Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson secara gamblang menyalahkan Rusia atas serangan senjata kimia yang terjadi di Idlib.
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson secara gamblang menyalahkan Rusia atas serangan senjata kimia yang terjadi di Idlib, Suriah, yang menewaskan lebih dari 80 orang. Serangan senjata kimia ini yang menjadi dasar atas serangan AS terhadap basis pemerintah Suriah.
Dalam sebuah wawancara dengan ABC, Tillerson menyatakan, Rusia telah gagal untuk memenuhi komitmen terhadap perjanjian senjata kimia di Suriah yang ditandantangi pada tahun 2013 lalu. Akibat kegagalan Rusia ini, lanjut Tillerson, puluhan warga sipil Suriah meregang nyawa.
"Saya pikir kegagalan nyata di sini adalah Rusia telah gagal untuk memenuhi komitmen di bawah perjanjian senjata kimia yang dicapai tahun 2013," kata Tillerson dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Minggu (9/4).
"Kegagalan terkait dengan serangan baru-baru ini dan serangan senjata kimia yang mengerikan dalam ukuran besar baru-baru ini adalah adalah kegagalan di pihak Rusia untuk mencapai komitmennya kepada masyarakat internasional," tambahnya.
Pernyataan Tillerson ini sendiri muncul hanya satu pekan jelang kunjungan ke Moskow. Di Moskow, Tillerson dijadwalkan akan melakukan pertemuam dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
****************
AS KECEWA DENGAN SIKAP RUSIA ATAS SERANGAN DI SURIAH


Gambar yang dirilis oleh Pentagon menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan di pangkalan udara Shayrat.
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku kecewa tapi juga tidak terkejut dengan respon Rusia atas serangan terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. Sedikitnya enam orang dilaporkan telah tewas dalam serangan rudal AS pada Jumat pagi.
Sekutu Suriah, Rusia, menuduh AS mendorong kelompok teroris dengan tindakan sepihaknya.
"Saya kecewa dengan respon tersebut. Hal ini menunjukkan dukungan mereka bagi rezim Assad dan, khususnya, dukungan mereka berlanjut selama rezim yang melakukan serangan mengerikan ini kepada warganya sendiri," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson.
"Jadi saya merasa sangat mengecewakan, tapi, sayangnya, saya harus memberitahu Anda, itu semua tidak mengejutkan," tambahnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (8/4/2017).
Setelah serangan rudal AS, Moskow telah berjanji untuk memperkuat pertahanan anti-pesawat Suriah. Mereka juga menutup hotline dengan AS yang dirancang untuk menghindari tabrakan antara pasukan udara mereka di atas Suriah.
Dua kapal perusak Angkatan Laut AS di Laut Mediterania menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs barat. Serangan itu terjadi sekitar pukul 04:40 waktu Suriah pada hari Jumat.
Mereka menargetkan pesawat, hanggar pesawat, area penyimpanan, bunker pasokan amunisi dan sistem pertahanan udara di fasilitas yang dikuasai pemerintah Suriah, menurut Pentagon.
Dikatakan pangkalan udara tersebut digunakan untuk menyimpan senjata kimia dan bahwa setiap tindakan pencegahan telah diambil untuk menghindari korban. Militer Rusia diberitahu sebelumnya, kata Pentagon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.