Yesus berkata dalam Yoh. 4:24 : "Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jadi PENYEMBAHAN yang bersifat fisik, adalah penyembahan ritual yang lazim dilakukan untuk hal yang FISIK pula, seperti : Raja disembah, Manusia disembah atau benda disembah, bisa berujud patung, batu atau apapun yang kasat mata. Sedangkan ALLAH tidak kasat mata dan keberadaanNYA menembus dimensi ruang dan waktu, sehingga PENYEMBAHAN fisik tidak bermanfaat bagi ALLAH.
Bagi seorang Muslim, sangat penting sholatnya mengituti kiblat mengarah ke Makkah. Di mesjid ada Mehrab untuk imam berdiri di depan menghadap ke arah Makkah, dan jemaah berada di belakangnya ikut bersholat. Orang Yahudi memulai kebiasaan berdoa menghadap ke arah kota Yerusalem (baca kitab Taurat), rupa-rupanya kebiasaan ini diteruskan sampai jaman Muhammad. Pada waktu permulaan agama Islam, orang Muslim berdoa menghadap ke arah kota Yerusalem. Akan tetapi pada thn 2 AH, Muhammad menyuruh mereka menghadap ke arah Kab'ah di Makkah sesuai dengan suatu wahyu yang diterimanya: "Palinglah mukamu ke Mesjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya" (Surah 2:144). Ada yang tidak tahu mengapa pengikut tidak harus berdoa dengan menghadap ke arah tertentu. YESUS tidak memberi petunjuk tentang doa ke arah tertentu. Pengikut YESUS percaya bahwa Allah berada di mana-mana dan segala sesuatu adalah milikNya: Timur, Barat, Utara, maupun Selatan. Pada suatu hari, seorang perempuan dari suku Samaria bertanya kepada 'Isa tentang bukit Gerazim, "Nenek moyang kami beribadah di bukit ini tetapi orang Yahudi percaya bahwa tempat ibadah yang tepat adalah Yerusalem." (Injil Yahya 4:20). 'Isa menjawab: "Percayalah, satu waktu orang akan menyembah Allah, bukan lagi di bukit ini dan bukan lagi di Yerusalem. Waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa orang-orang akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Mereka akan menyembah dengan cara yang sejati seperti yang dikehendaki Allah." (Injil Yahya 4:21, 23-24). Kesimpulan : Yang terpenting bukanlah arah kita menghadap tetapi sikap fikiran dan hati terhadap Allah, karena Allah adalah Roh (menurut Nasrani) dan Dzat menurut Muslim, maka posisi Allah adalah diluar dimensi tempat dan waktu, dan yang pasti dia ada dimana-mana, dan ini berarti Qibla tidak menjadi pergunjingan lagi, Isa telah memberi banyak ajaran tentang doa sejati dan penyembahan yang dijelaskan dalam Injil. "Wa lammaa jaa-a 'Isa bil bayyinaati qaala qad ji'tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii'u" (Az Zukhruf, 43:63) Surat 10 Yuunus ayat 94 : Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau (Taurat dan Injil). Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu-ragu.
http://jemaatkristen.blogspot.co.id/2012/07/allah-itu-roh-inilah-allah-orang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.