
Steve Stephens, pembunuh yang siarkan aksinya di Facebook. ©2017
Merdeka.com - Seorang pria Amerika Serikat mengunggah video dia menembak mati orang tua di jalan dan mengaku telah membunuh 13 orang lain. Steve Stephens (37), kini dalam kejaran polisi usai mengunggah video pembunuhan itu di Facebook.
Robert Godwin Sr. ditembak saat tengah membawa kantong belanjaan. Dalam video yang diunggah Stephens, pensiunan tersebut sempat melindungi wajahnya dari pistol milik pria 37 tahun itu.
Dilansir dari metro.co.uk, Senin (17/4), video pembunuhan tersebut sempat selama tiga jam berada di akun Stephens, sebelum akhirnya dihapus.
Di video terpisah yang diunggahnya di Facebook, Stephens mengklaim telah membunuh sekitar 13 orang lainnya.
"Saya hanya menembak, dan hanya membunuh 13 orang. Itu yang telah saya buat. Saya telah tetap akan membunuh sampai mereka menangkap saya. Saya katakan, sampai mereka menangkap saya. Saya membunuh 13 orang," tutur Stephens tanpa beban.
"Saat ini, saya mencari yang ke-14, seperti yang sedang kita bicarakan," imbuhnya. Dia mengaku memang ingin membuat keributan. "Hari ini adalah bencana Minggu Paskah," ujarnya. Sementara itu, polisi di lima negara bagian tengah mencari Stephens. Mereka berusaha untuk menangkap orang itu, sebelum korban kembali berjatuhan.
Anak Godwin, Robert Godwin Jr mengatakan tidak ingin membaca berita dan menonton video itu. "Saya tidak akan menonton video itu. Saya bahkan tidak bisa melihat ponsel saya atau berita. Saya benar-benar tidak ingin melihatnya," ujar Robert. Dia mengatakan ayahnya merupakan pensiunan pekerja cor. Godwin suka mengoleksi kaleng aluminium dan terkadang berjalan dengan sebuah kantong plastik. Gunanya untuk mengambil kaleng yang ditemukan di jalan. Sang anak percaya ayahnya sedang mencari kaleng bekas saat dia ditembak Stephens.
Di video tersebut, Stephens menyebutkan nama seorang wanita bernama Joy Lane. "Dia alasan hal ini terjadi pada Anda," tutur Stephens sebelum menembak.
merdeka
******************
Pembunuh Unggah di Facebook Akhirnya Bunuh Diri
Steve Stephens, pembunuh yang mengunggah rekaman penembakan pada korbannya di akun Facebook miliknya, bunuh diri saat diminta menepikan kendaraannya, Selasa (18/4/2017).
Business Insider mengabarkan, satuan polisi yang menguntit pelaku di Kota Erie, Pennsylvania menjelaskan, pelaku dipaksa berhenti dengan taktik PIT Manuver, yang membuat mobil pelaku tiba-tiba berhenti. Pada saat satuan polisi mendekat, Steven Steve Stephens pun bunuh diri.
Sebelumnya, Steven Stephens yang dimasukkan dalam daftar hitam pencarian orang, sempat mampir di gerai McDonald's memesan 20 ayam nugget dan kentang goreng. Pelayan restoran yang mengenali wajahnya, sempat menangguhkan pesanannya sambil menelpon polisi.
Saat hendak mengambil pesanan di jendela, Steven Stephens tak dapat menahan sabar. "Saya harus pergi," katanya menggaet kentang goreng dan meninggalkan pesanan lainnya. Dari situ, polisi menguntitnya sampai ia bunuh diri.
Kasus penembakan ini menggemparkan media massa AS sejak pekan lalu. Entah kenapa, Steven Stephens, warga kulit hitam tiba-tiba menghampiri Robert Godwin, 74, juga berkulit hitam di tepi sebuah jalan dan menembak korban yang baru saja keluar menikmati makan Paskah bersama keluarganya. Penembakan itu direkam Steven Stephens lewat telepon pintarnya dan mengunggahnya di akun Facebook, sehingga ditonton ratusan ribu orang. Steven Stephens, tampak tertawa terkekeh-kekeh dalam video itu.
Hal itu membuat para penonton naik pitam dan membenci Steven Stephens yang menembak Robert Godwin secara acak karena sebelumnya bertengkar dengan pacarnya. "Saya hanya bisa berharap agar ia mati ditembak 100 peluru," ujar Brenda Haymon, putri Robert Godwin. "Saya lebih suka dia mati dengan cara itu, daripada mati menembak kepalanya," sambung Brenda.
inilah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.