Dan Kaufman, direktur tim Google's Advanced Technology and Project (GOOGL, Tech30), baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan itu bekerjasama dengan "beberapa institusi finansial sangat besar" untuk menguji coba teknologi pengganti password.
Teknologi ini, dinamai "Trust API", menggunakan berbagai sensor pada smartphone Anda untuk menentukan apakah itu benar-benar Anda – atau seseorang yang lain – yang mencoba untuk login. Berbagai perangkat yang beroperasi dengan sistem operasi Google Android sudah menyediakan Smart Lock, yang menggunakan sensor-sensor yang dapat memindai wajah Anda, suara Anda, gerakan Anda dan lokasi Anda untuk menentukan apakah smartphone ini bisa di-unlock tanpa menggunakan password.
"Pada beberapa perangkat, [sensor-sensor] akan mempelajari pola jalan Anda. Jika akselerometer mendeteksi suatu gerakan yang kelihatan berbeda, ia dapat mengunci smartphone Anda," perusahaan itu menjelaskan dalam posting online mengenai Smart Lock.
Tapi proyek pengganti password "Trust API" terbaru yang diungkapkan ini akan jauh lebih canggih, lebih aman dan mudah digunakan. Dilaporkan bahwa teknologi ini secara konstan akan beroperasi di background smartphone Anda, menggabungkan data dari berbagai sensor untuk menghitung apakah ia akan meng-unlock smarphone bagi pemiliknya atau memblok bagi pembobol atau pencuri. Smartphone bahkan akan dapat membedakan cara Anda melakukan swiping layar dari orang lain, menurut laporan.
Google tidak memberikan respon ketika ditanya lebih detail. Tapi Kaufman, yang menjadi pimpinan proyek, terlihat sangat antusias dengan teknologi ini ketika dia mengumumkannya minggu lalu di konferensi tahunan Google I/O.
"Dengan asumsi semua berjalan lancar, ini semua akan tersedia bagi setiap developer Android di seluruh dunia pada akhir tahun ini," katanya.
Bank-bank dan institusi-institusi finansial telah bekerja untuk meningkatkan teknologi password dan login mereka selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk mempermudah konsumen memeriksa neraca rekening mereka dan melakukan pembayaran-pembayaran, sementara melindungi dari para hacker dan pencuri.
MasterCard mengumumkan rencana pada bulan Februari untuk meluncurkan teknologi mobile terbaru yang memungkinkan nasabah untuk mengotentifikasi pembelian-pembelian online mereka menggunakan selfies atau sidik jari. HSBC mengumumkan rencana pada bulan yang sama untuk mengganti password dengan teknolgi pengenalan suara bagi jutaan nasabahnya.
Apple iPhone 5S adalah perangkat smartphone pertama yang secara luas menggunakan pemindai sidik jari sebagai sistem pengaman pada tahun 2013, tapi itu masih tidak dapat diandalkan. Sejumlah bank-bank besar ketika ditanya apakah mereka sedang bekerjasama dengan Google untuk proyek "Trust API" menolak untuk memberikan respon.
Google bukan satu-satunya organisasi yang mengerjakan rencana ini. Perusahaan berbasis di London, Nok Nok Labs, telah menjalankan proposal yang sama, menghubungkan informasi dari perusahaan-perusahaan, mobile network dan para konsumen di sebuah website keamanan.
Richard Lack, dari Gigya, firma manajemen identitas nasabah, mengatakan usaha-usaha seperti yang dijalankan Google nampaknya akan berhasil. "Para konsumen mengatakan kepada kami bahwa mereka kesulitan mengingat rata-rata lebih dari 100 password di Eropa. Pada masa dimana jumlah perangkat yang kita miliki semakin banyak, proses registrasi merupakan hal-hal yang paling menimbulkan frustrasi di internet. Masa depan membutuhkan metode otentifikasi tanpa password, yang jelas-jelas disukai konsumen, baik dalam hal kemudahan dan keamanan yang tinggi."
"Otentifikasi biometrik merupakan metode yang sangat bagus, memungkinkan bisnis-bisnis meningkatkan jumlah registrasi konsumen, mengumpulkan data dan informasi internal tentang konsumen mereka, di pihak lain juga meningkatkan keamanan konsumen. Ini merupakan win-win solusi yang kedengaran seperti lonceng kematian bagi password yang kuno dan tidak aman, jauh lebih cepat daripada yang dapat kita bayangkan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.