Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Mar a Lago, Palm Beach, Florida
BEBERAPA hari setelah pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sejumlah langkah dilakukan kedua negara terkait program senjata nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).
AS dilaporkan mengirimkan kapal perangnya menuju wilayah Samudera Pasifik dekat Semenanjung Korea. tindakan itu diduga merupakan langkah preventif atas semakin meningkatnya kekhawatiran terhadap pengembangan senjata Korut.
BERITA REKOMENDASI
Pejabat AS mengatakan, pengiriman USS Carl Vinson dilakukan karena dirasa perlunya peningkatan kehadiran militer AS di Semenanjung Korea. Tindakan provokatif Korut yang menembakkan rudal sehari sebelum pertemuan puncak AS-China diduga mendorong keputusan AS tersebut.
Sementara China dikabarkan akan mengirimkan utusannya, Wu Dawei ke Korea Selatan (Korsel) untuk membahas isu program senjata nuklir dan rudal Korut dengan pihak berwenang Korsel termasuk para calon presiden Negeri Ginseng mendatang. Hal itu dilakukan China untuk mengetahui arah politik Korsel mendatang terkait masalah senjata nuklir Pyongyang.
Porgram senjata nuklir Korut telah menimbulkan keresahan dan ketegangan di Semenanjung Korea. Beberapa pekan terakhir muncul dugaan bahwa Korut sedang merencanakan uji coba nuklir keenamnya.
Dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, Presiden China Xi Jinping telah berjanji akan mengambil langkah untuk menekan program nuklir dan rudal balistik Korut yang telah meresahkan AS dan negara-negara di kawasan. Selain itu dibahas juga mengenai posisi AS dalam pengerahan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)-nya di Korsel yang selama ini ditentang China.
okezone

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.