Dan seratus talenta perak ada untuk menuang alas-alas tumpuan ruangan kudus dan alas-alas tumpuan tabir, seratus alas tumpuan untuk seratus talenta, satu talenta untuk satu alas tumpuan.Dan dari seribu tujuh ratus tujuh puluh lima shikal itu, ia membuat kaitan-kaitan untuk tiang-tiang dan menyalut kepala-kepalanya dan menyambung-nyambungkannya.Keluaran 38:27,28 (ILT)
Banyak nubuatan yang mengindikasikan bahwa kita sedang berada di hari-hari terakhir sebelum kedatangan Messias, dan satu-satunya pertanyaan yang masih harus dijawab adalah kapan tepatnya Dia akan datang. Sebuah petunjuk diberikan oleh Rabbi Schneur Zalman dari Liadi, seorang sarjana Yahudi terkenal dan pemimpin yang dikenal dengan sebutan "Alter Rebbe", yang mendapat penglihatan kira-kira 300 tahun lalu yang nampaknya mengindikasikan secara tepat kapan sumber daya dunia ini akan habis, dan menjadikan Messias datang. Waktunya lebih singkat dari apa yang mungkin Anda harapkan.
Alter Rebbe hidup pada abad ke-18 dan dia mendirikan Chabad, cabang Yudaisme, yang berkembang pesat hingga saat ini. Ajaran-ajarannya masih dipelajari secara mendalam dan bukunya, "Tanya", dibaca secara luas oleh orang-orang Yahudi di seluruh dunia. Chabad secara luar biasa menekankan konsep Messias yang secara umum dihindari oleh cabang-cabang Yudaisme lainnya.
Sebuah kisah terkenal diceritakan bagaimana Alter Rebbe sedang membaca dari Torah di depan jemaah. Dia sampai kepada ayat Keluaran 38:28, yang menyebutkan jumlah 1.775 talenta perak. Ketika dia membaca huruf pertama 'hey' yang mendahului kata "Ha-Eleph" (ribuan), dia membaca itu secara keliru sebanyak empat kali secara berturutan, meskipun dia ulangi setiap kali. Huruf 'hey' di dalam numerologi Ibrani sama dengan lima, jadi dengan membacanya secara keliru, Alter Rebbe sebenarnya sedang mengatakan 5.775, dan bukannya 1.775 seperti yang ada tertulis di dalam Torah. Dia lalu berjalan keluar, sementara jemaah tercengang, dan seseorang lainnya harus menyelesaikan pembacaan Torah.
Rabbi Dovber Schneuri, yang dikenal sebagai Mitteler Rebbe, yang akhirnya menggantikan dia sebagai rabbi kedua di Chabad, bertanya kepadanya apa yang terjadi. Alter Rebbe menjawab bahwa dia mendapatkan sebuah penglihatan: Messias akan datang sesudah tahun 5775 – yang adalah tahun kemarin menurut kalender Ibrani – dan penglihatan ini membuat dia tidak bisa membaca ayat itu seperti seharusnya.
Kisah ini dituliskan di dalam buku Mitteler Rebbe, Sefer Imrei Bina (Kitab Ucapan-ucapan Bijak). Penglihatan Alter Rebbe diinterpretasikan sebagai berikut:
Perak dikumpulkan di dalam bentuk setengah sheqel yang diambil dari setiap laki-laki Yahudi, setiap tahunnya. Setengah sheqel dari 600.000 orang Yahudi di padang belantara (Bilangan 1:46) sama dengan seratus talenta perak, dengan masing-masing talenta terdiri dari 3.000 sheqel perak. Tapi Kitab Suci mencatat ada tambahan 3.550 setengah sheqel (=1.775 sheqel penuh), yang dari padanya Musa membuat kaitan-kaitan perak di atas tiang-tiang yang digunakan untuk memasang tirai mengelilingi Tabernakel di padang belantara.
Tradisi Yahudi berpegang bahwa kepada dunia diberikan sejumlah makanan/pemeliharaan untuk bertahan 4000 tahun sejak penciptaan. Ketika makanan itu berakhir, Messias akan datang. Itu diajarkan di dalam Talmud, kitab hukum lisan Yahudi, bahwa Messias dapat datang kapan pun antara tahun 4000 dan tahun 6000, menurut kalender Yahudi.
Penglihatan Alter Rebbe ketika ayat mengenai perak, dipahami memiliki arti 1.775 sheqel perak memberikan kepada dunia tambahan 1.775 tahun makanan.
Menurut tradisi Yahudi, makanan dunia, diberikan dalam bentuk hujan yang mengairi tanah ladang, ditentukan oleh pengadilan Surgawi setiap tahunnya pada hari raya Hoshana Raba, pada akhir Sukkot (Pondok Daun). Periode tahunan ini berakhir pada Tu B'Shevat, ketika manfaat terakhir dari tahun hujan dapat terlihat pada pohon-pohon. Tu B'Shevat, hari ke-15 dari bulan Shevat, adalah hari raya yang juga dikenal sebagai Tahun Baru untuk Pepohonan (Imamat 19:23-25).
Pemeliharaan terakhir dari tahun Ibrani 5775 telah diberikan bulan kemarin, pada Tu B'Shevat, artinya bahwa manfaat terakhir dari kasih karunia 1.775 sheqel perak di dalam Tabernakel berakhir pada tanggal 24 Januari 2016.
Untuk melihat lebih dalam bagaimana ini mempengaruhi kita hari-hari ini, Dov Bar Leib, seorang sarjana Torah, guru dan penulis mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Messias, menyatakan bahwa prediksi Alter Rebbe sedang muncul tepat di depan mata kita di dalam peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi.
"Sumber daya dunia telah habis, tapi yang lebih signifikan, seluruh sistem ekonomi sedang bergerak menuju berhenti," jelasnya. "Minyak ada pada titik terendah sepanjang masa, dimana kenaikan yang terakhir ini hanya dipengaruhi spekulasi investor."
Namun, katanya, "Harga emas dan perak, yang turun terus selama lima tahun, mulai meningkat signifikan. Kita melihat adanya suku bunga negatif, konsep yang tidak pernah ada sebelumnya. Itu seperti para ekonom dan investor telah kehilangan kepercayaan dan tidak percaya akan ada hari esok."
Ketika ditanya tentang arti hal-hal ini, Bar Leib punya dua perspektif: ekonomi dan Alkitab. "Dari sudut pandang investor dan ekonom, ada alasan untuk semua ini. Logam-logam mulia naik ketika kepercayaan terhadap mata uang turun. Tapi perak punya arti khusus di dalam literatur rabbinic. Itu adalah yang digunakan para rabbi sebagai dasar konsep mata uang, bahkan lebih dari emas, karena memiliki kegunaan praktis yang menjadikan itu bernilai."
Perak, kata Bar Leib, "memberi arti hubungan kita dengan dunia ini dan keinginan-keinginan materi. Ketika Alter Rebbe mendapatkan penglihatannya tentang 1.775 sheqel perak di Tabernakel, dia sedang berkata bahwa perak yang digunakan di Tabernakel meningkatkan dunia materi dan hubungan kita dengannya, selama bertahun-tahun itu."
"Ini memungkinkan orang baik dan orang jahat untuk mengambil manfaat dari dunia materi. Waktu itu, sedikit makanan tambahan itu, telah berakhir. Kita sekarang sedang memulai suatu periode dimana makanan akan diberikan sebagai upah yang berhubungan dengan dunia materi ini di dalam cara yang positif. Aturannya sudah berubah."
"Ekonomi global ada di dalam kondisi genting, dimana pemain utamanya ada di ambang keruntuhan. China, yang memegang sebagian besar kekayaan global, berusaha memperkecil ekonominya yang raksasa, dan Jerman, kewalahan dengan beban finansial ribuan imigran Syria, sedang berjuang mempertahankan kepalanya tetap ada di atas air. Penglihatan profetik Alter Rebbe nampak secara mengejutkan relevan dengan hari-hari ini, menantang kita untuk mengevaluasi kembali sumber yang sebenarnya dari kemakmuran dan mengingatkan kita bahwa kadang-kadang, sumur itu dapat mengering."
Baca juga:
- Keruntuhan Finansial Global Segera Terjadi, Ahli Finansial Memperingatkan Kejatuhan Ekonomi 2016
- Orang-orang Antri Membeli Emas Sementara Krisis Global Membayangi
- Ramalan Kuno 800 Tahun: Ketika "Raja Persia Memancing Amarah Raja Arabia", Penyelamatan Akhir sudah di Ambang Pintu
- 200 Tahun Lalu, Perang Turki vs Rusia diramalkan sebagai Tanda Kedatangan Messias
- Pengajaran Yesus tentang 7 Meterai Kitab Wahyu: Akhir Zaman
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.