan dirinya pada Timotius sebagai “orang yang paling berdosa” (1 Timotius 1:16), bahwa aku bisa menjadi orang yang dibentuk Tuhan, selama aku tidak menyerah.

Maka jika bertemu aku di jalanan, mohon jangan minta nasehat atau jawaban tentang arti ayat
Alkitab tertentu, karena kemungkinan besar kau jauh lebih berpengetahuan daripada aku. Jangan melihat diriku sebagai piala kemenangan agama Kristen, tapi berdoalah bagiku agar aku bisa terus tumbuh dalam iman dan tidak menginjak banyak jari kaki orang lain sewaktu aku belajar menari bersama Sang Pengantin.

***************

Selama kita mencari musuh di luar dan tidak di dalam diri kita sendiri, maka masalah Timur Tengah akan terus terjadi.

Agama bukanlah solusi masalah Timur Tengah. Agama tanpa Yesus hanyalah keyakinan membenarkan diri sendiri saja. Merdeka dari penindasan juga tidak akan mampu memecahkan permasalahan. Setelah merdeka dari penindasan di Eropa, Israel malah jadi penindas orang lain pula. Jikalau nantinya telah merdeka dari penindasan, umat Muslim akan menjadi penindas orang lain pula. Anak-anak yang ditindas kelak akan tumbuh besar menjadi orang² yang suka menindas orang lain juga. Hal ini merupakan hal yang klise tapi benar: orang-orang yang disakiti, jika belum disembuhkan, maka nantinya akan menyakiti orang lain pula.

Karena dimanipulasi dusta dan didorong sikap rasis, kebencian, dan nafsu balas dendam, aku dulu pun menuju jalan yang akan membuatku jadi serupa dengan masyarakatku. Tapi di tahun 1999, aku bertemu dengan Tuhan yang sejati. Dia adalah Bapak yang kasihNya melebihi apapun, yang rela mengorbankan PutraNya yang tunggal untuk mati di kayu salib demi menebus dosa dunia. Dia adalah Tuhan, yang tiga hari kemudian menunjukkan kekuasaan dan kemulianNya dengan membangkitkan Yesus dari kematian. Dia adalah Tuhan yang tidak hanya memerintahkan diriku untuk mencintai dan mengampuni musuh²ku sama seperti Dia pun telah mencintai dan mengampuniku, tapi menguatkanku pula.

Kebenaran dan pengampunan merupakan satu-satunya jalan keluar bagi Timur Tengah. Tantangannya, terutama bagi masyarakat Israel dan Palestina, bukanlah untuk mencari solusi. Tantangannya adalah untuk jadi pihak pertama yang berani untuk melakukannya.


=================================

Anak Pemimpin Hamas Menerima Isa Almasih


Anak Pemimpin Hamas

Mosab Hassan Yousef adalah seorang anak muda yang luar biasa dengan kisah hidup yang luar biasa pula. Dia adalah putera seorang pemimpin yang paling berpengaruh dlm organisasi militan Hamas di Tepi Barat dan tumbuh di dalam sebuah keluarga Islam yang taat. Kini, pd usia 30 thn, ia menghadiri gereja evangelis Kristen di Barabbas Road, San Diego, Calif. Ia murtad dari Islam, meninggalkan keluarganya di Ramallah dan sedang mencari suaka di AS. Cerita hidupnya sungguh menakjubkan. Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dgn FOX News dimana ia bercerita bgm seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast (Pantai Barat AS).

Cerita hidupnya sungguh menakjubkan. Dibawah ini cuplikan wawancara eksklusif dgn FOX News dimana ia bercerita bgm seorang Muslim Tepi Barat menjadi Kristen West Coast (Pantai Barat AS).


JONATHAN HUNT: Mengapa, setelah 25 thn, anda berubah ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Saya percaya bahwa semua tembok yg didirikan Islam selama 1.400 thn terakhir ini tidak lagi eksis. Mereka (Muslim) tidak mengakui ini. Mereka mendirikan tembok2 ini dan membiarkan orang bodoh karena mereka takut. Mereka tidak ingin orang membahas apapun ttg realitas Islam, ttg pertanyaan2 penting ttg Islam dan mereka meminta kepada pengikut2 mereka, ‘Jangan tanya ttg hal2 tertentu itu.’

Tapi kini, orang memiliki media. Jika seorang ayah mengurung puterinya dirumah, puterinya akan duduk dibelakang komputernya dan melancong keseluruh pelosok dunia. Jadi, orang bisa mendapatkan informasi, pengetahun, searching engines, shg sangat sangat mudah bagi siapapun utk mempelajari Islam, dll agama. Tidak dari sudut pandang Islam, namun dari sudut pandang lain. Jadi dlm 25 thn nanti, ini jelas akan membawa perubahan besar dlm dunia Arab & Muslim.

JONATHAN HUNT: Anda berbicara dari sebuah perspektif unik, sbg lelaki yg tidak saja dibesarkan dlm keluarga Islam tetapi sbg bagian dari organisasi yg dianggap sbg kekuatan ekstrim dlm Islam: Hamas. Apakah realitas Islam? Kau mengatakan orang tidak melihat realitasnya; Apa realitas Islam?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Ada dua fakta yg tidak dimengerti Muslim … Saya perkirakan, lebih dari 95% Muslim tidak mengerti agama mereka sendiri. Islam muncul dlm bahasa yg jauh lebih keras daripada bahasa yg digunakan Muslim sekarang, shg mereka tidak mengerti (bahasa Islam yg sebenarnya) … mereka hanya menggantungkan diri kpd para ulama utk mendapatkan pengetahuan mereka ttg agama ini.

Kedua, mereka tidak mengerti apapun ttg agama2 lain. Masy2 Kristen yg hidup sbg minoritas dlm sebuah mayoritas Muslim lebih memilih utk tidak berbicara ttg Yesus Kristus karena itu terlalu BAHAYA bagi mereka.

Jadi, semua pandangan Muslim ttg agama2 lain dibumi ini hanya datang dari perspektif Islam. Nah, realitas ini yg tidak dimengerti kebanyakan orang.

JIka orang, jika Muslim, mulai mengerti agama mereka — terutama, agama mereka — dan melihat kandungannya yg mengerikan itu, mereka akan mulai mengerti bgm ini semua bisa terjadi …karena kebanyakan ulama hanya berfokus pada hal2 tertentu dari Islam. Ini karena mereka terlalu malu utk membahas hal2 diluar itu.

JONATHAN HUNT: Contohnya ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Spt istri2 Muhammad, misalnya. Kau tidak akan pernah mendengar kotbah di mesjid ttg istri2 Muhammad, yg kemungkinan lebih dari 50 — walau tidak ada satupun orang yg mengetahuinya, by the way. Tanyakan sendiri kpd mayoritas Muslim, dan mereka tidak tahu menahu ttg fakta ini.

Jadi, mereka MALU membahas ini, jadi mereka cuma berbicara ttg kejayaan Islam, kemenangan2 yg dicapai Muhammad. Tapi, begitu orang memandang diri sendiri, mereka akan melihat bahwa mereka sebenarnya
kalah. Mereka b o d o h, tidak dididik, tidak mampu memimpin dunia spt yg mereka harapkan. Oleh karena itu mereka ingin kembali kpd masa jaya itu dgn melakukan apa yg dilakukan Muhammad, tidak peduli bahwa hal itu terjadi 1.400 thn lalu dan tidak akan terulang lagi.

JONATHAN HUNT: Apakah mereka ingin menghancurkan agama Kristen ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Islam memang sudah menghancurkan agama Kristen dari permulaan dan Muslim tidak mengakui bahwa mereka menusuk hati Kristen dgn mengatakan bahwa Isa tidak mati di salib. Muslim menganggap bahwa ini caranya menghormatinya (nabi Isa).

Ini yg dilakukan Muslim. Mereka tidak mengerti bahwa ini bagian yg paling penting dari agama Kristen : salib !

Jadi, mereka berpandangan sempit, mereka tidak tahu apa yg mereka lakukan, dan inilah asal usul segala ide jahat dibelakang agama yg bernama Islam ini.

JONATHAN HUNT: Apa peristiwa khusus yg memulai merubah pendapat anda ttg Islam?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Sejak kecil saya sudah memiliki sejumlah pertanyaan sulit, bahkan keluarga saya sering mencela saya, ‘Kau memang anak keras kepala dan kami sulit menjawab pertanyaan2mu. Mengapa sih kau nanya2 melulu ?’ Jadi, inilah permulaannya.

Namun saya merasa bahwa semuanya — dan ayah saya adalah contoh bagus bagi saya karena ia memang orang jujur dan bersahaja, sangat baik terhdp ibu saya dan terhdp kami, dan membesarkan kami dgn prinsip2 pengampunan. Nah, oleh karena itu saya menyangka semua orang Islam spt ini.

Ketika saya berusia 18 thn, dan saya ditahan orang Israel dan mendekam di sebuah penjara Israel. Tapi disana Hamas memiliki kontrol atas anggota2 mereka didalamnya dan saya melihat Hamas menyiksa orang2 dgn sangat-sangat parah.

JONATHAN HUNT: Maksudmu, anggota Hamas saling menyiksa sesama anggota ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Pemimpin2 Hamas ! Pemimpin2 Hamas yg kita kini saksikan di TV now, dan pemimpin2 besar, bertanggung jawab atas penyiksaan terhdp anggota2 mereka sendir. Mereka tidak menyiksa saya, tapi ini tetap sebuah shock bagi saya, melihat mereka menyiksa sesama anggota mereka : menusuk kuku2 dgn jarum, membakar tubuh2 mereka, dan juga banyak yg dibunuh.

JONATHAN HUNT: Tapi mengapa mereka membunuh orang2 mereka sendiri ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Karena curiga bahwa mereka (korban2 mereka itu) telah bekerja sama dgn pihak Israel dan bekerjasama dgn penjajah2 Israel melawan Hamas … Jadi ratusan orang jadi korban. Saya menyaksikan penyiksaan ini selama
setahun. Nah, itulah titik perubahan paling besar dlm hidup saya. Saya mulai membuka mata saya. Tapi saya masih merasa bahwa ada Muslim baik dan ada Muslim jahat. Muslim2 baik, spt ayah saya, dan Muslim2 buruk spt orang2 Hamas ini yg menyiksa rekan2 mereka sendiri.

Nah, itulah permulaan mata saya terbuka lebar.

JONATHAN HUNT: Anda berbicara ttg Muslim2 baik, spt ayah anda, tetapi tetap saja anda meninggalkan agama ayah anda. Bukankah anda bisa saja menjadi Muslim baik spt ayah anda ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Nah, ini nih realitasnya : saya mendalami agama Kristen — yg tadinya saya salah mengerti total, karena saya mempelajarinya dari sudut Islam, padahal tidak ada satupun yg benar ttg Kristen kalau dipelajari dari sudut Islam.

Ketika saya mendalami Injil dng perlahan-lah, ayat demi ayat, saya memastikan dulu bahwa ini buku Tuhan, pernyataan Tuhan, shg saya mulai memandang Injil dgn cara berbeda. Tidak mudah bagi saya utk mengatakan bahwa Islam adalah salah.

Islam adalah ayah saya. Saya dibesarkan utk satu ayah — 22 thn utk ayah itu — dan seorang ayah lain datang kpd saya dan mengatakan, ‘Maaf, SAYAlah ayahmu.’ Dan saya tersentak, ‘Apa maksudmu ? Saya punya ayah saya sendiri, dan dia adalah Islam!’ Dan lalu ayah agama Kristen mengatakan kpd saya, ‘Tidak, sayalah ayahmu. Saya berada dlm penjara, dan ini (Islam) bukan ayahmu.’

Nah, itulah yg terjadi. Tidak mudah utk percaya bahwa (Islam) bukan ayahmu lagi. Jadi saya harus mendalami Islam sekali lagi dari sudut pandang lain utk menyadari kesemua kesalahan, kesalahan2 besar dan dampaknya, tidak hanya terhdp Muslim — yg nilai2nya saya benci … saya tidak suka tradisi manapun yg hanya menyulitkan kehidupan orang
— tapi juga dampaknya bagi umat manusia. Pada umat manusia ! Manusia saling membunuh dlm nama Tuhan.

Nah, mulailah saya dgn pasti menyimpulkan bahwa problemnya adalah Islam, bukan Muslim — saya tidak dapat membenci Muslim karena Tuhan mencintai mereka dari permulaan. Dan Tuhan tidak menciptakan sampah. Tuhan menciptakan orang2 baik yg dicintaiNya, tapi Muslim adalah orang2 SAKIT (sick), mereka memiliki pemikiran berbeda. Saya tidak lagi membenci mereka tapi saya sangat sedih melihat mereka dam satu2nya cara bagi mereka adalah utk berubah adalah dgn mengenal siapa Tuhan dan mana jalan sebenarnya.

JONATHAN HUNT: Apakah kau tidak khawatir bahwa pernyataan2 macam ini — dan mengingat latar belakangmu, pernyataan2mu akan sangat diperhatikan — akan meningkatkan kesulitan, kebencian antara Kristen dan Muslim di dunia saat ini ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Ini bisa terjadi kalau seseorang Kristen datang kpd Muslim dan berbicara ttg realitas Islam. Tapi Kristen memang sudah ditempatkan dlm daftar musuh mereka anyway, bahkan sebelum mereka membuka mulut ttg Islam. Jadi, jika kau pergi ke mereka sbg Kristen, Muslim akan langsung merasa tersinggung dan membencimu dan ini jelas akan meningkatkan jurang antara kedua agama — tetapi apa yg membuat orang spt saya bisa berubah ?

Beberapa tahun lalu, ketika saya disana, Tuhan membuka mata dan juga otak saya dan saya menjadi orang yg berubah total. Jadi sekarang, saya bisa melakukan kewajiban ini, kalian sbg Kristen bisa membantu saya melakukannya, tapi kalian mungkin tidak sanggup. Muslim kini tidak lagi memiliki alasan, sekarang.

JONATHAN HUNT: Betapa sulitnya proses meninggalkan keluargamu dan rumahmu ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Ibarat mencabut kulit saya dari tulang2 saya, begitu kira2. Saya cinta keluarga saya, mereka cinta saya. Dan adik2 saya spt putera2 saya sendiri. Saya membesarkan mereka. Basically, ini keputusan terbesar dlm hidup saya.

Saya meninggalkan semuanya, tidak hanya keluarga saja. Jika kau memutuskan utk murtad dari Islam ke Kristen, tidak cukup utk mengatakan goodbye dan thank you. Tidak cukup. Kau juga membelakangi budaya, peradaban, tradisi, masyarakat, keluarga, agama, Tuhan — atau apa yg kusangka sbg tuhan selama bertahun2 ! Jadi, ini sangat complicated. Orang menyangka itu mudah, spt hal sepele. Kini di AS saya mendapatkan kebebasan saya and it’s great, tapi dilain pihak, tidak ada yg bisa mengganti famili … berat kehilangan family —

JONATHAN HUNT: Jadi, kau kehilangan keluargamua ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Keluarga saya terdidik dan ini juga sulit bagi mereka. Mereka meminta saya berkali2, khususnya selama dua hari pertama, utk menyembunyikan agama saya yg baru ini dan tidak mengumumkannya di media.

Tapi saya diwajibkan Tuhan utk mengumumkan namaNya dan memujaNya keseluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa IAakan melakukan hal yg sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sbg sebuah kewajiban. Saya ingin tahu berapa orang yg bisa melakukan apa yg saya lakukan sekarang ini. Saya belum menemukan satu orangpun.

Saya harus kuatkan diri. Ini tantangan yg sangat besar. Ini keputusan yg sangat besar dlm hidup saya. Saya tidak main2. Saya tidak melakukan ini utk kebahagiaan dunia. Saya melakukannya utk satu alasan saya: saya percaya. Setiap hari orang menderita karena kepercayaan yg salah. Saya bisa membantu mengeluarkan mereka dari lingkaran tidak berkesudahan ini … lingkaran yg disediakan setan utk mereka.

JONATHAN HUNT: Kau masih sempat berbicara dgn ayahmu ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak ada kesempatan utk berkomunikasi dgn ayah saya karena ia sekarang di penjara dan tidak ada telpon di penjara.

JONATHAN HUNT: Apakah anggota keluargamu tidak bercerita kpdmu ttg reaksi ayahmu ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka memang mengunjunginya. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu bgm reaksinya, tapi saya yakin ia sangat sedih ttg keputusan saya ini. Tapi ia juga akan mengerti, karena ia tahu saya dan ia tahu saya bukan tipe orang yg mengambil keputusan secara enteng, tanpa kepercayaan kuat.

JONATHAN HUNT: Apakah kau akan semakin menyulitkan posisinya diantara sesama anggota Hamas semakin sulit ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: JELAS ! Keluarga saya, termasuk ayah saya harus menanggung beban atas keputusan saya ini. Ini bukan keputusan mereka. Ini keputusan saya, tapi mereka tetap harus menanggung beban dan saya minta — saya berdoa bagi ayah, semua kakak dan adik2 saya digereja ini, selalu berdoa setiap kali bagi mereka — ‘Tuhan, bukalah mata mereka, pemikiran mereka, utk datang kpd Kristus. Dan berikan rahmatmu karena mereka juga harus menanggung salib ini dgn saya.’

JONATHAN HUNT: Ceritakan kami ttg Hamas dan cara kerjanya. Apakah Hamas sebuah organisasi Islam murni, shg dimatamu disitulah kesalahan mereka, ATAU ada hal2 lain dlm Hamas yg kau tidak sukai ? Atau kau menganggap Hamas sebuah organisasi baik ? Apa arti Hamas bagi dirimu ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Yah, dimanapun ada orang baik. Khan Tuhan memang menciptakan orang2 baik.

Saya kenal banyak orang yg mendukung Hamas tapi tidak pernah terlibat dlm serangan teroris, misalnya. Mereka hanya mengikuti Hamas karena cinta Tuhan dan mengira bahwa Hamas mewakili Tuhan. Mereka tidak tahu sama sekali, mereka tidak mengenal Tuhan yg sebenarnya dan mereka tidak pernah mendalami agama Kristen. Tapi Hamas, sbg wakil Islam, ini problema besar.

Problemnya bukan Hamas, bukan orangnya. Akar masalahnya adalah Islam itu sendiri sbg sebuah ide, sebuah ide. Hamas sbg sebuah organisasi, jelas, termasuk kepemimpinannya dan ayah saya, mereka bertanggung jawab atas semua kekerasan yg terjadi oleh organisasi itu. Saya tahu mereka menganggap diri sbg reaksi atas agresi Israel, tetapi tetap saja, mereka bagian darinya dan harus mengambil keputusan dlm operasi2 melawan Israel, termasuk membunuh banyak orang sipil.

JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel tidak bersalah dlm konflik ini ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Okupasi memang buruk. Tapi kami disini berbicara ttg ide. Israel memiliki HAK utk membela diri, tidak ada yg bisa membantah ini. Kadang mereka menggunakan terlalu banyak agresi terhdp penduduk. Kadang banyak penduduk tewas karena tentara2 Israel kurang bertanggung jawab, ttg bgm mereka memperlakukan orang di checkpoint2.

Pesan saya kpd tentara Israel: setidaknya perlakukan orang dgn cara pantas di checkpoint2. Tapi ini bukan masalah antar bangsa, tapi ttg ide2 salah pada kedua pihak dan satu2nya cara utk keluar dari lingkaran setan ini adalah utk mengenal prinsip2 yg dibawa Yesus ke bumi ini :
grace, love, forgiveness. Tanpa ini, mereka tidak akan pernah maju ataupun mematahkan lingkaran tidka berkesudahan ini.

[…]

JONATHAN HUNT: Kau percaya bahwa Israel akan pernah mengadakan perjanjian damai dng Hamas?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Tidak mungkin. Ini spt api co-exist dgn air. Tidak mungkin. Hamas bisa main politik selama 10 thn, 15 thn; tapi tanya saja setiap pemimpin Hamas, ‘Okay, apa yg akan terjadi setelah itu ? Apakah kalian akan co-exist dgn Israel utk selama2nya ?’ Jawabannya sudah pasti TIDAK … KECUALI mereka melakukan sesuatu yg melanggar Quran. Tapi itu sudah ideologi mereka dan mereka tidak akan beranjak darinya. Jadi, tidak mungkin. Ini bukan soal Israel, bukan soal Hamas: ini menyangkut kedua ideologi. Tidak mungkin.

JONATHAN HUNT: Kau tidak takut dibunuh karena mengutarakan hal2
macam ini — yg bahkan akan diridhoi oleh beberapa bagian Quran?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Mereka harus membunuh pemikiran2 saya terlebih dahulu. Tapi pemikiran2 saya sudah beredar luas. Jadi, bgm mereka akan membunuh pemikiran saya ? Bgm mereka akan membunuh pendapat2 yg saya miliki ? … Mereka bisa bunuh tubuh saya, tapi tidak jiwa saya.

JONATHAN HUNT: Kau pernah diancam ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: No, not really. Jujur saja, banyak Muslim dan pemimpin Muslim di AS ini, di masy2 Eropa, mencoba mencari saya. Mereka menelpon keluarga saya, ibu saya utk mengetahui cara menghubungi saya. Mereka mengatakan kpd ibu saya, ‘Kami ingin membantunya.’

JONATHAN HUNT: Mereka percaya kau butuh bantuan ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Yeah, mereka pikir saya dimanipulasi oleh orang2 Kristen. Nah, disinilah mereka salah total. Saya sudah menjadi Kristen utk waktu lama dan tidak seorangpun tahu. Sudah selama beberapa tahun sekarang. Tapi sekarang saya baru mengumumkannya.

Mereka tahu saya berpendidikian dan mendalami Islam & Christianity. Ketika saya mengambil keputusan, ini bukan saya kena jampi2 atau mencoba meyakinkan saya. Ini 100% keputusan saya seorang diri.

JONATHAN HUNT: Apa pesanmu bagi Muslim2 yg mendengarmu saat ini ?

MOSAB HASSAN YOUSEF: Pesan saya adalah, pertama2, bukalah pemikiran kalian. Mereka lahir dari keluarga2 Muslim — inilah bgm mereka masuk Islam … spt juga keluarga2 Kristen maupun Yahudi.

Jadi, saya ingin mereka membuka mata mereka, pemikiran mereka dan membayangkan diri mereka tidak lahir dlm keluarga Muslim. Utk apa Tuhan memberikan mereka otak ? Bukalah hati kalian. Baca Injil. Pelajarilah agamamu, Saya ingin membuka pintu gerbang bagi mereka. Saya ingin mereka bebas. Mereka pasti ingin hidup dgn baik di dunia dgn cara mengikuti Tuhan – dan mereka juga akan menemukan jaminan bagi hidup di akhirat.

=================================================


Wawancara dengan Mosab Hassan Yousef (Son of Hamas)


Anak Pemimpin Hamas

Mosab Hassan Yousef, penulis buku Putera Hamas,Anak sulung dari Pendiri Hamas. Berikut ini adalah transkrip antara MHY pada suatu konferensi pers yang dapat dibaca selengkapnya di http://www.christianpost.com

Mosab Hassan Yousef: Pertama-tama, saya merasa bahagia dan berterimaksih berterima kasih kepada anda semua untuk berada di sini bersama kami hari ini dan atas minat Anda dalam cerita. Seperti yang aku pahami bahwa media ini adalah media Kristen. Benar begitu ? Sekarang aku benar-benar menghargai ketertarikan Anda dalam cerita. Seperti yang Anda lihat hari ini, kita berjuang bersama seluruh dunia.

Dari satu sisi kita punya masalah dengan media sekuler di Amerika Serikat. Kami punya masalah dengan umat Islam. Kami punya masalah dengan beberapa orang Kristen di Timur Tengah. Kami punya masalah dengan Shin Bet itu sendiri. Dan sepertinya kita berada pada perang dengan semua orang. Tak seorang pun meng inginkan kebenaran ini di buka.Dan yang membuat aku shock , tak seorangpun yang ingin aku menceritakan kisahku ini.

Aku mengerti mengapa umat Islam, mengapa Hamas tidak ingin aku bercerita. Tapi aku terkejut mengapa beberapa orang Kristen atau denominasi yang menuduh kita dan media sekuler berusaha untuk mendiskreditkan cerita. Bagi mereka cerita ini sulit dipercaya. Sulit untuk percaya bahwa putra Hamas ( aku) bekerja untuk Israel dan menyelamatkan kehidupan Israel dan Palestina.

Kita tahu rahasianya. Rahasia ini sangat sederhana. Tidaklah sulit bagi kita untuk memahami kasih Allah. Ketika kasih Tuhan kita berada dalam hati manusia, tindakan orang ini sama sekali berbeda. Mereka tidak mau mengakui itu. Jika mereka mengakui bahwa apa yang mengubah hidup saya adalah Yesus Kristus ini akan membuka banyak pertanyaan dan mereka tidak mau pergi ke sana.
Saya kira itu penjelasan mengapa kita mengalami kesulitan untuk membantu orang memahami transformasi yang terjadi dalam hidupku. Jadi saya senang berbicara dengan Anda hari ini. Kami punya kewajiban. Ini bukan sebuah proyek yang kami minta pada Anda agar mempromosikan kisahku . Ini adalah proyek Allah. Ini bukan buku saya tapi cerita-Nya. Jadi tolong bantu, sehingga kami dapat menyebarkannya keseluruh dunia.

Pertanyaan: 
Pertanyaan saya adalah Pemerintahan Bush dan Obama secara konsisten telah menggambarkan Islam sebagai agama damai. Dan mereka telah menegaskan bahwa AS memerangi terorisme dan bukan perang melawan Islam. Pertanyaan saya untuk Anda adalah bagaimana Anda menilai pendekatan ini dan menurut Anda praktis mempunyai implikasi bagi keamanan Amerika?

Yousef: 
Pertama-tama, dengan segala hormat untuk Mr Presiden, ada kesalahpahaman besar. Saya mendorong mereka untuk membaca Quran. Saya mendorong mereka untuk membaca bab 9, ayat 5 dan ayat 29 yang menempatkan hukuman mati setiap orang yang tidak percaya Islam. Ini bukan baru. Ini bukan ide Islam radikal. Ini adalah ideologi Allah Islam sendiri.

Jadi kita tidak bisa mengubah apa yang ada dalam Quran. Tak seorang pun, tidak ada Muslim memiliki kewenangan untuk mengubahnya. Ketika presiden AS datang dan mengatakan bahwa Quran adalah kitab suci dan Islam adalah agama damai, hal ini sama sekali salah. Dan realitas Islam adalah sesuatu yang berbeda. Semua orang hari ini, saya mendorong semua orang untuk membaca Quran. Jika mereka tidak dapat membaca seluruh Al-Quran mereka dapat membaca dua ayat yang mencerminkan kepribadian yang sebenarnya Tuhan Islam. Dan ini membuktikan apa yang saya katakan.
Saya tidak peduli apa kata seluruh dunia tentang Islam, apa yang muslim katakan tentang Islam. Kenyataannya adalah sangat jelas dan sangat sederhana dan siapa pun bisa pergi ke internet hari ini , membaca dan memahami apa yang diajarkan oleh Quran.

Pertanyaan:
Apakah Anda pikir pendekatan ini membuat perbedaan dalam kebijakan kita? Aku berpikir dalam wawancara sebelumnya Anda mengakui bahwa para politisi harus mengatakan hal-hal tertentu untuk mempertahankan hubungan, dalam hal ini dengan negara-negara Timur Tengah. Apakah menurut Anda retorika semacam ini tidak masalah pada akhirnya atau apakah itu mempunyai implikasi keamanan yang sebenarnya?

Yousef: 
Diplomasi … (tak terdengar) adalah apa yang saya lakukan. Aku bekerja untuk pemerintah. Aku bekerja melawan terorisme. Dan aku mengerti bahwa pemerintah sangat terbatas. Presiden AS ketika dia berbicara dia harus menghormati kebijakan luar negeri pemerintahannya. Dia dibatasi oleh konstitusi dan inilah sebabnya apa yang kita lakukan adalah berbeda dengan politik. Kami mencoba untuk mengubah masalah dari akarnya. Apa yang sedang pemerintah lakukan, mereka sedang berhadapan dengan banyak teroris, radikal di sana-sini, tetapi mereka pasti mengabaikan realitas Islam.

Quran meminta untuk membunuh semua orang yang berada di luar tubuh Islam, yang tidak percaya Islam. Hal ini sangat jelas dan memerangi terorisme adalah seperti memerangi hantu. Sepuluh tahun memerangi terorisme. Aku datang dari sana dan kami berjuang seperti melawan hantu karena pada akhir hari motif mereka masih ada. Jika kita tidak melawan motif mereka, jika kita tidak melawan ideologi mereka, jika kita tidak menantang ideologi mereka, pelaku bom bunuh diri, ekstremis akan terus datang. Cara terbaik untuk menghentikan mereka adalah untuk melawan ideologi mereka. Dan ini bukan tugas mungkin bagi pemerintah. Kami meminta pemerintah untuk memberi kami ruang untuk bekerja. Dan jika mereka tidak mau pergi melalui perang ini saya pikir ini adalah kewajiban setiap orang bebas dalam perang ini. Bukan hanya Kristen, tetapi setiap orang bebas.Kita perlu untuk mendidik masyarakat tentang realitas Islam, logika Islam. Saya yakin setiap orang bebas di dunia ini akan melawan ideologi Islam.

Pertanyaan:
Pertanyaan saya adalah bahwa Anda menyatakan bahwa salah satu masalah di Timur Tengah adalah Tuhan di dalam Quran, dan Muslim adalah korban dari tuhan mereka sendiri. Namun di sini di Amerika Serikat ada sebuah pengajaran yang telah menjadi sangat populer yang mengatakan bahwa umat Islam, Kristen dan Yahudi semua menyembah Tuhan yang sama. Jadi adalah dewa Quran sama dengan dewa Alkitab? Bagaimana mereka berbeda?

Yousef: 
Ya, ini adalah pertanyaan yang bagus. Masalah yang dihadapi umat Islam, dan ketika saya mengatakan mereka adalah korban bahwa mereka melihat Allah sebagai Allah Yang Mahakuasa . Allah dalam bahasa Arab adalah penerjemahan untuk kata tuhan , tuhan Mahakuasa. Jadi untuk mereka Allah dari Quran berarti Tuhan Mahakuasa.
Tetapi jika kita mempelajari kepribadian tuhan Islam, dan kita terapkan dewa Islam tsb ke kepribadian seseorang, kita akan menemukan dia adalah tuhan yang membenci, yang menyiksa, yang meminta para pengikutnya untuk membunuh orang-orang yang tidak percaya dan mengikuti Islam . Dan jika kita mengenali Tuhannya orang kristen, Anda akan menemukan Tuhan yang disalibkan di kayu salib. Sementara ia sedang sekarat ia sedang berdoa dan memaafkan para penganiaya. Jadi terdapat dua perbedaan yang sangat besar. Kita tidak bisa membandingkan Alkitab dewa dewa Islam.

Pertanyaan: Orang-orang selama berabad-abad telah bergumul dengan pertanyaan dengan bagaimana bisa ada kedamaian dan kasih Tuhan jika ada begitu banyak kejahatan di dunia. Dengan pengalaman Anda tinggal di tengah-tengah kekerasan kejam hari demi hari, bagaimana kau bisa melihat Allah yang penuh kasih?

Pertanyaan:
Bagaimana Anda memberikan hidup Anda kepada Kristus? Apakah Anda hanya berlutut atau apakah ia berdoa dengan Anda atau gimana sih?

Yousef:
Tidak, ia mengundang saya untuk belajar Alkitab dan saya mempelajari Alkitab. Saya butuh waktu enam tahun untuk belajar agama Kristen dan studi Islam dan bahkan seluruh studi agama-agama lain. Jadi keseluruhan proses yang sehingga aku benar-benar mantap memerlukan waktu hampir enam tahun sebelum aku dibaptis. Bahkan orang tersebut hanyalah sorang turis jadi dia tinggal hanya untuk beberapa hari. Aku bertemu dengannya dua kali saja. Aku tidak tahu di mana dia. Saya tidak berhubungan dengan dia. Tapi aku selalu berdoa baginya sepanjang waktu. Mungkin dia bukan seorang Kristen hari ini, saya berharap ia dapat menjaga iman.

Pertanyaan:
Pertanyaan lain. Setiap kali aku pergi ke Timur Tengah saya kagum begitu banyak tayangan tv satelit di mana-mana. Apa peranan televisi Arab Kristen di Timur Tengah dan apa dampak nya bagi anda ?

Yousef:
Pas banget. Ini adalah pertanyaan yang bagus. Ini semua tentang TV Al Hayat . Dalam bahasa Arab berarti tv kehidupan. Ide bagus ini berasal dari seorang yang memiliki latar belakang seorang muslim dan memulai misi nya 25 tahun yang lalu mula-mula ia ditolak oleh orang Kristen karena ide ini tujuannya hanya mengungkapkan Islam kepada umat Islam saja. Misalnya untuk menunjukkan kehidupan Islam, menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam Quran, menantang iman mereka sambil member mereka Injil.Jadi ia ditolak oleh orang Kristen karena mereka takut pada konfrontasi . Mereka mengatakan ini sangat sulit, ini bukan bagaimana kita melakukan sesuatu. Kita harus melakukan pesan cinta bukan melalui menantang dan mendapat kesulitan atau masalah dengan umat Islam. Tapi dia tidak mendengarkan mereka dan dia melakukan apa yang dia pikir benar. Jadi mula – mula hanya jutaan umat Islam namun saat ini Al Hayat stasiun adalah salah satu TV satelit yang paling popular yang menyebabkan jutaan umat Islam untuk datang kepada Yesus Kristus. Apalagi bahasa pengantar adalah dalam bahasa Arab dan saat ini semua orang percaya apa yang dia lakukan. Tapi 25 tahun yang lalu tidak ada yang percaya padanya dan mereka bahkan mengusir dia dari gereja-gereja di Eropa ketika ia berusaha meyakinkan mereka tentang ide. Dan hingga kini ia masih setia kepada Tuhan dan aku kasih tahu ya ribuan Muslim dari Mesir secara sukarela datang murtad lho setiap bulan.
Kita tidak memiliki cukup orang untuk membuat orang-orang dibaptis di Timur Tengah sebenarnya. Dan satelit, teknologi, internet. Salah satu situs web departemen, saya tidak bisa menyebutkan namanya, tapi salah satu situs pelayanan-Nya telah 27 juta mulai disadarkan dan kemudian belajar tentang agama dari satu sisi dan belajar tentang Injil dari sisi lain. Kami memiliki jutaan orang yang datang kepada Kristus. Kita bahkan tidak harus ada secara fisik. Ada banyak cara untuk menyebarkan Injil kepada Muslim di jauh lebih efektif.

Pertanyaan: 
Salah satu pertanyaan terakhir saudara. Mengapa satelit tv begitu populer di Timur Tengah? Apakah karena ada sensor terhadap hal yang menarik bagi mereaka seperti tv lokal? Apa alasan popularitasnya?

Yousef:
Ya ini adalah sesuatu yang mungkin terdengar sangat lucu, tapi kita bicara tentang infrastruktur. Kabel tv Anda membutuhkan banyak infrastruktur dan kita berbicara tentang sebagian besar negara-negara Muslim bahkan tidak punya infrastruktur untuk air limbah atau bahkan air minum. Dalam rangka untuk memiliki infrastruktur untuk tv kabel ini adalah banyak pekerjaan, banyak anggaran dan orang-orang pada akhir bulan bahkan tidak mampu membayar tagihan tv. Jadi mereka membeli satelit ini atau tanyangan ini dan itu adalah suatu trik bagaimana mereka bias berkomunikasi dengan seluruh dunia tanpa diwajibkan membayar secara bulanan. Kami mengambil keuntungan dan begitu juga orang-orang di Al Hayat, yang saya sebutkan di akhir buku saya, lakukan saja gratis untuk orang-orang.

Pertanyaan: 
Salah satu pertanyaan yang terakhir. Sorry ya aku nanya terus . Jika umat Islam sedang mendengarkan siaran ini sekarang, apa yang ingin Anda katakan kepada mereka saat ini? Apa yang akan anda sampaikan kepada seorang Muslim?

Yousef: 
Saya pesan kepada mereka pertama-tama adalah bahwa saya mencintai mereka semua. Cinta dan kasihku sangat tulus untuk mereka. Ini yang saya ingin mereka mengerti. Saya di sini bukan untuk memerangi umat Islam. Saya melawan Allah mereka . Saya percaya bahwa musuh terbesar yang dihadapi umat Islam adalah tuhan mereka dan nabi mereka. Muhammad 1.400 tahun yang lalu berbohong. Dan ia membungkus kebohongannya dengan bungkus-bungkus kebohongan, kebenaran dan amal karya dan hal-hal yang baik. Jadi dia membuat kebohongan yang sempurna. Saya percaya Islam adalah kebohongan terbesar dalam sejarah, dalam sejarah manusia. Ini sangat aku yakini dengan pasti .Dan Muslim adalah korban kebohongan ini. Ini adalah waktunya bagi mereka untuk bangun dari kebohongan ini,kita harus memiliki keberanian untuk berani menghadapi itu, untuk memahami kenyataan bahwa kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa ini tidak lebih dari kebohongan. Bukan tentang ke Kristen atau sumber lainnya, mengenai apa yang dalam Quran. Quran itu sendiri sebenarnya bertentangan. Quran memiliki banyak kesalahan. Quran memiliki banyak hal yang bodoh , katanya tuhan mahakuasa tapi kok tidak dapat berkata dalam bukunya. Jadi kita dapat membuktikan kepada mereka bahwa ini bukan agama dari Tuhan dan Muhammad adalah nabi palsu. Dia berbohong. Saya tahu ini sangat menyinggung perasaan tapi harus ada yang mengatakan kebenaran dan memberi tahu mereka ini dengan banyak cinta karena aku percaya dan aku tinggal di masyarakat dan saya tahu masalah mereka. Dan setiap kali saya mencoba untuk menemukan apa yang merupakan akar masalah, pasti penyebabnya adalah Tuhan Islam.
Dan aku ingin mereka mempertanyakan situasi mereka, problem mereka dan apa yang mereka akan mengetahui adalah hasil yang sama. Tetapi mereka harus memiliki keberanian untuk menghadapi konsekuensi. Masalahnya bukanlah untuk meyakinkan mereka bahwa Muhammad adalah pembohong. Masalah yang mereka hadapi adalah bahwa mereka tidak memiliki keberanian untuk menghadapi konsekuensi jika mereka mengakui bahwa mereka harus berurusan dengan hasil penemuan mereka.

Pertanyaan: Saya ingin bertanya, saya yakin Anda telah memiliki banyak orang yang menawarkan pekerjaan atau saran mengenai bagaimana Anda membangun masa depan Anda. Aku hanya ingin bertanya apa yang Anda lihat untuk masa depan Anda. Apa yang Anda lihat sebagai panggilan Anda dalam kehidupan sekarang?

Yousef:
Pertama-tama, itu bukan masalah pekerjaan. Aku kembali untuk suatu pekerjaan yang sangat penting yang pernah mereka tawarkan di masa lalu. Apa yang saya katakan sekarang merupakan tugas. Ini lebih dari pada pekerjaan.yang mengakibatkan hidupku selalu dalam bahaya. Saya akan menulis, seperti yang Anda lihat, bahasa Inggris saya tidak banyak membantu, tapi bersyukurlah aku punya bahasa Arab yang sangat kuat sehingga saya dapat berkomunikasi dengan banyak orang.. Aku akan terus menulis. Aku akan terus menyapa mereka, mendidik mereka tentang Islam dan mendidik mereka pada kasih Kristus pada waktu yang sama. Menunjukkan mereka kasih Kristus.Aku tahu bahwa ini adalah waktu yang sangat sulit. Aku kelihatan seperti seorang pejuang. Aku berada di suatu posisi, bagaikan dalam perang dalam perang sekarang dan aku rasa ini sekarang bukan waktu yang tepat bagi saya untuk menunjukkan kepada mereka betapa aku mencintai mereka, dimana hal ini sering membuatku frustrasi. Jadi saya akan terus bekerja dengan banyak orang ,ini adalah masalah tugas dan saya memutuskan untuk melakukan tugas ini tidak peduli berapapun biayanya. Tidak masalah jika saya berada di kantor atau pinggir-pinggir jalan seperti gelandangan. Aku akan tetap melakukan yang terbaik untuk menyampaikan pesanku ini.

Pertanyaan: 
Dengan ancaman yang membahayakan hidup anda dapatkah Anda menjalani kehidupan yang agak normal seperti mereka? Dan selama ini seberapa bahayakah
ancaman itu terhadap anda

Yousef:
Anda tahu ada ancaman. Dan hidupku berada dalam bahaya sejak hari pertama aku memulai. Dan apa yang saya katakan sebagai orang percaya dalam Kristus adalah saya percaya pada janji-Nya dan bahwa ia sedang mempersiapkan bagi saya sesuatu yang jauh lebih baik daripada kehidupan ini.Jika darah atau hidup saya akan menjadi taruhannya aku tidak peduli . Walaupun saya tidak ingin mati, tetapi mungkin ini adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan. Aku tidak ingin terlihat seperti orang yang ingin mati dengan ini. Tapi maksudku aku tidak akan bersembunyi. Aku akan tetap melakukan apa yang harus saya lakukan, apa yang benar yang harus dilakukan dan jika hasilnya akan dibunuh untuk mendapatkan masalah ini, sebab datangnya mati akan datang bias terjadi kapan saja. Apakah itu ditembak atau dengan kematian yang wajar. Dan kami tidak akan hidup selamanya. Jadi kita melakukan apa yang baik demi kemanusiaanYang terbaik adalah jika kita berdiri teguh terhadap prinsip-prinsip kita, karena keyakinan kita, kita mengatakan kebenaran, dan ini bukan saatnya untuk menyerah. Sekali lagi tidak akan bersembunyi. Aku akan terus berbicara dengan mereka bahkan menit terakhir. Seseorang menodongkan senjata kepada saya mencoba membunuh saya, saya akan bercerita tentang Yesus Kristus dan tentang kebenaran.

Pertanyaan: 
Apa yang diperlukan untuk membawa perdamaian antara Israel dan bangsa Palestina?

Yousef: 
Kami menjawab pertanyaan ini sebelumnya, jadi saya bisa mengatakan beberapa kata. Setidaknya aku inginkan dari mereka untuk mengadopsi prinsip pengampunan, prinsip cinta tanpa syarat. Saya tidak mengatakan bahwa bangsa Palestina mencintai Palestina sedangkan bangsa Yahudi mencintai bangsa yahudi saja. Tidak cinta tanpa syarat kepada musuh-musuh kita. Dengan cara ini, jika kita mau belajar kita punya cukup kekuatan untuk mengasihi musuh-musuh kita untuk mengampuni mereka SEbenarnya perdamaian yang terdapat di Timur Tengah adalah palsu. Mereka mungkin mendirikan sebuah negara Palestina dan semua orang akan berpikir bahwa akan ada perdamaian tetap perdamaian yang akan terwujud terwujud di Timur Tengah sebenarnya adalah damai dan kasih Yesus Kristus. Jika mereka tidak mau menerima dia sebagai Tuhan, setidaknya kita masih memberi mereka karunia cinta tanpa syarat dan pengampunan.

Pertanyaan: 
Hidup Anda penuh dengan kisah yang luar biasa dan berisi tentang pengampunan. Apakah dalam memaafkan Israel karena telah membunuh orang Palestina ini terjadi dengan tiba-tiba atakah melewati proses pergumulan yang panjang?

Yousef: 
Ya. Pertama-tama saya tidak pernah memiliki masalah dengan saudara-saudara saya di gereja dan aku telah mengalami masa yang sulit untuk mengampuni mereka. Jadi tolong jangan berpikir bahwa saya orang paling pemaaf di dunia.Ini semua terjadi melalui banyak pengalaman dan oleh waktu aku bisa memaafkan karena hal utama yang aku mengerti adalah musuh saya bukan manusia. Masalah saya pernah adalah bukan dengan orang tersebut tetapi Roh kejahatan yang ada di dalam orang ini. Itu sebabnya hari ini saya kelihatan sangat kasar, sangat agresif terhadap tuhan Islam ,karena Islam adalah sebuah ideologi. Tuhan islam telah merasuk ke dalam pikiran seseorang dan menyebabkan orang tersebut berubah jadi jahat. Dan ini adalah fokus saya.
Sekarang tentang hal-hal lain. Terus terang sulit. Saya hanya seorang manusia. Aku bukan Yesus Kristus sendiri. Aku mengikuti langkahnya. Aku akan selalu meneladani Nya . Aku belajar dari kesabaran, dari pengampunan-Nya, dari toleransi-Nya dan saya mencoba untuk menerapkan ini dalam hidupku sebanyak mungkin. Dan jika saya gagal, setiap manusia akan gagal tetapi kita Tuhan tidak pernah gagal dan dia tidak akan pernah gagal.

VIDEONYA LIHAT DISINI:




https://www.youtube.com/watch?v=gij71sMiYn0







Sebuah video yang telah di subtitle ke Bahasa Indonesia, mengenai kesaksian anak pemimpin Hamas.





untuk lebih lengkapnya di dalam bahasa Inggris dapat di lihat di dalam link dibawah ini



Modern Day Saul? (Hamas Conversion) 


Last night I watched a Fox News Special Report on Mosab Hassan Yousef, the son of Hamas founder Sheikh Hassan Yousef (Left), and his decision to abandon the Muslim faith, denounce his father’s organization, move to America and become a Christian. Click here for a previous post on this young man.

You can watch the report (Without commercials) below. It is well worth the time to hear a young man talk about Hamas… Islam… and how he believes God will use him… even if he has to give his life because of his conversion to Christianity. Quote, “They can kill me… but they can’t kill my ideas.” Wow!

The fourth and fifth one talk about his conversion…



========================================================================


BBC : Mus’ab Hassan Yousuf, Son of Hamas Leader in the West Bank: The God of Islam Suffers from Split Personality; Muhammad – a False Prophet



Putra Pemimpin Hamas


The following are excerpts from an interview with Mus’ab Hassan Yousuf, the son of Sheik Hassan Yousuf, Hamas leader in the West Bank. Yousuf Jr. converted to Christianity, and recently revealed that he had collaborated with Israel. The interview aired on BBC Arabic on March 12, 2010.


Mus’ab Hassan Yousuf: I have said, and I continue to say, that my problem is not with Hamas or with the Muslims. My problem is with the God of Islam and with the Prophet of Islam. With regard to… There were continuous conflicts, which drove me to think about which direction I would like my life to go. Of course, the torture carried out by Hamas on its people in prison, their stupidity, and their political inadequacy drove me to speak out.

Interviewer: Are you saying that your views on what you call “the Islam of Hamas” are what led you to collaborate with the Israelis?

Mus’ab Hassan Yousuf: Who said there is the Islam of Hamas and the Islam of Al-Qaeda?

Interviewer: That’s what you are saying, more or less.

Mus’ab Hassan Yousuf: No, I am not saying that. What I am saying is that Islam is Islam, and the Koran is the Koran. The Koran suffers from a split personality, and the God of Islam suffers from a split personality. All the Muslims who follow the God of Islam interpret Islam as they like, but this does not negate the terroristic and murderous character of Islam, which incites people, through the Koran, to kill people and blow themselves up.

Interviewer: Where does the Koran call for terrorism?

Mus’ab Hassan Yousuf: Go to Surat Al-Tawba, verses 5 and 29. The problem is that Muslims do not understand their own religion. I call upon the Muslims to read their Koran and understand it, before they say that Islam is a religion of peace and compassion.

Interviewer: I asked you…

Mus’ab Hassan Yousuf: The God of Islam calls to kill any non-Muslim. The God of Islam calls to kill me today.

Interviewer: But don’t you agree that Islam recognizes other religions, exalts Jesus, recognizes Judaism, and so on? Do you or do you not accept this?

Mus’ab Hassan Yousuf: There are several unreliable views of several Islamic thinkers, but their authority does not supersede that of the God of Islam, who said: “Slay the People of the Book wherever you find them.”

Interviewer: How can you say that? Did the Koran call to slay the People of the Book?

Mus’ab Hassan Yousuf: He said: “Slay the polytheists wherever you find them.” Read the surah.

Interviewer: But the People of the Book are not polytheists, are they?

Mus’ab Hassan Yousuf: If you want to argue with me – let’s argue. Is Muhammad, the prophet of Islam, the supreme role model for the Muslims?

Interviewer: What do you think?

Mus’ab Hassan Yousuf: Did Muhammad kill the Jews of Khaybar, or didn’t he? You tell me. Why distort the facts? The Muslims must be honest with themselves and with the rest of the world. Muhammad – the supreme role model for the Muslims – killed the Jews of Khaybar, of Qureiza, and of Nadhir. He killed their children and captured their women. This is the supreme role model for the Muslims.

Interviewer: So your problem is with history, not with the present.

Mus’ab Hassan Yousuf: My problem is with that false prophet, Muhammad, and with the God of Islam.

The Muslims are not terrorists by nature. They are among the best nations, in my opinion. However, if the Muslims continue to cover for the terrorists, and to glorify and honor terrorists who blow themselves up, killing children, they will continue to be accomplices. My father is an accomplice.

Israel has been acting with violence, and killed innocent people. It killed people with or without a reason, but mistakes may happen. Every country on the face of the earth makes mistakes, not only Israel. The difference between Israel and Hamas…

Interviewer: When Israel kills innocent people, this is a “mistake,” but when others kill innocent people, it is not?

Mus’ab Hassan Yousuf: Killing is a mistake – regardless of who the killer is – but Hamas has no principles, no laws, and no limits, whereas Israel is bound by law and constitution. If there is a racist Israeli, he will stand trial. Give me one example of a Hamas official who stood trial.

In my view, if Islam were implemented properly, this would spell the destruction of the Arab and Muslim world – the whole world, in fact – because every Muslim would become a Bin Laden.

The Christians have been persecuted for the past 14 centuries – not by the Muslims, but by the God of Islam. The persecution begins in the Koran and in the behavior of the Prophet of Islam.





https://www.youtube.com/watch?v=cHq25tnZoFs


=================================================




“Son of Hamas” speaks out against the radical Islamic terror group of which he was once a top operative. Calls Hamas a “cancer” that “worships death.” Videos of Fox & CNN interviews. Audio of radio interview.







Mosab Hassan Yousef, interviewed on July 24th on CNN.

UPDATED:


Mosab Hassan Yousef is the eldest son of one of the founders of Hamas, Sheik Hassan Yousef, the spiritual leader of the organization on the West Bank.

As a youth, Mosab was arrested by the Israelis for involvement in terrorism.

In prison, he came to realize the true evil of Hamas.

In time, he renounced Islam, chose to become a follower of Jesus, and became a double agent for the Israeli secret services (Shin Bet) working to thwart Hamas terror attacks.

Later, he emigrated to the United States where he wrote a best-selling book, “Son of Hamas,” warning about the dangerous of Hamas and telling his own journey out of Radical Islam.

Now, with Hamas engaged in a brutal, deadly war with Israel, Mosab — a remarkably courageous young man — is again speaking out against the radical Islamic terror group of which he used to be a key operative and rising future leader.

Hamas is a “cancer” in the Middle East,” Mosab told radio host Mark Levin this week. The terror group does not represent the Palestinian people. “All they care about is conquest….They believe everyone is unclean and they are clean…..They are a radical force that are sending Palestinians to death on a daily basis.”

“Hamas does not care about the lives of the Palestinians, does not care about the lives of Israelis, or Americans,” Mosab told CNN this past week. “They don’t care about their own lives. They consider dying for the sake of their ideology a way of worship.”

“Hamas is not seeking coexistence [with Israel],” he noted. “Hamas is seeking conquest and taking over.”

He said the goal of Hamas isn’t not simply to destroy Israel but to build an Islamic caliphate on the rubble of every country in the region.

His book was turned into a documentary film, “The Green Prince,” that recently won an award at the Sundance Film Festival.

It is also being turned into a feature film.

VIDEO: I would highly encourage you to watch the full interview and share it with others. You can watch it by clicking here.

PERSONAL NOTE:


Please pray for Mosab — for his physical protection, for his spiritual life and growth, for the salvation of his father and his entire family, and for God to show him much grace and mercy. I’ve known him for several years, have been honored to spend time with him on several occasions and even have him to my home for dinner with my family, and have interacted with him on the phone and via email over the years. I have a great love and respect for him and believe he is a remarkably brave man. I pray for him because I know he is also under enormous pressure from all sides. His father has disowned him. Hamas wants to kill him. He is reviled by the Radical Islamic world. And he is still a young man trying to find his way, far from the world he grew up in, cut off from most of the people he knew and loved growing up. So I pray that as he grows and matures that he will become rooted and deeply grounded in the Scriptures, a devout and faithful follower of Christ, and a man with a cadre of strong, solid believers around him who love him and care for him and can advise and protect him from attacks of all kinds, political, physical and spiritual. I also pray the Lord will raise him up to be a great leader among the Palestinian people, speaking the truth in love and being a light to Israelis and all those in the Middle East, as well. I hope you’ll join me in these prayers. Thanks so much.

=================================================

Hamas defector slams ‘death worship’
‘Green Prince’ Mosab Hassan Yousef says terror organization’s goal is an Islamic state built on the rubble of other civilizations
Mosab Hassan Yousef during an interview with CNN, July 2014. (screen capture: YouTube/Yaron Haklai)

A High-profile Hamas critic, and son of one the group’s leaders, struck out at the terrorist group for its “worship of death” and its plans to establish a global caliphate, in a recent interview.

Mosab Hassan Yousef, a Hamas defector who worked for 10 years as an informer for the Shin Bet, explained to CNN last week that, for Gaza’s rulers, human life is of no consequence.

“Hamas does not care about the lives of Palestinians, or the lives of Israelis, or Americans; they don’t care about their own lives,” Yousef said. “They consider dying for their ideology a way of worship.

“Hamas is not seeking coexistence and compromise; Hamas is seeking conquest,” he added. “The destruction of the state of Israel is not the Hamas final destination.”

Hamas, Yousef asserted, wants to build an Islamic state “on the rubble of every other civilization.”



Yousef, who converted to Christianity and was disowned by his father, West Bank Hamas leader Hassan Yousef, recalled that the extreme indoctrination is preached in mosques at young children.

“In the mosques, Hamas told us that without shedding innocent blood for the sake of the ideology we will not be able to build an Islamic state,” he said. “At five-years-old, that is what they were feeding us.”

Yousef gained fame by going public about his experiences in a book, and more recently a film, “The Green Prince.”

Israel has claimed that Hamas is using Gaza civilians as human shields to protect its military infrastructure during the ongoing Operation Protective Edge aimed at stemming rocket fire from Gaza at Israeli cities and destroying cross-border tunnels used to launch terror attacks.

Yosef’s father Hassan was arrested last month as part of the massive search to find three Israeli teenagers — Eyal Yifrach, 19; Gil-ad Shaar, 16; and Naftali Frenkel, 19 — who were abducted in June as they hitchhiked near Hebron. The teens’ bodies were later found in a field near the city.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?