
Lebih dari dua pertiga (68 persen) konsumen di seluruh Eropa tertarik menggunakan biometrik ketika melakukan pembayaran, khususnya jika terintegrasi dengan sistem keamanan lain.
Menurut riset terbaru dari Visa, 73 persen memandang otentifikasi dua faktor sebagai cara aman untuk mengkonfirmasi keabsahan pemegang rekening. Respon ini dikumpulkan dari lebih 14.000 konsumen Eropa di Inggris, Swedia, Spanyol, Perancis, Jerman, Italia dan Polandia.
Para peritel online akan sangat diuntungkan dengan sistem pembayaran biometrik ini, karena 31 persen calon konsumen batal melakukan pembayaran via browser karena adanya proses "payment security" (proses pengamanan pembayaran online) yang rumit.
"Penelitian ini membuktikan bahwa ada keinginan kuat di pihak konsumen untuk mendapatkan pengalaman yang aman dan tidak rumit ketika berinteraksi dan melakukan transaksi online. Namun keinginan ini mungkin belum sesuai dengan realitas situasi. Biometrik fisik seperti sidik jari, foto selfie dan fitur pengenal suara yang dipandang sebagai metode terbaik dalam otentifikasi pengguna, bukanlah sistem yang tidak bisa dikelabuhi. Dan ada tantangan-tantangan lain yang menghalangi penggunaan secara luas terhadap interaksi non-face-to-face ini," kata Robert Capps, Wakil Presiden di NuData Security dalam komentar emailnya.
"Sistem biometrik pasif mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dengan cara yang benar-benar pasif dan tanpa mengganggu, dengan memahami bagaimana pengguna yang sah bertingkah laku, berkebalikan dengan seorang pemalsu yang memiliki informasi yang sah. Jadi, bahkan meskipun seorang pemalsu punya cetakan sidik jari Anda, dan seluruh informasi rekening Anda, perusahaan-perusahaan dapat melihat kebiasaan tingkah laku Anda, biometrik, perangkat, lokasi geografis dan lapisan-lapisan pengaman lain untuk menentukan apakah Anda pemilik sah perangkat atau sidik jari ini," kata Capps.
Separuh orang Eropa (51 persen) mengatakan otentifikasi biometrik untuk pembayaran dapat menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih cepat dan lebih sederhana dibandingkan metode tradisional. Sepertiga (33 persen) puas dan nyaman dengan fakta bahwa detail identitas mereka tetap aman meskipun perangkat smartphone mereka hilang atau dicuri.
Separuh lebih (53 persen) menginginkan otentifikasi sidik jari dibandingkan bentuk-bentuk otentifikasi biometrik lainnya. Hampir tiga perempat (73 persen) merasa nyaman dengan otentifikasi sidik jari, sama halnya dengan PIN.
Hanya sedikit konsumen yang lebih menyukai fitur pengenal suara atau wajah sebagai metode pembayaran, baik untuk berbelanja fisik di toko (12 persen) atau berbelanja online (15 persen). Di Inggris, jumlah mereka yang lebih menyukai pengenal suara atau wajah turun hanya 8% untuk berbelanja fisik dan 15% untuk berbelanja online.
"Sementara kita bergerak ke masa depan, konsumen akan punya semakin banyak pilihan bagaimana mereka dapat melakukan pembayaran. Sama seperti perilaku pembayaran akan berubah, tergantung di mana Anda berada dan memakai perangkat apa Anda berbelanja. Metode-metode otentifikasi perlu disesuaikan tergantung kasus-penggunaan. Meskipun otentifikasi biometrik memberikan kemudahan signifikan untuk mencapai keseimbangan antara kenyamanan dan keamanan, mereka bukan satu-satunya jawaban. Di masa depan kita akan melihat gabungan solusi bergantung pada situasi pembelian. Dengan mengadaptasi standar-standar kami untuk memakai teknologi ini sebagai bentuk valid dalam otentifkasi, kami dapat menyediakan lingkup pembayaran yang tetap aman, nyaman, dan kesinambungan," kata Jonathan Vaux, direktur eksekutif kerjasama inovatif di Visa Eropa.
Sistem biometrik berkembang pesat sejak Apple mengumumkan bahwa iPhone 5s dilengkapi opsi otentifikasi biometrik Touch ID. Beberapa tahun kemudian, banyak perangkat smartphone lain juga sudah menggunakan biometrik, yang didukung oleh banyak pengembang aplikasi yang menyebutnya metode otentifikasi yang sederhana.
Baca juga:
Menuju 666: Bank-bank Besar Mulai Memakai Pemindai Wajah dan Sidik Jari
666 Update: Google Berencana Memusnahkan Password Akhir Tahun 2016
Lebih Buruk dari Chip Implan RFID? Google Mematenkan Alat Teknologi 666 Untuk Produksi Massal
Tattoo Biometrik, Satu Langkah menuju Tanda Binatang itu
Teknologi Tanda Binatang: Sistem Pembayaran dengan Tattoo Segera Tiba
Swedia Memulai Uji Coba Chip Implan
Chip Implant, Chip RFID dan Tanda Binatang itu
https://youtu.be/4z3Fau01yBs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.