animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Senin, 02 Mei 2016

MISIONARIS ADONIRAM JUDSON DAN ANN JUDSON


Adoniram Judson 1846.jpg
ADONIRAM JUDSON DAN PENGINJILAN DI BIRMA
Adoniram Judson adalah seorang Misionaris Amerika Serikat pertama yang melayani ke luar negeri. Sejak usia 3 tahun, Adoniram telah memperlihatkan bakat dan potensi luar biasa, ia sudah bisa membaca tulisan. Adoniram mengungguli anak-anak sebayanya, ia selalu menjadi juara di kelasnya. 

Ayah Adoniram menginginkan anaknya menjadi seorang hamba Tuhan. Ya, anak-anak terbaik, putera dan puteri terbaik lah yang dipilih untuk menjadi hamba Tuhan. Ini mungkin berbeda dengan apa yang kita temukan di lapangan. Beberapa kali saya bertemu dengan pendeta, berbincang-bincang tentang latar belakangnya “kenapa dia memilih menjadi hamba Tuhan?”. Pendeta itu berkata, sebenarnya orang tua ingin menyekolahkannya di Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran atau Fakultas Ekonomi, tetapi sayang tidak lolos tes. Akhirnya ada oom yang mengusulkan agar ia masuk “sekolah pendeta”. Rupanya, persyaratan masuk Sekolah Tinggi Teologia (STT) lebih mudah. Pada kesempatan lain, ada lagi seorang pendeta yang dimasukkan orang tuanya ke STT karena ia adalah anak nakal dan bandel suka ngerecokin di rumah. Karena nakal, masuk sekolah pendeta. Ini tentu saja salah kaprah, yang terbaik lah yang dipersembahkan kepada Tuhan, seperti yang diinginkan ayahanda Adoniram. 

Tetapi, ketika Adoiram Judson masuk perguruan tinggi, sikapnya berubah total. Ia tertarik dengan kegiatan politik, gerakan perjuangan pemuda, dan berteman karib dengan seorang aktifis yang dikaguminya, bernama Ernest. Ernest seorang ateis, jago pidato yang mampu membakar semangat. Adoniram banyak dipengaruhi oleh Ernest. Adoniram pun menjadi seorang Atheis, tidak percaya Tuhan. 


Ketika ayahnya mencoba menariknya kembali ke jalan yang benar, Adoniram dengan gampang mematahkan argumentasi yang disampaikan oleh ayahnya. Memang ia seorang jago debat, ia bisa mendebat ayahnya. Tetapi syukurlah ia tidak bisa mendebat ibunya karena ibunya berbicara dengan air mata dan berkata “Adoniram dengarkanlah ayahmu”. 

Pada suatu hari ia melakukan perjalanan ke kota lain dengan naik kuda. Karena hari sudah malam ia berhenti disebuah penginapan. Pemilik penginapan minta maaf karena semua kamar penuh terisi, hanya ada satu kamar kosong, tetapi disebelahnya ada seorang yang sedang sakit keras, suka mengerang dan barangkali mengganggu. 


Hasil gambar untuk adoniram judson
Adoniram mengatakan: “Tidak masalah dengan orang sakit disebelah saya, saya seorang ateis, saya tidak takut melihat orang mati”. Ia mengambil kamar itu dan beristirahat. Disebelahnya terdengar erangan-erangan kesakitan. Menjelang pagi erangan itu semakin lemah dan semakin lemah, akhirnya hilang sama sekali. 

Ketika bangun, ia penasaran ingin tahu apa yang terjadi dengan orang sakit di kamar sebelah. Pengurus penginapan berkata: “Orang itu sudah meninggal”. Adoniram bertanya: “Siapakah orang yang meninggal itu?”. Pengurus penginapan itu berkata, namanya Ernest, dari perguruan tinggi dimana Adoniram kuliah. Ernest terperanjat! Ia tidak menduga, orang yang dikaguminya selama ini, mati dengan cara seperti itu, kesakitan dan mengerang. Kejadian ini lah yang dipakai Tuhan untuk memutar balik kembali sikap Adoniram. 

Ia kemudian mengikuti kuliah di sebuah STT dan menyelesaikannya dengan baik. Sebuah kerja pelayanan di Gereja Boston telah menantinya. Ibu dan saudara Adoniram senang, sekarang mereka dapat melayani Tuhan bersama-sama. Tentu saja mereka terkejut, ketika Adoniram mengatakan: “Tempat ku bukan disini, panggilanku adalah memberitakan Injil di negeri-negeri yang masih dalam kegelapan”. 

Adoniram menikah dengan seorang gadis cantik bernama Anna, putri dari seorang diaken. 13 hari sesudah pernikahannya dalam tahun 1812, Adoniram masih berusia 25 tahun, berangkat berlayar selama 4 bulan ke India bersama isterinya. Ternyata pelayanan di India tertutup bagi mereka, Tuhan mengarahkan-Nya untuk berangkat berlayar ke Birma. Di negeri ini, mulai lah perjalanan panjang pelayanan penginjilan Adoniram beserta dengan Isterinya. 

Sebagai seorang asing mereka tidak mengerti bahasa Birma, mereka belajar dari nol. Kecerdasan Adoniram dan isterinya membuat mereka bisa mempelajari bahasa asing yang sulit itu dan mulai menejemahkan Alkitab ke dalam bahasa Birma sedikit demi sedikit. 

Kehidupan di Birma, daerah tropis, sangatlah berbeda dengan kehidupan 4 musim di Amerika Serikat. Budaya sangat berbeda, jauh pula dari sanak keluarga. 

Ketika mulai bisa berbahasa Birma, mereka mengabarkan Injil di kota Rangoon, sekarang namanya Yangon. Setahun, dua tahun, tiga tahun belum ada satu jiwa pun yang berhasil dimenangkan. Organisasi pengutus di Amerika Serikat mulai bertanya: “Bagaimana prospek memenangkan jiwa di Birma?”. Adoniram menjawab: “Prospeknya cerah seperti dinyatakan oleh firman Tuhan”. 

Orang Birma pertama yang dimenangkan, yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat-nya terjadi dalam tahun 1819, enam tahun sesudah Adoniram dan isterinya menginjakkan kaki di Birma. Kalau seandainya organisasi penginjilan yang mengutus hanya bekerja atas dasar target, kalau tidak ada hasil dalam dua tahun penginjilan diberhentikan, maka mungkin tidak ada jiwa yang dimenangkan di Birma dan mungkin tidak ada pula jiwa yang dimenangkan di India, karena William Carrie melayani selama tujuh tahun baru ada seorang India yang bertobat. 

Tahun 1824 pecah perang antara Birma dengan Inggris, akibatnya orang-orang kulit putih ditangkap, mereka ditempatkan dalam satu ruangan yang dihuni oleh puluhan orang. Keadaan penjara sungguh tidak manusiawi dan penyiksaan-penyiksaan terjadi. Ketika Adoniram dipenjara, isterinya berusaha mengunjunginya dari waktu ke waktu membawa makanan dengan cara memberi hadiah-hadiah bagi para penjaga. Pada suatu waktu, isterinya tidak mengunjungi Adoniram selama tiga minggu, ia tidak tahu apa yang terjadi. Tiga minggu kemudian isterinya muncul kembali, sekali ini membawa bayi dipangkuannya. Kelahiran bayi menjelaskan kenapa ia tidak datang selama tiga minggu. 

Peperangan antara Birma dan Inggris berlangsung terus dan akhirnya kedua pihak setuju untuk mengadakan perundingan. Pihak Birma memerlukan tenaga-tenaga penerjemah. Adoniram adalah salah seorang yang dipilih oleh pemerintah Birma. Sekitar 21 bulan lamanya ia berada di penjara. Agak lama sebelum pembebasannya, isterinya Anna tidak datang menjenguk. Ketika ia tiba dirumah, didapatinya isterinya dan anaknya dalam keadaan terbaring sakit. Tahun 1826 Anna meninggal. Kehilangan ini tampaknya melebihi kemampuan Adoniram untuk menanggungnya. Anna adalah pasangan hidupnya, penopang dalam pekerjaannya, teman dalam suka dan duka. 

Kehilangan ini membuat Adoniram jatuh dalam kesedihan sangat mendalam. Ia mengasingkan diri ke tengah hutan yang didiami oleh harimau-harimau, diam dalam sebuah pondok. Sekitar 40 hari lamanya ia diam di pondok itu, merenungkan kehidupannya. Sama seperti Nabi Elia, dalam Perjanjian Lama, ketika merasa tertekan ia melarikan diri keatas Gunung, Tuhan memelihara Elia dalam perjalanannya itu, Tuhan juga memelihara Adoniram ditengah hutan lebat yang berbahaya itu. 



Delapan tahun sesudah kematian Anna, Adoniram dipertemukan oleh Tuhan dengan seorang janda seorang penginjil, namanya Sarah, dan mereka menikah dan punya 6 orang anak. Hampir 8 tahun Adoniram dan Sarah meneruskan pelayanan penginjilan bersama-sama. Tetapi, ketika mereka pulang ke Amerika, perjalanan panjang itu rupanya sangat meletihkan Sarah. Sarah meninggal di Amerika Serikat. 

Tahun 1850 Adoniram pulang kerumah Bapa di Sorga, meninggalkan sekitar 7000 orang Birma yang sudah percaya, 63 Gereja, 123 penginjil dan pendeta. 

Hasil gambar untuk adoniram judsonKehadiran Adoniram menjadi berkat bagi bangsa Birma. Berkat keselamatan adalah yang terutama, disamping itu, ia adalah orang pertama yang menerbitkan kamus bahasa Birma dan bahasa Inggris. 

Adoniram melayani dan menginjili tanpa pernah mengharapkan menerima hadiah dari orang-orang lain, tetapi sesudah ia meninggal namanya di hormati di berbagai tempat. Setiap bulan Juli gereja-gereja baptis di Birma merayakan Judson Day, memperingati bulan kedatangan Adoniram Judson di Birma. Di dalam kampus Universitas Yangon ada rumah ibadah yang diberi nama Gereja Judson. Ditempat almamaternya di Amerika Serikat, ada sebuah gedung yang diberi nama gedung Judson.


=================================================

Ann Judson dan Adoniram Judson 


Adoniram Judson

dilahirkan pada tanggal 9 Agustus 1788 di Bradford, Massachusetts. Dia adalah putra seorang pendeta Kongregasional. Pada usia enam belas tahun, dia memasuki Universitas Brown dan lulus setelah menjalani masa kuliah selama tiga tahun saja. Sambil mempertanyakan imannya, anak muda itu mulai memutuskan untuk "melihat dunia". Tetapi setelah kematian tiba-tiba salah seorang temannya, dia kembali pulang dan masuk ke Sekolah Seminari Andover pada usia dua puluh tabun. Di sekolah ini, dia membuat sebuah janji pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan.
Judson muda memutuskan untuk menjadi seorang misionaris asing Amerika pertama, suatu panggilan ilahi yang ditanggung bersama dengan kekasih hatinya, Ann Hasseltine. Ann hanya berusia setahun lebih muda dari Adoniram. Pada bulan Februari 1812, Ann dan Adoniram menikah. Dua minggu kemudian, pasangan yang baru menikah ini berlayar menuju India, ditemani oleh beberapa pasangan muda lainnya.

Tetapi British East India Company bersikap kejam kepada para misionaris muda dengan memberi ancaman pemulangan ke negara masing-masing. Di tengah kebingungan akibat tidak dapat menentukan tempat pekerjaan misi dimulai, pasangan Judson akhirnya tiba di Rangoon, Burma satu setengah tahun setelah meninggalkan Amerika.

Di India, jumlah populasi orang Eropa cukup besar akibat adanya East India Company, sedangkan di Burma hanya terdapat sedikit orang asing berkulit putih. Sebagian besar rakyat Burma bidup dalam kemiskinan di bawah kekuasaan sistem kerajaan yang kejam dan berubah-ubah. Tetapi sistem kasta tidak dikenal di sana (di India, orang-orang dikelompokkan secara ketat berdasarkan kelas, ras, dan status). Bahasa Burma sangat sulit dan pasangan Judson menghabiskan waktu selama dua belas jam setiap hari untuk mempelajari bahasa itu. Hambatan terbesar dalam pernberitaan Injil adalah kepercayaan daerah yang tidak mempunyai konsep (atau bahkan kata-kata) mengenai Tuhan yang abadi atau kehidupan abadi bersama Tuhan yang dapat dialami manusia. Walaupun demikian, selama lebih dari sepuluh tabun, delapan belas orang Burma telah bertobat dan mereka merupakan cikal bakal gereja Kristen pertama di Burma.

"Demam tropis" merupakan musuh utama yang telah merenggut nyawa putra mereka, Roger, pada tahun 1815 di usia sebelas bulan (anak pertama mereka dilahirkan dalam keadaan meninggal di atas geladak kapal). Selama berbulan-bulan, demam yang mengerikan itu pun telah memaksa Ann dan Adoniram untuk tetap berada di atas tempat tidur. Tetapi Adoniram tetap berjuang hari demi hari untuk menerjemahkan Perjanjian Baru berbahasa Yunani ke dalam bahasa Burma. Akhirnya, dia dapat menyelesaikan pekerjaan itu pada bulan Juli 1823, sesaat sebelum Ann, tiba dari istirahat selama dua tahun di Amerika akibat kesehatannya yang buruk.

Pada saat itu, beberapa pasangan misionaris lainnya turut bergabung untuk melakukan misi di Rangoon. Di antara mereka, terdapat George Hough seorang ahli cetak yang telah mencetak karya terjemahan Adoniram. Juga ada dr. Jonathan Price, seorang dokter medis yang segera diperintahkan datang ke Ava, kota kerajaan, untuk merawat sang raja.

Bersama para misionaris lainnya yang bertugas memelihara gereja kecil Burma di Rangoon, Ann dan Adoniram juga pergi ke utara menuju Ava. Mereka hendak memulai sebuah misi di sana bersama kedua putri angkat mereka yang berkebangsaan Burma. Tetapi ketika perang antara Burma dan Inggris pecah pada tahun 1824, semua orang asing dicurigai sebagai mata-mata Inggris. Mereka semua dilemparkan ke dalam Penjara Maut yang mengerikan. Delapan bulan setelah Adoniram ditangkap, Ann melahirkan seorang bayi perempuan yang dinamai Maria.

Setelah satu setengah tahun-berada dalam kurungan penjara, Adoniram -- seorang "Amerika" netral -- akhirnya dibebaskan untuk membantu perundingan perdamaian antara Burma dan Inggris. Tetapi tahun-tahun yang dipenuhi kesukaran, perjuangan, dan penyakit, akhirnya memakan korban. Ann meninggal pada tahun 1826 di usianya yang ke-36, saat Adoniram sedang pergi menjalankan tugas. Maria, yang berusia dua tahun, meninggal beberapa bulan kemudian.

Adoniram mencoba mengubur kepedihannya dalam hiruk pikuk pekerjaan misi, tetapi kemudian dia menghabiskan waktu selama dua tahun sebagai seorang pertapa di dalam hutan. Ketika akhirnya dia berhasil melepaskan diri dari depresi, dia menikahi Sarah Boardman, seorang janda misionaris muda yang melahirkan delapan orang anak (hanya lima orang anak yang hidup hingga dewasa). Dia meninggal setelah hidup berumah tangga bersama Adoniram selama sebelas tahun. Pada saat kembali ke Amerika, Judson menikahi Emily Chubbock muda pada tahun 1846, dan mereka kembali ke Burma. Di negeri itu, Emily menjadi ibu bagi anak-anak Adoniram dan kedua anak bayi perempuan mereka.

Tetapi kesehatan Adoniram memburuk dan dia meninggal pada tahun 1850 di usianya yang ke-61. Warisan yang ditinggalkannya adalah terjemahan lengkap Alkitab dalam bahasa Burma. Dirinya menjadi inspirasi bagi para pemuda Amerika untuk mendedikasikan hidup dalam pelayanan misi asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?