7 hari raya dalam imamat 23 menubuatkan karya Allah dari keselamatan hingga kehidupan kekal di Sorga. Salah satu yang kita akan lihat kali ini adalah hari raya Paskah. Nubuatan Paskah dalam PL digenapi dalam satu Pribadi, yaitu Yesus yang disembelih sebagai domba Paskah.
Dan dalam artikel ini kita akan melihat nubuatan Paskah, secara khusus maknanya secara profetik, yaitu pesan untuk kita sebagai generasi akhir zaman.
Tuhan Yesus mengatakan sebuah nubuatan saat Ia melakukan Paskah terahir sebelum disalib. Ia berkata bahwa itu tidak akan terpenuhi sampai Kerajaan Allah.

Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.” ~Lukas 22: 14-16
Ada nubuat yang menarik dalam Yeremia 23: 1-8 yang akan membuka rahasia ini.
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita. Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.” ~Yeremia 23:. 5-8

Alkitab menubuatkan bahwa sebelum Yesus kembali memerintah di bumi anak-anak Israel dan Yehuda yang tersebar di seluruh dunia akan kembali ke tanah nenek moyang mereka. Ini menjadi sangat menarik bahwa dalam kerajaan Allah kita tidak akan membahas Keluaran dari Mesir. Sebaliknya, kita akan membahas kembalinya orang Israel dari pembuangan.
Ada persamaan antara keluaran dari Mesir dan datang kembali dari pembuangan. Misalnya, 10 tulah melanda Mesir. Tiga tulah pertama menghantam Mesir dan Israel. Tetapi tujuh tulah terakhir hanya dicurahkan kepada orang-orang Mesir.
Dalam Wahyu 18: 4-6, suatu peristiwa yang terjadi sebelum kedatangan Yesus, umat Allah diperintahkan untuk meninggalkan Babel dan tidak berbagi dalam tulah-nya. Hal ini mengacu pada tujuh murka Allah yang ditemukan dalam Wahyu 16.
Beberapa minggu yang lalu, telah dilaporkan kembalinya Yahudi Ethiopia ke Israel. Nubuat dalam Yeremia secara khusus menyebutkan “kembali dari utara”. Dua tahun lalu, Benjamin Netanyahu menyerukan ‘imigrasi massal’ dari orang-orang Yahudi Eropa ke Israel. Dan tahun lalu, ada banyak Yahudi di Perancis pindah ke Israel.
Kembalinya persembahan Paskah di Yerusalem
Upacara pengorbanan atau persembahan korban paskah tahun ini dijadwalkan berlangsung lebih dekat ke Temple Mount. Sebelumnya, ritual ini hanya diadakan di Bukit Zaitun. Aktivis Yahudi melakukan ritual ini di taman terdekat kompleks Temple Mount.
Sampai saat ini, hanya aktivitas keagamaan dari Islam saja yang diperbolehkan di daerah tersebut, berdasarkan “Noble Sanctuary.” Tetapi aktivitas korban Paskah ini diharapkan akan mendorong pembangungn Bait Suci sebagai nubuatan Alkitab. Ketegangan atas aktivitas Yahudi di Temple Mount telah menyebabkan letusan kekerasan di masa lalu antara Israel dan Palestina.
Sementara itu, Temple Mount Institute merilis sebuah video yang menjelaskan mengapa orang-orang Yahudi harus melakukan pengorbanan seperti tahun ini, meskipun fakta bahwa Temple belum dibangun kembali.
Upacara pengorbanan Paskah telah dilakukan selama 15 tahun terakhir. Dan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota telah mendukung acara tersebut. Seorang inspektur dari layanan hewan telah hadir mengawasi. Ratusan orang, termasuk anggota Knesset, rabi dan tokoh masyarakat lainnya juga hadir.





Dipihak lain, negara-negara Arab akan datang ke PBB untuk menantang kedaulatan Israel atas seluruh kota Yerusalem. Ini bukan pertama kalinya bahwa resolusi UNESCO menolak untuk mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem timur, tapi ini adalah pertama kalinya negara-negara Arab menantang kekuasaan Israel.
Pesannya adalah ketika pemenuhan Paskah ini terjadi untuk Gereja dan Israel sebagai pemegang perjanjian Allah. Ia telah datang sebagai domba paskah. Tetapi Ia juga akan kembali sebagai Singa yang membawa paskah (penebusan) yang sangat bermakna.
Maranatha!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.