Perang Nuklir ada di depan kita?
Masih ingatkah anda nubuatan dari Nabi Yoel yang berkata bahwa sebelum datangnya Hari Tuhan akan terjadi beberapa tanda seperti yang tertulis dalam Yoel 2:30-31?
Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.
Mujizat yang dimaksudkan juga berupa goncangan. Goncangan di bumi ialah darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap, yang berarti perang. Sedangkan di langit ialah Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah.
Tanda di bumi yang berbicara mengenai perang, telah dinubuatkan oleh Tuhan Yesus sendiri, bahkan telah dinubuatkan jauh sebelum Tuhan Yesus hadir di muka bumi oleh para nabi dalam Perjanjian Lama.
Tuhan Yesus sendiri mengatakan sebuah nubuatan yang sama mengenai tanda kedatanganNya nanti. Ia berkata demikian:
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. ~Matius 24: 6-7a
Waktu demi waktu berlalu, dan tanda yang satu ini sepertinya makin jelas, seiring meningkatnya konflik antar bangsa-bangsa. Kita bisa mengidetifikasi mengenai perang ini dengan meningkatnya sistem persenjataan bangsa-bangsa. Dan senjata yang diprediksi akan menjadi senjata paling populer digunakan adalah senjata nuklir.
Saudara yang dikasihi Tuhan, aksara Ayin Zayin memiliki bentuk seperti pedang yang berarti penderitaan, bencana dan masa-masa sukar. Bukan tidak mungkin hal-hal demikian diakibatkan oleh perang.
September lalu, Korea Utara telah menguji coba senjata nuklir mereka. Uji coba ke-5 ini disebut-sebut sebagai uji coba senjata nuklir terbesar mereka dengan kekuatan 10-30 kiloton. Tidak tanggung-tanggng, dampak dari ledakan ini membuat terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 5, 3 SR, dan terasa hingga ke Korsel dan China. Meski dikecam oleh bangsa-bangsa melalui PBB, Korut tetap melaksanakannya, bahkan berjanji akan tetap membuka fasilitas nuklir mereka di Yongbyon.
Dan di awal tahun baru Ibrani ini, Rusia mengancam Amerika untuk perang nuklir. Ancaman ini muncul akibat Rusia tidak terima dengan pernyataan Amerika yang berkata bahwa Rusia akan kehilangan banyak warga dan jet-jet tempurnya akan ditembak jatuh oleh kelompok ekstremis di Suriah jika Moskow tidak menghentikan perang di Suriah.
Menanggapi hal itu, Rusia dilaporkan telah melakukan persiapan jika Amerika benar-benar menyerang mereka, salah satunya dengan siap menampung 12 juta warga Moskow dalam ruang bawah tanah dan balik memperingatkan AS.
Sejumlah media luar negeri melaporkan bahwa Rusia memiliki cadangan senjata nuklir terbesar di dunia dengan 8.400 hulu ledak dibandingkan dengan AS yang memiliki 7.500 hulu ledak nuklir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.