MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pengiriman sederet peluncur rudal pertahanan udara S-300 ke Suriah. Langkah tersebut dilakukan murni untuk mempertahankan serta melindungi pangkalan laut dan kapal perang milik Rusia yang berbasis di Tartus, Suriah.
Pengiriman S-300 itu dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov. Pria berpangkat Mayor Jenderal itu memastikan sistem rudal pertahanan S-300 betul-betul dimaksudkan untuk pertahanan, bukan untuk menyerang.
“Republik Arab Suriah menerima sistem pertahanan antipesawat S-300. Sistem ini dirancang untuk memastikan keamanan pangkalan laut di Tartus dan kapal-kapal yang bersandar di pesisir pantai. S-300 murni sistem pertahanan dan tidak menimbulkan bahaya,” ujar Konashenkov, seperti dimuat Russia Today, Rabu (5/10/2016).
Igor Konashenkov menambahkan, sebelum pengiriman S-300, Negeri Beruang Merah telah mengirimkan sistem pertahanan udara lainnya ke Suriah. Pernyataan itu dikeluarkan setelah muncul pemberitaan di Fox News yang mengutip perkataan pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa Moskow terus meningkatkan kekuatan operasi militer mereka di Suriah.
Rusia sebelumnya sudah mengirim sistem pertahanan rudal terbaru S-400 ke Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah pada November 2015. Pengiriman dilakukan sebagai bagian peningkatan keamanan setelah ditembak jatuhnya pesawat bomber Su-24 pada 24 November 2015 oleh Angkatan Udara Turki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.