
Berita mengejutkan datang dari Israel: para ahli setuju bahwa batu onyx kecil, yang diklaim pemiliknya diberikan kepada seorang Ksatria Perang Salib lebih dari 1000 tahun yang lalu, dan diwariskan dari generasi ke generasi, adalah batu muliayang berasal dari penutup dada Imam Besar di Yerusalem.

Pakaian Imam Besar
Batu Keputusan?
Batu keputusan, yang ada didalam Tutup Dada Keputusan (Ibrani: choshen mishpat) Imam Besar, disebutkan oleh Kitab Suci sebagai urim v’tummim (Urim danTummim).
“Urim” dalam bahasa Ibrani artinya terang atau cahaya, akar katanya “ur” artinya api atau nyala api; seperti Ur-Kasdim, yang bisa diartikan “nyala api di Kasdim”, yang menurut Midrash Yahudi disebutkan sebagai tempat dari mana Abram dilepaskan secara ajaib oleh Elohim dari tungku perapian raja di Kasdim.
Kitab Yashar 12:6 Jika berkenan kepada raja untuk melakukan ini, biarlah raja memerintahkan hamba-hambanya untuk menyalakan api siang dan malam dalamtungku perapianmu, maka kami akan melemparkan orang ini ke dalamnya.” Dan raja melakukannya, dan dia memerintahkan hamba-hambanya supaya mereka mempersiapkan api selama tiga hari tiga malam dalam tungku perapian raja, yaitu yang di Kasdim. Maka raja memerintahkan mereka mengambil Abram dari penjara dan membawanya keluar untuk dibakar.
Elohim secara ajaib melepaskan Abram dari tungku perapian raja yang di Kasdim(Ur-Kasdim).
Kejadian 15:7 (ILT) Dan Dia berfirman kepadanya, “Akulah YAHWEH, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim (bisa dibaca: nyala api di Kasdim) untuk memberikan negeri ini kepadamu untuk mewarisinya.”
Kitab Yashar 13:3 Abram berdiam di negeri itu tiga tahun, dan setelah berlalu tiga tahun, Yahweh menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya, “Akulah Yahweh yang membawa engkau keluar dari Ur Kasdim, dan melepaskan engkaudari tangan semua musuh-musuhmu.
Tummim, dalam bahasa Ibrani artinya kesempurnaan; akar katanya “tamam” yang artinya sempurna, lengkap, selesai, komplit, bersih, benar, integritas.
Kata ini digunakan untuk menggambarkan Nuh yang hidup sempurna, berintegritas, tidak bercela, atau tidak tercemar (secara genetika oleh keturunan Nephilim).
Kejadian 6:9 (ILT) Inilah silsilah Nuh. Nuh adalah seorang pria yang benar, ia tidak bercela (Ibrani: tamim; sempurna) di antara orang-orang sezamannya. Nuh hidup bergaul dengan Elohim.
Kata ini juga digunakan untuk menggambarkan anak domba Paskah yang sempurna dan tidak bercela – Yeshua.
Keluaran 12:5 (ILT) Haruslah itu seekor kambing domba yang sempurna (Ibrani:tamim), jantan, berumur setahun; haruslah kamu mengambilnya dari antara anak domba-domba atau dari antara kambing-kambing milikmu.
Urim dan Tummim secara literal artinya “terang dan kesempurnaan.” Namun arti sesungguhnya jauh lebih dalam dari itu. Urim dan Tummim digunakan untuk memperoleh jawaban keputusan Elohim akan suatu perkara.
Keluaran 28:30 (ILT) Dan haruslah engkau memasang Urim dan Tummim padatutup dada keputusan (Ibrani: choshen mishpat) itu, dan keduanya itu harus berada di atas jantung Harun apabila dia masuk ke hadapan YAHWEH; dan Harun harus membawa keputusan (Ibrani: mishpat) bani Israel di atas jantungnya di hadapan YAHWEH terus-menerus.
Talmud (Yoma 73a) menggambarkan bagaimana pertanyaan-pertanyaan diletakkan di penutup dada, dan batu-batu akan menerangi untuk menunjukkan jawabannya. Kitab Samuel mencatata urim v’tummim merupakan salah satu dari tiga bentuk komunikasi Ilahi: mimpi, nabi, urim v’tummim.
1Samuel 28:6 (ILT) Lalu Saul bertanya kepada YAHWEH, tetapi YAHWEH tidak menjawabnya, baik melalui mimpi, atau melalui Urim, atau melalui para nabi.
Teks Yahudi, Talmud, mencatat bahwa pertanyaan-pertanyaan akan dibawa ke tutup dada yang dikenakan Imam Besar dan batu-batu akan menyala untuk menyatakan jawabannya.
Menurut Talmud (Yoma 21b), urim v’tummim hilang ketika Yerusalem dihancurkan bangsa Babel. Kitab Ezra menyebutkan, sesudah pembuangan di Babel berakhir, mereka yang tidak bisa membuktikan dirinya sebagai keturunan imam sebelum terjadinya pembuangan, diharuskan menunggu sampai imam yang membawa urim v’tummim ditemukan.
Ezra 2:63 (ILT) Dan gubernur mengatakan kepada mereka, bahwa mereka tidak boleh makan dari sesuatu yang maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan urim dan tummim.
Selain 12 batu permata yang dipasang pada penutup dada keputusan Imam Besar, ada dua batu permata sardonyx yang dipasang pada dudukan emas di bahu Imam Besar.
Keluaran 28:11-12 (ILT) Haruslah engkau mengukir kedua batu permata itu menurut nama anak-anak Israel, suatu tatahan meterai, karya seorang penatah batu permata; engkau harus membuat itu terlilit dengan sulaman benang emas. Dan haruslah engkau memasang kedua batu permata itu pada kedua bahu efod, sebagai batu-batu permata tanda peringatan bagi anak-anak Israel. Dan Harun harus membawa nama-nama mereka ke hadapan YAHWEH di atas kedua bahunya sebagai tanda peringatan.
Para ahli meyakini bahwa batu yang ditemukan ini merupakan salah satu dari kedua batu tersebut. Jika benar demikian, terkandung di dalamnya kuasa nubuat dan batu ini mungkin akan memainkan peranan penting pada waktu kembalinya golongan Imam untuk melayani di Bait Suci Ketiga.
Terlalu Luar Biasa untuk Dipercayai
Tahun 2000, Dr. James Strange, seorang profesor ternama ilmu religius dan arkeologi, menjelajah ke Afrika Selatan. Seorang kenalan menyarankan Dr. Strange menghubungi sebuah keluarga yang dijumpai kenalannya di sana, dan jika dia bisa, membantu mereka secara sukarela menaksir sebuah batu permata. Mereka sangat rendah hati dan Dr. Strange adalah seorang penaksir bersertifikat yang keahliannya dicari-cari banyak orang.
Dr. Strange berjumpa keluarga ini, berniat mengejutkan mereka. Namun sebaliknya, dia takjub dengan apa yang mereka tunjukkan kepadanya. “Aku benar-benar takjub pada batu permata itu,” kata Dr. Strange baru-baru ini. Batu itu sendiri tidak spesial. Semi batu mulia sardonyx, nilainya tidak terlalu berarti.

Batu sardonyx, dengan inskripsi yang terlihat di dalamnya (Image: pemilik).
Tapi Dr. Strange keheranan dengan benda yang dia pegang di tangannya, “Aku tidak tahu bahwa seseorang pada Abad Pertengahan akhir memiliki teknologi untuk memotong belahan pada suatu media yang seperti itu, jadi aku berusaha keras memikirkan seluruh penjelasan-penjelasan yang mungkin,” katanya.
Lebih mengherankan lagi bahwa di dalam potongan batu itu ada inskripsi yang tidak bisa dijelaskan, kelihatan melalui jernihnya permukaan: dua huruf Ibrani kuno. Dr. Strange menulis dalam penilaiannya terhadap batu itu, “Tidak ada teknologi modern maupun purbakala yang aku kenal, yang olehnya seorang artis dapat menciptakan inskripsi, karena itu tidak digoreskan pada permukaan batu itu.”
Meskipun Dr. Strange adalah seorang ahli, namun berhadapan dengan misteri semacam itu, dia meminta bantuan Ian Campbell, Direktur Laboratorium Independen Batu Warna di Johannesburg dan pimpinan ahli batu mulia Afrika Selatan. Campbell juga sama-sama keheranan.
Dia mempelajari batu itu, berusaha memastikan asal-usulnya. Cerita dari pemiliknya bahwa batu itu diletakkan pada penutup dada Imam Besar terlalu luar biasa untuk dipercayai. Tapi keluarga itu punya dokumentasi yang menelusuri keturunannya dari seorang leluhur laki-laki pada zaman Perang Salib, yang pernah berada di Tanah Suci pada Abad Pertengahan dan mengklaim bahwa batu itu merupakan hadiah dari Imam Besar. Mungkinkah ini benar?

Choshen Mishpat: Teks Kitab Suci menggambarkan tutup dada yang dikenakan Imam Besar dipasangi 12 batu permata dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Elohim. Ada juga dua batu sardonyx di bahu dan sekarang, dipercayai bahwa salah satu dari kedua batu itu berada di Afrika Selatan.
Legenda Ribuan Tahun
Menurut tradisi keluarga Auret, leluhur mereka yang bernama Croiz Arneet deTarn Auret, menerima batu dari “Imam Besar” sebagai tanda terima kasih telah mengambil bagian dalam membebaskan Yerusalem sekitar tahun 1189. Perwalian terhadap batu ini diturunkan di keluarga Auret melalui garis keturunan laki-laki hingga abad kesembilan belas. Tradisi ini terputus ketika Abraham Auretmeninggal tahun 1889, mewariskan batu ini kepada putrinya, Christina Elizabeth.
Sesudah pernikahannya dengan William James Hurst, batu ini meninggalkan marga keluarga Auret, dan diwariskan dari ibu kepada anak perempuannya sejak saat itu. Catatan pohon silsilah keluarga yang teliti dan dokumen-dokumen silsilah menguatkan kisah ini. Batu ini diturunkan sebagai warisan dan akhirnya dimiliki seorang wanita tua di Afrika Selatan, yang tidak ingin namanya diungkapkan.
Menjadi kisah tradisi yang kuat didalam setiap anggota keluarga selama berabad-abad, bahwa tangan Elohimlah yang menuliskan inskripsi misterius didalam batu itu.
Para Ahli Setuju
Misteri tulisan itu tidak terpecahkan. Dr. Strange menyatakan bahwa batu itu tidak memiliki bekas-bekas tanda-tanda eksternal, jadi sudah jelas ia belum pernah dipasang pada cincin atau kalung. Dia dipaksa untuk menyimpulkan bahwa batu itu kemungkinan dipasang pada piringan besar atau tutup dada. Dia memprediksi penanggalan pembuatan batu itu kira-kira pada abad ke-5 SM.
Sebagai seorang penaksir, Dr. Strange tidak dapat menghapus semua keraguan, tapi dia dapat mengevaluasi batu itu sebagai satu-satunya yang ada. Dia memperkirakan batu itu bernilai antara US$ 175 sampai US$ 225 juta.

Batu sardonyx didalam keranjang papyrus dimana ia dibawa. Legenda menceritakan ia diberikan kepada seorang Knight Templar 1000 tahun lalu dan diwariskan melalui keluarga itu dari generasi ke generasi. Karena batu ini hanya satu-satunya, diperkirakan nilainya mencapai US$ 175 hingga US$ 220 juta (Image: pemilik).
Ahli batu permata, Tn. Campbell, melakukan fotomikrograf (foto mikroskop) terhadap batu itu, mengkonfirmasi bahwa itu belum pernah dibelah terbuka untuk membuat inskripsi itu. Ketika ditanya perkiraan nilai batu, Tn. Campbell menuliskan, “Bagaimana secara logis seseorang menentukan nilai terhadap sesuatu barang yang terbukti artefak religius yang hanya ada “satu-satunya”?
Dia memperkirakan nilai US$ 200 juta sebagai “titik awal yang wajar”.

Tanpa tanda-tanda di permukaannya, Dr. James Strange menyisihkan kemungkinan batu ini dibelah sebelumnya. Sesudah penyelidikan, dia menyatakan itu mungkin dipasang pada piringan besar atau mungkin sebuah tutup dada. Dia juga memperkirakan pembuatannya pada sekitar abad ke-5 SM.
Pemilik batu ini juga berkonsultasi kepada Profesor M. Sharon dari Universitas Witwatersrand. Profesor ahli bahasa Ibrani kuno ini diberikan foto batu permata tersebut. Foto kabur ini mengindikasikan sesuatu hal luar biasa yang harus dia pastikan. Karena tertarik, dia meminta untuk memeriksa batu aslinya.

Dalam laporan tertulisnya, dia berkata bahwa ketika dia memegangnya ke arah cahaya, dia takjub karena melihat dengan sangat jelas di dalam batu itu sendiri, dua huruf Ibrani kuno. Huruf-huruf itu kelihatan diukirkan atau terbakar didalam jantung batu itu.
“Karena jelasnya huruf-huruf dan bentuknya yang bersih, pastilah luar biasa jika itu hanyalah formasi alami yang terbentuk secara kebetulan di dalam batu,” dia menyatakannya dalam laporan resmi. “Tidak memadainya tanda-tanda nyata interferensi dengan permukaan menjadikan keberadaan huruf-huruf di dalam batu ini teka-teki yang nyata.”
Dia menyatakan inskripsi dalam tulisan Ibrani kuno adalah apa yang dia deskripsikan sebagai “ekuivalen huruf ‘B’ dan ‘K’ dari abjad kita“. Dia mengidentifikasi gaya tulisan itu, dan memperkirakannya berasal dari tahun 1000 SM, dengan kurang atau lebihnya 200-300 tahun.

Yang membuat permata sardonyx ini unik adalah inskripsi kecil (gambar sketsa tulisan) di jantung batu ini, yang dipercayai sebagai tulisan Ibrani purbakala yang berasal dari sekitar tahun 1000 SM. Para ahli meyakini teks ini ekuivalen dengan huruf ‘B’ dan ‘K’ dalam abjad kita.
Tahun 1994, Dr. Joan Goodnick Westenholz, yang bekerja sebagai Kepala Kurator Museum Tanah Alkitab di Yerusalem memeriksa batu tersebut. Dia menyimpulkan, “Ini obyek unik yang tidak ada tiruan serupa atau identiknya. Ini satu-satunya yang ada dari jenisnya di dunia ini.”
Sketsa inskripsi Dr. Joan Goodnick Westenholz (Image: pemilik).
Dr. Goodnick Westenholz mempercayai bahwa batu permata ini “tidak ternilai”, memperkirakan penanggalan produksinya sekitar abad 7 SM. Dia menemukan inskripsi “didalam bentuk kemungkinan huruf yang merupakan bentuk huruf Ibrani kuno ‘bet’ yang sudah tidak digunakan lagi.”
Dalam laporan resminya, dia mengamati bersebelahan dengan huruf bet “sesuatu yang dapat dianggap gambar serigala.” Dia menyebutkan bahwa serigala berhubungan dengan berkat Yakub yang diberikan kepada Benyamin.
Kejadian 49:27 (ILT) Benyamin, serigala yang mencabik-cabik; pada waktu pagi dia melahap mangsa dan pada waktu petang ia membagi-bagi jarahan.”
Tapi Apakah Ini Benar?
Dr. Westenholz dan Ian Campbell sudah tiada, namun pernyataan-pernyataan dan dokumentasi-dokumentasi mereka terkonfirmasi asli. Murid Campbell, Jeremy Rothon, mengkonfirmasi penilaian aslinya dan dia sangat tahu akan warisan batu ini. Ini memberikan kesan mendalam kepada Campbell dan dia mendiskusikannya panjang lebar dengan muridnya.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.