“Pemanteraan massal untuk mengikat Donald Trump” akan dilakukan pada tengah malam pada setiap memudarnya bulan sabit (sebelum permulaan bulan baru), dimulai hari Jumat tengah malam, 24 Februari “sampai Donald Trump diturunkan dari kursi kepresidenan,” demikian dinyatakan situs kelompok tersebut.
Ritual massal akan diulang kembali tanggal 26 Maret, 24 April, 23 Mei, 21 Juni (ritual terpenting kaum penyihir, titik balik matahari musim panas), 21 Juli, dan 19 Agustus.
Mantera ini juga untuk memanggil malapetaka kepada “orang-orang yang menghasut” Donald Trump, yang tampaknya muncul untuk melindungi staf dan tokoh-tokoh politiknya, dan mungkin jutaan orang yang memilih dia juga.
Mantera ini melibatkan penggunaan benda-benda khusus seperti foto jelek Donald Trump, kartu tarot Menara, sebuah potongan lilin oranye kecil, jarum atau paku kecil untuk mengukir atau menulisi lilin, lilin putih mewakili elemen Api, semangkuk kecil air mewakili elemen Air, semangkuk kecil garam mewakili elemen Tanah, bulu mewakili elemen Udara, korek atau pemantik api, dan asbak atau semangkuk pasir.
Para penyihir atau partisipan harus mengukir nama “Donald J. Trump” pada lilin oranye dengan jarum atau paku kecil. Kemudian mengatur benda-benda lainnya dalam sebuah lingkaran (pentagram) dan menyandarkan kartu tarot Menara supaya itu bisa berdiri.
“Mantera pengikat ini terbuka, dan boleh dimodifikasi sesuai latihan spiritual Anda atau sistem sihir,” dijelaskan dalam situs tersebut. Hal yang terpenting adalah “dilakukan secara simultan” serta “energi massal dari para peserta.”
“Beberapa pondok atau coven melakukan variasi ini sebagai usaha berkelompok, sementara sejumlah praktisi pribadi berencana untuk terhubung dan streaming melalui Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya,” situs itu menjelaskan.
Sebagai reaksi, sejumlah kelompok-kelompok Kristen dan individu telah berjanji untuk berdoa bagi Donald Trump, memohon berkat dan perlindungan Elohim turun ke atas pekerjaannya dan ke atas bangsa.
Ritual pemanteraan sihir ini melibatkan mantera yang panjang, memanggil roh-roh dan “Iblis-iblis dari dimensi neraka” untuk mengikat Donald J. Trump supaya “ia gagal total, supaya ia tidak dapat melakukan hal-hal yang merugikan.”
Memanggil roh-roh untuk juga mencelakai “semua orang yang membantu kejahatannya dan orang-orang yang mulutnya mengucapkan dusta-dusta beracunnya,” kutukan untuk memohon roh-roh untuk “mengikat mereka dengan belenggu-belenggu, mengikat lidah mereka, mengikat usaha-usaha mereka, mengikat kejahatan mereka.”
Selanjutnya para penyihir atau partisipan membakar foto Trump dengan lilin oranye.
Puncak dari mantera tersebut melibatkan suara yang semakin keras “diiringi nafsu yang semakin meningkat” dan diakhiri dengan meniup lilin oranye sambil “memvisualisasikan Trump hancur berkeping-keping menjadi debu dan abu” sambil menyanyikan “Jadilah abu” atau “Kamu dipecat.”
Ritual pemanteraan diakhiri dengan membuang lilin oranye atau meleburnya di atas air mengalir.
Sesudah ritual berakhir, para penyihir atau partisipan harus tertawa keras-keras dengan segenap hati karena “Trump tidak suka orang-orang menertawakan dia.”
Panggilan aneh kepada para penyihir untuk mempraktekkan ilmu hitam untuk digunakan melawan presiden Amerika Serikat ini sesuai prediksi yang diucapkan rabbi spiritual terkemuka Israel, Rabbi Nir Ben Artzi, dua pekan sebelumnya. Rabbi Nir Ben Artzi memperingatkan sihir dan ilmu hitam bangkit kembali di dunia dalam khotbah mingguannya. Rabbi memperingatkan bahwa kuasa gelap akan digunakan untuk melawan para pemimpin dunia dalam upaya merebut kekuasaan Elohim, dan secara khusus menyebutkan Presiden Trump sebagai target utama kuasa-kuasa kegelapan itu.
“[Elohim] memerintah dunia, dan bukan kuasa pencemar. Para penyembah Iblis memandang kepada bintang-bintang dan meramal dengan cangkir teh, memakai kartu tarot, dan metode-metode lainnya. Mereka percaya bahwa hal ini menguasai masa depan,” kata rabbi. Ritual yang dilaksanakan di depan Menara Trump di New York memang benar-benar menggunakan kartu tarot, yang biasa digunakan untuk meramal.Ritual para penyihir di Trump Tower, New York
Ulangan 18:10-12 (ILT) Janganlah didapati di antaramu seseorang yang membuat anak laki-lakinya atau anak perempuannya melintas di atas api, sebagai seorang peramal ramalan, seorang pelihat, atau seorang penenung, atau seorang penyihir, 11. atau seorang pengucap mantera, atau seorang yang bertanya kepada arwah atau seorang ahli nujum atau seorang yang mencari petunjuk kepada yang mati. 12. Sebab, semua orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian (Ibrani: to’ebah; menjijikkan, sangat dibenci) bagi YAHWEH. Dan karena perbuatan keji (Ibrani: to’ebah; menjijikkan, sangat dibenci) inilah YAHWEH, Elohimmu, menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu.
Panggilan untuk Peperangan Rohani
Dave Kubal, presiden kelompok Pendoa Syafaat bagi Amerika (IFA, Intercessors for America), dengan suara mendesak menjelaskan tentang panggilan kepada para penyihir di seluruh dunia – dan mereka yang bersedia melakukan ilmu sihir untuk pertama kalinya – untuk melemparkan kutuk mencelakai Donald Trump.
“Benar atau tidak panggilan untuk pemanteraan ini tersebar keluar dan orang-orang bertindak karenanya, kami merasa terdorong, sebagai tubuh Kristus dan pendoa syafaat, untuk datang melawan kuasa kegelapan ini dengan doa-doa segera dan berkuasa,” ditulis dalam laporan IFA.
IFA akan menyelenggarakan konferensi panggilan doa syafaat nasional bagi semua orang yang ingin berpartisipasi dalam doa bersatu, mulai Jumat, 24 Februari.
Baca:
Referensi:
harituhan.wordpres.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.