
Dalam video yang baru dirilis, pakar Bible Code Rabbi Matityahu Glazerson menemukan hubungan antara angin Siklon Tropis (“Hurricane”) Matthew, yang telah menewaskan 842 orang di Haiti dan 6 orang di Amerika Serikat, dan dikatakan sebagai badai terkuat dalam 11 tahun, sebagai penghukuman Ilahi kepada Amerika Serikat atas campur tangannya terhadap kebijakan Israel di Yudea dan Samaria.

Citra satelit Badai Matthew. (Image NOAA: National Oceanic and Atmospheric Administration)
Video ini dibuka dengan pernyataan pimpinan spiritual partai sayap kanan Shas di Knesset (parlemen) Israel, Rabbi Ovadia Yosef, kepada jemaah dalam khotbah mingguannya di synagoga, bahwa bencana-bencana alam yang terjadi di Amerika Serikat merupakan dampak langsung dukungan mereka terhadap rencana pemisahan tanah Israel.
Sejalan dengan pernyataan Rabbi Ovadia Yosef, Rabbi Shalom Dov Wolpe juga mengatakan bahwa angin badai merupakan hukuman bagi Amerika Serikat karena menekan Israel untuk mendirikan negara teror. Rabbi Wolpe juga menyebutkan bahwa Badai Katrina (2005) silam, salah satu dari lima siklon tropis paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, terjadi beberapa minggu sesudah pengusiran 8000 warga Yahudi di Gush Katif, Jalur Gaza, dan merupakan penghukuman terhadap Amerika. Pengusiran itu sering disebut pemisahan, ketika Israel menarik diri dari Gaza, sebuah tindakan yang menyebabkan terciptanya negara teror Gaza yang dikendalikan Hamas.
Rabbi Glazerson melanjutkan penjelasannya dengan menyebut tindakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang baru-baru ini yang mengeluarkan surat pernyataan kutukan tajam terhadap rencana Israel membangun 300 unit perumahan di kota Alkitab, Shiloh, di Samaria.
Beralih ke tabel Bible Code itu sendiri, yang sumbernya berasal dari dua pasal dari Kitab Kejadian, Rabbi Glazerson pertama-tama menunjukkan kata “hurricane” dan “Matthew,” yang dieja dalam huruf-huruf Ibrani. Dia menjelaskan pentingnya fakta bahwa kedua kata ini ditemukan berdekatan dan paralel satu sama lain.
Selanjutnya, dia menunjukkan “Tishrei” dan “5777,” yang merupakan bulan dan tahun Ibrani saat ini. Bangsa Yahudi sekarang ini sedang berada dalam masa Sepuluh Hari Pertobatan, yang dimulai dari hari pertama Rosh Hashanah (atau Yom Teru’ah, Hari Raya Peniupan Sangkakala) sampai kepada Yom Kippur (Hari Raya Pendamaian). Disini Rabbi Glazerson menunjukkan kata “teshuva,” yang artinya pertobatan. (Baca: Hari Raya YHWH: Yom Teru’ah – Hari Raya Peniupan Sangkakala).
Kode berikutnya yang dia sebutkan adalah singkatan dari kata “Artzot haBrit” yang merupakan sebutan untuk Amerika Serikat dalam Ibrani. Selanjutnya dia menunjukkan kata “onesh,” sebuah kata Ibrani yang artinya penghukuman. Tepat menyilang kata Ibrani “onesh” untuk penghukuman ini, dia menemukan nama presiden Amerika Serikat sekarang ini, “B. Obama” dieja dalam huruf-huruf Ibrani.
Dalam bagian tabel Bible Code yang sama, Rabbi Glazerson juga menemukan kata “Islam” dan “Ishmael” saling bersilangan, yaitu bapa leluhur bangsa Arab Muslim. Menunjukkan bahwa tekanan yang dilakukan terhadap Israel oleh pemerintahan administrasi Obama dipengaruhi oleh kepentingan Islam, Rabbi Glazerson juga menemukan kata Ibrani “Pelishtim,” nama Alkitab untuk Filistin, yang dari padanya berasal istilah “Palestina.”

Bible Code menunjukkan Badai Matthew sebagai penghukuman Ilahi.
Kitab Yobel 20:12-13 Dan Ishmael dan anak-anaknya, dan anak-anak Keturah dan anak-anak mereka, pergi bersama-sama dan berdiam mulai dari Paran hingga memasuki Babel, di semua negeri yang mengarah ke Timur ke arah padang gurun. Dan mereka ini bercampur-baur satu dengan yang lainnya, dan nama mereka disebut Arab, dan orang Ishmael.
Rabbi Glazerson menjelaskan bahwa “menurut Kabbalah” (tradisi mistis Yudaisme), Israel adalah otak (pusat) dari seluruh dunia. Karena itu, peristiwa-peristiwa kecil yang terjadi di Israel akan berdampak terhadap seluruh dunia. Itulah yang jelas-jelas tidak dikehendaki Obama dan bangsa-bangsa lain, Eropa.”
Dia mengatakan bahwa inilah kenapa persetujuan pemerintah Israel untuk pembangunan gelombang pertama 98 perumahan di kota Alkitab, Shiloh, membuat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat marah besar. “Alasannya adalah secara kabbalistik (mistik), semakin banyak pemukiman Israel, semakin banyak pengaruh yang ditimbulkannya kepada dunia.”
Posisi Israel sebagai pusat bumi juga disebutkan didalam Kitab Suci dan beberapa literatur Yahudi kuno lain:
Yehezkiel 5:5 (ILT) Beginilah Tuhan YAHWEH berfirman: “Inilah Yerusalem. Aku menempatkannya di tengah-tengah bangsa-bangsa, dan di sekelilingnya ada negeri-negeri.
Yehezkiel 38:12 (TB) Mereka sudah mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi.
Kitab Yobel 8:19 Dan dia (Nuh) tahu bahwa Taman Eden adalah Maha Suci, dan kediaman Yahweh, dan Gunung Sinai pusat dari padang gurun, dan Gunung Zion–pusat pusar dari Bumi. Ketiganya ini diciptakan sebagai tempat-tempat kudus yang menghadap satu sama lain.
Kitab Henokh 26:1 Dan dari situ aku (Henokh) pergi ke tengah bumi, dan melihat suatu tempat, diberkati dan subur, di mana ada cabang yang berakar dan tumbuh dari pohon yang telah ditebang. Dan aku melihat gunung yang kudus (Gunung Zion), dan di bawah gunung yang menuju ke timur, ada sungai (Sungai Shiloah) yang mengalir ke arah selatan. (Sungai Shiloah merupakan mata air di tenggara Yerusalem, sumber air bagi kolam Siloam).
Berbicara tentang tabel ini, Rabbi Glazerson menyebutnya “luar biasa” karena begitu banyak kode-kode yang ditemukannya di dalam tabel Bible Code ini yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat ini, di dalam area tabel yang “begitu kecil dan terpusat.”
Tabel Bible Code ini ditemukan tepat di bagian Kitab Kejadian dimana Elohim berfirman kepada Ishak, bahwa Dia akan memberikan seluruh negeri ini (Tanah Perjanjian) kepada Ishak dan keturunannya:
Kejadian 26:3-5 (TB) Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
Rabbi Glazerson menyebutkan bahwa ini semua menunjukkan bahwa Kitab Torah benar-benar berasal dari surga.
Bagian akhir videonya, dia menunjukkan kode untuk “Moshiach” (Messias) dan menjelaskan bahwa sesudah segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, Perang Gog dan Magog (atau Perang Akhir Zaman – Harmageddon) akan tiba, dan akan mendatangkan “kesadaran akan kebesaran Lashon HaKodesh (secara literal, Lidah Kudus dan hubungannya dengan Ibrani).”
Kantor berita NBC melaporkan bahwa dua juta orang di Carolina Selatan, Georgia dan Florida didesak untuk melakukan evakuasi menyusul datangnya Badai Matthew. Para ahli prakiraan cuaca memperkirakan kecepatan angin 233 km/jam pada saat Matthew tiba di daratan. Gubernur Florida, Rick Scott, mengantisipasi bahwa dampak Badai Matthew terhadap Florida dapat menjadi malapetaka.
Baca juga:
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.