Dalam Injil Matius pasal 24 Tuhan Yesus berbincang-bincang dengan murid-murid-Nya mengenai tanda kedatangan-Nya dan tanda kesudahan dunia.
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"Matius 24:3 (TB)
Namun ada sebagian orang yang menyalahartikan dan menganggap jawaban Yesus itu sebagai tanda-tanda yang biasa saja, peristiwa-peristiwa yang biasa terjadi sehari-hari.
Jika kita mau berpegang kepada teks yang benar dari Alkitab, tanpa menambahkan asumsi apa-apa, akan menjadi jelas bahwa jawaban Yesus itu sebenarnya bukanlah peristiwa-peristiwa yang biasa-biasa saja. Bahkan jawaban-jawaban-Nya merujuk kepada hal-hal yang sangat spesifik.
Poin 1
Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!Sebab banyak orang akan datang atas Nama-Ku dengan mengatakan: Akulah Mesias; dan mereka akan menyesatkan banyak orang.Matius 24:4,5 (ILT)
Orang-orang datang di dalam nama Yesus, secara khusus bukanlah hal yang biasa terjadi ketika Tuhan Yesus masih hidup di Bumi. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa akan terjadi penyesatan dengan tujuan tertentu oleh guru-guru palsu yang mengaku sebagai Messias atau Kristus. Bukan hanya sebagai Messias, tetapi secara khusus menggunakan nama-Nya untuk menyesatkan sejumlah besar orang.
Poin 2
Dan kamu akan segera mendengar peperangan dan berita-berita perang. Perhatikanlah, janganlah ketakutan, karena seharusnyalah semuanya itu terjadi, tetapi hal itu belumlah kesudahannya.Karena bangsa (Yunani: ethnos) akan bangkit melawan bangsa (ethnos), dan kerajaan melawan kerajaan. Dan akan terjadikelaparan dan wabah penyakit, dan gempa bumi di berbagai tempat.Matius 24:6-7 (ILT)
Beberapa orang mengatakan peperangan dan rumor tentang perang itu sudah terjadi sejak zaman dulu, termasuk Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Tapi Tuhan Yesus berbicara secara spesifik tentang bangsa bangkit melawan bangsa, ini bukanlah hal yang biasa. Kata Yunani yang digunakan untuk 'bangsa' adalah 'ethnos', artinya suku atau etnis. Yesus berbicara mengenai suatu masa dimana perang dan penindasan akan terjadi hanya karena perbedaan suku, warna kulit atau garis keturunan.
Ada berbagai macam alasan untuk berperang, misalnya politik, agama, tanah, sumber daya alam, dan kekuasaan, tetapi keinginan untuk memusnahkan suatu bangsa hanya karena kesukuan atau etnis atau warna kulit adalah hal yang khusus – genosida.
Dalam Eksodus, anak-anak Ibrani dibunuh supaya mereka tidak bangkit dan menggulingkan kekuasaan Mesir. Di sepanjang Alkitab, banyak bangsa termasuk Ibrani yang diperbudak sebagai bangsa yang ditaklukkan, namun bukan hanya berdasarkan warna kulit atau etnis mereka.
Ada banyak contoh di seluruh dunia dimana orang-orang ditindas hanya berdasarkan karena suku atau etnis.
Poin 3
Kemudian mereka akan menyerahkan kamu ke dalam kesukaran, dan mereka akan membunuh kamu dan kamu akandibenci oleh semua bangsa karena Nama-Ku, dan pada waktu itu banyak orang akan tersandung dan mereka akanmengkhianati seorang terhadap yang lain dan akan membenci seorang terhadap yang lain.Matius 24:9,10 (ILT)
Orang-orang dibunuh karena nama Yesus bukanlah hal biasa sebelum Yesus Kristus disalibkan. Orang-orang Kristen mulai diburu dan dibunuh karena mengaku percaya kepada Yesus Kristus, sesudah kenaikan Yesus ke surga. Akhir-akhir ini, kebencian terhadap pengikut Yesus frekuensinya meningkat secara drastis, dan itu akan terus semakin meningkat hingga waktu kedatangan Yesus Kristus.
Poin 4
Dan banyak nabi palsu akan dimunculkan dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (Penjelasan lihat poin 1)Dan karena kedurhakaan dilipatgandakan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. (Lihat poin 3)Dan injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, dan kemudian akan datang kesudahannya.”Sebab, pada waktu itu akan terjadi kesukaran besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang, bahkan sekali-kali tidak akan pernah terjadi.Matius 24:11,12,14,21 (ILT)
Di sini Yesus sendiri berkata bahwa belum pernah terjadi "kesusahan besar" seperti yang akan datang ini, dan yang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Secara otomatis ini menjadi tanda yang sangat khusus, tidak bisa disebut sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja.
Poin 5
Dan sekiranya hari-hari itu tidak diperpendek, maka semua manusia (Yunani: sarx; daging/makhluk/tubuh manusia) tidak akan diselamatkan; tetapi karena mereka yang terpilih, hari-hari itu akan diperpendek.Matius 24:22 (ILT)
Sekarang ini adalah satu-satunya masa di dalam sejarah, sejak Yesus berjalan di atas muka Bumi, dimana umat manusia mempunyai kemampuan untuk memusnahkan semua makhluk dari muka Bumi ini, dengan senjata pemusnah massal, senjata biologi, senjata kimia, senjata cuaca, makanan GMO (modifikasi genetika), binatang GMO, virus dan bakteri, obat-obatan, vaksinasi (beberapa komponen vaksin berasal dari binatang), chemtrail dan sebagainya. Pedang, busur dan panah, tombak, dan bahkan meriam pun tidak bisa menghapus seluruh makhluk dari muka Bumi. Ini benar-benar nubuat yang sangat besar dan tidak biasa. Ayat di atas itu secara sangat spesifik menggunakan kata Yunani 'sarx' (yang artinya "daging atau makhluk atau tubuh manusia"), dan bukannya 'anthropos' (yang artinya "manusia").
Dikatakan bahwa tidak akan ada 'sarx' (daging/makhluk) yang selamat jika waktunya tidak dipersingkat. Nampaknya, hal ini mengacu kepadaayat 37-39, apa yang disebut oleh Yesus sebagai hari-hari Zaman Nuh (yang akan kita bahas di bagian bawah). Apa yang terjadi pada Zaman Nuh? Jawabnya adalah pencampuran genetika antara malaikat dan manusia, dan antara satu makhluk hidup dengan makhluk lainnya. Seluruh makhluk di Bumi menjadi rusak, tercemar genetikanya. Itu juga yang hari-hari ini sedang terjadi.
Note:Chemtrail merupakan geo-engineering; modifikasi cuaca Bumi dengan menyemprotkan aerosol zat khusus – umumnya komponen Barium dan Aluminium Oksida – ke lapisan ionosfer sebagai media untuk memantulkan energi dari HAARP. Komponen Barium merupakan bahan yang beracun dan berbahaya bagi manusia, yang dapat merusak sistem syaraf, ginjal, paru-paru dan liver.Chemtrail: Anda mungkin pernah melihat hal yang sama dilakukan di langit Indonesia.HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program). Singkatnya, HAARP akan menembakkan gelombang elektromagnetik yang difokuskan ke atmosfer bagian atas, dan berfungsi sebagai "pemanas ionosfer." HAARP menembakkan gelombang radio super kuat yang dapat mengangkat area ionosfer dengan memfokuskan pancarannya dan memanaskan area tersebut. Gelombang elektromagnetik kemudian akan dipantulkan kembali ke Bumi dan menembus segala sesuatu – makhluk hidup maupun benda mati – termasuk patahan-patahan kerak Bumi. Dengan cara ini HAARP dapat memodifikasi kondisi atmosfer Bumi, termasuk cuaca, dan juga dapat digunakan sebagai senjata. Gelombang yang dipantulkan kembali ke Bumi, apabila disesuaikan dengan resonansi patahan-patahan kerak Bumi, dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi.Antena HAARP
Poin 6
“Dan segera sesudah kesukaran hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan.Demikian pulalah kamu, ketika kamu melihat semua ini, kamu mengetahui bahwa dia sudah dekat, di ambang pintu.Matius 24:29,33 (ILT)
Jika kamu "melihat" semuanya itu (tanda-tanda yang disebutkan Yesus di atas), itu artinya waktu-Nya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Ini bukanlah peristiwa yang biasa-biasa saja, yang dijumpai sehari-hari, tetapi ada hal-hal khusus yang belum pernah terjadi seperti ini. Sama seperti tanda-tanda kelahiran seorang bayi, semakin lama akan semakin meningkat rasa sakitnya.
Tuhan Yesus tidak sedang mengatakan perumpamaan ketika berbicara tentang matahari dan bulan menjadi gelap, bintang-bintang berjatuhan dari langit. Itu peristiwa-peristiwa yang benar-benar akan terjadi. Mengapa demikian? Karena tulisan-tulisan sejarah kuno mencatat terjadinya peristiwa-peristiwa seperti itu juga pada zaman dahulu.
Tanda-tanda yang dahsyat dari langit, baca juga:
Tanda Khusus
Meskipun nampaknya semua tanda-tanda itu sudah disebutkan Yesus, rupanya masih ada satu hal yang jauh lebih besar, yang lebih kontroversial di dalam pasal Matius 24 ini, seperti yang disebutkan oleh Yesus:
Namun mengenai hari dan saat itu tidak seorang [manusia] pun mengetahuinya, bahkan para malaikat di surga pun tidak, kecuali Bapa-Ku saja.”“Dan, sebagaimana pada zaman Nuh, demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi.Sebab, sebagaimana mereka hidup pada hari-hari sebelum air bah: makan dan minum, kawin dan dikawini, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak menyadari sampai air bah itu datang dan melenyapkan semuanya; demikian pulalah kedatangan Anak Manusia akan terjadi.Matius 24:36-39 (ILT)
Bagian kontroversial yang nampaknya menunjuk kepada sesuatu yang benar-benar tidak lazim adalah penggunaan kata "mereka." Satu kata ini telah menyebabkan orang-orang terbagi menjadi dua kelompok yang berbeda mengenai interpretasi dari bagian ayat ini.
- Di sini Yesus secara langsung merujuk kepada "anak-anak Elohim mengambil anak-anak perempuan manusia dan menghasilkan anak-anak Nephilim."
- Yesus mengatakan bahwa itu akan menjadi "peristiwa yang umum" sampai waktu kedatangan-Nya.
Supaya dapat memilah firman kebenaran ini, kita perlu mempelajari dan mencari tahu siapakah "mereka" itu.
Siapakah "mereka" itu menurut Kitab Suci?
Pada dasarnya ada 2 cara untuk mencari tahu siapakah "mereka" itu. Yang pertama dengan melihat ayat di atasnya. Yang kedua adalah mempelajari kisah Nuh dan melihat siapa yang makan, minum, kawin, dan dikawinkan. Matius 24:36 menyebutkan 3 kelompok spesifik ini:
- Manusia
- Malaikat
- Bapa (Elohim)
Sekarang sesudah kita telah menentukan 3 kemungkinan yang dimaksud dengan kata "mereka", kita perlu kembali ke zaman Nuh di dalamKejadian 6:1-4 supaya dapat menemukan kelompok mana yang dimaksud oleh pernyataan Yesus tadi.
Siapa yang kawin di dalam Kejadian 6?
Dan terjadilah, ketika manusia (Ibrani: Adam) mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Elohim melihat anak-anak perempuan manusia (Ibrani: Adam), bahwa mereka elok. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.Kejadian 6:1,2 (ILT)
Dalam 2 ayat pertama dari pasal 6 ini, kita menemukan siapa yang kawin. Musa mengidentifikasi dua kelompok di sini:
- Anak-anak Elohim
- Anak-anak perempuan manusia
Sementara saya tidak mau membahas terlalu panjang lebar dalam artikel ini, Anda bisa melihat (di sini) untuk membaca lebih jelas mengenaianak-anak Elohim dan anak-anak perempuan manusia. Pendeknya, ada 2 pendapat utama yang sangat berlawanan mengenai kedua kelompok ini.
Pendapat pertama:
Anak-anak Elohim = malaikat.
Anak-anak perempuan manusia = perempuan manusia.
Pendapat kedua:
Anak-anak Elohim = anak-anak Set.
Anak-anak perempuan manusia = anak-anak perempuan Kain.
Pendapat pertama dikenal dengan nama teori 'Fallen Angel' atau Malaikat yang Jatuh.
Pendapat kedua dikenal dengan nama 'Sethite theory' atau Teori Set.
Sekarang kita lihat bagaimana ayat itu terbaca jika kita menggunakan interpretasi Teori Set yang salah itu, dan membandingkannya denganteks Ibrani yang sebenarnya.
Interpretasi teori Set:
Dan terjadilah, ketika Kain mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Set melihat anak-anak perempuan Kain, bahwa mereka elok. Maka mereka mengambil istri-istribagi mereka semua yang telah mereka pilih.Kejadian 6:1,2 (ILT mod)
Perbandingan dengan teks asli Ibrani:
Dan terjadilah, ketika Adam mulai berlipat ganda di muka bumi, dan anak-anak perempuan telah diperanakkan bagi mereka, lalu anak-anak Elohim melihat anak-anak perempuan Adam, bahwa mereka elok. Maka mereka mengambil istri-istri bagi mereka semua yang telah mereka pilih.Kejadian 6:1,2 (ILT mod)
Jika Anda belum memiliki kamus Konkordansi Strong, mungkin sekarang ini waktu yang tepat untuk memilikinya. Setidaknya bisa mendownload gratis dari software Alkitab e-Sword atau my-Sword untuk Android. Kamus Konkordansi Strong sangat penting untuk mempelajari Alkitab.
Dari kamus Konkordansi Strong, jelas-jelas terlihat interpretasi yang sangat berbeda. Kita dapat melihat mana yang Alkitabiah, dan mana yang "rekaan" semata dengan tujuan untuk menyesatkan.
Jika Anda membaca artikel mengenai anak-anak Elohim dan anak-anak perempuan manusia (di sini), maka Anda akan tahu dua frase kata Ibrani yang sangat spesifik yang digunakan di sini:
- B’nai (bene) HaElohim (anak-anak Elohim)
- Benoth Adam (anak-anak perempuan Adam)
Ini adalah bukti NYATA bahwa sebutan "Bene HaElohim" digunakan secara KHUSUS untuk menyebutkan malaikat di dalam Perjanjian Lama. Ini ada beberapa fakta lain untuk dipertimbangkan.
Perjanjian Lama memang merujuk "seorang manusia" yang disebut sebagai anak Elohim, yaitu Adam, yang secara langsung diciptakan oleh Elohim. Sedangkan Set secara spesifik disebut "anak Adam."
Tidak ada manusia yang mempunyai kemampuan untuk menjadi anak-anak Elohim hingga sesudah Messias (Yesus Kristus) datang. Kita melihat dalam Kitab Suci, menjadi "anak-anak Elohim" adalah hasil dari keselamatan pada saat seseorang menjadi ciptaan baru. Ini bukan metafora, ini adalah kelahiran kembali yang sebenarnya. (Yohanes 1:12, Lukas 20:36, Efesus 1:5, 1 Yohanes 3:2-3, 2 Korintus 5:17)
Jadi, jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; apa yang lama sudah berlalu, lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru.2 Korintus 5:17 (ILT)Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.Yohanes 1:12,13 (TB)
Apa yang Elohim berikan kepada mereka? Kuasa untuk menjadi Bene HaElohim (anak-anak Elohim).
Kapan? Pada saat mereka percaya dan menerima Yesus Kristus. Bukan sebelumnya, tetapi pada saat mereka menerima-Nya.
Ketika seseorang diselamatkan, itu lebih dari sekedar dibasuh dosanya oleh darah Yesus, pada saat itu Elohim menciptakan suatu roh yang baru dan memberikan kepadanya "kuasa untuk menjadi Bene HaElohim (anak-anak Elohim)." Sebelum itu, tidak ada manusia yang memiliki kuasa ataupun hak untuk memperoleh itu. Anak-anak Adam itu sekarang telah menjadi Bene HaElohim.
Bene HaElohim (anak-anak Elohim) adalah ciptaan langsung oleh Elohim, bukan dihasilkan dari perkawinan antara laki-laki dan perempuan.
Anak-anak Adam, adalah anak-anak dari manusia. Set bukanlah ciptaan langsung dari Elohim, sehingga dia tidak bisa disebut Bene HaElohim ataupun melahirkan Bene HaElohim.
Anak-anak perempuan manusia adalah istilah umum yang mempunyai arti yang sesungguhnya, dan tidak membedakan apakah itu anak-anak Kain, Set, atau yang lainnya. Benoth Adam adalah anak-anak perempuan Adam/manusia.
Teori (sesat) bahwa anak-anak Elohim di dalam Kejadian 6:1-4 adalah anak-anak Set yang hidup dalam kebenaran, diciptakan pada abad ke-1, namun tidak diterima secara luas oleh Gereja hingga abad ke-3. Teori Set disahkan sebagai doktrin Gereja Roma Katholik. Namun banyak orang yang menolak hal tersebut sehingga Gereja Katholik menyatakan bahwa Teori Malaikat kawin dengan anak-anak perempuan manusia itu bidat. Dan setiap orang yang mengajarkan hal tersebut diancam hukuman mati. Itu juga sebabnya, mengapa Kitab Henokh dinyatakan bidat dan dimusnahkan oleh Gereja Katholik, karena menuliskan peristiwa perkawinan antara malaikat dengan anak-anak perempuan manusia.
Semua tulisan dan semua orang pada zaman Bapa-bapa Gereja mula-mula, Kitab Suci terjemahan Septuaginta (LXX), para sarjana Yahudi dan orang-orang bijak sejak zaman dahulu hingga pada masa itu, tetap berpegang kepada Teori Malaikat yang Jatuh kawin dengan anak-anak perempuan manusia.
Santo Augustine (354 – 430 M) juga berbicara mengenai peristiwa-peristiwa ini. Perlu dicatat bahwa Augustine bukanlah orang yang percaya kepada Teori Malaikat yang Jatuh. Dia percaya kepada doktrin (keliru) mengenai Teori Set.
"Ada juga rumor yang sangat umum, dimana banyak yang sudah membuktikannya dengan pengalamannya sendiri, atau dimana orang yang dapat dipercaya mendengar pengalaman orang lain yang membenarkan, bahwa sylvan dan faun, yang secara umum disebut inkubi, seringkali menyerang kaum perempuan." – St. Augustine, The City of God.
Note:Sylvan: sejenis makhluk peri hutan.Faun: atau satyr, makhluk setengah manusia setengah kambing (dari pinggang ke atas berbentuk manusia, bertanduk, dan pinggang ke bawah berbentuk kambing).Inkubi: atau incubus, adalah iblis dalam bentuk tubuh laki-laki, yang suka meniduri wanita dengan tujuan melakukan aktivitas seksual dengan mereka. Pasangannya, sukubi atau succubus, adalah iblis dalam bentuk tubuh wanita, yang melakukan aktivitas seksual dengan manusia laki-laki.Baca: Hari-hari Zaman Nuh
Thomas Aquinas (1225 – 1274 M) yang juga berpegang pada Teori Set, merasa perlu untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa sejenis seperti yang terjadi di dalam Kejadian 6, yang dilaporkan terjadi pada zamannya. Sama seperti Augustine, banyaknya laporan-laporan tentang terjadinya hubungan seks antara makhluk supernatural dengan manusia, tidak dapat diabaikan. Ini memaksa dia menciptakan penjelasan 'tak masuk akal' yang tidak didasari Kitab Suci:
"Namun jika ada yang kadang-kadang dilahirkan dari Iblis, itu bukanlah berasal dari benih Iblis seperti itu, atau pun dari tubuh mereka, tetapi dari benih laki-laki yang diambil untuk tujuan itu; seperti ketika Iblis pertama-tama mengambil bentuk seorang wanita, dan sesudah itu seorang laki-laki; sama seperti mereka mengambil benih dari hal-hal lain untuk tujuan lainnya." – Thomas Aquinus, Summa Theologica.
Bagian final yang mengakhiri perdebatan mengenai sebutan "Bene ha Elohim", dapat ditemukan dalam literatur Yahudi: Mishneh Torah atau Yad ha-Chazakah: Yesodei ha-Torah. Bene Elohim sebenarnya adalah salah satu golongan malaikat di dalam Yudaisme. Orang Yahudi tidak menyebut nama-nama itu dengan sembarangan. Berikut ini hirarki malaikat menurut Yudaisme, mulai dari tingkatan yang paling tinggi:
- Chayot HaKodesh ("makhluk hidup" dengan empat wajah, enam sayap; Yehezkiel 1:5)
- Ophanim (roda-roda; Yehezkiel 1:15)
- Erelim (Ariel, pahlawan; Yesaya 33:7)
- Hashmallim (amber, berkilauan; Yehezkiel 1:4)
- Seraphim (ular berapi; Yesaya 6:2-6)
- Malakim (utusan atau malaikat, Kejadian 16:9, 19:1, 22:11, 28:12, 31:11-13, Keluaran 33:2, Bilangan 22:31)
- Elohim (makhluk Ilahi)
- Bene Elohim (anak-anak Elohim, Kejadian 6:2, Ayub 1:6, 38:7)
- Cherubim (kerub; Yesaya 37:16)
- Ishim (makhluk seperti manusia, Kejadian 18:2, Daniel 10:5)
Bahkan Orang Babylonia Setuju dengan Hal ini
Anak-anak Elohim disembah oleh umat manusia di sepanjang sejarah sebagai "dewa-dewa." Agama pagan yang menyembah kepada ilah-ilah atau dewa-dewa ini merupakan kesaksian lain bahwa "anak-anak Elohim" (malaikat) adalah dewa-dewa dalam mitologi, dan mereka ada di sini, di Bumi, sebelum Banjir Besar.
"Dewa-dewa gentar kepada Air Bah" – Gilgamesh XI, 113
Mari kita simpulkan. Yesus merujuk kepada malaikat dan manusia, kawin dan dikawinkan pada zaman Nuh. Zaman Nuh menyebutkan malaikatkawin-mengawin dengan perempuan manusia dan memiliki keturunan. Malaikat-malaikat ini disembah sebagai dewa-dewa di sepanjang sejarah. Orang Babylonia percaya dewa-dewa ada di Bumi sebelum Banjir Besar, dan gentar kepada Air Bah itu.
Sekarang kita tahu siapakah yang dimaksud dengan "mereka" di dalam pernyataan Yesus. Kita punya tiga kesaksian dari Alkitab. Matius 24:36berbicara mengenai manusia dan malaikat. Kejadian 6:1,2 menyebutkan manusia dan malaikat.
Kesaksian ke-3 berasal dari penglihatan Daniel: patung raja Nebukadnezar.
Kepala patung itu terbuat dari emas tempaan, dada dan lengannya dari perak, perut dan pahanya dari perunggu, kakinya bagian atas dari besi, kakinya bagian bawah sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.Dan jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu sebagian kuat dan sebagian rapuh.Dan seperti yang engkau lihat, besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti mereka akan bercampur melalui perkawinan. Namun mereka tidak akan melekat satu dengan yang lain, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.Daniel 2:32,33,42,43 (ILT)
Ayat 43: ...mereka akan bercampur melalui perkawinan, namun mereka tidak akan melekat satu dengan yang lain... Ini juga menimbulkan pertanyaan yang sama dengan yang di atas: Siapakah "mereka" ini? Jawabannya juga sama.
Perkawinan antara anak-anak Elohim dengan anak-anak perempuan Adam menghasilkan keturunan raksasa yang dikenal dengan namaNephilim. Nephilim adalah kata Ibrani yang berarti "mereka yang jatuh", dan diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Gigantes(diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai Giant; raksasa). Gigantes berasal dari kata Yunani 'Gigas' yang artinya "dilahirkan di Bumi."
Kedatangan Nephilim membawa kehancuran atas seluruh Bumi oleh Banjir Besar. Jika Elohim tidak memperpendek hari-hari zaman Nuh, maka tidak ada makhluk yang akan selamat. Hal yang sama akan terjadi kembali pada hari-hari Anak Manusia sekarang ini. Hanya saja kali ini Elohim akan menghancurkan Bumi bukan dengan Air, tetapi dengan Api.
Olehnya bumi pada waktu itu telah musnah ketika dibanjiri oleh air.Namun sekarang, oleh firman yang sama langit dan bumi sedang disimpan untuk api, sambil dipelihara sampai pada hari penghakiman dan pemusnahan orang-orang fasik.2 Petrus 3:6,7 (ILT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.