
Yang dulunya hanya dipakai untuk melacak keberadaan binatang peliharaan dan hewan ternak, implan mikrochip manusia sekarang sudah bergeser dari pinggiran dan telah menjadi semakin trend.
Diestimasi sudah lebih dari 10.000 orang dengan chip implan RFID ditanamkan dalam tubuh mereka yang mampu mengirimkan sinyal, namun pertumbuhan tingkat implantasi chip ini sekarang mulai bertambah sangat cepat.
Jadi kenapa teknologi yang dulunya dipakai untuk melacak dan mengendalikan populasi hewan ini sekarang semakin luas diterima secara sukarela di kalangan anak-anak muda di seluruh dunia?
Jawaban pertama adalah kemudahan. Dengan cara yang sama kita setuju untuk diawasi komunikasi pribadi kita melalui media sosial dan jaringan telepon sebagai ganti kenyamanan, orang-orang mulai menginginkan kemudahan ini hanya dengan melambaikan tangan di dekat sensor untuk membuka pintu atau menyalakan lampu.
Chip-chip ini, yang biasanya ditanamkan didalam tangan, kira-kira berukuran sebesar butiran beras dan dapat dipakai untuk menggantikan kartu identitas, dan juga untuk berinteraksi dengan sensor yang memungkinkan seseorang dengan implan ini menyalakan perangkat-perangkat elektronik.
Seorang wanita Sidney, Shanti Korporaal, sekarang punya dua implan di bawah kulitnya yang memungkinkan dia mengakses kantor kerja dan mobilnya tanpa memakai kunci.
Saat diwawancarai, dia menyatakan bahwa tujuannya adalah meninggalkan penggunakan dompet dan kartu-kartu, sebagai gantinya chip-chip implan. Dia berkata, “Anda dapat menata hidup Anda sehingga Anda tidak perlu kuatir lupa password atau PIN mana pun.”
Dia terus menjelaskan, “Dengan Opal, Anda mendapatkan angka identifikasi unik yang dapat diprogram ke dalam chip. Setiap pintu dengan gesekan kartu… itu dapat menyalakan komputer atau mengakses mesin fotokopimu.” Chip ini dapat berinteraksi dengan beberapa ponsel pintar, juga mengirimkan identifikasi, kontak atau bahkan data medis.
Bahkan, wanita Sydney 27 tahun ini begitu terpesona dengan apa yang dapat dilakukan oleh chipnya, sehingga ketika dia menyadari betapa populernya mereka sekarang, dia memutuskan membuka pusat distribusi di Australia bersama suaminya, Skeeve Stevens, dan menamainya Chip My Life.
Harga chip ini hanya US$80 sampai US$140, dan bervariasi tergantung jenis alat yang dipilih seseorang untuk diimplan.
Harga yang murah memungkinkan menjangkau semua kalangan dan alat-alat untuk melakukan prosedur implan chip sendiri di rumah juga tersedia, meskipun Chip My Life bekerjasama dengan para dokter yang biasanya menarik biaya US$150 untuk menanamkan chip.
Menggambarkan prosedurnya, dia berkata, “Mereka melakukan operasi kecil, Botox dan seterusnya. Mereka melakukan injeksi lokal dan ultrasonik untuk memastikan chip itu berada pada tempatnya.”
Bekas dari implan itu kelihatan seperti bintik di kulit mereka dan pasangan itu memiliki chip RFID (Radio Frequency Identification) di satu tangan, dan chip NFC (Near-Field Communication) di tangan satunya.
Selain untuk kemudahan, chip-chip ini juga dipasarkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi anak yang hilang, melacak narapidana, menjaga pasien dimensia, dan memverifikasi identitas prajurit di medan perang.
Angkatan Laut AS menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi ini dan beberapa perusahaan sudah menggunakan chip implan untuk mengawasi dan mengidentifikasi karyawan-karyawan mereka.
Sebuah perusahaan Swedia menjadi pusat pemberitaan sesudah mengijinkan para pekerjanya menggunakan chip implan menggantikan kartu identitas karyawan, dan sudah 400 pekerja menerima tawaran implan chip ini.
Pengamat yang cerdas tentu akan memperhatikan kemiripan dengan satu ayat khusus dalam Kitab Wahyu, yang menuliskan,
Wahyu 13:16 (ILT) Dan dia membuat semua orang, kecil dan besar, juga kaya dan miskin, bahkan merdeka dan hamba, supaya dia memberikan kepada merekasebuah tanda (Yunani: charagma; stempel, tanda yang dicetakkan, sesuatu yang diukirkan/digoreskan/dituliskan) pada tangan kanan mereka atau pada dahi mereka.
Dalam satu dekade ke depan, sementara chip implan semakin luas dan bahkan normal dipakai, kita akan melihat sistem ini terbangun, sampai “tanda binatang” yang sesungguhnya itu muncul untuk menggenapi nubuatan ini.
Dalam dunia non-tunai yang bergantung pada uang elektronik, apa yang akan terjadi pada ayat selanjutnya akan menjadi kemungkinan absolut,
Wahyu 13:17 (ILT) Dan supaya setiap orang tidak dapat membeli atau menjual, kecuali dia yang mempunyai tanda atau nama binatang itu atau bilangan namanya.
Jauh dari sekedar tattoo biasa, “tanda binatang ini” utamanya didesain sebagai alat identifikasi dan untuk melakukan transaksi. Namun nampaknya ada tujuan tersembunyi lainnya, seperti untuk melacak, menguasai dan mengendalikan seluruh umat manusia. Hal ini tersirat dalam apa yang bisa kita baca pada ayat sebelumnya,
Wahyu 13:15 (ILT) Dan kepadanya telah ditetapkan untuk memberikan roh (Yunani:pneuma; roh, nafas) kepada ikon (Yunani: eikon; figur, keserupaan) binatang buas itu, supaya ikon binatang buas itu pun dapat berbicara, dan dia membuat sebanyak orang yang tidak menyembah ikon binatang buas itu, agar mereka dapat dibunuh.
Sekarang ini implan chip belumlah merupakan kewajiban bagi setiap orang, dan mungkin juga bukan “tanda binatang” yang sesungguhnya. Demikian juga halnya dengan smartphone, kartu kredit atau akun media sosial, meskipun mayoritas orang-orang sekarang ini sudah menikmati semuanya ini.
Dalam dunia digital yang berkembang pesat yang memandang privasi dan kemerdekaan pribadi sebagai hal yang semakin aneh dan konsep yang kuno, hanya ada sedikit keraguan bahwa implan seperti ini akan siap untuk diterima secara luas.
Namun potensi penyalahgunaan penemuan yang awalnya ditujukan sebagai pengendalian hewan ini sangatlah besar. Jika tren ini berlanjut, Anti-Kristus hanya perlu sedikit usaha ketika waktunya tiba, karena seluruh dunia itu akan siap menerimanya, menunggu dan patuh untuk dipasangi “tanda binatang”, untuk selanjutnya dia kuasai.
Anti-Kristus: Binatang itu
Alkitab jelas menyebut Anti-Kristus ini sebagai binatang, bukan manusia. Bahasa Yunaninya “therion“, artinya binatang, binatang liar, binatang buas, binatang berbahaya/beracun; secara metafora: brutal, biadab, ganas. Memiliki kesamaan dengan kata “thera“, yang artinya mempersiapkan kehancuran manusia.
Dan untuk mengetahui siapa dia sebenarnya, kita perlu membacanya dari Kitab Wahyu, dari mana dia berasal… dan kemana dia akan pergi.
Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas (Yunani: therion) yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul dari Abyssos, dan menuju kepada kebinasaan, dan orang-orang yang berdiam di muka bumi, yang nama-namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak permulaan dunia, mereka akan heran sambil melihat binatang buas (Yunani: therion) itu, yaitu yang pernah ada, dan sekarang tidak ada, sekalipun dia ada.
Wahyu 17:8 (AYT) Binatang (Yunani: therion) yang kamu lihat itu pernah ada, tetapi sekarang sudah tidak ada, dan akan segera keluar dari jurang maut (Yunani:abussos; abyss, jurang tanpa dasar, jurang maut) menuju kebinasaan. Dan, mereka yang tinggal di bumi, yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan sejak dunia diciptakan, akan heran ketika melihat binatang (Yunani: therion) itu, yang pernah ada, tetapi sekarang sudah tidak ada, dan akan muncul lagi.
Dia berasal dari jurang maut, atau Abyssos, jurang tanpa dasar di bagian paling bawah bumi, yang menjadi tempat kediaman iblis-iblis atau roh-roh jahat.
Dalam Injil Lukas kita membaca, Legion (Yunani: legeon; pasukan prajurit berjumlah 6826 orang) , roh-roh jahat yang merasuk orang gila di Gadara itu memohon kepada Yeshua supaya tidak diperintahkan masuk ke dalam Abyssos.
Lukas 8:31 (ILT) Dan mereka memohon kepada-Nya supaya Dia jangan memerintahkan kepada mereka untuk pergi ke abyssos.
Jadi siapa yang sekarang ini ada di dalam jurang maut/abyss? Siapa yang akan keluar dari situ? Dalam Kitab Wahyu ada tertulis,
Wahyu 9:11 (ILT) Dan mereka mempunyai raja atas mereka, yaitu malaikat Abyssos, nama Ibrani baginya Abaddon (Yunani: abaddon; kehancuran), dan dalam bahasa Yunani dia mempunyai nama Apollyon (Yunani: apolluon; penghancur).
Namanya adalah Apollyon; arti namanya Penghancur. Nama Apollyon memiliki akar kata “apollumi“, yang artinya menghancurkan, memusnahkan, merusakkan, membunuh.
Apollyon (Penghancur) akan keluar dari jurang maut/abyss, dan dia menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran).
Wahyu 17:8 (ILT) Binatang buas yang engkau lihat, dia pernah ada dan sekarang tidak ada, tetapi dia akan segera muncul (Yunani: anabaino; naik, muncul, bangkit) dari Abyssos, dan menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran, kebinasaan, kemusnahan).
Dia ini akan berperang melawan orang-orang kudus Elohim dan akan menaklukkan mereka, selama tiga setengah tahun.
Wahyu 13:7 (ILT) Dan kepadanya (Binatang buas itu, Anti-Kristus) ditetapkan untuk melakukan peperangan dengan orang-orang kudus dan untuk menaklukkan mereka. Dan kepadanya diberikan wewenang atas setiap suku dan bahasa dan bangsa.
Daniel 7:21,24 (AYT) Aku melihat tanduk itu melakukan peperangan melawan orang-orang kudus dan tanduk itu sanggup mengalahkan mereka,… Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, ia akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi, ia mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Wahyu 11:7 (ILT) Dan ketika mereka menggenapi kesaksian mereka, binatang buas yang muncul (Yunani: anabaino; naik, muncul, bangkit) dari Abyssos akan melakukan peperangan dengan mereka dan dia akan menaklukkan mereka serta membunuh mereka.
Mengenai Anti-Kristus ini juga telah dituliskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, bahwa sebelum kedatangan Hari Tuhan, anak kebinasaan (Yunani: uihos apoleia; anak kebinasaan/kehancuran/kemusnahan) ini akan dinyatakan,
2Tesalonika 2:3-4 (ILT) Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu anak kebinasaan (Yunani: uihos apoleia) itu disingkapkan, yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut ilah atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai ilah di tempat kudus Elohim sambil memamerkan dirinya bahwa dia adalah Elohim.
‘Apoleia‘ juga memiliki akar kata ‘apollumi‘, yang artinya menghancurkan, memusnahkan, merusak, membunuh.
Alkitab menunjukkan bahwa Binatang ini adalah “raja” atau “penguasa” yang pernah memerintah di bumi, kemudian mati dan masuk ke dalam jurang Abyssos, namun pada akhir zaman nampaknya dia akan bangkit kembali untuk sedikit waktu lamanya, dan kemudian akan dibinasakan sama sekali,
Wahyu 17:10-11 (ILT) Dan ada tujuh raja (Yunani: basileus; raja, pemimpin, penguasa), yang lima telah jatuh, dan yang satu sekarang ada, yang lain belum datang. Dan bilamana dia datang, haruslah dia tinggal sebentar saja. Dan binatang buas (Yunani: therion) yang pernah ada dan sekarang tidak ada, dia juga adalah [raja] yang kedelapan, dan dia berasal dari [raja] yang tujuh itu, dan dia menuju kepada kebinasaan (Yunani: apoleia; kehancuran, kebinasaan, kemusnahan, penderitaan kekal (di neraka)).
Kitab Henokh, tulisan Ibrani kuno menuliskan bahwa jurang Abyssos ini juga merupakan penjara bagi para malaikat pemberontak.
Henokh 18:11,13-14; 19:1 Dan aku melihat jurang besar di bumi, dengan kolom api surgawi; dan aku melihat di antara kolom api surgawi itu ada yang jatuh dan jaraknya tidak terukur, baik ketinggiannya maupun kedalamannya. Dan di sana aku melihat hal yang mengerikan: tujuh bintang, seperti gunung besar yang terbakar dan seperti roh-roh, yang memohon kepadaku. Malaikat itu berkata, “Tempat ini adalah ujung dari langit dan bumi, ini merupakan penjara bagi bintang di langit, dan bagi tentara langit. Dan Uriel berkata kepadaku, “Di sini akan ditempatkan jiwa-jiwa malaikat yang telah menyatukan diri mereka dengan perempuan, dan yang mengambil berbagai bentuk, telah mencemarkan manusia, dan telah menyebabkan manusia tersesat sehingga mereka membawa persembahan kepada setan-setan seperti kepada dewa-dewa, yaitu pada hari ketika penghakiman besar, di mana mereka akan dihakimi, pada kesudahannya.
Henokh 21:7,10 Dan dari sana aku pergi ke tempat lain yang lebih mengerikan dari yang sebelumnya. Dan aku melihat hal yang mengerikan: lautan api besar ada di sana, yang terbakar dan bernyala-nyala dan terbagi dalam bagian-bagian; itu berbentuk jurang yang sangat dalam, kolom api besar turun ke dalamnya; luas dan ukurannya tidak bisa aku lihat, dan aku tidak bisa mengira ujung pangkalnya. Dan dia berkata kepadaku, “Ini adalah penjara para malaikat, dan di sini mereka dipenjara selama-lamanya.
Satu hal yang perlu diperhatikan dari Kitab Henokh adalah, disebutkan bahwa para malaikat yang jatuh ini diikat di bawah bumi selama tujuh puluh generasi.
Henokh 10:4-5,11-12 Dan lagi Tuhan berfirman kepada Rufael, “Ikat tangan dan kaki Azâzêl, lemparkan dia ke dalam kegelapan; belahlah gurun pasir yang di Dudâêl (Ibrani: dud artinya ketel (untuk merebus), ceret, kawah; el artinya Elohim;Dudâêl artinya “Kawah Elohim”), dan campakkan dia di sana. Dan timbunilah dia dengan batu-batu kasar dan tajam, dan selubungi dirinya dengan kegelapan supaya dia tetap ada di sana selamanya, dan selubungi wajahnya sehingga dia tidak dapat melihat cahaya! Dan Elohim berkata kepada Michael, “Umumkan kepada Semjâzâ dan yang ada bersamanya, yang telah mengikatkan diri dengan perempuan, akan dihancurkan bersama mereka dalam semua kecemaran mereka. Setelah semua anak-anak mereka (anak-anak para Malaikat Pengawas: Nephilim) saling membunuh satu sama lain, dan mereka melihat kehancuran orang-orang yang dikasihinya, ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya.
Dan jika didefinisikan 1 generasi itu 70 tahun (seperti Mazmur 90:10), maka 70 generasi x 70 tahun hasilnya 4.900 tahun. Dan 4.900 tahun jika dihitung dari waktu penghukuman mereka (para malaikat ini turun ke bumi pada zaman Yared) akan membawa kita berada pada akhir masa penghukuman mereka.
Pertanyaan yang timbul adalah, mungkinkah kemunculan Binatang itu berhubungan langsung dengan “dilepaskannya” para malaikat pemberontak ini?
Bandingkan:
Wahyu 9:14-15 (ILT) …yang berkata kepada malaikat keenam yang memegang sangkakala itu, “Lepaskanlah keempat malaikat yang telah diikat di Sungai Efrat yang besar.” Dan keempat malaikat itu dilepaskan, mereka yang telah dipersiapkan untuk jam dan hari dan bulan dan tahun, supaya mereka membunuh sepertiga manusia.
Catatan:
Legion adalah sepasukan prajurit yang jumlahnya berubah-ubah sepanjang waktu, namun pada zaman Kaisar Augustus jumlahnya 6826 orang (terdiri dari 6100 prajurit berjalan kaki, dan 726 prajurit berkuda).
Baca juga:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.